Anda di halaman 1dari 8

Manajemen yang Diminta untuk Memberikan Representasi Tertulis

Representasi tertulis diminta dari pihak yang bertanggung jawab atas


penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Individu-individu tersebut
bervariasi tergantung pada struktur tata kelola entitas yang bersangkutan,
dan peraturan perundang-undangan yang relevan; namun, biasanya
manajemen (bukan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola)
merupakan pihak yang bertanggung jawab.
Namun, dalam beberapa kasus, manajemen dapat memutuskan untuk
meminta keterangan dari pihak lain yang berpartisipasi dalam menyusun
dan menyajikan laporan keuangan beserta asersi-asersi yang terkait,
termasuk individu individu yang memiliki pengetahuan tertentu mengenai
hal hal yang dimintakan representasi tertulis. Individu-individu tersebut
dapat termasuk:
Aktuaris yang bertanggung jawab untuk perhitungan aktuarial yang
digunakan dalam pengukuran akuntansi.
Staf insinyur yang memiliki tanggung jawab dan pengetahuan khusus
mengenai pengukuran liabilitas terhadap lingkungan.
Penasihat hukum internal yang dapat menyediakan informasi penting
untuk provisi atas tuntutan hukum.
Dalam beberapa kasus, manajemen dapat memasukkan kata kata
penekanan dalam representasi tertulis yang menunjukkan bahwa
representasi telah dibuat berdasarkan pengetahuan dan keyakinan terbaik
manajemen. Auditor dapat menerima penggunaan kata-kata tersebut jika
auditor yakin bahwa representasi telah dibuat oleh pihak yang memiliki
tanggung jawab dan pengetahuan yang tepat mengenai permasalahan yang
dicakup dalam representasi.
Representasi Tertulis Tentang Tanggung Jawab Manajemen
Bukti audit yang diperoleh selama audit bahwa manajemen telah memenuhi
tanggung jawab yang dirujuk tidaklah cukup tanpa adanya konfirmasi dari
manajemen mengenai keyakinan mereka bahwa mereka telah memenuhi
tanggung jawab tersebut. Hal ini disebabkan auditor tidak dapat menilai
hanya berdasarkan bukti audit lain mengenai apakah manajemen telah
menyusun dan menyajikan laporan keuangan dan menyediakan informasi
kepada auditor dengan basis bahwa manajemen sepakat mengakui dan
mengerti tanggung jawabnya.
Representasi tertulis menggambarkan pengakuan dan pemahaman yang
telah disepakati manajemen tentang tanggung jawabnya berdasarkan
syarat-syarat perikatan audit dengan meminta konfirmasi bahwa mereka
telah memenuhi hal tersebut. Auditor juga dapat meminta manajemen untuk
mengonfirmasi ulang pengakuan dan pemahaman mereka terhadap
tanggung jawab tersebut dalam representasi tertulis. Hal ini biasa terjadi

dalam yurisdiksi tertentu, namun dalam peristiwa apa pun mungkin tepat
ketika:
Pihak yang menandatangani ketentuan perikatan audit atas nama
entitas, sudah tidak lagi memiliki tanggung jawab yang relevan.
Ketentuan perikatan audit disiapkan pada tahun sebelumnya.
Terdapat indikasi bahwa manajemen salah memahami tanggung jawab
tersebut; atau
Perubahan kondisi yang membuat hal tersebut menjadi tepat untuk
dilakukan.
Representasi Tertulis Lainnya
a. Representasi Tertulis Tambahan tentang Laporan Keuangan
Selain representasi tertulis yang ditentukan dalam paragraf 10, auditor
dapat mempertimbangkan untuk meminta representasi tertulis lainnya
yang berhubungan dengan laporan keuangan.
Representasi tambahan ini dapat meliputi representasi berikut ini:
Apakah pemilihan dan penerapan kebijakan akuntansi sudah
tepat; dan
Apakah hal-hal berikut ini, jika relevan dengan kerangka
pelaporan keuangan yang berlaku, telah diketahui, diukur,
disajikan atau diungkapkan sesuai dengan kerangka tersebut:
Rencana atau maksud yang dapat memengaruhi nilai
tercatat atau klasifikasi aset dan liabilitas;
Liabilitas, baik yang aktual maupun yang kontinjen;
Hak terhadap, atau pengendalian atas aset, hak gadai atas
aset, dan aset yang digadaikan sebagai jaminan; dan
Berbagai aspek peraturan perundang-undangan, dan
kontrak perjanjian yang dapat memengaruhi laporan
keuangan, termasuk ketidakpatuhan.
b. Representasi Tertulis Tambahan tentang Informasi yang
Disediakan untuk Auditor
auditor dapat mempertimbangkan untuk meminta kepada manajemen
untuk menyediakan representasi tertulis bahwa mereka telah
mengomunikasikan semua defisiensi dalam pengendalian internal
yang mereka ketahui kepada auditor
c. Representasi Tertulis tentang Asersi Spesifik
Ketika memperoleh bukti tentang, atau mengevaluasi, pertimbangan
dan maksud, auditor dapat mempertimbangkan satu atau lebih hal
berikut:
Riwayat masa lalu entitas dalam melaksanakan maksud yang telah
dinyatakan.
Alasan entitas dalam memilih suatu tindakan tertentu.

Kemampuan entitas untuk melaksanakan suatu rangkaian tindakan


spesifik.
Keberadaan atau tidak adanya informasi lain yang diperoleh selama
audit yang mungkin tidak konsisten dengan pertimbangan atau
maksud manajemen.
Di samping itu, auditor dapat mempertimbangkan bahwa perlu untuk
meminta manajemen untuk memberikan representasi tertulis tentang
asersi spesifik dalam laporan keuangan; khususnya untuk mendukung
pemahaman yang telah diperoleh auditor melalui bukti audit lainnya
tentang pertimbangan atau maksud manajemen dalam hubungannya
dengan, atau kelengkapan tentang, suatu asersi spesifik. Sebagai
contoh, jika maksud manajemen adalah penting untuk basis penilaian
suatu investasi, adalah tidak mungkin untuk memperoleh bukti audit
yang cukup dan tepat tanpa adanya representasi tertulis dari
manajemen tentang maksud mereka. Walaupun representasi tertulis
tersebut menyediakan bukti audit yang diperlukan, representasi
tersebut tidak memberikan bukti audit yang cukup dan tepat untuk
asersi tersebut apabila representasi tersebut sebagai satu-satunya
bukti audit.
Tanggal dan Periode yang Dicakup oleh Representasi Tertulis
Karena representasi tertulis merupakan bukti audit yang diperlukan, maka
opini auditor tidak dapat dinyatakan, dan laporan auditor tidak dapat diberi
tanggal, sebelum tanggal representasi tertulis. Di samping itu, karena
auditor memandang penting peristiwa yang terjadi sampai dengan tanggal
laporan auditor yang mungkin membutuhkan penyesuaian atas atau
pengungkapan dalam laporan keuangan, tanggal dalam representasi tertulis
harus dibuat sedekat mungkin dengan, tetapi tidak setelah, tanggal laporan
auditor atas laporan keuangan.
Representasi tertulis berlaku untuk semua periode yang dirujuk dalam
laporan auditor karena manajemen perlu menyatakan kembali bahwa
representasi tertulis yang dibuatnya untuk periode sebelumnya masih tepat.
Auditor dan manajemen dapat menyetujui suatu bentuk representasi tertulis
yang akan memutakhirkan representasi tertulis periode sebelumnya dengan
mempertimbangkan apakah terdapat perubahan dalam representasi tertulis
tersebut, dan jika ada, apa saja perubahannya.
Bentuk Representasi Tertulis
Representasi tertulis harus dicantumkan dalam surat representasi yang
ditujukan kepada auditor. Namun, dalam beberapa yurisdiksi, manajemen
mungkin diharuskan oleh peraturan perundang-undangan untuk membuat
pernyataan publik tertulis tentang tanggung jawabnya.
Faktor-faktor yang mungkin memengaruhi keputusan auditor mencakup:

Apakah pernyataan tersebut mencantumkan konfirmasi tentang


pemenuhan tanggung jawab.
Apakah pernyataan tersebut telah diberikan atau disetujui oleh pihak
yang diminta oleh auditor untuk memberikan representasi tertulis yang
relevan.
Apakah suatu kopi pernyataan tersebut telah disediakan untuk auditor
sedekat mungkin, tetapi tidak setelah, tanggal laporan auditor di
dalam laporan keuangan.

Keraguan atas Keandalan Representasi Tertulis


Untuk kasus yang di dalamnya terjadi inkonsistensi antara satu atau lebih
representasi tertulis dengan bukti audit yang diperoleh dari sumber lain,
auditor dapat mempertimbangkan apakah penilaian risiko yang dilakukan
masih tepat dan, jika tidak, merevisi penilaian risiko tersebut dan
menentukan sifat, saat, dan luas prosedur audit lebih lanjut untuk
merespons risiko yang telah dinilai.
Pertimbangan tentang kompetensi, integritas, nilai-nilai etik, atau ketaatan
manajemen, atau komitmen mereka dalam menerapkan hal tersebut, dapat
menyebabkan auditor menyimpulkan adanya risiko representasi yang keliru
atas laporan keuangan yang sangat signifikan sehingga audit tidak dapat
dilaksanakan. Dalam kasus semacam ini, auditor dapat mempertimbangkan
untuk menarik diri dari perikatan, ketika penarikan diri dimungkinkan oleh
peraturan perundang-undangan yang berlaku, kecuali jika pihak-pihak yang
bertanggung jawab atas tata kelola dapat melakukan tindakan perbaikan
yang tepat. Namun, cara-cara semacam itu, mungkin tidak cukup bagi
auditor untuk menerbitkan opini tanpa modifikasian.
SA 230 mengharuskan auditor untuk mendokumentasikan hal-hal signifikan
yang timbul selama audit, kesimpulan yang diambil terkait dengan hal
tersebut, dan pertimbangan profesional signifikan yang digunakan dalam
mengambil kesimpulan tersebut. Auditor dapat mengidentifikasikan hal hal
signifikan terkait dengan kompetensi, integritas, nilai-nilai etik, atau ketaatan
manajemen, atau komitmen mereka dalam menerapkan hal tersebut, namun
tetap menyimpulkan bahwa representasi tertulis masih dapat diandalkan.
Representasi Tertulis tentang Tanggung Jawab Manajemen
Seperti dijelaskan, auditor tidak dapat memutuskan hanya berdasarkan bukti
audit lainnya bahwa manajemen telah memenuhi tanggung jawab Oleh
karena itu, jika, seperti yang dijelaskan , auditor menyimpulkan bahwa
representasi tertulis tentang hal ini tidak dapat diandalkan, atau jika
manajemen tidak memberikan representasi tertulis tersebut, maka auditor
tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat. Pengaruh yang
mungkin terjadi pada laporan keuangan berkenaan dengan ketidakmampuan

tersebut tidak terbatas pada unsur, akun atau pos spesifik dalam laporan
keuangan dan dengan demikian bersifat menyeluruh.
Suatu representasi tertulis yang telah dimodifikasi dari yang diminta oleh
auditor bukan berarti bahwa manajemen tidak menyediakan representasi
tertulis. Namun, alasan yang mendasari perubahan tersebut dapat
memengaruhi opini dalam laporan auditor. Sebagai contoh:
Representasi tertulis tentang pemenuhan tanggung jawab manajemen
untuk menyusun dan menyajikan laporan keuangan dapat menyatakan
bahwa manajemen percaya bahwa, kecuali untuk ketidakpatuhan
material terhadap ketentuan tertentu di dalam kerangka pelaporan
keuangan yang berlaku, laporan keuangan telah disusun dan disajikan
sesuai dengan kerangka tersebut.
Representasi tertulis tentang tanggung jawab manajemen untuk
memberikan semua informasi relevan yang telah disetujui di dalam
ketentuan perikatan audit kepada auditor dapat menyatakan bahwa
manajemen percaya bahwa, kecuali untuk informasi yang hilang
karena kebakaran, mereka telah menyediakan informasi tersebut
kepada auditor.

Contoh Representasi Tertulis


Kertas Surat PT Bali Asri Furniture

Maret 15, 20X3

Kepada yang terhormat


Kantor Akuntan Publik Arinda, Bahtiar & Cindina

Margonda Boulevard
Pengkolan Depok

U.p Saudari Dr. Anisa Cindina:

Surat representasi ini diberikan sehubungan audit kantor akuntan public Arinda, Bahtiar &
Cindina atas laporan keuangan PT Bali Asri Furniture untuk tahun yang berkahir pada tanggal
31 Desember 20x2, untuk tujuan memberikan pendapat mengenai apakah laporan keuangan
disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, sesuai dengan International Finance
Reporting Standards (IFRS)

Kami mengeaskan bahwa:


Laporan keuangan

Kami telah memenuhi tanggung jawab kami, sebagaimana dituangkan dalam surat
penugasan audit 11 Oktober 20x2, atas pembuatan laporan keuangan sesuai dengan

IFRS; khususnya bahwa laporan keuangan disajikan secara wajar sesuai dengan IFRS.
Asumsi penting yang kami gunakan untuk membuat estimasi akuntansi, termasuk

estimasi yang diukur dengan nilai wajar (fair value) adalah layak
Hubungan istimewa dan transaksi hubungan istimewa sudah mendapat perlakuan

akuntansi yang tepat dan diungkapkan sesuai dengan IFRS.


Semua peristiwa sesudah tanggal laporan keuangan dan yang menurut IFRS harus

dibuat adjustment atau diungkapkan, sudah dibuatkan adjustment atau diungkapkan.


Dampak salah saji yang tidak dikoreksi, terpisah maupun tergabung, tidaklah material
terhadap laporan keuangan secara keseluruhan. Daftar salah saji yang tidak dikoreksi

dapat dilihat pada lampiran surat ini.


Perusahaan mematuhi semua ketentuan dalam perjanjian/ perikatan yang dibuatnya,
yang bisa mempunyai dampak yang material terhadap laporan keuangan jika terjadi

ketidakpatuhan.
Tidak ada ketidakpatuhan terhadap ketentuan perundang- undangan yang bisa
mempunyai

dampak

ketidakpatuhan

yang

material

terhadap

laporan

keuangan

jika

terjadi

Perusahaan mempunyai hak yang sah atas semua asetnya, dan tidak ada bebanbeban hukum atas asset perusahaan, kecuali atas asset yang diungkapkan dalam

Catatan X atas laporan keuangan.


Kami tidak mempunyai rencana untuk menghentikan jenis produk ayng kami buat
sekarang. Kami tidak mempunyai rencana lain yang berdampak pada produksi berlebih
atau persediaan yang using. Tidak ada persediaan yang dicatat dengan jumlah diatas

nilai yang dapat terealisasi (not realizable value)


Tidak ada penurunan nilai (impairment) dalam nilai yang dapat direalisasi (net realizable
value) dari asset tetap atau peralatan yang sekarang sudah diganti dengan mesinmesin baru.

Informasi yang diberikan

Kami telah memberikan kepada KAP anda:


a. Akses kepada semua informasi yang kami tahu adalah relevan dalam
pembuatan laporan keuangan seperti catatan pembukuan, dokumentasi, dan
lain- lain;
b. Informasi tambahan yang anda minta dari kami untuk tujuan audit;
c. Akses yang tidak terbatas terhadap pegawai kami yang menurut pendapat anda

diperlukan untuk memperoleh bukti audit.


Semua transaksi sudah dicatat dalam catatan pembukuan dan dicerminkan dalam

laporan keuangan
Kami telah mengungkapkan kepada anda, hasil penilaian risiko bahwa laporan

keuangan bisa disalah sajikan secara material karena kecurangan.


Kami telah mengungkapkan kepada anda, semua informasi yang terkait dengan
kecurangan atau dugaan mengenai kecurangan yang kami ketahui dan yang berdampak
terhadap entitas dan melibatkan;
a. Manajemen
b. Pegawai yang mempunyai peran penting dalam pengendalian internal
c. Orang- orang lain dimana kecurangan bisa berdampak material terhadap laporan

keuangan
Kami telah mengungkapkan kepada anda, semua informasi yang berhubungan dengan
tuduhan dan sangkahan mengenai kecurangan yang berdampak terhadap laporan
keuangan, seperti yang dikomunikasikan oleh pegawai, mantan pegawai, analisis

perusahaan, regulator, atau pihak- pihak lain.


Kami telah mengungkapkan kepada anda, semua kasus ketidakpatuhan atau
kecurigaan akan ketidakpatuhan terhadap hukum dan ketentuan perundang- undangan
yang dampaknya harus diperhitungkan dalam membuat laporan keuangan

Kami telah mengungkapkan kepada anda, semua hubungan istimewa dan transaksi
hubungan istimewa yang kami ketahui.

Hormat Kami,

I Gde Aditya (Direktur Utama), Ni Wayan Putri (Direktur Keuangan)

Anda mungkin juga menyukai