Anda di halaman 1dari 26

B.

Saluran Pencernaan Manusia


Saluran pencernaan makanan merupakan saluran yang menerima makanan dari luar dan mempersiapkannya
untuk diserap oleh tubuh dengan jalan proses pencernaan (penguyahan, penelanan, dan pencampuran)
dengan enzim zat cair yang terbentang mulai dari mulut sampai anus. Saluran pencernaan makanan pada
manusia terdiri dari beberapa organ berturut-turut dimulai dari mulut (cavum oris), kerongkongan
(esofagus), lambung (ventrikulus), usus halus (intestinum), usus besar (colon), dan anus. Untuk lebih
jelasnya, dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Saluran pencernaan manusia

1. Mulut
Proses pencernaan dimulai sejak makanan masuk ke dalam mulut. Di dalam mulut terdapat alat-alat yang
membantu dalam proses pencernaan, yaitu gigi, lidah, dan kelenjar ludah (air liur). Di dalam rongga mulut,
makanan mengalami pencernaan secara mekanik dan kimiawi. Beberapa organ di dalam mulut, yaitu :
a. Gigi
Gigi berfungsi untuk mengunyah makanan sehingga makanan menjadi halus. Keadaan ini memungkinkan
enzim-enzim pencernaan mencerna makanan lebih cepat dan efisien. Gigi dapat dibedakan atas empat
macam yaitu gigi seri, gigi taring, gigi geraham depan, dan gigi geraham belakang. Secara umum, gigi manusia
terdiri dari tiga bagian, yaitu mahkota gigi (korona), leher gigi (kolum), dan akar gigi (radiks). Mahkota gigi atau
puncak gigi merupakan bagian gigi yang tampak dari luar. Setiap jenis gigi memiliki bentuk mahkota gigi yang
berbeda-beda. Gigi seri berbentuk seperti pahat, gigi taring berbentuk seperti pahat runcing, dan gigi geraham
berbentuk agak silindris dengan permukaan lebar dan datar berlekuk-lekuk. Bentuk mahkota gigi pada gigi seri
berkaitan dengan fungsinya untuk memotong dan menggigit makanan. Gigi taring yang berbentuk seperti
pahat runcing untuk merobek makanan. Sedangkan gigi geraham dengan permukaan yang lebar dan datar
berlekuk-lekuk berfungsi untuk mengunyah makanan. Leher gigi merupakan bagian gigi yang terlindung dalam
gusi, sedangkan akar gigi merupakan bagian gigi yang tertanam di dalam rahang. Bila kita amati gambar
penampang gigi, maka akan tampak bagian-bagian seperti pada gambar berikut ini.

Bagian-bagian gigi
Email gigi merupakan lapisan keras berwarna putih yang menutupi mahkota gigi. Tulang gigi, tersusun atas
zatdentin. Sumsum gigi (pulpa), merupakan rongga gigi yang di dalamnya terdapat serabut saraf dan
pembuluh-pembuluh darah. Itulah sebabnya bila gigi kita berlubang akan terasa sakit, karena pada sumsum
gigi terdapat saraf.
b. Lidah
Lidah berfungsi untuk mengaduk makanan di dalam rongga mulut dan membantu mendorong makanan
(proses penelanan). Selain itu, lidah juga berfungsi sebagai alat pengecap yang dapat merasakan manis, asin,
pahit, dan asam. Tiap rasa pada zat yang masuk ke dalam rongga mulut akan direspon oleh lidah di tempat
yang berbeda-beda. Letak setiap rasa berbeda-beda, yaitu:
1.

Rasa asin

> lidah bagian tepi depan

2.

Rasa manis > lidah bagian ujung

3.

Rasa asam > lidah bagian samping

4.

Rasa pahit > lidah bagian belakang / pangkal lidah

Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat seperti pada gambar berikut ini.

letak kepekaan lidah terhadap rasa


Lidah mempunyai reseptor khusus yang berkaitan dengan rangsangan kimia. Lidah merupakan organ yang
tersusun dari otot. Permukaan lidah dilapisi dengan lapisan epitelium yang banyak mengandung kelenjar lendir,

dan reseptor pengecap berupa tunas pengecap. Tunas pengecap terdiri atas sekelompok sel sensori yang
mempunyai tonjolan seperti rambut yang disebut papila
c. Kelenjar Ludah
Kelenjar ludah menghasilkan ludah atau air liur (saliva). Kelenjar ludah dalam rongga mulut ada 3 pasang,
yaitu :
1.

Kelenjar parotis, terletak di bawah telinga.

2.

Kelenjar submandibularis, terletak di rahang bawah.

3.

Kelenjar sublingualis, terletak di bawah lidah.

Letak kelenjar ludah di dalam rongga mulut dapat dilihat pada gambar berikut.

Kelenjar ludah di dalam mulut


Kelenjar parotis menghasilkan ludah yang berbentuk cair. Kelenjar submandibularis dan
kelenjar sublingualismenghasilkan getah yang mengandung air dan lendir. Ludah berfungsi untuk
memudahkan penelanan makanan. Jadi, ludah berfungsi untuk membasahi dan melumasi makanan sehingga
mudah ditelan. Selain itu, ludah juga melindungi selaput mulut terhadap panas, dingin, asam, dan basa. Di
dalam ludah terdapat enzim ptialin (amilase). Enzim ptialin berfungsi mengubah makanan dalam mulut yang
mengandung zat karbohidrat (amilum) menjadi gula sederhana (maltosa). Maltosa mudah dicerna oleh organ
pencernaan selanjutnya. Enzim ptialin bekerja dengan baik pada pH antara 6,8 7 dan suhu 37 oC.

2.

Kerongkongan

Kerongkongan (esofagus) merupakan saluran penghubung antara rongga mulut dengan lambung.
Kerongkongan berfungsi sebagai jalan bagi makanan yang telah dikunyah dari mulut menuju lambung. Jadi,
pada kerongkongan tidak terjadi proses pencernaan.
Otot kerongkongan dapat berkontraksi secara bergelombang sehingga mendorong makanan masuk ke dalam
lambung. Gerakan kerongkongan ini disebut gerak peristalsis. Gerak ini terjadi karena otot yang memanjang
dan melingkari dinding kerongkongan mengkerut secara bergantian. Jadi, gerak peristalsis merupakan gerakan

kembang kempis kerongkongan untuk mendorong makanan masuk ke dalam lambung. Untuk lebih jelasnya,

dapat dilihat pada gambar berikut.


Gerak peristalsis dalam kerongkongan
Makanan berada di dalam kerongkongan hanya sekitar enam detik. Bagian pangkal kerongkongan (faring)
berotot lurik. Otot lurik pada kerongkongan bekerja secara sadar menurut kehendak kita dalam proses
menelan. Artinya, kita menelan jika makanan telah dikunyah sesuai kehendak kita. Akan tetapi, sesudah
proses menelan hingga sebelum mengeluarkan feses, kerja otot-otot organ pencernaan selanjutnya tidak
menurut kehendak kita (tidak disadari).

3.

Lambung

Lambung (ventrikulus) merupakan kantung besar yang terletak di sebelah kiri rongga perut sebagai tempat
terjadinya sejumlah proses pencernaan. Lambung terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian atas (kardiak), bagian
tengah yang membulat (fundus), dan bagian bawah (pilorus). Kardiak berdekatan dengan hati dan
berhubungan dengan kerongkongan. Pilorus berhubungan langsung dengan usus dua belas jari. Di bagian
ujung kardiak danpilorus terdapat klep atau sfingter yang mengatur masuk dan keluarnya makanan ke dan dari
lambung. Struktur lambung dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Struktur lambung
Dinding lambung terdiri dari otot yang tersusun melingkar, memanjang, dan menyerong. Otot-otot tersebut
menyebabkan lambung berkontraksi, sehingga makanan teraduk dengan baik dan bercampur merata dengan

getah lambung. Hal ini menyebabkan makanan di dalam lambung berbentuk seperti bubur. Dinding lambung
mengandung sel-sel kelenjar yang berfungsi sebagai kelenjar pencernaan yang menghasilkan getah lambung.
Getah lambung mengandung air lendir (musin), asam lambung, enzim renin, dan enzim pepsinogen. Getah
lambung bersifat asam karena banyak mengandung asam lambung. Asam lambung berfungsi membunuh
kuman penyakit atau bakteri yang masuk bersama makanan dan juga berfungsi untuk
mengaktifkan pepsinogen menjadipepsin. Pepsin berfungsi memecah protein menjadi pepton dan proteosa.
Enzim renin berfungsi menggumpalkan protein susu (kasein) yang terdapat dalam susu. Adanya
enzim renin dan enzim pepsin menunjukkan bahwa di dalam lambung terjadi proses pencernaan kimiawi.
Selain menghasilkan enzim pencernaan, dinding lambung juga menghasilkan hormon gastrin yang berfungsi
untuk pengeluaran (sekresi) getah lambung. Di dalam lambung terjadi gerakan mengaduk. Gerakan mengaduk
dimulai dari kardiak sampai di daerah pilorus. Gerak mengaduk terjadi terus menerus baik pada saat lambung
berisi makanan maupun pada saat lambung kosong. Jika lambung berisi makanan, gerak mengaduk lebih giat
dibanding saat lambung dalam keadaan kosong. Mungkin kita pernah merasakan perut terasa sakit dan
berbunyi karena perut kita sedang kosong. Hal itu disebabkan gerak mengaduk saat lambung kosong. Untuk

lebih jelasnya dapat dilihat gambar berikut.


Gerak mengaduk pada lambung.
Makanan umumnya bertahan tiga sampat empat jam di dalam lambung. Makanan berserat bahkan dapat
bertahan lebih lama. Dari lambung, makanan sedikit demi sedikit keluar menuju usus dua belas jari
melalui sfingter pilorus.

4. Usus Halus
Usus halus (intestinum) merupakan tempat penyerapan sari makanan dan tempat terjadinya proses
pencernaan yang paling panjang. Usus halus terdiri dari :
1.

Usus dua belas jari (duodenum)

2.

Usus kosong (jejenum)

3.

Usus penyerap (ileum)

Pada usus dua belas jari bermuara saluran getah pankreas dan saluran empedu. Pankreas menghasilkan
getah pankreas yang mengandung enzim-enzim sebagai berikut :
1.

Amilopsin (amilase pankreas) Yaitu enzim yang mengubah zat tepung (amilum) menjadi gula lebih
sederhana (maltosa).

2.

Steapsin (lipase pankreas) Yaitu enzim yang mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

3.

Tripsinogen Jika belum aktif, maka akan diaktifkan menjadi tripsin, yaitu enzim yang mengubah protein
danpepton menjadi dipeptida dan asam amino yang siap diserap oleh usus halus.

Empedu dihasilkan oleh hati dan ditampung di dalam kantung empedu. Selanjutnya, empedu dialirkan melalui
saluran empedu ke usus dua belas jari. Empedu mengandung garam-garam empedu dan zat warna empedu

(bilirubin). Garam empedu berfungsi mengemulsikan lemak. Zat warna empedu berwarna kecoklatan, dan
dihasilkan dengan cara merombak sel darah merah yang telah tua di hati. Zat warna empedu memberikan ciri
warna cokelat pada feses. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada gambar berikut.

Pada bagian usus dua belas jari bermuara saluran getah pankreas dan saluran empedu.
Selain enzim dari pankreas, dinding usus halus juga menghasilkan getah usus halus yang mengandung enzimenzim sebagai berikut :
1.

Maltase, berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa.

2.

Laktase, berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.

3.

Sukrase, berfungsi mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.

4.

Tripsin, berfungsi mengubah pepton menjadi asam amino.

5.

Enterokinase, berfungsi mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin.

Di dalam usus halus terjadi proses pencernaan kimiawi dengan melibatkan berbagai enzim pencernaan.
Karbohidrat dicerna menjadi glukosa. Lemak dicerna menjadi asam lemak dan gliserol, serta protein dicerna
menjadi asam amino. Jadi, pada usus dua belas jari, seluruh proses pencernaan karbohidrat, lemak, dan
protein diselesaikan. Selanjutnya, proses penyerapan (absorbsi) akan berlangsung di usus kosong dan
sebagian besar di usus penyerap. Karbohidrat diserap dalam bentuk glukosa, lemak diserap dalam bentuk
asam lemak dan gliserol, dan protein diserap dalam bentuk asam amino. Vitamin dan mineral tidak mengalami

pencernaan dan dapat langsung diserap oleh usus halus. Struktur usus halus dapat dilihat pada gambar

berikut ini.
Penampang Usus Halus Manusia
Pada dinding usus penyerap terdapat jonjot-jonjot usus yang disebut vili (Lihat gambar diatas). Vili berfungsi
memperluas daerah penyerapan usus halus sehingga sari-sari makanan dapat terserap lebih banyak dan
cepat. Dinding vili banyak mengandung kapiler darah dan kapiler limfe (pembuluh getah bening usus). Agar
dapat mencapai darah, sari-sari makanan harus menembus sel dinding usus halus yang selanjutnya masuk
pembuluh darah atau pembuluh limfe. Glukosa, asam amino, vitamin, dan mineral setelah diserap oleh usus
halus, melalui kapiler darah akan dibawa oleh darah melalui pembuluh vena porta hepar ke hati. Selanjutnya,
dari hati ke jantung kemudian diedarkan ke seluruh tubuh. Asam lemak dan gliserol bersama empedu
membentuk suatu larutan yang disebut misel. Pada saat bersentuhan dengan sel vili usus halus, gliserol dan
asam lemak akan terserap. Selanjutnya asam lemak dan gliserol dibawa oleh pembuluh getah bening usus
(pembuluh kil), dan akhirnya masuk ke dalam peredaran darah. Sedangkan garam empedu yang telah masuk
ke darah menuju ke hati untuk dibuat empedu kembali. Vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K)
diserap oleh usus halus dan diangkat melalui pembuluh getah bening. Selanjutnya, vitamin-vitamin tersebut
masuk ke sistem peredaran darah. Umumnya sari makanan diserap saat mencapai akhir usus halus. Sisa
makanan yang tidak diserap, secara perlahan-lahan bergerak menuju usus besar.

5. Usus Besar
Makanan yang tidak dicerna di usus halus, misalnya selulosa, bersama dengan lendir akan menuju ke usus
besar menjadi feses. Di dalam usus besar terdapat bakteri Escherichia coli. Bakteri ini membantu dalam
proses pembusukan sisa makanan menjadi feses. Selain membusukkan sisa makanan, bakteri E. coli juga
menghasilkan vitamin K. Vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan darah. Sisa makanan dalam
usus besar masuk banyak mengandung air. Karena tubuh memerlukan air, maka sebagian besar air diserap
kembali ke usus besar. Penyerapan kembali air merupakan fungsi penting dari usus besar. Usus besar terdiri
dari bagian yang naik, yaitu mulai dari usus buntu (apendiks), bagian mendatar, bagian menurun, dan berakhir

pada anus. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Struktur usus besar


Perjalanan makanan sampai di usus besar dapat mencapai antara empat sampai lima jam. Namun, di usus
besar makanan dapat disimpan sampai 24 jam. Di dalam usus besar, feses di dorong secara teratur dan
lambat oleh gerakan peristalsis menuju ke rektum (poros usus). Gerakan peristalsis ini dikendalikan oleh otot
polos (otot tak sadar).

6. Anus
Merupakan lubang tempat pembuangan feses dari tubuh. Sebelum dibuang lewat anus, feses ditampung
terlebih dahulu pada bagian rectum. Apabila feses sudah siap dibuang maka otot spinkter rectum mengatur
pembukaan dan penutupan anus. Otot spinkter yang menyusun rektum ada 2, yaitu otot polos dan otot lurik.
Jadi, proses defekasi (buang air besar) dilakukan dengan sadar, yaitu dengan adanya kontraksi otot dinding
perut yang diikuti dengan mengendurnya otot sfingter anus dan kontraksi kolon serta rektum. Akibatnya feses
dapat terdorong ke luar anus. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Struktur anus

6.1. MULUT
Mulut adalah pintu masuk makanan. Di dalam mulut terdapat lidah, rongga mulut, kelenjar
ludah, dan gigi. Jadi fungsi mulut bermacam-macam yaitu menghancurkan makanan,
mencerna makanan, mengecap rasa makanan, dan membantu menelan makanan. Di
dalam mulut terjadi pencernaan mekanis (dengan gigi dan lidah) dan pencernaan kimiawi
(dengan ludah yang mengandung enzim ptialin). Berikut adalah gambar anatomi mulut
beserta bagian-bagiannya:

Mulut terdiri dari:


1.

Langit-langit

2.

Gigi

3.

Gusi

4.

Tulang langit-langit

5.

Pembuluh darah dan saraf langit-langit

6.

Amandel

7.

Lidah

8.

Anak lidah

6.2. Kerongkongan

Kerongkongan adalah penghubung antara mulut dan lambung. Kerongkongan disebut juga
esofagus. Kerongkongan berbentuk tabung dan terdapat otot. Otot pada kerongkongan
berfungsi untuk membawa makanan dari mulut ke lambung dengan menggunakan gerak
peristaltik. Berikut adalah gambar anatomi kerongkongan beserta bagian-bagiannya:

Kerongkongan dibagi menjadi tiga bagian yaitu:


1.

Bagian superior yang sebagian besar terdiri dari otot rangka.

2.

Bagian tengah yang terdiri dari campuran otot rangka (otot lurik) dan otot polos.

3.

Bagian inferior yang terdiri dari otot polos.

6.3. Lambung

Lambung adalah organ pencernaan yang berfungsi untuk mencerna berbagai zat-zat
makanan. Letak lambung berada di bawah sekat rongga badan. Di dalam lambung terjadi
pencernaan kimiawi dengan menggunakan enzim pepsin, enzim renin, enzim lipase, dan
asam lambung (HCl). Berikut adalah gambar anatomi lambung beserta bagian-bagiannya:

Lambung terdiri dari tiga bagian utama yaitu kardiak, fundus, dan pilorus. Di ujung bagian
atas lambung yang berbatasan dengan kerongkongan terdapat sfingter yang berfungsi
untuk menjaga makanan agar tidak keluar dari lambung dan dimuntahkan kembali.
Sedangkan di bagian bawah yang berbatasan dengan usus dua belas jari disebut sfingter
pilorus.

6.4. Usus Halus

Usus halus adalah tempat penyerapan sari-sari makanan. Disini juga terjadi proses
pencernaan kimiawi dengan bantuan enzim tripsin, enzim disakarase, enzim erepsin,
dan enzim lipase. Sari-sari makanan diserap melalui jonjot-jonjot usus yang disebut
vili. Seluruh sari makanan kecuali asam lemak dan gliserol diangkut melalui vena
porta menuju ke hati. Sedangkan asam lemak dan gliserol diangkut melalui
pembuluh limfa. Berikut adalah gambar anatomi usus halus beserta bagianbagiannya:

Di usus halus juga terdapat duodendum (usus dua belas jari), jejunum, dan ileum.

6.5. Usus Besar

Usus besar adalah usus yang terbesar. Fungsi usus besar adalah untuk memilah
kembali hasil pencernaan. Disini terjadi penyerapan air dengan jumlah yang terbesar
daripada organ lain dan terjadi proses pembusukan sisa-sisa makanan dengan
bantuan bakteri. Berikut adalah gambar anatomi usus besar beserta bagianbagiannya:

Struktur usus besar terdiri dari:


1.

Usus buntu

2.

Kolon asedens (kolon naik)

3.

Kolon transversum (kolon datar)

4.

Kolon desendens (kolon turun)

5.

Rektum. Tempat menyimpan feses sebelum dikeluarkan melalui anus.

6.6. Anus

Anus atau dubur adalah penghubung antara rektum dengan lingkungan luar tubuh. Di anus
terdapat otot sphinkter yang berfungsi untuk membuka dan menutup anus. Fungsi utama
anus adalah sebagai alat pembuangan feses melalui proses defekasi (buang air besar).
Berikut adalah gambar anatomi anus beserta bagian-bagiannya:

Di anus terdapat otot sphinkter, rektum, dan vena. Fungsi otot sphinkter adalah untuk
membuka atau menutup anus. Sedangkan fungsi rektum adalah untuk menyimpan feses
sementara waktu.

. Rongga Mulut
Proses pencernaan karbohidrat dimulai dari rongga mulut. Makanan yang mengandung
karbohidrat dikunyah di dalam rongga mulut sehingga bercampur dengan air ludah. Air ludah
mengandung enzim amilase, enzim yang berfungsi mengurai karbohidrat menjadi glukosa.
Adapun jika pengunyahan dilakukan lebih lama, oleh amilase karbohidratumumnya langsung
diubah menjadi maltosa. Perlu diketahui bahwa amilase berkerja optimal pada pH ludah netral.

2. Tenggorokan
Setelah melalui pencernaan mekanis yang dilakukan gigi dan pencernaan kimiawi yang
dilakukan ludah, karbohidrat kemudian ditelan masuk dan melewati tenggorokan (esofagus).
Pada organ ini, proses pencernaan karbohidrat sama sekali tidak terjadi. Ia hanya lewat dengan

mudah dalam hitungan detik karena saluran esofagus sangat licin akibat cairan mucus yang
dihasilkan dindingnya.

3. Lambung
Dari tenggorokan, karbohidrat langsung diterima lambung untuk kemudian diolah dan
dicampurkan dengan asam lambung (HCl) yang bersifat korosif. Pencampuran karbohidrat,
asam lambung, dan makanan lain terjadi dengan bantuan gerakan kontraksi lambung. Proses
ini membuat karbohidrat menjadi lebih cair dan hancur. Cairan karbohidrat yang bercampur
dengan makanan lain ini kemudian disebut dengan istilah chymus. [Baca :Sistem Pencernaan
pada Hewan Ruminansia]

4. Usus Halus
Proses pencernaan karbohidrat di usus halus melalui beberapa organ penting yang masingmasing memiliki peranan yang berbeda. Organ tersebut antara lain:

a. Usus 12 Jari (Duodenum)


Chymus yang mengandung karbohidrat yang berasal dari lambung diteruskan ke usus 12 jari
(duodenum) untuk kemudian dicerna lebih lanjut. Proses pencernaan karbohidrat dalam usus
12 jari dilakukan secara kimiawi menggunakan enzim amilopsin atau enzim amilase yan
dihasilkan dari getah pankreas. Enzim ini memecah amilum yang belum sempat terurai
sempurna di rongga mulut untuk menjadi disakarida.
b. Usus Kosong (Jejunum)
Setelah melalui usus 12 jari, proses pencernaan karbohidrat yang telah berwujud disakarida ini
kemudian dilanjut oleh organ selanjutnya, yakni usus kosong (jejunum). Di dalam organ ini,
disakarida dipecah menjadi monosakarida dengan bantuan enzim-enzim disakaridase (maltase,
laktase, dan sukrase) yang terdapat pada getah usus halus hasil sekresi dinding-dindingnya.
Pemecahan disakarida tergantung pada jenis dan jumlahnya, yaitu:

Maltosa menjadi 2 mol glukosa dengan bantuan enzim maltase

Laktosa menjadi 1 mol glukosa dan 1 mol galaktosa dengan bantuan enzim
laktase

Sukrosa menjadi 1 mol glukosa dan 1 mol fruktosa dengan bantuan enzim
sukrase

c. Usus Penyerap (Ileum)


Setelah melalui usus kosong, monosakarida-monosakarida hasil penguraian enzim
disakaridase kemudian diserap oleh dinding ileum atau usus penyerap. Serapan monosakarida
ini lalu diabsorpsi dan diangkut sistem sirkulasi darah lewat vena porta dan disalurkan ke
seluruh tubuh menjadi energi yang siap digunakan.

5. Usus Besar dan Anus


Ampas makanan yang sari karbohidrat-nya telah diserap oleh usus halus, selanjutnya berlalu
menuju usus besar. Ampas ini kemudian menjadi substrat potensial yang difermentasi oleh
beberapa mikroorganisme di dalam usus besar, sebelum akhirnya dibuang melalui anus.

PROSES PENYERAPAN (ABSORBSI) ZAT GIZI OLEH TUBUH


KARBOHIDRAT
Sebagian besar pencernaan kimiawi terjadi dalam usus kecil. Semua zat
tepung yang tersisa (bukan yang telah diuraikan oleh amilase ludah) akan dikurangi
menjadi glukosa oleh amilase yang dihasilkan oleh pankreas atau lapisan usus kecil itu
sendiri.

Semua disakarida akan

dikurangi

menjadi monosakarida.

[Jika

seseorang

mengalami kekurangan laktase, maka laktosa akan tetap utuh dan akan menyebabkan
masalah pada bagian bawah dari usus besar.] Enzim yang bertanggung jawab terhadap
penguraian karbohidrat disebut sebagaikarbohidrase.

Proses pencernaan karbohidrat


Makanan + enzim amilase menghidrolisis pati disakarida maltose menuju
lambung amylase ludah dicerna oleh asam klorida dan enzim pencerna protein enzim
amylase

yang

deikluraka

maltosa penyelesaian

pankreas
pencernaan

mencerna

pati

karbohidrat

menjadi
oleh

dekstrin

dan

enzim-enzim

disakaride dikeluarkan oleh sel-sel mukosa usus halus, berupa maltase, sukrase, dan

lactase.
Absorpsi karbohidrat
Monosakarida (glukosa, fruktosa, dan galaktosa) diabsorpsi melalui sel epitel usus
halus. Bila konsentrasi monosakarida cukup tinggi, absorpsi terjadi secara pasif. Bila
konsentrasi turun absorpsi terjadi secara aktif. Glukosa dan galaktosa lebih cepat
diabsorpsi daripada fruktosa. Mono sakarida melalui pembuluh vena aorta dibawa ke ahti
dimana fruktosa dan galaktosa diubah menjadi glukosa. Jadi semua disakarida diubah

menjadi glukosa pada akhirnya.


Ekskresi karbohidrat
Dalam waktu 1-4 jam setelah makan, serat makan dan sebagian kecil pati yang tidak
dapat dicerna, akan memasuki usus besar untuk difermentasikan oleh mikroorganisme.
Produk utama fermentasi karbohidrat dalam usus besar adalah karbondioksida, hydrogen,
metan, dan asam-asam lemak rantai pendek yang mudah menguap. Pada kadar rendah,
sebagian gas-gas hasil fermentasi akan dikeluarakan melalui paru-paru, tetapi apabila
melampaui kemampuan koln untuk mengabsorpsi, maka gas akan keluar melalui asnus
(flatus).
Sumber karbohidrat terdapat dalam serealia, umbi-umbian, kacang-kacangan, gula,
hasil, olahan seperti mie, roti, bihun, tepung-tepungan, selai, sirup, dan lain sebagainya.
Kekurangan karbohidrat dalam jangka panjang dapat menyebabkan terjadinya kekurangan
gizi. Sedangkan apabila terlalu berlebihan dalam mengkonsumsi karbohidrat dapat
menimbulakan bahaya obesitas.

LEMAK
Lemak pertama-tama harus mengalami emulsi oleh air empedu, yang terbuat dalam
ati yang tersimpan dalam kandung empedu, dan dikeluarkan ke dalam duodenum saat
terdapatnya lemak. Triglyceride akan diuraikan menjadi asam lemak dan glycerol, walaupun
sering terdapat satu asam lemak yang terlekat pada glycerol dan terserap sebagai

monoglyceride. Enzim yang mempercepat reaksi kimia penguraian lemak disebut lipase.
Proses pencernaan lemak

Makanan

trigliserida digliserida
Kemudian

Lipase

ludah mengeluarkan

air

dan

(dari

asam
pancreas

enzim

lemak asam
dan

dinding

lipase

lingual hidrolisis

empedu mengelmulsi
usus

lemak.

halus) menghidrolisis

lemak emulsi digliserida, monoliiserida, gliserol dan asam lemak. Fosfilipase dari
pancreas menghidrolisis fosfolipida asam lemak dan lisofsofogliserida. Selanjtnya

Kolesterol esterase dari pancreas menghidrolisis ester kolesterol.


Proses absorpsi lemak
Hasil

pencernaan

lipida diabsorpsi

ke

dalam

membrane

mukosa

usus

halus melalui cara difusi pasif.


Sumber utama lemak adalah minyak tumbuh-tumbuhan (minyak kelapa, sawit,
jagung, dll), mentega, margarine, lemak hewani, kacang-kacangan ,susu, keju, makanan
yang dimasak menggunakan minyak, dan lain sebagainya. Defisiensi lemak akan
megurangi ketersesiaan energi dan mengakibatkan terjadinya katabolisme (perombakan
protein). Kekurangan lemak juga dapat menyebabkan terganggunya perumbuhan serta
terjadinya kelainan pada kulit. Sedangkan kelebihan lemak berhubungan dengan kenaikan
plasma (hipertrigliseridermia) juga diakitakan dengan penyakit jantung koroner. Kadar
trigliserida plasma banyak dipengaruhi oleh kandungan karbohidrat makanan dan
kegemukan.
PROTEIN
Protein diuraikan ke dalam unsur asam aminonya. Ikatan antara dua asam amino
disebut sebagai ikatan peptide. Maka dua asam amino yang terikat disebut dipeptide, tiga
disebut tripeptide, empat sampai sepuluh disebut oligopeptide, and lebih dari sepuluh
disebut polypeptide. Enzim yang memisahkan protein-protein yang asli disebut protease,
dan enzim yang memisahkan setiap asam amino disebut peptidase.

Pencernaan protein
Asam klorida lambung membuka gulungan protein (proses denaturasi) enzim
pencernaan memecah petida asam klorida mengubah enzim pepsinogen tidak
aktif menjadi bentuk enzim aktif pepsin __. Sehingga terbentuk campuran polipeptida,
protease,

dan

pepton pancreas

mengeluarkan

tripsinogen,

kimotripsinogen,

porkarboksipeptidase, dan protease.


Sentuhan kimus terhadap mukosa usus halus akan merangsang keluarnya enzim
enetrikonase yang mengubah tripsinogen tidak aktif yang berasal dari pancreas menjadi
tripsin aktif. Trispin dapat mengaktifkan enzim-enzim proteolitik lain dari pancreas.
Kimotripsinogen diubah menjadi karboksipeptidase dan elastase aktif. Enzim-enzim

pancreas ini memecah protein dari polipeptida menjadi peptide yang lebih pendek, yaitu
tripeptida, dipeptida, dan sebagian menjadi asam amino.
Mukosa usus halus mengeluarkan eznim asam amino peptidase yang memecah
dipaptida tertentu menadi asam amino bebas. Mukosa usus halus juga mengandung enzim
dipeptidase yang memecah dipeptida tertentu. Enzim-enzim proteolitik pada akhirnya dapat

mencernakan sebagian protein makanan menjadi asam amino bebas.


Absorpsi protein
Asam amino segera di absorpsi 15 menit setelah kita makan. Absorpsi ini
menggunakan transport natrium seperti halnya pada absorpsi glukosa.
Asam amino memasuki system sirkulasi darah melalui vena porta lalu
dibawa ke hati sebagian digunakan oleh ahti dan sebagian lagi melalui sirkulasi darah
yang dibawa ke sel-sel jaringan tubuh.
Sebagian asam amino telah diabsorpsi pada saat asam amino sampai diujung usus
halus. Beberapa jenis protein karena strukstur fisika atau kimianya tidak dapat dicerna dan
dikeluarkan melalui usus halus tanpa perubahan. Protein yang tidak dapat di absorpsi akan
masuk ke dalam usus besar. Dalam usus besar terjadi metabolism mikroflora kolondan, dan
produknya dikeluarkan dalam bentuk feses.
Sumber protein berasal dari bayhan makanan seperti telur, susu, daging, unggas,
ikan, kerang. Selain itu, ada juga sumber protein nabati kacang-kacangan dan hasil olahnya
seperti tahu, tempe, dengan asam amino pembatas metionin. Protein tidak komplit dengan
asam amino pembatas lisin. Defisiensi protein dapat menimbulakan berbagai penyakit,
antara laina, kwashiorkor, marasmus, dan pertumbuhan terhambat. Sedangkan apabila
kelebihan protein akan menimbulakn asidosis, dehidrasi, diare, kenaikan amoniak darah,
kenaikan urea darah, demam, serta obesitas.

Ginjal
Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di rongga perut sebelah kanan dan kiri ruas
tulang belakang. Letak ginjal sebelah kiri lebih tinggi dari ginjal sebelah kanan. Itu karena di
atas ginjal sebelah kanan terdapat hati yang berukuran besar. Bentuk ginjal seperti biji
kacang berwarna merah keunguan dengan panjang sekitar 10 cm dan berat sekitar 200
gram. Ginjal dibungkus oleh semacam selaput tipis yang disebut kapsul.

Ginjal manusia berwarna merah kecoklat-coklatan, berbentuk seperti kacang merah,


berukuran sebesar kepalan tangan, dan jumlahnya sepasang.
Ginjal berfungsi untuk menyaring darah dan menghasilkan urine.

a. Bagian-bagian Ginjal
Bentuk ginjal yang sudah diiris membujur dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

b. Proses pembentukan Urine


Urine terbentuk melalui serangkaian proses yaitu dimulai dari penyaringan (filtrasi),
penyerapan kembali (reabsorpsi), dan pengeluaran zat (augmentasi).
gambar
c. Sistem Uriner
Urine dari rongga ginjal dialirkan melalui ureter menuju kandung kemih. Jika kandung kemih
sudah cukup banyak mengandung urine, maka dinding kandung kemih menjadi tertekan
sehingganya tekanan inilah yang menimbulkan rasa ingin buang air kecil. Selanjutnya, urine
dikeluarkan melalui saluran pembuangan yang disebut uretra.

2. Kulit
Kulit adalah lapisan jaringan yang terdapat di permukaan tubuh. Pada permukaan kulit
terdapat kelenjar keringat yang mengekskresi zat-zat sisa. Zat-zat sisa yang dikeluarkan
melalui pori-pori kulit berupa keringat yang tersusun dari air dan garam-garam mineral
terutama garam dapur (NaCl) yang merupakan hasil metabolisme protein.

Selain sebagai alat pengeluaran, fungsi kulit sebagai berikut :


a. Pengatur suhu tubuh.
b. Pelindung tubuh dari gangguan fisik berupa tekanan, gangguan biologis berupa jamur
dan gangguan yang bersifat kimiawi.
c. Tempat penyimpanan kelebihan lemak.
d. Tempat pembentukan vitamin D dari provitamin D dengan bantuan sinar matahari.
e. Tempat indera peraba dan perasa.
3. Paru-paru
Selain sebagai alat pernafasan, paru-paru juga sebagai alat ekskresi yaitu mengeluarkan
karbondioksida dan uap air.
Paru-paru terletak dalam rongga dada dan bagian bawahnya menempel pada diafragma.

4. Hati
Hati merupakan kelenjar terbesar pada manusia, warnanya merah tua, dan massanya lebih
kurang 2 kg. Hati terbagi dalam dua belahan utama, yaitu belahan kanan dan kiri.
Hati berperan sebagai alat ekskresi sekaligus alat sekresi, karena hati menghasilkan cairan
empedu yang berguna dalam proses pencernaan lemak.

Selain sebagai alat pengeluaran, hati berfungsi sebagai berikut :


a. menyimpan gula dalam bentuk glikogen.
b. menawarkan racun.

c. mengubah provitamin A menjadi vitamin A.


d. mengatur kadar gula dalam darah.
e. membuat fibrinogen serta protombin.
f. tempat pembentukan urea
g. menghasilkan cairan empedu