Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN

Penyakit infeksi masih merupakan penyebab utama tingginya angka kesakitan dan
kematian di Dunia. Salah satu jenis infeksi adalah infeksi nosokomial. Infeksi ini menyebabkan 1,4
juta kematian setiap hari di seluruh Dunia. Infeksi nosokomial ini sendiri dapat diartikan sebagai
infeksi yang diperoleh seseorang selamah di rumah sakit.
Rumah sakit sebagai tempat pengobatan, juga merupakan sarana pelayanan kesehatan yang
dapat menjadi sumber infeksi dimana orang sakit di rawat dan ditempatkan dalam jarak yang sangat
dekat. Infeksi nosokomial dapat terjadi pada penderita, petugas dan juga setiap orang yang datang di
rumah sakit. Infeksi yang ada di pusat pelayanan kesehatan ini dapat dapat ditularkan atau diperoleh
melalui petugas kesehatan, orang sakit, pengunjung yang berstatus karier atau oleh karena kondisi
rumah sakit.
Pencegahan terhadap penyakit infeksi rumah sakit di rumah sakit dimaksudkan untuk
menghindari terjadinya infeksi selama pasien dirawat di rumah sakit. Tujuan penggorganisasian
program pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) adalah mengidentifikasi dan menurunkan risiko
infeksi yang didapat dan ditularkan diantara pasien, staf, tenaga profwsional kesehatan, tenaga
kontrak, tenaga sukarela mahasiswa dan pengunjung.
Risiko infeksi dan kegiatan program dapat berbeda dari satu rumah sakit ke rumah sakit
lainnya, tergantung klinis dan kegiatan pelayanan rumah sakit, populasi pasien yang dilayani, lokasi
geografis, jumlah pasien dan jumlah pegawai.
Program akan efektif apabila mempunyai pimpinan yang ditetapkan, pelatihan staf yang
baik, metode untuk mengidentifikasi dan proaktif pada tempat yang di anggap berisiko infeksi,
kebijakan dan prosedur yang memadai, pendidikan staf dan melakukan koordinasi ke seluruh rumah
sakit.

BAB II
GAMBARAN UMUM
RUMAH SAKIT BEDAH MITRA SEHAT

Rumah Sakit Bedah Mitra Sehat merupakan rumah sakit swasta yang didirikan sejak tahun
1995,usaha dibidang pelayanan kesehatan yang sebelum tahun tersebut hanya untuk pegawai
PT.Semen Gresik dan menurut perkembanganya juga melayani untuk masyarakat umum.
Rumah sakit ini berlokasi di Jl. RA.Kartini no.280 Gresik , suatu kawasan industri,
perusahan kecil dan besar ada di sekitarnya. Dengan demikian tuntutan pelayanan yang cepat, tepat
dan profesional sangatlah diharapkan. Dan didukunag fasilitas perawatan kesehatan dengan
dukungan teknologi kedokteran yang modern serta tim medis yang profesional dan memiliki
keahlian di bidangnya dengan reputasi yang tidak perlu diragukan. Kesemuanya tersebut di
wujudkan dalam bentuk pelayanan yang seperti tercermin dalam motto Rumah Sakit Bedah Mitra
Sehat Kesembuhan dan kepuasan pasien adalah kebahagian kami
Pelayanan Rawat Inap di Rumah Sakit Bedah Mitra Sehat siap menerima penderita
sepanjang 24 jam sehari dengan dukungan dokter serta para medis yang terlatih, dimana penderita
akan dilayani dengan ramah dan penuh perhatian.
Kapasitas 130 tempat tidur yang terdiri dari kelas VVIP, VIP, KELAS I, Kelas II.A, IIB, Kelas
III, ICU, merupakan alternative pilihan sesuai dengan selera dan kemampuan masing-masing.
Dokter-dokter spesialis yang ahli dibidangnya dapat dipilihkan oleh rumah sakit untuk penderita,
penderita atau keluarga dapat memilih sediri dokter spesialis untuk merawatnya, dengan dukungan
460 tenaga baik medis, para medis maupun non medis.
Fasilitas pelayanan rawat jalan meliputi : Medical Check up, poliklinik Umum, Poliklonik
Penyakit Dalam, Poliklinik Kebidanan dan Kandungan, Keluarga Bencana, Poliklinik Anak,
Poliklinik Gigi, Poliklinik spesialis, Laboratorium, Pemeriksaan Radiologi, (USG, X-foto, CTscan, ), pelayanan Rehabilitasi Medis, Pelayanan Gawat Darurat (IGD) 24 jam dan pelayanan obat.

BAB III
VISI, MISI, MOTTO, FALSAFAH, NILAI DAN TUJUAN
RUMAH SAKIT BEDAH MITRA SEHAT

A; VISI
Visi Rumah Sakit Bedah Mitra Sehat adalah Menjadi Rumah sakit rujukan pelayanan trauma
di Gresik dan sekitarnya pada tahun 2015.
B; MISI
Misi Rumah Sakit Bedah Mitra Sehat adalah :
1; Memberikan pelayanan kesehatan bermutu berorientasi pada kecepatan, ketepatan,
keselamatan dan kenyamanan berlandaskan etika dan profesionalisme
2; Meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan kompeten
3; Menyediakan peralatan, fasilitas, dan sarana prasarana yang memenuhi standar keselamatan.

C; MOTTO
Motto Rumah Sakit Bedah Mitra Sehat adalah Kesembuhan dan Kepuasan Pasien adalah
Kebahagiaan Kami

D; FALSAFAH, NILAI, DAN TUJUAN

1; Falsafah
Dalam menjalankan pelayanan kesehatan Rumah Sakit Bedah Mitra Sehat mempunyai nilainilai fundamental yang dianut berlandaskan pada etika dan profesionalisme membangun
rumah sakit yang memiliki keunggulan dalam penanganan kasus trauma dan berorientasi
kepada kebutuhan masyarakat dan lingkungan industri di Gresik dan sekitarnya.
2; Nilai-Nilai Dasar :
a; Kejujuran;
b; Kerja keras;
c; Kerendahan hati;
d; Kesediaan melayani;
e; Integritas; dan
f; Profesionalisme
3; Tujuan:

a; Tujuan Umum :
Memberikan pelayanan kepada masyarakat umum dan lingkungan industri di Gresik dan
sekitarnya.

b; Tujuan Khusus :
; Terwujudnya pelayanan kesehatan kepada karyawan Semen Gresik Group dan
keluarganya.
;

Tercapainya peningkatan derajat kesehatan bagi masyarakat umum dan lingkungan


industri di Gresik dan sekitarnya dalam mendukung program menuju Indonesia
Sehat.

E; MUTU, ETIKA, DAN PENGEMBANGAN

1; Mutu
Dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan selalu berorientasi pada keselamatan pasien,
efisiensi dan biaya :
a;

Keunggulan dalam pelayanan, landasan utamanya adalah sumber daya manusia yang
harus mampu berpikir secara holistik, berwawasan yang luas, dan mempunyai
ketrampilan yang memadai baik segi teknis maupun non teknis.

b;

Moral pegawai dalam melaksanakan tugas-tugasnya, harus mempunyai komitmen dan


motivasi yang tinggi, jujur dan beriman.

c;

Pelayanan dilaksanakan dengan selalu memperhatikan kecepatan dan waktu yang


pendek.

d;

Efisiensi biaya, tidak menimbulkan biaya yang berakibat tingginya tarif pelayanan,
kondisi keuangan pelanggan harus menjadi salah satu perhatian dalam menangani pasien.

e;

Keselamatan pasien, lingkungan kerja, cara-cara kerja dan sarana harus dapat dipastikan
tidak membahayakan pasien, pegawai ataupun masyarakat pengguna jasa dan sekitarnya.

f;

Sumber pasokan bahan medis dan obat-obatan harus dari sumber resmi yang ditunjuk
produsen dan tidak ada resiko pemalsuan.

BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI
RUMAH SAKIT BEDAH MITRA SEHAT

Gambar 4.1 Struktur Organisasi Rumah Sakit Bedah Mitra Sehat

BAB V
VISI, MISI, MOTTO, FALSAFAH, NILAI DAN TUJUAN
PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI DI RUMAH SAKIT BEDAH MITRA
SEHAT
A; Visi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Di Rumah Sakit Bedah Mitra Sehat
Terciptanya kondisi lingkungan rumah sakit yang memenuhi persyaratan agar menjamin
pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial, dalam rangka menunjang proses pengobatan
dan penyembuhan pasien.
B; Misi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit Bedah Mitra Sehat
1; Setiap unit kerja memahami dan mampu melaksanakan pengendalian infeksi nosokomial
dengan baik, mulai dari upaya pencegahan, pemantauan serta pelaporan kejadiannya.
2; Setiap karyawan mengutamakan kesehatan dan keselamatan pasien dalam setiap tindakan
perawatan yang diberikan kepada pasien.
3; Setiap karyawan mengutamakan keselamatan dan kemanan diri dalam melakukan setiap
pekerjaannya, terkait dengan kemungkinan infeksi nosokomial.
4; Meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan karyawan dalam pengendalian infeksi
nosokomial, sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang
kedokteran.
C; Motto Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit Bedah Mitra Sehat
Motto Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit Bedah Mitra Sehat adalah Melayani
dengan aman dan nyaman demi kepuasan anda
D; Falsafah, Nilai dan Tujuan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit Bedah
Mitra Sehat
a; Falsafah, Nilai dan Tujuan Instalasi Sterilisasi Sentral Rumah Sakit Bedah Mitra
Sehat adalah :
1; Pelayanan pengendalian infeksi nosokomial merupakan tanggung jawab rumah
sakit untuk meningkatkan derajat kesehatan manusia, khususnya yang sedang
menjalani perawatan di rumah sakit.
2; Pengendalian infeksi nosokomial merupakan upaya meningkatkan mutu
pelayanan rumah sakit yang selanjutnya akan meningkatkan kepuasan pasien.
3; Pengendalian infeksi nosokomial adalah upaya meningkatkan keselamatan dan
keamanan kerja bagi setiap karyawan Rumah Sakit Bedah Mitra Sehat.
b; Tujuan Pencegahan dan Pengendalian infeksi Rumah Sakit Bedah Mitra Sehat adalah
:

Tujuan Umum :
1; Meningkatkan mutu layanan rumah sakit melalui pencegahan dan
pengendalian infeksi di rumah sakit
6

2; Melindungi pasien, keluarga, pengunjung dan petugas untuk mencapai


cost efektif, angka infeksi yang rendah serta kwaspadaan terhadap
kejadian luar biasa (KLB).

Tujuaan Khusus :
1; Mencegah terjadinya infeksi di rumah sakit melalui surveilans dan
program kegiatan PPIRS
2; Memantau kejadian infeksi di Rumah Sakit Bedah Mitra Sehat
3; Menanggulagi kejadian infeksi secara cepat, tepat dan akurat
4; Menurunkan kejadian infeksi secara bermakna, dalam batas mampu
laksana.
5; Mampu mengantisipasi perkembangan penyakit infeksi baru yang muncul
(new emerging infectious diseases)
6; Mewujudkan budaya kerja yang mendukung perlindungan terhadap
petugas, pasien dan keluarga serta setiap pengunjung rumah sakit, melalui
pelaksanaan standart precaution dan isolation precaution.

BAB VI
STRUKTUR ORGANISASI
PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI DI RUMAH SAKIT BEDAH MITRA
SEHAT

DIREKTUR

KETUA
PANITIA PPIRS

PANITIA
PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN
INFEKSI DI RUMAH SAKIT
(PANITIA PPIRS)

TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (TIM PPIRS)

Infection Prevention and Control Nurse (IPCN)

Infection Prevention and Control Doktor (IPCD)

Infection Prevention and Control Link Nurse (IPLCN)

Anggota

Gambar 6.1 Struktur Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit Bedah Mitra
Sehat

BAB VII
URAIAN JABATAN
1. Nama Jabatan
Uraian tugas

: Direktur
: 1; Membentuk Panitia Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah
Sakit (PPIRS) dan Tim PPIRS dengan surat keputusan.
2; Menentukan

kebijakan

pencegahan

dan

pengendalian

infeksi

nosokomial.
3; Mengadakan evaluasi kebijakan pencegahan dan pengendalian infeksi
nosokomial berdasarkan saran dari PPIRS
4; Mengadakan evaluasi kebijakan pemakaian antibiotika yang rasional
dan desinfektan di rumah sakit berdasarkan saran dari PPIRS
5; Dapat menutup suatu unit perawatan atau instalasi yang dianggap
potensial menularkan penyakit untuk beberapa waktu sesuai kebutuhan
berdasarkan saran dari PPIRS
6; Mengesahkan SPO untuk pencegahan dan pengendalian infeksi Rumah
Sakit.
Tanggung Jawab

: 1; Bertanggung jawab dan memiliki komitmen yang tinggi terhadap


penyelenggaraan

upaya

pencegahan

dan

pengendalian

infeksi

nosokomial.
2; Bertanggung jawab terhadap tersedianya fasilitas sarana dan prasarana
termasuk anggaran yang dibutuhkan.

Panitia Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit (Panitia PPIRS)


2. Nama Jabatan
Hasil Kerja

: Ketua Panitia PPIRS


: 1; Terlaksananya surveilans infeksi nosokomial
2; Terlaksananya upaya pencegahan dan pengendalian infeksi dan
penerapan kwaspadaan universal.
3; Terlaksananya penanggulangan infeksi dengan investidasi bila ada KLB
4; Pengembangan prosedur kerja dan kebijakan yang mencakup semua
kegiatan dalam bidang pengendalian infeksi.
5; Pengembangan kemampuan dan ketrampilan staff dalam hal kontrol
infeksi dan keselamatan kerja melalui pelatihan-pelatihan
6; Pemilihan dan pengusutan bahan dan alat yang berhubungan

Uraian Tugas

pencegahan dan pengendalian infeksi.


: 1; Membuat dan mengevaluasi kebijakan PPI
2; Melaksanakan sosialisasi kebijakan PPIRS, agar kebijakan dapat
dipahami dan dilaksanakan oleh petugas kesehatan rumah sakit.
3; Membuat SPO PPI
9

4; Menyusun dan mengevaluasi pelaksanaan program PPI dan program


Diklat PPI
5; Bekerja sama dengan Tim PPI dalam melakukan investigasi masalah
atau KLB infeksi nosokomial.
6; Memberi usulan untuk mengembangkan dan meningkatkan cara
pencegahan dan pengendalian infeksi
7; Memberikan konsultasi kepada petugas kesehatan rumah sakit dan
fasilitas pelayanan kesehatan lainnya dalam PPI
8; Mengusulkan pengadaan alat dan bahan yang sesuai dengan prinsip PPI
dan aman bagi yang menggunakan
9; Mengidentifikasi temuan di lapangan dan mengusulkan pelatihan untuk
meningkatkan kemampuan SDM rumah akit dalam PPI
10;Melakukan pertemuan berkala, termasuk evaluasi kebijakan.
11;Menerima laporan dari Tim PPI dan membuat laporan kepada Direktur
12;Berkoordinasi dengan unit terkait
13;Memberikan usulan kepada Direktur untuk pemakaian antibiotik yang
rasional di rumah sakit berdasarkan hasil pemantauan kuman dan
resistensinya terhadap antibiotika dan menyebarluaskan data resistensi
antibiotik.
14;Mengembangkan, mengimplementasikan dan secara periodik mengkaji
kembali rencana manajemen PPI apakah telah sesuai dengan kebijakan
manajemen rumah sakit.
15;Memberikan masukan yang menyangkut kontruksi bangunan dan
pengadaan alat dan bahan kesehatan, renovasi ruangan, cara
pemrosesan alat, penyimpanan alat dan linen sesuai dengan PPI
16;Menentukan sikap penutupan ruangan rawat bila diperlukan karena
potensial menyebarkan infeksi.
17;Melakukan pengawasan terhadap tindakan-tindakan yang menyimpang
dari standar prosedur, monitoring surveilans proses.
18;Melakukan investigasi, menetapkan dan melaksanakan penanggulangan
infeksi bila ada KLB di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan
Tanggung Jawab

lainnya.
: 1; Bertanggung

jawab

terhadap

terlaksannya

surveilans

infeksi

nosokomial
2; Bertanggung jawab terhadap pencegahan infeksi dengan penerapan
kwaspadaan universal.
3; Bertanggung jawab terhadap prosedur kerja dan kebijakan yang
mencakup semua kegiatan dalam bidang pengendalian infeksi
4; Bertanggung

jawab

terhadap

pengembangan

kemampuan

dan

ketrampilan staff dalam hal kontrol infeksi dan keselamatan kerja


melalui pelatihan-pelatihan.
5; Bertanggung jawab terhadap pemilihan dan pengusutan bahan dan alat
10

Syarat Jabatan

yang berhubungan dengan pencegahan dan pengendalian infeksi.


: 1; Dokter Ahli Penyakit Dalam atau dokter yang memiliki minat dalam
PPI
2; Mengikuti pelatihan atau pendidikan dasar PPI
3; Memiliki kemampuan lesdership

3. Nama Jabatan

: Sekretaris Panitia PPIRS

Hasil Kerja

: Terselenggarannya program pencegahan dan pengendalian infeksi di

Uraian Tugas

rumah sakit.
: 1; Menyusun laporan kegiatan Panitia PPIRS dan mengirimkan kepada
Direktur serta unit-unit terkait.
2; Menjalankan tugas adminitrasi terkait semua kegiatan/program
pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit.

Tanggung Jawab

3; Membantu IPCN dalam menjalankan surveilans


: 1; Bertanggung jawab terhadap penyusunan laporan kegiatan Panitia
PPIRS dan mengirimkan kepada Direktur serta unit-unit terkait
2; Bertanggung jawab dalam menjalankan tugas adminitrasi terkait
dengan semua kegiatan/program pencegahan dan pengendalian infeksi

Syarat Jabatan

di rumah sakit.
: 1; Perawat yang mempunyai minat dalam PPI
2; Mengikuti pendidikan dan pelatiahan dasar PPI
3; Memiliki kemampuan mengoperasionalkan komputer
4; Memiliki dedikasi dan loyalitas kerja yang tinggi sebagai Tim PPIRS

4. Nama Jabatan

: IPCN (Infection Prevention and Control Nurse)

Hasil Kerja

: Adanya kerja sama yang baik antara semua anggota Tim PPIRS dengan

Uraian Tugas

semua staff keperawatan dalam hal pencegahan dan pengendalian infeksi.


: 1; Mengunjungi ruangan setiap hari untuk memonitor kejadian infeksi
yang terjadi di lingkungan kerjannya.
2; Memonitor pelaksanaan PPI, penerapan SPO dan kwaspadaan isolasi
3; Melakukan surveilans infeksi dan melaporkan kepada Panitia PPIRS
4; Bersama Panitia dan Tim PPIRS melakukan pelatihan petugas
kesehatan tentang PPI di Rumah Sakit.
5; Malakukan investigasi terhadap KLB dan bersama-sama Panitia dan
Tim PPIRS memperbaiki kesalahan yang terjadi
6; Memonitor kesehatan petugas kesehatan kepada pasien atau sebaliknya.
7; Bersama Panitia dan Tim PPIRS menganjurkan prosedur isolasi dan
memberi konsultasi tentang pencegahan dan pengendalian infeksi yang
di perlukan pada kasus yang terjadi di Rumah Sakit.
8; Audit pencegahan dan pengendalian infeksi termasuk kepada limbah,
loundry, gizi, dan lain-lain dengan menggunakan daftar tilik.
9; Memonitor kesehatan lingkungan
10;Memonitor pengendalian penggunaan antibiotik yang rasional.
11;Mendesain, melaksanakan, memonitor dan mengevaluasi surveilans
11

infeksi yang terjadi di rumah sakit.


12;Membuat laporan surveilans dan melaporkannya kepada Panitia PPIRS
13;Memberikan motivasi dan teguran tentang pelaksanaan kepatuhan PPI.
14;Memberikan saran desain ruangan rumah sakit agar sesuai dengan
prinsip PPI
15;Meningkatkan kesadaran pasien dan pengunjung rumah sakit tentang
PPIRS
16;Memprakarsai penyuluhan bagi peyugas kesehatan, penggujung dan
keluarganya tentang topik infeksi yang sedang berkembang di
masyarakat, infeksi dengan insiden tinggi.
17;Sebagai koordianator antar departemen/unit dalam mendeteksi,
Tanggung Jawab

mencegah, dan mengendalikan infeksi di rumah sakit.


: 1; Bertanggung jawab dalam memonitor pelaksanaan PPI, penerapan SPO
dan kwaspadaan isolasi.
2; Bertanggung jawab dalam pelaksanaan surveilans infeksi dan
melaporkan kepada Panitia PPIRS
3; Bertanggung jawab dalam melakukan investigasi terhadap KLB dan
bersama-sama Tim PPIRS memperbaiki kesalahan yang terjadi.
4; Bertanggung jawab dalam memonitor kesehatan petugas untuk
mencegah penularan infeksi petugas kesehatan kepada pasien dan

Syarat Jabatan

sebaliknya.
: 1; Perawat dengan pendidikan minimal D3 dan memiliki sertifikat PPI
2; Memiliki komitmen di bidang pencegahan dan pengendalian infeksi
3; Memiliki pengalaman sebagai Kepala Ruangan atau setara
4; Memiliki kemampuan lesdership, inovatif dan confident
5; Bekerja purna waktu
6; Memiliki dedikasi dan loyalitas kerja yang tinggi sebagai Tim PPIRS

TIM PANITIA PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI RUMAH SAKIT


5. Nama Jabatan

: Anggota Tim PPIRS


o Infection Prevention and Control Doktor (IPCD)
o Infection Prevention and Control Link Nurse (IPLCN)

Hasil Kerja

: 1; Proses Surveilans di Ruang keperawatan berjalan dengan baik


2; Terjalin kerjasam yang baik antara Tim PPIRS dengan semua staf

Uraian Tugas

keperawatan.
: Tim PPIRS sebagai pelaksana harian/penghubung petugas :
12

1; Mengisi dan mengumpulkan formulir surveilans setiap pasien di unit


rawat inap masing-masing, kemudian menyerahkan ke IPCN ketika
pasien pulang.
2; Memberikan motivasi dan teguran tentang pelaksanaan kepatuhan
pencegahan dan pengendalian infeksi pada setiap personil ruangan di
unitnya masing-masing.
3; Memberitahukan kepada IPCN apabila ada kecurigaan adanya infeksi
nosokomial pada pasien.
4; Berkoordinasi dengan IPCN dan Panitia PPIRS saat terjadi infeksi
potensial KLB, penyuluhan bagi pengunjung di ruang rawat masingmasing, konsultasi prosedur yang harus dijalankan bila belum faham.
5; Memonitor kepatuhan petugas kesehatan yang lain dalam menjalankan
Tanggung Jawab

standar isolasi.
: 1; Bertanggung jawab dalam memberikan mitivasi dan teguran tentang
pelaksanaan kepatuhan pencegahan dan pengendalian infeksi pada
setiap personil ruangan di unit rawatnya masing-masing.
2; Bertanggung jawab dalam memberitahukan kepada IPCN apabila ada
kecurigaan adanya infeksi nosokomial pada pasien.
3; Bertanggung jawab dalam memonitor kepatuhan petugas kesehatan

Syarat Jabatan

yang lain dalam menjalankan standar isolasi.


: 1; Perawat dengan pendidikan minimal D3 dan memiliki sertifikat PPI
2; Dokter Umum yang memiliki minat dalam pencegahan dan
pengendalian infeksi di rumah sakit
3; Memiliki komitmen di bidang pencegahan dan pengendalian infeksi di
rumah sakit
4; Memiliki kemampuan leadership

BAB VIII
TATA HUBUNGAN KERJA
Mengingat kinerja Panitia dan Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di rumah sakit
sangat luas dan hampir mencakup seluruh unit kerja di Rumah Sakit, maka hubungan Panitia dan
Tim PPIRS lebih bersifat koordinatif terhadap berbagai unit di Rumah Sakit Bedah Mitra Sehat.
Terhadap Struktur organisasi rumah sakit, Panitia dan Tim PPIRS mengkoordinasikan tiap
kegiatannya terhadap berbagai unit terkait di rumah sakit, sebagai suatu struktur fungsional,
sebagaimana tanpak dalam bagan koordinasi kerja sebagai berikut :
13

14

PANITIA
PPIRS

TIM PPIRS

Gambar 9.1 Hubungan kerja Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit

15

a; Hubungan kerja dengan Komite Medis :

Memberikan masukan untuk Kebijakan Penerapan Antibiotik di Rumah Sakit sesuai dengan
hasil pemeriksaan mikrobiologi lingkungan Rumah Sakit, melalui Panitia Farmasi dan
Terapi.

Menyampaikan pedoman pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial,


terutama yang terkait dengan Standar Pelayanan Medis.

Berkoordinasi dalam hal pengembangan kegiatan pengendalian infeksi nosokomial di rumah


sakit.

b; Hubungan kerja dengan Bidang Keperawatan :m

Koordinasi pematauan pelaksanaan standart precaution dan isolation precaution di unit


perawatan.

Memberikan masukan kepada Bidang Keperawatan sesuai dengan laporan dan evaluasi hasil
kegiatan pengendalian infeksi.

c; Hubungan kerja dengan Bidang Keperawatan (Rawai Inap, Rawat Jalan):

Berkoordinasi dalam pelaksanaan surveilans di unit perawatan.

Koordinasi pematauan pelaksanaan standart precaution dan isolation precaution di unit


perawatan.

Berkoordinasi dalam pelaporan kejadian infeksi nosokomial melalui IPCN dan Tim PPIRS

d; Hubungan kerja dengan Bidang Umum (UPS, Urusan Linen, Kebersihan):

Koordinasi pematauan pelaksanaan pengelolaan linen

Koordinasi pematauan pengelolaan limbah dan sampah medis

Koordinasi pemeliharaan sarana, khususnya yang terkait dengan kegiatan pengendalian


infeksi (AC, Incenerator, Kalibrasi peralatan sterilisasi, dan sebagainya)

e; Hubungan kerja dengan Instalasi Gawat Darurat :

Koordinasi pematauan pelaksanaan standart precaution dan isolation precaution di Instalasi


Gawat Darurat.

Berkoordinasi tentang pemantauan penggunaan APD dan pelaksanaan SPO pengendalian


infeksi.

f; Hubungan kerja dengan Intensif Care Unit :

Koordinasi pematauan pelaksanaan standart precaution dan isolation precaution di Intensive


Care Unit.
16

Berkoordinasi tentang pemantauan penggunaan APD dan pelaksanaan SPO pengendalian


infeksi.

g; Hubungan kerja dengan Instalasi Sterilisasi Sentral :

Berkoordinasi tentang seluruh proses sterilisasi bahan dan peralatan rumah sakit menurut
standar yang berlaku

Berkoordinasi tentang pemantauan mutu hasil sterilisasi, baik secara mikrobiologi maupun
dengan indikator lainnya

Berkoordinasi tentang pemantuan proses dekontaminasi awal di pelayanan, segera setelah


pemakaian peralatan medis re use

h; Hubungan kerja dengan Instalasi Farmasi :

Berkoordinasi tentang penyiapan, penggunaan, dan permintaan larutan densifektan,


antiseptik untuk tiap unit pelayanan

Berkoordinasi dalam hal penyusunan Pedoman Antibiotika bersama Panitia Farmasi dan
Terapi.

i; Hubungan kerja dengan Instalasi Radiologi :

Koordinasi pematauan pelaksanaan standart precaution dan isolation precaution di Instalasi


Radiologi.

Berkoordinasi tentang pemantauan penggunaan APD dan pelaksanaan SPO pengendalian


infeksi.

j; Hubungan kerja dengan Instalasi Bedah Sentral :

Berkoordinasi pematauan pelaksanaan standart precaution dan isolation precaution di


Instalasi Bedah Sentral

Berkoordinasi tentang surveilans ILO di Instalasi Bedah Sentral

Berkoordinasi dalam tata ruang dan sterilisasi ruangan sesuai pedoman pengendalian infeksi
nosokomial

k; Hubungan kerja dengan Instalasi Gizi :

Berkoordinasi tentang penyiapan, proses memasak, penyajian makanan pasien yang


memenuhi persayaratan pengendalian infeksi nosokomial

Berkoordinasi tentang persyaratan kesehatan petugas gizi yang boleh menyiapkan makanan
untuk pasien rumah sakit

Berkoordinasi tentang pemantauan penggunaan APD di unit Gizi

17

BAB IX
POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONAIL
Pola ketenagaan dan kualifikasi sumber daya manusia panitia pencegahan dan pengendalian infeksi
di rumah sakit sebagai berikut :
Tabel 9.1 Pola Ketenagaan Dan Kualifikasi Personil Panitia Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di
Rumah Sakit
Kualifikasi
Nama Jabatan
Ketua Panitia PPIRS

Formal
Dokter Penyakit Dalam

IPCN

D3 Keparawatan

TIM PPIRS/IPCLN

D3 Keparawatan
Dokter Umum

ANGGOTA PPIRS

D3 Kesling
Apoteker
Dokter SpPD

Dokter SpAn

Dokter SpB.FInaCs

Dokter SpOG

Dokter Umum

Perawat Instalasi
Sterilisasi Sentral

Non Formal
Pelatihan dasar
Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi
Nosokomial
Pelatihan surveilans
infeksi nosokomial

Jumlah
Kebutuhan
1 orang

Pelatihan dasar
Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi
Nosokomial
Pelatihan Surveilans
IPCN

2 orang

Pelatihan dasar
Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi
Nosokomial
In Hause Training
Pelatihan Sterilisasi
(untuk petugas
sterilisasi)

1 orang tiap
unit
2 orang

Pelatihan dasar
Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi
Nosokomial
In Hause Training
Pelatihan Sterilisasi
(untuk petugas
sterilisasi)

1 orang
1 orang
1 orang
1 orang
1 orang
1 orang
1 orang
1 orang

18

BAB X
KEGIATAN ORIENTASI
Pengembangan staf dan pengembangan pendidikan tentang pengendalian infeksi di
Rumah Sakit, termasuk kegiatan orientasi bagi pegawai baru, merupakan salah satu upaya penting
dalam meningkatkan pemahaman terhadap infeksi, yang selanjutnya diharapkan mampu
diaplikasikan dalam tugas sehari-hari. Sistem pendidikan dan pengembangan staf harus tercakup
dalam program kerja Panitia PPIRS.
Orientasi Pegawai Baru

Pelaksanaan orientasi pegawai baru menjadi tanggung jawab Panitia PPIRS bersama bagian
Diklat Rumah Sakit Bedah Mitra Sehat.

Orientasi pegawai baru dilaksanakan secara terpadu/terintegrasi bersama unit pelayanan lain
yang memiliki program sejenis.

Sasaran orientasi pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit adalah setiap pegawai
baru tanpa terkecuali, baik berlatar belakang medis maupun non medis.

Mahasiswa yang melakukan praktek magang di Rumah Sakit Bedah Mitra Sehat juga
merupakan sasaran orientasi

Jadwal pelaksanaan orientasi diatur oleh bagian Diklat Rumah Sakit, yaitu 2-3 kali dalam
setahun, dengan tetap mempertimbangkan jumlah dan frekwensi pegawai baru yang masuk
sepanjang tahun tersebut

Laporan orientasi dibuat oleh Panitia PPIRS dan dipusatkan di bagian Diklat Rumah Sakit,
evaluasi pasca orientasi dilakukan secara berkala setelah tiga bulan secara terintegrasi
dengan unit yang lain

19

Jadual dan Materi Orientasi Pegawai Baru :


Hari ke
1

Materi

Batasan / pengertian Pencegahan 45 menit


dan Pengendalian Infeksi di
Rumah Sakit (PPIRS)
Kwaspadaan Standar dan
Kwaspadaan Isolasi

Waktu

Metode

Penaggung
Jawab
Ceramah dan diskusi Katua Panitia
PPIRS

90 menit

Ceramah dan diskusi

Organisasi Pencegahan dan


45 menit
Pengendalian Infeksi Rumah Sakit
Bedah Mitra Sehat

Ceramah dan diskusi

Surveilans dan Pelaporan


Demo dan Praktek :
Cuci tangan
Penggunaan APD

45 menit
60 menit

Ceramah dan diskusi IPCN / Tim PPIRS


Praktek

Survey lapangan

60 menit

Survey

20

BAB XI
PERTEMUAN / RAPAT
Rapat berkala Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit Bedah Mitra Sehat terdiri
dari :
A; Rapat rutin :
Waktu

: Hari kamis pada minggu pertama setiap bulan

Pukul

: 13.30 wib s/d selesai

Tempat

: Ruang rapat lantai satu

Peserta

: Tim PPIRS dengan mengundang ketua Panitia PPIRS

Materi

: 1; Laporan bulanan PPI


2; Masalah dan pemecahannya
3; Evaluasi dan rekomendasi

Kelengkapan

: Undangan, daftar hadir, notulen rapat, laporan/rekomendasi usulan kepada


pimpinan

B; Insidentil :
Rapat insidentil diselenggarakan sewaktu-waktu bila ada masalah atau hal-hal yang perlu
dibahas segera

21

BAB XII
PELAPORAN

Pelaporan kegiatan pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit dilaksanakan dalam bentuk:
1; Laporan bulanan angka kejadian infeksi dan surveilans rumah sakit meliputi :

Incident Rate spesifik

Total Incident Rate infeksi di rumah sakit

2; Laporan tiga bulanan (triwulan) angka kejadian infeksi dan surveilans rumah sakit,
meliputi :

Incident Rate spesifik

Total Incident Rate infeksi di rumah sakit

3; Laporan tahunan angka kejadian infeksi dan surveilans rumah sakit meliputi :

Incident Rate spesifik

Total Incident Rate infeksi di rumah sakit

4; Laporan kejadian khusus bila ada KLB jika ada meliputi :

Incident Rate spesifik

Total Incident Rate infeksi di rumah sakit

Bentuk penyampaian informasi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit Bedah Mitra
Sehat :
1; Lisan dalam pertemuan-pertemuan koordinasi
2; Laporan tertulis
3; Majalah buletin GAPURA PT Semen Indonesia
4; Papan informasi rumah sakit

22