Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Dalam sebuah praktikum, praktikan diwajibkan mengenal dan memahami alat-alat di


laboratorium, fungsi serta cara kerjanya. Dengan memahami cara kerja dan fungsi
dari masing-masing alat, praktikan dapat melaksanakan praktikum dengan benar dan
sempurna. Selain itu juga untuk menghindari kecelakaan dan bahaya.
Dalam praktikum operasi teknik kimia 2, alat-alat yang digunakan adalah sebuah
rangkaian alat yang dalam penggunaannya harus memperhatikan prosedur dengan
sangat baik. Bukanlah sekedar alat-alat sederhana yang digunakan pada praktikum
kimia dasar maupun kimia analitik. Rangkaian alat tersebut membutuhkan perawatan
yang lebih intensif dibandingkan dengan alat-alat laboratorium lain bukan hanya
seperti peralatan gelas yang harus dicuci bersih terlebih dahulu sebelum digunakan,
melainkan rangkaian alat tersebut harus dikalibrasi dengan jangka waktu tertentu
untuk menjaga agar hasil yang didapatkan selalu teliti. Komponen rangkaian alat
tersebut juga harus dipastikan selalu bekerja dengan baik agar ketika digunakan tidak
terjadi kecelakaan saat praktikum berlangsung.
Oleh karena itu, pengenalan alat laboratorium dilakukan agar praktikan lebih
memahami jenis-jenis rangkaian alat yang ada pada laboratorium serta mengetahui
prinsip kerja serta fungsinya masing-masing.
1.2

Tujuan

a.

Mengetahui jenis-jenis rangkaian alat yang digunakan

b.

Mengetahui fungsi dan prinsip rangkaian alat dinamika proses

c.

Mengetahui fungsi dan prinsip rangkaian alat aliran fluida

BAB II
PEMBAHASAN

2.1

Pembahasan

2.1.1

Rangkaian Alat Perpindahan Panas

Gambar 2.1 Rangkaian Alat Perpindahan Panas

Keterangan gambar:
a : shell and tube
b : pompa
c : tangki fluida dingin masukan
d : tangki fluida panas masukan
e : bak penampung fluida dingin keluaran
f : bak penampung fluida panas keluaran
g : selang

Fungsi : merupakan rangkaian alat yang digunakan untuk praktikum perpindahan


panas yang berupa heat exchanger tipe shell and tube untuk melakukan
proses perpindahan panas antara fluida dingin dan fluida panas.
Prinsip : digunakan untuk perpindahan panas antara fluida dingin dan fluida panas
menggunakan prinsip kerja heat exchanger.
Prosedur penggunaan :
1. Disiapkan komponen-komponen rangkaian alat seperti pompa, selang, bak
penampungan fluida panas dan bak penampungan fluida dingin serta bahan yang
akan digunakan.
2. Dipastikan bahwa rangkaian alat telah tersambung dengan sumber listrik
3. Dimasukkan fluida panas dan fluida dingin yang digunakan kedalam heat
exchanger dengan arah aliran berbeda menggunakan pompa
4. Dikur suhu fluida panas dan fluida dingin
5. Diamati dan diukur suhu keluaran
6. Diukur laju alir dari keluaran aliran fluida dingin dan fluida panas

7. Lepaskan rangkaian alat dari sumber listrik.


2.1.2

Rangkaian Alat HETP (Height Equivalent to a Theoritical Plate)

Gambar 2.2 Rangkaian Alat HETP (Height of packing Equivalent to a Theoritical Plate)

Keterangan gambar:
a : kondensor
b : refluks
c : distilat keluaran
d : termometer
e : kolom distilasi
f : mantel vakum
g : pengambil sampel residu
h : labu leher tiga
i : heat mantle
Fungsi

: merupakan rangkaian alat yang digunakan untuk praktikum HETP (Height


of Equivalent to a Theoritical Plate) untuk menentukan jumlah stage pada
proses distilasi fraksional

Prinsip

: digunakan untuk proses pemisahan suatu zat berdasarkan perbedaan titik


didihnya.

Prosedur penggunaan :
1. Disiapkan komponen-komponen rangkaian alat seperti pompa, heat mantle,
termometer, kondensor, pencuplik sampel, gelas kimia serta bahan yang akan
digunakan.
2. Dipastikan bahwa rangkaian alat telah tersambung dengan sumber listrik
3. Dimasukkan zat yang akan dipisahkan ke dalam heat mantle dan dinyalakan
4. Dialirkan pendingin dengan menggunakan kondensor
5. Ditunggu hingga refluks distilat penuh dan suhu antara residu dan distilat konstan
6. Diambil masing-masing residu dan distilat
7. Diamati dan diukur berat dari residu dan berat dari distilat
8. Lepaskan rangkaian alat dari sumber listrik.

2.1.3

Rangkaian Alat Aliran Fluida

Gambar 2.3 Rangkaian Alat Aliran Fluida


Keterangan gambar:
a : tangki penampungan
b : fitting
c : pompa
d : kran
e : manometer
Fungsi : merupakan rangkaian alat yang digunakan untuk praktikum aliran fluida
Prinsip : digunakan untuk menentukan laju alir dan pressure drop yang terjadi pada
pipa
Prosedur penggunaan :
1. Disiapkan komponen-komponen rangkaian alat seperti pompa, serta bahan yang akan
digunakan.
2. Dipastikan bahwa rangkaian alat telah tersambung dengan sumber listrik
3. Diputar valve dan diamati flowmeter serta kecepatannya dengan menggunakan
manometer
4. Dilakukan lagi dengan bukaan valve yang berbeda
5. Lepaskan rangkaian alat dari sumber listrik.
5

2.1.4

Rangkaian Alat Dinamika Proses

Gambar 2.5 Rangkaian Alat Dinamika Proses


Keterangan gambar:
a : reservoir 1
b : reservoir 2
c : tangki 1
d : tangki 2
e : bak penampungan fluida
f : pompa
Fungsi : merupakan rangkaian alat yang digunakan untuk praktikum dinamika proses
Prinsip : digunakan untuk pengosongan tangki hingga mencapai kondisi tunak

Prosedur penggunaan :
1. Disiapkan komponen-komponen rangkaian alat seperti pompa serta bahan yang akan
digunakan.
2. Dinyalakan pompa
3. Dibuka bukaan valve pada tangki 1 dan catat waktu untuk setiap penurunan
ketinggiannya
4. Dibuka bukaan valve input dan output pada tangki 1 hingga ketinggian konstan
(tunak)
5. Diberikan gangguan pada tangki 1 hingga keadaa tunak kembali
6. Lakukan langkah yang sama pada tangki 2
7. Lepaskan rangkaian alat dari sumber listrik.

2.1.5

Rangkaian Alat Fluidisasi

Gambar 2.5 Rangkaian Alat Fluidisasi


Keterangan
a : kolom fluidisasi (cair)
b : kolom fluidisasi (gas)
c : manometer
d : pompa
7

f : kompresor
g : bak penampungan fluida cair
Fungsi : merupakan rangkaian alat yang digunakan untuk praktikum fluidisasi
Prinsip : digunakan untuk mengetahui
Prosedur penggunaan :
1. Disiapkan komponen-komponen rangkaian alat seperti pompa, kompresor, bak
penampungan fluida cair selang serta bahan yang akan digunakan.
2. Dialirkan gas ke dalam kolom fluidisasi yang berisi unggun dengan tinggi tertentu
3. Diamati tinggi lonjakan unggun dan fenomena yang terjadi
4. Dialirkan fluida cair kedalam kolom fluidisasi yang berisi unggun dengan tinggi
tertentu
5. Diamati tinggi lonjakan unggun dan fenomena yang terjadi
6. Dipastikan bahwa rangkaian alat telah tersambung dengan sumber listrik

BAB III
PENUTUP

3.1

Kesimpulan

Berdasarkan percobaan yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa:


a. Jenis-jenis rangkaian alat yang digunakan pada praktikum operasi teknik kimia 2
ini yaitu perpindahan panas (heat exchanger), HETP, aliran fluida, dinamika
proses dan fluidisasi.
b. Fungsi dari rangkaian alat dinamika proses adalah digunakan untuk proses
pengosongan tangki hingga mencapai keadaan tunak sebelum diberi gangguan
dan setelah diberikan gangguan dan prinsipnya adalah suatu aliran yang memiliki
keadaan tidak tunak dibuat menjadi tunak dan diberi gangguan sampai menjadi
tunak kembali
c. Fungsi dari rangkaian alat aliran fluida adalah digunakan untuk proses
mengalirkan fluida untuk menentukan laju alir dan pressure drop yang terjadi
pada pipa dan prinsip dari aliran fluida adalah mengalirkan fluida dengan tekanan
tertentu untuk mengetahui laju alirnya
3.2

Saran

Sebaiknya pada saat pengenalan alat laboratorium praktikan harus mendengarkan


dengan baik agar praktikan dapat menggunakan alat dengan baik dan menghindarkan
diri dari kecelakaan di laboratorium.