Anda di halaman 1dari 12

PEMANFAATAN GELOMBANG DALAM BIDANG

GEOFISIKA (MITIGASI BENCANA)

KARYA TULIS
Diajukan untuk memenuhi tugas fisika dasar II

Disusun Oleh :
Aldinofrizal
140710140029

Program Studi Geofisika


Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Padjadjaran
2015

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb. puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat
Allah SWT, karena atas rahmat dan kemudahan yang diberikan sehingga saya
dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah yang berjudul Pemanfaatan Gelombang
dalam Bidang Geofisika ini tepat pada waktunya, shalawat serta salam tak lupa
kami panjatkan kepada Nabi Muhammad SAW. Karya tulis ilmiah ini, saya
selesaikan dalam rangka tugas fisika dasar II. Dalam pembuatan karya tulis ilmiah
ini tidak sedikit hambatan yang saya jumpai, tetapi berkat dukungan dan arahan
dari orang-orang di sekitar saya, karya tulis ilmiah ini pun dapat diselesaikan.
Karya tulis ilmiah ini, disusun agar pembaca dapat memperoleh ilmu lebih dalam
tentang gelombang, metode dalam geofisika yang menggunakan gelombang, dan
pemanfaatannya dalam mitigasi bencana.
Saya menyadari bahwa karya tulis ilmiah saya ini masih jauh sekali dari kata
sempurna, dan saya sadar masih banyak kesalahan di dalam karya tulis ilmiah ini,
saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun karya tulis imiah
ini menjadi lebih baik lagi. Saya berharap semoga karya tulis ilmiah ini dapat
bermanfaat bagi para pembaca.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Bandung, April 2015

Penulis

ABSTRAKSI
Letak geografis Indonesia yang berada dipertemuan lempeng dunia
menyebabkan Indonesia berada di wilayah rawan bencana alam gempa bumi.
Setiap terjadi bencana alam gempa bumi, Indonesia sering kali mengalami
kerugian baik korban jiwa maupun finansial hingga milyaran rupiah. Gempa bumi
sebenarnya

bisa

dihindari

atau

kerugiannya

bisa

diminimalisir

jika

penanggulangannya tepat. Geofisikawan dengan menggunakan sifat gelombang


dapat memanfaatkan gelombang dan getaran yang terjadi akibat gempa bumi atau
pergesaran lempeng tektonik bumi bisa menentukan sifat-sifat lapisan tanah yang
ada apakah lapisan tanah tersebut kokoh atau tidak jika terjadi gempa bumi.
Gelombang yang dihasilkan baik oleh alam maupun buatan manusia akan
merambat melewati lapisan-lapisan batuan yang terdapat dibawah permukaan
bumi, setiap lapisan tentu memiliki sifat yang berbeda sehingga nilai data yang
diperoleh pun akan berbeda, data-data tadi lah yang akan diproses menjadi sebuah
informasi mengenai sebuah wilayah

DAFTAR ISI
JUDUL...........................................................................................................i
KATA PENGANTAR......................................................................................ii
ABSTRAKSI......................................................................................................iii
DAFTAR ISI..................................................................................................iv
BAB I : PENDAHULUAN..............................................................................1
1.1 Latar Belakang...............................................................................1
1.2 Rumusan Masalah............................................................................1
1.3 Tujuan...........................................................................................1
BAB II : ISI...................................................................................................2
2.1 Landasan Teori................................................................................2
BAB III : PENUTUP.......................................................................................7
3.1 Kesimpulan.......................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Melihat letak geografis Indonesia yang berada diantara dua samudra
dan dua benua dan pertemuan lempeng tektonik, maka wilayah Indonesia sangat
rentan untuk terkena bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, maupun gunung
meletus. Indonesia merupakan daerah pertemuan 3 lempeng tektonik besar, yaitu
lempeng Indo-Australia, Eurasia dan lempeng Pasific. Akibatnya Indonesia berada
di atas jalur gempa, patahan-patahan yang menyebabkan gempa. Indonesia juga
memiliki banyak gunung berapi. Jumlahnya sekitar 140 gunung yang aktif. Iklim
kita yang tropis juga menyebabkan banyak tanah yang tidak stabil. Setiap terjadi
bencana alam di Indonesia
Kurangnya penanggulangan sebelum bencana menyebabkan kerugiankerugian tadi, Jika saja bencana alam yang terjadi bisa diprediksikan baik secara
kasar maupun dengan sangat akurat akan sangat membantu mengurangi jumlah
korban dan kerugian finansial yang diderita.. Salah satu cara memprediksikan
bencana

yang akan terjadi adalah dengan mempelajari sifat-sifat dari bumi

dengan menggunakan prinsip-prinsip fisika atau biasa dikenal dengan geofisika.


Salah satu sifat fisika yang biasa digunakan dalam mempelajari bumi adalah
dengan prinsip gelombang, bencana-bencana alam seperti gempa bumi, tsunami,
dan gunung meletus sebenarnya bisa di pelajari dengan sifat-sifat gelombang.
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana sifat fisika gelombang dapat menanggulangi sebuah bencana alam?
1.3 Tujuan
Memahami prinsip metode geofisika serta alur dalam mitigasi bencana dengan
menggunakan sifat gelombang

BAB II
ISI
2.1 Landasan Teori
1. Gelombang
Gelombang adalah suatu getaran yang merambat, dalam perambatannya
gelombang membawa energi. Dengan kata lain, gelombang merupakan getaran
yang merambat dan getaran sendiri merupakan sumber gelombang. Jadi,
gelombang adalah getaran yang merambat dan gelombang yang bergerak akan
merambatkan energi. Secara umum hanya terdapat dua jenis gelombang saja,
yakni gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik. Pembagian jenis
gelombang ini didasarkan pada medium perambatan gelombang, dan jika
dibedakan berdasarkan arah rambatnya gelombang terbagi menjadi dua yaitu
gelombang transversal dan gelombang longitudinal. Gelombang sendiri memiliki
beberapa sifat, yaitu pemantulan gelombang, pembiasan gelombang, difraksi
gelombang, interferensi gelombang dan polarisasi gelombang
2.

Metode Seismik
Merupakan salah satu metoda geofisika yang digunakan untuk eskplorasi

sumber daya alam dan mineral yang ada di bawah permukaan bumi dengan
bantuan gelombang seismik. Eksplorasi seismik atau eksplorasi dengan
menggunakan metode seismik banyak dipakai oleh perusahaan-perusahaan
minyak untuk melakukan pemetaan struktur di bawah permukaan bumi untuk bisa
melihat kemungkinan adanya jebakan-jebakan minyak berdasarkan interpretasi
dari penampang seismiknya.Dalam metoda seismik pengukuran dilakukan dengan
menggunakan sumber seismik (ledakan, vibroseis dll). Setelah sumber diberikan
maka akan terjadi gerakan gelombang di dalam medium (tanah/batuan) yang
memenuhi hukum-hukum elastisitas ke segala arah dan mengalami pemantulan
ataupun pembiasan akibat munculnya perbedaan kecepatan. Kemudian, pada
suatu jarak tertentu, gerakan partikel tersebut di rekam sebagai fungsi waktu.

Berdasar data rekaman inilah dapat diperkirakan bentuk lapisan/struktur di


dalam tanah (batuan). Metode seismik didasarkan pada gelombang yang menjalar
baik refleksi maupun refraksi.
Ada beberapa anggapan mengenai medium dan gelombang. Anggapan
yang dipakai untuk medium bawah permukaan bumi antara lain, medium bumi
dianggap berlapis-lapis dan tiap lapisan menjalarkan gelombang seismik dengan
kecepatan berbeda dan makin bertambahnya kedalaman batuan lapisan bumi
makin kompak. Anggapan yang dipakai untuk penjalaran gelombang seismik
adalah panjang gelombang seismi jauh lebih kecil dibanding ketebalan lapisan
bumi. Hal ini memungkinkan setiap lapisan bumi akan terditeksi. Gelombang
seismik dipandang sebagai sinar seismik yang memenuhi hukum Snellius dan
prinsip Huygens. Pada batas antar lapisan, gelombang seismik menjalar dengan
kecepatan gelombang pada lapisan di bawahnya dan kecepatan gelombang
bertambah dengan bertambahnya kedalaman.
3. Penerapan Metode Seismik dalam Mitigasi Bencana
3.1 Pemetaan Mikrozonasi Dengan SASW dan MASW
Pada awal-awal perkembangannya, orang mengenal metode seismik bias
(refraction) dan seismik pantul (reflection). Namun seiring perkembangan ilmu,
pada tahun 1980-an Nazarian dan Stokoe memperkenalkan metode seismik
SASW (Spectral Analysis of Surface Wave) di University of Texas Austin dan
pada tahun 1999 Choon Byong Park bersama kawan-kawannya mengembangkan
metode seismik MASW (Multichannel Analysis of Surface Wave). Kedua metode
ini digunakan untuk mengamati penjalaran gelombang S (Vs) yang memiliki
peranan dalam pembentukan gelombang permukaan (Rayleigh dan Love) yang
begitu merusak bangunan.
Saat ini, pemerintah sudah membuat peta kawasan rawan gempa bumi
untuk wilayah Indonesia. Peta tersebut masing berupa peta kasar (makrozonasi)
atau dalam skala yang yang sangat luas. Nilai percepatan goncangan tanah
tertinggi (Peak Ground Acceleration/PGA) yang dihitung juga masih berdasarkan

percepatan gelombang di batuan dasar (bedrock). Beberapa kota di negara tidak


duduk tepat di atas batuan dasar dengan lapisan sedimen tipis, melainkan duduk di
atas lapisan batuan sedimen tebal yang ada di atas batuan dasar. Di beberapa kota
juga, kondisi lapisan sedimen juga sangat muda dan lunak (soft soil). Dan
ternyata, lapisan tanah lunak dan tebal yang duduk di atas batuan dasar ini bisa
meningkatkan faktor amplifikasi (penguatan goncangan/amplitudo) gelombang
gempa bumi dan efek pantulan gelombang gempa bumi dari batuan dasar.
Gelombang gempa bumi juga akan bergerak sangat lambat pada lapisan lunak
dibanding dengan lapisan keras.
Pengukuran MASW atau SASW mutlak dilakukan di setiap kota yang ada
di Indonesia untuk memetakan dimana saja kawasan-kawasan yang memiliki nilai
amplikasi tinggi, rendah dan berapa kedalaman lapisan sedimen di kota tersebut..
Jenis-jenis tanah bawah permukaan juga bisa dipetakan berdasarkan kecepatan
penjalaran gelombang shear. Jenis tanahnya antara lain lanau (silt) dan lempung
berpasir (sandy clay). Pemetaan mikrozonasi atau upaya mendetailkan peta
makrozonasi yang sudah ada mutlak dilakukan. Peta mikrozonasi ini akan sangat
bermanfaat nantinya dalam menentukan kebijakan pembangunan infrastruktur di
kawasan yang rawan gempa. Titik-titik di sekitar Jakarta, Bandung, Semarang,
Medan, Banda Aceh, dan kota-kota besar lainnya di Indonesia yang memiliki
faktor amplifikasi tinggi maka harus dibangun dengan kualitas bangunan tahan
gempa bumi yang lebih baik dan titik yang memiliki faktor amplifikasi rendah
tentu saja bisa dibangun dengan kualitas biasa. Kebijakan tinggi rendahnya
kualitas bangunan tanah gempa bumi ini tentu mengalami efek pada penghematan
biaya pembangunan.
Hasil akhir daripada pemetaan mikrozonasi bisa diterapkan dalam
standarisasi bangunan berupa building code. Building code ini juga ke depan
harus betul diterapkan pada setiap bangunan yang ada di Indonesia karena gempa
bumi tidak pernah membunuh, yang membunuh adalah reruntuhan bangunan.

3.2 Seismik Tomografi


Seismik tomografi merupakan sebuah metode geofisika untuk mengetahui
kondisi bawah permukaan bumi berdasarkan data waktu

tiba gelombang

gempabumi (P dan S) yang terekam oleh peralatan seismik (seismometer) yang


tersebar di atas permukaan bumi. Hasil pengolahan dan analisa gelombang
tersebut akan memberikan gambaran struktur 3D interior bumi secara rinci.
Sumber getaran yang digunakan bisa dari sumber buatan maupun sumber alami
berupa gempabumi yang sering terjadi di seluruh dunia.
Sejalan dengan perkembangan teknologi, peralatan seismometer juga mengalami
perkembangan yang luar biasa dari hari kehari. Seismometer modern yang disebar
di seluruh dunia saat ini bisa merekam getaran-getaran kecil gempabumi yang
terjadi di seluruh penjuru dunia. Setelah sekian gempabumi terjadi, data yang
terekam dari ribuan seismometer yang tersebar di seluruh dunia dalam sekiat
waktu, selanjutnya diproses untuk mendapatkan resolusi tinggi pencitraan
keadaan dalam bumi (images of earths interior) menggunakan teknik seismik
tomografi. Salah caranya adalah dengan cara melihat waktu tiba gelombang P
(primer/pressure wave) pada setiap seismomoter. Berdasarkan jarak sumber
gempa bumi dengan peralatan seismometer dan berapa waktu yang diperlukan
untuk sebuah gelombang merambat, para geofisikawan bisa memetakan kondisi
bawah permukaan.
Pada gambar di samping bisa dilihat hasil melintang seismik tomografi di
kawasan pulau Sumatra. Penampang vertikal dari tomogram mengindikasikan
bahwa subduksi di bawah Sumatera sangat landai, terutama di mantel bumi
bagian paling atas. Geometri subduksi landai ini juga berkorelasi dengan usia
yang relatif muda dari litosfer samudera yang menyusup di bawah Sumatera
dibandingkan dengan litosfer samudera di sepanjang Andaman maupun Jawa.
Karena landainya tunjaman lempeng Indo-Australia terhadapa Eurasia di sekitar
Sumatra menyebabkan zona gesekan antara keduanya menjadi sangat luas. Makin
luasnya area gesekan antara kedua lempeng tersebut menyebabkan zona kuncian
(lock) juga makin luas dan bisa memicu gempa-gempa besar. Dari hasil tomografi

tersebut bisa dilihat bahwa kawasan subduksi di Sumatra bagian atas memiliki
potensi gempa bumi lebih besar dibandingkan dengan kawasan subduksi di pulau
Jawa. Dengan adanya informasi seismik tomografi dari Geofisikawan ini tentu
sangat membantu pemerintah Indonesia dalam membuat kebijakan sebagai upaya
mitigasi bencana gempa bumi.

BAB III
KESIMPULAN
Penerapan gelombang dalam
bidang geofisika yaitu salah
satunya dalam mitigasi bencana
yaitu
metode

dengan

menggunakan

seismik,

sifat-sifat

gelombang yang terjadi akibat

gempa bumi atau hanya pergeseran lempeng dibawah permukaan bumi bisa
dimanfaatkan untuk keperluan pemetaan wilayah rawan gempa, dan pemetaan
subduksi dari suatu wilayah. Sehingga dapat membantu pemerintah untuk
membuat kebijakan dalam tata perancangan wilayah kota sehingga kerugian dapat
diminimalisir ketika terjadi bencana alam khusunya gempa bumi

DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/4789756/Peranan_Geofisika_dalam_Ekplorasi_Minya
k (diakses pada 18/04/2015 pukul 20.50 WIB)

https://www.academia.edu/8520768/239499162-MAKALAH-GEOFISIKA
(diakses pada 18/04/2015 pukul 21.30 WIB)
http://www.ibnurusydy.com/peran-geofisika-dalam-mitigasi-dan-monitoringbencana/ (diakses pada 18/04/2015 pukul 22.00 WIB)
http://www.slideshare.net/bumbleblade/tugas-geofisika (diakses pada 18/04/2015
pukul 22.50 WIB)