Anda di halaman 1dari 10

1.

PENTINGNYA AKUNTANSI LINGKUNGAN


Istilah akuntansi lingkungan mempunyai banyak arti dan kegunaan.
Akuntansi Lingkungan dapat mendukung akuntansi pendapatan, akuntansi
keuangan maupun bisnis internal akuntansi manajerial. Fokus utamanya
didasarkan pada penerapan akuntansi lingkungan sebagai suatu alat
komunikasi manajerial untuk pengambilan keputusan bisnis internal.
Akuntansi

lingkungan

merupakan

istilah

yang

berakaitan

dengan

dimasukkannya biaya lingkungan ke dalam praktik akuntansi perusahaan


atau lemebaga pemerintah. Biaya lingkungan adalah damapak yang timbul
dari sisi keuangan mauapun non-keuangan yang harus dipikul sebagai
akibata dari kegiatan yang mempengaruhi kualitas lingkungan.
Panduan yang menjadi tolak ukur pentingnya akuntansi lingkungan
berkaitan dengan pertanggungjawaban akuntansi lingkungan itu sendiri.
Manajemen Kuantitatif dari kegiatan konservasi lingkungaan merupakan
suatu cara yang paling efektif untuk mencapai keberhasilan dan perbaikan
manajemen bisnis . Dengan kata lain, di dalam menyelesaikan kegiatan
konservasi lingkungan, sebuah perusahaan atau organisasi lainnya dapat
secara akurat mengidentifikasi dan mengukur investasi dari biaya-biaya
yang berhubungan dengan kegiatan konservasi lingkungan, dan dapat
memepersiapkan serta melakukan analisa data. Dengan pengertian yang
mendalam dan lebih baik, manfaat potensial dari investasi serta biaya ini
bagi perusahaan tidak hanya memperbaiki efisiensi dari kegiatankegiatannya, melainkan akuntansi lingkungan juga memainkan peran
penting dalam mendukung pengambilan keputusan rasional.
Di samping itu, perusahaan-perushaan dan organisasi lainnya
diperlukan untuk mempunyai pertanggungjawaban bagi stakeholders, ketika
sumber daya lingkungan digunakan, (barang-barang publik) untuk kegitan
bisnis mereka . Pengungkapan informasi lingkungan ini merupakan proses
kunci dalam pertanggungjawaban kinerja. Akibatnya, akuntansi lingkungan
membantu perusahaan-perusahaan dan organisasi lainnya menaikkan

kepercayaan dan keyakinan mereka sehubungan dengan penerimaan


penilaian yang lebih adil.
Oleh karena itu, Akuntansi Lingkungan didefinisikan sebagai
pencegahan, penguranagan, dan atau penghindaran dampak terhadap
lingkungan, bergerak dari beberapa kesempatan , dimulai dari perbaikan
kembali kejadian-kejadian yang menimbulkan bencana atas kegiatankegiatan tersebut. Dampak Lingkungan merupakan beban terhadap
lingkungan dari operasi bisnis atau kegiatan manusia lainnya yang secar
potensial merupakan duri yang dapat merintangi pemeliharaan lingkungan
yang baik.
Akuntansi Lingkungan menjadi hal yang pentig untuk dapat
dipertimbangkan dengan sebaik mungkin karena akuntansi lingkungan
merupakan bagaian akuntansi atau sub bagian akuntansi. Alasan yang
mendasarinya adalah mengarah pada keterlibatannya dalam konsep ekonomi
dan informasi lingkungan. Akuntansi lingkungan juga merupakan suatu
bidang yang terus berkembang dalam mengidentififkasikan pengukuranpengukuran dan mengomunikasikan biaya-biaya actual perusahaan atau
damapak potensial lingkungannya. Biaya ini meliputi biaya-biaya
pembersihan atau perbaikan tempat-tempat yang terkontaminasi, biaya
pelestarian lingkungan, biaya hukuman dan pajak, biaya pencegahan polusi
teknologi dan biaya manajemen pemborosan.
Sistem akuntansi lingkungan terdiri atas lingkungan akuntansi
konvensional dan akuntansi ekologis . Akuntansi lingkungan konvensional
mengukur dampak-dampak dari lingkungan alam pada suatu perusahaan
dalam istilah-istilah keuangan. Sedangkan akuntansi ekologis, mencoba
untuk mengukur dampak suatu perusahaan berdasarkan lingkungan, tetapi
pengukuran dilakukan dalam bentuk unit fisik ( sisa barang produksi dalam
kilogram, pemakaian energy dalam kilojoules), akan tetapi standar
pengukuran yang digunakan bukan dalam bentuk satuan keuangannya.

Sedangkan lingkup akuntansi lingkungan dibagi menjadi dua bagian.


Bagian pertama didasarkan pada kegiatan akuntansi lingkungan suatu
perusahaan baik secar nasional maupun regional. Bagian kedua berkaitan
dengan akuntansi lingkungan untuk perusahaan-perusahaan dan organisasi
lainnya. Pada dasarnya penjelasan mengenai konsep akuntansi lingkungan
harus mengikuti beberapa faktor berikut, antara lain :
1. Biaya Konservasi lingkungan (diukur dengan menggunakan nilai satuan
uang )
2. Keuntungan konservasi lingkungan ( diukur dengan unit fisik)
3. Keuntungan ekonomi dan kegiatan konservasi lingkungan (diukur
dengan nilai satuan uang/rupiah )
Karakteristik kualitatif dari informasi yang disajikan dalam laporan
keungan merupakan faktor penting yang harus diperhatikan dalam
menyajikan laporan keuangan. FASB dan SFAC No.2 menyebutkan bahwa
karakteristik kualitatif dimaksudakan untuk memberi kriteria dasar dalam
memilih : a) alternative metode akuntansi dan pelaporan keuangan, b)
persyaratan pengungkapan . Pada dasarnya, kriteria tersebut digunakan
untuk menunjukan jenis informasi yang relevan dan bermanfaat dalam
pengambilan keputusan . Sedangkan informasi kuantitaif menjelaskan datadata rinci keuangan /biaya yang harus dikorbankan oleh perusahaan dalam
perbaiki biaya konservasi lingkungan dan juga membuat perincian
keuntungan yang diperoleh perusahaan dalam rangaka penggunaan
akuntansi lingkungan perusahaan .
1.7

RISET AKUNTANSI LINGKUNGAN


Karena tidak ada regulasi terhadap sistem akuntansi managerial,
akuntansi lingkungan sama dengan akuntansi manajerial, bahwa akuntansi
lingkungan juga belum mempunyai regulasi yang jelas. Terdapat beberapa
organisasi profesional yang mengeluarkan pedoman dari sistem akuntansi .
Adapun pengungkapan dalam akuntansi lingkungan masih bersifat suka
rela. Walaupun tanpa adanya regulasi , sejumlah organisasi non profit dan
paar akademik telah mengahasilkan riset dalam area ini . Satu dari peneliti
terbaik yang paling dikenal adalah World Resources Instituite, yang

mempublikasikan Green Ledgers: Case Studies in Corporate Environmental


Accounting . Studi mereka mendukung bahwa biaya lingkungan penting
pada perusahaan berbeda tergantung pada industri , hamper seluruh jumalah
kasus biaya lingkungan lebih luasa dari apa yang diharapkan. United
Nations Divison of Sustainable Development juga menghasilkan pekerjaan
dalam bidanag ini, termasuk organisasi Expert Working Group on
Improving Geverments Role dalam mempromosikan akuntansi manajemen
lingkungan. Kelompok ini cenderung mengurangi biaya dan pengenalan
sistem akuntansi lingkungan . Hal ini telah menciptakan aturan dan prinsip
akuntansi lingkungan

dan prosedur prosedur

yang didarkan pada

penggunaan metode umum dan akuntansi keungan internasional beterima


umum .
1.8 DASAR MENGGUNAKAN AKUNTANSI LINGKUNGAN
Perusahaan dan para manajer biasanya percaya bahwa biaya biaya
lingkungan tidak secara signifikan berdampak pada operasi bisnis mereka
disebabakan operasi sering tidak terjadi terhadap beberapa biaya produksi
mereka yang memiliki komponen lingkungan. Misalnya, harga pembelian
dari

bahan

mentah

bagian

yang

tidak

bisa

muncul

dalam

mempertimbangkan sisa sebuah biaya terkait lingkungan. Biaya biaya ini


cenderung terlalu tinggi dibandingkan estimasi awal (ketika estimasi telah
terbentuk) dan seharusnya dikendalikan dan diminimalisasikan dengan
setiap

memperkenalkan

efektifitas

produksi

pembersih.

Dengan

mengidentifikasikan dan mengendalikan biaya biaya lingkungan, sistem


Akuntansi manajemen Lingkungan dapat membantu manajer lingkungan
untuk menjustifikasi perencanaan produksi pembersih, dan mengidentifikasi
cara cara baru dan penghematan uang serta memperbaiki kinerja
lingkungan pada waktu yang bersamaan. Penggunaan sistematik dari prinsip
Akuntansi manajemen Lingkungan akan menunjukan manager dalam
mengidentifikasi biaya biaya lingkungan yang sering disembunyikan
dalam sistem akuntansi umum. Ketika disembunyikan, tidak mungkin untuk

diketahui apa yang dibagi dari biaya biaya yang berhubungan terhadap
setiap produk tertentu atau proses atau lingkungan aktual. Tanpa
kemampuan untuk mengisolasikan dan menyebarkan bagian dari seluruh
biaya dan produksi, harga produk akan tidak mencerminkan biaya yang
sebenarnya dari produksi.
Polluting products akan tampak lebih menguntungkan dibandingkan
yang sebenarnya karena beberapa dari biaya produksi tersembunyi, dan
mungkin dijual dibawah harga. Produk pembersih membawa beberapa biaya
lingkungan melebihi polluting products (seluruh overhead), mereka
mungkin memiliki keuntungan dibawah estimasi dan melebihi harga. Ketika
harga produk mempengaruhi permintaan, persepsi harga yang rendah dari
perbaikan permintaan polluting products mereka dan memberanikan
perusahaan untuk melanjutkan produksi mereka, barangkali walaupun
melebihi sedikit polluting product. Akhirnya, penerapan akuntansi
lingkungan akan dikalika dengan keuntungan yang diperoleh dari alat alat
manajemen lingkungan lainnya. Disamping penilaian produk pembersih,
akuntansi manajemen lingkungan sangat bermanfaat dalam mengevaluasi
tujuan dari aspek lingkungan dan dampak serta perencanaan prioritisasi
tindakan potensial sepanjang implementasi dan operasi suatu sistem
manajemen lingkungan (SML). Akuntansi manajemen lingkungan diulang
kembali secara signifikan berdasarkan informasi lingkungan fisik. Oleh
karena mengharuskan kerjasama yang lebih dekan diantara manager
lingkungan dan akuntan manajemen dan hasil dalam suatu kenaikan
kesadaran dari masing masing yang lain dan kebutuhan. Sebagai suatu
alat, akuntansi manajemen lingkungan dapat digunakan untuk produk suara,
proses atau perencanaan investasi pengambilan keputusan. Maka, sistem
informasi akuntasni manajemen lingkungan merupakan kemampuan bisnis
agar lebih baik mengevaluasi dampak ekonomi dari kinerja lingkungan
bisnis mereka.

1.9

FUNGSI DAN PERAN AKUNTANSI LINGKUNGAN


FUNGSI INTERNAL
Fungsi internal merupakan fungsi yang berkaitan dengan pihak internal
perusahaan sendiri. Adapun yang menjadi actor dan factor dominan pada
fungsi internal ini adalah pimpinan perusahaan. Sebab pimpinan perusahaan
merupakan orang yang bertanggung jawab dalam setiap pengambilan
keputusan maupun penentuan setiap kebijakan internal perusahaan. Fungsi
internal memungkinkan untuk mengatur biaya konservasi lingkungan dan
menganalisis biaya dari kegiatan-kegiatan konservasi lingkungan yang
efektif dan efisien serta sesuai dengan pengambilan keputusan.
FUNGSI EKSTERNAL
Fungsi eksternal merupakan fungsi yang berkaitan dengan aspek
pelaporan keuangan. SFAC No.1 menjelaskan bahwa pelaporan keuangan
memberikan informasi yang bermanfaat bagi investor dan kreditor, dan
pemakai lainnya dalam mengambil keputusan investasi, kredit dan yang
serupa secara rasional. Informasi tersebut harus bersifat komprehensif bagi
mereka yang memiliki pemahaman rasional tentang kegiatan bisnis dan
ekonomi dan memiliki kemauan untuk mempelajari informasi dengan cara
yang rasional.
Pada fungsi ini factor penting yang perlu diperhatikan perusahaan
adalah pengungkapan hasil dari kegiatan konservasi lingkungan dalam
bentuk data akuntansi. Informasi yang diungkapkan merupakan hasil yang
diukur secara kuantitatif dari kegiatan konservasi lingkungan. Termasuk
didalamnya adalah informasi tentang sumber-sumber ekonomi suatu
perusahaan, klaim terhadap sumber-sumber tersebut, dan pengaruh
transaksi, peristiwa, dan kondisi yang mengubah sumber-sumber ekonomi
dan klaim terhadap sumber tersebut.

Fungsi eksternal memberi kewenangan bagi perusahaan untuk


memperngaruhi pengambilan keputusan stakeholders, seperti pelanggan,
rekan bisnis, investor, penduduk local maupun bagian administrasi. Oleh
karena itu, perusahaan harus memberikan informasi tentang bagaimana
manajemen perusahaan mempertanggungjawabkan pengelolaan kepada
pemilik atas pemakaian sumber ekonomi yang dipercayakan kepadanya.
Diharapkan dengan publikasi hasil akuntansi lingkungan akan berfungsi dan
berarti bagi perusahaan-perusahaan dalam memenuhi pertanggungjawaban
serta transparasi mereka bagi para stakeholders yang secara simultan sangat
berarti untuk kepastian evaluasi dari kegiatan konservasi lingkungan.
Perhatian stakeholders mengenai informasi lingkungan perusahaan
dan organisasi lainnya berubah-ubah menurut keinginan para stakeholders
itu sendiri. Dapat dikatakan bahwa investor, rekan bisnis, institusi keuangan
sebagian besar memusatkan perhatian mereka berdasarkan pada pandangan
nilai perusahaan dari perspektif aspek keuangan perusahaan atau organisasi
lainnya. Akibatnya, mereka dihadapkan pada isu-isu seperti efektifitas
investasi dari biaya konservasi lingkungan.
Para Stakeholders, seperti pelanggan, penduduk local, dan lingkungan
LSM diharapkan dapat menganalisa data akuntansi lingkungan dari
perspektif isu-isu yang penuh unsur resiko, keberadaan dari proaktif
kegiatan lingkungan serta apa yang dihasilkan, dampak rinci dari
lingkungan yang tersembunyi dan ukuran pencegahannya, maupun isu-isu
pertanggungjawaban social lainnya.
Pada waktu yang bersamaan, orang-orang yang ada pada perusahaan
seperti Manager dan karyawan secara serius dalam aspek yang luas tentang
lingkungan dan keuangan.Karyawan menjadi terkait dengan tanggung jawab
social perusahaan dan meningkatnya nilai perusahaan, mereka juga
bertanggungjawab untuk meningkatkan stabilitas organisasi bagi mereka
yang menjadi anggota. Sedangkan perusahaan menjamin kepemilikan serta

upah dan gaji karyawan mereka dan menjamin terlaksananya pemeliharaan


keamanan lingkungan ditempat kerja mereka.

.10 MENGHUBUNGKAN AKUNTANSI LINGKUNGAN TERHADAP


STRATEGI BISNIS
Penjelasan mengenai teknik, strategi bisnis, dapat dihubungkan
terhadap akuntansi biaya lingkungan setidaknya melalui tiga cara
terpisah.strategi bisnis khususnya dapat terfokus pada penilaian keseluruhan
biaya dimana kasus biaya lingkunga eksternal dilahirkan oleh masyarakat
diabaikan. Akhirnya, strategi bisnis dapat dihubungkan terhadap jangkauan
luas dari limgkungan eksternal dan biaya sosial dalam suatu penilaian biaya
produksi. Pendekatan selanjutnya akhirnya memimpin ke katagori dari
sustainaibilitas akuntansi dan pelaporan yaitu berada diruang lingkup
rekening.
Dari satu perspektif akuntansi manajemen, langka berikutnya berada
diluar aktiviti based costing adalah manajemen biaya strategi. Menurut
shank dan govindarajan (1993), manajemen biaya strategik adalah analisa
biaya pada satu hubungan kalimat lebih luas, dimana unsur strategik
menjadi lebih bimbang, eksplisit dan formil. Disini, data biaya digunakan
untuk

mengembangkan

strategi

atasan

dalam

perjalanan

untuk

memperoleh keuntungan kompetitif yang berkelanjutan : Biaya


manajemen strategik dengan demikian mewakili suatu penghubung
penting diantara strategi bisnis dan pilihan dari alat akuntansi lingkungan
seperti TCA, FCEA, atau LCA.
Keberhasilan didalam menghubungkan manajemen biaya strategi
terhadap akuntansi lingkungan akan bergantung pada setidaknya lima
faktor berikut :
1. Motivasi untuk perlindungan lingkungan dan/atau inisiatif pencegahan
solusi
2. Sebuah prosedur sistematis untuk pengidentifikasian biaya
3. Dapat dicapai tetapi menuntut tujuan dan sasaran

4. Integrasi dari berbagai strategi perusahaan pada organisasi secara


keseluruan dan
5. Sistem pelaporan menyediakan sebuah monitoring dan koreksi sistem
umpan balik untuk strategi.
Pertama, motivasi untuk menghubungkan akuntansi lingkungan ke
strategi bisnis perlu dipertimbangkan. Sebuah keprihatinan pada
kepatuhan, antara lain, akan memandu satu pilihan berbeda dari strategi
manajemen dibandingkan satu keprihatinan untuk biaya dari dampak
lingkungan. Kepatuhan berorientasi strategi akan memimpin terhadap
teknik-teknik seperti pengauditan lingkungan dan pengembangan dari
sistem manajemen lingkungan perusahaan.
Kedua, sistem untuk pengumpulan
keberhasilan

informasi

kritis

untuk

dari suatu inisiatif akuntansi lingkungan. Terhadap yang

akhir ini, tujuan dari akuntansi lingkungan adalah untuk menyediakan


informasi relevan dalam lingkungan sendiri yang akan mendukung
pengambilan keputusan lingkungan yang dapat dipertukarkan oleh
manajemen.
Ketiga, pengguna manajerial terhadap informasi akuntansi biaya
lingkungan harus berhubungan dengan tujuan yang dapat dicapai tapi
menuntut idak hanya tujuan produktifitas dan profitbilitas untuk
perusahaan. Fuller (1999) menyarankan enak area berikut dimana
informasi akuntansi biaya lingkungan dapat mendukung pemasaran dan
keputusan manajerial : keputusan berbagai produk, memilih input
manufakturing menilai proyek pencegahan polusi, mengevaluasi hak suara
manajemen, membandingkan biaya lingkungan kesebrang fasilitas dan
harga produk. Kita percaya bahwa akuntansi biaya lingkungan dapat
digunakan diseluuh area dari pengambilan keputusan bisnis dan bahwa
keneam area ini menyediakan satu titik awal start untuk analisis. Keenam,
kita akan menambahkan desain prosuk (dan/atau jasa).
Faktor keempat untuk dipertimbangkan adalah integrasi dari strategi
perusahaan. Pilihan strategi antara lain mencakup pilihan dari bisnis baru
untuk dimasuki. Strategi bisnis mungkin berkaitan dengan keputusan-

keputusan berbagai produk. Akhirnya, pada ingkat strategi produk, pilihan


meliputi peningkatan mutu lingkungan atau diskontinuasi dari produk pada
alasan-alasan lingkungan atau lainnya. Untuk keberhasilan manajemen
biaya strategis, strategi pada perusahaan, bisnis dan tingkat produk
diperlukan untuk sesuai dari satu perspektif akuntansi lingkungan.

Perusahaan

Masyarakat

Fungsi Internal

Alat manajemen
perusahaan

Pihak penerima
informasi
Manajemen berhubungan
dengan departemen,
peduduk, karyawan lokal

Fungsi eksternal
Akuntansi
lingkungan
digunakan sebagai
suatu sistem
informasi
lingkungan oleh
perusahaan

Komunikasi dengan masyarakat


lokal {kepercayaan, penilaian,
dll}

Pihak penerima informasi

Pelanggan, rekan bisnis,


investor, institusi keuangan,
LSM, pemerintah, negara