Anda di halaman 1dari 26

Kemajuan dan

Perkembangan
Kerjasama WMD di
Indonesia Timur untuk
tahun 2014

Progress and
Development of
WMDs Cooperation
in East Indonesia for
2014

keep flowing 2014

WMDs
Cooperation
in East
Indonesia

H O L D I N G

1994

1999

1998-2002

WMD participated in a twinning


project with PDAM Ambon.

January 1, effective date of


cooperation for PT DreAm
Sukses Airindo, Ambon.

WMD invested 1.5 million in


production and distribution.
Following experiences in Ambon,
local governments and PDAMs
in North Sulawesi, Maluku and
Papua contacted WMD to discuss
the establishment of joint venture
agreements similar to the one in
Ambon.

WMD terlibat dalam proyek


twinning dengan PDAM Ambon.

1998

1 Januari, tanggal efektif kerjasama


untuk PT DreAm Sukses Airindo,
Ambon.

Project with PDAM Ambon


resulted in the establishment of
an autonomous utility.

WMD melakukan investasi fasilitas


produksi dan distribusi sebesar
1,5 million. Menyusul kerjasama
di Ambon, pemerintah daerah
dan PDAM di Sulawesi Utara,
Maluku dan Papua menghubungi
WMD untuk berdiskusi mengenai
pembentukan kerjasama seperti
yang dilakukan di Ambon.

Kerjasama dengan PDAM Ambon


berlanjut ke pembentukan sebuah
lembaga otonom.

CONTENT
DAFTAR ISI

WMDs Cooperation in East


Indonesia
Kerjasama WMD di Indonesia
Timur

At a Glance: WMD, Itergo


Sekilas: WMD, Itergo
2 WMD Approach
Pendekatan WMD

Kerjasama WMD di Indonesia Timur

PT Air Manado
PT Tirta Remu
H O L D I N G

PT War
Besrendi

PT DreAm Sukses Airindo

PT Wedu Merauke

2005

2007

2008-2022

October 19, effective date of


cooperation for PT War Besrendi,
Biak.
October 24, effective date of
cooperation for PT Tirta Remu,
Sorong.

January 1, effective date of


cooperation for PT Air Manado..
April 1, effective date of
cooperation for PT Wedu
Merauke, Merauke.

All PTs will be developed into


strong companies and WMD will
withdraw as shareholder.

19 Oktober, tanggal efektif


kerjasama untuk PT War
Besrendi, Biak.
24 Oktober, tanggal efektif
kerjasama untuk PT Tirta Remu,
Sorong.

Summary of Activities
Ringkasan Kegiatan
7 Review of JVCs in East Indonesia
Tinjauan PT-PT di Indonesia Timur

1 Januari, tanggal efektif


kerjasama untuk PT Air Manado.
1 April, tanggal efektif kerjasama
untuk PT Wedu Merauke,
Merauke.

- PT DreAm Sukses
Airindo, 6
- PT Tirta Remu Sorong, 8
- PT War Besrendi, 12
- PT Air Manado, 15
- PT Wedu Merauke, 19

Seluruh PT akan tumbuh menjadi


perusahaan yang kuat dan WMD
akan melepaskan kepemilikan
sahamnya.

22 WMD Group Joint Activities


Kerjasama WMD Group

aT A GLANCE
SEKILAS

The Water Supply Company Drenthe


(WMD) is engaged in the sustainable
and efficient provision of drinking
water in Drenthe, the Netherlands.
WMD supplies reliable and clean
drinking water to 450,000 inhabitants
of eleven municipalities in Drenthe.
To this end, WMD produces 32 billion
liters of pure drinking water annually
in twelve drinking water production
utilities.
Quality, reliability of supply and
affordability are of first importance.
WMD therefore extracts the water
from the most reliable source, from
deep in the ground. For the control
of this quality product WMD has the
availability of a laboratory.
The quality of the water is regulated by
law. In addition to extracting, purifying
and distributing drinking water, WMD
would like to establish a clear profile
for itself nationally and internationally
on the water market. The activities
have been accommodated in various
limited liability companies.
Besides this, WMD also concentrates
on different innovative activities. In all
of these, nature conservation and the
environment are at the forefront.
WMD is a public limited company in
which municipalities and the provincial
government hold all the shares. These
shareholders have important authority
such as the determination of the rates
and conditions.
The shareholders support the
social objectives of WMD and a
sustainable society which cares about
the protection of nature and the
environment.
WMD has a staff of 180 employees.
Through a 4,500 km main system
and a distribution network of 8,000
km drinking water is distributed via
195,000 connections to 450,000
inhabitants.
Per year the 12 drinking water
production plants manage the
extraction and purification of 32
million m3 of water.
Having established its business in
water, environment and management
sector in Indonesia since 2000, sister
companies PT Inowa Prima Consult

(Inowa) and PT Water Laboratory


Nusantara (WLN) finally synergize in
WMD Country Office Indonesia (COI).
The shareholders of Itergo are Dutch
companies operating in utility and
infrastructure sectors, NV. Waterleiding
Maatschappij Drenthe a water
supply company of Drenthe Province
with more than 180,000 house
connections and 170 employees,
and Witteveen+Bos, an international
consultant in infrastructure engineering
with more than 800 employees.
Our laboratory services is closely
supervised by Waterlaboratorium
Noord in The Netherlands
WMD COI is committed to dedicate
its work to clients mission, so we
fully understand the clients problems
and deliver our comprehensive
solutions. Our company has a wide
range of specialists, covering the
scope and depth of expertise needed
to implement projects in the field
of water, environment, laboratory
testing, and management services.
We strive for a balance in our staff
of experienced and young specialist,
all highly trained and committed. We
strive to provide value-added services
ranging from conceptual planning
stage until completion of the project.
Perusahaan Air Minum Drenthe (WMD)
berperan dalam penyediaan air minum
berkelanjutan dan efisien di Drenthe,
Belanda.
WMD memasok air minum yang
dapat diandalkan bagi 450.000
penduduk di sebelas kota/kabupaten
di Drenthe. Untuk memenuhinya, WMD
menghasilkan 32 miliar liter air minum
setiap tahunnya dari dua belas instalasi
produksi air minum yang dimilikinya.
Kualitas, keandalan pasokan, dan
kemudahan akses merupakan hal
yang sangat penting. Karenanya WMD
mencari sumber air dari tempattempat yang terjamin keandalannya.
Untuk menjaga kualitas air minum
yang dihasilkan WMD memiliki fasilitas
laboratorium tersendiri.
Regulasi pemerintah mengatur
mengenai kualitas air minum yang
dihasilkan. Selain melakukan ekstraksi,
pemurnian dan pendistribusian air
minum, WMD pun turut terlibat
membantu pengembangan air
minum, baik secara nasional maupun
internasional. Kegiatan-kegiatan
tersebut diakomodasi melalui beberapa
perusahaan terbatas (PT) di bawah
WMD.
Selain itu, WMD pun melakukan
kegiatan-kegiatan inovatif dengan
tetap mengedepankan pelestarian
sumber daya alam dan lingkungan.

WMD merupakan perusahaan


publik yang sahamnya dimiliki oleh
pemerintah kota/kabupaten dan
propinsi. Para pemegang saham ini
memiliki kewenangan yang sangat
penting, diantaranya dalam penetapan
tarif dan beberapa peraturan.
Para pemegang saham mendukung
tujuan sosial WMD dan terciptanya
masyarakat yang berkelanjutan
yang memiliki kepedulian terhadap
perlindungan alam dan lingkungan.
WMD memiliki 180 karyawan.
Melalui 4.500 km sistem utama dan
8.000 km jaringan distribusi, air
minum WMD disebarkan ke 195.000
sambungan rumah untuk melayani
450.000 orang.
Setiap tahun 12 instalasi produksi air
minum WMD melakukan ekstraksi
dan pemurnian 32 juta m3 air.
Diawali sebagai konsultan sektor air,
lingkungan dan manajemen sejak tahun
2000, PT Inowa Prima Consult (Inowa)
dan PT Water Laboratory Nusantara
(WLN) akhirnya bersinergi dalam satu
perusahaan dengan nama Itergo.
Para pemegang saham Itergo
adalah perusahaan Belanda yang
bergerak di sektor infrastruktur, NV.
Waterleiding Maatschappij Drenthe
- perusahaan air di Provinsi Drenthe
yang mengelola lebih dari 180.000
sambungan rumah dan memiliki 170
karyawan, serta Witteveen + Bos,
konsultan internasional dalam bidang
infrastruktur yang dijalankan oleh
lebih dari 800 karyawan. Pengelolaan
laboratorium kami diawasi ketat oleh
Waterlaboratorium Noord di Belanda.
Itergo selalu berkomitmen dalam
menjalankan setiap pekerjaan kami
untuk bersama-sama mensukseskan
misi dari klien kami. Itergo memiliki
spesialisasi yang mencakup ruang
lingkup dan keahlian yang dibutuhkan
untuk melaksanakan proyek-proyek
di bidang air, lingkungan, pengujian
laboratorium, dan jasa manajemen.
Tim kami memiliki keseimbangan
yang sangat baik dalam setiap bidang
kerja, berpengalaman,terlatih dan
berkomitmen. Dalam pelaksanaannya,
kami memberikan nilai tambah mulai
dari tahap perencanaan konseptual
hingga penyelesaian proyek.

WMD Approach
Pendekatan WMD
Cost Recovery and Revolving
Fund Principles
WMDs activities in East Indonesia
are based on partnership,
autonomy for the water utility,
transparency and accountability.
As water supply is a long term
activity, knowledge from WMD will
be transferred to the partners.
Financial resources are limited,
so investments should be made
strategically, continuously
strengthening the water supply
chain as a whole. A leverage model
has been developed in order to
secure future financial demands.
Overall, the approach is based
on simple economic reasoning,
backed financially by a
government that realizes the risks
involved.
One of the approaches is a Public
Private Partnership. On this basis
of cooperation, joint ventures
between WMD and local PDAMs
are established in five cities in East
Indonesia: Ambon, Manado, Biak,
Sorong and Merauke. Business
plans are composed which
describe the targets that can be
achieved in certain time frame.
It is true that it is not easy to
realize the cooperation. But, it
does not mean it is impossible to
do so. So, WMD will do its best to
apply the cost recovering principle
in this cooperation. Repayments
of the investment loans will be
re-invested to the joint venture
company and expenses spent
during the cooperation period will
be paid in accordance with the
conditions previously established.
During this 15-years term of the
cooperation agreement, WMD
will do its best to give optimal
results. Although, during the term
it is estimated that there will be
some results that do not meet the
plan. The investments are mainly
financed through an independent

fund (Stichting Water Projecten


Oost Indonesia, SWOI). After
repayment of the loans (including
interest) the funds will be reused
in Indonesia for improvement of
potable water and sanitation.
At the end of the agreement
period, WMD will return the new
developed assets to the regional
government-owned enterprise,
for the net book value at the end
of year 15, under the following
conditions:
Reassessment over the
investment made is no longer
conducted;
Calculation over goodwill will not
be made;
Calculation of other potential
values will not be made;
Calculation of knowledge that
has been shared by WMD will
not be calculated.
The board of the revolving fund
Stichting Waterprojecten OostIndonesi supervises the progress
and decides about new projects.

Prinsip Menutup Biaya dan Dana


Bergulir
Kegiatan WMD di Indonesia
Timur berlandaskan kemitraan,
kemandirian begi perusahaan
air minum, transparansi, dan
akuntabilitas. Penyediaan
sistem air minum merupakan
kegiatan jangka panjang, selama
kerjasama WMD akan melakukan
alih pengetahuan kepada mitra
kerjasamanya.
Terbatasnya pendanaan
mendorong dilakukannya investasi
secara strategis dan memperkuat
mata rantai persediaan air minum
sebagai satu kesatuan secara
berkelanjutan. Suatu model
telah dikembangkan untuk
mengantisipasi kebutuhan dana di
masa mendatang.
Secara umum, pendekatan yang
dilakukan didasarkan pada prinsip
ekonomi sederhana dan didukung
secara finansial oleh pemerintah
yang menyadari adanya risiko di
dalamnya.

Salah satu pendekatan tersebut


adalah Kemitraan Pemerintah
Swasta (KPS/PPP). Kemitraan
ini melibatkan kerjasama antara
WMD dan PDAM yang berlokasi
di lima kota di Indonesia Timur:
Ambon, Manado, Biak, Sorong,
dan Merauke. Rencana bisnis
memaparkan target kerjasama
yang diharapkan dapat dicapai
dalam kurun waktu tertentu.
Tidaklah mudah mewujudkan
kerjasama ini, namun bukan berarti
tidak mungkin untuk dilakukan.
WMD akan melakukan yang terbaik
untuk dapat menerapkan prinsip
menutup biaya dalam kerjasama
ini. Pembayaran pinjaman
investasi akan diinvestasikan
kembali kepada perusahaan
patungan dan biaya-biaya yang
timbul dalam masa kerjasama ini
akan dibayarkan sesuai dengan
kesepakatan-kesepakatan yang
telah dibuat sebelumnya.
Dalam 15 tahun masa perjanjian
kerjasama ini, WMD akan berupaya
memberikan hasil yang optimal.
Pencapaian yang tidak sesuai
rencana diperkirakan akan
terjadi. Investasi ini sebagian
besar berasal dari pendanaan
independen (Stichting Water
Projecten Oost Indonesia, SWOI).
Setelah pengembalian pinjaman
(termasuk bunga) dana tersebut
akan digunakan kembali untuk
pengembangan air minum dan
sanitasi di Indonesia.
Pada akhir masa kerjasama, WMD
akan mengembalikan aset-aset
hasil kerjasama kepada badan
usaha milik daerah sesuai dengan
nilai buku bersih pada akhir tahun
ke-15, dengan beberapa ketentuan
sebagai berikut:
Penilaian ulang atas investasi
yang sudah ditanamkan tidak
lagi dilakukan;
Goodwill tidak akan
diperhitungkan;
Nilai-nilai potensial tidak akan
diperhitungkan;
Alih pengetahuan yang dilakukan
WMD tidak akan diperhitungkan.
Dewan pengelola dana bergulir
Stichting Waterprojecten
Oost-Indonesi mengawasi
perkembangan dan memutuskan
suatu proyek baru.

Summary of Activities
Ringkasan Kegiatan

Program Organization
WMD has started implementation
of activities for the project
Development of Water Supply
East Indonesia through WMD
Country Office Indonesia (COI).
A team of experts in the field of
legal aspects, human resources
& training, technical projects
and water quality, supports and
facilitates the implementation of
activities in all PTs. WMD COI works
closely together with all kinds of
suppliers, contractors, governments
and other institutions. In November
2012, WMD COI has been officially
launched and has been introduced
to the five water companies. By
means of WMD COI, we are able
to provide sustainable technical,
financial and managerial support
to the water companies. WMD
COI coordinates the development
and monitoring of the annual
financial and project cycle of
the water companies, support
technical field activities, provides
support on human resources
issues and facilitates the strategic
developments.

WMD COI provides additional


supporting activities, which are
not common for, or exceed the
regular operating activities of small
water companies to conduct by
themself. The water companies
pay a yearly fee of Rp. 30.000 /
active customer. With this flow,
WMD COI is able to deliver support
(on-line, on-the job, in the form of
advice, reports, masterplans) when
needed, on request and in a proactive way.
Joint entrepreneurship with MTI
Besides this Services Program,
WMD makes use of the financing
facility MTI. MTI provides short
team loans to the water companies.
These loans were initially aimed
to finance the procurement of
water meters in order to stimulate
the growth of the number people
served via piped water supply.
In 2014 MTI also provided loans
for additional materials, such as
pipes and asseccoiries, and small
scale treatment plants. In 2014 MTI
provided an amount of 1 M IDR
loans to the water companies.

Progress and Development of WMD Cooperation in East Indonesia Keep Flowing 2014

New billing system


As the current server and
performances of Agresso results in
very slow water billing processes,
it was decided to replace Agresso
by a new meter reading and billing
system. Another main reason to
replace the Agresso-system is that
this system still is related to WMD
licenses. Within several years all
PTs will have to work completely
independent. Billing and
accounting systems will be based
on software developed in and
for Indonesian water companies.
WMD has supported to set up
coordination with larger PDAMs in
Indonesia, like PDAM Kabupaten
Bandung to seek for experience
and skills for the implementation of
appropriate software. In November
2014 a 2-day workshop which was
attended by 4 water companies,
was conducted with the aim to
jointly select and procure a new
system. The system will be installed
in all 4 water companies in the
first quarter of 2015. All 4 water
companies decided to contract PT
Jerbee Indonesia to prepare and
install the new software.

Pengelolaan Program
WMD telah memulai pelaksanaan
kegiatan untuk proyek
Pembangunan Air Bersih
Indonesia Timur melalui WMD
Country Office Indonesia (COI).
Tim ahli di bidang hukum,
sumberdaya manusia dan pelatihan,
proyek teknis dan kualitas air,
mendukung dan memfasilitasi
kegiatan implementasi di seluruh
perusahaan air minum. WMD
COI bekerja sama secara intens
dengan aneka pemasok, kontraktor,
pemerintah dan institusi lainnya.
Pada November 2012, WMD COI
secara resmi diluncurkan dan
diperkenalkan ke lima perusahaan
air minum. Melalui lembaga WMD
COI, WMD mampu menyediakan
dukungan teknis, finansial dan
manajerial untuk perusahaanperusahaan air minum. WMD COI
mengkoordinasikan perkembangan
dan monitoring keuangan
tahunan serta siklus proyek

dari perusahaan-perusahaan
air minum, membantu aktivitas
teknis di lapangan, memberikan
bantuan pada masalah sumber
daya manusia dan memfasilitasi
perkembangan strategis.
WMD COI menyediakan dukungan
untuk kegiatan tambahan, yang
tidak biasa untuk, atau melampaui
kegiatan operasional umum
perusahaan air minum skala kecil
agar mereka mampu mandiri.
Perusahaan-perusahaan air minum
membayar biaya tahunan sebesar
Rp. 30.000 / konsumen aktif.
Dengan alur usaha seperti ini,
WMD COI mampu memberikan
dukungan (secara on-line, langsung
pada pekerjaan, dalam bentuk
anjuran, laporan, master plan) jika
dibutuhkan, jika diminta dan secara
pro-aktif.
Pada tahun 2014, WMD COI akan
melanjutkan kegiatannya dan
berganti nama menjadi Itergo.

Kerja Sama Kewirausahaan dengan


MTI
Di samping program jasa-jasa
tersebut, WMD Group juga
memanfaatkan fasilitas pembiayaan
dari MTI. MTI memberikan
pinjaman jangka pendek kepada
perusahaan-perusahaan air minum.
Awalnya, pinjaman-pinjaman
itu ditujukan untuk membiayai
pengadaan meter air guna
merangsang pertumbuhan jumlah
pelanggan yang dilayani melalui
pipa air bersih. Pada tahun 2014,
MTI juga memberikan pinjaman
untuk material-material tambahan,
seperti pipa dan aksesoris lainnya,
dan juga instalasi pengolahan
air berskala kecil. Pada tahun
2014 yang lalu, MTI memberikan
pinjaman sebesar Rp. 1 M kepada
PT PT.
Sistem Tagihan Baru
Dikarenakan kinerja hasil proses
tagihan air dari server saat ini yang
saat ini menggunaka Agresso,

Progress and Development of WMD Cooperation in East Indonesia Keep Flowing 2014

ternyata sangat lambat, PT AM


bersama-sama dengan perusahaan
(air minum) lainnya yang berada
di bawah WMD Group, telah
memutuskan untuk mengganti
Agresso dengan sistem tagihan
pembacaan meter air yang baru.
Alasan lain untuk mengganti sistem
dari Agresso adalah bahwa sistem
ini masih punya kaitan dengan
lisensi WMD. Dalam beberapa
tahun ke depan, seluruh PT harus
dapat bekerja secara mandiri
sepenuhnya. Dengan demikian
sistem-sistem akunting dan tagihan

akan berdasarkan software (piranti


lunak) yang sedang dikembangkan
untuk perusahaan-perusahaan
air minum Indonesia. WMD telah
membantu menyiapkan koordinasi
dengan PDAM PDAM yang
lebih besar di Indonesia, seperti
PDAM Kabupaten Bandung, agar
memperoleh pengalaman dan
keterampilan dalam implementasi
software yang diperlukan. Pada
bulan November 2014 lalu, telah
diadakan sebuah pelatihan
selama dua hari yang dihadiri
oleh empat perusahaan air

Progress and Development of WMD Cooperation in East Indonesia Keep Flowing 2014

minum, yang bertujuan untuk


bersama-sama memilih dan
mendatangkan sebuah software
baru. Sistem ini akan dipasangkan
di keempat perusahaan air minum
tersebut pada kuartal pertama
2015. Keempat perusahaan air
minum itu telah memutuskan
untuk mengontrak PT Jerbee
Indonesia untuk menyiapkan
dan menginstalasi software baru
tersebut.

2014

Review of JVCs
in East Indonesia
Tinjauan PT-PT
di Indonesia Timur

Progress and Development of WMD Cooperation in East Indonesia Keep Flowing 2014

PT DreAm Sukses
Airindo, Ambon

Key Performance Indicator of PT Dream Sukses Airindo between 2008 and 2014
Indikator Kinerja Utama PT Dream Sukses Airindo 2008-2014

Key Performance
Indicator

2008

2009

2010

2011

2012

2013

2014

Active House
Connections (HC)

5,696

6,044

6,342

7,374

7,800

8,247

8,678

Number of People
Served by HC
(persons)

34,176

36,264

38,052

44,244

46,800

49,482

52,068

Number of people
served by public taps

800

800

800

800

800

800

800

Amount of
Inhabitants in Service
Area (persons)

57,750

58,200

58,654

59,718

63,301

66,167

70,137

59%

62%

65%

74%

74%

75%

74%

Number of
Employees (persons)

45

50

50

53

57

75

98

Connections per
Employee

127

121

127

139

137

110

89

1,967,891

2,464,236

2,712,626

2,936,407

2,500,000

2,500,000

2,500,000

1,025,653

917,048

1,184,648

1,262,655

1,100,000

1,100,000

1,100,000

0.52

0.37

0.44

0.43

0.44

0.44

0.44

1,329,019

1,453,159

1,668,092

2,160,086

1,900,000

1,804,316

1,924,241

4,724,702

7,822,635

9.954.971

12,637,492

8,969,510

10,723,568

10,947,168

32%

41%

39%

26%

24%

28%

23%

2,550

2,550

2,550

2,550

2,550

2,550

2,550

Connection Density
(%)

Total Produced
Water (m3)
Total Energy
Consumption (kWh)
Specific Energy
(kWh/m3)
Total Water Sold (m3)
Total Revenue (Rp
thousands)
NRW (%)
Average tariff
(Rumah Tangga A)
(Rp/m3)

10

Progress and Development of WMD Cooperation in East Indonesia Keep Flowing 2014

Board and Management


Board meetings took place 2
times in 2014. The main strategic
issues that were discussed, were
the financial progress, water
tariffs, and further optimization
of coordination and cooperation
with PDAM Kota Ambon. New
commissioners were appointed.
Company progress
As the connection density in the
service area of PT DSA approaches
75%, the growth of the number of
house connections is expected to
slow down. NRW figures remain
relatively low.
In 2015 a tariff increase of 100%
will be implemented by both PT
DSA and PDAM Kota Ambon.
Revenues in 2015 will be then
also rise significantly. PT DSA
will better be able to fulfill its

financing obligations and will


have possibilities to invest in
performance optimization of
both production and distribution
components. It is foreseen too
that investments in new billing
and accounting programs will be
realized.

Direksi dan Manajemen


Pertemuan Direksi diadakan dua
kali pada tahun 2014. Isu-isu
strategis yang utama yang dibahas
antara lain kemajuan kondisi
keuangan, tarif air dan optimalisasi
lanjutan atas koordinasi dan
kerjasama dengan PDAM Kota
Ambon. Dewan komisaris yang
baru telah ditetapkan.

Kemajuan-kemajuan Perusahaan
Dikarenakan kepadatan sambungan
di wilayah layanan PT DSA telah
mendekati 75%, pertumbuhan
jumlah sambungan rumah tangga
diperkirakan akan melambat.
Angka NRW relatif sudah rendah.
Pada tahun 2015 kenaikan tarif
sebesar 100% akan dilaksanakan
baik oleh PT DSA maupun PDAM
Kota Ambon. Maka pendapatan
2015 juga akan meningkat secara
signifikan. Dengan demikian PT
DSA akan lebih mampu memenuhi
kewajiban keuangannya dan
akan mempunyai peluang untuk
berinvestasi dalam hal optimalisasi
kinerja baik dalam komponen
distribusi maupun produksi.
Juga diperkirakan investasi
dalam program-program tagihan
dan akunting baru akan dapat
terealisasikan.

Progress and Development of WMD Cooperation in East Indonesia Keep Flowing 2014

11

PT Tirta Remu,
Sorong

Key Performance Indicator of PT Tirta Remu, Sorong between 2008 and 2014
Indikator Kinerja Utama PT Tirta Remu, Sorong 2008-2014

Key Performance
Indicator

2008

2009

2010

2011

2012

2013

2014

Active House
Connections (HC)

6,802

7,224

7,486

7,012

8,027

8,247

8,592

Number of People
Served by HC
(persons)

40,812

43,344

44,916

42,072

48,162

49,482

51,552

188,443

193,963

199,646

207,632

222,863

234,667

246,471

22%

22%

22%

20%

22%

21%

20%

Number of
Employees (persons)

131

127

121

121

120

129

123

Employee efficiency
(numberr active HC /
employee)

52

57

62

58

67

64

70

Produced Water (m3)

3,253,040

3,497,357

3,680,229

4,051,122

4,177,270

3,887,102

3,558,523

Total Energy
Consumption (kWh)

1,244,553

1,560,874

2,374,608

1,972,716

1,876,692

1,807,918

1,840,932

0.38

0.45

0.65

0.49

0.45

0.47

0.5

1,517,801

1,528,434

1,479,295

1,597,298

2,057,356

2,224,436

2,188,342

4,590,243

5,708,055

11,763,009

10,179,112

14,176,675

14,928,003

16,698,442

53%

56%

60%

61%

51%

43%

39%

2,547

3,075

3,075

3,497

3,075

3,383

3,383

Amount of
Inhabitants in Service
Area (persons)
Connection Density
(%)

Specific Energy
(kWh/m3)
Total Water Sold (m3)
Total Income (P&L)
(Rp thousands)
NRW (%)
Average tariff
(Rumah Tangga A)
(Rp/m3)

12

Progress and Development of WMD Cooperation in East Indonesia Keep Flowing 2014

Board and Management


The supervisory board conducted
two meetings, one in May 2014
and one in November 2014, both
in Jakarta. Decisions on water
tariffs, rescheduling of loans, and
strategic decisions regarding the
division of the concession area
were made. Kota Sorong now
possesses a part of Sorong Timur
as concession area, and with this
a local entity could be established
aiming to operate water supply in
a separated service area in Sorong
Timur. The local entity will operate
a new water supply system,
which will be feed by a new water
source. Both board meetings were
attended by the mayor of kota
Sorong.
The shareholders have agreed upon
an extension of the cooperation
agreement until 2020. The
position of Ibu Sofia Manuhutu as
director of PT Tirta Remu has been
extended until 2020.

Concession area and new water


source
Pemda of Sorong proposed to
establish a local entity (in the form
of an UPTD) and the dividing of
the concession in two parts: one
part for PT Tirta Remu, one part for
UPTD. The decision is formalized
in the GMS of May 2014. The
concession area map was signed
and with this, the eastern part
with an area without distribution
network (part of Sorong Timur)
was handed over to the UPTD.
Pemkot Sorong, which now owns
a concession area, could make
enormous progress with the central
government, to start with a large
project aiming to realize additional
raw water intake capacity at the
river Warsamsum, a new WTP and
a 15 km long transport main which
will deliver water to UPTDs new
concession area, to Kabupaten and
in the future also to PT Tirta Remu.
The construction works started
already. For PT Tirta Remu, this
government supported project,
is of strategic importance, as
investments regarding new water
sources by PT Tirta Remu itself can
now be postponed.

NRW
This year lots of progress has
been achieved with regards to the
reduction of non revenue water.
The average NRW % in 2014 was
39%, while a significant reduction
was realized in the second half of
2014. In December 2014, the NRW
percentage was actively reduced
to 30%.
The successful approach of NRW
reduction focused mainly on more
accurate meter reading, active
replacement of old water meters,
better monitoring and managing
of distribution and consumption on
block-scale. Production volumes
were monitored accurately.
Warehouse management and
supply of materials improved due
to a close cooperation in the pipes
and assecoirries supply chain,
and the coordination regarding
project materials via the provincial
budgets.
The overall development between
2005 and 2014, is evaluated very
positively: while tariffs increased in
total with a factor 2.7, the number
of customers increased with a
factor 2, the total income increased
with a factor 7. NRW was reduced
from 67% in 2005 to 39% in 2014.

Progress and Development of WMD Cooperation in East Indonesia Keep Flowing 2014

13

Mobile meter reading


Before the meter readers could
really start to use the system,
the meter reader routes needed
to be adjusted by the PT. This
preparation took longer than was
expected.
In the beginning of April, Sorong
was visited by staff of WMD COI to
install software and train the meter
readers. The program was received
with enthusiasm. PT has attracted a
new IT staff, who settled the zones
and meter reading routes. NRW per
zone is now much easier to monitor
and analyze.
In the financial system, the water
income per zone is available on
a weekly basis. In zone 6 large
customers and harbors are located.
Drinking water production
The drinking water production
continues to take place from
the facilities using a Perfector-E
treatment unit. Drinking water
is sold in cups of 200 ml and
refill gallons of 19 liter. The brand
name is Tirta Remu. The drinking
water facility complies to the
quality standards of KAN. Annual
quality audits take place and
the certification has just been
extended. The drinking water sales
reach up to 600.000.000 Rp/year.

Payments counters
At this moment PT Tirta Remu
already finished to build an online
payment counter nearby the truck
refill station. This position lies
exactly along the main road (Basuki
Rahmat street), the position is very
strategic and easy to reach.

Direksi dan Manajemen


Dewan Pengawas mengadakan dua
pertemuan: sekali di bulan Mei 2014
dan sekali di bulan November 2014,
keduanya diadakan di Jakarta.
Keputusan-keputusan terkait tarif
air, penjadwalan ulang pinjaman,
dan keputusan-keputusan strategis
terkait pembagian daerah konsesi,
telah dibuat. Kota Sorong kini
memiliki sebagian wilayah Sorong
Timur sebagai daerah konsesi,
dan dengan demikian sebuah
badan setempat (UPTD) bisa
dibentuk, yang dimaksudkan untuk
mengoperasikan pasokan air bersih
untuk wilayah terpisah di Sorong
Timur. Badan setempat ini akan
mengoperasikan sebuah sistem
pasokan air bersih baru, yang akan
dipasok oleh sebuah sumber mata
air baru. Kedua pertemuan tersebut

juga dihadiri oleh walikota Sorong.


Para pemegang saham telah
menyetujui addendum perjanjian
kerjasama hingga 2020.
Posisi Ibu Sofia Manuhutu sebagai
direktur PT Tirta Remu telah
diperpanjang sampai dengan 2020.
Daerah Konsesi dan Sumber Air
Baru
Pemerintah Daerah Kota Sorong
mengusulkan untuk membentuk
sebuah perusahaan daerah (dalam
bentuk sebuah UPTD) serta
pembagian konsesi ke dalam dua
bagian: satu bagian untuk PT Tirta
Remu, satu bagian lainnya untuk
UPTD. Keputusan ini disahkan
dalam RUPS bulan Mei 2014
lalu. Peta daerah konsesi telah
ditandatangani, di mana daerah
timur serta sebuah daerah tanpa
jaringan distribusi (sebagian
wilayah Sorong Timur) diberikan
kepada UPTD.
Pemerintah Kota Sorong, yang
sekarang memiliki daerah konsesi
sendiri, dapat membuat kemajuan
besar bersama pemerintah
pusat, untuk memulai sebuah
proyek besar yang ditujukan
untuk merealisasikan kapasitas
penyerapan sumber mata air
tambahan di Sungai Warsamsum,
sebuah WTP baru dan sebuah jalur
transportasi utama sepanjang 15

% water sales received in each of the 13 zones


Prosentase penerimaan penjualan air di 13 zona

ZONA 1

5.5%

14

ZONA 2

9.3%

ZONA 3

5.9%

ZONA 4

6.6%

ZONA 5

11.2%

ZONA 6

20.8%

ZONA 7

9.4%

Progress and Development of WMD Cooperation in East Indonesia Keep Flowing 2014

ZONA 8

5.2%

ZONA 9

7.3%

ZONA 10

2.4%

ZONA 11

2.4%

ZONA 12

11.1%

ZONA 13

2.8%

Pembacaan Mobile Meter


Sebelum para pembaca meter
benar-benar dapat mulai
menggunakan sistem ini, ruterute para pembaca meter harus
disesuaikan lebih dulu oleh
PT. Ternyata, persiapannya
membutuhkan waktu lebih lama
dari yang diperkirakan.
Pada awal April 2014, Sorong
dikunjungi oleh staf WMD COI
untuk menginstalasi software
dan memberi pelatihan bagi para
pembaca meter air. Program
tersebut diterima secara antusias.
PT telah menarik staf IT baru,
yang menetapkan zona-zona dan
rute-rute pembacaan meter. NRW
per zona kini jauh lebih mudah
dimonitor dan dianalisis.
New building for payment counter and refill station.
Bangunan baru untuk loket pembayaran dan galon isi ulang.

km yang akan mengirim air bersih


ke daerah UPTD, ke Kabupaten
Sorong dan juga nantinya ke PT
Tirta Remu. Pekerjaan konstruksi
telah dimulai. Bagi PT Tirta
Remu, proyek yang didukung
pemerintah ini adalah hal penting
yang strategis, sehingga investasi
sehubungan sumber air baru oleh
PT Tirta Remu sendiri kini dapat
ditunda.
Non Revenue Water
Tahun ini, ada banyak kemajuan
yang telah dicapai sehubungan
dengan penurunan air yang
tidak tertagih/berbayar. Ratarata persentase NRW pada 2014
adalah 39%, sementara penurunan
signifikan telah direalisasikan
pada semester kedua 2014. Pada
Desember 2014, persentase NRW
telah berkurang secara aktif hingga
30%.
Pendekatan yang berhasil atas
penurunan NRW ini berfokus

terutama pada pembacaan meter


yang lebih akurat, penggantian
secara aktif atas meter air
yang sudah tua, monitor dan
pengelolaan distribusi yang lebih
baik spada skala per blok. Volume
produksi juga dapat dimonitor
secara akurat.
Manajemen pergudangan dan
pasokan material juga dapat
diperbaiki, berkat kerjasama
yang intens dalam rantai pasokan
perangkat aksesoris dan perpipaan,
dan juga koordinasi materialmaterial proyek melalui anggaran
provinsi.
Perkembangan secara keseluruhan
antara tahun 2005 sampai 2014,
telah dievaluasi secara sangat
positif, meski tarif naik secara
keseluruhan dengan faktor 2.7,
jumlah pelanggan naik dengan
faktor 2, total pendapatan naik
dengan faktor 7. NRW berkurang
dari 67% pada 2005 menjadi 39%
pada 2014.

Dalam sistem keuangan,


pendapatan air per zona kini
tersedia secara mingguan. Di zona
6, banyak terletak pelanggan besar
dan pelabuhan.
Produksi air siap minum
Produksi air minum terus berlanjut
melalui fasilitas-fasilitas yang
menggunakan unit Perfector
E-Treatment. Air minum dijual
dalam kemasan gelas 200 ml
dan galon isi ulang 19 liter. Merek
dagangnya adalah Tirta Remu.
Fasilitas air minumnya telah
memenuhi standar mutu KAN.
Audit mutu tahunan juga telah
dilakukan dan sertifikasinya baru
saja diperpanjang.
Penjualan air minum telah
mencapai Rp. 600.000.000/ tahun.
Loket-loket Pembayaran
Pada saat ini, PT Tirta Remu
telah selesai membangun loket
pembayaran online, yang tidak
jauh dari stasiun isi ulang untuk
truk. Letaknya persis di sepanjang
jalan utama (Jalan Basuki Rahmat),
letaknya sangat strategis dan
mudah dijangkau.

Progress and Development of WMD Cooperation in East Indonesia Keep Flowing 2014

15

PT war besrendi,
BIAK

Key Performance Indicator of PT War Besrendi between 2008 and 2014


Indikator Kinerja Utama PT War Besrendi 2008-2014

Key Performance
Indicator

2008

2009

2010

2011

2012

2013

2014

Active House
Connections (HC)

5,319

5,068

5,600

5,797

6,287

6,559

7,114

Number of People
Served by HC
(persons)

31,962

34,266

38,112

42,762

45,906

49,506

42,684

Amount of
Inhabitants in Service
Area (persons)

71,000

71,500

72,000

73,058

73,672

74,292

74,917

45%

48%

53%

59%

62%

67%

57%

Number of
Employees (persons)

47

40

42

43

43

42

42

Employee efficiency
(numberr active HC /
employee)

113

143

151

166

178

196

169

Produced Water (m3)

2,754,294

3,148,599

3,284,556

3,538,740

3,966,095

4,356,878

4,326,222

Total Energy
Consumption (kWh)

1,192,394

1,274,818

1,562,862

1,868,817

1,730,860

2,145,295

2,226,138

0.43

0.40

0.48

0.53

0.44

0.49

0.51

Total Water Sold (m3)

1,429,422

1,323,773

1,372,659

1,397,421

1,395,913

1,703,689

1,988,898

Total Income (P&L)


(Rp thousands)

4,601,805

6,581,947

6,391,568

6,639,106

7,005,709

8,939,769

11,271,941

NRW (%)

48%

58%

58%

61%

65%

61%

54%

Average tariff
(Rumah Tangga A)
(Rp/m3)

950

2,064

2,064

2,521

3,850

4,060

4,669

Connection Density
(%) in Service Area

Specific Energy
(kWh/m3)

16

Progress and Development of WMD Cooperation in East Indonesia Keep Flowing 2014

Training for water meter reader. (left); Identified Customer (DMA Perumnas
Sumberker) (rigt).
Pelatihan pembaca meter air. (kiri); Pelanggan yang diidentifikasi (DMA Perumnas
Sumberker) (kanan)

Board and Management


In May 2014 a visit was brought by
the foundation SWOI to Biak. The
chairman and members of SWOI
could visit the treatment plants
and met with the employees. Good
input and sharing of ideas resulted
in a positive and memorable time.
Due to local elections, no board
meeting could take place. In May
a new mayor was elected, but was
immediately put on non-active. It
is expected that in the beginning
of 2015 the vice-mayor will be
inaugurated as the new mayor.
Several strategic discussions were
postponed.
As was agreed earlier with the
former mayor, a recruitment
process started to find a new
director for PT War Besrendi. In
December 2014 the vacancy was
launched on-line and published
in newspapers in Papua. The
shareholders plan to inaugurate a
new director before mid 2015.
Mobile Meter Reading
In 2014 the mobile meter reading
(WMR) re-started in Biak, with
training in April and July and active
support delivered on-distance.
Based on the results of monitoring
and evaluation of the meter reading
implementation, this activity finally
was able to run from October 2014.

The problems of a slow start were


related to changing personnel and
operators of the application.
With support from WMD COI,
agresso-data, DSML and the final
water sales data was validated.
In this way, it is expected that the
meter reading process can improve
quality and quantity, so it can
reduce the number of estimated
meters. By the end of the year, the
monthly water sales appeared to
grow.
Non Revenue Water
About 5% of water meters
were replaced in 2014, which is
according to the target of this year.
However, next years target will
be higher in order to contribute
to the improvement of the quality
of the meter reading processes.
Old meters need to be replaced
because of their diminishing
reliability.
By the end of 2014, the NRW
percentage decreased to 50%. The
average in 2014 remained around
54%. The NRW reduction program
focused on the isolation of zones
and District Metered Areas (DMAs),
the installation of master meters

and their daily recording, training


of water meter readers. WMDs
distribution expert provided several
months of technical support in the
field, in May and October.

Direksi dan Manajemen


Pada bulan Mei 2014, kunjungan
dilakukan oleh yayasan SWOI ke
Biak. Ketua dan para anggota
SWOI mengunjungi lokasi
pengolahan air bersih dan bertemu
dengan para karyawan. Pertemuan
itu menghasilkan input dan saling
bertukar informasi yang baik dalam
sebuah momentum yang positif
dan menyenangkan.
Dikarenakan adanya pilkada, rapat
direksi belum dapat diadakan saat
itu. Masih di bulan Mei, bupati baru
terpilih, namun tak lama kemudian
dinonaktifkan. Diperkirakan pada
awal 2015, wakil walikota akan
diangkat sebagai walikota baru.
Banyak pembahasan strategis
menjadi tertunda.
Sebagaimana yang telah disepakati
sebelumnya bersama walikota
lama, proses rekrutmen telah
dimulai untuk mendapatkan

Progress and Development of WMD Cooperation in East Indonesia Keep Flowing 2014

17

akhir telah divalidasi dengan


dukungan dari WMD COI.
Dengan cara ini, diharapkan
bahwa proses pembacaan meter
dapat meningkatkan mutu dan
kuantitas, sehingga pada akhirnya
akan mengurangi jumlah meter
yang akan diukur. Menjelang akhir
tahun, penjualan air bulanan telah
meningkat lagi.

Training for water meter reader and solving problem.


Pelatihan pembaca meter air dan pemecahan masalah.

seorang direktur baru PT War


Besrendi. Pada Desember
2014, pengumuman lowongan
kerja (untuk jabatan direktur)
diterbitkan secara online dan
juga dipublikasikan di surat
kabar di Papua. Pemegang
saham berencana melakukan
pengangkatan direktur baru
sebelum pertengahan 2015.

18

Mobile Meter Reading


Pada tahun 2014, pembacaan
mobile meter reading (WMR)
dimulai kembali di Biak, disertai
diadakannya sebuah pelatihan di
bulan April dan Juli, sementara
bantuan aktif juga diberikan dari
jauh.
Berdasarkan hasil dari monitoring
dan evaluasi atas implementasi
pembacaan meter, aktivitas
ini akhirnya bisa berjalan sejak
Oktober 2014. Permasalahan
di awal yang lamban ternyata
berkaitan dengan karyawan dan
operator pembaca meter aplikasi
yang telah berganti. Data agresso,
DSML, dan data akhir penjualan

Progress and Development of WMD Cooperation in East Indonesia Keep Flowing 2014

Non Revenue water


Sekitar kurang dari 5% mater
air telah diganti pada 2014 lalu,
di mana hal ini sesuai dengan
target dari tahun tersebut.
Meski demikian, target tahun
depan (2015) akan lebih tinggi
guna memberi kontribusi pada
peningkatan mutu proses
pembacaan meter air. Alat meter
air lama perlu diganti, disebabkan
kemampuannya juga sudah
berkurang.
Menjelang akhir 2014, persentase
NRW menurun hingga 50%. Ratarata pada 2014 masih tetap di
sekitar 54%. Program pengurangan
NRW berfokus pada isolasi
zona-zona dan District Metered
Areas (DMAs)/ Daerah dengan
Meter Terpasang, instalasi meter
induk dan catatan hariannya, dan
pelatihan untuk para pembaca
meter air. Ahli distribusi WMD telah
memberikan bantuan teknis selama
berbulan-bulan di lapangan, pada
Mei dan Oktober.

PT AIR MANADO,
MANADO

Key Performance Indicator of PT Air Manado between 2008 and 2014


Indikator Kinerja Utama PT Air Manado 2008-2014

Key Performance
Indicator

2008

2009

2010

2011

2012

2013

2014

Active House
Connections (HC)

16,608

17,057

21,834

22,930

24,451

24,287

24,980

Number of People
Served by HC
(persons)

83,040

85,285

109,170

114,650

122,255

121,435

124,900

Amount of
Inhabitants in
Manado (persons)

408,991

409,667

412,091

413,586

415,114

416,676

418,270

Connection Density
(%) in Service Area

20%

21%

26%

28%

29%

29%

30%

Number of
Employees (persons)

350

350

285

278

269

266

256

Employee efficiency
(numberr active HC /
employee)

47

49

77

82

91

91

98

Produced Water (m3)

21,443,739

24,737,169

25,148,363

19,804,694

17,811,394

17,156,036

16,363,447

5,512,911

5,495,729

6,484,782

5,870,838

5,636,618

6,629,501

6,379,226

0.26

0.22

0.26

0.30

0.32

0.39

0.39

3,638,350

4,308,680

5,257,834

5,509,051

6,205,386

6,222,963

5,704,182

20,480,909 26,390,249

34,170,674

35,722,098

41,651,485

Total Energy
Consumption (kWh)
Specific Energy
(kWh/m3)
Total Water Sold (m3)
Total Income (P&L)
(Rp thousands)
NRW (%)
Average tariff
(Rumah Tangga A)
(Rp/m3)

42,438,989 38,036,536

83%

83%

79%

72%

65%

64%

65%

3,084

4,000

4,000

4,000

4,666

4,666

5,506

Progress and Development of WMD Cooperation in East Indonesia Keep Flowing 2014

19

Flood damages in Pancuran IX (left), Paldua (middle), and Lotta (right).


Kerusakan akibat banjir di Pancuran IX (kiri), Paldua (tengah), dan Lotta (kanan)

Board and Management


Commissioners and shareholders
meetings took place in May 2014
in Jakarta and another unofficial
meeting with all commissioners
was conducted in November 2014.
The main topics discussed and
decided concerned the annual
account 2013, the new water
tariffs, the separation of the
concession area, and the strategy
which is depicted in the updated
masterplan. During the meeting
in May 2014 the vice mayor was
also present. Changes took place
in the Board of Shareholders and
Board of Commissioners, as PDAM
Kota Manado was appointed a new
director. The visions and strategies
of both shareholders, were better
aligned to each other.
Flooding
On 15 January 2014, the city of
Manado was hit by a severe flood
caused by extreme rainfall over
a couple of days. The discharge
of the river Tondano, which flows
through the city, rose several
meter. Houses at the river sides
were damaged severely and the
400 mm pipeline crossing the
river from Paal 2 to Tuminting was
broken and taken by the strong
river flow. Several bridges and
pipes were totally destroyed. The
water level at Paal 2 was so high
that it entered the offices of PDAM

20

and PT Air Manado, where archives


were damaged. All intake pumps
and generators were damaged
by sediment and water. During 2
weeks the water treatment plant of
Paal 2 was out of operation. Due to
2 broken bridges, more than 10.000
people could not be supplied
with clean water. The electricity
company also put electricity
supply off in large parts of the city
because of short circuits risks.
Drastic decrease of production
volumes was the consequence, and
water sales dropped.
In the months after the flood, PTAM
has worked very hard to recover
from this extreme set-back. WMD
send a team with 2 experts to
investigate the damage, and has
supported PTAM by providing
a grant of 20.000 Euro for the
procurement and installation of
the pipe bridge over the river.
Other suppliers and local partners
provided materials on credit to help
the company to repair pipes, and
reconnect damaged connections.
Victims of the flood, from the
surrounding neighborhoods, were
offered sheltering in the offices of
PTAM.
A mobile drinking water unit
(Perfector-E) was installed and
provided free drinking water for the
community. People could refill their
gallons here.

Progress and Development of WMD Cooperation in East Indonesia Keep Flowing 2014

Re-scheduling of the financial


planning was discussed in depth
with the board. SNS Bank was
willing to postpone the financial
obligations to next year. Also
Pemkot committed to arrange
budgets for the development of
new house connections at the
end of 2014 and the next 3 years.
Slowly after a few months, the
company recovered, but overall can
be stated that the development of
PTAM was put back for 1-2 years.
Water tariffs
In June 2014 the water tariffs were
adjusted with 9% and in September
again with another 9%. This
increase was needed to cover for
increasing energy costs, increasing
employee costs and increasing
materials costs, mainly as direct
effect of inflation. Also this steep
adjustment was needed to balance
a couple of year in which water
tariffs were not adjusted. Another
increase is planned for June 2015.
Water trucks
The water truck business unit
always showed a striking low
income. An internal control audit
has been conducted and pointed
out that a re-organization was
required in order to improve the
efficiency and the income. In 2014
the water truck business unit,
increased its turnover 2 times.

Technical Planning improvements


PTAM is rejuvenating the staff of
the technical planning department.
Previous NRW expert of WMDs
Country Office in Manado, was
appointed as manager technical
planning. Also young staff was
attracted. They received 3 days
Autocad and mapping training in
Bandung in October. This training
helped the technical planning
department to improve the NRW
reduction program.
Other technical planning staff
was involved in the hydraulic
modeling joint approach and
worked together with WMD staff in
Bandung in May.
Using ultra sonic flow meters,
the technical planning staff
conducted a measuring campaign
to investigate the leakage between
Lotta and Pineleng areas. Huge
leakages were found, but these
took time to finally be repaired.
All master meters at production
locations were checked and
repaired, with the help of WMD
installation expertise in Manado.
Some meters will be replaced. The
production volumes could now be
recorded more accurate.
Water quality
After the great flooding in Manado
on January 15th 2014, there was
no routine water quality analysis
in PT Air Manado. This activity had
just re-started in March 2015.The
parameters analyzed on a daily
basis are pH, turbidity and TDS for
all treatment plants.
On a weekly basis microbiology is
tested in 8 representative sampling
points in each of the distribution
zones. The e-coli testing was
conducted by PTAM and under
supervision by WLN.

Direksi dan Manajemen


Rapat-rapat pemegang saham dan
para komisaris diadakan pada Mei
2014 di Jakarta dan juga pertemuan
tidak resmi lainnya bersama
seluruh komisaris diadakan pada
November 2014. Topik-topik utama
yang dibahas dan diputuskan
berhubungan dengan laporan
keuangan 2013, tarif air bersih
baru, pemisahan daerah konsesi
serta strategi yang dijelaskan di
dalam rencana induk yang telah
diperbarui. Dalam pertemuan bulan
Mei 2014, wakil walikota juga hadir.
Terjadi perubahan dalam susunan
pemegang saham dan komisaris,
sementara PDAM Manado telah
ditunjuk direktur baru. Visi dan
strategi para pemegang saham
telah ditata ulang dengan lebih
baik satu sama lain.
Banjir
Pada tanggal 15 Januari 2014,
kota Manado diterjang banjir
besar yang disebabkan oleh curah
hujan ekstrim selama beberapa
hari. Air sungai Tondano, yang
mengalir melalui kota, naik hingga
beberapa meter. Rumah-rumah
di pinggiran sungai hancur rusak
berat dan jalur pipa 400 mm yang
melintasi sungai dari Paal 2 hingga
ke Tuminting pecah dan hanyut
dibawa arus sungai yang deras.
Banyak jembatan dan pipa benarbenar rusak. Tingkat air di Paal
2 sangatlah tinggi dan bahkan
sampai masuk ke kantor PDAM
dan PT Air Manado, dan arsip-arsip
di dalamnya juga hancur. Seluruh
genset dan pompa hisap rusak oleh
endapan tanah dan air. Selama dua
pekan, lokasi pengolahan air bersih
di Paal 2 tidak bisa digunakan.
Karena dua jembatan putus,
lebih dari 10.000 penduduk tidak
mendapatkan pasokan air bersih.
PLN setempat juga memutus
aliran listrik di sebagian besar kota
dikarenakan adanya risiko arus
pendek.

Volume produksi yang menurun


drastis menjadi konsekuensinya,
penjualan air pun anjlok.
Selama bulan-bulan setelah
terjadinya banjir, PTAM
telah bekerja sangat keras
mengupayakan pemulihan
kemunduran ekstrim ini. WMD
mengirim satu tim terdiri dari dua
ahli untuk memeriksa kerusakan,
dan juga membantu PTAM dengan
bantuan sebesar 20.000 euro
untuk pengadaan dan instalasi
jembatan pipa di atas sungai.
Mitra lokal dan supplier lainnya
membantu material sebagai
sumbangan untuk membantu
perusahaan dalam memperbaiki
pipa-pipa, dan menghubungkan
lagi sambungan yang rusak. Para
korban banjir, yang berasal dari
lingkungan sekitarnya, ditawari
tempat mengungsi di kantor-kantor
PTAM.
Sebuah unit air minum mobile
(Perfector-E) dipasang, dan alat
tersebut menyediakan air minum
gratis untuk penduduk. Masyarakat
juga bisa mengisi ulang galon air
minumnya di sana.
Penjadwalan ulang perencanaan
keuangan dibahas secara
mendalam bersama direksi. SNS
Bank menyanggupi untuk menunda
kewajiban keuangan untuk tahun
depan (2015). Pemkot juga
berkomitmen menyusun anggaran
untuk pembangunan sambungan
rumah baru pada akhir 2014
dan hingga tiga tahun ke depan.
Perlahan-lahan setelah beberapa
bulan, perusahaan berhasil pulih
kembali, tapi secara umum dapat
dikatakan bahwa perkembangan
PTAM menjadi mundur 1-2 tahun.

Progress and Development of WMD Cooperation in East Indonesia Keep Flowing 2014

21

Dengan menggunakan ultra


sonic flow meter (USFM), staf
perencanaan teknik melakukan
kampanye pengukuran untuk
menyelidiki kebocoran daerahdaerah antara Lotta dan Pineleng.
Kebocoran-kebocoran besar
berhasil ditemukan, namun
akhirnya butuh waktu lama untuk
memperbaikinya. Seluruh water
meter induk di lokasi-lokasi
produksi diperiksa dan diperbaiki,
dengan bantuan ahli instalasi WMD
di Manado. Beberapa water meter
akan diganti. Volume produksi kini
bisa dicatat secara lebih akurat.

Training of staff of Technical Planning PT Air Manado in Bandung (October 2014).


Pelatihan staf Perencanaan Teknik PT Air Manado di Bandung (Oktober 2014).

Tarif air
Pada Juni 2014, tarif air disesuaikan
hingga 9% dan pada September
disesuaikan lagi dengan tambahan
9%. Kenaikan ini diperlukan untuk
menutupi kenaikan biaya energi,
naiknya biaya karyawan dan
naiknya biaya material, terutama
ini diakibatkan dampak langsung
dari inflasi. Penyesuaian yang
mencolok ini juga dibutuhkan untuk
menyeimbangkan tarif air dalam
dua tahun sebelumnya, yang belum
pernah naik. Kenaikan lanjutan
direncanakan akan berlaku pada
Juni 2015.
Truk-truk Air
Usaha truk air selalu menunjukkan
pendapatan yang sangat rendah.
Sebuah audit kontrol internal
telah dilakukan dan menemukan
bahwa re-organisasi dibutuhkan
untuk meningkatkan efisiensi dan

22

pendapatan. Pada 2014 unit usaha


truk air berhasil meningkatkan
pendapatannya sebanyak dua kali
lipat.
Perbaikan Perencanaan Teknis
PTAM tengah meremajakan staf di
departemen perencanaan teknis.
Ahli NRW dari kantor perwakilan
WMD di Manado ditunjuk menjadi
manajer teknik. Staf muda juga
ditarik. Mereka mengikuti pelatihan
Autocad dan pemetaan di Bandung
selama tiga hari pada bulan
Oktober. Pelatihan ini membantu
departemen perencanaan teknik
untuk memperbaiki program
penurunan NRW-nya.
Staf perencanaan teknik lainnya
dilibatkan dalam metode
pendekatan bersama atas
permodelan hidrolik serta bekerja
sama dengan staf WMD di
Bandung pada bulan Mei.

Progress and Development of WMD Cooperation in East Indonesia Keep Flowing 2014

Mutu Air
Setelah banjir besar di Manado
pada 15 Januari 2014, tak ada
analisis rutin atas mutu air di PT
Air Manado. Aktivitas ini baru
bisa dimulai lagi pada Maret
2015. Parameter-parameter yang
dianalisis secara harian antara lain
pH, turbiditas, dan TDS dari seluruh
lokasi pengolahan air bersih.
Secara mingguan, zat mikrobiologis
diuji pada 8 titik sampling
yang representatif, pada tiap
zona distribusi. Pengujian dan
pemeriksaan bakteri e-coli
dilakukan PTAM di bawah
pengawasan WLN.

PT wEDU MERAUKE,
MERAUKE

Key Performance Indicator of PT Wedu Merauke between 2008-2014


Indikator Kinerja Utama PT Wedu Merauke 2008-2014

Key Performance
Indicator

2008

2009

2010

2011

2012

2013

2014

Active House
Connections (HC)

3,330

3,367

3,329

3,380

3,387

3,362

3,382

Number of People
Served by HC
(persons)

19,980

20,202

19,974

20,280

20,322

20,172

20,292

Total number of
people served by
public tap

5,000

5,000

5,000

5,000

5,000

5,000

5,000

70,864

72,614

74,408

77,131

79,954

97,189

98,737

Connection Density
(%) in Service Area

28%

28%

27%

26%

25%

21%

21%

Coverage (%)

35%

35%

34%

33%

32%

26%

26%

Number of
Employees (persons)

66

66

66

56

55

52

54

Employee efficiency
(numberr active HC /
employee)

50

51

50

60

62

65

63

Produced Water (m3)

970,462

1,052,891

973,814

962,047

997,031

883,684

1,016,697

Total Fuel
Consumption (liter)

339,560

337,554

298,265

290,113

176,054

147,504

169,865

41,689

41,749

35,363

20,486

51,986

422,703

1.40

1.32

1.27

1.24

0.73

0.73

1.08

683,429

687,401

632,910

614,112

630,712

529,155

701,975

5,376,494

6,035,423

5,555,481

5,902,613

5,809,250

30%

35%

35%

36%

37%

40%

31%

5,950

7,700

7,700

7,700

7,700

7,700

12,000

Amount of
Inhabitants in Service
Area (persons)

Total Electrical
Consumption (kWh)
Specific Energy
(kWh/m3)
Total Water Sold (m3)
Total Income (P&L)
(Rp thousands)
NRW (%)
Average tariff
(Rumah Tangga A)
(Rp/m3)

5,944,464 10,487,770

Progress and Development of WMD Cooperation in East Indonesia Keep Flowing 2014

23

Board and Management


End 2013 a new director was
appointed by the shareholders.
The year 2014 was his first full
year as leader of the PT. Due to
changes in and busy programs at
the local government of Merauke,
no shareholders meeting could
take place. Several decisions were
instead fully prepared and reported
to the local government/Pemda in
order to take joint decisions in the
beginning of 2015. The strategic
changes that need to be conducted
are the settlement about the
final year of the cooperation
agreement which is expected in
2018, NRW reduction programs and
coordination about the upcoming
additional water supply project by
the government.

meeting of representatives of
all local government agencies in
Merauke in March 2014.
A short term action plan for the
year 2014 was made and agreed
upon. This focuses in the first place
on the installation and the proper
recording of the master meters in
Parako, Muli and Wasur.

In May 2014 PT. Wedu Merauke


replaced and installed master
meters in most blocks to identify
water distribution and NRW in
each block. The complete database
was analyzed using pivot tables
in order to create overviews per
month, per zone and per type of
customer by a water supply expert,
after which could be concluded
that the main leakage still occurred
in the distribution blocks and
not in the transmission mains.
Differences between zones have
been identified, so that tailor-made
approaches per distribution zone
can be implemented in 2015.

NRW
While the NRW figures still are
too high, some improvements
have been reached. Leaks have
been repaired in the transport
main between Rawa Biru, Wasur
and Muli, master meters have
been repaired in Rawa Biru and
Parakomando, and many valves
have been cleaned and repaired or
replaced.

blok 2

Pelindo

BLOK 1B

The NRW on average was


35%, while the average billed
consumption remains however
too low at about 13 m3/customer/
month.

Water Tariffs
Per January 2014 the tariffs are
adjusted with 58%. This seems very
high, but was seriously needed to
cover for sky-rising energy costs.
The average water expenditures
per family stay below 5% of familys
income. In 2015 no tariff increase is
needed.

Masterplan finalization
The team of WMD COI with PTWM
has revised the 2005 masterplan
into a new plan with a water
demand prognosis and investment
schedule until 2032. As the energy
costs in Merauke are huge, the
plan focuses on investments in
the efficiency optimization of the
current treatment facilities. The
masterplan was presented by a
team from WMD COI to a large

BLOK 1a

In Agresso more than 300


customers were found with
monthly meter records of 0. These
have been re-checked all in the
field.

blok 3

The zoning system is schematically


depicted below.

BLOK 4

BLOK 6

BLOK 5

meter 4

mandala ii

mandala i

meter 6

meter 2

meter 3

meter 5

meter 1

MULI
WTP

24

PARAKO

meter 7

8
10

Progress and Development of WMD Cooperation in East Indonesia Keep Flowing 2014

Installed
Not Yet Installed
Good
Broken

Mobile Meter Reading


In April staff from Bandung visited
the PT to install the software and
train the meter readers. Significant
improvements have been reached.
Billing efficiency
The billing efficiency in Merauke is
around 95%, which is quite good,
and it should to be remained at
least at this level. The PT conducts
a pro-active approach and
communication to their customers,
aiming to minimize complaints and
minimize late payments. PT Wedu
Merauke started cooperation with
Bank Papua for online payments of
the water bill.
.

Direksi dan Manajemen


Pada akhir 2013, direktur baru
telah ditunjuk oleh para pemegang
saham. Tahun 2014 adalah tahun
penuh pertamanya sebagai
pimpinan perusahaan. Dikarenakan
perubahan-perubahan pada
program-program yang padat
di lingkungan pemda Merauke,
pertemuan pemegang saham
belum bisa diadakan. Meski
demikian, sejumlah keputusan
telah disiapkan sepenuhnya dan
dilaporkan ke pemda setempat,
agar keputusan bersama
bisa diambil pada awal 2015.
Perubahan-perubahan strategis
yang perlu dijalankan adalah
penetapan tahun akhir perjanjian
kerja sama yang diperkirakan pada
tahun 2018, program penurunan
NRW serta koordinasi tentang
proyek air bersih tambahan
selanjutnya oleh pemerintah.
Finalisasi Rencana Induk
Tim WMD COI dan PTWM telah
merevisi master plan 2005
menjadi sebuah rencana baru yang

dilengkapi prognosis permintaan


air bersih serta jadwal investasi
hingga 2032. Dikarenakan biaya
energi di Merauke sangat besar,
rencana tersebut berfokus pada
investasi untuk optimalisasi efisiensi
fasilitas pengolahan saat ini. Master
plan tersebut dipresentasikan
oleh tim WMD COI/PT dalam rapat
besar yang dihadiri perwakilanperwakilan seluruh badan
pemerintah setempat di Merauke
pada Maret 2014.
Rencana kegiatan jangka pendek
untuk tahun 2014 telah disusun dan
disepakati. Rencana ini berfokus
terutama pada instalasi dan
pencatatan yang seharusnya dari
water meter induk di Parako, Muli
dan Wasur.
Tarif Air
Per Januari 2014, tarif telah
dinaikkan hingga 58%. Kelihatannya
ini sangat tinggi, namun kenaikan
ini sangat diperlukan untuk
menutupi biaya energi yang
meroket. Rata-rata ongkos air per
keluarga masih di bawah 5% dari
pendapatan keluarga. Pada 2015
kenaikan tarif takkan dibutuhkan
lagi.
Non Revenue Water
Meski angka NRW masih terlalu
tinggi, beberapa perbaikan telah
tercapai. Kebocoran-kebocoran
sudah diperbaiki pada jalur
transportasi utama antara Rawa
Biru, Wasur dan Muli. Sementara
water meter induk juga sudah
diperbaiki di Rawa Biru dan
Parakomando, dan sejumlah katup
juga dibersihkan dan diperbaiki
atau diganti.
Dengan aplikasi Agresso, telah
ditemukan lebih dari 300 catatan
water meter bulanan pelanggan
yang menunjukkan angka 0. Hal ini
telah diperiksa ulang di lapangan.
Rata-rata NRW adalah 35% di
jaringan distribusi, meski demikian
rata-rata konsumsi tertagih masih
tetap terlalu rendah, yakni sekitar
13m2/ pelanggan/ bulan.

Pada bulan Mei 2014, PT Wedu


Merauke telah mengganti dan
menginstalasi sejumlah water
meter induk pada sebagian besar
blok untuk mengidentifikasi
distribusi air dan NRW di tiap blok.
Database lengkap telah dianalisis
oleh seorang ahli air bersih dengan
menggunakan tabel pivot agar
menghasilkan tinjauan/ ringkasan
per bulan, per zona dan per jenis
pelanggan, yang setelahnya bisa
disimpulkan bahwa kebocoran
utama masih terjadi di blokblok distribusi dan bukan di jalur
utama transmisi/ pengiriman.
Perbedaan di antara zona-zona
telah teridentifikasi, dengan
demikian pendekatan-pendekatan
sendiri per zona distribusi dapat
diimplementasikan pada tahun
2015.
Skema sistem zoning digambarkan
pada halaman sebelumnya.
Pembacaan Mobile Water Meter
Pada April 2014, staf dari
Bandung mengunjungi PT untuk
menginstalasi software dan melatih
para pembaca water meter.
Beberapa peningkatan signifikan
berhasil dicapai.
Efisiensi Penagihan
Efisiensi penagihan di Merauke
adalah sekitar 95%, yang mana
ini cukup baik, dan sebaiknya
dipertahankan setidaknya pada
tingkat tersebut. Perusahaan telah
melakukan pendekatan proaktif dan
berkomunikasi dengan pelanggan,
untuk menekan jumlah keluhan
serta keterlambatan pembayaran.
PT Wedu Merauke telah mulai
menjalin kerjasama dengan Bank
Papua dalam pembayaran online
tagihan air bersih.

Progress and Development of WMD Cooperation in East Indonesia Keep Flowing 2014

25

Keep Flowing 2014

WMD CO Indonesia
Jl. Flores 8
Bandung 40115, Indonesia
Phone +62 22 4201925
Fax +62 22 4204058