Anda di halaman 1dari 2

Contoh Model Pembelajaran yang Dapat Diterapkan pada kurikulum 2013

Kegiatan pembelajarandapat menggunakan model Problem Based Learning (PBL)


a) Fase 1: Mengorientasikan siswa pada masalah
Pada awal pembelajaran, guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan ini. Guru
kemudian membagi siswa menjadi beberapa kelompok dengan anggota berjumlah 3 sampai 4
orang. Selanjutnya guru menyajikan suatu permasalahan yang akan dicari solusinya oleh
siswa. Masalah yang disajikan dapat berupa artikel atau dari kejadian sehari-hari. Siswa
mengamati contoh masalah yang dapat disajikan oleh guru adalah sebagai berikut.
Jika ingin menggerakkan meja tulis di hadapan Anda, apa yang biasanyaAnda
lakukan? Mungkin Anda akan menariknya atau mendorongnya. Jikatarikan atau dorongan
pada meja Anda hentikan, kemudian meja akan berhentibergerak.
Dari contoh di atas, ajak siswa untuk merumuskan berbagai masalah dari narasi di atas. Siswa
dapat merumuskan masalah ke dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang akan dicari
jawabannya misalnya, Apakah yang menahan meja hingga berhenti?Siswa dapat
menyampaikan pendapatnya di depan kelas.
b) Fase 2: Mengorganisasikan siswa untuk belajar
Siswa kemudian dikondisikan untuk melakukan penyelidikan. Siswa dibimbing untuk
memilih subtopik-subtopik yang akan diselidiki dan dipelajari. Setiap kelompok dalam kelas
akan menyelidiki subtopik masalah yang berbeda. Siswa kemudian melakukan persiapan
untuk melakukan penyelidikan, seperti menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk
melakukan percobaan seperti pada Aktivitas Ilmiah 7.1 dan 7.2.
c) Fase 3: Membantu penyelidikan mandiri dan kelompok
Pada tahap ini, siswa akan melakukan penyelidikan untuk mencari jawaban atas permasalahan
yang diajukan sebelumnya. Sebelum memulai penyelidikan, siswa dapat merumuskan sebuah
hipotesis (jawaban sementara) atas permasalahan yang diajukan. Hipotesis tersebut nantinya
akan dibuktikan dengan hasil yang didapat melalui penyelidikan. Siswa kemudian melakukan
penyelidikan (pengumpulan informasi) dengan melakukan diskusi pada Aktivitas Ilmiah 7.1
dan 7.2 yang terdapat di Buku Siswa. Selain melalui kegiatan praktikum, siswa dapat
mengumpulkan informasi melalui berbagai sumber.
Setelah mendapat cukup informasi, siswa kemudian mengolah hasil tersebut untuk
mendapatkan jawaban atas permasalahan yang diajukan. Hasil yang telah didapat kemudian
dibandingkan dengan hipotesis yang telah diajukan sebelumnya, apakah hipotesis tersebut

dapat diterima atau tidak. Dalam kegiatan ini, guru membimbing siswa dalam merumuskan
solusi agar siswa tidak terjerumus pada konsep yang salah. Guru dapat mengajukan berbagai
pertanyaan untuk menguji kelayakan solusi masalah yang diperoleh siswa dari kegiatan
penyelidikan serta kualitas informasi yang telah dikumpulkan.
d) Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya dan memamerkannya
Pada tahap ini, siswa menyajikan hasil penyelidikan yang telah dilakukan dalam bentuk tabel
pengamatan atau laporan tertulis. Siswa kemudian menyampaikan hasil penyelidikan dan
laporannya ke depan kelas. Guru dapat menjadi fasilitator dalam kegiatan ini. Siswa yang lain
dapat mengajukan pertanyaan kepada kelompok yang sedang mempresentasikan hasil
penyelidikannya. Selain itu, siswa yang lain juga dapat memberikan pendapat ketika
dirasakan terdapat konsep yang kurang tepat yang disampaikan oleh kelompok yang sedang
melakukan presentasi.
e) Fase 5: Analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah
Pada tahap ini, guru mengajak siswa untuk menganalisis dan mengevaluasi kegiatan yang
telah dilakukan serta keterampilan dan intelektualitas penyelidikan yang digunakan siswa.
Guru dapat meminta siswa untuk merekonstruksi pemikiran dan aktivitas yang siswa lakukan
selama kegiatan pembelajaran.