Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN KEGIATAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

DI KEMENTERIAN PARIWISATA
REPUBLIK INDONESIA

Disusun Oleh
Hernanda Aji Saktiawan
14-1482

SEKOLAH TINGGI PARIWISATA AMBARRUKMO


YOGYAKARTA
2015

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kegiatan


Kegiatan Dunia kerja merupakan tujuan dari semua jenjang pendidikan yang telah
ditempuh. Hal tersebut tentu membutuhkan beragam kesiapan yang bertujuan untuk memberikan
kemudahan dalam masa transisi dari masa pendidikan menuju dunia kerja. Kegiatan magang atau
praktek kerja lapangan merupakan salah satu program yang mengandug tujuan untuk
mempersiapkan mahasiswa dalam rangka mendapatkan pengalaman kerja serta menambah
wawasan mengenai kegiatan dan suasana di lingkungan kerja.
Dengan adanya pengalaman maka sangat diharapkan akan membantu untuk
meningkatkan bargaining power dan kecakapan mahasiswa dalam mencari dan menggeluti dunia
kerja. Bertambahnya pengalaman, pengetahuan dan kemampuan adaptasi seseorang di
lingkungan kerja juga sangat diharapkan menjadi bekal utama untuk meraih prestasi dan sangat
dimungkinkan untuk dapat mengaplikasikan ilmu serta pandangan yang telah didapatkan selama
proses belajar.
Era globalisasi dewasa ini berimplikasi pada ketatnya tingkat persaingan kerja. Dalam
rangka menyesuaikan diri dengan tantangan dunia global maka dibutuhkanlah para pekerja yang
tidak hanya cakap dalam menguasai teori, melainkan pula dituntut untuk sanggup
mengaplikasikan keahlian dan kemampuan serta potensi dalam diri. Berkaitan dengan hal ini,
pengaplikasian kemampuan individu tersebut dapat terwujud dalam bentuk kemampuan yang
baik dalam bersosialisasi dengan orang lain dalam lingkungan yang berbeda dan kemampuan
untuk berargumentasi dalam merespon persoalan tertentu.
Dunia kerja dikenal memiliki ciri yang memang sangat berbeda apabila dibandingkan
dengan dunia akademis seperti dalam proses perkuliahan. Mahasiswa dituntut untuk dapat
mengaplikasikan teori yang telah didapatkan selama masa perkuliahan menjadi praktek secara
langsung. Dalam proses tersebut mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan yang sesuai.
Berkenaan dengan ini, Program Mata Kuliah Magang merupakan salah satu mata kuliah wajib
yang disediakan oleh setiap jurusan, termasuk jurusan Hospitality/Kepariwisataan di Sekolah
Tinggi Pariwisata Ambarrukmo. Dengan kualifikasi mencakup 3 sistem kredit semester, setiap
mahasiswa akan mendapatkan manfaat yang sangat besar dengan mengambil mata kuliah
Magang tersebut. Ilmu yang didapatkan berbeda dengan ilmu yang didapatkan dari proses belajar
mengajar selama kuliah karena akan diperoleh pengalaman kerja singkat di berbagai instansi
pemerintah maupun swasta.

Berkaitan dengan latar belakang kegiatan magang ini maka dalam pengaplikasiaannya,
penulis yang dalam hal ini sebagai mahasiswa semester lima di Jurusan
Hospitality/Kepariwisataan Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo melaksanakan kegiatan
magang di salah instansi milik pemerintah, yakni Kementerian Pariwisata Republik Indonesia
yang dalam hal ini penulis memilih Asisten Deputi Penelitian dan Pengembangan Kebijakan
Kepariwisataan sebagai tempat pelaksanaan magang. Beberapa hal yang dipertimbangkan oleh
penulis adalah bahwa Kementerian Pariwisata Republik Indonesia merupakan institusi yang
paling tepat guna mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teori yang telah diperoleh selama masa
perkuliahan.
Kementerian Pariwisata Republik Indonesia tidak dipungkiri merupakan institusi
pemerintahan yang paling memainkan peran penting dan mengemban tanggung jawab dalam
membentuk dan menjalankan berbagai kebijakan Pariwisata Indonesia. Berdasarkan hal-hal
tersebut, penulis merasa bahwa dengan mengikuti program Magang di Kementerian Pariwisata
maka pengetahuan mengenai situasi terkini berkaitan dengan isu Pariwisata Indonesiaakan dapat
diperoleh. Selain itu, penulis dapat memperoleh gambaran mengenai posisi Indonesia dalam
sistem internasional. Kementerian Pariwisata merupakan institusi yang menjadi tujuan kerja
penulis setelah menyelesaikan perkuliahan karena instansi tersebut memiliki keterkaitan disiplin
ilmu yang kuat dengan jurusan yang diambil oleh penulis. Ekspektasi penulis adalah agar pula
dapat mengetahui terlebih dahulu lingkungan kerja di Kementerian Pariwisata tersebut.

1.2 Tujuan Kegiatan


a.
b.
c.
d.
e.

Untuk memperoleh pengalaman diri mengenai kehidupan dalam dunia kerja.


Untuk melatih kemampuan diri dalam bersosialisasi dengan berbagai pihak yang
berasal dari latar belakang pendidikan yang berbeda.
Untuk membuktikan apakah teori yang dipelajari selama proses belajar-mengajar
di perkuliahan memang diaplikasikan secara nyata dalam dunia kerja.
Untuk menambah pengetahuan dalam diri.
Setelah lulus dari Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo diharapkan mahasiswa
mampu bersaing dalam dunia kerja.

1.3 Manfaat Kegiatan


Setelah mengikuti program Magang di Kementerian Pariwisata selama dua bulan, penulis
mendapatkan sangat banyak manfaat yang cukup berbeda dengan pembelajaran yang didapatkan
pada saat kuliah antara lain:
a.

Kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh selama


diperkuliahan;

b.
c.
d.

e.

Mendapatkan gambaran yang lebih nyata mengenai dunia kerja beserta segala
pengalaman;
Mendapatkan wawasan atau pengetahuan mengenai aturan persuratan dalam
administrasi di dunia kerja;
Menjalin hubungan baik dengan rekan sesama mahasiswa magang ataupun
pegawai dalam instansi yang berasal dari latar belakang pendidikan yang berbeda
dan;
Melatih kesadaran diri untuk dapat bekerja dengan cekatan, teliti, bertanggung
jawab dan disiplin.

1.4 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan


Waktu Pelaksanaan

: 1 Juli 1 September 2016

Tempat Pelaksanaan
: Asisten Deputi Penelitian dan Pengembangan Kebijakan
Kepariwisataan (Asdep Litbangjakpar)
Gedung Sapta Pesona, Jalan Medan Merdeka Barat No. 17, Gambir, Jakarta Pusat,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

BAB II
TINJAUAN UMUM KEMENTERIAN PARIWISATA REPUBLIK
INDONESIA DAN ASISTEN DEPUTI PENELITIAN DAN
PENGEMBANGAN KEBIJAKAN KEPARIWISATAAN

II.1 Kementerian Pariwisata RI


A. Sejarah Singkat
Pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10 pagi di Jalan Pegangsaan Timur (sekarang
Jalan Proklamasi) Jakarta, Soekarno dan Mohammad Hatta memproklamasikan
kemerdekaan Indonesia dan diputuskan bahwa Soekarno adalah Presiden pertama
Indonesia dengan Moh. Hatta sebagai wakilnya. Selanjutnya pada tahun 1983
dibentuklah:

Departemen Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi (Depparpostel) (1983-1998)

Departemen Pariwisata, Seni, dan Budaya (Depparsenbud) (1998)

Kementerian Negara Pariwisata, Seni, dan Budaya (Kemenegparsenbud) (19981999)

Kementerian Negara Pariwisata, dan Kesenian (Kemengparsen) (1999-2001)

Kementerian Negara Kebudayaan, dan Pariwisata (Kemenegbudpar) (2001-2005)

Departemen Kebudayaan, dan Pariwisata (Depbudpar) (2005-2009)

Kementerian Kebudayaan, dan Pariwisata (Kemenbudpar) (2009-2011)

Kementerian Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (2011-2014)

Kementerian Pariwisata (2014-sekarang)

B. Rencana Strategis
Visi dan Misi Kementerian Pariwisata dalam menunjang pembangunan nasional
dan kehidupan bangsa dijabarkan sebagai berikut:

VISI
Visi pembangunan Kemeneterian Pariwisata, menggunakan pijakan Visi Presiden
Republik Indonesia periode 2014-2019, yaitu :
TERWUJUDNYA INDONESIA YANG BERDAULAT, MANDIRI DAN

BERKEPRIBADIAN BERLANDASKAN GOTONG ROYONG


Berdasarkan visi tersebut, Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019 merumuskan
misi yang dikerucutkan ke dalam 9 agenda prioritas Pemerintah yang disebut
NAWACITA. Di dalamnya, terkandung agenda prioritas pemerintah Republik Indonesia
yang 2015-2019 yang terkait pada pariwisata, adalah agenda prioritas butir keenam
yakni:
MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS RAKYAT DAN DAYA SAING DI PASAR
INTERNASIONAL SEHINGGA BANGSA INDONESIA DAPAT MAJU DAN
BANGKIT BERSAMA BANGSA-BANGSA ASIA LAINNYA
Dalam rangka menungkatkan daya saing dengan memanfaatkan potensi yang belum
dikelola dengan baik serta pengembangan pariwisata yang berdaya saing di pasar
internasional, sekaligus memberi peluang besar untuk meningkatkan akselerasi
pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor pariwisata akan meningkatkan daya saing
Indonesia, dengan memanfaatkan potensi yang selama ini belum dikelola optimal, salah
satunya adalah potensi maritim, semata mata untuk meningkatkan akselerasi
pertumbuhan ekonomi nasional.
MISI KEMENTERIAN PARIWISATA 2015 2019
Berdasarkan agenda prioritas tersebut, disusunlah empat misi Kementerian Pariwisata
2015-2019 yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pariwisata No. 29 Tahun 2015 tentang
Renstra Kementerian Pariwisata, dengan mengadaptasi (empat) pilar pembangunan
kepariwisataa, yakni pengembangan destinasi, pemasaran industri, dan kelembagaan.
Misi Kementerian Pariwisata 2015-2019 adalah :
1. Mengembangkan destinasi pariwisata yang berdaya saing berwawasan lingkungan
dan budaya dalam meningkatkan pendapatan nasional, daerah dan mewujudkan
masyarakat yang mandiri;
2. Mengembangkan produk dan layanan industri pariwisata yang berdaya saing
internasional, meningkatkan kemitraan usaha, dan bertanggung jawab terhadap
lingkungan alam dan sosial budaya;
3. Mengembangkan pemasaran pariwisata secara strategis, unggul, dan bertanggung
jawab untuk meningkatkan perjalanan wisatawan nusantara dan kunujungan
wisatawan mancanegara sehingga berdaya saing di pasar Internasional; dan

4. Mengembangkan organisasi Pemerintah, Pemerintah Daerah, swasta dan masyarakat,


sumber daya manusia, regulasi, dam mekanisme operasional yang efektif dan efisien
serta peningkatan kerjasama internasional dalam rangka meningkatkan produktifitas
pengembangan kepariwisataan dan mendorong terwujudnya pembangunan
kepariwisataan yang berkelanjutan.

C. Tugas Pokok Kementerian Pariwisata


Kementerian Pariwisata mempunyai tugas menyelenggarakan urusan
pemerintahan di bidang kepariwisataan untuk membantu Presiden dalam
menyelenggarakan pemerintahan negara. Dalam melaksanakan tugas, Kementerian
Pariwisata menyelenggarakan fungsi:
1. perumusan dan penetapan kebijakan di bidang pengembangan destinasi dan
industri pariwisata, pengembangan pemasaran pariwisata mancanegara,
pengembangan pemasaran pariwisata nusantara, dan pengembangan
kelembagaan kepariwisataan;
2. koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan
destinasi dan industri pariwisata, pengembangan pemasaran pariwisata
mancanegara, pengembangan pemasaran pariwisata nusantara, dan
pengembangan kelembagaan kepariwisataan;
3. pelaksanaan kebijakan di bidang pembangunan dan perintisan daya tarik
wisata dalam rangka pertumbuhan destinasi pariwisata nasional dan
pengembangan daerah serta peningkatan kualitas dan daya saing pariwisata;
4. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan
pemerintahan di bidang pengembangan destinasi dan industri pariwisata,
pengembangan pemasaran pariwisata mancanegara, pengembangan
pemasaran pariwisata nusantara, dan pengembangan kelembagaan
kepariwisataan;
5. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur
organisasi di lingkungan Kementerian Pariwisata;
6. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab
Kementerian Pariwisata; dan
7. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Pariwisata.

Menurut peraturan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2015


Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pariwisata Republik Indonesia
menyebutkan bahwa:
Pasal 1
(1) Kementerian Pariwisata adalah kementerian yang berada dibawah dan
bertanggung jawab kepada Presiden.
(2) Kementerian Pariwisata dipimpin oleh Menteri.
Pasal 2
Kementerian Pariwisata mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan
di bidang kepariwisataan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan
pemerintahan negara.
Pasal 3
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kementerian
Pariwisata menyelenggarakan fungsi:
a.
perumusan dan penetapan kebijakan di bidang pengembangan destinasi
dan industri pariwisata, pengembangan pemasaran pariwisata mancanegara,
pengembangan pemasaran pariwisata nusantara, dan pengembangan kelembagaan
kepariwisataan;
b.
koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang
pengembangan destinasi dan industri pariwisata, pengembangan pemasaran pariwisata
mancanegara, pengembangan pemasaran pariwisata nusantara, dan pengembangan
kelembagaan kepariwisataan;
c.
pelaksanaan kebijakan di bidang pembangunan dan perintisan daya tarik
wisata dalam rangka pertumbuhan destinasi pariwisata nasional dan pengembangan
daerah serta peningkatan kualitas dan daya saing pariwisata;
d.
pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan
pemerintahan di bidang pengembangan destinasi dan industri pariwisata, pengembangan
pemasaran pariwisata mancanegara, pengembangan pemasaran pariwisata nusantara, dan
pengembangan kelembagaan kepariwisataan;
e.
pembinaan dan pemberian dukungan administrasi di lingkungan
Kementerian Pariwisata;
f.
pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab
Kementerian Pariwisata; dan
g.
pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian
Pariwisata.

D. Struktur Organisasi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia merupakan badan pemerintah sebagai


koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan destinasi dan
industri pariwisata, pengembangan pemasaran pariwisata mancanegara, pengembangan
pemasaran pariwisata nusantara, dan pengembangan kelembagaan kepariwisataan.
Adapun Kementerian Pariwisata Republik Indonesia mempunyai Struktur Organisasi
sebagai berikut:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Kementerian Pariwisata
Sekretariat Kementerian
Inspektorat
Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata

Berdasarkan Peraturan Menteri Pariwisata No, 6 Tahun 2015 tentang Organisasi


dan Tata Kerja Kementerian Pariwisata, Kementerian Pariwisata meupakan unsur
pelaksana pemerintah, dipimpin oleh seorang Menteri yang berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada Presiden serta mempunyai tugas membantu Presiden serta
mempunyai tugas membatu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan
pemerintahan di bidang pariwisata
Dalam melaksanakan tugasnya Kementerian Pariwisata memiliki tugas sebagai
berikut:
1.
2.
3.
4.
5.

Perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang pariwisata;


Pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab
Kementerian Pariwisata;
Pengawasan dan pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Pariwisata;
Pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan
Kementerian Pariwisata di daerah;
Pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional.

Menteri Pariwisata dibantu oleh 9 orang Eselon 1 yang terdiri atas Sekretaris
Kementerian, 4 orang Deputi, serta 4 orang Staf Ahli Menteri.
Adapun struktur organisasi Kementerian Pariwisata dapat dilihat pada diagram di
bawah ini:

Sumber: Lampiran Permen No. 6 Tahun 2015


Kegiatan Praktek Kerja Lapangan dilaksanakan di Bidang Program
Kepariwisataan pada Asisten Deputi Penelitian dan Pengembangan Kebijakan
Kepariwisataan, Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan.

II.2 Asisten Deputi Penelitian dan Pengembangan Kebijakan


Kepariwisataan
A. Tugas & Fungsi
1. Asisten Deputi Penelitian dan Pengembangan Kebijakan
Kepariwisataan
a. Tugas:
Melaksanakan Kegiatan Penelitian dan Pengembangan
di Bidang Kebijakan Kepariwisataan.
b. Uraian Tugas:
Menyiapkan perumusan kebijakan di bidang
program
kepariwisataan,
desiminasi
dan
publikasi kepariwisataan, data dan informasi
kepariwisataan, serta pengembangan teknologi
informasi dan komunikasi;
Menyusun norma, standar, prosedur dan
criteria penelitian, program kepariwisataan,
desiminasi dan publikasi kepariwisataan, data
dan informasi kepariwisataan, serta di bidang

pengembangan
teknologi
informasi
dan
komunikasi;
Mengkoordinasikan
pelaksanaan
kebijakan
perencanaan penelitian dan pengembangan
kepariwisataan
di
bidang
program
kepariwisataan, desiminasi dan publikasi
kepariwisataan,
data
dan
informasi
kepariwisataan, serta di bidang pengembangan
teknologi informasi dan komunikasi;
Melaksanakan bimbingan teknis dan supervise
di bidang penelitian dan pengembangan
kebijakan kepariwisataan;
Melaksanakan evaluasi dan pelaporan di
bidang
penelitian
dan
pengembangan
kebijakan kepariwisataan;
Melaksanakan tata usaha dan rumah tangga
Asisten Deputi Penelitian dan Pengembangan
Kebijakan Kepariwisataan.
2. Kepala Bidang Program Kepariwisataan
a.
Tugas:
Melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, rencana
strategis,
rencana
dan
program
kegiatan,
Pengembangan
system
dan
metoda
serta
pemantauan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
penelitian
dan
pengembangan
kebijakan
kepariwisataan.
b.
Uraian Tugas:
Menyiapkan bahan penyusunan kebijakan
tenis, rencana dan program kegiatan serta
pengembangan system dan metoda penelitian
dan pengembangan kebijakan kepariwisataan;
Menyiapkan bahan pemantauan, evaluasi
pelaporan
pelaksanaan
penelitian
dan
pengembangan kebijakan kepariwisataan;
Menyiapkan perumusan kebijakan data dan
informasi kepariwisataan di bidang program
kepariwisataan;
Menyusun norma, standar, prosedur dan
criteria pengolahan data, informasi, desiminasi
dan evaluasi data kepariwisataan di bidang
program kepariwisataan;

Mengkoordinasikan
pelaksanaan
kebijakan
data, informasi dan evaluasi kepariwisataan di
bidang program kepariwisataan;
Melaksanakan bimbingan teknis dan supervise
pengolahan data, informasi, desiminasi dan
evaluasi data
kepariwisataan di bidang
program kepariwisataan;
Melaksanakan
evaluasi
dan
pelaporan
pengolahan data, informasi, dan desiminasi
data kepariwisataan di bidang program
kepariwisataan.

3. Kepala Subbidang Program


a. Tugas:
Melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan
teknis, rencana dan program kegiatan, serta
pengembangan system dan metoda penelitian dan
pengembangan kebijakan kepariwisataan.
b. Uraian Tugas:
Menyiapkan bahan penyusunan kebijakan
teknis, rencana dan program kegiatan, serta
pengembangan system dan metoda penelitian
dan pengembangan kebijakan kepariwisataan;
4. Kepala Subbidang Evaluasi
a. Tugas:
Melakukan penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan
pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan
kebijakan kepariwisataan, dan ketatausahaan dan
rumah tangga Asisten Deputi.
b. Uraian Tugas:
Menyiapkan bahan pemantauan, evaluasi dan
pelaporan
pelaksanaan
penelitian
dan
pengembangan kebijakan kepariwisataan;
Menyiapkan ketatausahaan dan rumah tangga
Asisten Deputi.
B. Struktur Organisasi

BAB III
LAPORAN KEGIATAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

III.1 Deskripsi Kegiatan


1. Pra Magang

Untuk dapat melaksanakan program magang di Asisten Deputi Penelitian dan


Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan Kementrian Pariwisata Republik Indonesia, penulis
mengirimkan surat lamaran yang ditujukan pada Kementerian Pariwisata RI yang mana berisikan
riwayat hidup penulis, transkrip nilai, dan surat keterangan dari pihak Sekolah Tinggi Pariwisata
Ambarrukmo Yogyakarta. Dengan datangnya balasan dari pihak Kementerian Pariwisata RImaka
diinformasikan pada penulis bahwa program magang di Asisten Deputi Penelitian dan
Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan dapat dimulai pada tanggal 1 Juli 2016 s/d 1
September 2016.
2. Kegiatan Magang
Pelaksanaan magang di Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, penulis ditempatkan
di Bidang Program Asisten Deputi Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan
(Litbangjakpar). Secara Umum tugas Program Litbangjakpar adalah melaksanakan sebagian
tugas Litbangjakpar di bidang rencana program kerja dan rumah tangga,. Di samping itu juga
melaksanakan tugas-tugas yang meliputi pelaksanaan kegiatan Persiapan kegiatan dan kajian isu
pariwisata global/multilateral yang berdampak langsung ataupun tidak langsung terhadap
Pemerintah Republik Indonesia.
Sedangkan di bagian Administrasi di mana penulis ditempatkan mempunyai tugas untuk
melaksanakan sebagian tugas administrasi Litbang di bidang tata usaha, penyusunan rencana,
program kerja, dan penyusunan laporan serta tugas-tugas lain yang bersifat substantive.
Selama melakukan kegiatan pemagangan, penulis berkesempatan mengerjakan beberapa
hal, antara lain:
2.1 Pengklasifikasian Surat Masuk maupun Keluar (Filing)
Tugas rutin yang penulis kerjakan selama melaksanakan kegiatan magang
adalah pengklasifikasian atau pengarsipan berbagai bentuk surat masuk dan surat
keluar yang dapat berupa surat dinas, nota dinas, maupun surat tugas.
Surat dinas adalah alat penyampaian berita acara secara tertulis yang berisi
pemberitahuan, pernyataan, permintaan jawaban atau usul dan saran atas sesuatu
masalah kepada berbagai Kementerian/Instansi pemerintah/Perorangan di luar
Kementerian Pariwisata.
Surat-surat dapat dikategorikan sebagai surat intern (berasal dari dalam
Kementerian Pariwisata) dan surat ekstern (berasal dari luar Kementerian
Pariwisata). Surat juga dapat berupa nota dinas yang adalah sebuah alat
komunikasi tertulis intern yang dibuat oleh Pejabat Kementerian Pariwisata dalam
melaksanakan tugas jabatannya guna menyampaikan petunjuk, pemberitahuan,
pernyataan, permintaan, penjelasan, dan laporan mengenai hal-hal yang berkaitan
dengan proses pematangan suatu kebijaksanaan atau proses penyelesaian
persoalan.

Sistemasi surat masuk adalah antara lain, surat masuk dan diterima oleh
bagian tata usaha. Langkah berikutnya yang penulis harus kerjakan adalah
mencatat di dalam Program (file komputer) mencatat asal & perihal beserta
nomor surat. Kemudian surat masuk wajib dilampirkan sebuah lembar disposisi
(baju surat) bergantung dengan tujuan surat masuk tersebut akan diteruskan ke
berbagai bidang-bidang. Adapun bidang-bidang tersebut sebagai berikut:
Kabid Program Kepariwisataan
Kasubid Program
Kasubid Evaluasi
Kabid Diseminasi dan Publikasi Kepariwisataan
Kasubid Diseminasi
Kasubid Publikasi
Kabid data dan Informasi kepariwisataan
Kasubid diseminasi dan Informasi
Kasubid Pengolah Data dan Informasi
Kabid Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Kasubid Pengembangan Sistem Aplikasi
Kasubid Jaringan dan Infrastruktur
Koordinator peneliti; atau
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
Surat masuk yang telah dilampirkan lembar disposisi kemudian diserahkan
kepada
Asisten
Deputi
Penelitian
&
Pengembangan
Kebijakan
Kepariwisataanuntuk dicatat dan kemudian didistribusikan ke bidang-bidang yang
ada dalam unit kerja Litbangjakpar. Langkah terakhir penulis adalah
mendistribusikan surat masuk melalui buku ekspedisi sesuai dengan tujuan surat.
Prosedur diatas juga berlaku apabila penulis hendak mengarsipkan nota dinas
yang masuk di bagian tata usaha.
Apabila berhubungan dengan surat keluar, yaitu yang berasal dari
Litbangjakpar dan ditujukan kepada pihak diluar Litbangjakpar, maka penulis
membuat catatan dalam Program kemudian dilakukan penomoran surat sesuai
dengan nomor urut yang tercatat dalam Program surat keluar.
2.2 Penyediaan Data
Penulis juga berkesempatan untuk mengerjakan Daftar Peningkatan Asdep
Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan guna memenuhi tugas
penyediaan data mengenai judul-judul kegiatan dan deskripsi judul yang
dilakukan selama tahun 2016 oleh Berbagai Bidang maupun Peneliti, adapun
judul-judul tersebut meliputi:
- Penelitian Bidang Kepariwisataan

Data Informasi Kepariwisataan


Publikasi Litbangjakpar
Kerjasama Litbangjakpar & Kebijakan Kepariwisataan
NSPK Litbangjakpar
Layanan Administrasi Litbangjakpar
Aplikasi
Infrastruktur Jaringan
Perangkat Pengolahan Data & Komunikasi

Data dibuat penulis dalam rangka memenuhi tugas yang diberikan oleh
Kasubbid Evaluasi.
2.3 Menghadiri Rapat
Penulis diberi kesempatan untuk menghadiri beberapa rapat. Rapat yang
pertama pada tanggal 11 Juli 2016 yang dihadiri oleh Kepala Bidang Program
Kepariwisataan dan Kepala Sub Bidang Evaluasi dan rekan-rekan mahasiswa
magang dari Universitas Brawijaya Malang, dan SMK Wikrama Bogor. Dalam
rapat tersebut penulis diberi pengarahan tentang Praktek Kerja Lapangan yang
akan dilakukan dalam waktu kedepan.
Kemudian Penulis diberi kesempatan untuk menghadiri dan terlibat dalam
Rapat Penyusunan Kegiatan dan Anggaran Tahun 2017 yang diadakan pada hari
Senin, 8 Agustus s/d 10 Agustus 2016 di Hotel Mercure Sabang, Jakarta Pusat
yang diadakan oleh Bidang Program di Asisten Deputi Penelitian dan
Pengembangan Kebijakaan Kepariwisataan (Litbangjakpar) serta dihadiri oleh
Inspektur Kementerian Pariwisata, Kabid Program Kepariwisataan, Kasubid
Program, Kasubid Evaluasi, Kabid Diseminasi dan Publikasi Kepariwisataan,
Kasubid Diseminasi, Kasubid Publikasi, Kabid data dan Informasi
kepariwisataan, Kasubid diseminasi dan Informasi, Kasubid Pengolah Data dan
Informasi, Kabid Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Kasubid
Pengembangan Sistem Aplikasi, Kasubid Jaringan dan Infrastruktur, Koordinator
Peneliti, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Peneliti, dan Penulis sebagai
mahasiswa magang. Proyek tersebut bertujuan untuk menyusun kegiatan serta
anggaran di setiap Bidang di Asdep Penelitian dan Pengembangan Kebijakan
Kepariwisataan dimana setiap kabid dan kasubbid setiap bidang di lingkungan
Asdep Litbangjakpar menjabarkan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan
pada tahun 2017, adapun dalam rapat ini juga membahas mengenai anggaran pada
tahun 2017.
Dan dalam rapat ini penulis diberi kesempatan untuk menjadi Notulen rapat.
Dimana tugas dari notulen rapat ada mencatat point-point penting yang akan di
rapatkan. Notulen rapat dibuat agar dapat mengetahui hasil suatu rapat dan

sebagai dokumentasi kegiatan rapat. Adapun hasil notulen yang telah saya tulis
telah saya lampirkan dalam lampiran.

BAB IV
PENUTUP

Kesimpulan

Kegiatan magang selama delapan minggu dari tanggal 1 Juli sampai tanggal 1
September 2016 memberikan pengalaman yang luar biasa bagi penulis. Magang
dilaksanakan di Bidang Program, Asisten Deputi Penelitian dan Pengembangan
Kebijakaan
Kepariwisataan, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang
bertempat di Lantai 21, Gedung Sapta Pesona, Jalan Medan Merdeka Barat no. 17
Jakarta Pusat. Setelah mengikuti kegiatan magang, penulis mengetahui bahwa
Kementerian Pariwisata sangat berperan dalam aktivitas pengembangan kebijakan

pariwisata di Indonesia dan memiliki hubungan yang sangat erat dengan beberapa pilar
pariwisata lainnya.
Program magang yang dijalankan oleh penulis telah banyak membawa manfaat
dan pengalaman baik di bidang pengetahuan serta dunia kerja. Program magang ini
memberikan wacana kepada penulis mengenai kinerja Instansi Pemerintah Indonesia
yang akan sangat berharga bagi bekal penulis kedepannya. Program magang ini juga
sangat penting bagi mahasiswa guna mengenal dunia kerja agar dapat lebih mudah pada
saat menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya nanti dan dapat mencontoh segala
tindakan yang baik dan menjadikan kesalahan sebagai pengalaman agar tidak terulang di
kesempatan kedepan. Melalui program magang ini penulis mengarungi pengalaman
dalam dunia kerja, dapat memahami leadership di dunia kerja, karakter-karakter
beraneka ragam, tingkah laku dalam bekerja, baik sikap, ucapan, cara berpakaian dan
juga raut muka yang harus disesuaikan saat bekerja.

Saran

Berdasarkan pengalaman penulis mengenai kegiatan magang yang telah dilakukan


tersebut, penulis sangat menyarankan agar para mahasiswa/mahasiswi dari jurusan
Hospitality/Kepariwisataan Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta agar
mengambil mata kuliah magang sebagai salah satu bagian dari rencana studi. Penulis
melihat bahwa sangat banyak manfaat yang dapat diperoleh untuk memperkaya wawasan
diri serta pemahaman yang lebih baik akan dunia kerja melalui kegiatan magang di suatu
instansi, baik yang bersifat pemerintahan maupun non pemerintahan.
Ekspektasi yang muncul adalah bahwa dengan telah dilakukannya kegiatan
magang ini, para mahasiswa/mahasisiwi setelah lulus dari Sekolah Tinggi Pariwisata
Ambarrukmo Yogyakarta telah memiliki modal tentang bagaimana harus berperilaku di
dalam dunia kerja dan dengan kegiatan pemagangan tersebut akan memantapkan diri
dalam memilih instansi kerja yang seperti apa yang sesuai dengan minat dan potensi diri.
Selain itu, kegiatan magang juga dapat sangat menguntungkan apabila
mahasiswa/mahasiswi sanggup membangun kesinambungan komunikasi ataupun
memperluas jaringan dengan pihak-pihak tertentu guna menjalin hubungan baik untuk ke
depannya.
Secara keseluruhan situasi dan kondisi lingkungan kerja di unit kerja Bidang
Program di Asisten Deputi Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan
(Litbangjakpar) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia sangatlah kondusif, sangat
bersifat kekeluargaan sehingga dapat sangat mendukung optimalisasi kinerja. bahkan
sikap dan perilaku disiplin juga ditunjukkan oleh para petugas penjaga kebersihan yang
selalu dapat menjamin ruangan kantor yang bersih dan nyaman sebelum dimulainya
kegiatan kantor pada pagi hari. Saran yang mungkin dapat penulis berikan adalah perlu
adanya ketepatan dan kesepakatan waktu bersama untuk datang dan memulai kegiatan

kerja pada pagi hari atau mungkin dapat sesuai dengan peraturan yang telah tertulis
sehingga dapat lebih mencerminkan kebersamaan. Selain itu, mungkin diperlukan
penambahan kuota bagi penerimaan tenaga kerja di Kementerian Pariwisata. Hal ini
seperti yang dilihat penulis bahwa banyaknya pekerjaan menjadi sedikit menghambat
karena kurangnya tenaga kerja.