Anda di halaman 1dari 6

Percobaanya adalah dengan membuat garam komplek tetraamin tembaga(II) sulfat.

Menimbang CuSO4.H2O

2,5 gram lalu melarutkan dalam 5ml H2O dan diperoleh larutan

bewarna biru muda. Kemudian menambahkan12,5 ml asam ammonia pekat yang dilakukan
dalam ruang asam, karena ammonium yang digunakan bersifat pekat dan mudah menguap.
Larutan yang dihasilkan berwarna biru keunguan. Ammonia pekat bertindak sebagai ligan yang
akan menggantikan ligan pergi (H2O). Ligan NH3 lebih kuat dari pada H2O sehingga akan lebih
mudah bagi NH3 untuk menggantikan H2O (Soekardjo, 1985).
Menambahakan etil alkohol pada larutan, melalui dinding gelas beaker sehingga larutan
tertutupi oleh etil alkohol. Penambahan etanol bertujuan untuk mengikat molekul air yang
terdapat dalam larutan yang mungkin dapat menggangu proses pengendapan. Menutup larutan
dengan kaca arloji untuk menghindari kontak dengan udara, lalu mendiamkan selama kurang
lebih dua malam, untuk proses pembentukan kristal. Larutan jangan sampai mengalami
goncangan karena dapat mempengaruhi proses pengendapan.
Kompleks Cu membutuhkan waktu yang lama untuk penggantian ligan-ligannya.
Senyawa kompleks yang membutuhkan waktu yang lama dalam penggantian ligan-ligannya
disebut senyawa kompleks lembam (Rivai, 1995). Gambar larutan setelah didiamkan selama dua
malam adalah sebagai berikut :

Larutan yang dihasilkan berwarna ungu dengan adanya endapan. Endapan yang terbentuk
disaring dengan kertas saring. Kemudian mencuci dengan campuran ammonia pekat : etil
alkohol (1:1) yang bertujuan untuk menghilangkan pengotor dan kontaminan yang terdapat
dalam endapan karena molekul pelarut ammonia akan menarik molekul-molekul ammonia sisa
yang mungkin tidak bereaksi, sedangkan etil alkohol akan menarik molekul etil alkohol yang
sebelumnya ditambahkan. Seharusnya pencucian dilakukan lagi menggunakan etanol

1ml,

namun dalam praktikum ini tidak dilakukan. Tujuan pencucian lagi dengan etanol adalah untuk
mencegah terjadinya ionisasi,karena jika ditambahkan dengan aquades garam akan terionisasi
menjadi ion-ion penyusunnya (Khopkar,2003).
Endapan dikeringkan didalam oven agar terbebas dari filtratnya,lalu menimbang berat
setelah pengeringan, dan diperoleh berat sebesar 1,0688 gram. Gambar dari Kristal yang sudah
kering adalah sebagai berikut :

Kristal yang dihasilkan berwarna ungu yang merupakan Kristal dari garam kompleks
tetraamin tembaga (II) sulfat. Kristal ungu merupakan warna kompleks dengan bentuk planar
segitiga. (Sukardjo,1985)
Rendemen Kristal yang terbentuk dihitung,Rendemen yang dihasilkan adalah 45,61%.
Hal ini menunjukkan cukup sedikit garam yang terbentuk dari percobaan ini yaitu hanya sebesar
45,61%.
Percobaan terakhir adalah mengenai sifat-sifat garam kompleks tetraamintembaga (II)
sulfat. Untuk mebandingkan sifat yang ada pada garam kompleks tetraamin tembaga (II) sulfat
dengan melakukan, melarutkan sedikit CuSO4.5H2O dalam 2,5ml aquades menghasilkan larutan
berwarna biru pekat. Sedangkan jika dilautkan dalam aquades yang berlebih (10ml H 2O)
mengahsilkan larutan bewarna biru muda. Reaksi yang terjadi pada garam tunggal adalah
sebagai berikut :
CuSO4 + 5H2O

(Cu(OH)5)2+ + SO42- (Vogel.1990)

Larutan ini merupaka garam tunggal Cu(II) yang memiliki warna biru baik dalam bentuk hidrat,
padat maupun dalam larutan air, warna ini khas untuk ion tetra akuokuprat(II) (Vogel, 1990).

Perbedaan warna ini terjadi pada garam-garam tersebut karena adanya perbedaan
penyerapan sinar tampak dengan panjang gelombang yang berbeda pula. Warna yang terlihat
merupakan merupakan warna komplementer yang diteruskan dari warna yang diserap
(Soekardjo, 1985). Kedua larutan tersebut dapat dilihat pada gambar berikut :

Perlakuan selanjutnya adalah memanaskan larutan garam kompleks selama beberapa


menit. Larutan garam kompleks setalah dipanaskan mengalami perubahan warna dari biru
keunguan menjadi hijau tosca, serta apabila dipanaskan terus menerus akan terdapat endapan
bewarna hitam. Bukan hanya mengalami perubahan warna saja, namun saat dipanaskan terdapat
gas yang dibebasakan, gas tersebut adalah gas SO2.

Warna coklat pada larutan garam kompleks disebabkan oleh terbentuknya endapan hitam
yang relative banyak. Endapan hitam berasal dari cu(II) yang teroksidasi menjadi cu(III) karena
adanya pemanasan dan membebaskan gas SO2 yang mudah dikenali dari bau yang seperti telur
busuk. Sehingga garam kompleks yang dilarutkan dalam air dan tidak meembentuk ion-ionya
namun menjadi ion-ion kompleksnya. Reaksi yang terjadi adalah :
Cu (NH3)4 SO4 + 2H2O

[ Cu (OH2)2 ( NH3)4]2+ + SO4

1990)
Larutan yang dipanaskan dapat dilihat pada gambar berikut :

Masih terdapat faktor kesalahan dalam percobaan ini, diantarnya:

Kesalahan dalam penimbangan Kristal.


Pengadukan yang tidak sempurna.
Pengeringan yang berlebihan.
Pendinginan campuran yang kurang lama sehingga endapan tidak terbentuk

2-

( vogel,