Anda di halaman 1dari 10

Nama

NIM
Absen

: FRISKA FRILISIA
: 1406305070
: 31

TUGAS PENGANTAR EKONOMI MAKRO


ISTILAH-ISTILAH PENTING

1. PENYUSUTAN
Penyusutan atau biasa disebut dengan Depresiasi adalah alokasi jumlah yang
dapat disusutkan suatu aset selama umur manfaatnya atau dengan kata lain proses
penyisihan sejumlah uang (biaya) atas harta/aset yang dipakai untuk menghasilkan
pendapatan, atau bisa di artikan sebagai sejumlah biaya yang dikumpulkan dalam periode
tertentu terhadap harta/aset yang dipakai dalam proses untuk mendapatkan pendapatan,
akan tetapi ini bukan berarti pengumpulan sejumlah dana untuk mengganti aset.
Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan, yaitu pada saat aset
tersebut berada pada lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai
dengan keinginan dan maksud manajemen.
Sebagai contoh, perusahaan Laundry pakaian mendapatkan laba sebesar Rp.
50.000,- setiap harinya. Cara menghitung laba yang diperoleh adalah sebagai berikut:
Harga per 1 kg cucian adalah sebesar Rp. 5.000,- tiap hari berhasil mendapatkan
cucian 25kg, laba kotor yang diperoleh yaitu sebesar Rp. 125.000,- (Harga per 1 kg
cucian X 25kg)
Sedangkan laba bersih yang diperoleh adalah sebesar = Rp. 35.000 Cara
perhitungan laba bersih nya yaitu: Laba kotor - (Sabun Cuci + Pengharum + Listrik),
maka Rp.125.000 - (Rp.25.000 + Rp.45.000 + Rp.20.000) = Rp. 35.000
Jadi laba bersih yang diperoleh perusahaan Laundry tersebut adalah sebesar
Rp.35.000
Peralatan atau aset yang digunakan untuk usaha Laundry tersebut seperti mesin
cuci dan setrika tentu suatu saat akan rusak juga, dan tiap kali digunakan mesin cuci dan
setrika tersebut mengalami penurunan nilai dengan kata lain mesin cuci dan setrika

tersebut mengalami kerusakan sedikit demi sedikit hingga suatu saat tidak bisa dipakai
lagi, dan perusahaan ini harus membelinya lagi
Maka dari itu, perusahaan juga memasukkan biaya berkurangnya mesin cuci dan
setrika. Biaya yang dikeluarkan untuk mengganti nilai berkurangnya mesin cuci dan
setrika inilah yang disebut sebagai biaya depresiasi atau biaya penyusutan
Dengan begitu maka perhitungan yang dipakai untuk menghitung laba bersih
perusahaan Laundry tersebut akan menjadi seperti ini:
Pendapatan Kotor - (Sabun Cuci + Pengharum + Listrik + Biaya Penyusutan
Mesin Cuci & Setrika) = Laba Bersih, maka Rp.125.000 - (Rp.25.000 + Rp.45.000 +
Rp.20.000 + 150) = Rp.34.850.
Jadi laba bersih yang didapatkan per hari nya setelah dikurangi dengan biaya
penyusutan adalah sebesar Rp. 34.850.

2. TRANSFER PAYMENT
Transfer Payment ialah pengeluaran pemerintah (pembayaran-pembayaran dari
negara ) yang bukan merupakan pengeluaran terhadap jasa produksi pada tahun ini,
melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, yang dibayarkan kepada
orang-orang tertentu., dan pembayaran tersebut bukan merupakan balas jasa untuk tahuntahun sebelumnya, atau pembayaran pada seseorang yang sebenarnya berasal dari income
orang lain. Pengeluaran ini disalurkan diluar pembayaran produksi yang nantinya
pemerintah juga tidak mendapatkan feedback dari pengeluaran tersebut. Transfer paymen
merupakan pembayaran yang berasal dari kegiatan bukan produktif, atau dikatakan
pembayaran yang tidak menciptakan kesempatan kerja.
Contoh dari Transfer Paymeent antara lain Bantuan Langsung Tunai (BLT),
tunjangan pensiunan, dana-dana social (tunjangan) bagi para pengangguran, tunjangan
untuk veteran (bekas pejuang), bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Transfer
Payment juga merupakan penambahan pada perhitungan turunan pendapatan nasional.
Yang dimaksud dengan transfer payment dalam perhitungan pendapatan nasional
adalah pendapatan yang di terima oleh:
a. tenaga asing yang di pekerjakan di dalam negeri
b. orang-orang yang tidak terlibat dalam proses produksi
c. bank-bank asing yang mendanai investasi dari luar negeri
d. pemilik faktor produksi
e. pemerintah sebagai pembayar pajak

3. PAJAK LANGSUNG DAN PAJAK TAK LANGSUNG


Pajak Langsung adalah pajak-pajak yang bebannya harus dipikul sendiri oleh
Wajib Pajak dan tidak dapat dilimpahkan kepada orang lain serta dikenakan secara
berulang-ulang pada waktu-waktu tertentu. Pajak langsung ialah pajak yang dikenakan
berdasarkan atas surat ketetapan pajak dan pengenaannya dilakukan secara berkala tiap
tahun.
Pajak langsung merupakan jenis pungutan yang secara langsung dikumpulkan
oleh pemerintah dari pihak yang wajib membayar pajak. Yang menjadi Wajib Pajak
adalah setiap individu yang bekerja dan perusahaan yang menjalankan kegiatan dan
memperoleh keuntungan. Dengan demikian, Pajak langsung akan dipungut secara
langsung oleh pemerintah dari orang atau perusahaan yang berkewajiban untuk
membayar pajak. (contoh: Pajak Penghasilan PPh, Pajak Bumi Dan Bangunan PBB)
Pajak Tidak Langsung adalah pajak yang dibayar oleh (dipungut dari) pihak
tertentu tetapi kemudian dapat dilimpahkan kepada orang lain dan hanya dikenakan pada
hal-hal tertentu atau peristiwa-peristiwa tertentu saja. Pajak Tidak Langsung adalah pajak
yang pungutannya tidak dilakukan berdasarkan atas surat ketetapan pajak dan
pengenaannya tidak dilakukan secara berkala.
Pajak Tidak Langsung merupakan pajak yang bebannya dapat dipindah-pindahkan
kepada pihak lain. Pajak impor merupakan salah satu dari Jenis pajak tidak langsung.
Barang yang didatangkan dari luar negeri akan dikenai pajak. Pajak impor ini dibayar
oleh perusahaan yang membeli barang impor tersebut. Kemudian pajak impor ini
dipindahkan ke kosumen yang membeli barang impor tesebut. Dengan demikian, Pajak
ini menyebabkan harga jual dari barang impor menjadi lebih tinggi. Masyarakat atau
konsumen secara tidak langsung dipungut pajak oleh pemerintah melalui produk-produk
impor yang dibelinya. (contoh: Pajak Pertambahan Nilai PPN, Bea Impor dan Cukai,
Pajak Penjualan PPn )
Contoh: cukai tembakau (pita rokok) dibayar oleh pabrik rokok kepada
pemerintah, tetapi beban pajaknya diteruskan atau dilimpahkan kepada konsumen dalam
bentuk harga jual yang lebih tinggi. Cukai adalah pajak yang dikenakan pada beberapa
jenis barang tertentu yang dipakai dalam negeri: garam, rokok, minuman keras, bir, gula.
Pajak penjual merupakan contoh lain dari jenis pajak tidak langsung. Besarnya pajak ini
ditambahkan pada harga barang yang dijual. Beban pajak menjadi tanggungan pembeli
atau konsumen. Pembeli harus membayar nilai barang dengan uang yang lebih tinggi.
Umumnya pajak tak langsung lebih mudah dan murah pemungutannya, tetapi
dirasa kurang adil karena dikenakan secara pukul rata. Sedang pajak langsung lebih adil

karena lebih dapat disesuaikan dengan daya pikul seseorang, tetapi lebih rumit dan biaya
pemungutannya lebih mahal (dan resiko penyelewengan lebih besar pula).

4. UMUR EKONOMIS ASET DAN UMUR TEKNIS ASET


Umur teknis (service life) yaitu jangka pemakaian suatu aktiva tanpa
memperhatikan hasil yang diperoleh dari pemakaian aktiva tetap itu yang dapat
dipetanggungjawabkan secara ekonomis. Umur teknis adalah istilah yang digunakan
untuk mendefinisikan lama waktu suatu mesin dapat dipakai secara teknis. Sebagai
contoh sebuah alat percetakan memiliki umur teknis sebesar 20 tahun, itu berarti alat
percetakan tersebut hanya bias dipakai selama 20 tahun saja untuk proses produksi.
Umur ekonomis (economic life) yaitu taksiran umur suatu aktiva tetap (misalnya:
bangunan, alat, computer, dsb)
dilihat dari hasil/keuntungan yang dapat
dipertanggungjawabkan secara ekonomis, dengan kata lain yaitu, umur sejak aktiva
digunakan sampai dengan tidak dapat dipakai secara ekonomis (biaya lebih besar
daripada penghasilan). Umur ekonomis ialah yang umum digunakan dalam perhitungan
penyusutan aktiva tetap bukan umur teknis. Umur ekonomis adalahh istilah yang
digunakan untuk mendefinisikan lama waktu suatu mesin dapat dipakai dan masih
menguntungkan secara ekonomis. Sebagai contoh sebuah bangunan rumah hanya layak
digunakan untuk periode tertentu, misalkan kita menetapkan 20 tahun, lalu untuk sepeda
motor 5 tahun, laptop 3 tahun, dsb.

5. INCOME PERKAPITA
Pendapatan per kapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu
negara. Pendapatan per kapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu
negara dengan jumlah penduduk negara tersebut. Pendapatan per kapita adalah jumlah
(nilai) barang dan jasa rata-rata yang tersedia bagi setiap penduduk suatu negara pada
suatu periode tertentu. Pendapatan per kapita juga merefleksikan PDB per kapita.
Pendapatan per kapita adalah salah satu prestasi ekonomi suatu negara yang dapat
diketahui dengan cara pembagian jumlah pendapatan nasional terhadap jumlah penduduk.
Pada umumnya untuk mengetahui laju pembangunan ekonomi suatu negara dan
perkembangan tingkat kesejahteraan masyarakatnya, perlu diketahui tingkat pertambahan

pendapatan nasional dan besarnya pendapatan per kapita. Besarnya pendapatan nasional
akan menentukan besarnya pendapatan per kapita. Pendapatan per kapita dapat
digunakan untuk membandingkan kesejahteraan atau standar hidup suatu negara dari
tahun ke tahun. Dengan melakukan perbandingan seperti itu, kita dapat mengamati
apakah kesejahteraan masyarakat pada suatu negara secara rata-rata telah meningkat.
Pendapatan per kapita menunjukkan pula apakah pembangunan yang telah dilaksanakan
oleh pemerintah telah berhasil, berapa besar keberhasilan tersebut, dan akibat apa yang
timbul oleh peningkatan tersebut (digunakan sebagai tolok ukur kemakmuran dan tingkat
pembangunan sebuah Negara). Semakin besar pendapatan per kapitanya, semakin
makmur negara tersebut. Pendapatan per kapita yang meningkat merupakan salah satu
tanda bahwa rata-rata kesejahteraan penduduk telah meningkat.
Berikut adalah daftar Pendapatan Perkapita Negara-Negara Wilayah ASEAN pada
tahun 2011. Di Indonesia tingkat pendapatan perkapita masih tergolong rendah.

6. PENDAPATAN RIIL & NOMINAL


Pendapatan nasional nominal, disebut juga dengan pendapatan nasional harga
berlaku adalah nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara selama satu tahun
dan dinilai berdasarkan harga yang berlaku pada tahun tersebut.

Pendapatan nasional riil, disebut juga dengan pendapatan nasional pada harga
tetap adalah nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam satu tahun
berdasarkan harga yang berlaku pada tahun tertentu yang dapat digunakan seterusnya
untuk menilai barang dan jasa yang dihasilkan pada tahun lainnya. Pendapatan nasional
riil bisa ditentukan dengan cara mendeflasikan pendapatan nasional menurut harga yang
berlaku yaitu dengan menilainya kembali berdasarkan atas harga-harga pada tahun dasar
tertentu (base year).
Pendapatan nasional bruto nominal (GNP at market price) adalah produk
domestic bruto yang dihitung berdasarkan harga pasar yang berlaku pada tahun yang
bersangkutan. Artinya GNP nominal mengukur suatu output pada suatu periode yang
terdapat didalamnya dan dinilai menurut harga pasar yang berlaku pada tahun itu juga.
Pendapatan nasional nominal ini belum disesuaikan dengan perubahan yang terjadi pada
tingkat harga atau inflasi, oleh karena itu GNP nominal sering disebut sebagai produk
domestik yang belum tersesuaikan (unadjusted GDP). Market GNP adalah istilah untuk
GNP at market price atau GNP at current price. Selain itu kita mengenal GNP menurut
harga yang berlaku, ini disebut juga nominal GNP atau money GNP.
Pendapatan nasional bruto riil ini adalah sebutan lain dari GNP at price atau
constant GNP atau deflated GNP, yakni GNP menurut harga konstan. Pendapatan
nasional bruto riil adalah pendapatan yang diukur dan dihitung berdasarkan harga konstan
dengan tingkat harga yang berlaku pada tahun dasar. Dengan kata lain bahwa pendapatan
nasional bruto riil ini telah disesuaikan dengan perubahan yang terjadi dalam tingkat
harga atau tingkat inflasi dan oleh karena itu sering disebut produk domestic yang
tersesuaikan (adjusted GDP).

7. HARGA BERLAKU DAN HARGA KONSTAN


Harga Berlaku dan Harga Konstan yang dimaksud disini adalah dua macam harga
yang digunakan dalam pengitungan PDRB. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
adalah jumlah nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan dari seluruh kegiatan
perekonomian di suatu daerah.
PDRB atas harga berlaku adalah jumlah nilai produksi atau pendapatan atau
pengeluaran (nilai tambah barang dan jasa) yang dihitung atau dinilai sesuai dengan
harga yang berlaku pada tahun bersangkutan, sementara PDRB atas dasar harga konstan
adalah jumlah nilai produksi atau pendapatan atau pengeluaran yang dihitung atau dinilai
atas dasar harga tetap (dengan menggunakan harga pada tahun tertentu sebagai tahun
dasar), dan saat ini menggunakan tahun 2000.

Menghitung nilai hasil PDB dengan menggunakan harga berlaku dapat memberi
hasil yang menyesatkan, karena pengaruh inflasi. Untuk memperoleh gambaran yang
lebih akurat, maka perhitungan PDB sering menggunakan perhitungan berdasarkan harga
konstan. Hasil perhitungan ini menghasilkan nilai PDB atas harga konstan. Yang
dimaksud dengan harga konstan adalah harga yang dianggap tidak berubah. Untuk
memperoleh PDB harga konstan, kita harus menentukan tahun dasar (based year), yang
merupakan tahun di mana perekonomian berada dalam kondisi baik/stabil. Harga barang
pada tahun tersebut kita gunakan sebagai harga konstan.
Manfaat dari perhitungan PDB harga konstan, selain dengan segera dapat
mengetahui apakah perekonomian mengalami pertumbuhan atau tidak, juga dapat
menghitung perubahan harga (inflasi).

8. INDEKS HARGA
Angka Indeks merupakan suatu ukuran statistik yang menunjukkan perubahan
suatu variabel atau sekumpulan variabel yang berhubungan satu sama lain, baik pada
waktu atau tempat yang sama atau berlainan. Angka indek merupakan suatu konsep yang
dapat memberikan gambaran tentang perubahan-perubahan variabel dari suatu priode ke
periode berikutnya. Dengan demikian angka indek dapat diartikan sebagai angka
perbandingan yang perubahan relatifnya dinyatakan dalam bentuk prosentase (%)
terhadap yang lain. Namun, biasanya untuk kesederhanaan, bentuk persentase bisa
dihilangkan. Dalam bidang ekonomi, pada dasarnya terdapat tiga macam angka indeks,
salah satunya adalah Indeks Harga. Indeks Harga adalah angka yang menunjukkan
perubahan mengenai harga-harga barang, baik harga untuk satu macam barang maupun
berbagai macam barang, dalam waktu dan tempat yang sama atau berlainan.
Indeks harga konsumen (bahasa Inggris: consumer price index) adalah nomor
indeks yang mengukur harga rata-rata dari barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah
tangga (household). IHK sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi suatu negara
dan juga sebagai pertimbangan untuk penyesuaian gaji, upah, uang pensiun, dan kontrak
lainnya. Untuk memperkirakan nilai IHK pada masa depan, ekonom menggunakan
indeks harga produsen, yaitu harga rata-rata bahan mentah yang dibutuhkan produsen
untuk membuat produknya. Untuk mengukur tingkat harga secara makro, biasanya
menggunakan pengukuran Indeks Harga Konsumen (IHK) atau Consumer Price Indeks
(CPI). Indeks Harga Konsumen (IHK) dapat diartikan sebagai indeks harga dari biaya
sekumpulan barang konsumsi yang masing-masing diberi bobot menurut proporsi belanja

masyarakat untuk komoditi yang bersangkutan. IHK mengukur harga sekumpulan barang
tertentu (seperti bahan makanan pokok, sandang, perumahan, dan aneka barang dan jasa)
yang dibeli konsumen. Indeks harga Konsumen (IHK) merupakan persentase yang
digunakan untuk menganalisis tingkat/ laju inflasi. IHK juga merupakan indikator yang
digunakan pemerintah untuk mengukur inflasi di Indonesia.
Di Indonesia badan yang bertugas untuk menghitung Indeks Harga Konsumen
(IHK) adalah Badan Pusat Statistik (BPS). Penghitungan IHK dimulai dengan
mengumpulkan harga dari ribuan barang dan jasa. Jika PDB mengubah jumlah berbagai
barang dan jasa menjadi sebuah angka tunggal yang mengukur nilai produksi, IHK
mengubah berbagai harga barang dan jasa menjadi sebuah indeks tunggal yang mengukur
sseluruh tingkat harga. Badan Pusat Statistik menimbang jenis-jenis produk berbeda
dengan menghitung harga sekelompok barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen
tertentu. IHK adalah harga sekelompok barang dan jasa relatif terhadap harga
sekelompok barang dan jasa yang sama pada tahun dasar.
IHK adalah indeks yang sering dipakai namun bukanlah satu-satunya indeks yang
dipakai untuk mengukur laju inflasi. Masih ada indeks yang dapat digunakan yakni
indeks Harga Produsen (IHP), yang mengukur harga sekelompok barang yang dibeli
perusahaan (produsen bukannya konsumen). Adapun rumus untuk menghitung IHK
adalah:
IHK = (Pn/Po)x100 Di mana, Pn = Harga sekarang Po = Harga pada tahun
dasar
Contoh: Harga untuk jenis barang tertentu pada tahun 2005 Rp10.000,00 per unit,
sedangkan harga pada tahun dasar Rp8.000,00 per unit maka indeks harga pada tahun
2005 dapat dihitung sebagai berikut.
IHK = (Rp 10.000 / Rp 8.000) x 100 = 125
Ini berarti pada tahun 2005 telah terjadi kenaikan IHK sebesar 25% dari harga
dasar yaitu 125-100 (sebagai tahun dasar).
Indek harga dalam ekonomi mempunyai peranan antara lain :

Dapat dijadikan standar/pedoman untuk melakukan perbandingan harga dari


waktu ke waktu.
Indek harga merupakan petunjuk/indikator yang dapat digunakan untuk mengukur
pertumbuhan ekonomi secara umum.
Indek harga pedagang besar dapat memberikan gambaran/trend dalam
perdagangan.

Indek harga konseumen dan indek biaya hidup dapat digunakan sebagai dasar
penetapan gaji, termasuk dasar untuk mengubahnya.
Indek harga yang dibayar/diterima petani dapat menggambarkan apakah petani
semakin makmur atau tidak.
Indek harga dapat dijadikan dasar untuk menetapkan pola / kebijakan ekonomi
dan moneter oleh pemerintah.

9. NILAI TAMBAH (VALUE ADDED / VA)


Menurut Kamus Lengkap Ekonomi Collins (1994), definisi VA: Perbedaan antara
nilai dari output suatu perusahaan atau suatu industri, yaitu total pendapatan yang
diterima dari penjualan output tersebut, dan biaya masukan dari bahan-bahan mentah,
komponen-komponen atau jasa-jasa yang dibeli untuk memproduksi komponen tersebut.
VA adalah nilai yang ditambahkan oleh suatu perusahaan ke bahan-bahan dan jasa-jasa
yang dibelinya melalui produksi dan usaha-usaha pemasarannya.
Definisi VA menurut Wurgler (2000) sebagai berikut: Value Added is defined as
the value of shipments of goods produced (output) minus the cost of intermediate goods
and required services (but not including labor), with appropriate adjustments made for
inventories of finished goods, work-in-progress, and raw materials.
Sedangkan definisi yang lebih detail menurut Ruggles dan Ruggles dalam Staden
(2002): Value Added adalah sebagai nilai tambah perusahaan, seperti penciptaan nilai dari
aktivitas perusahaan dan para karyawannya, yang dapat diukur dengan membedakan
antara nilai pasar dari barang yang diputar oleh perusahaan dan biaya dari barang dan
material yang dibeli dari perusahaan (producer) lainnya. Pengukuran ini akan
mengeluarkan kontribusi yang dibuat oleh perusahaan lain pada nilai total produksi
perusahaan, sehingga sebenarnya VA secara esensial sama dengan penciptaan nilai pasar
oleh perusahaan.
Jadi bila disimpulkan, Nilai Tambah (Value Added) adalah selisih penjualan dan
biaya yang dikeluarkan untuk bahan baku dan pembelian material pendukung. Nilai
tambah adalah nilai ang ditambahkan oleh produsen terhadap bahan baku atau pembelian
(selain tenaga kerja) sebelum menjual produk atau jasa yang baru atau yang diperbaharui.
Secara sederhana, added value dapat kita artikan sebagai nilai yang kita tambahkan ke
dalam satu barang, atau materi, atau jasa, atau bahkan manusia. Sebagai contoh, mislanya
jika kita menjual pisang sebanyak 1 tandan, anggap harganya hanya 50 ribu rupiah.
Tetapi jika pisang tersebut dijadikan keripik, maka bisa dihasilkan sekitar 30 bungkus

keripik, misalnya harga 1 bungkus keripik adalah 10 ribu rupiah, maka harga 30 bungkus
keripik adalah 300 ribu rupiah. Artinya, kita telah menambahkan nilai 250 ribu rupiah
pada 1 tandan pisang, yang mana nilai pisang menjadi berkali-kali lipat.