Anda di halaman 1dari 5

MAKALAH PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK

BATAS MAKSIMUM KADAR LOGAM


DALAM AIR

Disusun Oleh:
Helen Soraya Sirait

4123131040

Judika S D Lumbantobing

4123131050

M. Ilham

4123131061

Siska Ranti

4122131027

Siti Kholilah

4123131083

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
2016

1. AIR
Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting dalam kehidupan umat manusia dan
mahluk hidup lainnya dan fungsinya bagi kehidupan tersebut tidak akan dapat digantikan oleh
senyawa lainnya. Di Indonesia, menteri KLH telah menetapkan air dalam beberapa kategori.
Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan
Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, pada bagian ketiga klasifikasi dasar kriteria mutu
air Pasal 8 disebutkan bahwa klasifikasi mutu air ditetapkan menjadi 4 kelas, yaitu:
a.

Kelas satu, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air minum dan atau

b.

peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut
Kelas dua, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air,
pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau

c.

peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.
Kelas tiga, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk pembudidayaan ikan air
tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman dan atau peruntukan lain yang

d.

mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.


Kelas empat, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk mengairi, pertanaman dan
atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan
tersebut.

2.

PENCEMARAN AIR
Defenisi pencemaran air menurut Surat Keputusan Menteri Negara KLH Nomor : KEP-

02/MENKLH/I/1988 Tentang Penetapan Baku Mutu Lingkungan adalah: masuk atau


dimasukkannya mahkluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain kedalam air dan atau
berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam , sehingga kualitas air turun
sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan air menjadi kurang atau sudah tidak berfungsi lagi
sesuai dengan peruntukannya.
3.

PENCEMARAN LOGAM DALAM AIR


Kehadiran logam dalam lingkungan sangat berpengaruh langsung terhadap kehidupan,

mulai dari mikroorganisme sampai mahkluk hidup tingkat tinggi. Logam dapat mematikan
mahkluk hidup, dan kehadirannya didalam tubuh makhluk hidup dapat mempengaruhi fisiologi
dan metabolisme mahkluk hidup. Beberapa logam pencemar di dalam air adalah:
1.
Arsen
Arsen dikenal sebagai zat kimia yang sangat berbahaya. Dalam kerak bumi, arsen
terdapat pada konsentrasi rata-rata 2-5 ppm. Pembakaran bahan bakar fosil terutama batu

bara, mengeluarkan sejumlah warangan (As2O3) kelingkungan, dimana sebagian besr


akan masuk keperairan alami. Bila manusia mengkonsumsi arsen dalam jumlah sedikit
akan mengakibatkan keracunan yang berlangsung dalam jangka waktu lama, akan tetapi
bila kadar arsen yang dikonsumsi tinggi akan dapat mengakibatkan kematian hanya
berselang beberapa jam saja. Batas maksimum arsen yang diperbolehkan dalam air
2.

adalah 0,05 mg/L.


Kadmium
Kontaminasi kadmium di dalam air dapat disebabkan oleh bahan buangan industri dan
buangan tambang dalam pertambangan seng, timbal, dan logam non besi lainnya.
Kadmium juga dihasilkan dari sisa pembakaran batu bara, pembakaran sampah, dan
industri baja yang masuk ke dalam air. Pengaruh kadmium terhadap kesehatan dapat
menyebabkan keracunan yang sangat serius, yaitu dapat mengakibatkan tekanan darah
tinggi, kerusakan ginjal, kerusakan jaringan, dan kerusakan sel darah merah. Batas

3.

maksimum kadmium dalam air adalah 0.01 mg/L.


Timbal
Timbal berada dalam air dalam bentuk senyawa timbal(II) yang dihasilkan dari buangan
industri, pertambangan, dan buangan bahan bakar minyak yang mengandung timbal.
Timbal yang berasal dari bahan bakar minyak merupakan sumber utama pencemaran
timbal dalam lingkungan yang dapat masuk ke dalam sistem air. Keracunan akut yang
disebabkan oleh timbal dapat mengakibatkan terganggunya fungsi ginjal, sistem
reproduksi, hati, otak, dan fungsi saraf pusat. Keracunan timbal pada anak-anak dapat
menyebabkan retardasi mental sedangkan kontaminasi timbal pada manusia dalam jangka
waktu yang cukup lama diduga akan dapat menyebabkan anemia. Batas maksimum

4.

timbal dalam air adalah 0.05 mg/L.


Air raksa (merkuri)
Air raksa atau merkuri termasuk polutan logam berat yang sangat berbahaya yang sangat
perlu mendapat perhatian karena pengaruh negatif yang ditiombulkannya sangat serius.
Kehadiran merkuri dalam air diduga berasal dari pembuangan limbah pengolahan mas.
Target keracunan merkuri adalah kerusakan saraf yang dapat mengakibatkan kelumpuhan
dan kebutaan. Keracunan merkuri dalam jumlah sedikit pada manusia akan

5.

mengakibatkan depresi. Batas maksimum merkuri dalam air adalah 0,001 mg/L.
Nikel
Nikel ada di dalam air berasal dari mineral, industri logam, hasil pembakaran sampah dan
rokok yang selanjutnya masuk ke dalam air. Nikel memiliki efek toksik terutama yang

dapat menghambat perkembangan dan reproduksi mahkluk hidup invertebrate di dalam


air. Kehadiran nikel juga dapat mengakibatkan kerusakan DNA, dan diduga memiliki
efek karsinogenik pada hewan mamalia. Batas maksimum nikel dalam air adalah 0,025
6.

mg/L.
Selenium
Kehadiran selenium di dalam lingkungan umumnya adalah berasal dari industri yang
dihasilkan dalam bentuk gas dan kemudian melarut di dalam air seperti pada pembakaran
batu bara, industri gelas, industri cat, tekstil, dan komponen listrik. Dalam konsentrasi
yang tinggi, selenium akan bersifat toksik dan kemungkinan karsinogenik. Batas

7.

maksimum selenium dalam air adalah 0.01 mg/L.


Besi
Besi di dalam air berasal dari perkaratan logam dan buangan industri. Perairan yang
mengandung besi sangat tidak diinginkan untuk keperluan rumah tangga karena dapat
menyebabkan bekas karat pada pakaian, porselin, serta menimbulkan rasa tidak enak

8.

pada air minum pada konsentrasi diatas 0.31 mg/L.


Mangan
Toksisitas mangan relatif sudah tampak pada konsentrasi rendah. Dengan demikian
tingkat kandungan mangan yang diijinkan dalam air yaitu dibawah 0,05 mg/L. Mangan

9.

berasal dari sumber tambang asam, dan buangan industri.


Tembaga
Sebagai logam berat tembaga berbeda dengan logam-logam berat lainnya seperti merkuri,
Kadmium, dan kromium. Logam berat tembaga digolongkan kedalam logam berat
dipentingkan atau logam berat esensial, artinya meskipun tembaga merupakan logam
berat beracun unsur logam ini sangat dibutuhkan tubuh meski dalam jumlah yang sedikit.
Tembaga berasal dari pengelasan logam, limbah industri, penambangan dan pencucian

10.

mineral. Batas maksimum tembaga dalam air adalah 1,0 mh/L.


Kromium
Kromium merupakan salah satu logam berat yang bersumber dari pengelasan logam, zat
aditif pada neraca air. Kehadiran unsur kromiun dengan konsentrasi tinggi di dalam air
dapat mempunyai daya racun yang tinggi, sifat yang dibawa oleh racun ini dapat
mengakibatkan keracunan akut dan keracunan kronis. Batas maksumum kromium dalam

11.

air adalah 0.05 mg/L.


Perak
Logam perak yang terdapat dalam air dapat berasal dari buangan industri, tambang,
pengelasan logam, buangan prosesing film. Pengaruh adanya logam perak dalam air

adalah dapat menimbulkan bercak pada kulit, dan berbahaya pada mata. Batas maksimum
12.

perak dalam air adalah 0.05 mg/L.


Berilium
Berilium berasal dari buangan industri, tambang batu bara, dan pembangkit nuklir. Efek
atau pengaruh yang ditimbulkan adanya berilium dalam air adalah toksisitas akut dan
kronis, serta bersifat karsinogenik sehingga tidak diperbolehkan ada dalam air.

DAFTAR PUSTAKA
Achmad, R., (2004), Kimia Lingkungan, Penerbit ANDI, Yogyakarta.
Connel, W., dan Miller, G., J., (1995), Kimia dan Ekotoksikologi Pencemaran, Penerbit UIPress, Jakarta.
Situmorang, M., (2012), Kimia Lingkungan, Penerbit FMIPA UNIMED, Medan.
Surakitti, (1989), Kimia 3, Penerbit Intan Pariwara, Jakarta.
Suripin, P., (2004), Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air, Penerbit ANDI, Yogyakarta.