Anda di halaman 1dari 7

METODE PAYBACK

Periode Payback =

Modal yang dienvestasikan


Aliran kas yang berasal dari koperasi

Contoh 7.1.
Perusahaan mempertimbangkan untuk membeli sebuah mesin A seharga
Rp.50.000.000,00. Dari penggunaan mesin tersebut diperkirakan dapat menghasilkan
laba tunai rata rata Rp.12.000.000,00. Berdasarkan data tersebut perhitungan periode
payback adalah sebagai berikut :

Periode Payback =

Rp. 50.000.000,00
Rp. 12.000.000,00

= 4 tahun

Kriteria untuk menilai layak dilaksanakan atau tidak pembelian Mesin A, ditentukan
dengan cara membandingkan antara periode payback hasil perhitungan tersebut diatas,
dengan periode payback yang dikehendaki manajemen. Misalnya periode payback yang
dikehendaki manajemen adalah 5 tahun, maka rencana pembelian Mesin A tersebut dapat
dilaksanakan.
Jika laba tunai setiap tahun jumlahnya berbeda beda, maka penentuan periode
payback dapat dilakukan sebagai berikut :
Contoh 7.2.
Suatu usulan investasi senilai Rp.100.000.000,00 diperkirakan dapat menghasilkan
laba tunai selama enam tahun berturut turut sebagai berikut : Rp.25.000.00,00;
Rp.25.000.00,00;

Rp.20.000.000,00;

Rp.15.000.0000,00

dan

Rp.10.000.000,00.

Berdasarkan data tersebut, perhitungan periode payback adalah sebagai berikut :

TAHUN

LABA TUNAI

INVESTASI YANG

PAYBACK

Rp.25.000.000,00

DITUTUP
Rp.25.000.000,00

25.000.000,00

25.000.000,00

1 Tahun

20.000.000,00

20.000.000,00

1 Tahun

20.000.000,00

20.000.000,00

1 Tahun

15.000.000,00

10.000.000,00 (a)

8 Tahun

10.000.000,00

1 Tahun

Rp.1000.000.000,00
4 tahun 8 bulan
Rp.100.000.000,00

(Rp.25.000.000,00
+

(a)

Rp.25.000.000,00

Rp.20.000.000,00

Rp.20.000.000,00
Rp.10.000.000,00
(b)
Rp.15.000.000,00

12 bulan

Jika terdapat dua alternative usulan investasi maka criteria penilaian adalah usulan investasi
yang memiliki periode payback yang paling besar yang dapat diterima. Meskipun mungkin
usulan investasi yang ditolak, mampu menghasilkan keuntungan yang lebih besar dari pada
keuntungan usulan investasi yang diterima.
Contoh 7.3.
Perusahaan akan mengambil keputusan terhadap dua rencana investasi yaitu
membeli Mesin A atau Mesin B. Data mengenai kedua mesin tersebut adalah sebagai
berikut :

Harga perolehan

Mesin A
Rp.50.000.000,00

Mesin B
Rp.50.000.000,00

10 tahun

20 tahun

Taksiran umur ekonomis


Laba tunai pertahun

Rp.12.500.00,00

Rp. 8.000.000,00

Periode payback yang dikehendaki manajemen maksimum 5 tahun perhitungan periode


payback ,

Mesin A

Rp. 50.000.000,00
Rp. 12.000.000,00

= 4 tahun

Mesin B

Rp. 50.000.000,00
Rp. 12.000.000,00

= 6 tahun 3 bulan

Menurut Kriteria yang ditetapkan, maka usulan membeli Mesin A diterima sebenarnya jika
dilihat dari jumlah laba tunai yang dihasilkan selama umur ekonomis, Mesin B menghasilkan
keuntungan lebuh besar dari pada mesin A. Akan tetapi perlu dikemukakan disini bahwa
metode ini tidak dimaksudkan untuk mengukur tingkat keuntungan.
Kelebihan Metode Payback
1. Metode ini cukup sederhana dan mudah dimengerti
2. Untuk menilai suatu usulan investasi yang memerlukan modal dalam jumlah relative
besar, menurut metode ini dapat segera diketahui jangka waktu modal yang
diinvestasikan dapat ditutup.
Kelemahan Metode Payback
1. Tidak mempertimbangkan nilai waktu uang.
2. Mengabaikan aliran kas yang diperoleh setelah periode payback, sehingga usulan
investasi yang ditolak mungkin saja lebih menguntungkan daripada usulan investasi
yang diterima.
Metode Average Return on Investment
Metode ini dinamakan pula dengan nama metode Accounting Rate Of Return, karena
perhitungannya menggunakan laba akuntansi. Metode ini mengukur tingkat kemampuan
laba (profitabilitas), yang diabaikan dalam metode payback. Rate of Return on
investment dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Return on
Unvestment =

Laba bersih setelah pajak


Modal yang diinvestasikan

Laba bersih setelah pajak dalam hal ini adalah laba menurut akuntansi, yaitu laba tunai
dikurangi depresiasi. Sedangkan modal yang diinvestasikan dapat berupa penanaman
modal mula mula atau berupa rata rata modal yang diinvestasikan.
Contoh 7.4.

Perusahaan mempertimbangkan untuk menerima atau menolak usulan pembelian


mesin. Harga perolehan mesin adalah Rp.40.000.000,00 dan ditaksir mempunyai umur
ekonomis selama 5 tahun. Mesin tersebut dianggap tidak mempunyai nilai residu dan
depresiasi dengan menggunakan metode Garis Lurus. Dari penggunaan mesin tersebut
ditaksir akan menghasilkan rata- rata laba tunai pertahun sebesar Rp.14.000.000,00.
Berdasarkan data tersebut diatas, rate of return on investment dapat dihitung sebagai
berikut :

Laba menurut akuntansi

Rp.14000.000,00 (

Rp.6.000.000,00

Return on Investment (ROI) =


=

Rp.40.000.000,00 0
5

Rp.6.000.000,00
Rp.40.000.000,00
15%

Semakin besar rate of ROI tersebut semakin baik, karena menunjukkan semakin
besarnya jumlah pengembalian modal yang diinvestasikan. Kriteria penilaiannya, adalah
suatu usulan investasikan dinilai layak, jika rate of return proyek lebih besar dari rate of
return yang dikehendaki manajemen.
Jika modal yang diinvestasikan dihitung berdasarkan investasi rat rata, maka
perhitungannya menggunakan cara sebagai berikut :
Investasi rata rata, dihitung dari jumlah investasi mula mula ditambah investasi pada
akhir tahun berakhirnya umur ekonomis dibagi dua.
Berdasarkan contoh 7.4. tersebut rata rata investasi adalah

Rp.40.000.000,00
2

= Rp.20.000.000,00

Dengan demikian rate of return on investmentny adalah :


Rp.40.000.000,00
5
Rp.20.000.000,00

Rp.14.000.000,00

)
= 30%

Kelebihan Metode average Return on Investment


1. Data yang digunakan dapat diambil dari laporan keuangan perusahaan yang sudah
tersedia.
2. Pendapatan selama masa investasi diperhitungkan.
Kekurangan Metode average Return on Investment
1. Tidak mempertimbangkan nilai waktu uang
2. Tidak dapar diterapkan untuk usulan investasi yang dilakukan secara bertahap.
Metode Net Present Value
Berbeda

dengan

dua

metode

terdahulu,

metode

Net

Present

Value

mempertimbangkan nilai waktu uang. Seperti telah disebutkan dimuka, konsep nilai
sekarang merupakan salah satu faktorpenting yang harus dipertimbangkan dalam
penilaian investasi.
Menurut metode ini, penerimaan kas (cash inflow) pada masa yang akan dating
selama investasi berlangsung, dihitung berdasarkan nilai sekarang. Penilaian atas usulan
investasi berdasarkan metode ini adalah dengan cara membandingkan nilai sekarang dari
pengeluaran kas (cash outflow) selama investasi modal berlangsung. Kriteria
penilaiannya adalah : suatu usulan investasi akan diterima, jika nilai sekarang dari cash
inflow lebih besar dari nilai sekarang cash outflownya. Dengan demikian, suatu usulan
investasi dinilai layak untuk dilaksanakan, jika nilai sekarang aliran kas bersihnya
positif.

Nilai sekarang dari cash inflow maupun cash outflow dihitung dengan
menggunakan rumus sebagai berikut :
Nilai sekarang = C x

1
(1 + i)n

C = Aliran kas (cash flow) masuk atau aliran kas keluar


i = tingkat bunga
n = jangka waktu
Di samping menggunakan rumus perhitungan tersebur diatas, nilai sekarang dapat
pula dihitung dengan menggunakan table nilai sekarang (lihat halaman 121 dan halaman
122). Aliran kas yang akan dihitung berdasarkan nilai sekarang.
Tabel nilai sekarang dari Rp1,00 (Tabel 7.0. halaman 121). Digunakan untuk
mencari factor nilai sekarang dari aliran kas yang diterima atau yang dibayarkan pada
suatu tahun atau selama beberapa tahun yang jumlahnya berbeda.
Tabel nilai sekarang dari Rp1,00 setiap tahun selama n tahun (table 7.3 halaman
122), digunakan untuk mencari factor nilai sekarang dari kas yang diterima atau yang
dibayarkan selama beberapa tahun dalam jumlah yang sama.
Faktor nilai sekarang tersebut dicari berdasarkan tingkat bunga tertentu pada kolom
horizontal dan tahun tertentu pada kolom vertical table nilai sekarang. Faktor nilai
sekarang tersebut, selanjutnya dikalikan dengan jumlah kas yang diterima atau
dibayarkan pada tahun tertentu atau selama beberapa tahun.
Contoh 7.5.
Perusahaan mempertimbangkan untuk menanamkan modalnya untuk membeli
mesin seharga Rp.5.000.000,00. Mesin tersebut ditaksir mempunyai umur ekonomis
selama 5 tahun, tanpa nilai residu da dideprisiasi dengan metode garis lurus. Selama
penggunaanmesin tersebut, diperkirakan perusahaan akan memperoleh laba bersih
sebelum pajak, berturut turut sebagai berikut :
Rp.2.000.000,00; Rp.3.000.000,00; Rp.2.500.000,00; Rp.1.500.000,00; Rp.1.000.000,00.
Jika pajak penghasilan sebesar 40% dan tingkat bungan 20% per tahun, maka
perhitungan nilai sekarang dari rencana investasi tersebut adalah sebagai berikut :

Tahun

Laba Bersih
Sebelum Pajak

Pajak
Penghasilan

1
2
3
4
5

Rp.2.000.000,00
3.000.000,00
2.500.000,00
1.500.000,00
1.000.000,00

Rp.800.000,00
1.200.000,00
1.000.000,00
600.000,00
400.000,00

Laba Tunai
Rp.2.000.000,00
3.000.000,00
2.500.000,00
1.500.000,00
1.000.000,00

Faktor Nilai
Sekarang
0,833
0,694
0,579
0,482
0,402

Jumlah nilai sekarang kas masuk bersih

Laba Bersih
Setelah Pajak

Depresiasi

Rp.1.200.000,00 Rp.1.000.000,00
2.800.000,00
1.000.000,00
1.500.000,00
1.000.000,00
900.000,00
1.000.000,00
600.000,00
1.000.000,00

Nilai Sekarang Kas


Masuk Bersih
Rp.1.832.600,00
2.637.000,00
1.447.000,00
915.000,00
643.000,00
Rp.7.476.300,00

1) 40% x Laba bersih sebelum pajak.


2) Rp.5.000.000,00 0
5
3) Diambil dari table nilai sekarang dari Rp.1,00 (Tabel 7.2) pada tingkat bunga 20%

Berdasarkan hasil perhitungan di atas, nilai sekarang dari kas masuk bersih
berjumlah Rp.7.476.300,00. Jumlah tersebut lebih besar dari jumlah nilai sekarang dari
investasi sebesar Rp.5.000.000,00. Dengan demikian rencana investasi tersebut dapat
diterima, karena mempunyai nilai sekarang bersih ( net present value) sebesar
(Rp.2.476.300,00 (Rp.7.476.300,00 Rp.5.000.000,00).