Anda di halaman 1dari 2

LAPORAN PENDAHULUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR

OKSIGENASI
A. Definisi Gangguan Kebutuhan Dasar Oksigenasi (Ketidakefektifan Bersihan
Jalan Nafas)
Pemenuhan kebutuhan oksigen adalah bagian dari kebutuhan fisiologi
menurut hierarki Maslow. Kebutuhan oksigeni diperlukan untuk proses kehidupan
seperti dalam proses metabolisme. Oksigenasi adalah pemenuhan akan kebutuhan
oksigen (O2). Sistem pernafasan berperan dalam pemenuhan kebutuhan oksigenasi
yang terdiri dari pernafasan bagian atas (hidung, faring,dan epiglotis) dan saluran
pernafasan bagian bawah (trakea, bronkus, bronkhiolus,dan apru-paru). Proses
pemenuhan kebutuhan oksigen pada manusia dapat dilakukan dengan cara
pemberian oksigen melalui saluran pernafasan, membebaskan saluran pernafasan
dari sumbatan yang menghalangi masuknya oksigen, memulihkan dan
memperbaiki organ pernafasan agar berfungsi secara normal (Hidayat&Uliyah,
2002).

B. Macam-Macam Gangguan Kebutuhan Dasar Oksigenasi


Menurut Nanda (2015), gangguan oksigenasi berupa :
1) Ketidakefektifan pola nafas
Adalah inspirasi dan atau ekspirasi yang tidak memberi ventilasi adekuat
Batasan karakterisitik :
a) Bradipnea
b) Dispnea
c) Ortopnea
d) Penggunaan otot bantu pernafasan
e) Pernafasan bibir
f) Pernafasan cuping hidung
g) Pola nafas abnormal
Faktor yang berhubungan
a) Ansietas
b) Cidera medula spinalis
c) Deformitas dinding dada
d) Disfungsi neuromuskular
e) Hiperventilasi
f) Hipoventilasi

2) Bersihan jalan nafas tidak efektif


Adalah ketidakmampuan membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran
nafasu untuk mempertahankan bersihan jalan nafas
Batasan karakteristik:
a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)
h)

Batuk tidak efektif


Dispnea
Gelisah
Perubahan frekuensi nafas
Perubahan pola nafas
Sianosis
Sputum dalam jumlah yang berlebihan
Adanya suara nafas tambahan

Faktor yang berhubungan :


a)
b)
c)
d)

Benda asing dalam jalan nafas


Mukus berlebihan
Skresi yang tertahan
Jalan nafas alergik

C. Penghitungan kebutuhan oksigen


1) Pasien dengan kondisi ambilan oksigen tidak adekuat tapi tanpa kelainan
pernafasan yang mencook atau penyakit saluran pernafasan
MV = TV x RR
2) Klien dengan kelainan pernafasan seperti : infeksi, penyakit paru dan
saluran pernafsan yang terdapat dead space paru
MV = (TV-DS) x RR
Keterangan :
MV : menit volume (O2 per menit)
TV : tidal volume (500 cc)
RR : respiration Rate 16-24x/menit
DS : dead space
TV : tidal volume (untuk pernafasan cepat dan dangkal TV : 200cc
sedangkan untuk pernafsan dalam dan lambat TV : 1000 cc)