Anda di halaman 1dari 7

PENGUJIAN KEMATANGAN KOMPON KARET OUT SOLE SEPATU CASUAL

DENGAN RHEOMETER

MAULANA PANJI DEWANTORO


1503048
TPKP B
TEKNOLOGI PENGOLAHAN KARET DAN PLASTIK
POLITEKNIK ATK
YOGYAKARTA
2016

1. Tujuan Intruksional Umum


Mempelajari dan memahami cara penentuan uji kematangan kompon (suhu, waktu dan tekanan) yang digunakan pada saat
pencetakan produk (Press Moulding) karet.
2. Tujuan Intruksional Khusus
Setelah melaksanakan praktek, mahasiswa diharapkan mampu memahami dengan baik secara mandiri berbagai kal yang
berhubungan dengan :
a. Cara mengoperasikan alat uji Rheometer
b. Cara menentukan tekanan,suhu, dan waktu pada uji kematangan kompon
c. Cara membaca grafik pengujian kematangan kompon
d. Menyimpulkan hasil pengujian kematangan kompon
3. Landasan Teori
Rheometer berasal dari kata yunani, dan berarti alat untuk mengukur aliran. Pada abad 19 biasanya untuk mengukur aliran
listrik, sampai kata itu digantikan oleh galvanometer dan ammeter , juga digunakan untuk mengukur aliran cairan . ( sumber utama :
kamus inggris Oxford). Mengenai alat uji karet maka banyak hal yang diuji, mulai dari kekentalan, uji vulkanisme, uji tarik, dan
masih banyak lagi. Sudahkah mengenal reometer, reometer merupakan salah satu jenis dari rubber testing equipment yaitu berfungsi
untuk menguji sifat polimer pada saat karet tersebut dipakai. Selain itu juga pengembangan dari viscometer yang menguji sifat
polimer karet saat sebelum dipakaiPada proses selanjutnya sebelum melakukan tahap press mouding (pencetakan produk) dengan
menggunakan alat press moulding perlu melakukan pengujian terhadap kompon. Pengujian ini bertujuan untuk menentukan
kematangan kompon (suhu, waktu, dan tekanan) dengan alat yang bernama Rheometer.

Rheometer juga alat berfungsi untuk melakukan pengujian terhadap karet silikon, selain itu fungsi lain dari alat ini merupakan
alat yang dapat pula melakukan uji vulkanisme (cure) pada compound karet serta dapat pula menguji elastisitas dan torsi pada
karet.Dengan menggunakan rheometer sebagai alat pengujian karet untuk produk karet, maka kualitas produk dapat ketahui, dan
dapat menjadikan kualitas produk karet tersebut sebagai unggulan produk karet .
Pada industri karet Rheometer sudah wajib menjadi alat yang harus dimiliki untuk mengontrol kualitas produk karet, misalnya
sepatu dan produk-produk lainnya, dengan Rheometer quality control lebih mudah karena data dari Rheometer sudah bisa terlihat
langsung pada komputer
Pengujian kematangan kompon karet out sole dengan Rheometer perlu adanya ketrampilan pada prosedur kerja alat tersebut.
Oleh sebab itu perlu melakukan praktek langsung dengan Rheometer agar dapat mengerti kegunaan dan maksud dari pada pengujian
tersebut.

a. Nama contoh uji : Pengujian kematangan Kompon karet out sole sepatu casual
b. Alat/mesin yang digunakan :
Alat yang digunakan untuk menguji kematangan kompon karet disebut Rheometer. Rheometer ini adalah salah satu Alat uji
Rubber, fungsinya adalah untuk menguji sifat polimer pada material karet sebelum melalui proses pengepressan perlu adanya
pengujian terlebih dahulu. Rheometer ini juga merupakan alat pengembangan dari Viscometer. Pastinya Rheometer juga dapat

menguji sifat Viskositas pada karet. Pengujian yang dapat dilakukan oleh Rheometer, Rheometer juga dapat melakukan pengujian
seperti Uji Vulkanisme, Uji Elastisitas, juga Uji Polimer pada karet.
Dalam percobaan ini rheometer digunakan untuk menentukan kematangan kompon (suhu, waktu, dan tekanan). Pada alat
rheometer ada sebuah komputer untuk menentukan (suhu, waktu, dan tekanan) dan menjalankan proses pematangan kompon. Pada
saat percobaan suhu 145 derajat celcius, waktu nya 10 menit, dan tekananya 100 kg/cm2. Di dalam komputer sudah ada keterangan
grafik kematangan kompon. Sehingga memudahkan kita untuk memahami dan menganalisis bagaimana proses kematangan
kompon.
Rheometer ini cara kerjanya mudah dan ada operatornya berupa komputer. Dengan penggunaan rheometer sebagai pengujian
kematangan kompon, agar kualitas produk karet dapat diketahui, dan dapat menjadikan kualitas produk karet yang unggulan.

4. Prosedur kerja
1. Timbang contoh kompon seberat 9-10 gram. Bentuk potongan uji tidak begitu penting, tetapi disarankan agar ukurannya
2.
3.
4.
5.
6.

sesuai dengan diameter rotor.


Hidupkan montor stator dibuka
Servo dan Time dinyalakan yaitu pada posisi posisi on dan tunggu sampai pen terletak pada torak 0
On/off/Autopada posisiAuto
Pen pada posisi Down
Letakkan potongan uji di atas rotor

7. Selanjutnya stator di tutup dan pencatatan berjalan secara otomatis


5. Selesai Pengujian
1. Pen dipindahkan pada posisi UP
2. Servo dan Time pad posisi OFF dan matikan motor
3. Pengunci rotor di kendurkan
4. Stator atas dibuka
5. Rotor berikut dibika contoh karet dikeluarkan
6. Bersihkan rotor dan statornya sebelum pemakaian selanjutnya
6. Hasil Pengujian
Hasil pengijian yang diper oleh berupa kurva pada kertas grafik, yang kemudian dicari dan dievaluasi berturut-turut:
1. Torak minimum (T.min) yang dinyatakan dalam lb.in
2. Torak maksimum (T.maks) yang dinyatakan didalam lb.in
3. Torak optimum (T.90) yang dinytakan dalam lb.in
4. T.90=9/10 (Tmaks-Tmin) + T.min
5. Waktu pemasakan optimum (t.90) dalam menit
6. Waktu scorch (t.2) yaitu waktu pada kenaikan torak sebesar 2 lb.in dari torak minimum, dinyatakan dalam menit.
Kecepatan pemasakan (cure rate) ; (t.90-t.2) menit.
Contoh
Dari kurva yang diperoleh ternyatab hasil pengujian menunjukkan :
a. T.min:6,3 lb.in = 39,3 lb.in
b. T.maks:43,0 lb.in
c. T90:9/10 (43,0-6,0) + 6,3 lb.in = 39,0 lb.in
d. T90:9,6 menit (dicari pada grafik)
e. T2:1,7 enit (dicari padsa grafik)

Cure rate = 9,6-1,7=7,9menit

7. Kesimpulan
Setelah menjalani pengujian ini kami baru tahu arti pentingnya dari alat ini yaitu Rheometer, sebelumnya sudah kami bahas
apa itu Rheometer, dalam pengujian dibutuhkan data-data seputar karet, sebagai contoh seberapa lama daya tahan karet tersebut
jika dipanaskan, seberapa kuat dipanaskan,dll. Dengan alat ini ketika proses pengujian, specimen karet yang diuji akan secara
langsung terbentuk dengan volume yang sama karena antara jig atas dan jig bawah saling bersetuhan. Maka hasilnyapun juga
langsung bisa dilihat nantinya tentang kompon yang kita gunakan ini bagus apa tidak sebelum pembuatan out sole sepatu pada
proses Press moulding.
Pada hasil praktikum pengujian kematangan kompon dapat diketahui melalui grafik yang sudah ada di komputer. Sebelum
melakukan pengujian, terlebih dahulu menentukan (suhu, waktu, uji sifat karet alasitas dan tekanan). Grafik kematangan kompon
menunjukkan suhu yang di capai, awal proses vulkanisasi, waktu yang diperlukan selama proses kematangan kompon.
Awal dari proses kematangan ditandai dengan gambar grafik yang menurun. Selanjutnya grafik akan naik sebagai tanda
bahwa karet meleleh dan terjadi vulkanisasi. Di atas grafik ada garis lurus yang menunjukkan waktu. Ketika waktu sudah tepat 10
menit proses kematangan sudah selesai, ditandai dengan terbukanya pintu pada rheometer dan pada grafik menunjukkan garis
yang stabil.

Hasil yang didapat jika kompon itu menunjukkan baik maka sampel itu akan memeperlihatkan garis-garis cetakan dalam
rheometer tersebut, selain itu manfaat dari alat ini untuk menghemat biaya juga kenapa bisa demikian, karena jika sampel tidak
diujikan terlebih dahulu dikhawatirkan kompon yang dipakai tidak bagus sehingga out sole yang dicetak akan jelek dan tidak
bermanfaat, jika ini dipakai dalam sekala yang besar (ton) maka akan menimbulkan kerugian/biaya yang keluar sangatlah banyak.
Hasil yang di dapat saat percobaan, setelah membaca grafik diketahui bahwa Suhu nya 145 derajat celcius, ts2 (m:s 0:00),
tc90 (m:s 2:20), ML( lb.in 5,173), t@ML (m:s 0:10), MH (lb.in 6,296), t@MH (m:s 4:41).

Daftar Pustaka
Anonim. 2014. Rubbertest. [ online, accessed 19 juni 2016] . URL : http://rubbertestinfo.blogspot.co.id/2014/08/mengenal-rheometer-

untuk-uji-produk.html
Nela. 2016. Teknologi Karet. [ online, accessed 19 juni 2016]. URL : http://maggiedarlenelautama88.blogspot.co.id/2016/01/makalah-

teknologi-karet.html