Anda di halaman 1dari 15

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

I. PENGKAJIAN
A. Data Umum
1. Nama KK
2. Alamat
3. Pekerjaan KK
4. Pendidikan KK
5. Komposisi Keluarga
NO
1
2
3
4

Nama
Ibu A
An. I
An. H

:
:
:
:

Bpk S. (36 thn)


RT 08/RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu
Cleaning Service
SD

Gender
P
L
L

Hub. Dgn KK
Istri
Anak
Anak

Umum
42 th
23 th
16 th

Pendidikan
SD
SMA
SMA

6. Genogram

Keterangan :
O : Perempuan
: Laki-laki
x+ : Meninggal
: Meninggal
: Keturunan
: Hub. Erat
: Perkawinan
7. Tipe Keluarga :
Keluarga bapak S. termasuk keluarga inti karena terdiri dari suami istri dan dua orang
anak. Terdiri dari bapak S 43 tahun sebagai kepala keluarga ibu A 42 tahun sebagai
ibu An I anak paling besar 23 tahun sudah tidak melanjutkan keperguruan tinggi
karna masalah biaya dan H anak kedua 16 tahun sekolah SMA kelas 2. Keluarga
bapak A hubungan antar anggota keluarga sebagian besar berjalan dengan baik namun
komunikasi antara Bapak S dan An S kurang berjalan dengan baik karna bila bicara
berdua sering trjadi selisih pendapat. untuk yang paling banyak waktu dengan di
rumah adalah ibu A karena ibu A berjulan gorengan dan makanan ringan berkeliling
Rt 08,07,09. Ibu A berjualan mulai dari jam 16 sampai dengan sebelum adzan magrib.

Selain Ibu A yang lebih banyak waktu di rumah adalah An A karna masih
menganggur dan belum mendapatkan pekerjaan.
8. Suku Bangsa
Bapak S dan Ibu A sama-sama suku sunda, Bpk S berasal dari cilacap dan Ibu A dari
pekalongan , menurut ibu A banyak warga di rt 8 berasal dari daerah jawa tengah dan
jawa timur, tetapi rata-rata mereka sudah lama tinggal di situ ibu A saja mengaku
sudah 11 tahun tinggal di rt 8 tetapi banyak pula pendatang dari daerah jawa yang
masih mengontrak rumah biasanya mereka pedagang keliling atau penduduk
musiman. Menurut bapak S tidak ada budaya atau kebiasaan dalam keluarganya
sehari-hari sekarang ini yang bertentangan dengan kesehatan.
9. Agama
Semua anggota keluarga beragama Islam. Bapak S dan ibu A selalu mengerjakan
sholat lima waktu dan mereka selalu mengajarkan anak-anaknya untuk sholat lima
waktu dengan tepat waktu Bapak S dan ibu A kadang-kadang mengikuti pengajian
minguan yang di adakan di mesjid Rt 9 anakanak juga ikut dan sampai sekarang
masih aktif.
10. Status sosial ekonomi keluarga
Bapak S adalah seorang tenaga cleaning service di Universitas Borobudur sedang ibu
A bekerja sebagai penjual gorengan pada sore hari, menurut Bapak A penghasilan
mereka berdua cukup untuk makan keluarga dan pas-pasan untuk kebutuhan seharihari.
11. Aktifitas rekreasi keluarga
Menurut keluarga, mereka jarang sekali pergi jalan-jalan untuk rekreasi, karena waktu
keluarga yang belum memungkinkan, tetapi bapak S dan Ibu A selalu berusaha
memenuhi kebutuhan rekreasi anak-anaknya minmal setahun sekali mereka selalu
pergi jalan-jalan bila da family gathering dari Universitas Borobudur saja.
B. Riwayat dan tahapan perkembangan keluarga
1. Tahap perkembangan keluaarga saat ini :
Tahap perkembangan keluarga Bapak S, adalah tahap perkembangan keluarga dengan
usia sekolah, yaitu :
a. Mensosialisasikan anak-anak termasuk didalamnya membantu anak-anak
mencapai prestasi baik disekolah
b. Membantu anak-anak membina hubungan (peer group) dengan teman-teman
sebaya
c. Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan
d. Memenuhi kebutuhan kesehatan masing-masing anggota keluarga
2. Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
a. Ibu A dan bpk S mengizinkan an H main bersama teman sebaya mereka dari
pulang sekolah sampai jam 18.00 WIB, setelah itu belajar jam 19.00 20.30 dan
tidur pada jam 22.00 WIB. Tetapi pada kenyataannya an E setelah pulang sekolah
jam 13.00 setelah makan dan istirahat dirumah an H pergi lagi belajar tambahan
jam 16.00 sampai jam 17.00, lalu pulang ke rumah dan biasanya an H pukul
18.00 sudah ada di rumah tetapi kadang-kadang an H pulang larut malam dengan
alasan belajar tambahannya lama, malahan kadang an H tidak pulang dulu
kerumah pada saat jam 13.00 tetapi pulangnya pada malam hari dengan alsan

mengerjakan tugas diteruskan belajar tambahan disekolah dan ibu N


mempercayainya .
b. Anak bpk S dan ibu A yang tertua masih menggangur dan belum bekrja sedang
melamar pekerjaan dan menunggu panggilan, An I saat ini lebih banyak
menghabiskan waktu di rumah dan bila malam An I sering keluar malam bila
malam hari berkumpul sama teman sebaya merokok kadang pulang hingga larut
malam. Bapak S tidak pernah melarang anaknya merokok asal tauh batasanya.
Untuk An I untuk, Bapak S sering melarang merokok karna An I sudah sering
sakit dirawat karna sesak napas dan batuk-batuk lama. Tapi An I tidak pernah mau
nenggubris larangan Bapak S.
c. Ibu A dan bpk S tampak harmonis, dengan komunikasi terbuka, menurut bapak S
mereka jarang berselisih dalam rumah tangganya, tetpi biasanya kalau masalaha
anak mereka suka berselisih seperti jika an I belum pulang kerumah padahal
sudah larut ibu A meminta bapak S untuk mencarinya tetapi bapak S bingung mau
mencarai kemana dan akhirnya mereka saling menyalahkan kenapa an I di
kebebasan untuk keluar malam. Tapi perselisihan itu tidak berbuntut panjang dan
dapat mencair kembali ketika an I pulang kerumah.
d. Keluarga belum dapat memenuhi kebutuhan kesehatan masing-masing keluarga,
karena mengatakan jarang sakit bila sakit hanya pegal-pegal saja dan demam dan
jarang berobat ke dokter. An I dari tahun 2010 dinyatakan sup Tb paru sudah
diberikan pengobatan tapi tidak tuntas karna an I tidak mau meminum obat Tb
paru dengan alas an mual bila meminum obatnya. Tahun 2013 penyakit Tb an I
kambuh sehinnga harus dirawat di RS Persahabatan keluarga Bapak S berupaya
agar anaknya sembuh namun an I tidak pernah tuntas meminum obat Tb nya
dengan alasan dari RS parsahabatan mendapat suntikan setelah di suntik 2 minggu
an I mengatakan alergi di kulit sehingga an I tidak mau lagi berobat karna takut
alergi bsuntik dan tidak mau minum obatnya karna mual dan tidak bias
tertelan.padahal keluarga Bapak S sangat berharap anaknya sembuh dari
penyakitnya. Dan siap berusaha bila memang anaknya patuh minum obat dan
berniat sembuh.
3. Menurut bapak S, ia dan istrinya kenal waktu bapak S kerja di dan ibu A tinggal nya
masih di cengkareng dengan orang tuanya setelah berkenalan kurang lebih satu tahun
menikahlah mereka pada usia Bpk S 23 tahund an Ibu I berusia 20 tahun,
pernikahannya direstui orang tua mereka, dan saat ini mereka dikaruniai tiga orang
anak, dua putra dan satu putri.
4. Riwayat keluarga sebelumnya.
Setelah sebulan menikah di cengkareng mereka pindah ke Cipinang Melayu mereka
tinggal di RW 04 .
C. Lingkungan
1. Karakteristik Rumah
Ukuran rumah kira-kira 7x5 m, dengan dua lantai jumlah kamar tidur 2 ,satu di atas
dan satu di bawah , terdapat ruang tamu, dapur, ruang makan, kamar mandi dengan
WC jongkok yang terbuat dari proselen, jarak septikteng dengan sumur kira-kira 8
meter. Atap rumah genteng, lantai keramik, ventilasi ada di bagian depan dan pinggir

gir ada kaca permanen ukuran 30X 75 cm, tapi kurang dari 1/3 luas rumah,
penerangan cukup, lampu hanya digunakan pada malam hari saja, Jendela selalu
terbuka pada pagi sampai sore hari. Kamar mandi berlantai ubin, bak terbuat dari
porelin, air dalam bak mandi bersih, dinding kamar mandi dilapisi keramik, WC yang
digunakan WC jongkok tampak bersih menurut ibu ia menguras bak mandi seminggu
sekali, dan menyikat lantai bila terasa licin. Saat pengkajian lantai tidak licin dan
bersih. Rumah secara umum tampak tidak terlalu rapi, tapi cukup bersih, perabotan
terlihat tidak tersusun rapi, adanya kasur di depan televisi mengakibatkan rumah
terasa sempit.
Denah Rumah
D

H
F

I
A

Keterangan:
A : halaman depan rumah
B : ruang TV
C : kamar utama
D : kamar mandi
E : Tangga ke lantai 2
F : ruang tamu
G : tangga di lantai 2
H : kamar an E dan an W
I : Ruang barang-barang
2. Karakteristik tetangga dan komunitas RW
Lingkungan sekitar rumah lebih banyak dari suku jawa, pergaulan dengan lingkungan
cukup baik, hal ini dibuktikan dengan turut sertanya keluarga dalam kegiatan RT,
arisan, kegiatan yang diadakan di RT, RW. Sebagian besar masyarakat di sekitar
keluarga Bpk S merupakan kaum pendatang dengan status, sebagian pegawai swasta,
dan pedagang. Bapak S tinggal berdempetan dengan 2 tetangga di depan dan di
samping kiri kanan rumahnya .
3. Mobilitas geografis keluarga
Sebelumnya keluarga tinggal mengontrak rumah di RW 10 masih dikelurahan
cipinang melayu dan tahun 2005 mereka pindah ke RW 04 RT 09 membeli rumah
dari tabungan yang ada.
4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat

Ibu N, rajin mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan di lingkungannya, seperti


arisan, tujuh belasan, dll. Bapak A juga aktif dalam kegiatan yang di adakan RW atau
RT di lingkungan sekitarnya. Bapak A menganggap aktivitas rutin yang dijalaninya
adalah sebuah kebaikan yang harus dijalani oleh dirinya sebagai warga setempat.
5. Sistem pendukung keluarga
Bila keluarga bapak A ada masalahselalu berusaha mengatasi sendir, Keluarga
mempunyai sedikit tabungan di Bank, keluarga selalu berusaha untuk menabung,
keluarga tidak punya ASKES dan tidak mengikuti Asuransi apapun. Keluarga
menanggung biaya kesehatan dari pendapatan tabungan yang ada.
D. Struktur keluarga
1. Pola komunikasi keluarga
Sifat komunikasi terbuka, setiap anggota keluarga dapat mengemukakan
pendapatnya, namun pembuat keputusan dalam keluarga didominasi oleh bapak A,
yang sebelumnya didiskusikan terlebih dahulu dengan ibu N, namun bila masalah itu
belum dapat dipecahkan juga, bapak A akan berkonsultasi dengan orang tua ibu N
atapun saudara terdekat dari keluarga ibu N.
2. Struktur kekuaatan keluarga
Keluarga saling menghangat satu sama lain, terbukti dengan sikap bapak A dan anakanaknya yang sangat menghargai dan menghormati ibu N, bila ada anggota keluarga
yang sakit diusahakan untuk mendapat pengobatan yang optimal dan senantiasa di
follow up dan diperhatikan takuttambah parah. Bapak A adalah sumber kekuatan
yang utama, yang menanggung semua biaya kehidupan keluarga.
3. Struktur peran
Bapak A sebagai ayah, kepala keluarga, pencari nafkah, pendidik dan pelindung bagi
anggota keluarganya, ayah juga membantu ibu dalam mengasuh anak, seperti
mengatur sekolah an. E dan W, namun bapak A sedikit berperannya sebagai
pengontrol perkembangan anak-anaknya karena sebagian waktunya untuk bekerja
diluar rumah. Ibu N adalah sebagai ibu, pengatur rumah tangga, pendidik dan
pengasuh kedua anaknya dan paling banyak berperan terhadap anak-anak karena
memiliki banyak waktu di rumah. An E adalah sebagai anak sulung, pelajar SMK
kelas 3, berperan sebagai anak bagi kedua orang tuanya,dan berperan sebagai kakak
bagi adiknya, an W. An W berperan sebagai anak bagi kedua orang tuanya, pelajar
SMP kelas 2, dan berperan sebagai adik bagi kakaknya an E dan kaka dari adiknya an
D. an D berperan sebagai adik an W dia belum memiliki peran yang banyak karena
masih dibawah lima tahun dia masih diangap anak kecil dan mengikuti apa yang di
ajarkan ibu N saja.
Semua peran masing-masing anggota keluarga ini, telah difahami dan dijalankan oleh
anggota keluarga dalam keluarganya, dan anggota keluarga yang lain pun menerima
peran masing-masing, maupun peran anggota keluarga lain dalam keluarganya.
4. Nilai dan norma budaya
Keluarga nenerapkan nilai-nilai agama pada setiap anggota keluarga seperti
menjalankan sholat 5 waktu, walau sesibuk atau dimanapun berada harus dijalankan,
puasa bulan Ramadhan dalam kondisi apapun wajib menjalankannya kecuali sakit
berat. Anak-anak diperbolehkan keluar rumah sampai jam 20.00 WIB, kecuali malam

minggu an E boleh pulang jam 24.00 bila jam pulang anak-anak belum ada dirumah
bapak A dan ibu N akan gelisah dan berusaha mencarinya.
Nilai-nilai agama yang dianut oleh keluarga selama ini tidak bertentangan dengan
kesehatan, ini dibuktikan dengan ibu M menggunakan alat kotrasepsi, dan keluarga
meyakini agamanya membolehkan,begitu pula nilai-nilai norma yang dianut oleh
keluarga selama ini tidak bertentangan dengan kesehatan, malah mendukung
kesehatan anggota keluarganya, ini dibuktikan dengan keluarga tidak berpantangan
makan apapun asal halal dan baik.
E. Fungsi keluarga
1. Fungsi efektif dan koping
Keluarga saling menyayangi satu sama lainnya ibu N dan bapk A mengaku selalu
berusaha memenuhi apa kebutuhan anak-anaknya walaupun kadang ada permintaan
anaknya yang tidak bisa dipenuhi bapak A dan ibu N berusaha mencari jalan
keluarnya, seperti beberapa tahun lalu an E ingin motor untuk pergi sekolah dengan
alasan supaya tidak kesiangan bapak A dengan susah payah menabung untuk
membelikan motor tersebut, dan sampai sekarang an E pergi sekolah memakai motor
tetapi kadang dia ikut temannya tidak membawa motor karena alasan an E untuk
mengirit bensin dan uang bensinnya bisa untuk jajan yang lain. Ibu N dan bapak A
selalu berusaha mengontrol an E takut terjerumus hal negatif diantarnya narkoba, dan
ketika an E belum pulang padahal sudah larut malam ibu N selalu memita bapak A
untuk mencari dan seringkali bapak A tidak tahu kemana mencarinya dan pada
akhirnya menimbulkan pertengkaran tetapi pertengkaran itu tidak berlangsung lama
setelah an E datang mereka tidak mempermasalahkannya lagi.
An W akhir-akhir ini nilai dari sekolahnya turun dan cenderung suka membandel
kalau di peringati, seperti waktu banjir satu hari lalu sudah di bilang sama ibu N
jangan maian air di tempat banjir karena selain airnya kotor juga takut terbawa arus,
pada awalnya an W menurut tetapi ketika ibu N pergi dia malah turun dan asik main
air dengan teman-temannya, an W suka maian internet di wrnet samping rumah dan
kadang an W suka lupa waktu dia suka maian game onelin.
2. Fungsi sosialisasi
Keluarga tidak melarang anak-anaknya untuk berteman dengan siapapun asal orang
itu baik. Bila arisan keluarga atau berkunjung ke keluarga anak-anaknya selalu diajak
serta. An E sering main kerumah temannya dan juga sebaliknya teman an E sering
berkumpul di rumah an E, ketika ditanya apa yang dilakukan diluar waktu maian
jawab an E hanya ngobrol-ngobrol saja, an W juga selainteman disekolah di
lingkungan rumah juga banyak temannya dan suka main kerumah an W begitu juga
sebaliknya, an D kalau main pasti di antar ibu N karena ibu N belum berani
membiarkan an D maian sendiri, takut ketabrak motor atau takut jatuh.
3. Fungsi reproduksi
ibu N ikut keluarga berencana (KB) dengan suntik 3 bulansekali. Ibu N mengatakan
pola menstruasinya kacau dan kata bidan yang menyuntik KB itu hal biasa jadi ibu N
tidak khawatir, an E ketika di tanya punya pacar atau tidak malu-malu dia menjawab

tidak tetapi terlihat dia sudah mulai tertarik lawan jenis, dengan cerita dia mengenai
teman-temannya yang sudah memiliki pacar
4. Fungsi perawatan kesehatan
Ibu N mengatakan bahwa kesehatan sangat penting tetapi menrut masih ibu N bapak
A kalau sakit di sangat susah jika diajak berobat ke puskes atau ke dr selalu ada aja
alasannya. Ketika di konfrimasi ke bapak A tentang itu bapak A mengaku takut
merepotkan keluarga dan dia merasa bisa mengukur tingkat sakitnya dia kalau sakit
cukup minum obat warung saja sudah sembuh, masih menurut bapak A kalau di
periksa dr itu suka ada perasaan cemas takut di badanny ada penyakit berat yang dia
tidak ketahui

F. Sterss dan koping keluarga


1. Stessor jangka pendek
Kesehatan anggota keluarga terutama an E ibu N mengaku an E suka batuk-batuk
tetapi dia masih saja suka merokok ibu N sebenarnya tidak setuju jika an E merokok.
Selain itu ibu N ingin an E itu pulang sekolah dirumah saja jangan main terus, apa
lagi jika sudah ada bbunyi HP dia selalu langsung bangun dan keluar, ibu N takut
anaknya terbawa pergaulan jelek.
2. Stessor jangka panjang
ibu N ingin an E setelah selsai sekolah nanti bisa bekerja dan apa bila mau kuliah dia
ingin anaknya bekerja sambil kuliah dia takut anaknya jadi penganguran, takut an E
jadi orang susah.
3. Kemampuan keluarga berespon terhadap masalah
Keluarga terutama bapak S dan ibu M memperbanyak berdo a kepada Tuhan YME,
memperbanyak ibadah, dan pasrah pada cobaan yang di berikan pada keluarganya, di
sisi lain mereka tetap optimis pasti Tuhan akan menolong mereka.
4. Strategi koping yang digunakan
Bercerita pada orang tua ibu M dan saudara ibu M, banyak aktifitas agar tidak terlalu
memikirkan masalahnya, banya berdoa dan bersabar.
5. Stragegi adaptasi disfungsional
Bapak A merokok menghabiskan 1 bungkus sehari, an W merokok dan menghabiskan
3 batang sehari.
G. Harapan keluarga
Keluarga berharap mahasiswa dapat memberikan informasi tentang perawatan bagi
anggota keluarga yang mempunyai masalah kesehatan di rumah, makanan yang harus
dikonsumsi dan yang jangan dikonsumsi, serta pencegahan penyebaran penyakit TB pada
anggota keluarga yang lain.
H. Pemeriksaan fisik (03-10-2002)
1. Ibu M
a. Tingkat kesadaran : Compos mentis
b. BB/TB :
c. TTV : TD= 100/70 mmHg,ND = 80 X/mmt, sh=36,5 C

d. Kepala : Bentuk bulat, rambut hitam, pertumbuhan merata, tidak mudah dicabut,
kulit kepala bersih, tidak ada ketombe, tidak ada lesi, tidak pediculosis H. Capitis,
ibu mengeluh pusing.
e. Mata : penglihatan jelas, tidak menggunakan alat bantu lihat, reflek terhadap
cahaya (+), selera tidak ikterik, konjuntiva tidak anemis, ibu mengeluh matanya
kunang-kunang.
f. Hidung : Bentuk tidak ada kelainan, fungsi penghidu baik, septum di tengah,
posisi simetris.
g. Mulut : Gigi ada 2 yang tanggal, vokalisasi baik, posisi simetris, bentuk tidak ada
kelainan, fungsi pengecapan baik, mulut tidak bau, gigi bersih
h. Telingn : posisi simetris, bentuk tidak ada kelainan, lubang telinga bersih, fungsi
pendengaran baik, ibu tidak mengeluh suka berdenging,
i. Leher : tidak tampak pembendunganKGB, reflek menelan baik, tidak ada
keluhan sulit menelan, tidak teraba ada pembesaran KGB, kelenjar tyroid, kaku
kudk tudak ada.
j. Dada : Bentuk tidak ada kelainan posisi simetris, jenis pernapasanvesikuler, suara
napas bersih, FR = 18 X/ mnt,, BJ I dan II normal.
k. Abdomen : Bentuk agak buncit, tampak lipatan kulit perut, tidak teraba masa,
nyeri tekan tidak ada, bising usus (+), hati dan linfa tidak teraba, distensi visika
(-).
l. Punggung : Possisi simetris, bentuk tidak ada kelainan, tidak ada keluhan nyeri
punggug
m. Ekstremitas atas : Posisi simetris, bentuk normal, jumlah jari sepuluh, tidak ada
keluhan, bengkak (-)
n. Ekstremitasi bawah : Posisisimetris, bentuk bentuk normal, jumlah jari sepuluh,
tidak ada keluhan, (-)
2. Bapak S
Kesadaran : Composmentis
b. TB/BB : 167 cm/ 69 Kg
c. TTV :TD = 140/100 mm Hg, ND = 88X/mnt, SH =37 C
d. Kepala : Bentuk bulat, rambut hitam, pertumbuhan merata, tidak mudah dicabut,
kulit kepala bersih, tidak ada ketombe, tidak lesi, tidak pediculosis H. capitis,
bapak mengeluh pusing, sakit kepala
e. Mata : Penglihatan Jelas, tidak mengunakan alat bantu lihat, reflek terhadap
cahaya (+), selera tidak ikterk, konjuntiva tidak anemis.
f. Hidung : Bentuk tidak ada kelainan, fungsi penghindu baik, septum di tengah,
posisi simetris
g. Mulut : Gigi ada 2 yang tanggal, cokalisasi baik, posisi simetris, bentuk tidak ada
kelainan, fungsi pengecapan baik, mulut tidak bau, gigi bersih
h. Telinga : Posisi simetris, bentuk tidak ada kelainan, lubang telinga bersih, fungsi
pendengaran baik, ibu tidak mengeluh suka berdenging,
i. Leher : Tidak tampak pembendungan KGB, reflek menelan baik, tidak ada
keluhan sulit menelan, tidak teraba ada pembesaran KGB, kelenjar tyroid, kaku
kuduk tidak ada, bapak mengeluh leher terasa berat.

j. Dada : Bentuk tidak ada kelainan, posisi simetris, jenis pernapasan vesikuler,suara
napas bersih, FR =18X/mnt, BJ I dan II normal
k. Abdomen : Bentuk agak buncit, tampak lipatan kulit perut tidak teraba masa,
nyeri tekan pada daerah epigastrium, bising usus (+), hati dan limfa tidak teraba,
dintensi vesika (-).
l. Pumggung : Posisi simetris, bentuk tidak ada kelainan, tidak ada keluhan nyeri
punggung
m. Ekstermitas atas : Posisi simetris, bentuk normal, jumlah jari sepuluh, tidak ada
keluhan (-)
n. Ekstremitas bawah : Posisi simetris, bentuk normal, jumlah jari spuluh, tidak ada
keluhan, bengkak (-)
3.
a.
b.
c.

Anak A
Kesadara : Compos mentis
TB/BB : 152 cm/ 35.5 Kg
TTV : TD = 110/70mmHg,ND = 88X/mnt. SH =37 C
d. Kepala : Bentuk bulat, rambut hitam, pertumbuhan merata, tidak mudah dicabut,
kulit kepala bersih, tidak ada ketombe, tidak ada lesi,tidak ada pediculosis H.
Capitis,
e. Mata : Penglihatan jelas, tidakm menggunakan alat bantu lihat, reflek terhadap
cahaya (+), selera tidak ikterik, konjuntiva tidak anemis.
f. Hidung : Bentuk tidak kelainan, fungsi penghindu baik, septum di tengah, posisi
simetris
g. Mulut : Gigi belum ada yang tanggal, vokalisasi baik, posisi simetris, bentuk tidak
ada kelaianan, fungsi pengecapan baik, mulut tidak bau, gigi ersih
h. Telinga : Posisi simetris, bentuk tidak ada kelainan, lubang telinga bersih, fungsi
pengdengaran baik, tidak mengeluh berdenging.
i. Leher : Tidak tampak pembendungan KGB, reflek menelan baik, tidak ada
keluhan sulit menelan, tidak terabaada pembesaran KGB, kelenjar tyroid, kaku
kuduk tidak ada.
j. Dada : Bentuk tidak ada kelainan, posisi simetris, jenis pernapasan vesikuler,
suara napas bersih, FR = 18Xmnt,, BJ I dan II normal, an, A mengeluh suka sesak
nafas jika kecapean. Sehingga terasa sulit untuk bernafas dan jantungnya
berdebar keras seakan mau berhenti,
k. Abdomen : Bentuk rata, tidak nampak lipatan kulit perut, tidak teraba masa, tidak
ada nyeri tekan pada daerah epigastrium, bising usus (+), hati dan limfa tidak
teraba, distensi vesika (-).
l. Punggung : posisi simentris, bentuk tidak ada kelainan, tidak ada keluhan nyeri
punggung
m. Ekstremitas atas : Posisi simetris, bentuk normal, jumlah jari sepuluh, tidak ada
keluhan, bengkak (-)
n. Ekstremitas bawah : Posisi simetris, bentuk normal, jumlah jari sepuluh, tidak ada
keluhan, bengkak (-).

4. Anak N
a. Kesadaran : Compos mentis

b. TB/BB : 122 cm/ 23Kg


c. TTV : TD= 110/70mmHg, ND=88X/mnt, SH=37 C
d. Kepala : Bentuk bulat, rambut hitam, pertumbuhan merata, tidak mudah dicabut,
kulit kepala bersih, tidak ada ketombe, tidak ada lesi, tidak ada pediculosisi H.
Capitis,
e. Mata : Penglihatan jelas, tidak menggunakan alat bantu lihat, reflek terhadap
cahaya (+), selera tidak ikterik, konjuntiva tidak anemis,
f. Hidung : Bentuk tidak ada kelainan, fungsi penghindu baik,septum di tengah,
posisi simetris
g. Mulut : Gigi belum ada yang tanggal, vokalisasi baik, posisi simetris, bentuk tidak
ada kelainan, fungsi pengecapan baik, mulut tidak baik bau, gigi bersih
h. Telinga: Posisi simetris, bentuk tidak ada kelainan, lubang telinga bersih, fungsi
pendengran baik, tidak mengeluh berdenging.
i. Leher : Tidak tampak pembendungan KGB, reflek menelan baik, tidak ada
keluhan sulit menelan, tidak terabaada pembesaran KGB, kelenjar tyroid, kaku
kuduk tidak ada.
j. Dada : Bentuk tidak ada kelainan, posisi simetris, jenis pernapasan vesikuler,
suara napas bersih, FR = 18Xmnt,, BJ I dan II normal, an, A mengeluh suka sesak
nafas jika kecapean. Sehingga terasa sulit untuk bernafas dan jantungnya
berdebar keras seakan mau berhenti,
k. Abdomen : Bentuk rata, tidak nampak lipatan kulit perut, tidak teraba masa, tidak
ada nyeri tekan pada daerah epigastrium, bising usus (+), hati dan limfa tidak
teraba, distensi vesika (-).
l. Punggung : posisi simentris, bentuk tidak ada kelainan, tidak ada keluhan nyeri
punggung
m. Ekstremitas atas : Posisi simetris, bentuk normal, jumlah jari sepuluh, tidak ada
keluhan, bengkak (-)
n. Ekstremitas bawah : Posisi simetris, bentuk normal, jumlah jari sepuluh, tidak ada
keluhan, bengkak (-).

b.

I. Pola kebiasaan sehari-hari


1. Ibu M
a. Pola makan
Ibu M biasa makan 3X sehari, pagi siang dan sore hari, pada pagi hari biasanya
ibu makan nasi goreng atau makan pisang goreng dengan teh manis, atau apa saja
yang mampu disediakan oleh keluarga, Siang hari ibu makan sepiring nasi,sayur,
ikan, lalapan, kadang-kadang sambel, pada sore harinya ibu makan dengan menu
ysng sama pada siang hari, kadang-kadang di tambah pepaya atau pisang bila
keuangan masih ada.ibu M mengatakan dirinya jarang makan sayuran dan buah,
atau daging karena selalu mengutamakn suami dan kedua anaknya, bagi ibu M
yang penting kenyang itu sudah cukup meskipun makan seadanya.
Pola tidur
Ibu tidur sehari kira-kira 8 jam, malam ibu tidur mulai jam 21.30-05.00, ibu tidak
mengalami keluhan menjelang tidur,siang hari kadang ibu tidur hanya 0.5 jam,
dengan waktu yang tidak tentu, ib mengeluh tidak dapat tidur dengan nyaman
karena takut ada tamu atau orang yang mencari dirinya.

c.

Pola aktivitas
Saat ini kegiatan ibu M selain sebagai ibu rumah tangga, yang mengurus
keperluan rumah tangga dengan dibantu oleh suaminya, ibu M juga aktif sebagai
kader, dan sebagai ibu RT

d.

Pola eliminasi
Tidak ada keluhan. BAK 3-4 X dalam sehari, tidak ada keluhan.
Ibu M mengatakan BAB 1X dalam sehari, biasanya dipagi hari sambil mandi
pagi.
2. Bapak S
a. Pola makan
Bapak S biasa makan 3x sehari, pagi siang dan sore hari, pada pagi hari biasanya
bapak makan nasi goreng atau pisang goreng dengan teh manis, atau apa saja
yang mampu disediakan oleh ibu M. Siang hari bapak makan sepring nasi, sayur,
ikan, kadang-kadang sambel, pada sore harinya bapak makan dengan menu yang
sama pada siang hari, kadang-kadang ditambah pepaya atau pisang bila keuangan
masih ada. Malam hari jika bapak sedang dinas suka minum kopi yang
disuguhkan oleh penghuni komplek, dan merokok 2-3 batang sehari, kadangkadang 1 bungkus bapak S tidak mau telat makan lagi karena takut sakit magnya
akan kambuh. Dalam sehari bapak minum air putih 8 gelas. Bapak S suka makan
yang asin-asin dan gurih-gurih, bapak S mengatakan makanan kesukaannya
adalah daging kambing yang dibuat sate, sop, atau gulai, apalagi daging kambing
guling.
b. Pola tidur
Bapak tidur sehari kira-kira 7.5 jam, malam bapak tidur mulai jam 21.30 05.00,
tidak mengalami keluhan menjelang tidur, namun jika bapak S dinas maka tidur
siang dari jam 09.00 15.00 WIB
c. Pola aktivitas
Saat ini kegiatan bapak S selain sebagai kepala rumah tangga, membantu tugas
istrinya dalam mengurus RT, mencari nafkah dengan menjadi satpam pada malam
hari dengan jam dinas dari jam 21.00 08.00 WIB selama 15 hari dalam sebulan,
bapak S juga aktif sebagai pengurus mesjid di samping rumahnya, dan sebagai RT
d. Pola eliminasi
BAK 3-4 X dalamsehari, tidak ada keluhan
Bapak S mengatakan BAB ix dalam sehari, biasanya dipagi hari sambil mandi
pagi.
3. Anak A
a. Pola makan
An. A biasa makan 2x sehari, pagi siang dan sore hari, pada pagi hari biasanya
makan nasi goreng atau pisang goreng dengan teh manis, atau apa saja yang
disediakan oleh ibu M. Siang hari an. A makan sepiring nasi, sayur, ikan, tapi
tidak pernah habis dengan alasan sudah kenyang. Pada sore harinya an. A jarang
makan lagi tapi biasanya jajan bakso atau apa saja tukang jajanan yang lewat
b. Pola tidur
An. A tidur sehari kira-kira 7 jam, malam an. A tidur mulai jam 22.30 05.30, an.
A mengatakan tidak mengalami keluhan menjelang tidur, siang hari an. A tidak
pernah tidur, ia sibuk main bola, ataumain bersama teman-temannya

c. Pola aktivitas
Saat ini kegiatan an. A selain sebagai pelajar, main bola setiap sore hari,
mengikuti kegiatan ekskul di sekolah seminggu sekali, dan lebih banyak main
dengan teman-temannya di lapangan bola, setelah shalat magrib berjamaah di
mesjid ia mengaji al-quran dengan ibu M
d. Pola eliminasi
BAK 3-4 x dalam sehari, tidak ada keluhan
An. A mengatakan BAB 1 x dalam sehari, biasanya dipagi hari sambil mandi pagi
4. Anak N
a. Pola makan
An. N iasa makan 2x sehari, pagi siang dan sore hari, pada pagi hari biasanya
makan nasi goreng atau pisang goreng dengan teh manis, atau apa saja yang
disediakan oleh ibu M. Siang hari an. A makan sepiring nasi, sayur, ikan, tapi
tidak pernah habis dengan alasan sudah kenyang. Pada sore harinya an. A jarang
makan lagi tapi biasanya jajan bakso atau apa saja tukang jajanan yang lewat
b. Pola tidur
An. N tidur sehari kira-kira 7 jam, malam an. A tidur mulai jam 22.30 05.30, an.
N mengatakan tidak mengalami keluhan menjelang tidur, an. N tidak pernah tidur
siang hari, karena ia sekolah sore dan baru pulang jam 16.30 WIB, langsung main
c. Pola aktivitas
Saat ini kegiatan an. N selain sebagai pelajar, main bersama teman-temannya
sebelum masuk sekolah, berenang setiap 2 minggu sekali, latihan volley setiap
minggu 2 kali, les komputer setiap minggu 2 kali. Pulang sekolah main bersama
teman-temannya, jam 17.30 mandi sore dan setelah shalat magrib mengaji alquran bersama ibu M
d. Pola eliminasi
BAK 3-4 x dalam sehari, tidak ada keluhan
An. A mengatakan BAB 1 x dalam sehari, biasanya dipagi hari sambil mandi pagi

II. ANALISA DATA


N
O
1

DATA
DS :
Ibu mengatakan sering merasakan pusing sudah sejak 2 tahun
yang lalu, tapi karena sering hilang dan timbul ibu M tidak
telalu memperhatikannya biola sedang pusing ibu biasanya
langsung istirahat dan minum obat sakit kepala (parameks)
yang dibeli diwarung, selama ini obat tersebut cukup manjur
untuk menghilangkan keluhannya, sejauh ini ibu tidak
mengetahui apa penyakitnya, walau kata orang ia sakit darah
renah, ibu juga tidak tahu apa penyebab dari sakitnya, sampai

MAS. KEP
Resiko gangguan
sirkulasi oksigen
pada ibu M

hari inipun ibu M belum memeriksakan dirinya ke dokter.


Pada saat pemeriksaan fisik tgl 03-10-2002 ibu mengatakan
matanya kunang-kunang.
DO :
TTV : TD = 100/70 mmHg, ND = 80 X/mnt
Pola makan Ibu M biasa makan 3x sehari, pagi siang dan
sore hari, pada pagi hari biasanya ibu makan nasi goreng
atau pisang goreng dengan the manis, atau apa saja yang
mampu disediakan oleh keluarga. Siang hari ibu makan
sepiring nasi, sayur, ikan, lalapan, kadang-kadang sambel,
pada sore harinya ibu makan dengan menu yang sama
pada siang hari, kadang-kadang ditambah pepaya atau
pisang bila keuangan masih ada.
Ibu M mengatakan dirinya jarang makan sayuran dan
buah, atau daging karena selalu mengutamakan suami
dan kedua anaknya, bagi ibu M yang penting kenyang itu
sudah cukup meskipun makan seadanya.
DS :
Bapak S baru mengetahui bahwa dirinya menderita tekanan
darah tinggi, pada saat pengkajian. Menurut bapak S tekanan
darah tinggi itu tekanan darah diatas normal dan angkanya
tetap, penyebabnya bapak S mengatakan mungkin keturunan
karena ayah dan ibu juga tekanan darahnya ringgi begitu juga
kakak dan adiknya, akibat dari tekanan darah tinggi bapak S
mengatakan bisa mati sebelah, makanya darahnya harus dijaga
tetap normal agar tidak lupuh. Bapak S mengatakan ia tidak
tahu cara perawatan dan mengobati tekanan darah tinggi,
sampai hari pengkajian bapak belum memeriksakan tekanan
darahnya ke dokter. Pada saat pengkajaian bapak S mengeluh
sakit kepala dan pusing.
DO :
TTV : TD = 140/100 mmHg, ND = 88 X/mnt
Malam hari jika bapak sedang dinas (kerja) suka minum
kopi yang disuguhkan oleh penghuni komplek, dan
merokok 2-3 batang sehari, kadang-kadang 1 batang bapak
suka makan yang asin-asin dan gurih-gurih. Makanan
kesukaannya adalah daging kambing.
DS :
Bapak S mengatakan dirinya punya sakit maag, sudah lama
sejak masih bujangan, namun sekarang tidak dirasakan
keluhan nyeri lambung karena bapak S rajin menjaga jam
makannya jangan sampai telat, namun jika sakit, bapak S
mengatakan dirinya tidak bisa bekerja, lambungnya sakit,
mual, muntah, tidak mau makan apapun, biasanya ia langsung
istirahat dan minum promaagh yang dibelikan istrinya di
warung. Bapak S tidak tahu apa itu sakit maag, penyebabnya

Resiko gangguan
perfusi jaringan pada
bapak S

Resiko gangguan
pemenuhan
kebutuhan nutrisi
pada bapak S

mungkin karena ia dulu sering telat makan, sejauh ini bapak S


belum pernah memeriksakan dirinya ke dokter karena obat
maag sudah cukup manjur untuk mengatasi sakit maagnya.
DO :
Pada daerah epigastrium nyeri tekan ( + )
DS :
Ibu M mengatakan an. A sejak usia 4 tahun menderita demam
rematik jantung, sampai saat ini an. A masih dalam
pengobatan di RSCM dan an. A rajin minum obat yang
diberikan oleh dokter, keluarga selalu mencatat perkembangan
pengobatan an. A di buku raport pengobatan. Keluarga
mengatakan sudah tahu apa sakit anaknya dan apa
penyebabnya, namun ibu mengatakan khawatir kalau-kalau
anaknya tiba-tiba kambuh karena pernah saat main bola tibatiba anak A jatuh lemas dengan nafas sesak, dan an. A
merasakan jantung berdebar kencang seakan mau berhenti.
Pada saat pengkajian an. A mengatakan bila kecapean suka
sesak napas dan sulit untuk bernafas.
DO :
TD = 110/70 mmHg, ND = 88X/mnt, FR = 18 X/mnt
BJ I dan BJ II normal, jenis pernapasan vesikuler, suara
napas bersih, dan dada simetris.
DS :
Ibu M mengatakan an. N mederita Tb positif sejak 1 tahun
yang lalu, saat ini sedang dalam pengobatan di RS Bakti Yuda,
dengan waktu kontrol 1 minggu sekali, an. N rajin minum obat
yang diberikan oleh dokter, namun an. N mengatakan sering
sesak dan batuk terus bila kecapean. Keluarga sudah
mengetahui apa penyakit yang diderita oleh an. N dan apa
penyebabnya, namun ibu mengatakan tidak tahu cara merawat
anaknya agar tidak kambuh dan keluarga yang lain tidak
tertular. An. N mengatakan bila dirinya merasa cape, suka
sesak nafas dan batuk-batuk terus.
DO :
TD = 110/70 mmHg, ND = 88X/mnt, FR = 18 X/mnt
Jenis pernapasan vesikuler, suara napas bersih, bentuk dda
simetris, ronchi (-), whezing (-).
DO :
Ibu mengatakan bahwa kedua anaknya sangat susah makan,
sering jajan sehingga malas makan. Menurut ibu M makanan
adalah suatu yang penting bagi pertumbuhan, penyebab kedua
anaknya kurus-kurus karena makannya susah, lebih suka jajan.
Tanda kekurangan gizi yaitu badan kurus, lesu, akibat kalau
kurang gizi menurut ibu akan bodoh, kurus, dan gampang
sakit, agar tidak sepeti itu maka harus makan banyak, ibu
mengatakan tidak tahu bagaimana caranya agar anaknya mau

Resiko gangguan
sirkulasi oksigen
pada an. A

Resiko gangguan
pola napas pada an.
N

Gangguan
pemenuhan
kebutuhan nutrisi
kurang dari
kebutuhan pada an.
A dan an. N

makan, tidak susah, dan gemuk.


DO :
Anak A tampak kurus, BB/TB = 35.5 Kg, 152 cm
Anak N tampak kurus, BB/TB = 23 Kg, 122 cm
seharusnya 26 kg.
III.

SKORING

1. Masalah : Resiko gangguan sirkulasi oksigen pada ibu M


Kriteria

Perhitungan

Skor

Pembenaran

Sifat Masalah :
Resiko = 2

2/3 x 1

2/3

Keluarga mengatakan masalah saat ini


belum dirasakan, hanya pusing biasa
saja, tapi keluarga merasa harus diatasi
karena takut membahayakan jiwa ibu

Kemungkinan
Masalah dapat
diubah :
sebagian = 1

x2

Potensi masalah
utuk dicegah :
cukup = 2

2/3 x 1

2/3

Menonjolnya
masalah : masalah
dirasakan tapi tidak
urgen = 1

x1

Tempat tinggal keluarga dekat dengan


fasilitas kesehatan, keluarga dari segi
ekonomi cukup menjangkau upaya
untuk mengatasi masalah, namun
keluarga lebih mementingkan kesehatan
kedua anaknya
Masalah hipotensi sudah dirasakan oleh
ibu M sejak 2 tahun yang lalu, ibu M
sering merasa pusing tapi masih bisa
beraktivitas seperti biasa
Keluarga merasa masalah tekanan darah
rendah pada ibu M namun menurut
keluarga tidak harus diatasi segera
karena alokasi dana untuk kedua
anaknya

TOTAL SKOR = 2 5/6