Anda di halaman 1dari 3

Artika El Sonia

1400025
Kadar air adalah perbedaan antara berat bahan sebelum dan sesudah dilakukan
pemanasan. Metode pengukuran kadar air yang digunakan adalah metode destilasi dan metode
oven. Prinsip metode destilasi adalah menguapkan air dengan pembawa cairan kimia yang
mempunyai titik didih lebih tinggi daripada air dan tidak dapat campur dengan air serta
mempunyai berat jenis lebih rendah daripada air. Alat yang dipakai pada metode destilasi adalah
Sterling-Bidwell. Pelarut yang digunakan adalah toluene. Penambahan toluene ditujukan agar
lemak tidak ikut menguap saat di distilasi, lemak yang bersifat non-polar akan larut dalam
toluene yang juga pelarut non polar. Dengan demikian yang menguap hanyalah airnya saja. Air
tersebut kemudian di timbang dan kadarnya ditentukan dari selisih disilat (air) dengan berat
sample awal.
Kelebihan dari metode ini adalah transfer efektif dan efisien, penghilangan air lebih
cepat, atmosfer inert (kerusakan oksidasi lebih rendah), kadar air ditetapkan langsung dan hasil
akhir merupakan nilai kadar air yang nyata dan bukan karena kehilangan berat contoh. Hasil
lebih teliti dibandingkan metode pengeringan oven karena jumlah contoh lebih banyak. Waktu
analisis singkat (0,5-1 jam), peralatan sederhana dan mudah didapat serta pengaruh kelembababn
lingkungan dapat dihindari dan dapat mencegah oksidasi selama pemanasan. Selain itu metode
ini memiliki cara pengerjaan sederhana dan mudah ditangani.Sementara kelemahannya adalah
jumlah sampel yang dapat dianalisis bersamaan sedikit, permukaan alat gelas harus selalu bersih
dan kering. Senyawa alkohol atau gliserol mungkin terdistilasi bersama air yang dapat
mengakibatkan data yang diperoleh lebih tinggi dari nilai sebenarnya. Pelarut yang digunakan
mudah terbakar, sebagian pelarut beracun (misal benzena), serta ketelitian membaca volume air
yang terkondensasi terbatas.
Kemudian untuk metode oven prinsipnya adalah menguapkan air yang ada dalam bahan
dengan cara pemanasan kemudian menimbang bahan sampai berat konstan dan itu berarti semua
air sudah diuapkan. Keuntungan dari metode ini adalah relatif mudah dan murah, kemudian
pemanasan pada suhu rendah sehingga mencegah dekomposisi sample, kemudian pemanasan
seragam yang mencegah case hardening. Sementara kelemahannya adalah efisiensi pengeringan

rendah dan tidak dapat menganalisis sample dalam jumlah yang banyak.

Sample yang

digunakan pada metode destilasi adalah ketumbar, lada, temulawak, dan temukunci. Jumlah air
yang diperoleh dari hasil destilasi secara berurutan adalah 3,7 ml , 2,6 ml, 3 ml, dan 0,9 ml.
Banyaknya air yang diperoleh bergantung dari kesempurnaan proses destilasi. Sedikitnya jumlah
air yang terdestilasi disebabkan karena titik didih toluene dan air yang tidak berbeda jauh. Yakni
titik didih toluene adalah 110oC dan air adalah 100oC. Sehingga ketika proses pendidihan, air ikut
menguap karena suhu pada heating mantle terlalu panas. Karena air sudah banyak teruapkan,
maka zat lain pun ikut menguap. Dan itu yang menyebabkan air yang diperoleh sedikit apabia
dibandingkan dengan berat sample awal. Persen KA ketumbar adalah 7,4 % , lada 2,6 %,
temulawak 3 %, dan temu kunci 0,9 %. Perolehan hasil yang demikian sudah tidak terlalu jauh
dengan SNI yaitu untuk % KA SNI ketumbar adalah <10 %, lada <13 %, temulawak <10 % dan
temukunci 11,11 %. Hanya saja untuk temukunci hasilnya agak berbeda jauh karena
kemungkinan yang telah dijelaskan sebelumnya.
Untuk metode oven, hasil yang didapatkan dengan metode destilasi sangat berbeda
jauh, yakni lebih tinggi. Untuk ketumbar diperoleh hasil kadar air 34,43 %, lada 17,15 %,
temulawak 40,93 %, dan temukunci 70,53 %. Hasil tersebut terbilang sangat tinggi untuk ukuran
kadar air. Pada kadar air, yang dihitung adalah air yang teruapkan. Kemudian, proses
pengovenan sample dilakukan selama 24 jam. Rempah mengandung banyak senyawa volatile.
Dengan proses pengovenan yang lama, bisa saja ada senyawa volatile yang teruapkan, namun
bukan air, sehingga yang dihitung itu adalah senyawa volatile yang teruapkan bukan air dalam
rempah tersebut.

KESIMPULAN

Metode penentuan kadar air dapat dilakukan dengan dua metode diantaranya metode
destilasi dan metode oven. Prinsip metode destilasi adalah penambahan pelarut organic
yang ditujukan agar lemak tidak ikut menguap saat di distilasi, lemak yang bersifat nonpolar akan larut dalam toluene yang juga pelarut non polar. Dengan demikian yang
menguap hanyalah airnya saja. Sementara prinsip dari metode oven adalah menghitung

air yang teruapkan ketika proses pengeringan.


Metode destilasi maupun metode oven memiliki kekurangan dan kelebihan masingmasing. Diantaranya dalam praktikum ini adalah pada metode destilasi dapat dihasilkan
kadar air yang lebih akurat namun harus dengan control panas yang baik agar air tidak
ikut teruapkan kemudian untuk metode oven hasil yang dihasilkan kurang akurat, sampe
yang diuji juga terbatas namun dapat dengan mudah dilakukan dan juga biaya yang
murah.
DAFTAR PUSTAKA

https://indo-digital.com/pengukuran-kadar-air.html [Online]. Diakses pada 8 November 2016 pkl


22:33
http://mnurcholis.lecture.ub.ac.id/files/2013/03/AZG-Air.pdf [Online]. Diakses pada 8 November
2016 pkl 22:34
Suciati,Ajeng,dkk.2013. Penetapan Kadar Air. Praktikum Kimia.Program Studi DIII Analis Kimia
Politeknik Negeri Bandung