Anda di halaman 1dari 9

EKSKURSI GEOLOGI TEKNIK

KARIAN MULTIPURPOSE DAM


RANGKASBITUNG, PROVINSI BANTEN

Oleh
Gusti Ngurah Agung Prabawa
072001400052

TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS TEKNOLOGI KEBUMIAN DAN ENERGI
UNIVERSITAS TRISAKTI
JAKARTA
2016

BAB I
PENDAHULUAN

1. PENDAHULUAN
Ekskursi geologi teknik merupakan bagian dari praktikum geologi teknik yang
menjadi satu kesatuan dengan kuliah geologi teknik. Dalam ekskursi ini
diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih kepada mahasiswa mengenai
aplikasi ilmu geologi serta peran ahli geologi teknik dalam proyek pembangunan,
dalam hal ini Proyek Bendungan Karian. Kegiatan kali ini difokuskan pada:
1. Pengenalan Borrow Area dan quary yang merupakan hal penting dalam
menunjang pembangunan Bendungan Karian.
2. Pengaplikasian klasifikasi massa batuan dalam pembangunan terowongan
pengalih (diversion tunnel) di Bendungan Karian.
3. Melihat pengupasan dasar pondasi bendungan berdasarkan analisa klas
batuan dan kekar.

2. TUJUAN
Tujuan ekskursi geologi teknik adalah untuk memberikan wawasan mengenai
geologi teknik dalam aplikasinya pada pembangunan terowongan dan bendungan
di Proyek Pembangunan Bendungan Karian secara langsung di lapangan,
sehingga para peserta ekskursi memahami secara mendalam peran seorang ahli
geologi teknik dalam rangkaian pembangunan bangunan besar (large
construction).

3. LOKASI
Bendungan Karian secara administratif terletak di Desa Pasir, Kecamatan
Cisimeut, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Lokasi dapat dicapai dengan
menggunakan kendaraan roda 4 melalui Jakarta, Serang, Balaraja, Rangkasbitung,
dengan estimasi waktu 4 jam.

BAB II
PEMBAHASAN

Bendungan atau dam adalah konstruksi yang dibangun untuk menahan laju
air menjadi waduk, danau, atau tempat rekreasi. Seringkali bendungan juga
digunakan untuk mengalirkan air ke sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Air.
Kebanyakan dam juga memiliki bagian yang disebut pintu air untuk membuang
air yang tidak diinginkan secara bertahap atau berkelanjutan.
Bendungan karian sendiri memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai
penampung air untuk irigasi daerah sekitar bendungan, penyedia kebutuhan air
untuk Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, serta DKI Jakarta, dan penghasil tenaga
listrik mikro-hidro.
1. KONDISI GEOLOGI
Geologi lokasi bendungan termasuk dalam Formasi Genteng yang berumur
Miosen terdiri dari batupasir tufan, konglomerat, dan batulempung tufan. Semen
pada batuan yang ditemui merupakan semen silikaan. Batupasir yang tersingkap
di sepanjang tebing sungai merupakan batupasir yang mempunyai kekerasan
cukup baik dalam kondisi segar. Pada lokasi bendungan, terdapat juga endapan
aluvial dan endapan teras.
Menurut ahli geologi teknik dalam proyek ini, tidak terdapat adanya sesar
pada lokasi proyek. Terdapat struktur-struktur minor berupa kekar. Strike lapisan
batuan mengarah ke barat daya dengan kemiringan lapisan sekitar 5o.

2. KONDISI TEKNIS
Bendungan Karian memiliki 2 terowongan yang tidak saling berhubungan,
sebagai inlet dan outlet. Keduanya tidak dikerjakan secara bersamaan. Kedua
torowongan memiliki fungsi yang berbeda, untuk terowongan 1 memiliki fungsi
sebagai spillway dan akan di tutup setelah proses spillway berakhir dan
terowongan kedua memiliki fungsi sebagai pengairan pembangkit listrik mikro.

Jarak antar kedua terowongan itu sendiri ialah 2 kali diameter terowongan,
sekitar 6-7 meter. Kedua terowongan memiliki elevasi 20 meter di bawah
permukaan tanah dengan lebar 4,5 meter. Tanah pada terowongan memiliki RQD
3
antara 25 persen hingga 50 persen dan koefisien permeability ialah 1,1 x 10
cm
s

hingga 2

x 10

cm
s .

Pada lokasi bendungan terdapat rekahan dan sesar minor. Hal itu diatasi
dengan injeksi semen ke dalam batuan, tergantung nilai permeabilitasnya.
Spillway adalah pelimpah aliran yang bisa dibuka maupun ditutup. Fungsi
spillway ialah untuk mengatur laju alir air dari waduk agar tidak terjadi
kekeringan.
Pada proses pembangunan kondisi lereng sangat berpengaruh terhadap
pembuatan pondasi bendungan. Bendungan Karian termasuk tipe urugan, karena
lapisan batuan yang ada mempunyai dip yang sangat kecil (datar).

BAB III
KESIMPULAN

Pada ekskursi geologi teknik Bendungan Karian ini, dapat diambil


beberapa kesimpulan, yaitu:
1. Bendungan Karian memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai pengaliran air
ke wilayah Banten dan Jakarta, pembangkit listrik tenaga mikro, dan
irigasi daerah sekitar.
2. Tipe bendungan Karian ialah tipe urugan dengan inti tegak karena
memiliki lapisan batuan yang datar.
3. Dari segi geologi teknik bendungan Karian memilik jenis tanah yang
buruk sehingga diperlukan treatment khusus dalam pembangunannya.
4. Dari cakupan geologi bahwa lokasi pembangunan Bendungan Karian
terletak di formasi Genteng dan memiliki litologi berupa batuan sedimen
piroklastik, tidak ditemukannya sesar-sesar aktif, hanya berupa sesar
mikro (kekar).
5. Kondisi kelerengan berpengaruh terhadap pembuatan pondasi bangunan.
6. Terdapat 2 terowongan sebagai inlet dan outlet dari sungai yang tidak
dibangun secara bersamaan.

DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Bendungan (diakses pada 19 November 2016)


Modul Ekskursi Geologi Teknik Bendungan Karian, Rangkasbitung, Provinsi
Banten
Waduk Karian Rangkas Bitung Lebak Banten Aerial construction video, monthly
progress April 2016 [https://www.youtube.com/watch?v=ne4bAldpLMA] (diakses
pada 19 November 2016)

LAMPIRAN

Akses jalan menuju Bendungan Karian [https://www.youtube.com/watch?


v=ne4bAldpLMA]

Data tunnel bendungan


[https://www.youtube.com/watch?v=ne4bAldpLMA]

Aerial view Bendungan Karian


[https://www.youtube.com/watch?v=ne4bAldpLMA]

Diversion Tunnels [dok. Pribadi]

Diversion Tunnels [dok. Pribadi]

Dalam Diversion Tunnel [dok. Pribadi]

Anda mungkin juga menyukai