Anda di halaman 1dari 4

MODIFICATION ATMOSPHERE PACKAGING (MAP)

PADA PRODUK HORTIKULTURA


Teknologi Pasca Panen

Oleh :
Luthfie Aziz (20140210053)

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2016

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN MODIFIED ATMOSPHERE PACKAGING (MAP)


Pengemasan atmosfir termodifikasi atau Modified atmosphere Packaging (MAP) adalah
pengemasan produk dengan menggunakan bahan kemasasn yang dapat menahan keluar
masuknya gas sehingga konsentrasi gas di dalam kemasan berubah dan hal ini menyebabkan laju
respirasi produk menurun, mengurangi pertumbuhan mikroba, mengurangi kerusakan oleh
enzim, serta memperpanjang umur simpan. MAP ini banyak digunakan dalam teknologi olah
minimal buah-buahan dan sayur segar serta buah-buahan pangan yang siap santap (ready-to-eat).
MAP merupakan suatu teknologi pengemasan yang dilakukan pada produk pangan
dengan tujuan agar dapat mempertahankan umur simpan produk pangan tersebut. MAP
umumnya menghalangi pergerakan udara, memungkinkan proses respirasi normal produk,
mengurangi kadar oksigen, dan meningkatkan kadar kaarbondioksida udara di dalam kemasan.
MAP dapat digunakan dalam container pengapalan dan dalam unit-unit kemasan konsumen.
Modifikasi atmosfer dan secara aktif ditimbulkan dengan membuat sedikit vakum dalam
kemasan tertutup (seperti kantong polietilen yang tidak berventilasi), dan kemudian memasukkan
campuran komposisi atmosfer yang diinginkan yang sudah jadi dari luar. Jenis plastik yang
digunakan dalam metode pengemas MAP adalah plastic jenis LDPE (Low Density Polyethilene),
HDPE (High Density Polyethilene), PVC (Polyvinylchloride), dan PP (Polypropylene). Secara
umum, penurunan konsentrasi oksigen dan peningkatan konsentrasi karbondioksida akan
bermanfaat terhadap kebanyakan komoditi.
Terdapat kelebihan dan kekurangan dalam penggunaan teknologi MAP, diantaranya
adalah:
A. Kelebihan Teknologi MAP
1. Berpotensi Meningkatkan Umur Simpan 50-400%
Dengan menggunakan teknologi MAP, umur simpan dapat ditingkatkan karena bahan
kemasan yang digunakan dapat menahan keluar masuknya gas sehingga konsentrasi gas di dalam
kemasan berubah dan hal ini menyebabkan laju respirasi produk menurun, mengurangi
pertumbuhan mikroba, mengurangi kerusakan oleh enzim, hingga akhirnya umur simpan produk
dapat ditingkatkan.

2. Mengurangi Kehilangan

Proses transpirasi dan respirasi yang berujung pada kehilangan berat (penyusutan) dapat
ditekan karena konsentrasi gas dalam kemasan didominasi oleh karbondioksida yang dapat
menekan laju transpirasi dan respirasi. Keberadaan oksigen yang tinggi di dalam kemasan, dapat
memacu laju respirasi dan proses metabolisme, sehingga kemungkinan akan kehilangan berat
maupun kualitas komoditas semakin besar. Selain itu, kemasan MAP dapat mengurangi jumlah
uap air yang hilang dari produk.
3. Produk dapat Didistribusikan pada Area Pemasaran yang Lebih Luas
Penggunaan teknologi MAP dapat memperpanjang umur simpan produk. Oleh karena itu,
produk yang dipasarkan bisa menjangkau ke daerah yang jauh dari tempat produksi, dengan kata
lain kualitas produk bisa dipertahankan hingga produk sampai di tempat tujuan walaupun
memakan waktu yang lama.
4. Produk yang Dihasilkan Bermutu Tinggi
Mutu produk yang dihasilkan oleh pengemasan dengan teknologi MAP akan tinggi
karena bahan pengemas yang digunakan berkualitas tinggi, dapat mengurangi pertumbuhan
mikroba, serta mengurangi kerusakan oleh enzim. Oleh karena proses kerusakan produk dapat
ditekan, maka produk yang dihasilkan akan tetap berkualitas tinggi.
5. Kemasan Higienis, Disegel, dan Bebas dari Tetesan Air dan Bau
Produk yang dikemas menggunakan teknologi MAP sudah tentu disegel dan kedap udara
dari luar kemasan sehingga bau dan mikroorganisme yang berasal dari luar kemasan tidak akan
memperngaruhi produk dalam kemasan MAP.
6. Memperbaiki Penampilan Produk
Produk yang dikemas menggunakan bahan pengemas MAP akan terlihat lebih menjual
dibanding bahan pengemas konvensional karena berkualitas tinggi.
7. Sedikit atau Bahkan Tidak Memerlukan Pengawet
Penggunaan teknologi MAP dapat memperpanjang umur simpan produk secara alami.
Oleh karena itu, penggunaan pengawet berbahan kimia atau sintetis tidak diperlukan.

B. Kekurangan Teknologi MAP


1. Biaya Tambahan

Bahan pengemas yang diperlukan untuk menerapkan MAP memiliki beberapa kriteria
agar bisa mengatur keluar masuknya gas-gas yang diperlukan dan yang tidak diperlukan tentu
memiliki harga yang lebih tinggi dari pada bahan pengemas konvensional. Selain itu, penerapan
MAP memerlukan peralatan yang canggih serta tenaga ahli yang professional, hal tersebut
memerlukan biaya tambahan yang juga tidak sedikit.
2. Memerlukan Kontrol Suhu
Peningkatan suhu dapat menyebabkan perubahan jumlah serta aktivitas mikroorganisme
dalam produk.
3. Diperlukan Formulasi Gas yang Berbeda
Ada 3 tipe formulasi gas yang digunakan dalam MAP, yaitu: Inert blanketing (N 2); Semireactive blanketing (CO2/N2 or O2/CO2/N2); Fully-reactive blanketing (CO2 or CO2/O2). Demi
mewujudkan formulasi tersebut, diperlukan alat yang canggih serta keterampilan dan bukan
merupakan hal yang mudah.
4. Peralatan dan SDM Khusus
5. Meningkatkan Volume Kemasan
Untuk mengatur sirkulasi gas dalam kemasan MAP dengan baik, diperlukan kemasan
yang bervolume lebih besar. Kemasan yang besar akan memerlukan ruang tempat penyimpanan
yang lebih besar serta biaya transportasi yang lebih.
6. Keuntungan akan Hilang jika Kemasan Terbuka atau Bocor
Kemasan yang bocor atau terbuka, maka konsentrasi gas dalam kemasan akan tercampur
dengan gas yang ada di luar kemasan. Jika hal itu terjadi, maka kondisi atmosfer sudah tidak
termodifikasi lagi yang berakibat pada tidak berjalannya fungsi dari MAP itu sendiri.