Anda di halaman 1dari 5

Aluminium

Aluminium ialah unsur kimia. Lambang aluminium ialah Al, dan nomor atomnya 13.
Aluminium ialah logam paling berlimpah

Ciri ciri Aluminium

Aluminium merupakan logam yang berwarna perak-putih


Aluminum dapat dibentuk sesuai dengan keinginan karena memiliki sifat

plastisitas yang cukup tinggi


Merupakan unsur metalik yang paling berlimpah dalam kerak bumi setelah

setelah silisium dan oksigen.


Ringan, tahan korosi dan tidak beracun maka banyak digunakan untuk alat

rumah tangga seperti panci, wajan dan lain-lain.


Reflektif, dalam bentuk aluminium foil digunakan sebagai pembungkus makanan,

obat, dan rokok.


Daya hantar listrik dua kali lebih besar dari Cu maka Al digunakan sebagai kabel

tiang listrik.
Paduan Al dengan logam lainnya menghasilkan logam yang kuat seperti

Duralium (campuran Al, Cu, mg) untuk pembuatan badan peswat.


Al sebagai zat reduktor untuk oksida MnO2 dan Cr2O3.

Sifat Kimia Dan Sifat Fisika Aluminium

Sifat Fisika
Aluminium memiliki sifat fisika seperti yang ditunjukkan pada Tabel berikut:
NO

Sifat

Nilai

Jari-jari atom

Volume atom

10 cm/gr.atm

Density (660oC)

2,368 gr/cm3

Density ( 20oC)

2,6989 gr/cm3

Potensial elektroda (25


-1,67 volt
o
C)

Kapasitas panas (25oC) 5,38 cal/mol oC

Panas pembakaran

399 cal/gr mol

Tensile strength

700 MPa

Kekerasan brinnel

12-16 skala mehs

10

Hantaran panas (25oC) 0,49 cal/det oC

11

Valensi

12

Kekentalan (700oC)

0,0127 poise

13

Panas peleburan

94,6 cal/gr

14

Panas uap

200 cal/gr

15

Massa atom

26,98

16

Titik lebur

660oC

17

Titik didih

2452oC

18

Tegangan permukaan

900 dyne/cm

19

Tegangan tarik

4,76 kg/mm

Sifat Kimia
Aluminium mempunyai nomor atom 13, dan massa atom relatif 26,98.
Aluminium juga bersifat amfoter. Ini dapat ditunjukkan pada reaksi sebagai
berikut:
a.

Al2O3 +

3H2SO4 Al2(SO4)3 +

b.

Al2O3 +

6NaOH

3H2O

2Na3AlO2 +

6H2O

Aluminium merupakan unsur yang sangat reaktif sehingga mudah teroksidasi.


Karena sifat kereaktifannya maka Aluminium tidak ditemukan di alam dalam

bentuk unsur melainkan dalam bentuk senyawa baik dalam bentuk oksida
Alumina maupun Silikon.
Sifat-sifat Aluminium yang lebih unggul bila dibandingkan dengan
logam lain adalah sebagai berikut:
o
Ringan
Massa jenis Aluminium pada suhu kamar (29oC) sekitar 2,7 gr/cm3.
o
Kuat
Aluminium memiliki daya renggang 8 kg/mm3, tetapi daya ini dapat berubah
menjadi lebih kuat dua kali lipat apabila Aluminium tersebut dikenakan
proses pencairan atau roling..
o
Ketahanan Terhadap Korosi
Aluminium mengalami korosi dengan membentuk lapisan oksida yang tipis
dimana sangat keras dan pada lapisan ini dapat mencegah karat pada
Aluminium yang berada di bawahnya.
o
Daya Hantar Listrik Yang Baik
Aluminium adalah logam yang paling ekonomis sebagai penghantar listrik
karena massa jenisnya dari massa jenis tembaga, kapasitas arus dari
Aluminium dua kali lipat dari kapasitas arus pada tembaga.
o
Anti Magnetis
Aluminium adalah logam yang anti magnetis.
o
Toksifitas
Aluminium adalah logam yang tidak beracun dan tidak berbau.
o
Kemudahan dalam proses
Aluminium mempunyai sifat yang baik untuk proses mekanik dari
kemampuan perpanjangannya, hal ini dapat dilihat dari proses penuangan,
pemotongan, pembengkokan, ekstrusi dan penempaan Aluminium
o
Sifat dapat dipakai kembali
Aluminium mempunyai titik lebur yang rendah, oleh karena itu kita dapat
memperoleh kembali logam Aluminium dari scrap.

Silikon

Silikon (Latin: silicium) merupakan unsur kimia yang mempunyai simbol Si dan
nomor atom 14. Ia merupakan unsur kedua paling berlimpah setelah oksigen di
dalam kerak Bumi, mencapai hampir 25.7%

Ciri-Ciri Silikon
1. Tidak larut dalam air
2. Tidak terurai bila dipanaskan
3. Tidak bertindakbalas dengan asid hidroklorik

Sifat Kimia dan Fisika Silikon


Sifat Fisik Silikon
Konfigurasi

: [Ne] 3S23P2

Fase (suhu kamar)

: Solid

Massa Jenis

: 2,33 g/cm3

Titik leleh

: 1687 K (14100 C, 5909 0F)

Titik didih

: 3538 K (2355 0C, 5909 0F)

Kalor Lebur

: 50,21 kJ/mol

Kalor Penguapan

: 359 kJ/mol

Energi Pengionan

: 8,2 eV/atm

Jari-jari kovalen atom

: 790 (1,17A)

Jari-jari ion

: 0,41 A (Si4+)

Keelektronegatifan

: 1,8

Berat atom standar

: 28,085 g.mol-1

Sifat Kimia Silikon


Silikon dikulit bumi terdapat dalam berbagai bentuk silikat, yaitu senyawa silikon dengan
oksigen. Unsur ini dapat dibuat dari silikon dioksida (SiO2) yang terdapat dalam pasir, melalui
reaksi:
SiO2(s) + 2C(s) Si(s) + 2CO(g)
Silikon murni berstruktur seperti Intan ( tetrahedral) sehingga sangat keras dan tidak
menghantarkan listrik jika dicampur dengan sedikit unsur lain, seperti alumunium (Al) atau
boron (B). Silikon bersifat semikonduktor (sedikit menghantarkan listrik), yang diperlukan
dalam berbagai peralatan elektronik, seperti kalkulator dan komputer. Itulah sebabnya silikon
merupakan zat yang sangat penting dalam dunia modern. Untuk itu dibutuhkan silikon yang
kemurniannya sangat tinggi dan dapat dihasilkan dengan reaksi:
SiCl4(g) + 2H2(g) Si(s) + 4HCl(g)
Jari-jari silikon lebih besar dari karbon, sehingga tidak dapat membentuk ikatan (rangkap dua
atau tiga) sesamanya, hanya ikatan tunggal (). Karena itu silikon tidak reaktif pada suhu kamar
dan tidak bereaksi dengan asam, tetapi dapat bereaksi dengan basa kuat seperti NaOH.
Si(s) + 4OH-(aq) SiO4(aq) + 2H2(g)
Batuan dan mineral yang mengandung silikon, umumnya merupakan zat padat yang mempunyai
titik leleh tinggi, keras, yang setiap keping darinya merupakan suatu kisi yang kontinu terdiri dari
atom-atom yang terikat erat. Sebuah contoh senyawa silikon yang memiliki titik leleh tinggi
adalah silikon dioksida, yang terdapat dialam dalam bentuk kuarsa, agata (akik), pasir, dan
seterusnya.