Anda di halaman 1dari 25

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Puskesmas
2.1.1 Pengertian
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis (UPT) dinas kesehatan
kabupaten/kota

yang

bertanggungjawab

menyelenggarakan

pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja UPT tugasnya adalah


menyelenggarakan

sebagian

tugas

teknis

Dinas

Kesehatan

Pembangunan Kesehatan maksudnya adalah penyelenggara upaya


kesehatan. Pertanggung jawaban secara keseluruhan ada di Dinas
Kesehatan dan sebagian ada di Puskesmas wilayah kerja dapat
berdasarkan kecamatan, penduduk, atau daerah terpencil (Depkes,
2004).
2.1.2 Konsep Dasar Puskesmas
Konsep dasar dari puskesmas sendiri adalah sebagai berikut (Depkes
RI,2004) :
1. Unit Pelaksanaan Teknis
Sebagai unit pelaksana teknis daerah dinas kesehatan kabupaten/kota
(UPTD), puskesmas berperan menyelengarakan tugas teknis operasional
dinas kesehatan kabupaten/kota dan merupakan unit pelaksana tingkat
pertama serta ujung tombak pembangunan kesehatan di indonesia.
2. Pembangunan Kesehatan
Pembangunan kesehatan adalah penyelengaraan upaya kesehatan oleh
bangsa Indonesia untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan

hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat
yang optimal.

3. Penanggung Jawab Penyelenggara


Penanggung jawab utama penyelengara seluruh upaya pembangunan
kesehatan di wilayah kabupaten/kota adalah dinas kesehatan kabupaten/kota,
sedangkan puskesmas bertanggung jawab hanya sebagai upaya pembangunan
kesehatan yang dibebankan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota sesuai
dengan kemampuannya.
4. Wilayah Kerja
Secara nasional, standar wilayah kerja puskesmas adalah satu
kecamatan, tetapi apabila di satu kecamatan terdapat lebih dari satu
puskesmas, maka tanggung jawab wilayah kerja dibagi antar puskesmas,
dengan memperhatikan keutuhan konsep wilayah kerja dibagi antar
puskesmas, dengan memperhatikan keutuhan konsep wilayah (desa/kelurahan
atau

RW).

Masing-masing

puskesmas

tersebut

secara

operasional

bertangungjawab langsung kepada dinas kesehatan kabupaten/kota.


2.1.3 Fungsi Puskesmas
1. Pusat Penggerak Pembangunan Berwawasan Kesehatan
Puskesmas

selalu

berupaya

menggerakkan

dan

memantau

penyelengaraan pembangunan lintas sektor termasuk oleh masyarakat dan


dunia usaha di wilayah kerjanya, sehingga berwawasan serta mendukung
pembangunan kesehatan. Di samping itu puskesmas aktif memantau dan
melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap program

pembangunan di wilayah kerjanya. Khusus untuk pembangunan kesehatan,


upaya yang dilakukan puskesmas adalah mengutamakan pemeliharaan
kesehatan dan pencegahan penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan
penyakit dan pemulihan kesehatan (Kepmenkes RI, 2004).
2. Pusat pemberdayaan masyarakat
Puskesmas selalu berupaya agar perorangan terutama pemuka
masyarakat, keluarga dan masyarakat termasuk dunia usaha memiliki
kesadaran, kemauan, dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat
untuk hidup sehat, berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan
kesehatan termasuk pembiayaan, serta ikut menetapkan, menyelenggarakan
dan memantau pelaksanaa program kesehatan. Pemberdayaan perorangan,
keluarga dan masyarakat ini diselengarakan dengan memperhatikan kondisi
dan kondisi dan situasi, khususnya sosial budaya masyarakat setempat
(Kepmenkes RI, 2004).
3. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama.
Puskesmas
kesehatan

tingkat

bertanggung
pertama

jawab

menyelenggarakan

secara

menyeluruh,

pelayanan

terpadu

dan

berkesinambungan. Pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menjadi


tanggung jawab puskesmas meliputi:
a. Pelayanan Kesehatan Perorangan
Pelayanan kesehatan perorangan adalah pelayanan yang
bersifat pribadi (private goods) dengan tujuan utama penyembuhan
penyakit dan pemulihan kesehatan perorangan tanpa mengabaikan
pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit, pelayan

perorangan tersebut adalah rawat jalan dan untuk puskesmas


tertentu ditambah dengan rawat inap (Kepmenkes RI, 2004).

b. Pelayanan Kesehatan Masyarakat


Pelayanan kesehatan masyarakat adalah pelayanan yang
bersifat publik (public goods) dengan tujuan utama memelihara
dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit tanpa
mengabaikan penyembut penyakit dan pemulihan kesehatan.
Pelayanan kesehatan masyarakat tersebut antara lain promosi
kesehatan,

pemberantasan

perbaikan

gizi,

penyakit

peningkatan

penyehatan

kesehatan

lingkungan,

keluarga,

keluarga

berencana, kesehatan jiwa serta berbagai program kesehatan


masyarakat lainnya (Kepmenkes RI, 2004).
2.1.4 Manajemen Puskesmas
Manajemen puskesmas dapat digambarkan sebagai suatu
rangkaian

kegiatan

yang

bekerja

secara

senergik,

sehingga

menghasilkan keluaran yang efisien dan efektif. Manajemen puskesmas


tersebut terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengendalian serta
pengawasan

dan

pertanggungjawaban.

Seluruh

kegiatan

diatas

merupakan satu kesatuan yang saling terkait dan berkesinambungan


(Depkes RI, 2006).
1. Perencanaan Puskesmas
Arah perencanaan puskesmas adalah mewujudkan kecamatan
sehat 2010. Dalam perencanaan puskesmas hendaknya melibatkan
9

masyarakat sejak awal sesuai kondisi kemampuan masyarakat di


wilayah kecamatan. Pada dasarnya ada 3 langkah penting dalam
penyusunan perencanaan yaitu : (a) identifikasi kondisi masalah
kesehatan masyarakat dan lingkungan serta fasilitas pelayanan
kesehatan tentang cakupan dan mutu pelayanan
(b) identifikasi potensi sumber daya masyarakat dan provider
(c) menetapkan kegiatan-kegiatan untuk menyelesaikan masalah.
Hasil perencanaan puskesmas adalah Rencana Usulan Kegiatan (RUK)
tahun yang akan datang setelah dibahas bersama dengan Badan
Penyantun Puskesmas (BPP). Setelah mendapat kejelasan dana alokasi
kegiatan yang tersedia selanjutnya puskesmas membuat Rencana
Pelaksanaan Kegiatan (RPK). Proses perencanaan dapat menggunakan
instrumen

Perencanaan

Tingkat

Puskesmas

(PTP)

yang

telah

disesuaikan dengan kondisi setempat atau dapat memanfaatkan


instrument lainnya(Depkes RI, 2006).
2. Penggerakkan Pelaksanaan
Puskesmas melaksanakan serangkaian kegiatan yang merupakan
penjabaran

lebih

Penyelenggaraan

rinci

dari

penggerakan

rencana

pelaksanaan

pelaksanaan

puskesmas

kegiatan.
melalui

instrumen lokakarya mini puskesmas yang terdiri dari :


a. Lokakarya mini bulanan adalah alat untuk penggerakan pelaksanaan
kegiatan bulanan dan juga monitoring bulanan kegiatan puskesmas
dengan melibatkan lintas program intern puskesmas(Depkes RI, 2006).

10

b.

Lokakarya

mini

tribulanan

dilakukan

sebagai

penggerakan

pelaksanaan dan monitoring kegiatan puskesmas dengan melibatkan


lintas sektoral, Badan Penyantun Puskesmas atau badan sejenis dan
mitra yang lain puskesmas sebagai wujud tanggung jawab puskesmas
perihal kegiatan(Depkes RI, 2006).

3. Pengawasan, Pengendalian dan Penilaian


Untuk terselenggaranya proses pengendalian, pengawasan dan
penilaian diperlukan instrumen yang sederhana. Instrumen yang telah
dikembangkan di puskesmas adalah(Depkes RI, 2006):
a. Pemantauan Wilayah Setempat (PWS)
b. Penilaian/Evaluasi Kinerja Puskesmas sebagai pengganti dan
stratifikasi.
2.1.5 Struktur Puskesmas
TOP MANAGEMENT

MANAGEMENT
REPRESENTATIF
SEKRETARIAT

AUDITOR
INTERNAL
KOORDINATOR
UNIT
PENDAFTARAM

KOOR. POLI
UMUM

SURVEI KEPUASAN
PELANGGAN
KOOR. POLI
GIGI

KOOR. POLI
UMUM

KOOR. GIZI

KOOR.
SANITASI

KOOR. KIA

KOOR.
PROMKES

KOOR. KB

KOOR.
KAMAR OBAT

KOOR. KASIR

11

KOOR. TATA
USAHA

2.2 Sejarah ISO (International Standart Organization)


ISO adalah satu lembaga standar internasional yang berdiri pada 1947, dan
beranggotakan 130 negara, bertujuan untuk meningkatkan kualitas perdagangan
internasional yang berkaitan dengan barang dan jasa. Dengan demikian ISO
adalah wadah koordinasi standar kerja bertaraf internasional. ISO sebagai
lembaga internasional yang berkedudukan di Jenewa (Swiss) juga bersepakat
untuk membuat standar mutu yang sama baik dalam hal produk industri maupun
jasa termasuk jasa layanan kesehatan di seluruh dunia (Setyawan, 2008).
Ketika suatu puskesmas dinyatakan lulus ISO, itu artinya bahwa
manajemen pelayanan organisasi tersebut telah diakui memiliki kesepadanan
dengan manajemen organisasi lainnya yang juga bersertifikasi ISO di negara
manapun didunia. Secara umum terdapat empat macam ISO yaitu(Setyawan,
2008):
1. ISO 9000:2000 berupa panduan yang mengatur prinsip- prinsip manajemen
mutu
2. ISO 9001:2000 berupa panduan yang mengatur bagaimana memuaskan
pelanggan

12

3. ISO 9004:2000 berupa panduan yang mengatur peningkatan kinerja pegawai


dan kinerja finansial
4. ISO 9011:2000 berupa panduan yang berisi cara- cara melakukan internal
audit.
Menurut Setyawan (2008), standar ISO 9001 memiliki ciri khas:
1. Adanya jaminan mutu atau quality asurance dalam pengelolaan suatu badan
2. Consistency
3. Evaluasi yang dilakukan secara rutin
4. Improvement
Menurut Setyawan (2008), puskesmas ISO memiliki ciri khas:
1. Segala tindakan puskesmas wajib di dokumentasikan
2. Jika ada kerja sama dengan pihak luar wajib membuat MOU
3. Segala tindakan di setiap unit harus berdasarkan SOP
4. Penggunaan antibiotik harus atas dasar pemeriksaan Laboraturium
5. Perbedaan sistem management dibanding puskesmas non ISO
2.3 Profil Puskesmas Pagu
2.3.1 Identitas Puskesmas
Nama Puskesmas

Puskesmas Pagu

Pimpinan Puskesmas

dr. Ika Tjandra Kusuma

Nomer Kode Puskesmas

35 06 19 01

Alamat

Jl. Supriadi 98 Pagu

Kecamatan

Pagu

Kabupaten

Kediri

Propinsi

Jawa Timur

13

Nomor Telepon

0354-545443

2.3.2 Wilayah Kerja Puskesmas Pagu


2.3.2.1 Keadaan Geografis
Kecamatan Pagu termasuk wilayah geografis kabupaten yang
merupakan bagian wilayah kerja pembantu Bupati di Papar yang terdiri
dari 13 Desa dan terletak di bagian sebelah utara wilayah Kabupaten
Kediri dengan ketinggian 72 m dari permukaan laut. Luas wilayah
Puskesmas Pagu 24, 28 km2 dengan dataran rendah 100%. Luas wilayah
Puskesmas Pagu 24, 28 km2, yaitu berupa dataran rendah seluruhnya.
2.3.2.2 Batas Wilayah Puskesmas Pagu
Sebelah Utara
Sebelah Selatan

: Kecamatan Kayen Kidul


:

Kecamatan Gurah, Kecamatan

Gampengrejo
Sebelah Timur

: Kecamatan Gurah, Kecamatan Pare

Sebelah Barat

: Wilayah Puskesmas Bangsongan

2.3.2.3 Wilayah Kerja Puskesmas Pagu


Wilayah Kerja Puskesmas Pagu terdiri dari 13 desa, yaitu desa
Wonosari, Kambingan, Bulu Pasar, Tanjung, Wates, Menang, Sitimerto,
Tengger Kidul, Semanding, Pagu, Jagung, Bendo, dan desa Semen.
Keseluruhan jumlah desa tersebut dapat dijangkau oleh kendaraan
roda 2 maupun roda 4.

14

15

Gambar 1. Peta Wilayah Kerja Puskesmas Pagu


2.3.3 Data Kependudukan
Jumlah penduduk menurut umur dan jenis kelamin, adapun data
penduduk di Kecamatan Pagu tahun 2012 sebagai berikut:
Bayi
No

Desa

1.

Bulupasar

(0-<1th)
77

2.

Wonosari

3.

Balita
Pria

Wanita

(1-<5th)
207

1969

3862

44

18

1680

3296

Kambingan

26

114

1174

2387

4.

Tanjung

59

233

1897

3818

5.

Wates

15

56

483

1007

6.

Menang

55

170

1743

3484

7.

Tengger K

57

172

1576

3158

8.

Semanding

62

170

1779

3782

9.

Sitimerto

35

73

748

1518

10.

Pagu

87

209

2235

4342

11.

Bendo

58

375

773

12.

Semen

51

203

1722

3384

13.

Jagung

28

100

868

1709

604

1947

18.249

36.520

Jumlah

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa jumlah penduduk di


Kecamatan Pagu antara laki-laki dan perempuan hampir seimbang, dimana
jumlah penduduk laki-laki 18.249 jiwa dan perempuan 18.271 jiwa, sehingga

16

jumlah penduduk keseluruhan adalah36.520 jiwa. Sementara itu jumlah


penduduk terbanyak ada di desa Pagu dengan jumlah 4.342 jiwa.
2.3.4 Data Khusus
2.3.4.1 Ketenagaan Puskesmas
Tugas dan jenis tenaga di puskesmas sebanyak 24 orang terdiri dari :
Dokter Umum

: 2 orang

Dokter Gigi

: 2 orang

Apoteker

: 1 orang

Perawat

: 3 orang

Perawat Gigi

: 1 orang

Bidan di Desa

: 13 orang

Gizi

: 1 orang

Sanitasi

: 1 orang

Administrasi

: 13 orang

Sopir

: 1 orang

Perawat Gigi

: 1 orang

Analis Lab.

: 1 orang

Petugas Loket

: 1 orang

2.3.4.2 Sarana Kesehatan


Puskesmas Pembantu

: 2

Polindes

: 10

Poliklinik / BP Swasta

: 1

Praktek dokter swasta

: 2

Praktek bidan swasta

: 11

17

2.3.4.3 Data Sarana Pendidikan


TK

25 buah

SD

17 buah

MI

5 buah

SMP

3 buah

MTS

3 buah

SMA

MA

1 buah

AKADEMI

STIKES

Pondok Pesantren

1 buah
Umum
Kepegawaian/Keuangan
dan Perlengkapan
Bambang
Hartana,
danS.Sos
Rustanti

2.3.5 Visi dan Misi Puskesmas Pagu


2.3.5.1 Visi
Promkes
Menjadi puskesmas pilihan masyarakat sekabupaten Kediri
yang
Mery
Kartikaningtyas
profesional dalam pelayanan.
2.3.5.2 Misi
a. Menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2008.

Kesehatan Lingkungan
Budi Setyono

b. Meningkatkan pelayanan sesuai dengan standar.


c. Mengembangkan sumber daya manusia secara berkelanjutan.
d. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam mengatasi masalah
kesehatan.
Polindes Sambirejo
Roro Pepy Rosalina
Polindes Sumberbendo
Lik Juwarni
18

2.3.6 Kebijakan Mutu


UPTD Puskesmas Pagu bertekad menjadi puskesmas pilihan yang
terbaik dalam memberikan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standart
pelayanan demi tercapainya kepuasan pelanggan/masyarakat.
2.3.7 Motto
Adapun motto UPTD Puskesmas Pagu adalah: Melayani Setulus
Hati (Senyum untuk luapkan keikhlasan dengan harapan tinggi akan
kepuasan pelanggan). Artinya: dalam setiap memberikan pelayanan kepada
masyarakat dilakukan dengan setulus hati sebagai wujud dari tanggung jawab
profesi.
2.3.8 Upaya Kesehatan Wajib
a. Pengobatan dasar
b. Promosi Kesehatan
c. Kesehatan Lingkungan
d. Kesehatan Ibu, Anak dan Keluarga Berencana
e. Perbaikan Gizi
f. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
2.3.9 Upaya Kesehatan Pengembangan (Inovatif)
a. Kesehatan Sekolah, meliputi: penjaringan kesehatan anak sekolah,
pembinaan kesehatan sekolah, konseling remaja, pelatihan dokter kecil
se kecamatan Pagu, dan pelatihan Guru UKS.
b. Kesehatan Jiwa
c. Kesehatan Gigi dan Mulut
d. Kesehatan Usia Lanjut

19

e. Kesehatan dan Keselamatan Kerja


f. Upaya Peningkatan Posyandu, dilakukan pembelajaran pada ibu balita
di posyandu balita wates untuk belajar mengisi KMS sendiri dan
menimbang balitanya.
g. Upaya Pembinaan Desa Sehat, yaitu terbentuknya task force (tim
pelaksana) di desa yang terdiri dari timlak revitalisasi PKK dan
posyandu, kadarzi, rumah sehat bersih dan hijau, PHBS dan sekolah
bersih dan hijau
h. Batra
i. Olahraga
2.3.10 Strategi
a. Meningkatkan potensi SDM
b. Tersedianya sarana/fasilitas sesuai standart
c. Tersedianya sumber daya keuangan
d. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat agar menjadi mandiri
2.3.11 Jenis Unit Pelayanan di Puskesmas
a. Unit Pendaftaran

g. Unit Laboratorium

b. Unit Pengobatan Umum

h. Unit Kasir

c. Unit Pengobatan Gigi

i. Unit Kesehatan Masyarakat (UKM)

d. Unit Gizi
e. Unit Sanitasi
f. Unit Pelayanan KIA/KB
g. Unit Pelayanan Obat

20

2.4 Sepuluh Penyakit Terbanyak di Puskesmas Tahun 2012


1. Acute Nasofaring

: 2849

2. Gastritis

: 2751

3. Hipertensi

: 2635

4. Commond Cold

: 2368

5. Myalgia

: 1770

6. ISPA

: 1552

7. Gout

: 585

8. Faringitis

: 563

9. DKA

: 562

10.TB Paru

: 532

2.5 Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP)


2.5.1 Pengertian
Penilaian kinerja puskesmas (PKP) adalah suatu upaya untuk
melakukan penilaian hasil kerja atau prestasi puskesmas. Pelaksanaan
penilaian dimulai dari tingkat puskesmas, sebagai instrumen mawas diri
karena setiap puskesmas melakukan penilaian kinerjanya secara mandiri.
Analisa tingkat kinerja puskesmas dilakukan berdasarkan rincian nilainya,
sehingga urutan pencapaian kinerjanya dapat diketahui, serta dapat dilakukan
pembinaan secara lebih mendalam dan terfokus.

21

2.5.2 Tujuan
2.5.2.1 Tujuan Umum
Tercapainya tingkat kinerja puskesmas yang berkualitas secara
optimal dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan kesehatan
kabupaten atau kota.
2.5.2.2 Tujuan Khusus
1. Mendapatkan gambaran tingkat pencapaian hasil cakupan dan mutu
kegiatan serta manajemen puskesmas pada akhir tahun kegiatan
2. Mengetahui tingkat kinerja puskesmas pada akhir tahun berdasarkan
urutan peringkat kategori kelompom puskesmas
3. Mendapatkan informasi analisis kinerja puskesmas dan bahan masukan
dalam penyusunan rencana kegiatan puskesmas dan dinas kesehatan
kabupaten atau kota untuk tahun yang akan datang
2.5.3 Manfaat
1. Puskesmas mengetahui tingkat pencapaian (prestasi) kunjungan
dibandingkan dengan target yang harus dicapainya
2. Puskesmas dapat melakukan identifikasi dan analisis masalah, mencari
penyebab dan latar belakang serta hambatan masalah kesehatan di
wilayah kerjanya berdasarkan adanya kesenjangan pencapaian kinerja
puskesmas (output dan outcome)
3. Puskesmas dan dinas kesehatan kabupaten atau kota dapat menetapkan
tingkat urgency suatu kegiatan untuk dilaksanakan segera pada tahun
yang akan datang berdasarkan prioritasnya

22

4. Dinas kesehatan kabupaten atau kota dapat menetapkan dan mendukung


kebutuhan sumber daya puskesmas dan urgency pembinaan puskesmas
2.5.4

Ruang Lingkup Penilaian Kinerja Puskesmas

1. Upaya Kesehatan
a. Upaya Kesehatan Wajib
b. Upaya Kesehatan Pengembangan
2. Manajemen Puskesmas
Terdiri dari proses perencanaan, pelaksanan lokakarya mini
(lokmin) dan penilaian kinerja.
3. Mutu Pelayanan (input, proses, output, dan outcome)
2.5.5 Pelaksanaan Penilaian Kinerja Puskesmas
1. Penetapan target
2. Pengumpulan data hasil kegiatan
3. Pengolahan data
4. Analisis hasil dan langkah pemecahan
5. Pelaksanaan penilaian, dibagi menjadi dua, yaitu pelaksanaan penilaian
pada tingkat puskesmas dan tingkat kabupaten
2.5.6 Pedoman Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan kegiatan menghitung data yang
diperlukan sesuai dengan pedoman. Selanjutnya dilakukan pengisian format
penilaian kinerja sesuai dengan petunjuk definisi operasionalnya. Cara
pengumpulan data menggunakan sistem pencatatan dan pelaporan terpadu
puskesmas (SP2TP).

23

Berikut adalah beberapa pedoman pengumpulan data:


1. Pengolahan data merupakan proses kegiatan yang merubah data
menjadi informasi yang dapat digunakan sebagai dasar dalam
pengambilan keputusan termasuk untuk dasar dalam pengambilan
keputusan dan untuk dasar penyusunan perencanaan puskesmas
2. Kegiatan pengolahan data meliputi:
Kegiatan untuk meneliti kelengkapan dan kebenaran data yang
dikumpulkan (cleaning dan editing), kegiatan perhitungan khususnya
pencapaian

hasil

kegiatan

puskesmas

(calculating),

kegiatan

memasukkan data dalam suatu tabulasi yang akan menjadi suatu


informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan (tabulating).
2.5.7 Nilai Ambang Penilaian Kinerja Puskesmas
Penilaian kinerja puskesmas ditetapkan menggunakan nilai
ambang untuk tingkat kelompok puskesmas, yaitu:
Cakupan pelayananan:
1. Kelompok I : Tingkat pencapaian hasil 91%
2. Kelompok II : Tingkat pencapaian hasil 81-90%
3. Kelompok III : Tingkat pencapaian hasil 80%
Mutu pelayanan kesehatan dan manajemen:
1. Kelompok I : Nilai rata-rata 8,5
2. Kelompok II : Nilai rata-rata 5,58,4
3. Kelompok III : Nilai rata-rata < 5,5

24

Dinas kesehatan kabupaten atau kota untuk mengetahui tingkat


kinerja puskesmas akan dikelompokkan menjadi 3 kelompok puskesmas:
1.Kelompok I : puskesmas dengan tingkat kinerja baik
2.Kelompok II : puskesmas dengan tingkat kinerja cukup
3.Kelompok III : puskesmas dengan tingkat kenerja kurang

2.6 Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu


2.6.1 Pengertian
Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) adalah
sistem pencatatan dan pelaporan yang lengkap untuk pengelolaan data di
puskesmas, meliputi keadaan fisik, kegiatan pokok yang dilakukan dan hasil
yang dicapai oleh puskesmas.
2.6.2 Tujuan
2.6.2.1 Tujuan Umum
Tersedianya data dan informasi yang akurat, tepat, waktu dan
mutakhir secara periodik dan teratur untuk pengelolaan program kesehatan
masyarakat melalui puskesmas di berbagai tingkat administrasi.
2.6.2.2 Tujuan Khusus
a. Tersedianya data yang meliputi keadaan fisik, tenaga, sarana dan
kegiatan pokok puskesmas yang akurat, tepat waktu dan muthakir
secara teratur
b. Terlaksananya pelaporan data data tersebut secara teratur di berbagai
jenjang administrasi, sesuai dengan peraturanyang berlaku

25

c. Termanfaatnya data tersebut untuk pengambilan keputusan dalam


rangka

penggolongan

program

kesehatan

masyarakat

melalui

puskesmas di berbagai tinngkat administrasi


2.6.3 Ruang Lingkup
a. SP2TP dilakukan oleh semua puskesmas (termasuk puskesmas dengan
perawatan ,Puskesmas Pembantu dan Puskesmas Keliling)
b. Pencatatan dan Pelaporan mencakup :
1. Data umum dan demografi wilayah kerja puskesmas
2. Data ketenagaan di puskesmas
3. Data sarana yang dimiliki Puskesmas
4. Data kegiatan pokok puskesmas yang dilakukan baik yang didalam
maupun di luar gedung puskesmas
c. Pelaporan dilakukan secara periodik (bulanan dan tahunan), dengan
menggunakan formulir yang baku seyogyanya berjenjang dari puskesmas
ke Dati I, dari Dati II,dan Dati ke pusat .Namun sementara ini dapat
dilakukan dari Dati II langsung ke pusat dengan tindasan ke provinsi.
2.6.4
a.

Batasan

Kujungan dibagi 2, yaitu :


1. Kunjungan ke puskesmas, puskesmas pembantu baik untuk mendapat
pelayanan kesehatan maupun sekedar mendapat keterangan sehatsakit. Untuk ini dibedakan 2 (dua), kategori :

Kunjungan baru ialah seseorang yang pertama kali datang ke


puskesmas atau puskesmas pambantu, sehingga seumur hidupnya
hanya dicatat sebagai satu kunjungan baru.

26

Kunjungan lama , ialah seorang yang datang ke puskesmas atau


puskesmas pembantu yang kedua kali dan seterusnya untuk
mendapat pelayanan kesehatan . perkecualian kedua kategori
tersebut pada ibu hamil , ibu menyusui dan balita

2. Kunjungan sebagai kasus


Kunjungan kasus adalah kasus baru , kasus lama , kunjungan baru
dan kunjungan lama suatu penyakit
b. Kasus
1. Kasus baru (new of illness), yaitu pernyataan pertama kali seorang
menderita penyakit tertentu sebagai hasil diagnosa dokter atau tenaga
paramedik
2. Kasus lama adalah kunjungan ke dua dan seterusnya, dari kasus baru
yang belum dinyatakan sembuh atau kunjungan kasus lama dalam
tahun atau periode yang sama. Untuk berikutnya , kasus ini
diperhitungkan sebagai kasus baru. Khusus pada penderita kusta
hanya dikenal kasus baru, yaitu saat pertama kali penemuannya. Pada
kunjungan kedua dan seterusnya hanya dihitung sebagai kunjungan
kasus, bukan sebagai kasus lama.
c.

Keluarga
Keluarga dalam pencatatan SP2TP adalah satu kepala kelurga beserta

anggotanya yang terdiri dari istri, anak-anak (kandung, tiri dan angkat) dan
orang lain yang ditinggal dalam satu atap atau rumah.

27

d.

Pelaksanaan SP2TP
Pencatatan
Pencatatan dilakukan dalam gedung puskesmas, pembantu yaitu;
family folder (kartu individu dan kartu tanda pengenal keluarga, buku
register, kartu indeks penyakit (kelompok penyakit) yang distribusi jenis
kelamin , golongan , umur dan desa, kartu perusahaan, kartu murid,
sensus harian (penyakit dan kegiatan puskesmas) untuk mempermudah
pembuatan laporan dan kartu tanda pengenal.
Pelaporan
Jenis dan periode laporan sebagai berikut :
a. Laporan bulanan
1. Data penyakit (format LB 1)
2. Data kematian (format LB 2)
3. Data operasional yaitu gizi, imunisasi KIA dan gigi
(format LB 3)
4. Data laporan kesling ( format LB 4)
b. Tahunan
1. Umum fasilitas
2. Sarana
3. Tenaga
Pengelolahan, analisis dan pemanfaatan
Pengolahan analisa dan pemanfaatan data SP2TP dilaksanakan di
tiap jenjang administrasi yang pemanfaatannya disesuiakan dengan tugas
dan fungsinya dalam mengambil keputusan. Di tingkat puskesmas, untuk

28

tindakan segera untuk pemantauan pelaksanaan program (operative)


sebagai early warning system. pada tingkat dati II dapat digunakan untuk
pemantauan, pengendalian dan pengambilan tindakan koreksi yang
diperlukan. Pada tingkat I dapat digunakan juga untuk perencanaan
program dan pemberian bantuan yang diperlukan. Pada tingkat pusat
digunakan dalam pengambilan kebiksanaan yang diperlukan. Ruang
lingkup kegiatan pengolahan dan analisis meliputi :
Mengamplikasikan data dari puskesmas pembantu, kegiatan
lapangan termasuk posyandu dan kegiatan dalam gedung
puskesmas
Mentabulasi data upaya kesehatan yang diberikan kepada
masyarakat, yang dibedakan atas masyarakat dalam wilayah dan
luar wilayah puskesmas
Menyusun kartu indeks penyakit
Menyusun sensus harian untuk mengelola data kesakitan
Melakukan

berbagai

perhitungan-perhitungan

dengan

menggunakan data dominator


Membuat penyajian dalam bentuk narasi, tabel dan grafik sesuai
kebutuhan menurut waktu dan likasi. Sebagai pembanding dapat
dipergunakan data tahun-tahun sebelumnya
Melakukan beberapa analisa untuk kebutuhan pemantauan,
intervensi serta perencanaan di masa mendatang
Membuat peta wilayah puskesmas termasuk saran kesehatan

29

Pemanfaatan data SP2TP


Pada hakikatnya data SP2TP mempunyai peran ganda karena :
Data tersebut dilaporkan dari puskesmas untuk kebutuhan
administrasi di atasnya, dalam rangka pembinaan, perencanaan
seta kebijaksanaan
Data tersebut dapat dimanfaatkan oleh puskesmas sendiri dalam
rangka peningkatan upaya kesehatan puskesmas, melalui
perencanaan (mikro planing), penggerakan, pelaksanaan (mini
lokakarya) dan pengawasan, pengendalian, serta penilaian
(statifikasi). Salah satu komponen dari pengawasan adalah
pemantauan yang merupakan tindak lanjut secara kontinu dari
kegiatan program yang dikaitkan dengan proses pengambilan
keputusan serta tindakan (action).
Contoh:
Data dari hasil SP2TP dapat dimanfaatkan untuk:
a. Penyusunan profil puskesmas, dengan menggunakan data
dasar
b. Penggambaran peran serta masyarakat, dengan menggunakan
data jumlah kader (aktif/tidak aktif), pelaksanaan KB-kes
Terpadu melalui posyandu
c. Penggambaran

tingkatan

cakupan

sasaran

pelayanan

kesehatan dari program yang dilaksanakan dalam bentuk


kegiatan pokok puskesmas

30