Anda di halaman 1dari 28

TUGAS MATA KULIAH

KESETIMBANGAN KIMIA
PENYUSUNAN SOAL DAN JAWABAN
MATERI BAB 6
KESETIMBANGAN FASA

Disusun Oleh :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Bowo
Sari Eka Elpani
Nur Hikmah Hidayati
Imron Banihabib
Gustian Sulchan
Salma Nur Mufida

(15303241046)
(15303244002)
(15303244005)
(15303244006)
(15303244007)
(15303244008)

KELOMPOK 6
PENDIDIKAN KIMIA A

JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2015

PETUNJUK

No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Soal
BAGIAN I
BAGIAN II
BAGIAN III
BAGIAN IV
BAGIAN V
BAGIAN VI

Penyusun
Bowo
Sari Eka Elpani
Nur Hikmah Hidayati
Imron Banihabib
Gustian Sulchan
Salma Nur Mufida

Yogyakarta, 1 November 2016

Tim penulis soal

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
Jalan Colombo Nomor 1, Yogyakarta55281
Telp (0274) 586168 pesawat 217 atau (0274) 565411, Fax (0274) 548203
Laman: fmipa.uny.ac.id E-mail:fmipa@uny.ac.id

SOAL DAN JAWABAN MATERI BAB 6


KESETIMBANGAN FASA
Nama Mata
Kuliah
Prodi/Kelas
Semester
Penyusun

: KESETIMBANGAN KIMIA
: Pendidikan Kimia / A
:3
: BOWO

BAGIAN I

CO2

1. Tekanan uap

padat adalah 76,7 mmHg pada 170 K dan pada 760

mmHg pada 195 K. Hitung panas sublimasi


Jawaban:
Diketahui

Ditanyakan

P1

= 76,7 mmHg

P2

= 760 mmHg

T1

= 170 K

T2

= 195 K

H sublimasi ?

Jawab:

ln

P1 H 1 1
=

P2
R
T1 T2

ln

76,7 mmHg
=
760mmHg

H
1
1

J
170 K 195 K
8,314
mol K

ln 0,1009= H x 9,07 x 10 mol/ J


2,296254= H x 9,07 x 105 mol/J
H=25288,0419 J /mol

CO2 !

2. Hitung tekanan uap benzena

(C 6 H 6)

dalam suatu larutan yang

mengandung 10 gram naftalena

( C 10 H 8 )

dalam 100 gram benzena pada

25 . Tekanan uap benzena murni pada


Jawaban:
Diketahui

P C

= 97 mmHg

H6

Massa C H
6

Mr C

Mr C

10

= 100 gram
= 78 gram/mol

H6

Massa C

25 . adalah 97 mmHg.

10

H8

H8

= 10 gram
= 128 gram/mol

PC H ?

Ditanyakan

Jawab:
Mol

C10 H 8

10 gram
128 gram/mol

= 0,078 mol

Mol

C6 H 6

100 gram
78 gram/ mol

= 1,282 mol

XC

PC H

H6

1,282 mol
1,282 mol+ 0,078 mol

XC

H6

. P C

= 0,943

H6

= 0,943 . 97 mmHg
= 91,436 mmHg
3. Hitunglah komposisi benzena-toluena dalam larutan yang akan mendidih
pada tekanan 1 atm (101,325 kPa) pada

dan 54,1 kPa.


Jawaban:

PTotal

:
T

Ptoluena

Jawab:

= 1 atm
=

Pbenzena

Ditanyakan

dengan menganggap

90 , tekanan uap benzena dan toluena adalah 136,3 kPa

ideal. Pada

Diketahui

90

90

= 136,3 kPa
= 54,1 kPa

X benzena dan X toluena ?

PTotal =X benzena . Pbenzena + X toluena . P toluena

= 101,325 kPa
= 363 K

PTotal =X benzena . Pbenzena + ( 1 X benzena ) . Ptoluena


101,325 kPa= X benzena . 136,3 kPa+ ( 1X benzena ) . 54,1kPa
101,325 kPa=136,3 kPa X benzena +54,1 kPa54,1 kPa X benzena
101,325 kPa54,1 kPa=136,3 kPa X benzena54,1kPa X benzena
47,225 kPa=(136,3 kPa54,1kPa) X benzena
47,225 kPa=82,2 kPa X benzena
X benzena =0,575
Dan

X toluena=1X benzena
X toluena=10,575
X toluena=0,425

4. Hitung titik didih dan titik beku dari larutan gula yang mengandung 50
gram gula ( Mr gula

= 342 gram/mol) dan 50 gram air .

K b = 0,52.
Jawaban:
Diketahui

Massa Gula
Mr gula

Ditanyakan

Tb

= 50 gram
= 342 gram/mol

Massa air

= 50 gram

Kf

= 1,86 /m

Kb

= 0,52 /m

dan

Tf ?

K f = 1,86 dan

Jawab:
Mencari molalitas gula

mgula =

MassaGula 1000
.
Mr gula Massaair

mgula =

50 gram
1000
.
Mr 342gram/ mol 50 gram

mgula =2,923 m
Menghitung

Tb
T b=m gula .
T b=2,923 m

Kb

. 0,52 /m

T b=1,51996
Menghitung

Tf

T f =mgula . K f
T f =2,923 m

. 1,86 /m

T f =5,47
5. Dua cairan A dan B membentuk suatu larutan ideal. Pada suhu tertentu
tekanan A murni 200 mmHg dan B murni 75 mmHg. Jika campuran
mengandung 40 % mol A, berapa persen mol A dalam uapnya.
Jawaban:
Diketahui

Ditanyakan
Jawab:
Menghitung

P A

= 200 mmHg

P B

= 75 mmHg

Mol A

Mol A

40 darilarutan campuran

dalam uapnya?

PTotal

PTotal =X A . P A + X B . P B
PTotal =0,4 . 200 mmHg+0,6 .75 mmHg
PTotal =80 mmHg+45 mmHg
PTotal =120 mmHg
Menghitung

X A=

X A . PA
PTotal

XA

X A=

80 mmHg
120 mmHg

X A =0,64
Jadi

Mol A

dalam uapnya adalah

&&&&&&&

64

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
Jalan Colombo Nomor 1, Yogyakarta55281
Telp (0274) 586168 pesawat 217 atau (0274) 565411, Fax (0274) 548203
Laman: fmipa.uny.ac.id E-mail:fmipa@uny.ac.id

SOAL DAN JAWABAN MATERI BAB 6


KESETIMBANGAN FASA
Nama Mata
Kuliah
Prodi/Kelas
Semester
Penyusun

: KESETIMBANGAN KIMIA
: Pendidikan Kimia / A
:3
: SARI EKA ELPANI

BAGIAN II

1. Hitung kemiringan dari kurva padat-cair pada diagram fasa cair pada 273,45 K.
Hfus = 6,05 kJ mol-1, volume molar air 0,0180 L mol-1 dan volume molar es 0,0196 L
mol-1.
Diketahui :
Tf = 273,45 K
Hfus = 6,05 kJ mol-1

Vl 0,018 Lmol 1
Vs 0,0196 Lmol 1

Ditanyakan :

dP
dT

Jawab :

dP
H fus

dT T f V fus

fus

6050 Jmol 1 x

0,08205 LatmK 1mol 1


8,314 JK 1mol 1

(6050)x9,8 7x10 -3 L atm mol 1

dP
( 6050 )x 9 ,87 x10 -3 L atm mol 1

dT (273,45K )(0,0180 0,0196) Lmol 1


- 135,71

atm K -1

2. Data berikut memperlihatkan variasi tekanan uap air sebagai fungsi suhu.
P(mmhg)
33,14
57,46
95,32
151,27

t/ c
30
40
50
60
Tentukan kalor penguapan air?
Jawab :
Ln P
3,5
4,05
1/T x 103/ K
3,3
3,19

4,56
3,1

5,02
3

241,36
70

5,49
2,91

Kemiringan ln p terhadap 1/T diperoleh -5102 K.


Kemiringan =
-5102 =

Hv
R

Hv
R

Hv=8,314

J
x 5102 K
K mol

= 42,4 KJ/mol

3. Tentukan komponen, fasa dan derajad kebebasan sistem berikut :


a. Campuran minyak dan air
b. Larutan NaCl jenuh yang terdapat NaCl (s) dan uap air

Jawab:
a. Komponen = 2, fasa = 2, F = 2
b. C = 3, P = 3, F= 2
4. Perhatikan Sistem A-B cair- cair yang misibel sebagian digambarkan oleh diagram
fasa (P tetap) berikut

a. Jelaskan hubungan antara fasa A-B dan komposisi A-B pada suhu 10 oC
b. Tentukan derajad kebebasan pada titik Q ( 30 C, 25 % B)
Jawab:
a. Pada suhu 10 oC, A dan B membentuk 1 fasa pada semua rentang komposisi
artinya pada suhu 10 oC , A dan B larut dengan baik.
b. F = 1
o

5. Perhatikan gambar berikut :

Bila daerah di bawah kurva adalah daerah 2 fasa, maka jelaskan keadaan titik Y?
Jawab:
Titik Y mempunyai 2 fasa yaitu B dalam A dan C dalam A

&&&&&&&

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
Jalan Colombo Nomor 1, Yogyakarta55281
Telp (0274) 586168 pesawat 217 atau (0274) 565411, Fax (0274) 548203
Laman: fmipa.uny.ac.id E-mail:fmipa@uny.ac.id

SOAL DAN JAWABAN MATERI BAB 6


KESETIMBANGAN FASA
Nama Mata
Kuliah
Prodi/Kelas
Semester
Penyusun

: KESETIMBANGAN KIMIA
: Pendidikan Kimia / A
:3
: NUR HIKMAH HIDAYATI

BAGIAN III

1. Titik didih normal pada tekanan 1 atm dari benzena adalah 330 K. Perkiraan tekanan
yang memungkinkan benzena mendidih pada 300 K
Diketahui :
To = 330 K
T = 300 K
Po = 1 atm
Hv

= 90 J/Kmol x 330 K = 29700 J/mol

Ditanya :
P?
Jawab :
P
ln Po

=-

Hv
R

P
ln Po

=-

29700
8,314

=-

29700
8,314

- )
1

8,91

lnPatm ln1atm = -1,0717


= -1,0717

( 300 - 330 )

( 0,00333 0,00303 )

= - 8,314

lnPatm 0

( T

= 0,34

Jadi, tekanan yang memungkinkan benzena mendidih pada 300 K sebesar 0,34 atm
2. Jika 5 mol campuran dengan komposisi XA = 0,25 di daerah satu fasa, diturunkan
suhunya sampai TI , berapa massa dari kedua fasa pada kesetimbangan. Massa molar
A ( H2SO4) 98,079 g/mol dan massa molar B ( NaCl ) 58,44 g/mol. ( Diketahui XA1
dan XA2 masing-masing adalah 0,15 dan 0.9 )
Diketahui :
n = n1 + n2 = 5 mol
n1 = jumlah mol zat pada fasa 1
n2 = jumlah mol zat pada fasa 2
XA = 0,25
MA = 98,079 g/mol
MB = 58,44 g/mol
XA1 = 0,15 mol
XA2 = 0,9 mol
Ditanya :
m1 dan m2 ?
Jawab :
n1 + n2 = 5 mol
n1
Xa2Xa
=
n2
XaXa 1

0,90,25
0,250,15

0,65
0,1

= 6,5 mol

n2 = ( 5 mol- n1 ) mol
n1
5 moln 1 = 6,5 mol
5 mol x 6,5 mol 6,5 n1 = n1
32,5
= 7,5 n1
n1
= 4,3
n2
= ( 5 mol n1 ) mol
= ( 5 mol 4,3 )
n2
= 0,7 mol
fasa 1 = nA.1
nB.1
mA.1
mB.1
m1
fasa 2 = nA.2
nB.2

= (0,15 X 4,3 ) mol


= ( 1-0,15)(4,3)mol
= 0,645 x 98,079
= 3,655 x 58,44
= 63,26 + 213,6
= ( 0,9 X 4,3 ) mol
= ( 1-0,9 )(4,3)mol

= 0,645 mol
= 3,655 mol
= 63,26 gram
= 213,6 gram
= 276,86 gram
= 3,87 mol
= 0,43 mol

mA.2 = 3,78 X 98,079


mB.2 = 0,43 X 58,44
m2 = 370,74 + 25,13

= 370,74 gram
= 25,13 gram
= 395,87 gram

Jadi, massa cairan di fasa 1 adalah 276,86 gram, berkesetimbangan dengan fasa 2
yang bermassa 395,87 gram.
3. Campuran uap dari A dan B yang membentuk larutan ideal dimasukkan ke dalam
suatu silinder yang dilengkapi piston pada suhu tetap, T pada suhu PAO dan PBO
masing-masing adalah 0,5 dan 1,5 atm. Campuran uap tersebut mengandung 60% mol
A. Campuran kemudian dikompresesi secara perlahan-lahan. Hitung tekanan total
yang menyebabkan cairan pertama mulai terkondensasi dan komposisi dari cairan
tersebut.
Diketahui :
PAO
= 0,5 atm
PB O
= 1,5 atm
XA,V = 0,6
Ditanya :
P saat uap mulai mencair dan XA,l yang pertama muncul
Jawab :

XA , l PoA
XA , l PoA+ ( 1 XAl ) PoB

XA,V

0,6

XAl . 0,5
XA , l . 0,5+ ( 1 XAl ) 1,5

0,6

0,5 XA ,l
1,5XA , l

XA,l

= 0,81

Ptotal

= ( 1,5 XA,l ) atm


= ( 1,5 0,81 ) atm
= 0,69 atm

Jadi, tekanan total pada saat cairan pertama mulai muncul adalah 0,69 atm dengan
komposisi cairan tersebut XA,l = 0,81
4. Campuran 79,86 g Cu dan 35,07 g Bi dilelehkan dalam krus dan didinginkan
perlahan. Hitung fraksi mol baik Cu dan Fe pada cawan kurs. ( Massa molar Cu =
63,546 g/mol , Bi = 209,0 g/mol )
Diketahui :
mCu = 53,86 gram

mBi = 35,07 gram


MrCu = 63,546 g/mol
MrBi = 209,0 g/mol
Ditanya :
Fraksi mol Cu dan Bi /
Jawab :
nCu

53,86 gram
63,546 g /mol

= 0,85 mol
nBi

35, 07 gram
209,0 g /mol

= 0,17 mol
XCu

0,85 gram
( 0,85+ 0,17 ) gram

= 0,83
XBi

= 1- 0,83
= 0,17

Jadi, fraksi mol pada Cu sebesar 0,83 sedangkan fraksi mol Bi sebesar 0,17
5. 3 mol aseton dan 2 mol kloroform dicampur pada suhu 35oC. Tekanan uap jenuh
aseton dan kloroform pada suhu tersebut adalah 360 dan 250 torr.
a. Bila larutan tersebut dianggap ideal, hitung tekanan uap larutan tersebut
b. Bila larutan tersebut mempunyai tekanan uap sebesar 280 torr, bagaimanakah
komposisi cairan awal campuran tersebut.

Diketahui :
nA
nB
T
PA
PB

= 3 mol
= 2 mol
= 35OC
= 360 torr
= 250 torr

Ditanya :
A. Tekanan uap larutan dalam kondisi ideal
B. Komposisi cairan awal campuran saat tekanan uap sebesar 280 torr
Jawab :
A. Tekanan uap larutan dalam kondisi ideal
Xaseton
Xkloroform

= 3/ 5 = 0,6
= 2/5 = 0,4

Ptotal
Ptotal

= Xaseton . Paseton + Xkloroform . Pkloroform


= 0,6 x 360 torr + 0,4 x 250 torr = 316 torr

B. Komposisi cairan awal campuran


Ptotal

= 280 torr

Ptotal

= Xaseton . Paseton + Xkloroform . Pkloroform

Ptotal

= Xaseton . 360 + ( 1 Xaseton ) . 250

280

= 360 Xaseton + 250 250 Xaseton

30

= 110 Xaseton

Xaseton

= 30 / 110

= 0,273

Xkloroform

= 1 0,273

= 0,727

&&&&&&&

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
Jalan Colombo Nomor 1, Yogyakarta55281
Telp (0274) 586168 pesawat 217 atau (0274) 565411, Fax (0274) 548203
Laman: fmipa.uny.ac.id E-mail:fmipa@uny.ac.id

SOAL DAN JAWABAN MATERI BAB 6


KESETIMBANGAN FASA
Nama Mata
Kuliah
Prodi/Kelas
Semester
Penyusun

: KESETIMBANGAN KIMIA
: Pendidikan Kimia / A
:3
: IMRON BANIHABIB

BAGIAN IV
1. Campuran uap dari zat A dan B yang membentuk larutan ideal dimasukkan ke dalam
suatu tabung yang dilengkapi piston pada suhu tetap (isoterm) pada tekanan P0A dan
P0B masing-masing adalah 0,75 atm dan 2 atm. Campuran uap tersebut mengandung
40 % mol A. Campuran kemudian dikompresikan secara perlahan-lahan. Hitung
tekanan total yang menyebabkan cairan pertama (A) mulai terkondensasi dan
komposisi dari cairan tersebut!
Diketahui :
P0A = 0,75 atm
P0B = 2 atm
XA, V = 40 % = 0,4

Ditanyakan :

P saat uap mulai mencair


XA, l yang pertama muncul

Jawab :
Pada saat uap mulai mencair, komposisi uap sama dengan sebelum mencair, yakni XA, V
= 0,4 karena cairan yang muncul masih sangat sedikit sekali (tak hingga kecilnya).

X A,V

PA
P

Pi X i , Pi o

P PA PB
X A XB 1

X A,V

X A,V

0,4
0,4

0,4

X A, .PAo
X A, .PAo X B , .PBo
X A, .PAo

X A, .PAo 1 X A, .PBo

X A, .0,75

X A, .0,75 1 X A, .2
0,75 X A,
0,75 X A, . 2 2 X A,

0,75 X A,
2 1,25 X A,

0,4 2 1,25 X A, 0,75 X A,

0,8 0,5 X A, 0,75 X A,


X A,

0,8
1,25

X A, 0,64

PA X A,.PAo

PA 0,64.0,75 atm
PA 0,48 atm

PB 1 X A, .PBo

PB PBo X A, PBo
PB 2 0,64.2 atm
PB 2 1,28 atm
PB 0,72 atm

Ptotal PA PB

Ptotal 0,48 atm 0,72 atm


1,2 atm
Jadi, tekanan total pada saat cairan pertama mulai muncul adalah 1,2 atm dengan

X A, 0,64
komposisi cairan tersebut adalah
2. Kerapatan cairan etanol pada 35oC adalah 0,7767 kg dm-3 dan tekanan uap pada
temperatur yang sama yaitu 0,13 atm. Hitunglah tekanan uap etanol sampai pada
tekanan 100 atm.
Diketahui :
Pvap (35oC) = P1 = 0,13 atm
Ptotal = 100 atm
Mr etanol = 46 gram mol-1
etanol = 0,7767 kg dm-3
Ditanyakan :
Tekanan uap etanol pada tekanan total 100 atm (P2)
Jawab :
Untuk menghitung tekanan uap etanol pada tekanan total 100 atm maka dapat
menggunakan persamaan :

ln

P1 V

( Ptotal P1 )
P2 RT

dimana,

V
V

Mr etanol
etanol

46 g mol 10
1

-3

kg g -1
0,7767 kg dm -3

V 59,225 x 10 -3 dm 3 mol 1

ln

P2
59,225 x 10 -3 dm 3 mol -1

(100 0,13)
P1 0,0821 atm dm 3 K -1 mol -1 308 K

-3

ln

P2
59,225 x 10 dm mol

(100 0,13)
P1 0,0821 atm dm 3 K -1 mol -1 308 K

ln

P2
0,234
P1

P2
e 0, 234
0,13

atm

P2 0,13 . e 0, 234 atm


0,13 . 1,264 atm
0,164 atm
Jadi, tekanan uap etanol pada tekanan total 100 atm sebesar 0,164 atm.
3. Kerapatan larutan air dan uap air pada titik didih normal adalah 0,958 dan 5,98 x 10 -4 kg
dm-3, dan perubahan dalam entropi penguapan adalah 108,99 JK-1mol-1. Hitunglah
perubahan tekanan untuk perubahan temperatur satu derajat!
Diketahui :
air = l = 0,958 kg dm-3
uap air = v = 5,98 x 10-4kg dm-3
S uap = 108,99 JK-1mol-1
T = 1 K
Ditanyakan : P
Jawab :
Persamaan yang digunakan adalah sebagai berikut :

S uap
dP P S v S

dT T V v V V v V

dimana

Mr

Vv

Mr
v

18 x 10 -3 kg . mol -1
18,79 x 10 -3 dm 3 mol -1
-3
0,958 kg dm

Vv

18 x 10 -3 kg . mol -1
30,1 dm 3 mol -1
-4
-3
5,98 x 10 kg dm

S uap
P

T V v V

P
108,99 J K -1 mol -1

T 30,1 0,0188 dm 3 mol -1


P
3,6233 J K -1dm -3
1K
P 3,6233 J K -1dm -3 1K
P 3,6233 J dm -3

P 3,6233 x 10 kg m s

P 3,6233 x 10 3 kg m 2 s -2 m -3
3

-2

m -2

P 3623,3 N m -2
Jadi, perubahan tekanan untuk perubahan temperatur satu derajat adalah 3623,3 Nm-2.

4. Perhatikan gambar diagram fase dari sistem satu komponen berikut!

b
2

1
s1

c 374oC, 22

V
1

2
a
Tm

Tb
T

Hitunglah jumlah derajat kebebasan pada titik-titik yang berlabel 1, 2, dan 3 !


Jawab :
Aturan fase Gibbs memberikan suatu hubungan antara derajat kebebasan dalam suatu
sistem dengan C komponen dan P fase. Hubungan tersebut adalah :
F=CP+2
Diagram fasenya adalah sistem satu komponen, yaitu C = 1.
Pada titik 1, P = 1, jadi F = 1 1 + 2 = 2
Pada titik 2, P = 2, jadi F = 1 2 + 2 = 1
Pada titik 1, P = 3, jadi F = 1 3 + 2 = 0
Yaitu pada titik 1 adalah bivarian, titik 2 adalah univarian, dan titik 3 adalah invarian dan
disebut titik Tripel.
5. Perhatikan diagram fase cair-cair di bawah ini !

Satu fase
c'

TC

dua
cfase

1
xB
Diketahui 25 g A dan 60 g B dicampur pada 25 oC, dan pada temperatur ini sistem
membentuk dua fase. Bila berat B pada fase I 15 % dan pada fase II 80 %, hitung
massa tiap fase dalam kesetimbangan !
Diketahui :
Massa zat A = 25 g
Massa zat B = 60 9
(% berat B)1 = 15 %
(% berat B)2 = 80 %
Ditanyakan : massa tiap fase dalam kesetimbangan (m1 dan m2)
Jawab :
Komposisi relatif dari dua fasa diberikan oleh aturan Lever, yaitu :

m1 cb % berat dari B 2 % berat B AB

m2 ca
% berat B AB % berat B 1

% berat B AB

60 g
0,706 70,6%
25 g 60 g

m1 m 2 25 60 85 g
m1 80 70,6 9,4

0,169
m2 70,6 15 55,6
m1 0,169m2

0,169m2 m2 25 60 85 g
1,169m2 85 g
m2

85
g 72,79 g
1,169

m1 85 g m2
85 g 72,79 g
12,21g

Catatan :
(% berat B)AB berarti % berat B dalam jumlah total A dan B.
(% berat B)1 berarti % berat B pada fasa 1
(% berat B)2 berarti % berat B pada fasa 2
Jadi,
Masa A dan B dalam fasa 1 adalah 12,21 gram
Masa A dan B dalam fasa 2 adalah 72,79 gram

&&&&&&&

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
Jalan Colombo Nomor 1, Yogyakarta55281
Telp (0274) 586168 pesawat 217 atau (0274) 565411, Fax (0274) 548203
Laman: fmipa.uny.ac.id E-mail:fmipa@uny.ac.id

SOAL DAN JAWABAN MATERI BAB 6


KESETIMBANGAN FASA
Nama Mata
Kuliah
Prodi/Kelas
Semester
Penyusun

: KESETIMBANGAN KIMIA
: Pendidikan Kimia / A
:3
: GUSTIAN SULCHAN

BAGIAN V

1. Dalam rumus f = C P + 2, angka 2 menunjukkan apa ?


Jawab :
Pada sistem dan komponen suhu dan tekanan adalah konstan, yang mempunyai derajat
kebebasan maksimum 2 dan menyatakan tekanan yang konstan pada antar permukaan
tiap fasa.

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
Jalan Colombo Nomor 1, Yogyakarta55281
Telp (0274) 586168 pesawat 217 atau (0274) 565411, Fax (0274) 548203
Laman: fmipa.uny.ac.id E-mail:fmipa@uny.ac.id

SOAL DAN JAWABAN MATERI BAB 6


KESETIMBANGAN FASA
Nama Mata
Kuliah
Prodi/Kelas
Semester
Penyusun

: KESETIMBANGAN KIMIA
: Pendidikan Kimia / A
:3
: SALMA NUR MUFIDA

BAGIAN VI

1. Perhatikan gambar berikut :

Uap air + uap kloroform


Kloroform dalam air
Air dalam kloroform

Pada gambar di atas diperlihatkan sistem yang terdiri dari dua


larutan yakni kloroform dalam air dan air dalam kloroform yang
berkesetimbangan dengan fasa uapnya pada 330 K dan 59,3 kPa.
Tentukan derajat kebebasan dari sistem tersebut !
Diketahui :
C = 1 (komponen air dan kloroform yang tidak saling bereaksi)
P=3
Ditanyakan :
Derajat kebebasan
Jawab :
f=CP+2
=23+2
=1
Jadi, sistem mempunyai satu derajat kebebasan/univarian. Jadi, jika
suhu sudah dinyatakan, maka tekanan dan komposisi dari semua
fasa sudah tertentu nilainya.

2. Titik didih normal pada P= 1 atm toluena adalah 383,15 K.


Perkirakan tekanan yang memungkinkan toluena mendidih pada
360 K.
Diketahui
Toluena To = 383, 15 K
T =360 K
Hv = (90 J/Kmol) To
Titik didih normal adalah titik didih pada tekanan 1 atm.
Maka Po = 1 atm
Ditanya P??
Jawab
Hv = (90 J/Kmol)(383,15K)
= 34483,5 J/mol
ln P
=
Po

ln

1 1

T )

- Hv/R (

P atm 34483,5 J /mol


1
1
=

1 atm
8,314 J / Kmol 360 K 383,15 K

Ln P = -0,746
P = 0, 474
3. Hitung kemiringan dari kurva padat = cair pada diagram fasa air
pada 325,25K. Hfus=8,02 kj/mol,volume molar air 0.0180 L/mol
dan volume molar es =0,0196 L/mol. Berikan arti fisik dari
kemiringan tersebut!
Diketahui :
Untuk air Tf= 325,25K
Hfus=8,02 kj/mol
V1 = 0.0180 L/mol
V2 =,0196 L/mol
Ditanya : dP/dT = ?
Jawab:
dP
H fus
=
dT
Tf V fus
H fus=8020 J / mol

0,08205l atm/ Kmol


8,314 J /Kmol

( 8020 ) x 9,87 x 103 L atm/mol

( 8020 ) x 9,87 x 103 L atm/mol


dP
=
dT ( 325,25 K )( 0,01800.0196 ) L/mol
150, 72

4. Bagaimana cara yang praktis untuk menetukan jumlah komponen


dalam suatu sistem?
Jawab :
Cara yang praktis untuk menetukan jumlah komponen dalam suatu
sistem adalah dengan menentukan jumlah total spesi kimia dalam
sistem dikurangi dengan jumlah reaksi-reaksi kesetimbangan yang
berbeda yang dapat terjadi antara zat-zat yang ada dalam sistem
tersebut.
5. Tekanan uap eter murni (Mr= 74) adalah 442 mmHg pada 293 K.
Jika 3 gram
senyawa A dilarutkan ke dalam 50 gram eter pada temperatur ini
tekanan uap menjadi 426 mmHg. Hitung massa molekul relatif
senyawa A !
Diketahui:
Eter Mr = 74
Tekanan uap awal = 442 mmHg
T = 293 K
Massa = 3 gram
Tekanan uap akhir = 426 mmHg
Ditanya : Mr senyawa A
Jawab :
mol eter=

50 gram
=0,675
74 gram/mol1

mol zat A=

3
mol
Mr

3
mol
Mr
XA =
3
0,675 mol+
mol
Mr
P=442 mmHg426 mmHg = 16 mmHg

P= XA . P eter

3
mol
Mr
16 mmHg=
.442 mmHg
3
0, 675 mol+
mol
Mr
Mr=121

&&&&&&&

Anda mungkin juga menyukai