Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN TETAP KIMIA FISIKA

KONSTANTA KECEPATAN REAKSI

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK

: 2 (DUA)

NAMA KELOMPOK

1.
2.
3.
4.
5.
6.

M. ISKANDAR AL-HAKIM
MAYA PUSPITASARI
KENNY PERMATA HATI
NURRUNNISA
SHINTYA FEBRIZA
SARI RISKI HASIBUAN

(0615 3040 0334)


(0615 3040 0332)
(0615 3040 0331)
(0615 3040 0335)
(0615 3040 0337)
(0615 3040 0336)

KELAS

: 2 KIMIA B

DOSEN PENGAJAR

: Ir. AISYAH SUCI NINGSIH, M.T

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA PALEMBANG


(SUMATERA SELATAN)
TAHUN AJARAN 2015/2016
KONSTANTA KECEPATAN REAKSI
I.

Tujuan
1

Setelah melakukan percobaan ini, mahasiswa diharapkan :


1. Menggunakan salah satu manfaat metode titrasi, yakni untuk penentuan
konstanta reaksi.
II.

Alat dan Bahan Kimia Yang Digunakan


II.1.
Alat yang Digunakan :
a. Termostat (pendingin)
b. Gelas kimia (beker gelas) 250 mL
c. Labu konis (Erlenmeyer bertutup) 250 mL
d. Termometer 100 oC
e. Stop Watch
f. Pipet ukur 10 mL, 25 mL
g. Bola Karet
h. Spatula
i. Batang Pengaduk
j. Magnetik Stirer
II.2.
Bahan yang Digunakan :
a. Larutan Jenuh K2S2O8
b. Larutan 0,4 M KI
c. Larutan 0,01 N Na2S2O3
d. Kanji 3 %

III.

Dasar Teori
Kecepatan suatu reaksi kimia berbanding lurus terhadap konsentrasi dari
reaktan dan biasanya dinyatakan dalam bentuk konsentrasi dari salah satu reaktan
atau salah satu produk.
dC
dt

atau

dx
dt

Dimana :
C
= Konsentrasi salah satu reaktan
x
= Konsentrasi salah satu produk
t
= Waktu
Secara umum :
A+B+C
Produk
Persamaan Kecepatan reaksi dapat dinyatakan dalam bentuk :
dC
n1
n2
n3
dt = K (A) (B) (C) (1)
Dimana :
K
= Konstanta Kecepatan reaksi
n
= Orde (tingkat) reaksi, yakni jumlah pangkat dalam persamaan
kecepatan reaksi
n
= n1 + n2 + n3 + . . . . .
Untuk reaksi tingkat dua, misalnya oksidasi dari yodida dengan Sulfat
2I- + S2O32I2 + 2SO42Persamaan reaksinya dapat dituliskan sebagai berikut :

dx
dt

= K2 (a-x) (b-2x) . . . . . . . (2)

Dimana :
a
= Konsentrasi mula-mula persulfat
b
= Konsentrasi mula-mula dari yodida
Jika salah satu dari reaktan sangat berlebih, maka konsentrasinya dianggap
tetap selama berlangsungnya reaksi, maka reaksi akan mengikuti reaksi tingkat
satu. Misalkan konsentrasi dari yodida pada reaksi diatas besar, maka selama
terjadi reaksi konsentrasi ini dianggap tetap (tidak berubah)
Persamaan (2) akan berubah menjadi :
dx
dt = K2 (a-x) b . . . . . . . . (3)
Hasil integral dengan batas-batas t = 0 dan x = 0 , akan diperoleh :
a
1
b K2 = t ln (ax)
atau ln (a-x) = ln a- Kt
Dimana : K = b K2
Jika dibuat grafik log (a-x) versus t akan didapat garis lurus dan harga K
diperoleh dari harga slope.

IV.

Langkah Kerja
1. Memasukkan 50 mL larutan 0,4 N KI ke dalam labu konis (labu Erlenmeyer),
kemudian

memasukkan

kedalam

thermostat

(pendingin)

dan

suhu

dipertahankan pada 25oC.


2. Mengencerkan 20 mL K2S2O8 dengan menggunakan 80 mL air dan mengambil
50 mL hasil pengenceran tersebut, meletakkan dalam labu konis (labu
Erlenmeyer) dan memasukkan ke dalam thermostat.
3. Apabila temperatur sudah konstan pada 25oC, menuang larutan KI kedalam
larutan K2S2O8 dan stopwatch secara serentak dijalankan. Menutup secepatnya
labu yang berisi reaktan untuk menghindari lepasnya ion iodide.
4. Pada pengukuran dan pencatatan pada interval waktu (3, 8, 15, 20, 30, 40, 50,
60 menit). Mengambil 10 mL dari masing-masing campuran dan memasukkan
kedalam sejumlah air yang besar, pengenceran ini menyebabkan reaksi
berjalan sangat lambat.
5. Masing-masing 10 mL sample titrasi dengan 0,01 N Natrium Tio-Sulfat (xmL) menggunakan indicator kanji.

6. Mencampur 50 mL larutan kanji dengan sisa larutan encer Kalium Persulfat


dan menutup labu serta temperatur dipertahankan 60oC selama beberapa saat.
7. Mendinginkan larutan KIdengan sisa larutan encer Kalium Persulfat dan
pertahankan pada suhu 25oC selama paling tidak 15 menit, kemudian dengan
langkah yang sama seperti prosedur 3, melakukan titrasi dengan Natrium TioSulfat (a mL).
8. Mencatat semua hasil pada tabel berikut :
Waktu (menit)

V.

Titrasi (a mL)

Titrasi (x mL)

(a-x)

Log (a-x)

9. Membuat grafik Log (a-x) versus t, dan hitung besarnya harga K.


Pertanyaan
1. Pada prosedur dikatakan bahwa pengenceran menyebabkan reaksi menjadi
lambat, Mengapa hal ini dilakukan, Jelaskan ?
Jawab :
Dengan dilakukannya pengenceran, senyawa yang konsentrasinya
tinggi akan menjadi rendah, seperti yang kita ketahui bahwa dengan
konsentrasi yang tinggi suatu senyawa dapat bereaksi dengan sangat cepat
sedangkan sebaliknya dengan konsentrasi rendah senyawa akan sangat lambat
bereaksi karena pengaruh banyaknya ion yang terdistribusi dan bertubrukan
dengan zat pereaksi menjadi lebih sedikit.

VI.

Data Pengamatan
Tabel Pengamatan I

Waktu (menit)
3
8
15
20
30
40
50
60

Titrasi (a mL)
10
9,8
9,7
9,6
9,6
8,5
7,8
6

Titrasi (x mL)
3,2
5,4
7,9
8,5
9,6
9,8
9,9
10

(a-x)
6,8
4,4
1,8
1,1
0
-1,3
-2,1
-4

Log (a-x)
0,8325
0,6434
0,2552
0,0413
0
-0,1139
-0,3222
-0,6020

Waktu (menit) sebagai x dan log (a-x) sebagai y, reaksi penguraian iodide :
2II2 + 2eKeterangan :
K
= Slope
K = b K2
4

= Konsentrasi mula-mula iodide

1.1 Grafik Hubungan antara log(a-x) vs t(waktu)

Grafik log (a-x) vs t


1
0.5
log (a-x)

f(x) = - 0.02x + 0.72


R = 0.92

log (a-x)

0
0

10

20

30

40

50

60

70

Linear (log (a-x))

-0.5
-1
Waktu (menit)

VII.

Perhitungan
Pembuatan Larutan
Larutan Na2S2O3 250 mL 0,01 N
Gram
= N x V x BE
= 0,01 ek/L x 0,25 L x 248,18 gr/ek
= 0,62 gram
Larutan KI 0,4 N 100 mL
Gram
= N x V x BE
= 0,4 ek/L x 0,1 L x 166 gr/ek
= 6,64 gram

Waktu (menit) X
3
8
15
20
30
40
50

X2
9
64
225
400
900
1600
2500

Log (a-x) Y
0,8325
0,6434
0,2552
0,0413
0
-0,1139
-0,3229
5

XY
2,4975
5,1472
3,828
0,826
0
-4,556
-16,145

60
Jumlah (226)

-0,6020
Jumlah (0,7336)

3600
Jumlah (9298)

-36,12
Jumlah (-44,5223)

Y = a X + b
Slope
=a
Intersept = b
Keterangan :

a
= -K
b
= ln a
K2
= ?
Sedangkan untuk b dari K = b K2 adalah konsentrasi mula-mula iodide.
n . XY X .Y
Slope
= n. X 2( X )2
Y = a X + b

Intersept

= -0,022394542
Y . X 2 X X Y
= n . X 2( X) 2

Y = -0,022394543 X + 0,7243458

= 0,724345829
Slope = a , berarti Slope = -K
a = -K
K = 0,0223
Maka,

Jika b = 0,4 M , K = b K2
K2 = K/b
K2 = 0,0233/0,4
K2 = 0,05575

VIII.

Analisa Percobaan
Setelah dilakukan percobaan dapat dianalisa bahwa, tujuan dari praktikum kali
ini adalah untuk menentukan konstanta kecepatan reaksi dengan memanfaatkan
metode titrasi. Adapun zat yang digunakan ada 4macam yaitu K 2S2O8, KI,
Na2S2O3 dan Amilum. K2S2O8 digunakan sebagai zat pereaksi yang akan

direaksikan dengan KI (Kalium Iodida) yang dapat dinyatakan sebagai analit ,


untuk Na2S2O3 0,01 N digunakan sebagai titran, dibuat sampai dengan 250 mL,
dan Amilum/Amidon/Kanji digunakan sebagai indicator atau zat pengaktif analit
yang akan direaksikan dengan titran.
Pada praktikum kali ini, dilakukan titrasi sebanyak 2 kali dengan setiap kali
titrasi digunakan 8 sampel, titrasi yang pertama dilakukan pada analit yang berada
pada suhu ruang yaitu 25oC (menganggap suhu pada saat praktikum dalam
keadaan suhu ruang)dan titrasi yang kedua dilakukan pada anlit yang berada pada
suhu 60oC dan diturunkan lagi menjadi 25oC (dialkukam pemanasan). Reaksi yang
terjadi pada saat pemcampuran adalah reaksi antara K2S2O8 dan KI yang
menghasilkan warna merah maroon kehitaman, pada saat pencampuran segerakan
menutup Erlenmeyer dengan alumunium foil untuk mencegah lepasnya ion iodide
yang bereaksi. Setelah itu zat diambil 10 mL dan diencerkan dengan jalan
menambahkan aquadest sebanyak 20 mL ke 10 mL aliquot yang terambil, hal
tersebut akan menyebabkan reaksi berjalan lambat. Pada saat inilah diketahui
bahwa adanya hubungan antara kecepatan suatu reaksi kimia dengan konsentrasi
dari reaktan, karena titrasi dilakukan dalam waktu 3,8,15,20,30,40,50 dan 60
menit maka akan terlihat hubungan antara banyaknya titran yang didapat dengan
waktu yang bervariasi. Untuk suhu ruang, banyaknya zat yang terambil (titran)
volumenya cenderung naik sedangkan pada titrasi kedua volumenya cenderung
menurun. Jika nilai (x) untuk titranpada suhu ruang dan nilai(a) untuk titran pada
suhu setelah pemanasan maka akan didapatkan persamaan log (a-x) yang dapat
dijadikan variable y sedangkan waktu (t) dalam menit dapat dijadikan variable x,
maka jika dibuat grafik regrasi linier dari percobaan yang telah dilakukan maka
nilai slope dan intersept akan didapatkan yang selanjutnya digunakan untuk
mencari niali K dan K2. K2 inilah yang dianggap sebagai konstanta kecepatan
reaksi.
Pada praktikum kali ini nilai K2 didapat sebesar 0,05575 dan K sebesar
IX.

0,0223, persamaan regrasi liniernya adalah Y = -0,022394543 X + 0,7243458.


Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Konstanta kecepatan reaksi dapat dicari dengan jalan mereaksikan reaktan
menjadi produk, dalam praktikum kali ini digunkan metode titrasi.
2. Zat yang menjadi titran adalah Na 2S2O3 0,01 N sedangkan zat yang menjadi
analit adalah campuran dari KI 0,4 M dan K 2S2O8 serta indikatornya adalah
Amilum.
7

3. Konsytanta kecepatan reaksi didapat sebesar 0,05575 dan nilai dari slope dan
intersept berturut-turut adalah -0,022394543 dan 0,7243458
4. Persamaan regrasi liniernya yaitu Y = -0,022394543 X + 0,7243458

DAFTAR PUSTAKA

Tony Bird Kimia Fisika untuk Universitas, P.T.Gramedia,


N. Glinka General Chemistry Peace Publisher Moscow, hal 400-407
Http://Konstanta Kecepatan Reaksi.Edu.blogspot.com
Wilson J.M,Experiment ini Physical Chemistry,Permagon Press, 1968.
www. Konsatanta_reaksi.com

GAMBAR ALAT

1. Gelas Kimia

7. Kaca Arloji

2. Spatula

8. Pengaduk

3. Pipet Ukur

9. Bola Karet

4.

10. Neraca Analitik

Pipet Tetes

5. Labu ukur

11. Buret

10

6. Erlenmeyer

12. Corong kimia

11

Anda mungkin juga menyukai