Anda di halaman 1dari 24

1.

Afina Nur Aisyah (0112U008)


1. Sebutkan 4 hal yang dilibatkan dalam perencanaan audit awal!
Jawaban
:
1. Auditor harus memutuskan apakah akan menerima seseorang klien
baru atau melanjutkan pelayanan untuk klien yang telah ada sekarang.
2. Auditor harus mengidentifikasi mengapa klien menginginkan atau
membutuhkan audit.
3. Auditor memperoleh pemahaman klien tentang cara-cara penugasan
untuk memahami kesalahpahaman.
4. Staf untuk penugasan itu dipilih, termasuk bika dibutuhkannya
spesialis audit.
2. Perangkat keras dan lunak akan berfungsi dengan baik apabila adanya
perlindungan fisik yang layak, seperti apakah perlindungan fisik yang
layak?
Jawaban
:
Pengendalian fisik yang layak atas peralatan komputer dimulai dengan
membatasi akses ke perangkat keras, perangkat lunak, serta backup file
data pada pita magnetik atau disket, hard drive, CD dan disket eksternal.
Pengendalian fisik lainnya meliputi pemantauan atas kesejukan dan
kelembaban untuk memastikan bahwa peralatan berfungsi dengan baik.
2. Aidilia Puspa Ranasyah (0113U386)
1. Sebutkan delapan bagian utama dari perencanaan audit dan
perancangan pendekatan audit!
Jawab:
1. Menerima klien dan melakukan perencanaan audit awal.
2. Memahami bisnis dan industri klien.
3. Menilai risiko bisnis klien.
4. Melaksanakan prosedur analitis pendahuluan.
5. Menetapkan materialitas dan menilai risiko audit yang dapat diterima
serta risiko inheren.
6. Memahami pengendalian internal dan menilai risiko pengendalian.
7. Mengumpulkan informasi untuk menilai risiko kecurangan.
8. Mengembangkan perencanaan audit dan program audit secara
keseluruhan.
2. Jelaskan apa perbedaan utama antara pengujian pengendalian dan
prosedur untuk memperoleh Pemahaman dalam pengendalian
internal ?
Jawab:
Untuk memahami pengendalian internal, prosedur untuk memperoleh
Pemahaman harus diterapkan pada semua pengendalian yang
teridentifikasi selama tahap tersebut. Sedangkan pengujian
pengendalian hanya diterpakan bila penilaian risiko pengendalian
tidak terpenuhi oleh prosedur untuk memperoleh Pemahaman itu.
Prosedur untuk memperoleh Pemahaman hanya dilakukan pada satu
atau beberapa transaksi dalam kasus observasi pada satu titik waktu.
Pengujian pengendalian dilakukan pada sampel transaksi yang lebih
besar, dan observasi sering dilakukan pada lebih dari satu titik waktu.
3. Alfi Alfauzia A (0113U409)

1. Apakah efesiensi dan efektivitas operasi sangat penting dan berpengaruh


dalam merancang sistem pengendalian internal? Jelaskan !
2. Sebutkan dan jelaskan apa yang anda ketahui tentang kondisi-kondisi
kecurangan !
Jawaban
1. Penting, karena pengendalian efesiensi dan efektivitas operasi ini
bertujuan untuk memperoleh informasi keuangan dan nonkeuangan yang
akurat tentang operasi perusahaan untuk pengambilan keputusan, serta
berpengaruh terhadap pemakaian sumber daya secara efesien dan efektif
untuk mengoptimalkan sasaran-sasaran perusahaan.
2. Terdapat tiga penyebab kecurangan :
1. Insentif / Tekanan
: Manajemen atau pegawai lain merasakan
insentif atau tekanan untuk melakukan kecurangan.
2. Kesempatan
: Situasi yang membuka kesempatan bagi manajemen
atau pegawai untuk melakukan kecurangan.
3. Sikap / Rasionalisasi : Sikap, karakter, yang membolehkan
manajemen atau pegawai untuk melakukan tindakan yang tidak jujur,
atau berada dalam lingkungan yang cukup menekan sehingga
merasionalisasi tindakan yang tidak jujur.
4. ANGGUN PERMATASARI (0113U364)
1. Sebutkan dan jelaskan tiga jenis manipulasi pendapatan ?
Jawaban:
1. Pendapatan fiktif : bentuk kecurangan pendapatan yang paling menyolok
melibatkan pendapatan pendapatan fiktif
2. pengakuan pendapatan prematur : perusahaan sering mempercepat
waktu pengakuan pendapatan guna memenuhi perkiraan laba atau penjualan
3. memanipulasi penyesuaian pendapatan penyesuaiaan yang paling umum
dilakukan terhadap pendapatan menyangkut retur penjualan da pengurangan
harga

2. Auditor dapat melaksanakan pengujian pengendalian secara terpisah dari


semua pengujian lainnya, tetapi sering kali lebih efisien melakukannya
secara bersamaan dengan pengujian substantif atas transaksi. Mengapa?
Jawaban:
Menguji sistem pengendalian secara keseluruhan tidak dapat dilakukan secara
bersamaan atau pararel. Tetapi pengujian substantif dapat dilakukan secara
pararel. Contohnya pencatatan piutang, dapat ditelusuri dari mana piutang
tersebut muncul, menggunakan metode apa ( uji pengendalian) yang akhirnya
dapat diketahui saldonya.

5. ARLIAN DEVI (0113U534)


1. Sebutkan tiga jenis dokumen yang digunakan auditor untuk memperoleh
dan mendokumentasikan perancangan pengendalian internal, dari tiga
jenis dokumen tersebut mana yang paling sering di gunakan dan sebutkan
alasanya ?
Jawaban :
1) Naratif
2) Bagan arus
3) Kuesioner
Dari ke tiga jenis dokumen tersebut bagan aruslah yang sering di
gunakan karena memberikan gambaran menyeluruh mengenai
system klien, yang membantu auditor mengidentifikasi
pengendalian dan defisiensi system klien. Bagan arus memiliki dua
keungulan yakni mudah di baca dan mudah di perbaharui.
2. Apa saja langkah langkah dalam mengembangkan tujuan audit ?
Jawaban :
1) Memahami tujuan dan tanggung jawab
2) Membagi laporan keuangan menjadi berbagai siklus
3) Mengetahui asersi manajemen tentang laporan keuangan
4) Mengetahui tujuan audit umum untuk kelas transaksi, akun, dan
pengungkapan
5) Mengetahui tujuan audit khusus untuk kelas transaksi, akun, dan
pengungkapan

6. BAYU DWI BHASKARA (0113U455)


1. Sebutkan dan jelaskan semua komponen-komponen pengendalian internal
yang dikeluarkan oleh COSO!
Jawab :
Lingkungan pengendalian.
Terdiri atas tindakan, kebijakan, dan prosedur yang mencerminkan
sikap manajemen puncak, para direktur dan pemilik entita secara
keseluruhan mengenai pengendalian internal serta arti pentingnya bagi
entitas tersebut.
Penilaian resiko
Tindakan yang dilakukan manajemen untuk mengidentifikasi dan
menganalisis risiko-risiko yan relevan dengan penyusunan laporan
keuangan yang sesuai dengan GAAP.
Aktivitas pengendalian

Kebijakan yang seudah termasuk ke dalam empat komponen


lainnya, yang membantu memastikan bahwa tindakan yang diperlukan
telah diambil untuk menangani resiko gina mencapai tujuan entitas.
Informasi dan komunikasi
Tujuannya adalah untuk mencatat, memproses, dan melaporkan
transaksi yang dilakukan entitas tersebut serta mempertahankan
akuntabilitas aktiva terkait.
Pemantauan
Berhubungan dengan penilaian mutu pengendalian internal secara
berkelanjutan atau periodikoleh manajemen untuk menentukan bahwa
pengendalian itu telah beroperasi seperti yang diharapkan, dan telah
dimodifikasi sesuai dengan perubahan kondisi.
2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan dokumentasi audit dan jelaskan pula
secara singkat apa tujuan dari dokumentasi audit tersebut!
Jawab :
Dokumentasi audit adalah catatan utama tentang prosedur auditing yang
diterapkan, bukti yang diperoleh, dan kesimpulan yang dicapai auditor
dalam melaksanakan penugasan. Tujuan dari dokumentasi audit adalah
untuk membantu auditor dalam memberikan kepastian yang layak bahwa
audit yang memadai telah dilakukan sesuai dengan standar audit.

7. Ditha Maharani
1. Apa yang dimaksud dengan rencana audit secara keseluruhan?
Jawaban :
Rencana audit secara keseluruhan yaitu memilih bauran dari lima jenis pengujian
(pengujian pengendalian, pengujian substantif atas transaksi, prosuder analitis,
pengujian atas rincian saldo, bukti yang tepat untuk mencukupi menurut GAAS )
yang akan menghasilkan audit yang efisien dan efektif. Setelah memutuskan
bauran jenis pengujian yang paling hemat biaya, auditor merancang suatu
program audit yang terinci.
2. Sebutkan dua pendapat auditor dalam laporan audit mengenai
pengendalian internal!
Jawaban:
-Pendapat auditor mengenai apakah penilaian manajemen terhadap keefektifan
pengendalian internal atas pelaporan keuangan per akhir periode fiskal telah
dinyatakan secara wajar, dalam semua hal yang material.
-Pendapat auditor mengenai apakah perusahaan telah menyelenggarakan,
dalam semua hal yang material, pengendalian internal yang efektif atas
pelaporan keuangan per tanggal yang disebutkan.

8. Erika Putri Ayu (0113U473)


1.
Jelaskan jenis fraud audit berdasarkan subjek atau pelaku ?
Jawab :
a. Employee fraud (kecurangan pegawai) yaitu kecurangan yang dilakukan
oleh pegawai dalam suatu organisasi kerja.
b. Management fraud (kecurangan manajemen) yaitu kecurangan yang
dilakukan oleh pihak manajemen dengan menggunakan laporan keuangan
/ transaksi keuangan sebagai sarana fraud, biasanya dilakukan untuk
mencurangi pemegang kepentingan yang terkait organisasinya.
c. Customer fraud yaitu keuangan yang dilakukan oleh konsumen /
pelanggan, misalnya kecurangan oleh pihak kontraktor/konsultan terhadap
satuan kerja proyek.
d. E-commerce fraud (kecurangan melalui internet) yaitu kecurangan yang
dilakukan akibat adanya transaksi melalui internet, misalnya pengadaan
lelang melalui internet.
2.

Sebutkan dan jelaskan 2 jenis permintaan konfirmasi dalam standar


auditing!

Jawab :
1. Konfirmasi Positif adalah meminta si penerima untuk memberikan
respon dalam semua situasi. Apabila auditor tidak menerima respon atas
konfirmasi positif, biasanya auditor akan mengirimkan permintaan kedua
atau ketiga, bahkan meminta klien untuk menghubungi pihak ketiga yang
diindependen dan memintanya untuk memberikan respon kepada auditor.
2. Konfirmasi Negatif adalah penerima diminta untuk merepon hanya bila
informasinya tidak benar dan tidak ada pengujian tambahan yang
dilaksanakan bila respon tidak diterima. Sehingga konfirmasi negatif
memberikan bukti yang kurang dapat diandalkan.
9. Fadhilah Rana R (0113U498)
1. Sebutkan 5 jenis pengujian dalam prosedur penilaian resiko!
Jawaban
1.
2.
3.
4.
5.

Pengujian Pengendalian
Pengujian Substantif atas transaksi
Prosedur analitis
Pengujian atas rincian saldo
Bukti yang tepat yang mencukupi menurut GAAS

2. Apa yang dimaksud dengan komponen pengendalian internal COSO?


Jawaban

Kerangka kerja pengendalian internal yang menguraikan lima komponen


pengendalian internal (lingkungan pengendalian, penilaian resiko, aktifitas
pengendalian, informasi dan komunikasi, dan pemantauan) yang di rancang
dan di implementasikan oleh manajemen untuk memberikan kepastian yang
layak bahwa tujuannya akan tercapai.

10. Handarini Wiraharti (0112U115)


1. Apa itu skeptisisme professional ?
Standar Audit (SA) mendefinisikan skeptisisme profesional sebagai "suatu sikap
yang
mencakup suatu pikiran yang selalu mempertanyakan, waspada terhadap
kondisi yang
dapat mengindikasikan kemungkinan kesalahan penyajian, baik yang disebabkan
oleh
kecurangan maupun kesalahan, dan suatu penilaian penting atas bukti audit.
SA secara eksplisit mengharuskan auditor untuk merencanakan dan
melaksanakan audit dengan skeptisisme profesional mengingat kondisi tertentu
dapat saja terjadi yang menyebabkanlaporan keuangan mengandung kesalahan
penyajian material.
2. Selain kecurangan, adakah aspek lain dari audit ketika
skeptisisme profesional
mungkin sangat penting?
Skeptisisme profesional penting dan diperlukan sepanjang keseluruhan proses
audit. Skeptisisme profesional auditor menjadi sangat penting ketika menangani
area audit yang
lebih kompleks, signifikan atau pertimbangan yang tinggi seperti:
Estimasi akuntansi, termasuk estimasi akuntansi nilai wajar, dan
pengungkapan
terkait Sebagai contoh, ketika:
o Mengevaluasi kewajaran asumsi signifikan yang digunakan oleh manajemen
untuk membuat estimasi akuntansi yang menimbulkan risiko signifikan.
o Menentukan apakah perubahan dalam estimasi akuntansi atau dalam metode
untuk membuat estimasi tersebut dari periode lalu sudah tepat sesuai
kondisinya.
o Mereviu pertimbangan dan keputusan yang dibuat oleh manajemen dalam
membuat estimasi akuntansi untuk mengidentifikasi apakah ada indikator
tentang kemungkinan keberpihakan manajemen.
Kelangsungan usaha Sebagai contoh, ketika mengevaluasi rencana
manajemen
atas tindakan di masa depan yang berkaitan dengan penilaian kelangsungan
usaha
entitas, apakah hasil rencana tersebut kemungkinan memperbaiki situasi, dan
apakah rencana manajemen layak dilaksanakan sesuai dengan kondisinya.

SA 570 menekankan pentingnya skeptisisme dan pertimbangan profesional


dalam
mengevaluasi pengungkapan laporan keuangan dan implikasinya atas laporan
auditor ketika terdapat suatu ketidakpastian material berkaitan dengan peristiwa
dan
kondisi yang, baik secara individual maupun kolektif, kemungkinan yang
menyebabkan keraguan atas kemampuan entitas untuk mempertahankan
kelangsungan usahanya.
Transaksi dan hubungan pihak berelasi Sebagai contoh, ketika harus tetap
waspada selama audit untuk informasi yang dapat menunjukkan adanya
hubungan
atau transaksi pihak berelasi yang belum diidentifikasi atau diungkapkan
sebelumnya; dan dalam konteks transaksi signifikan yang diidentifikasi di luar
bisnis normal entitas, ketika mengevaluasi apakah alasan bisnis (atau tidak ada
alasan) transaksi tersebut menunjukkan bahwa mereka melakukan pelaporan
keuangan yang mengandung kecurangan atau untuk menyembunyikan
penyalahgunaan aset atau keandalan atas permintaan konfirmasi eksternal.
Pertimbangan hukum dan peraturan Sebagai contoh, jika harus tetap
waspada
saat melaksanakan prosedur audit lain misalnya, ketidakpatuhan atau menduga
adanya ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang
kemungkinan berdampak material terhadap laporan keuangan atau memiliki
dampak
mendasar terhadap kegiatan operasi entitas dapat mengakibatkan terhentinya
operasi, atau menimbulkan keraguan terhadap kelangsungan hidup entitas
tersebut. Hal ini juga relevan dalam konteks audit grup, misalnya, karena budaya
dan praktik bisnis dalam yurisdiksi yang berbeda
11. Inna Ilarabikar Ruza Zun (0113U217)
1. Sebutkan dan jelaskan tiga tujuan umum dalam merancang sistem
pengendalian internal yang efektif?
Reliabilitas pelaporan keuangan: manajemen bertanggung jawab
untuk menyiapkan laporan bagi para investor, kreditor. Untuk
memastikan bahwa informasi disajikan secara wajar sesuai dengan
persyaratan pelaporan seperti prinsip prinsip yang berlaku umum
(GAAP).
Efisiensi dan efektivitas operasi: pengendalian dalam perusahaan
akan mendorong pemakaian sumber daya secara efisien dan efektif
untuk mengoptimalkan sasaran sasaran perusahaan. Tujuannya
adalah untuk memperoleh informasi keuangan dan nokeuangan
yang akurat tentang operasi perusahaan untuk keperluan
pengambilan keputusan.
Ketaatan pada hukum dan peraturan: section 404 mengharuskan
semua perusahaan publik mengeluarkan pelaporan tentang
keefektifan pelaksanaan pengendalian internal atas pelaporan

keuangan. Organisasi publik, nonpublic, dan nirlaba diharuskan juga


mentaati berbagai hukum dan peraturan.
2. Sebutkan proses untuk memahami pengendalian internal dan menilai
resiko pengendalian?
Tahap 1
: memperoleh dan mendokumentasikan pemahaman
tentang penegdalian internal : rencana dan operasi
Tahap 2
: menilai resiko pengendalian
Tahap 3
: merancang melaksanakan dan mengevaluasi
pengujian pengendalian
Tahap 4
: memutuskan resiko diteksi yang direncanakan dan
pengujian subtantif
12. Isma Ernilawati (0113U280)
Soal 1.
Untuk merancang program audit untuk pengujian
pengendalian, sebutkan tahap-tahap apa saja yang harus dilalui oleh
auditor!
a.
Fungsi terkait
b.
Dokumen
c.
Catatan akuntansi
d.
Bagan alir sistem informasi akuntansi
e.
Slah saji potensial, aktivitas pengendalian yang diperlukan dan prosedur
audit untuk pengujian pengendalian yang dapat digunakan oleh auditor
f.
Penjelasan aktivitas pengendalian yang diperlukan
g.
Penyususnan program audit untuk pengujian pengendalian terhadap
transaksi yang bersangkutan
h.
Penjelasan program audit untuk pengujian pengendalian terhadap transaksi
yang bersangkutan
Soal 2.
Sebutkan kegiatan apa saja yang dilakukan oleh seorang internal
auditor sebagai tanggung jawab internal auditor kepada dewan
komisaris, komite audit dan manajemen perusahaan?
Jawab:
1. Menelaah dan menilai kebaikan, memadai atau tidaknya penerapan sistem
pengendalian manajemen, struktur pengendalian internal, dan pengendalian
operasional lainnya serta mengembangkan pengendalian yang efektif dengan
biaya yang tidak terlalu mahal.
2. Memastikan ketaatan terhadap kebijakan, rencana dan prosedur-prosedur
yang telah ditetapkan manajemen.
3. Memastikan seberapa jauh harta perusahaan dipertanggungjawabkan dan
dilindungi dari kemungkinan terjadinya segala bentuk pencurian, kecurangan
dan penyalahgunaan.

4. Memastikan bahwa pengelolaan data yang dikembangkan dalam organisasi


dapat dipercaya.
5. Menilai mutu pekerjaan setiap bagian dalam melaksanakan tugas yang
diberikan oleh manajemen.
6. Menyarankan perbaikan perbaikan operasional dalam rangka meningkatkan
efisiensi dan efektifitas.
13. M. ARIF NURDIN (0113U301)
1. Sebutkan 4 kriteria kecurangan ?
Modusnya dengan siasat
Untuk kepentingan sendiri dan/atau pihak lain
Menyalahgunakan prosedur
Ada tuntutan dari pihak lain
2. Sebutkan unsur-unsur untuk mencegah, menghalangi, dan mendeteksi
kecurangan?
Budaya jujur dan etika yang tinggi
Tanggung jawab manajemen untuk mengevaluasi risiko kecurangan
Pengawasan oleh komite audit

14. Muhammad Rizaldi Akbar (0112U043)


1. Bagaimana cara mengurangi kecurangan dalam pemanfaatan
teknologi!
Jawaban:
Beberapa cara mengurangi kecurangan dalam pemanfaatan teknologi adalah
dengan mengurangi akses yang diterima oleh setiap karyawan, memberikan
informasi sesuai dengan apa yang dibutuhkan, melakukan pengamanan
terhadap serangan virus atau hacker, memperkuat sistem keamanan teknologi,
dan membuat duplikasi software agar tidak disalahgunakan.
2. Apakah tujuan audit sistem informasi?
Jawaban:
Tujuan audit Sistem Informasi adalah untuk meninjau dan mengevaluasi
pengendalian internal yang melindungi sistem tersebut. Ketika melaksanakan
audit sistem informasi pada auditor harus memastikan tujuan-tujuan berikut
dipenuhi:
a. Perlengkapan keamanan melindungi perlengkapan komputer, program,
komunikasi, dan data dari akses yang tidak sah, modifikasi, atau penghancuran.
b. Pengembangan dan perolehan program dilaksanakan sesuai dengan otorisasi
khusus dan umum dari pihak manajemen.

c. Modifikasi program dilaksanakan dengan otorisasi dan persetujuan pihak


manajemen.
d. Pemrosesan transaksi file, laporan, dan catatan komputer lainnya telah akurat
dan lengkap.
e. Data sumber yang tidak akurat atau yang tidak memiliki otorisasi yang tepat
di identifikasi dan ditangani sesuai dengan kebijakan manajerial yang telah
ditetapkan.
f. File data komputer telah akurat, lengkap dan dijaga kerahasiaannya.

15. Maya Mulki Mustika (0113U151)


1. Jelaskan mengapa auditor membutuhkan pemahaman atas
industry klien!
Auditor harus memperoleh pemahaman yang memadai tentang entitas dan
lingkungannya, termasuk pengendalian internalnya, untuk menilai risiko
salah saji yang material pada laporan keuangan baik karena kekeliruan
maupun kecurangan, dan untuk merancang sifat, penetapan waktu, serta
luas prosedur audit sebelumnya.
2. Apa definisi dari materialitas dan apa hubungan antara
materialitas dengan memperoleh kepastian yang layak yang
digunakan dalam laporan audit?
Materialitas merupakan besarnya salah saji dengan memperhitungkan
situasinya, menyebabkan pertimbangan seseorang yang bijaksana yang
mengandalkan informasi tersebut mungkin akan berubah atau terpengaruh
oleh salah saji tersebut.
Memperoleh kepastian yang layak dimaksudkan untuk memberi tahu para
pemakai bahwa auditor tidak menjamin atau memastikan kewajaran
penyajian laporan keuangan. Namun tetap ada risiko bahwa laporan
keuangan tidak disajikan secara wajar, meskipun pendapat auditor adalah
wajar tanpa pengecualian.

16. MELLIA MONICA (0112U371)


1. Sebutkan dan jelaskan jenis - jenis resiko!
Jawaban :
Resiko deteksi yang direncanakan : resiko bahwa bukti audit untuk suatu
segmen akan gagal dideteksi salah saji yang melebihi salah saji yang
dapat ditoleransi.
Resiko inheren : mengukur penilaian auditor atas kemungkinan adanya
salah saji yang material dalam segmen, sebelum memperhitungkan

keefektifan pengendalian internal. Resiko diluar sistem pengendalian


perusahaan.
Resiko pengendalian : mengukur penilaian auditor mengenai apakah
salah saji yanh melebihi jumlah yang dapat ditoleransi dalam suatu
segmen akan dicegah atau terdeteksi secara tepay waktu oleh
pengendalian internal klien.
Resiko audit yaang dapat diterima : ukuran kesediaan auditor untuk
menerima bahwa laporan keuangan mungkin mengandung salah saji yang
material setelah audit selesai dan pendapat WTP telah dikeluarkan.

2. Mengapa sikap manajemen menentukan sikap karyawannya?


Jawaban:
Karena apapun yang dilakukan oleh manajemen akan berpengaruh pada
bawahannya, karena itu sikap manajemen haruslah menunjukkan sikap yang
baik sehingga memberikan sikap positif dan mmotivasi agar tidak melakukan
kecurangan dalam pelaporan keuangan ataupun kecurangan lainnya.
17. Mirza Maruf (0113U451)
1. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis fraud?
a. Pelaporan keuangan yang curang : salah saji/ pengabaian jumlah/
pengungkapan yang disengaja dengan maksud menipu para pemakai
laporan.
Praktek yang dilakukan bisa dengan melebihsajikan atau
merendahsajikan.
Ada 2 praktek tersebut :
Pengaturan laba (earnings management) : menyangkut tindakan
manajemen yang disengaja untuk memenuhi tujuan laba
Perataan laba (income smoothing) : bentuk pengaturan laba
dimana pendapatan dan beban ditukar di antara periode untuk
mengurangi fluktuasi laba. Contoh: mengurangi persediaan.
b. Penyalahgunaan aktiva : melibatkan pencurian aktiva entitas. Nilai
aktiva yang dicuri biasanya tidak material tetapi terakumulasi selama
beberapa waktu. Pencurian aktiva dapat dilakukan oleh pegawai low
management dan tidak menutup kemungkinan dilakukan oleh
manajemen itu sendiri.
2. Dalam menanggapi atas resiko kecurangan, dikenal dengan merancang
dan melakukan prosedur untuk menemukan pengabaian manajemen
terhadap pengendalian. Sebutkan 3 prosedur yang harus dilakukan di
setiap audit!
1. Memeriksa catatan jurnal dan penyesuaian lain untuk bukti
kemungkinan salah saji karena kecurangan
2. Mennjau kembali estimasi akuntansi
3. Mengevaluasi dasar rasional untuk transaksi tidak lazim yang
signifikan.

18. MISBAHUL MUNIR


1. Sebutkan dan jelaskan bukti-bukti audit ?
1.
Struktur Pengendalian Intern
Struktur pengendalian intern dapat dipergunakan untuk mengecek
ketelitian dan dapat dipercayai data akuntansi
2.
Bukti Fisik
Bukti fisik banyak dipakai dalam verifikasi saldo berwujud terutama kas
dan persediaan
3.
Catatan Akuntansi
Catatan akuntansi seperti jurnal dan buku besar, merupakan sumber data
untuk membuat laporan keuangan
4.
Konfirmasi
Konfirmasi merupakan proses pemerolehan dan penilaian suatu
komunikasi langsung dari pihak ketiga sebagai jawaban atas permintaan
informasi tentang unsur tertentu yang berdampak terhadap asersi laporan
keuangan
5.
Bukti Dokumenter
Bukti dokumenter merupakan bukti yang paling penting dalam audit.
Menurut sumber dan tingkat kepercayaannya bukti
6.
Bukti Surat Pernyataan Tertulis
Surat pernyataan tertulis merupakan pernyataan yang ditandatangani
seorang individu yang bertanggung jawab dan berpengetahuan mengenai
rekening, kondisi, atau kejadian tertentu
7.
Perhitungan Kembali sebagai Bukti Matematis
Bukti matematis diperoleh auditor melalui perhitungan kembali oleh
auditor. Penghitungan yang dilakukan auditor merupakan bukti audit yang
bersifat kuantitatif dan matematis
8.
Bukti Lisan
Auditor dalam melaksanakan tugasnya banyak berhubungan dengan
manusia, sehingga ia mempunyai kesempatan untuk mengajukan
pertanyaan lisan.
9.
Bukti Analitis dan Perbandingan
Bukti analitis mencakup penggunaan rasio dan perbandingan data klien
dengan anggaran
atau standar prestasi, trend industri, dan kondisi ekonomi umum
2. Sebutkan dan jelaskan dua jenis kecurangan yang utama?
1.
Pelaporan keuangan yang curang
Pelaporan keuangan yang curang merupakan suatu salah saji ataupun
penghapusan terhadap jumlah ataupun pengungkapan dengan cara
sengaja yang dilaksanakan guna mengelabui atau menipu para pengguna
laporan keuangan. Sebagian besar dari kasus pelaporan keuangan yang
curang ini melibatkan salah saji dalam jumlah yang dilakukan dengan
sengaja dibandingkan dengan pengungkapan.
2.
Penyalahgunaan aset (missappropriation asset)
Penyalahgunaan aset merupakan suatu kecurangan yang menyangkut
pencurian atas aset perusahaan. Dalam sebagian besar kasus
penyalahgunaan aset, namun tidak semua, jumlah dalam penyalahgunaan

aser pada umumnya tidak material dalam laporan keuangan. Namun,


pencurian aset menimbulkan keresahan manajamen, pencurian aset yang
awalnya tidak material, lama-lama akan menjadi material.

19. NASHITA PUTRI (0112U252)


1. Bagaimana tanggung jawab manajemen dan auditor atas pengendalian
internal ?
Tanggung jawab manajemen atas pengendalian internal adalah untuk
menetapkan dan menyelenggarakan pengendalian internal entitas,
dimana manajemen juga diharuskan oleh Section 404 untuk
melaporkan secara terbuka tentang keefektifan pelaksanaan
pengendalian tersebut.
Tanggung jawab auditor yaitu mencakup memaham dan menguji
pengendalian internal atas pelaporan keuangan, dimana auditor juga
diwajibkan oleh section 404 untuk menerbitkan laporan audit tentang
penilaian manajemen atas pengendalian internalnya, termasuk
pendapat auditor mengenai kefektifan pelaksanaan tersebut.
2. Sebutkan kondisi-kondisi penyebab kecurangan! Jelaskan!
1. Insentif/tekanan, yaitu manajemen atau pegawai merasakan
tekanan untuk melakukan kecurangan
2. Kesempatan, yaitu suatu situasi yang membuka kesempatan pelaku
untuk melakukan tindak kecurangan
3. Sikap/rasionalisasi, yaitu ada sikap,karakter atau serangkaian nilainilai etis yang membolehkan manajemen/pegawai untuk ,elakukan
tindakan yang tidak jujur, atau pelaku berada dalam lingkungan yang
cukup menekan yang membuat pelaku merasionalisai tindakan yang
tidak jujur.
20. Nerissa Arviana (0113U273)
1.) Apa yang dimaksud dengan bukti audit yang relevan dan reliabel? Apa
arti keduanya dan jelaskan perbedaannya, berikan contohnya.
Jawab: Berbicara masalah relevan dan reliabel berarti berbicara masalah bukti
audit. Bukti audit dikatakan relevan apabila bukti audit sesuai dengan nilai
historis yang sebenarnya. Sedangkan bukti audit dikatakan reliabel apabila bukti
audit menunjukan nilai wajar saat ini. Arti dari relevan adalah kait-mengait,
dalam hal ini kait-mengait disini memiliki kemiripan arti dengan kesesuaian.
Sedangkan arti reliabel adalah dapat diandalkan, bisa dipercaya, dan sesuai
fakta. Perbedaannya bukti audit yang relevan adalah bukti audit yang sesuai
dengan nilai historisnya, sedangkan bukti audit yang reliabel adalah bukti audit
yang sesuai fakta nilai wajarnya saat ini. Seperti contoh bukti pembelian tanah
yang dulu seharga 5 juta rupiah tahun 1990 itu relevan untuk saat ini (tahun
2013), tetapi itu tidak reliabel karena harga tanahnya saat ini mungkin sudah
seharga 75 juta rupiah.
2.) Apa keterkaitan antara materialitas, resiko audit dan sampel?

Jawab: Berdasarkan pertimbangan biaya-manfaat, auditor tidak mungkin


melakukan pemeriksaan atas semua transaksi yang dicerminkan dalam laporan
keuangan. Untuk itu auditor menggunakan konsep materialitas dan konsep
resiko audit dalam menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan.
Berbagai kemungkinan hubungan antara materialitas, resiko audit dan sampel
adalah sebagai berikut :
a.
Jika auditor mempertahankan resiko audit konstan dan tingkat materialitas
dikurangi maka auditor harus menambah jumlah sampel sebagai bukti dari audit
yang dikumpulkan.
b.
Jika auditor mempertahankan tingkat materialitas konstan dan mengurangi
jumlah bukti yang ada (sampel) maka resiko audit akan meningkat.
c.
Jika auditor ingin mengurangi resiko audit, maka auditor dapat menempuh
salah satu dari tiga cara berikut :

Menambah tingkat materialitas namun tetap mempertahankan jumlah bukti


audit (sampel) yang telah dikumpulkan.

Menambah jumlah bukti audit (sampel) namun tetap mempertahankan


tingkat materialitas.

Menambah sedikit jumlah bukti audit (sampel) yang telah dikumpulkan dan
tingkat
materialitas secara bersamaan.
21. PURUSADHIKARA WIRADJAYA (0113U149)
1. Sebutkan metodologi untuk merancang pengujian Rincian Saldo-Piutang Usaha
Jawab:
1. Mengidentifikasi resiko bisnis klien yang mempengaruhi piutang usaha
2. Menetapkan salah saji yang dapat di tolerir dan menilai resiko inheren
untuk piutang usaha
3. Menilai resiko pengendalian untuk siklus penjualan dan penagihan
4. Merancang dan melaksanakan pengujian pengendalian serta pengujian
subtantif atas transaksi untuk siklus penjualan dan penagihan
5. Merancang dan melaksanakan prosedur analitis untuk saldo piutang usaha
6. Merancang pengujian rincian saldo piutang usaha untuk memenuhi tujuan
audit yang berkaitan dengan saldo
a. Prosedur audit
b. Ukuran sampel
c. Item yang dipilih
d. Penetapan waktu
2.

Jelaskan bagaimana Auditor menilai resiko kecurangan pada pelaksanakan


audit?

Jawab:

Auditor harus mempertahankan sikap skeptisisme, yaitu auditor


tidak mengasumsikan bahwa manajemen tidak jujur tetapi juga tidak
mengasumsikan kejujuran absolut

Pikiran yang selalu mempertanyakan, menekankan bahwa


mempertimbangkan kerentanan klien terhadap kecurangan, untuk
mengidentifikasi kemungkinan terjadinya resiko kecurangan dan
mengevakuasi bukti audit

Evaluasi Kritis atas Bukti Audit, ketika terdapat salah saji yang
material akibat kecurangan auditor harus menyelidiki permasalahan
secara mendalam dan memperoleh bukti yang dibutuhkan.

Komunikasi di antara Tim Audit, mewajibkan untuk berdiskusi antara


tim audit yang berpengalaman guna untuk saling berpendapat.

Pengajuan Pertanyaan kepada Manajemen, bertujuan untuk


memperoleh informasi dalam kondisi ini.

Faktor-Faktor Resiko, auditor mengevaluasi faktor-faktor resiko


kecurangan untuk mengindikasikan adanya tekanan untuk membenarkan
adanya kecurangan

Prosedur Analitis, mengidentifikasi transaksi atau peristiwa yang


mungkin adanya salah saji yang material dalam laporan keuangan.

Informasi Lain, auditor harus mempertimbangkan informasi lain yang


diperoleh dalam setiap tahapan audit

22. PUTRI TRVYANA


Mengapa Konsep Materialitas Penting dalam Audit atas Laporan
keuangan?
Dalam laporan audit atas laporan keuangan, auditor tidak dapat memberikan
jaminan (guarantee) bagi klien atau pemakai laporan keuangan yang lain, bahwa
laporan keuangan auditan adalah akurat. Hal ini karena akan memerlukan waktu
dan biaya yang jauh melebihi manfaat yang dihasilkan. Karena itu, dalam audit
atas laporan keuangan, auditor memberikan keyakinan berikut ini :
1.
Bahwa jumlah-jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan beserta
pengungkapannya telah dicatat, diingkas, digolongkan, dan dikompilasi.
2.
Bahwa ia telah mengumpulkan bukti audit kompeten yang cukup sebagai
dasar memadai untuk memberikan pendapat atas laporan keuangan auditan.
3.
Dalam bentuk pendapat atau memberikan informasi, dalam hal terdapat
perkecualian), bahwa laporan keuangan sebagai keseluruhan disajikan secara
wajar dan tidak terdapat salah saji material karena kekeliruan dan kecurangan.
Aad dua konsep yang melandasi keyakinan yang diberikan oleh auditor:

1.

Konsep materialitas menunjukan seberapa besar salah saji yangdapat


diterima oleh auditor agar pemakai laporan keuangan tidak terpengaruh oleh
salah saji tersebut.
2.
Konsep risiko audit menunjukan tingkat risiko kegagalan auditor untuk
mengubah pendapatnya atas laporan keuangan yang sebenarnya berisi salah
saji material.
Apa fungsi dari rencana audit?
1. Pedoman pelaksanaan audit
2. Dasar untuk menyusun anggaran
3. Alat untuk memperoleh partisipasi manajemen
4. Alat untuk menetapkan standar
5. Alat untuk pengendalian
6. Bahan pertimbangan bagi akuntan publik yang diberi penugasan oleh
perusahaan.
23. Rahayu Ramadriani (0113U515)
1. Apa yang dimaksud dengan prosedur pengendalian?
JAWABAN:
Prosedur pengendalian adalah kebijakan dan prosedur sebagai tambahan
terhadap lingkungan pengendalian dan sistem akuntansi yang telah di ciptakan
oleh manajemen untuk memberikan keyakinan memadai bahwa tujuan tertentu
satuan usaha akan tercapai. Prosedur pengendalian mempunyai beberapa tujuan
dan diterapkan pada berbagai tingkatan organisasi dan pemrosesan data.
Prosedur pengendalian dapat juga diintegrasikan dalam komponen tertentu
lingkungan penegndalian dan sistem akuntansi.
2. Bagaimana cara-cara dalam pengelompokkan prosedur
pengendalian?
Secara umum, prosedur pengendalian dapat dikelompokkan ke dalam prosedur
yang bersangkutan dengan cara sebagai berikut:
1. Otorisasi yang semestinya atas transaksi dan kegiatan
2. Pemisahan tugas yang dapat melakukan dan sekaligus menutupi
kekeliuran atau ketidakberesan dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari.
Oleh sebab itu, tanggung jawab untuk memeberikan otoritas transaksi,
mencatat transaksi, dan menyimpan aktiva perlu dipisahkan di tangan
karyawan yang berbeda.
3. Perancangan dan penggunaan dokumen dan catatan yang memadai untuk
membantu pencatatan secara semestinya transaksi dan peristiwa,

misalnya dengan memantau penggunaan dokumen pengiriman barang


yang bernomor untuk tercetak.
4. Pengamanan yang cukup atas akses dan penggunaan aktiva perusahaan
dan catatan, misalnya penetapan fasilitas yang dilindungi dan diotorisasi
untuk akses ke program dan arsip data computer.
5. Pengecekan secara independen atas pelaksanaan dan penilayan yang
semestinya atas jumlah yang dicatat, misalnya pengecekan atas
pekerjaan klerikal, rekonsiliasi, pembandingan aktiva yang ada dengan
pertanggungjawaban yang tercatat, pengawasan dengan menggunakan
program computer, penelaahan oleh manajemen atas laporan yang
mengikhtisarkan rincian perkiraan (misalnya, saldo piutang yang dirinci
menurut umur piutang) dan penelaahan oleh pemakai atas laporan yang
dihasilkan oleh computer.

24. Sari Syarifah Maulani (0113u104)


1. Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah menerapkan materialitas ?
a. Menetapkan pertimbangan pendahuluan tentang materialitas
SAS 107 mengharuskan auditor memutuskan jumlah salah saji gabungan
dalam laporan keuangan, yang akan mereka anggap material pada awal audit
ketika sedang mengembangkan strategi audit secara keseluruhan. Karena
meskipun merupakan pendapat profesional, hal itu mungkin saja berubah
selama penugasan. Dan pertimbangan ini harus didokumentasikan dalam file
audit.
b. Mengalokasikan pertimbangan pendahuluan tentang materialitas ke segmensegmen
Hal ini perlu dilakukan karena auditor mengumpulkan bukti per segmen
dan bukan untuk laporan keuangan secara keseluruhan. Jika auditor memiliki
pertimbangan pendahuluan tentang materialitas untuk tiap segmen,
pertimbangan tersebut akan membantu auditor dalam memutuskan bukti audit
yang tepat yang harus dikumpulkan.
c. Mengestimasi total salah saji dalam segmen
Ketika melaksanakan prosedur audit untuk setiap segmen audit, auditor
membuat kertas kerja untuk mencatat semua salah saji yang ditentukan. Lalu
setiap salah saji yang ditemukan dalam suatu akun itu diestimasi total salah
sajinya.
d. Memperkirakan salah saji gabungan
Yaitu memperkirakaan salah saji yang diketahui ( salah saji dalam akun
yang jumlahnya dapat ditentukan oleh auditor ) dan salah saji yang mungkin

( salah saji yang berasal dari perbedaan antara pertimbangan manajemen dan
auditor tentang estimasi saldo akun).
e. Membandingkan salah saji gabungan dengan pertimbangan pendahuluan atau
yang direvisi tentang materialitas
Setelah memperkirakaan salah saji gabungan langkah selanjutnya
membandingkan salah saji gabungan itu sendiri dengan pertimbangan
pendahuluan atau yang direvisi tentang materialitas.
2. Sebutkan tiga tujuan umum dalam merancang sistem pengendalian
internal yang efektif !
a. Reliabilitas pelaporan keuangan.
Manajemen memikul baik tanggung jawab hukum maupun profesional
untuk memastikan bahwa informasi telah disajikan secara wajar sesuai dengan
GAAP, tujuannya yaitu untuk memenuhi tanggung jawab pelaporan keuangan
tersebut.
b. Efisiensi dan efektivitas operasi.
Pengendalian dalam perusahaan akan mendorong pemakaian sumber
daya secara efisien dan efektif untuk mengoptimalkan sasaran-sasaran
perusahaan, yang bertujuan untuk memperoleh informasi keuangan dan non
keuangan secara akurat untuk pengambilan keputusan.
c. Ketaatan pada hukum dan peraturan.
Section 404, mengharuskan semua perusahaan publik mengeluarkan
laporan tentang keefektifan pelaksanaan pengendalian internal atas pelaporan
keuangan organisasi-organisasi publik, nonpublik, dan nirlaba diwajibkan
menaati berbagai hukum dan peraturan.

25. SEPTIA MONALISA (0113U165)


1. Hal apa yang menjadi dasar untuk mengevaluasi materialitas?
Jawaban:
Laba bersih sebelum pajak sering kali menjadi dasar utama untuk
menentukan berapa jumlah yang material bagi perusahaan yang
berorientasi laba, karena jumlah ini dianggap sebagai item informasi yang
penting bagi para pemakai.
2. Mengapa sekarang beberapa KAP menolak klien yang berkecimpung
dalam industri tertentu, seperti perusahaan simpan pinjam, perusahaan
kesehatan, serta perusahaan asuransi kecelakaan, dan bahkan
menghentikan audit atas klien dari industri tersebut?

Jawaban:
Karena auditor harus menentukan apakah perusahaan yang diaudit nya itu
going concern atau tidak. Sedangkan perusahaan simpan pinjam,
perusahaan kesehatan, serta perusahaan asuransi kecelakaan memiliki
risiko yang sangat tinggi mengalami kebangkrutan hingga akhirnya
perusahaan tersebut ditutup.

26. SHINTA ACHADYANINGSIH (0113U248)


1. Mengapa seorang Auditor biasanya tidak akan mengaitkan pengendalian dan
defisiensi dengan tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi ?
Jawab :
Karena pengendalian umum akan mempengaruhi tujuan audit pada
beberapa siklus. Apabila pengendalian umumnya tidak efektif maka
kemampuan auditor dalam menggunakan pengendalian aplikasi dalam
mengurangi resiko pengendalian pada seluruh siklus akan berkurang.
Namun, apabila pengendalian umumnya efektif, maka kemampuan auditor
dalam menggunakan pengendalian aplikasi pada seluruh siklus akan
meningkat.
2. Dalam menggunakan teknologi informasi, Auditor pun menggunakan
software dalam proses mengauditnya. Sebutkan jenis software audit dan
keunggulan dari software tersebut!
Jawab:
Audit Command Language (ACL) merupakan audit software khusus yang
didesain untuk melakukan analisa data elektronik suatu perusahaan dan
membantu menyiapkan laporan audit secara mudah dan interaktif. Biasanya
audit terhadap data keuangan/operasi hanya secara sampling, namun
dengan bantuan software ini keseluruhan database dapat dianalisis sehingga
audit yang dilakukan bersifat komprehensif.
Keunggulan ACL:
Mudah dalam penggunaan.
Kemudahan ini ditunjukkan dengan pengguna hanya meng-click pada icon
tertentu untuk melakukan suatu pekerjaan, dan didukung pula dengan
fasilitas Wizard untuk mendefinisikan data yang akan dianalisis.
Analisis data secara fungsional.
ACL for Windows didukung dengan kemampuan analisis untuk keperluan
audit/pemeriksaan seperti: analisis statistik, menghitung total, stratifikasi,
sortir, index, dan lain-lain.
Kemampuan menangani ukuran file yang tidak terbatas.
ACL for Windows mampu menangani berbagai jenis file dengan ukuran file
yang tidak terbatas. Kemampuan untuk membaca berbagai macam tipe
data. ACL for Windows dapat membaca file yang berasal dari berbagai format
antara lain: Flat sequential, dBase (DBF), Text (TXT), Delimited, Print, ODBC.
Pembuatan Laporan berkualitas tinggi.
ACL for Windows memiliki fasilitas lengkap untuk keperluan pembuatan

laporan. Dapat bekerja menggunakan database relasional modern. ACL for


Windows pun memiliki kemampuan untuk mengakses data.
27. Triyuni inggrid pratiwi (0113u540)
1. Sebutkan jenis-jenis kecurangan
Pelaporan Keuangan yang curang adalah salah saji atau pengabaian
jumlah atau pengungkapan yang disengaja dengan maksud menipu para
pemakai laporan itu.
Penyalahgunaan aktiva (misappropriation) adalah kecurangan yang
melibatkan pencurian aktiva entitas. Jumlah yang terlibat tidak material
terhadap laporan keuangan, dan hal ini sering kali mengkhawatirkan
manajemen, karena pencurian bernilai kecil menggunung seiring
berjalannya waktu.
2. Lima komponen internal control
a. lingkungan pengendalian : terdiri atas tindakan, kebijakan, prosedur yang
menggambarkan aktivitas manajemen direktur, pemilik perusahaan
b. Penilaian resiko : pengendalian resiko pada laporan keuangan yg terjadi pada
setiap transaksi dengan penilaian konsistensi atas penerapan prosedur dan
kebijakan
c. aktivitas pengendalian : merupakan tersedianya kebijakan dan prosedur yang
telah mengaplikasikan *prinsip perusahaan wewenang *kecukupan penyerahan
*kecukupan dokumentasi *observasi fisik dan aktivitas *proses pemeriksaan
yang independen
d. informasi dan komunikasi : adanya suatu sistem yang terintegrasi dalam hal
penyampaian informasi pencatatan
e. monitoring : adanya proses monitor untuk menjaga konsistensi penerapan
kewajiban prosedur yang telah disepakati

28. VIOLITA
1. Untuk menyediakan suatu struktur dalam mempertimbangkan banyak
kemungkinan pengendalian yang berhubungan dengan tujuan entitas, muncul
lah komponen komponen,sebutkan komponen-komponen tersebut ?
Jawaban:
- Lingkungan pengendalian ( control environment ) menetapkan suasana suatu
organisasi, yang mempengaruhi kesadaran akan pengendalian dari orang
orangnya.. Lingkungan pengendalian merupakan pondasi dari semua komponen
pengendalian internal lainnya, yang menyediakan disiplin dan struktur

- Penilaian resiko ( risk assessment ) merupakan pengidentifikasian dan analisis


entitas mengenai resiko yang relevan terhadap pencapaian tujuan entitas, yang
membentuk suatu dasar mengenai bagaimana resiko harus dikelola - Aktivitas
pengendalian ( control activities ) merupakan kebijakan dan prosedur yang
membantu meyakinkan bahwa perintah manajemen telah dilaksanakan
- Informasi dan komunikasi (information and communication ) merupakan
pengidentifikasian, penangkapan, dan pertukaran informasi dalam suatu bentuk
dan kerangka waktu yang membuat orang mampu melaksanakan tanggung
jawabnya
- Pemantauan ( monitoring ) merupakan suatu proses yang menilai kualitas
kinerja pengendalian internal pada suatu waktu.

2. Apa pentingnya pengendalian internal?


Jawaban:
Menurut terbitan yang dikeluarkan AICPA pada tahun 1947, pengendalian
internal sangat penting bagi suatu perusahaan karena faktor faktor berikut ini :
- Lingkup dan ukuran bisnis entitas telah menjadi sangat kompleks dan tersebar
luas sehingga manajemen harus bergantung pada sejumlah laporan dan analisis
untuk mengendalikan operasi secara efektif - Pengujian dan penelaahan yang
melekat dalam sistem pengendalian internal yang baik menyediakan
perlindungan terhadap kelemahan manusia dan mengurangi kemungkinan
terjadinya kekeliruan dan ketidakberesan - Tidak praktis bagi auditor untuk
melakukan audit atas kebanyakan perusahaan dengan pembatasan biaya
ekonomi tanpa menggantungkan pada sistem pengendalian internal klien
Selanjutnya pada bulan Oktober 1987 atau 40 tahun kemudian sejak terbitan
AICPA tahun 1947, National Commission on Fraundulent Financial Reporting
( Treadway Commission ) ulang pentingnya pengendalian internal dalam
mengurangi kejadian pelaporan yang curang.

29. Widita Wangundahina (0112U365)


Pertanyaan:
1. Sebutkan sumber informasi apa saja yang digunakan dalam menilai risiko
kecurangan?
Ada lima sumber informasi yang digunakan dalam menilai risiko
kecurangan yaitu:
1. Komunikasi antara tim audit
SAS 99 mengharuskan timaudit untuk melaksanakan diskusi untuk
berbagi pemahaman antara anggota tim audit yang lebih
berpengalaman dan juga untuk curah pendapat.
2. Tanya jawab atau wawancara dengan manajemen

SAS 99 mewajibkan seorang auditor untuk mengajukan pertanyaan


yang spesifik mengenai kecurangan dalam setiap audit. Tanya jawab
dengan manajemen dan juga pihak lainnya dalam perusahaan
membuka
sebuah
kesempatan
bagi
para
karyawan
untuk
memberitahukan informasi-informasi yang kemungkinan tidak dapat
disampaikan dengan pihak lain. Tanya jawab seorang auditor terhadap
manajemen mengerahui setiap tindakan kecurangan di dalam
perusahaan.
3. Faktor-faktor risiko
SAS 99 mewajibkan seorang auditor untuk mengevaluasi apakah
faktor-faktor risiko kecurangan mengindikasikan adanya sebuah
insentif
ataupun
tekanan
untuk
melakukan
tindakan
kecurangan,kesempatan
untuk
melakukan
tindakan
tindakan
kecurangan,
atau
sikap/rasionalisasi
yang
digunakan
untuk
membenarkan atau merasionalisasikan tindakan kecurangan.
4. Prosedur analitis
Seorang auditor harus melaksanakan prosedur analitis di sepanjang
fase perencanaan dan juga penyelesaian audit guna membantu
mengidentifikasi transaksiatau kejadian yang tidak biasa yang dapat
mengidentifikasi adanya suatu salah saji yang cukup material dalam
laporan keuangan.
5. Informasi lainnya
Seorang auditor haruslah melakukan pertimbangan atas informasi yang
telah mereka dapatkan dalam setiap bagian audit saat auditor
mengukur risiko kecurangan.
2. Hal apa saja yang harus diwaspadai oleh seorang auditor dalam
melakukan proses audit?
Hal yang harus diwaspadai oleh auditro dalam melakukan proses audit
antara lain:
Perbedaan didalam catatan akuntansi
Bukti audit yang hilang ataupun bertentangan
Hubungan yang tidak biasa atau serba salah diantara auditor dengan
manajemen
Dasil dari prosedur subtantif atau prosedur analitis di tahap review
akhir memberikan indikasi adanya risiko kecurangan yang
sebelumnya tidak diketahui, dan
Jawaban yang tidak masukakal atau tidak jelas atas pertanyaan yang
disajikan pada saat proses pengauditan atau yang menghasilkan
bukti yang tidak konsisten terhadap bukti lainya.
30. YUNDA AMALIA (0113U047)
1. Sebutkan lima jenis prosedur analitis
Jawab :

Membandingkan data klien dengan industri.

Membandingkan data klien dengan data yang serupa pada periode


sebelumnya.

Membandingkan data klien dengan data yang diperkirakan klien.

Membandingkan data klien dengan data yang diperkirakan oleh auditor.

Membandingkan data klien dengan hasil perkirakaan yang menggunakan


data non keuangan.

2.
Sebutkan dan jelaskan dua kategori pengendalian atas sistem teknologi
informasi dalam standar auditing
Jawab :

Pengendalian umum diterapkan pada semua aspek fungsi TI, termasuk


administrasi TI, pemisahan tugas TI, pengembangan sistem, keamanan fisik
dan online atas akses ke perangkat keras, perangkat lunak, dan data terkait,
backup dan perencanaan kontijensi atas keadaan darurat yang tak terduga,
serta pengendalian perangkat keras.

Pengendalian aplikasi berlaku bagi pemrosesan transaksi, seperti


pengendalian atas pemrosesan penjualan atau penerimaan kas.

31. YUNISA AFSARI (0113U407)


1.

Jelaskan yang dimaksud pengujian subsantif dan pengujian sybsantif atas


transaksi ?

Jawaban
-

2.

:
pengujian subsantif adalah prosedur yang dirancang untuk menguji
salah saji dolar ( sering disebut salah saji moneter) yang secara
langsung mempengaruhi kebenaran saldo laporan keuanga
pengujian subsantif atas transaksi adalah digunakan untuk
menentukan apakah keenam tujuan audti yang berkaitan dengan
transaksi telah dipenui bagi setiap kelas transaksi

Sebutkan dan tanggung jawab manajemen untuk mengevaluasi resiko


kecurangan?

Jawaban

mengidentifikasi dan mengukur kresiko kecurangan

mengurangi resiko kecurangan

memantau perogram dan pengendalian pencegahan kecurangan