Anda di halaman 1dari 8

ASAL MULA REOG PONOROGO

Dahulu kala ada seorang puteri yang cantik jelita bernama Dewi Sanggalangit. Ia
puteri seorang raja yang terkenal di Kediri. Karena wajahnya yang cantik jelita dan
sikapnya yang lemah lembut banyak para pangeran dan raja-raja yang ingin
meminangnya untuk dijadikan sebagai istri.
Namun sayang Dewi Sanggalangit nampaknya belum berhasrat untuk berumah
tangga. Sehingga membuat pusing kedua orang tuanya. Padahal kedua orang tuanya
sudah sangat mendambakan hadirnya seorang cucu. Anakku, sampai kapan kau akan
menolak setiap pangeran yang datang melamarmu? tanya Raja pada suatu hari.
Ayahanda, sebenarnya hamba belum berhasrat untuk bersuami. Namun jika
ayahanda sangat mengharapkan, baiklah. Namun hamba minta syarat, calon suami
hamba harus bisa memenuhi keinginan hamba.
Lalu apa keinginanmu itu?
Hamba belum tahu?
Lho, Kok aneh? sahut Baginda.
Hamba akan bersemedi minta petunjuk Dewa. Setelah itu hamba akan
menghadap ayahanda untuk menyampaikan keinginan hamba.
Demikianlah, tiga hari tiga malam Dewi Sanggalangit bersemedi. Pada hari
keempat ia menghadap ayahandanya.
Ayahanda, calon suami hamba harus mampu menghadirkan suatu tontonan yang
menarik. Tontonan atau keramaian yang belum ada sebelumnya. Semacam tarian yang
diiringi tabuhan dan gamelan. Dilengkapi dengan barisan kuda kembar sebanyak seratus
empat puluh ekor. Nantinya akan dijadikan iringan pengantin. Terakhir harus dapat
menghadirkan binatang berkepala dua.
Wah berat sekali syaratmu itu! sahut Baginda.
Meski berat syaratnya itu tetap diumumkan kepada segenap khalayak ramai.
Siapa saja boleh mengikuti sayembara itu. Tidak peduli para pangeran, putera
bangsawan atau rakyat jelata.
Para pelamar yang tadinya menggebu-gebu untuk memperistri Dewi Sanggalangit
jadi ciut nyalinya. Banyak dari mereka yang mengundurkan diri karena merasa tak
sanggup memenuhi permintaan sang Dewi.
Akhirnya tinggal dua orang yang menyatakan sanggup memenuhi permintaan
Dewi Sanggalangit. Mereka adalah Raja Singabarong dari Kerajaan Lodaya dan Raja
Kelanaswandana dari Kerajaan Bandarangin.
Baginda Raja sangat terkejut mendengar kesanggupan kedua raja itu. Sebab Raja
Singabarong adalah manusia yang aneh. Ia seorang manusia yang berkepala harimau.
Wataknya buas dan kejam. Sedang Kelanaswandana adalah seorang raja yang berwajah
tampan dan gagah, namun punya kebiasaan aneh, suka pada anak laki-laki. Anak lakilaki itu dianggapnya sebagai gadis-gadis cantik.
Namun semua sudah terlanjur, Dewi Sanggalangit tidak bisa menggagalkan
persyaratan yang telah diumumkan.
Raja Singabarong dari Kerajaan Lodaya memerintah dengan bengis dan kejam.
Semua kehendaknya harus dituruti. Siapa saja dari rakyatnya yang membangkang
tentunya akan dibunuh. Raja Singabarong bertubuh tinggi besar. Dari bagian leher ke
atas berwujud harimau yang mengerikan. Berbulu lebat dan penuh dengan kutu-kutu.
Itulah sebabnya ia memelihara seekor burung merak yang rajin mematuki kutu-kutunya.

Ia sudah mempunyai selir yang jumlahnya banyak sekali. Namun belum


mempunyai permaisuri. Menurutnya sampai detik ini belum ada wanita yang pantas
menjadi permaisurinya, kecuali Dewi Sanggalangit dari Kediri. Karena itu ia sangat
berharap dapat memenuhi syarat yang diajukan oleh Dewi Sanggalangit.
Raja Singabarong telah memerintahkan kepada para abdinya untuk mencarikan
kuda-kuda kembar. Mengerahkan para seniman dan seniwatinya menciptakan tontonan
yang menarik, dan mendapatkan seekor binatang berkepala dua. Namun pekerjaan itu
ternyata tidak mudah. Kuda kembar sudah dapat dikumpulkan, namun tontonan dengan
kreasi baru belum tercipta, demikian pula binatang berkepala dua belum didapatkannya.
Maka pada suatu hari ia memanggil patihnya yang bernama Iderkala.
Hai Patih coba kamu selidiki sampai bagaimana si Kelanaswandana
mempersiapkan permintaan Dewi Sanggalangit. Kita jangan sampai kalah cepat oleh
Kelanaswandana.
Patih Iderkala dengan beberapa prajurit pilihan segera berangkat menuju
kerajaan Bandarangin dengan menyamar sebagai seorang pedagang. Mereka menyelidiki
berbagai upaya yang dilakukan oleh Raja Kelanaswandana. Setelah melakukan
penyelidikan dengan seksama selama lima hari mereka kembali ke Lodaya.
Ampun Baginda. Kiranya si Kelanaswandana hampir berhasil mewujudkan
permintaan Dewi Sanggalangit. Hamba lihat lebih dari seratus ekor kuda kembar telah
dikumpulkan. Mereka juga telah menyiapkan tontonan yang menarik, yang sangat
menakjubkan. Patih Iderkala melaporkan.
Wah celaka! Kalau begitu sebentar lagi dia dapat merebut Dewi Sanggalangit
sebagai istrinya. kata Raja Singabarong. Lalu bagaimana dengan binatang berkepala
dua, apa juga sudah mereka siapkan?
Hanya binatang itulah yang belum mereka siapkan. Tapi nampaknya sebentar
lagi mereka dapat menemukannya. sambung Patih Iderkala.
Raja Singabarong menjadi gusar sekali. Ia bangkit berdiri dari kursinya dan
berkata keras.
Patih Iderkala! Mulai hari ini siapkan prajurit pilihan dengan senjata yang
lengkap. Setiap saat mereka harus siap diperintah menyerbu ke Bandarangin.
Demikianlah, Raja Singabarong bermaksud merebut hasil usaha keras Raja
Kelanaswandana. Setelah mengadakan persiapan yang matang, Raja Singabarong
memerintahkan prajurit mata-mata untuk menyelidiki perjalanan yang akan ditempuh
Raja Kelanaswandana dari Wengker menuju Kediri. Rencananya Raja Singabarong akan
menyerbu mereka di perjalanan dan merampas hasil usaha Raja Kelanaswandana untuk
diserahkan sendiri kepada Dewi Sanggalangit.
Raja Kelanaswandana yang memerintah kerajaan Wengker berwajah tampan dan
bertubuh gagah. Ia memerintah dengan adil dan bijaksana. Namun ada wataknya yang
tidak baik, ia suka mencumbui anak laki-laki. Ia menganggap anak laki-laki yang
berwajah tampan dan bertubuh molek itu seperti gadis-gadis remaja. Hal ini sangat
mencemaskan pejabat kerajaan dan para pendeta. Menimbulkan kesedihan bagi para
rakyat yang harus kehilangan anak laki-lakinya sebagai pemuas nafsu Raja.
Patih Pujanggeleng dan pendeta istana sudah berusaha menasehati Raja agar
meninggalkan kebiasaan buruknya itu namun saran mereka tiada gunanya. Raja tetap
saja mengumpulkan puluhan anak laki-laki yang berwajah tampan.
Pada suatu hari Raja Kelanaswandana memanggil semua pejabat kerajaan dan
para pendeta. Ia berkata bahwa ia akan menghentikan kebiasaannya jika dapat
memperistri Dewi Sanggalangit dari Kediri. Sebab semalam ia mimpi bertemu dengan
gadis cantik jelita itu dalam tidur. Menurut para Dewa gadis itulah yang akan
menghentikan kebiasaan buruknya mencumbui anak laki-laki.

Seluruh pejabat dan pendeta menyetujui kehendak Raja yang ingin memperistri
Dewi Sanggalangit. Maka ketika mereka mendengar persyaratan yang diajukan Dewi
Sanggalagit, mereka tiada gentar, seluruh kawula kerajaan, baik para pejabat, seniman,
rakyat biasa rela bekerja keras guna memenuhi permintaan Dewi Sanggalangit.
Karena mendapat dukungan seluruh rakyatnya maka dalam tempo yang tidak
begitu lama Raja Kelanaswandana dapat menyiapkan permintaan Dewi Sanggalangit.
Hanya binatang berkepala dua yang belum didapatnya. Patih Pujanggeleng yang bekerja
mati-matian mencarikan binatang itu akhirnya angkat tangan, menyatakan
ketidaksanggupannya kepada Raja.
Tidak mengapa! kata Raja Kelanaswandana. Soal binatang berkepala dua itu
aku sendiri yang akan mencarinya. Sekarang tingkatkan kewaspadaan, aku mencium
gelagat kurang baik dari kerajaan tetangga.
Maksud Baginda? tanya Patih Pujanggeleng penasaran.
Coba kau menyamar jadi rakyat biasa, berbaurlah dengan penduduk di pasar
dan keramaian lainnya.
Perintah itu dijalankan, maka Patih Pujanggeleng mengerti maksud Raja. Ternyata
ada penyusup dari kerajaan Lodaya. Mereka adalah para prajurit pilihan yang menyamar
sebagai pedagang keliling. Patih Pujanggeleng yang juga mengadakan penyamaran
serupa akhirnya dapat mengorek keterangan secara halus apa maksud prajurit Lodoya
itu datang ke Bandarangin.
Prajurit Lodaya merasa girang setelah mendapatkan keterangan yang diperlukan.
Ia bermaksud kembali ke Lodoya. Namun sebelum melewati perbatasan, anak buah
Patih Pujanggeleng sudah mengepungnya, karena prajurit itu melawan maka terpaksa
para prajurit Bandarangin membunuhnya.
Patih Pujanggeleng menghadap Raja Kelanaswandana.
Apa yang kau dapatkan? tanya Raja Kelanaswandana.
Ada penyusup dari kerajaan Lodaya yang ingin mengorek keterangan tentang
usaha Baginda memenuhi persyaratan Dewi Sanggalangit. Raja Singabarong hendak
merampas usaha Baginda dalam perjalanan menuju Kediri.
Kurang ajar! sahut Raja Kelanaswandana. Jadi Raja Singabarong akan
menggunakan cara licik untuk memperoleh Dewi Sanggalangit. Kalau begitu kita
hancurkan kerajaan Lodaya. Siapkan bala tentara kita.
Sementara itu Raja Singabarong yang menunggu laporan dari prajurit mata-mata
yang dikirim ke Bandarangin nampak gelisah. Ia segera memerintahkan Patih Iderkala
menyusul ke perbatasan. Sementara dia sendiri segera pergi ke tamansari untuk
menemui si burung merak, karena pada saat itu kepalanya terasa gatal sekali.
Hai burung merak! Cepat patukilah kutu-kutu di kepalaku! teriak Raja
Singabarong dengan gemetaran menahan gatal.
Burung merak yang biasa melakukan tugasnya segera hinggap di bahu Raja
Singabarong lalu mematuki kutu-kutu di kepala Raja Singabarong.
Patukan-patukan si burung merak terasa nikmat, asyik, bagaikan buaian sehingga
Raja Singabarong terlena dan akhirnya tertidur. Ia sama sekali tak mengetahui keadaan
di luar istana. Karena tak ada prajurit yang berani melapor kepadanya. Memang sudah
diperintahkan kepada prajurit bahwa jika ia sedang berada di tamansari siapapun tidak
boleh menemui dan mengganggunya, jika perintah itu dilanggar maka pelakunya akan
dihukum mati.
Karena tertidur ia sama sekali tak mengetahui jika di luar istana pasukan
Bandarangin sudah datang menyerbu dan mengalahkan prajurit Lodaya. Bahkan Patih
Iderkala yang dikirim ke perbatasan telah binasa lebih dahulu karena berpapasan
dengan pasukan Bandarangin.

Ketika peperangan itu sudah merembet ke dalam istana dekat tamansari barulah
Raja Singabarong terbangun karena mendengan suara ribut-ribut. Sementara si burung
mereka masih terus bertengger mematuki kutu-kutu dikepalanya, jika dilihat sepintas
dari depan Raja Singabarong seperti binatang berkepala dua yaitu berkepala harimau
dan burung merak.
Hai mengapa kalian ribut-ribut? teriak Raja Singabarong.
Tak ada jawaban, kecuali berkelebatnya bayangan seseorang yang tak lain adalah
Raja Kelanaswandana. Raja Bandarangin itu tahu-tahu sudah berada di hadapan Raja
Singabarong.
Raja Singabarong terkejut sekali. Hai Raja Kelanaswandana mau apa kau datang
kemari?
Jangan pura-pura bodoh! sahut Raja Kelanaswandana. Bukankah kau hendak
merampas usahaku dalam memenuhi persyaratan Dewi Sanggalangit!
Hem, jadi kau sudah tahu! sahut Raja Singabarong dengan penuh rasa malu.
Ya, maka untuk itu aku datang menghukummu! berkata demikian Raja
Kelanaswandana mengeluarkan kesaktiannya. Diarahkan ke bagian kepala Raja
Singabarong. Seketika kepala Singabarong berubah. Burung merak yang bertengger di
bahunya tiba-tiba melekat jadi satu dengan kepalanya sehingga Raja Singabarong
berkepala dua.
Raja Singabarong marah bukan kepalang, ia mencabut kerisnya dan meloncat
menyerang Raja Kelanaswandana. Namun Raja Kelanaswandana segera mengayunkan
cambuk saktinya bernama Samandiman. Cambuk itu dapat mengeluarkan hawa panas
dan suaranya seperti halilintar.
Jhedhaaar! begitu terkena cambuk Samandiman, tubuh Raja Singabarong
terpental, menggelepar-gelepar di atas tanah. Seketika tubuhnya terasa lemah dan
anehnya tiba-tiba tubuhnya berubah menjadi binatang aneh, berkepala dua yaitu kepala
harimau dan merak. Ia tidak dapat berbicara dan akalnya telah hilang. Raja
Kelanaswandana segera memerintahkan prajurit Bandarangin untuk menangkap
Singabarong dan membawanya ke negeri Bandarangin.
Beberapa hari kemudian Raja Kelanaswandana mengirim utusan yang
memberitahukan Raja Kediri bahwa ia segera datang membawa persyaratan Dewi
Sanggalangit. Raja Kediri langsung memanggil Dewi Sanggalangit.
Anakku apa kau benar-benar bersedia menjadi istri Raja Kelanaswandana?
Ayahanda
hamba?

apakah Raja Kelanaswandana

sanggup memenuhi

persyaratan

Tentu saja, dia akan datang dengan semua persyaratan yang kau ajukan.
Masalahnya sekarang, tidakkah kau menyesal menjadi istri Raja Kelanaswandana?
Jika hal itu sudah jodoh hamba akan menerimanya. Siapa tahu kehadiran hamba
disisinya akan merubah kebiasaan buruknya itu. tutur Dewi Sanggalangit.
Demikianlah, pada hari yang ditentukan datanglah rombongan Raja
Kelanaswandana dengan kesenian Reog sebagai pengiring. Raja Kelanaswandana datang
dengan iringan seratus empat puluh empat ekor kuda kembar, dengan suara gamelan,
gendang dan terompet aneh yang menimbulkan perpaduan suara aneh, merdu
mendayu-dayu. Ditambah lagi dengan hadirnya seekor binatang berkepala dua yang
menari-nari liar namun indah dan menarik hati. Semua orang yang menonton bersorak
kegirangan, tanpa terasa mereka ikut menari-nari dan berjingkrak-jingkrak kegirangan
mengikuti suara musik.
Demikianlah, pada akhirnya Dewi Sanggalangit menjadi permaisuri Raja
Kelanaswandana dan diboyong ke Bandarangin di Wengker. Wengker adalah nama lain
dari Ponorogo sehingga di kemudian hari kesenian Reog itu disebut Reog Ponorogo.

Hal yang menarik dalam cerita rakyat Asal Mula Reog Ponorogo
Terdapat seorang puteri yang cantik jelita bernama Dewi Sanggalangit yang
belum ingin menikah.
Kutipan : Namun sayang Dewi Sanggalangit nampaknya belum berhasrat untuk
berumah tangga.
Dewi Senggalangit mencari petunjuk Dewa untuk memutuskan persyaratan yang
akan diajukan untuk para pelamar yang ingin menikahinya.
Kutipan : Hamba akan bersemedi minta petunjuk Dewa. Setelah itu hamba akan
menghadap ayahanda untuk menyampaikan keinginan hamba.
Demikianlah, tiga hari tiga malam Dewi Sanggalangit bersemedi.
Dewi Senggalangit memberikan persyaratan yang aneh dan sulit untuk para
pelamar
Kutipan : Ayahanda, calon suami hamba harus mampu menghadirkan suatu
tontonan yang menarik. Tontonan atau keramaian yang belum ada sebelumnya.
Semacam tarian yang diiringi tabuhan dan gamelan. Dilengkapi dengan barisan
kuda kembar sebanyak seratus empat puluh ekor. Nantinya akan dijadikan
iringan pengantin. Terakhir harus dapat menghadirkan binatang berkepala dua.
Walaupun persyaratan yang diajukan Dewi Senggalangi sulit, namun masih
terdapat dua orang yang menyanggupi syarat tersebut. Namun, dua orang
tersebut memiliki kepribadian yang tidak biasa.
Kutipan : Akhirnya tinggal dua orang yang menyatakan sanggup memenuhi
permintaan Dewi Sanggalangit. Mereka adalah Raja Singabarong dari Kerajaan
Lodaya dan Raja Kelanaswandana dari Kerajaan Bandarangin.
Baginda Raja sangat terkejut mendengar kesanggupan kedua raja itu. Sebab
Raja Singabarong adalah manusia yang aneh. Ia seorang manusia yang
berkepala harimau. Wataknya buas dan kejam. Sedang Kelanaswandana adalah
seorang raja yang berwajah tampan dan gagah, namun punya kebiasaan aneh,
suka pada anak laki-laki. Anak laki-laki itu dianggapnya sebagai gadis-gadis
cantik.
Raja Singabarong memiliki pribadi yang buruk yakni bengis dan kejam
Kutipan : Raja Singabarong dari Kerajaan Lodaya memerintah dengan bengis dan
kejam. Semua kehendaknya harus dituruti. Siapa saja dari rakyatnya yang
membangkang tentunya akan dibunuh.
Raja Singabarong berkepala manusia, berbulu lebat, dan penuh dengan kutukutu. Ia juga memeilihara merak untuk mematuki kutu-kutu yang ada di
kepalanya.
Kutipan: Raja Singabarong bertubuh tinggi besar. Dari bagian leher ke atas
berwujud harimau yang mengerikan. Berbulu lebat dan penuh dengan kutu-kutu.
Itulah sebabnya ia memelihara seekor burung merak yang rajin mematuki kutukutunya.
Raja Singabarong belum memeiliki istri namun sudah memiliki selir yang banyak.
Kutipan: Ia sudah mempunyai selir yang jumlahnya banyak sekali. Namun belum
mempunyai permaisuri. Menurutnya sampai detik ini belum ada wanita yang
pantas menjadi permaisurinya, kecuali Dewi Sanggalangit dari Kediri. Karena itu
ia sangat berharap dapat memenuhi syarat yang diajukan oleh Dewi
Sanggalangit.
Karena Raja Singabarong belum bisa memenuhi persyaratan, ia berbuat licik
dengan memata-matai Kelanaswandana dan merebut apa yang akan diserahkan
oleh Kelanaswandana untuk diserahkan kepada Dewi Sanggalangit
Kutipan: Rencananya Raja Singabarong akan menyerbu mereka di perjalanan
dan merampas hasil usaha Raja Kelanaswandana untuk diserahkan sendiri
kepada Dewi Sanggalangit.

Raja Kelanaswandana memiliki wakatk yang berbeda dengan Raja Singabarong,


ia memerindah dengan adil dan bijaksana. Namun, Raja Kelanaswandana
menyukai anak lelaki yang berwajah tampan
Kutipan : Raja Kelanaswandana yang memerintah kerajaan Wengker berwajah
tampan dan bertubuh gagah. Ia memerintah dengan adil dan bijaksana. Namun
ada wataknya yang tidak baik, ia suka mencumbui anak laki-laki.
Raja Kelanaswandana mengatakan bahwa bila ia dapat menikah dengan Dewi
Sanggalangit ia akan menghilangkan kebiasaan buruknya, maka seluruh rakyat
setuju dan membantunya dalam memenuhi persyaratan yang diajukan oleh Dewi
Sanggalangit
Kutipan : Karena mendapat dukungan seluruh rakyatnya maka dalam tempo
yang tidak begitu lama Raja Kelanaswandana dapat menyiapkan permintaan
Dewi Sanggalangit. Hanya binatang berkepala dua yang belum didapatnya. Patih
Pujanggeleng yang bekerja mati-matian mencarikan binatang itu akhirnya angkat
tangan, menyatakan ketidaksanggupannya kepada Raja.
Raja Kelanaswandana memerintahkan Patih Pujanggelag untuk menyamar
menjadi rakyat karena memiliki firasat yang buruk. Dan ternyata firasat Raja
Kelanaswanda benar karena ada penyusup dari Kerajaan Lodaya.
Kutipan : Perintah itu dijalankan, maka Patih Pujanggeleng mengerti maksud
Raja. Ternyata ada penyusup dari Kerajaan Lodaya.
Raja Singabarong tertidur karena menikmati saat Merak mematuki kepalanya
untuk memakan kutu-kutu yang hidup di kepalanya sehingga ia tidak mengerti
bahwa Kerajaan milik Kelanaswanda menyerbu kerajaan Lodaya.
Kutipan: Karena tertidur ia sama sekali tak mengetahui jika di luar istana
pasukan Bandarangin sudah datang menyerbu dan mengalahkan prajurit Lodaya.
Bahkan Patih Iderkala yang dikirim ke perbatasan telah binasa lebih dahulu
karena berpapasan dengan pasukan Bandarangin.
Ketika peperangan itu sudah merembet ke dalam istana dekat tamansari barulah
Raja Singabarong terbangun karena mendengan suara ribut-ribut
Raja Singabarong terbangun ketika Raja Kelanawandana datang untuk
menghukumnya. Kemudian Raja Kelanasanwana dengan kesaktiannya
menjadikan burung merak melekat pada kepala Raja Singabarong
Kutipan : Ya, maka untuk itu aku datang menghukummu! berkata demikian
Raja Kelanaswandana mengeluarkan kesaktiannya. Diarahkan ke bagian kepala
Raja Singabarong. Seketika kepala Singabarong berubah. Burung merak yang
bertengger di bahunya tiba-tiba melekat jadi satu dengan kepalanya sehingga
Raja Singabarong berkepala dua.
Saat Raja Singabarong hendak menyerang Raja Kelanaswanda dengan kerisnya,
Raja Kelanaswandana telah mengayunkan cambuk Samandiman. Ini membuat
Raja Singabarong berubah menjadi hewan berkepala dua.
Kutipan : Raja Singabarong marah bukan kepalang, ia mencabut kerisnya dan
meloncat menyerang Raja Kelanaswandana. Namun Raja Kelanaswandana segera
mengayunkan cambuk saktinya bernama Samandiman. Cambuk itu dapat
mengeluarkan hawa panas dan suaranya seperti halilintar.
Raja Kelaswanda telah berhasil menemukan binatang berkepala dua dan dapat
memenuhi persyaratan yang diajukan Dewi Sanggalangit dan hal ini mengejutkan
Raja Kediri
Kutipan : Beberapa hari kemudian Raja Kelanaswandana mengirim utusan yang
memberitahukan Raja Kediri bahwa ia segera datang membawa persyaratan
Dewi Sanggalangit. Raja Kediri langsung memanggil Dewi Sanggalangit.

Raja Kelanaswandana mendatangi Kerajaan Kediri dengan membawa seluruh


persyaratan diajukan oleh Dewi Sanggalangit
Kutipan : Demikianlah, pada hari yang ditentukan datanglah rombongan Raja
Kelanaswandana dengan kesenian Reog sebagai pengiring. Raja Kelanaswandana
datang dengan iringan seratus empat puluh empat ekor kuda kembar, dengan
suara gamelan, gendang dan terompet aneh yang menimbulkan perpaduan suara
aneh, merdu mendayu-dayu. Ditambah lagi dengan hadirnya seekor binatang
berkepala dua yang menari-nari liar namun indah dan menarik hati. Semua orang
yang menonton bersorak kegirangan, tanpa terasa mereka ikut menari-nari dan
berjingkrak-jingkrak kegirangan mengikuti suara musik.
Perjuangan Raja Kelasawandana berhasil dan menikahi Dewi Sanggalangit.
Kutipan : Demikianlah, pada akhirnya Dewi Sanggalangit menjadi permaisuri Raja
Kelanaswandana dan diboyong ke Bandarangin di Wengker.
Latar dalam cerita rakyat Asal Mula Reog Ponorogo
a. Latar tempat
Kerajaan Kediri
Kutipan : Dahulu kala ada seorang puteri yang cantik jelita bernama Dewi
Sanggalangit. Ia puteri seorang raja yang terkenal di Kediri.
Perjalanan menuju Kerajaan Bandarangin
Kutipan : Patih Iderkala dengan beberapa prajurit pilihan segera berangkat
menuju kerajaan Bandarangin dengan menyamar sebagai seorang pedagang..
Kerajaan Lodaya
Kutipan : Raja Singabarong dari Kerajaan Lodaya memerintah dengan bengis dan
kejam.
Luar Istana Kerajaaan Lodaya
Kutipan : Karena tertidur ia sama sekali tak mengetahui jika di luar istana
pasukan Bandarangin sudah datang menyerbu dan mengalahkan prajurit Lodaya.
Tamansari
Kutipan : Sementara dia sendiri segera pergi ke tamansari untuk menemui si
burung merak, karena pada saat itu kepalanya terasa gatal sekali.
Kerajaan Wengker
Kutipan :
Kelanaswandana yang memerintah kerajaan Wengker berwajah tampan dan
bertubuh gagah.
Raja Kelanaswandana memanggil semua pejabat kerajaan dan para
pendeta.
Perbatasan antara Kerajaan Lodaya dan Bandarangin
Kutipan : Prajurit Lodaya merasa girang setelah mendapatkan keterangan yang
diperlukan. Ia bermaksud kembali ke Lodoya. Namun sebelum melewati
perbatasan, anak buah Patih Pujanggeleng sudah mengepungnya, karena prajurit
itu melawan maka terpaksa para prajurit Bandarangin membunuhnya.

b. Latar waktu
Dahulu kala pada Kerajaan Kediri, Kerajaan Lodaya, dan Kerajaan Wengker.
c. Latar suasana
Bahagia

Kutipan : Semua orang yang menonton bersorak kegirangan, tanpa


terasa mereka ikut menari-nari dan berjingkrak-jingkrak kegirangan
mengikuti suara musik.
Kebingungan
Saat Dewi Sanggalangit belum juga ingin menikah
Saat Raja Kelanaswandana ataupun Raja Singabarong mencari binatang
berkepala dua.
Mengerikan
Terjadi disaat pertempuran antara Kerajaan Lodaya melawan Kerajaan
Wengker
Terjadi disaat pertempuran antara Raja Singabarong melawan Raja
Kelanaswandana
Ketakutan
Terjadi saat Raja Singabarong memimpin di Kerajaan Lodaya

Hal yang paling menarik dalam cerita rakyat Asal Mula Reog Ponorogo
Raja Kelanaswandana mendatangi Kerajaan Kediri dengan membawa seluruh
persyaratan diajukan oleh Dewi Sanggalangit
Kutipan :
Demikianlah, pada hari yang ditentukan datanglah rombongan Raja Kelanaswandana
dengan kesenian Reog sebagai pengiring. Raja Kelanaswandana datang dengan iringan
seratus empat puluh empat ekor kuda kembar, dengan suara gamelan, gendang dan
terompet aneh yang menimbulkan perpaduan suara aneh, merdu mendayu-dayu.
Ditambah lagi dengan hadirnya seekor binatang berkepala dua yang menari-nari liar
namun indah dan menarik hati. Semua orang yang menonton bersorak kegirangan,
tanpa terasa mereka ikut menari-nari dan berjingkrak-jingkrak kegirangan mengikuti
suara musik.
Alasan :
Kebahagian yang dirasakan oleh seluruh orang disaat Raja Kelanaswandana
berhasil memenuhi persyaratan yang diajukan oleh Dewi Sanggalangit dengan
susah. Akhirnya, pada waktu yang telah ditentukan Raja Kelanaswandana dan
Dewi Sanggalangit menikah.