Anda di halaman 1dari 1

Kebijakan Iklan dalam Pasar Persaingan Monopoli

Pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran yang
ditandai oleh adanya satu penjual/produsen dipasar berhadapan dengan permintaan seluruh
pembeli atau konsumen. Artinya bahwa barang-barang atau jasa yang dihasilkan tidak dapat
dibeli dari tempat lain. Para pembeli tidak punya pilihan lain, kalau mereka menginginkan
barang tersebut, maka mereka harus membeli dari perusahaan tersebut. Para pembeli tidak
dapat berbuat suatu apapun di dalam menentukan syarat jual beli. Dalam pasar persaingan
monopoli mempromosikan penjualan secara iklan kurang diperlukan artinya karena
perusahaan monopoli merupakan satu-satunya perusahaan di dalam industri, ia tidak perlu
melakukan promosi penjualan secara iklan. Meskipun ada perusahaan monopoli yang
menggunakan iklan, iklan tersebut bukanlah bertujuan untuk menarik pembeli, melainkan
untuk memelihara hubungan baik dengan masyarakat.
Salah satu contoh Perusahaan Monopoli adalah PT. Perusahaan Listrik Negara
(Persero). PT. PLN adalah perusahaan pemerintah yang bergerak di bidang pengadaan listrik
nasional. Hingga saat ini, PT. PLN masih merupakan satu-satunya perusahaan listrik
sekaligus pendistribusinya. Dalam hal ini PT. PLN sudah seharusnya dapat memenuhi
kebutuhan listrik bagi masyarakat, dan mendistribusikannya secara merata. Usaha PT. PLN
termasuk kedalam jenis monopoli murni. Hal ini ditunjukkan karena PT. PLN merupakan
penjual atau produsen tunggal, produk yang unik dan tanpa barang pengganti yang dekat,
serta kemampuannya untuk menerapkan harga berapapun yang mereka kehendaki. Dapat kita
lihat bahwa PT. PLN sangat jarang mengiklankan produknya di TV. Salah satu iklan yang
dibuat oleh PT. PLN adalah terkait dengan kampanye hemat listrik. Tujuan dari iklan tersebut
bukanlah untuk menambah pelanggan melainkan untuk menjaga hubungan baik dengan
masyarakat agar hemat dalam menggunakan listrik.