Anda di halaman 1dari 3

Pengertian abon ikan kering

Dalam SNI 01-3707-1995 disebutkan abon adalah suatu jenis makanan kering berbentuk
khas, dibuat dari daging, direbus disayat-sayat, dibumbui, digoreng dan dipres.
Menurut Suryani, (2007) Abon ikan merupakan jenis makanan awetan olahan ikan kering
yang diberi bumbu, diolah dengan cara perebusan dan penggorengan. Produk yang dihasilkan
mempunyai bentuk lembut, rasa enak, bau khas, dan mempunyai daya simpan yang relatif
lama.
Manfaatnya
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

dapat menjadi lauk yang bergizi karena merupakan sumber protein


Baik untuk asupan energy
Membantu pembentukan sel darah di dalam tubuh
Baik untuk kesehatan tulang
Menjaga daya tahan dan imunitas tubuh
Menjaga focus dan konsentrasi
Baik untuk kesehatan jantung

Proses produksi dimulai dari pencucian ikan kering, penirisan,


pemisahan

pembuangan kepala

tulang, penggorengan ikan, sampai pada pengeringan adonan sebagaimana

terlihat pada gambar dimulai dari kiri ke kanan.


Bahan
Ikan kering
Bawang putih
Bawang merah
Ketumbar
Gula
Minyak kelapa parut
Perebusan
pencucian ikan kering,
penirisan,
pembuangan kepala pemisahan tulang,
penggorengan
penggorengan ikan,

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

bahan baku
pencucian
perebusan
pengepresan
penghacuran daging /pemisahan tulan dan kepala
pencampuran bumbu kelapa yang sudah di parut dan bumbu yang sudah di blender
penggorengan
penirisan dan pengeringan
pengemasan

Keunggulan atau kelebihan abon ikan kering


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

tersedia dalam berbagai pilihan rasa,


kekeringan abon ikan kering dapat diatur sesuai dengan kebutuhan,
dapat dijadikan isi kudapan,
cara kerja pembuatan abon sangat sederhana,
abon ikan kering tidak menggunakan msg dan bahan pengawet,
daya tahan abon mencapai 4 bulan,
kontinuetas bahan baku ikan kering yang terjamin,
tersedia sepanjang musim dalam jumlah yang berlimpah.

Kekurangan /kelemahan abon kan kering apabila kekurangan serat adalah teksturnya yang
lembut yang kadang memberikan kesan seperti tepung dan tidak seperti abon dari daging
hewan darat pada umumnya yang cukup berserat. Selain itu, karena serat pangan berguna dan
berdampak positif bagi kesehatan, maka abon yang kurang serat kurang memberikan nilai
positif bagi kesehatan.

Standar kualitas abon ikan kering yang dihasilkan yaitu testur abon halus, warna abon
kuning kecoklatan, kekeringan abon mencapai 90 -100 %, Tidak menggunakan MSG dan
Bahan Pengawet.

Daftar pustaka
Kusmaya S. 2007.Analisis Produksi dan Biaya Pada Usaha Ikan Kering Di Kecamatan Galesong Utara
Kabupaten Takalar. Skripsi, Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan, Jurusan Perikanan, Fakultas
Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Makassar.
Moelyanto, A. 2002.Pengawetan Ikan dan Olahan Hasil Perikanan. Penebar Swadaya, Jakarta.
Raman, E. Analisis Potensi Pasar Ikan Kering Di Kabupaten Takalar. Skripsi, Program Studi Sosial Ekonomi
Perikanan, Jurusan Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin,
Makassar.
Ristek, 2004. Pengawetan Ikan. http://www.ristek.go.id (Diakses2 Maret 2007)
Soemarso, S.R, 2002. Akuntansi Suatu Pengantar. Edisi ke-5 (Revisi). Peneribit Salemba Empat. Jakarta.
Stanton, J. 2003. Prinsip Pemasaran. Edisi ke-7. Erlangga. Jakarta.
Tjiptono. 2000. Strategi Pemasaran. Andi Offset. Yogyakarta.
Wikipedia Indonesia, 2004. Ikan Asin, http://id.wikipedia.org/wiki/ikan_asin (Diakses 2 Maret 2007)