Anda di halaman 1dari 48

LAPORAN MANAGEMENT LABORATORIUM

PRODIA

Oleh:

Putu Rina Widhiasih

P07134014002

Luh Putu Devi Kartika

P07134014006

A.A Lidya Nirmala Dewi P07134014008


Ni Putu Puri Artini

P07134014014

Ni Made Andini Dewi

P07134014016

Thalia Anggrea Noor

P07134014018

Vitri Anastasia Irianto

P07134014020

JURUSAN ANALIS KESEHATAN


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
TAHUN 2016/2017

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Laboratorium adalah tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran ataupun
pelatihan ilmiah dilakukan. Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan
dilakukannya kegiatan-kegiatan tersebut secara terkendali. Laboratorium ilmiah
biasanya dibedakan menurut disiplin ilmunya, misalnya laboratorium fisika,
laboratorium kimia, laboratorium Biokimia,
Di laboratorium banyak sekali hal-hal yang dapat membahayakan pasien dan
praktikan apabila pengelolaan laboratorium tidak baik. Pengelolaan merupakan
suatu proses pendayagunaan sumber daya secara efektif dan efisien untuk
mencapai suatu sasaran yang diharapkan secara optimal dengan memperhatikan
keberlanjutan fungsi sumber daya. pengelolaan hendaknya dijalankan berkaitan
dengan unsur atau fungsi-fungsi manajer, yakni perencanaan, pengorganisasian,
pemberian komando, pengkoordinasian, dan pengendalian.
Pengelolaan laboratorium berkaitan dengan pengelola dan pengguna,
fasilitas laboratorium (bangunan, peralatan laboratorium, spesimen biologi,bahan
kimia), dan aktivitas yang dilaksanakan di laboratorium yang menjaga
keberlanjutan fungsinya. Pada dasarnya pengelolaan laboratorium merupakan
tanggung jawab bersama baik pengelola maupun pengguna. Oleh karena itu,
setiap orang yang terlibat harus memiliki kesadaran dan merasa terpanggil untuk
mengatur, memelihara, dan mengusahakan keselamatan kerja.
Fungsi laboratorium dikategorikan ke dalam tiga kelompok yaitu fungsi
yang

memberikan

peningkatan

pengetahuan

(knowledge),

fungsi

yang

memberikan peningkatan keterampilan (psychomotoric), dan fungsi yang


memberikan penumbuhan sikap (attitude). Kegiatan laboratorium akan
memberikan peran yang sangat besar terutaman dalam membangun pemahaman
konsep, verifikasi (pembuktian) kebenaran konsep, menumbuhkan keterampilan

proses (keterampilan dasar bekerja ilmiah) serta afektif siswa, menumbuhkan


rasa suka dan motivasi terhadap pelajaran yang dipelajari, dan melatih
kemampuan psikomotor (Depag, 2007). Laboratorium selain berperan dalam
pembelajaran, juga berperan sebagai tempat sumber belajar, karena di
laboratorium juga tersedia buku, media pembelajaran, specimen dari benda atau
objek yang telah diawetkan sebagai pengganti jika pengamatan/pengambilan
objek secara langsung tidak bisa dilakukan (Sundari, 2008).
Fasilitas laboratorium yang baik harus dilengkapi dengan berbagai
fasilitas untuk memudahkan pemakaian laboratorium dalam melakukan
aktivitasnya.Fasilitas tersebut ada yang berupa fasilitas umum dan fasilitas
khusus.Fasilitas umum merupakan fasilitas yang dapat digunakan oleh semua
pemakai Laboratorium contohnya penerangan, ventilasi, air, bak cuci ( sinks),
aliran listrik dan gas. Fasilitas khusus berupa peralatan dan mable, contohnya
meja siswa/mahasiswa, meja guru/dosen, kursi, papan tulis, lemari alat, lemari
bahan, ruang timbang, lemari asam, perlengkapan P3K, pemadam kebakaran dan
lain-lain.

1.2 Rumusan masalah


1. Apakah pengertian dan fungsi manajemen laboratorium?
2. Bagaimanakah penataan ruang, alat dan bahan di laboratorium Prodia?
3. Jenis alat apa saja yang terdapat di laboratorium Prodia?
4. Bagaimanakah struktur organisasi yang terdapat di laboratorium Prodia?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui pengertian dan fungsi manajemen laboratorium
2. Mengetahui penataan ruang, alat dan bahan di laboratorium Prodia
3. Mengetahui jenis alat yang terdapat di laboratorium Prodia
4. Mengetahui struktur organisasi yang terdapat di laboratorium Prodia

1.4 Metode
Metode yang digunakan dalam memperoleh data paper ini adalah
observasi yaitu teknik pengumpulan data dengan pengamatan langsung ke
Laboratorium Klinik Prodia, dan metode wawancara yaitu dengan melakukan
tanya jawab langsung dengan penanggung jawab Laboratorium Prodia, serta
metode studi pustaka yaitu mencari bahan dari sumber-sumber terpercaya seperti
buku dan internet.

BAB II
HASIL PENGAMATAN

1. KIMIA KLINIK PRODIA

Gambar 1. Cobas C 501 digunakan untuk


pemeriksaan kimia klinik

Gambar 2. Cobas 6000 digunakan untuk


pemeriksaan kimia klinik

Gambar 3. Tempat Penyimpanan Reagen

Gambar 4. Tempat Penyimpanan Reagen

Gambar 5. AVL 9180 Untuk Pemeriksaan


Elektrolit

Gambar 6. Hydrasis untuk Pemeriksaan


Elektropoesis

Gambar 7. Computer Untuk Entry Data

2. LABORATORIUM HEMATOLOGI PRODIA

Gambar 1. Sysmex XN 1000 untuk Pemeriksaan


Hematologi

Gambar 2. Contoh Hasil Px. Hematologi

Gambar 3. Pemeriksaan LED Secara Manual

Gambar 4. Pedoman Pemeriksaan Apusan


Darah Tepi

Gambar 5. Tempat Pengecatan/Pewarnaan


Sediaan Apusan Darah

Gambar 6.St Art For untuk Pemeriksaan


Faal Homeostasis

Gambar 7. Kuvet Untuk Alat St Art For

Gambar 8. Alat Ukur Suhu Ruang dan


Kelembaban

Gambar 9. Timer

Gambar 10. Rotator

Gambar 11. West Guard (Pengontrol Suhu dan


Kelembaban ruangan )

Gambar 12.Hasil Quality Control Pada Alat

Gambar13. Penyimpanan Reagen

Gambar14. Tempat Limbah Infeksius

Gambar15. Tempat Limbah Non infeksius

Gambar16. Berkas/Dokumen

Gambar 17. Reagen Quality Control

Gambar 18. Bentuk Koordinasi Pembagian


Jam Kerja Pegawai

3. LABORATORIUM IMUNOSEROLOGI

Gambar 1. Vidas Untuk Pemeriksaan


Imunoserologi

Gambar 2. Penyimpanan Reagen

Gambar 3. Cobas B 121 Untuk


Pemeriksaan Imunohematologi

Gambar 4. Rotator Untuk


Menghomogenkan

Gambar 5. Tempat Limbah Infeksius

4. DISTRIBUSI SAMPEL

Gambar 1. Swing Centrifuge Untuk Sentrifugasi


Sampel

Gambar 2. Bentuk Swing Centrifuge

Gambar 3. Freezer Tempat Penyimpanan


Sampel

Gambar 4. Formulir Sampel Bermasalah

Gambar 5. Pengecekan Sampel Baik


Pengecekan Kode Maupun Kondisi Sampel

Gambar 6. Tachometer alat untu


kmengkalibrasi centrifuge

5. LABORATORIUM KLINIK RUTIN DAN MIKROBIOLOGI

Gambar1. Memert Alat Untuk Inkubasi Bakteri

Gambar 2. Swing Centrifuge

Gambar 3. Media Kultur untuk alat Memert

Gambar 4. Usisys 2400 Alat untuk


pemeriksaan Urinalisa

Gambar 5. Form Penulisan Hasil Pemeriksaan


Urine Secara Mikroskopis

Gambar 6.Biomariaux untuk Pemeriksaan


Biokimia

Gambar 7. Bio Safety Cabinet Untuk Membuat


Lingkungan Yang Aseptis Dalam Analisa
Mikrobiologi

Gambar 8. Rotator Untuk


Menghomogenkan

Gambar 9. Vitex 2 Compac (Analisa Jenis


Bakteri)

Gambar 10.Tempat Limbah Infeksius

Gambar 11. Tempat Pengecatan Sampel Feses

Gambar 12.Reagen Urinalisa

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Sejarah Singkat Prodia


Prodia didirikan sebagai laboratorium sederhana pada tanggal 7 Mei 1973 di
Solo. Dan pada tahun 1975, prodia mulai mengembangkan layanan di kota Jakarta
dan Bandung. Pada tahun 1980, layanan prodia sudah mencapai 7 cabang, kemudian
berkembang hingga pada tahun 1985, layanan Prodia memiliki 10 cabang. Prodia
melengkapi struktur organisasinya dengan : Bagian Penelitian dan Pengembangan
Technical/Quality Control Department, serta Bagian Pendidikan dan Latihan bagi
karyawan. Untuk mewujudkan visi sebagai Centre of Excellence, Prodia merintis dan
melakukan kerjasama internasional dengan National University Hospital (NUH) Singapura dan Specialty Lab(Sekarang Quest Lab) USA
Pada tahun 1991 hingga 1995, layanan Prodia berhasil menjangkau Indonesia
melalui 24 cabang. Pada tahun 1996, layanan Prodia bisa dinikmati di 38 cabang.
Pada tahun 1997, Prodia membangun dan mengimplementasikan Sistem Informasi
Laboratorium berbasis Infomation Technology (IT) bernama PRILI. Pada tahun 1999,
Prodia cabang Jakarta mendapat sertifikasi ISO 9002 dan menjadi laboratorium klinik
pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi internasional.

Pada tahun 2001 hingga 2005, jumlah cabang Prodia bertambah dari 49
menjadi 94 cabang yang tersebar di Indonesia. Laboratory Technologists di Prodia
adalah yang pertama memperoleh sertifikat kompetensi dari Badan Nasional
Sertifikasi Profesi (BNSP), sementara itu Prodia dikenal sebagai laboratorium dengan
komitmen tertinggi dalam sertifikasi laboratory technologist-nya. Prodia memberikan
beasiswa kepada karyawannya untuk mengikuti program S2 dan S3 biomedik demi
meningkatkan kompetensi sumber daya manusianya. Pada tahun 2005, Sistem
Manajemen Informasi Laboratorium Prodia bermigrasi dari PRILI ke SISPRO
Pada tahun 2008, Prodia Jakarta kembali menjadi laboratorium klinik pertama
di Indonesia yang berhasil memperoleh akreditasi SNI ISO 15189, yaitu akreditasi
internasional khusus untuk laboratorium medis. Untuk meningkatkan mutu dan
layanan pemeriksaan kesehatan yang spesifik yang terkait laboratorium klinik,
didirikan sister company yakni Prodia the CRO (Contract Research Organization)
untuk layanan uji klinik obat, dan Prodia Occupational Health Institute untuk layanan
pemeriksaan kesehatan berbasis kesehatan kerja.
Pada tahun 2009, Prodia Tower, sebagai salah satu bagian untuk mewujudkan
visi Prodia sebagai Centre of Excellence, diresmikan oleh Menteri Kesehatan RI.
Pada tahun ke-3 mengikuti program External Quality Assurance (EQAS) yang
diselenggarakan oleh Bio-Rad (USA), Prodia cabang Solo berhasil masuk peringkat
26 dari 2.320 laboratorium peserta (dari 95 negara). Peringkat ini terus meningkat,
yakni menjadi peringkat 18 dari 2.532 laboratorium peserta pada 2010. Meraih Top
Brand Award dengan peringkat tertinggi untuk pertama kalinya. Pada tahun 2010,
Prodia menerima Service Excellence Award.
Dan pada tahun 2011 hingga sekarang, Prodia sudah mendirikan Prodia
Childlab di Jakarta yang berkomitmen untuk memahami kebutuhan khusus akan
layanan laboratorium untuk pasien anak. Prodia juga mendirikan pabrik reagensia
melalui sister company-nya Proline (Prodia Diagnostic Line) yang bertujuan untuk
mendukung kelancaran dan ketersediaan reagensia (bahan baku untuk pemeriksaan.
Proline menjadi pabrik reagensia dengan lisensi dari Diasys - Jerman. Prodia juga
telah berkerjasama dengan Quintiles (sebuah Contract Research Organization terbesar

di dunia) yang menjadikan Prodia dapat menangani uji klinis multicenter yang
dilakukan di berbagai negara oleh biofarmasi global.
Pada September 2011, Prodia menjadi laboratorium pertama di Indonesia yang
mendapatkan sertifikasi NGSP untuk pemeriksaan HbA1c. Pada awal 2012, Prodia
telah memiliki 110 cabang yang tersebar di 78 kota 29 propinsi.

a. Visi, Misi dan Kebijakan Mutu Prodia


Sejak awal, Drs. Andi Wijaya beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga
komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan
sepenuh hati. Komitmen itulah yang mengantarkan Prodia menjadi laboratorium
klinik terbaik dan terbesar di Indonesia seperti sekarang ini, serta menjadi Pusat
Rujukan Nasional. Berikut adalah visi, misi dan kebijakan mutu Prodia :
Visi

1. Menjadi layanan kesehatan terpercaya menunjang pengobatan generasi baru


(Transforming towards reliable Next Generation Health Care).
2. Sebagai Centre of Excellence.
(Visi Prodia sebagai Centre of Excellence, membawa Prodia untuk terus
meningkatkan kualitas dan layanan kepada para pelanggan. Beberapa aktivitas
Prodia untuk mencapai tujuan sebagai Centre of Excellence)
Misi

: Untuk Diagnosa Lebih Baik

Kebijakan Mutu

Melalui kinerja berlandaskan mutu, manajemen dan karyawan prodia memiliki


komitmen untuk menghasilkan pemeriksaan dan layanan prima yang memuaskan
pelanggan dan pihak terkait, serta melakukan perbaikan berkesinambungan.
Kualitas pemeriksaan di Prodia adalah yang terbaik. Melalui sistem manajemen
mutu Prodia, maka hasil terbaik itu juga didapatkan secara konsisten di setiap cabang
Prodia di Indonesia. Sistem mutu tersebut meliputi :
b. Bagian Pengawasan Manajemen Mutu dan Technical Quality Assurance
(TQA) :
1. Prodia memastikan Standard Operating Procedure (SOP) terimplementasi
sempurna dan menyeluruh di setiap cabang Prodia
2. Memastikan setiap kantor cabang prodia memenuhi persyaratan ISO 9001 :
2008 dan ISO 15189.
3. Melakukan program audit mutu internal dan eksternal dari badan sertifikasi
secara berkala.
c. Mengikuti Program Pemantapan Mutu Nasional dan Internasional :
1. Program Nasional Pemantapan Mutu Eksternal - Depkes RI
2. External Quality Assurance (EQAS) Biorad - USA
3. Royal College of Pathologists of Australasia (RCPA) - Australia
4. College of American Pathologist (CAP) - USA
5. Medical Laboratory Evaluation (MLE) - USA
6. Euroimun Germany
d. Pusat Informasi Diagnostik Prodia :
Menyediakan informasi terkini mengenai perkembangan ilmu kedokteran untuk
dokter dan masyarakat melalui:
1. Buletin Forum Diagnosticum (buletin dwibulanan, membahas 1 topik baru
tentang kedokteran laboratorium atau topik kesehatan lainnya) dan Informasi

Laboratorium (buletin dwibulanan berisi 3-4 topik tentang kedokteran


laboratorium) untuk para dokter.
2. Seminar, diskusi ilmiah dan penyuluhan kesehatan untuk masyarakat umum.
3. Perpustakaan yang memiliki lebih dari 1.200 text book, 40 jurnal ilmiah dan
majalah kesehatan.
4. Brosur, booklet dan majalah kesehatan.
5. Website dengan alamat www. prodia.co.id
e. Menunjang Pengembangan Ilmu Kedokteran Laboratorium :
Langkah ini dibangun melalui jalinan kerjasama dengan institusi luar negeri, antara
lain:
1. National University Hospital Singapore (NUH) di Singapura www.nus.edu.sg
2. Quest Diagnostic di Amerika Serikat http://www.questdiagnostics.com serta
organisasi profesi di bidang kesehatan
3. Himpunan Kimia Klinik Indonesia (HKKI) www.hkki.org
4. Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia (PATELKI)
www.patelki.org
5. Asian and Pacific Federation of Clinical Biochemistry (APFCB)
www.apfcb.org
6. Asia Association of Medical Laboratory Scientists (AAMLS)
www.aamls.jamt.jp
7. Clinical Laboratory Standard Institute (CLSI) www.clsi.org
8. American Association for Clinical Chemistry (AACC) www.aacc.org
f. Laboratorium Pusat Rujukan Nasional (PRN) :
Berlokasi di Prodia Tower, PRN melayani lebih dari 500 jenis pemeriksaan
laboratorium dengan rata-rata 150.000 sampel/bulan. PRN beroperasi 24 jam sehari
dan menggunakan sistem online untuk registrasi pasien dari perujuk, interfacing alat
laboratorium dan pengiriman hasil pemeriksaan ke perujuk

g. Pusat Penunjang Penelitian :


Layanan ini disediakan sejak tahun 1991 dan hingga saat ini telah mendukung lebih
dari 1.100 penelitian yang melibatkan 450 jenis pemeriksaan yang khusus disediakan
untuk penelitian.
Untuk menunjang visi ini, Prodia menyediakan fasilitas :
1. Laboratorium Riset dan Esoterik
2. Laboratorium Molekuler
3. Laboratorium Analitik untuk liquid chromatography dan mass spectrometry
h. Laboratorium Sentral Untuk Semua Bidang Kedokteran
Para profesional Prodia merupakan pendiri dan pengurus aktif di beberapa organisasi,
seperti :
1. Perhimpunan Aterosklerosis dan Penyakit Vaskular Indonesia (PAPVI)
2. Himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISOBI)
3. Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA)
i. Penelitian & Pengembangan Ilmu Kesehatan di Indonesia
Prodia dilengkapi dengan Departemen Pengembangan Diagnostik dengan fokus
pada :
1. Trend spotter : mengevaluasi perkembangan ilmu dan teknologi laboratorium
kesehatan, termasuk pemeriksaan, metode dan instrumen.
2. Pengembangan jenis pemeriksaan baru, mencari perlengkapan dan metode
pemeriksaan terbaru untuk memastikan bahwa Prodia menunjang diagnosis
yang lebih akurat dan presisi.

j. Pengendalian Mutu Prodia


1.

Pengendalian Pra-analitik
Tujuan : untuk menjamin bahwa specimen yang diterima benar dan dari
pasien yang benar

Cara pengendalian :
1) Menyediakan katalog pemeriksaan, berisi informasi sbb : Persyaratan
pasien, cara pengambilan specimen dan volume spesimen, wadah
specimen, pengiriman & penyimpanan spesimen
2) Pengambilan darah dilakukan oleh tenaga profesional
3) Memperhatikan mengenai urutan penggunaan tabung vacutainer
4) Penggunaan vacutainer SST dan sentrifuge swing rotor, sehingga
menghasilkan kualitas serum yang baik
5) Penggunaan Sisten Informasi Laboratorium terintegrasi dengan Sistem
Pembacaan Barcode, jaminan sampel tidak tertukar, tidak salah
pemeriksaan dan sekuritas tinggi terhadap data pasien.
2.

Pengendalian Analitik
Tujuan : Untuk menjamin bahwa proses pemeriksaan dan hasil yang diperoleh
telah memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan
Cara Pengendalian :
1) Mutu

SDM,

Mutu

Reagen,

Mutu

alat,

Prosedur

pemeriksaan,

Kesinambungan supply, Praktik Keselamatan Kerja, Dokumentasi.


2) Program QC :
Program QC Internal (Harian, Bulanan, Periodik)
Program QC Eksternal (Nasional dan Internasional)
3) Pelaporan hasil pemeriksaan
Hasil kalibrasi slope, linearitas, presisi
Levey Jennings Chart dan Westgard multirole
Trend hasil pasien
Status hasil sebelumnya
Kriteria hasil yang perlu diulang
3.

Pengendalian Post Analitik

Tujuan : Untuk menjamin bahwa hasil pemeriksaan yang diberikan kepada


pelanggan merupakan hasil yang benar
Cara Pengendalian :
Sistem kontroling validitas hasil oleh quality validator dan dokter patologi
klinik, menjamin kualitas hasil pemeriksaan yang dikeluarkan telah melewati
berbagai uji dan pemastian sesuai dengan kondisi klinis pasien

3.2 Organisasi
a. Manajemen
Prodia dikendalikan oleh manajemen yang sudah berpengalaman dan teruji di bidang
laboratorium klinik :
1. Dr. Dewi Muliaty, M.Si. sebagai Direktur Utama. Seorang Doktor di bidang
Biomedik dengan pengalaman kerja di laboratorium klinik lebih dari 25
tahun.
2. Dr. Indriyanti Rafi Sukmawati, M.Si. sebagai Direktur Pemasaran.
3. Andri Hidayat, M.Si., Apt. sebagai Direktur Operasional.
4. Dra. Tetty Hendrawati, M.Kes. sebagai Direktur Umum.
5. Liana Kuswandi, SE, M.Fin. sebagai Direktur Keuangan.
b. Tenaga Profesional
Tenaga profesional di Prodia didapatkan melalui sistem rekrutmen ketat. Untuk
pengembangan kemampuan dan keilmuan para profesional tersebut, Prodia
melakukan sejumlah pelatihan bertahap dan berkala.
1. Proporsi Pendidikan : S1 (40 %), S2 (40 %) dan S3 (10 %)
2. Proporsi Kompetensi : ahli teknologi laboratorium (40%), dokter dan
paramedis (30%), serta manajemen (10 %)
3. Pelatihan : lama pelatihan rata-rata yang diterima per karyawan dalam setahun
100 jam (20%) dan 200 jam (40 %)
c. Sasaran dan Mitra Kerja Prodia

Masyarakat Umum
Melayani pelanggan dengan lebih baik merupakan tujuan utama Prodia. Selain
melayani pelanggan langsung di cabang-cabang Prodia, layanan yang bisa didapatkan
pelanggan antara lain :
1. Pengambilan sampel di rumah pelanggan.
2. Pengiriman hasil pemeriksaan laboratorium ke rumah pelanggan.
3. Akses hasil pemeriksaan secara on-line.
4. Edukasi pelanggan tentang kesehatan melalui seminar maupun bahan cetakan
lainnya.
Dokter
Prodia memandang para dokter sebagai mitra dalam mengembangkan ilmu
kedokteran laboratorium dan meningkatkan penanganan dan keselamatan pasien.
Beberapa upaya yang dilakukan Prodia, antara lain :
1. Menyelenggarakan seminar dan menyebarkan informasi diagnostik terbaru
melalui diskusi ilmiah maupun publikasi lainnya.
2. Menerbitkan Forum Diagnosticum, Informasi Laboratorium dan The
Indonesian Biomedical Journal (IBJ) yang membahas perkembangan ilmu
pengetahuan terbaru di bidang kedokteran laboratorium.
Perusahaan
Kebutuhan tiap perusahaan dalam melakukan medical check up berbasis kesehatan
kerja merupakan alasan mengapa Prodia menjadi mitra banyak perusahaan. Prodia
melayani lebih dari 600 perusahaan setiap tahunnya.
Rumah Sakit dan Laboratorium Klinik
Sebagai Pusat Rujukan Nasional, Prodia merupakan mitra bagi sebagian besar rumah
sakit dan laboratorium klinik lainnya, terutama untuk memenuhi kebutuhan tes
laboratorium khusus. Melayani lebih dari 450 jenis tes ditambah dengan tes yang
dilakukan jaringan laboratorium di luar negeri, Prodia telah berhasil melakukan lebih

dari 120.000 tes bagi lebih dari 1.400 rumah sakit, klinik spesialis dan laboratorium
klinik lainnya di seluruh nusantara.
Institusi
Prodia memiliki komitmen untuk turut mengembangkan ilmu kedokteran
laboratorium di Indonesia. Sejak tahun 2007, Prodia bekerjasama dengan fakultas
kedokteran terkemuka di Indonesia dan telah menghasilkan sejumlah penelitian demi
kemajuan ilmu kedokteran laboratorium di Indonesia.
Organisasi Kemasyarakatan
Beragam jenis kerjasama telah dilakukan antara Prodia dengan berbagai organisasi
kemasyarakatan. Bergerak dalam bidang kesehatan di negara dengan populasi
terbesar ke-4 di dunia, di mana beragam masalah kesehatan merupakan bagian dari
kehidupan masyarakatnya, Prodia merasa terpanggil untuk melibatkan diri dengan
organisasi kemasyarakatan yang menangani masalah-masalah kesehatan.
Mitra Kerja Prodia
Untuk mendukung operasional laboratorium, Prodia bermitra dengan beberapa
pemasok berskala internasional seperti Roche, Abbot, Siemens, Sysmex, dan lainlain.

3.3 Tata Ruangan Laboratorium Prodia


Luas ruangan setiap kegiatan harus cukup menampung peralatan yang
dipergunakan,

aktifitas

dan

jumlah

petugas

yang

berhubungan

dengan

spesimen/pasien untuk kebutuhan pemeriksaan laboratorium. Semua ruangan harus


mempunyai tata ruang yang baik sesuai alur pelayanan dan memperoleh sinar
matahari/cahaya dalam jumlah yang cukup.

Laboratorium Prodia memiliki masing-masing bagian ruang yang diperuntukan


untuk masing-masing proses. Terdapat beberapa ruang yang memiliki sekat, namun
juga ada ruangan yang tidak diisi sekat. Pemberian sekat bertujuan karena proses
yang terdapat di ruangan itu bersifat infeksius. Sedangkan, padabeberapa ruang tidak
diisi sekat agar ruangan terlihat lebih luas. Adapun beberapa bagian di Laboratorium
Prodia, yaitu :
1

Ruang distribusi sampel

Ruang kimia klinik

Ruang hematologi

Ruang imunoserologi

Ruang urinalisa

Ruang mikrobiologi
Persyaratan umum konstruksi ruang laboratorium sebagai berikut:
1

Dinding terbuat dari tembok permanen warna terang, menggunakan cat


yang tidak luntur. Permukaan dinding harus rata agar mudah dibersihkan,
tidak tembus cairan serta tahan terhadap desinfektan.

Langit-langit tingginya antara 2,70-3,30 m dari lantai, terbuat dari bahan


yang kuat, warna terang dan mudah dibersihkan.

Pintu harus kuat rapat dapat mencegah masuknya serangga dan binatang
lainnya, lebar minimal ,20 m dan tinggi minimal 2,10 m.

Jendela tinggi minimal 1,00 m dari lantai.

Semua stop kontak dan saklar dipasang minimal 1,40 m dari lantai.

Lantai terbuat dari bahan yang kuat, mudah dibersihkan, berwarna terang
dan tahan terhadap perusakan oleh bahan kimia, kedap air, permukaan rata
dan tidak licin. Bagian yang selalu kontak dengan air harus mempunyai
kemiringan yang cukup kearah saluran pembuanga air limbah. Antara lantai
dengan dinding harus berbentuk lengkung agar mudah dibersihkan.

Meja terbuat dari bahan yang kuat, kedap air, permukaan rata dan mudah
dibersihkan dengan tinggi 0,80-1,00 m. Meja untuk instrumen elektronik
harus tahan getaran.

Tujuan Tata Letak laboratorium


1

Mengurangi hambatan dalam upaya melaksanakan suatu pekerjaan yang


menjadi tanggung jawabnya.

memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna/pekerja/operato.

Memaksimalkan penggunaan peralatan.

Memberikan hasil yang maksimal dengan pendanaan yang minimal

Mempermudah pengawasan.
Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam menyusun tata letak peralatan dan
perabotan laboratorium adalah:

mudah dilihat

mudah dijangkau

aman untuk alat

aman untuk pemakai

3.4 Manajemen Sub Laboratorium Prodia


a. Laboratorium Kimia Klinik (Kimia Darah)
Laboratorium kimia klinik merupakan sub unit laboratorium kesehatan yang
melaksanakan pelayanan pemeriksaan di bidang kimia klinik atau kimia darah
yang berfungsi untuk menunjang upaya diagnosis penyakit, penyembuhan
penyakit dan pemulihan kesehatan. Pada laboratorium Klinik Prodia Sub unit
Laboratorium kimia memiliki 2 alat besar otomatis yang digunakan dalam
melakukan pemeriksaan kimia klinik. Alat tersebut yaitu Cobas C 501 dan Cobas
6000. Penggunaan 2 alat ini bertujuan untuk mengantisipasi apabila salah satu alat
mengalami trouble atau memasuki masa kalibrasi sehingga perngerjaan sampel
tidak terhambat. Tetapi, alat yang lebih sering digunakan untuk mengerjakan
samprel adalah Cobas C 501 karena memiliki daya tampung sampel lebih banyak
sekali runningnya.
Alur penerimaan sampel di sub. Lab. Kimia Klinik adalah sampel yang sudah
di cek dan diterima pada bagian distribusi sampel kemudian dipreparasi. Khusus
untuk kimia klinik darah sampel yang digunakan berupa serum sehingga darah
yang telah ditampung pada tabung vacutainer dengan etiket kuning dilakukan
sentrifugasi terlebih dahulu pada bagian distribusi sampel sebelum sampelnya di
kirim ke bagian kimia klinik. Setelah itu dilakukan input data pemeriksaan pada
alat.
Sebelum running sampel, alat otomatis yang digunakan dilakukan QC terlebih
dahulu dengan bahan control bertujuan untuk menentukan ketelitian pemeriksaan
pada hari tersebut. Pemeriksaan bahan control dilakukan setiap hari kerja dan
setiap pergantian shift petugas. QC dilakukan pada setiap parameter pemeriksaan
kimia klinik. Setelah control yang diperiksa masuk pada alat nilai yang diperoleh
dicatat pada formulir periode control. Kemudian dilihat penyimpangannya

terhadap nilai rujukan dalam satuan standar deviasi index. Satuan SD yang
diperoleh dapat di plot pada grafik control. Proses QC menggunakan aturan
Westgard Multirule dan Levey Jennings Chart. QC ini berfungsi untuk
mendeteksi gangguan ketelitian baik berupa kesalahan acak maupun gangguan
ketepatan berupa kesalahan sistematis sehingga hasil pemeriksaan yang
dikeluarkan oleh laboratorium Prodia dapat dijamin keakuratannya.
Kalibrasi terhadap alat dilakukan setiap 6 bulan sekali oleh teknisi. Apabila
operator lupa mengkalibrasi alat, maka alat akan langsung mengingatkan dengan
cara berhenti bekerja walaupun sudah diset untuk bekerja. Selain itu juga
dilakukan pencatatan suhu alat dan ruangan secara rutin setiap harinya guna
mengetahui stabilitas suhu di ruangan dan alat. Suhu yang sudah terbaca dicatat
dalam log book pencatatan suhu. Penyimpanan reagen di sub lab kimia klinik
Prodia di simpan dalam refrigerator yang memiliki suhu 2 8 oC. Pemakaian
reagen di sub lab kimia klinik prodia menggunakan prinsip first in first out guna
mengefisienkan penggunaan reagen dan meminimalisir terjadinya pemborosan.
Dalam laboratorium kimia klinik, terdapat beberapa parameter pemeriksaan,
seperti :
Parameter

Spesimen

Alat

Faal Hati :

Serum atau plasma. Khusus

Cobas C 501 atau Cobas

HbA1C menggunakan

6000

SGOT, SGPT, ALP, GGT,


Bilirubin Direk, Bilirubin
total, total protein,
Albumin, Globulin.
Faal Ginjal :
BUN, Creatinin, UA
Lipid Profile:

sampel Whole blood.

Kolesterol total, TG, HDL,


LDL, Apo B.
Lain :
Glukosa, HbA1C,
Amylase, LDH, SI/TIBC,
CRP

b. Laboratorium Hematologi
Sub laboratorium Hematologi adalah bagian laboratorium yang melakukan
pemeriksaan yang berhubungan dengan darah, baik itu pemeriksaan darah lengkap
hingga pemeriksaan morfologi sel-sel darah putih.
Peralatan
1. Sysmex XN 1000
Sysmex XN 1000 merupakan alalyzer full automatic yang digunakan
untuk pemeriksaan hematologi khususnya DL. Mesikpun alat ini
hanya berkemampuan 5 diff, namun alat ini sudah beroperasi secara
full automatic. Cara kerjanya dimasukan data sampel dan spel cukup
diletakan pada rak tabung pada alat dengan barcode tabung
menghadap ke luar. Alat tersebut akan memipet sampel secara
automtis dan hasil akan langsung ditampilkan pada monitor. Setelah
hasil pemeriksaan ditampilkan, petugas dapat mencetak hasil atau
tidak jika ditemukan kejanggalan pada hasil, pemeriksaan dapat
dilakukan pengulangan.Alat Sysmex XN 1000 ini menggunakan dua
jenis reagen, reagen yang memerlukan suhu dingin dan reagen yang
dapat digunakan pada suhu ruang.Reagen yang membutuhkan suhu

dingin diletakan langsung didalam alat pada tempat yang telah


disediakan, sedangkan reagen yang dapat digunakan pada suhu ruang
diletakan dibawah meja alatdan disambungkan ke alat dengan
menggunakan selang kecil.Limbah yang dihasilkan oleh alat ini adalah
berupa cairan sehingga limbah tersebut ditampung pada jerigen khusus
yang disambungkan selang.
2. Komputer
Computer ini digunakan untuk mengimput data pasien pada
pemeriksaan hematologi.Selain itu alat ini juga berfungsi sebagai
output hasil pemeriksaan menggunakan analyzer Sysmex NX
1000.Komputer ini hanya khusus digunakan untuk alat hematologi ini,
dan dilarang keras digunakan untuk kepentingan diluar pemeriksaan
dan kalibrasi alat karena dapat menyebabkan system eror saat pada
analyzer Sysmex NX 1000.Selain digunakan untuk pemeriksaan,
computer ini juga berfungsi untuk menginput data saat melakukan
kalibrasi harian yang dilakukan oleh petugas. Dan untuk mengetahui
sub laboratorium lain yang belum melakukan kalibrasi alat harian.
3. Rak & pipet Westergreen
Rak dan pipet Westergreen digunakan untuk melakukan pemeriksaan
LED (Laju Endap Darah) secara manual.Kedu alat ini telah mengalami
modifikasi, hal ini terlihat dari bentuk tabung yang lebih kecil dan
rampaing begitu pula rak Westergreen yang digunakan memili tinggi
yang lebih rendah dibandingkan dengan normalnya.Selain itu pada
laboratorium hematologi ini pipet Westergreen yang digunakan berupa
pipet yang disposable (sekali pakai).Pipet Westergreen ini terbuat dari
plastic sehingga dapat dibuang setelah digunakan, hal ini bertujuan
untuk meminimalisir adanya kontaminasi alat dari pemeriksaan
sebelumnya atau pencucian yang belum tuntas yang tentunya dapat
mengganggu hasil pemeriksaan.

4. Rak pengecatan
Rak pengecatan merupakan tempat yang digunakan untuk mengecat
sediaan/preparat pada objek glass, khususnya sediaan hapusan darah
pada sub laboratorium hematologi ini.
5. Mikroskop
Mikroskop merupakan alat optic yang digunkan dalam pembacaan
preparat/sediaan apusan darah yang telah dilakukan pengecatan
tersebut. Pada tempat peletakan mikroskop ini dilengkapi dengan
panduan gambar-gambar tentang morfologi sel-sel darah, hal ini
bertujuan untuk mempermudah petugas dalam melakukan diff count.
Pemeriksaan apusan darah dilakukan oleh dokter spesialis patologi
klinik.
6. St Art For
St Art For ini merupakan alat pemeriksaan PTT/APTT atau yang
sering disebut dengan pemeriksaan Faal Hemostasis. Alat ini
pengerjaanya masih manual dan tidak menggunakan input seperti alat
analyzer lainya.
7. Kuvet St Art For
Kuvet ini khusus digunakan

hanya untuk alat St Art For dalam

pemeriksaan PTT/APTT, kuvet ini terbuat dari plastic yang bersifat


disposable (sekali pakai).
8. Thermometer
Thermometer ini digunakan untuk mengetahui stabilitas suhu ruangan
ataupun alat harian, pengecekan suhu ruangan dan alat harus dilakukan
sebanyak 3 kali dalam sehari, selain pengecekan suhu, pada
thermometer ini juga dilengkapi dengan persentase kelembapan udara.
Dimana suhu ruangan yang optimum adalah 25-26oC dan suhu
penyimpanan reagen 2-8oC.Sedangkan untuk kelembapan udara yang

optimal pada laboratorium adalah 43-46%.Semua tersebut telah diatur


pada standar operasional penggunaan alat di laboratorium hematologi.
9. Timer
Timer berfungsi sebagi alarm saat melakukan pengecatan apusan darah
yang tentunya melalui inkubasi waktu tertentu, selain itu timer juga
digunakan saat melakukan pemeriksaan LED (Laju Endap Darah)
dengan menggunakan mwtoda Westergreen.
10. Rotator
Rotator digunakan sebagai penghomogen darah sebelum dilakukan
pemeriksaan

hematologi,

hal

ini

bertujuan

utnuk

meratakan

penyebaran sel-sel darah dalam tabung, sehingga saat sampel diambil,


sebagian sampel tersebut dapat mewakili seluruh bagian sampel yang
diambil.
11. Refrigerator
Refrigerator digunakan untuk penyimpanan reagen dan kalibrator alat
yang digunakan untuk mengkalibrasi alat setiap harinya.Selain itu
refreigerator ini digunakan untuk menyimpan beberapa zat yang tidak
tehen jika disimpan pada suhu ruang seperti reagen-reagen yang
digunakan didalam alat.

Hasil
Pada alat Sysmex NX 100- hasil langsung dicetak tanpa ada proses editing
terlebih dahulu, terkecuali terdapat beberapa kesalahan sehingga pemeriksaan
harus dilakukan pengulangan. Selain alat tersebut seperti alat PTT/APTT,
LED, dan Apusan Darah, hasilnya harus diketikan secara manual barulah
dilakukan pencetakan secara manual sehingga hasil dapat dilampirkan
bersama hasil pemeriksaan DL pada alat Sysmex NX 1000.

Penanganan limbah

Limbah yang dihasilkan dari sub laboratorium Hematologi adalah berupa


tabung vacutainer, mikrotipe, tissue, cuvet, dan tabung westergreen. Limbah
infeksius dibuang pada tong sampah yang berlabel kuning yang bertuliskan
infeksius, sedangkan limabh seperti kertas dibuang pada tong sampah yang
berlabel hitam dan bertuliskan Limbah Domestik. Seluruh limbah
dikumpulkan pada bagian pengumpulan limbah dan di angkut oleh pengepul
setiap minggu dan dikirim langsung ke Malang untuk dilakukan pengolahan.
Sub laboratorium Hematologi adalah bagian laboratorium yang melakukan
pemeriksaan yang berhubungan dengan darah, baik itu pemeriksaan darah lengkap
hingga pemeriksaan morfologi sel-sel darah putih.

Peralatan
12. Sysmex XN 1000
Sysmex XN 1000 merupakan alalyzer full automatic yang digunakan
untuk pemeriksaan hematologi khususnya DL. Mesikpun alat ini
hanya berkemampuan 5 diff, namun alat ini sudah beroperasi secara
full automatic. Cara kerjanya dimasukan data sampel dan spel cukup
diletakan pada rak tabung pada alat dengan barcode tabung
menghadap ke luar. Alat tersebut akan memipet sampel secara
automtis dan hasil akan langsung ditampilkan pada monitor. Setelah
hasil pemeriksaan ditampilkan, petugas dapat mencetak hasil atau
tidak jika ditemukan kejanggalan pada hasil, pemeriksaan dapat
dilakukan pengulangan.Alat Sysmex XN 1000 ini menggunakan dua
jenis reagen, reagen yang memerlukan suhu dingin dan reagen yang
dapat digunakan pada suhu ruang.Reagen yang membutuhkan suhu
dingin diletakan langsung didalam alat pada tempat yang telah
disediakan, sedangkan reagen yang dapat digunakan pada suhu ruang
diletakan dibawah meja alatdan disambungkan ke alat dengan
menggunakan selang kecil.Limbah yang dihasilkan oleh alat ini adalah

berupa cairan sehingga limbah tersebut ditampung pada jerigen khusus


yang disambungkan selang.
13. Komputer
Computer ini digunakan untuk mengimput data pasien pada
pemeriksaan hematologi.Selain itu alat ini juga berfungsi sebagai
output hasil pemeriksaan menggunakan analyzer Sysmex NX
1000.Komputer ini hanya khusus digunakan untuk alat hematologi ini,
dan dilarang keras digunakan untuk kepentingan diluar pemeriksaan
dan kalibrasi alat karena dapat menyebabkan system eror saat pada
analyzer Sysmex NX 1000.Selain digunakan untuk pemeriksaan,
computer ini juga berfungsi untuk menginput data saat melakukan
kalibrasi harian yang dilakukan oleh petugas. Dan untuk mengetahui
sub laboratorium lain yang belum melakukan kalibrasi alat harian.
14. Rak & pipet Westergreen
Rak dan pipet Westergreen digunakan untuk melakukan pemeriksaan
LED (Laju Endap Darah) secara manual.Kedu alat ini telah mengalami
modifikasi, hal ini terlihat dari bentuk tabung yang lebih kecil dan
rampaing begitu pula rak Westergreen yang digunakan memili tinggi
yang lebih rendah dibandingkan dengan normalnya.Selain itu pada
laboratorium hematologi ini pipet Westergreen yang digunakan berupa
pipet yang disposable (sekali pakai).Pipet Westergreen ini terbuat dari
plastic sehingga dapat dibuang setelah digunakan, hal ini bertujuan
untuk meminimalisir adanya kontaminasi alat dari pemeriksaan
sebelumnya atau pencucian yang belum tuntas yang tentunya dapat
mengganggu hasil pemeriksaan.
15. Rak pengecatan

Rak pengecatan merupakan tempat yang digunakan untuk mengecat


sediaan/preparat pada objek glass, khususnya sediaan hapusan darah
pada sub laboratorium hematologi ini.
16. Mikroskop
Mikroskop merupakan alat optic yang digunkan dalam pembacaan
preparat/sediaan apusan darah yang telah dilakukan pengecatan
tersebut. Pada tempat peletakan mikroskop ini dilengkapi dengan
panduan gambar-gambar tentang morfologi sel-sel darah, hal ini
bertujuan untuk mempermudah petugas dalam melakukan diff count.
Pemeriksaan apusan darah dilakukan oleh dokter spesialis patologi
klinik.
17. St Art For
St Art For ini merupakan alat pemeriksaan PTT/APTT atau yang
sering disebut dengan pemeriksaan Faal Hemostasis. Alat ini
pengerjaanya masih manual dan tidak menggunakan input seperti alat
analyzer lainya.
18. Kuvet St Art For
Kuvet ini khusus digunakan

hanya untuk alat St Art For dalam

pemeriksaan PTT/APTT, kuvet ini terbuat dari plastic yang bersifat


disposable (sekali pakai).
19. Thermometer
Thermometer ini digunakan untuk mengetahui stabilitas suhu ruangan
ataupun alat harian, pengecekan suhu ruangan dan alat harus dilakukan
sebanyak 3 kali dalam sehari, selain pengecekan suhu, pada
thermometer ini juga dilengkapi dengan persentase kelembapan udara.
Dimana suhu ruangan yang optimum adalah 25-26oC dan suhu
penyimpanan reagen 2-8oC.Sedangkan untuk kelembapan udara yang

optimal pada laboratorium adalah 43-46%.Semua tersebut telah diatur


pada standar operasional penggunaan alat di laboratorium hematologi.
20. Timer
Timer berfungsi sebagi alarm saat melakukan pengecatan apusan darah
yang tentunya melalui inkubasi waktu tertentu, selain itu timer juga
digunakan saat melakukan pemeriksaan LED (Laju Endap Darah)
dengan menggunakan mwtoda Westergreen.
21. Rotator
Rotator digunakan sebagai penghomogen darah sebelum dilakukan
pemeriksaan

hematologi,

hal

ini

bertujuan

utnuk

meratakan

penyebaran sel-sel darah dalam tabung, sehingga saat sampel diambil,


sebagian sampel tersebut dapat mewakili seluruh bagian sampel yang
diambil.
22. Refrigerator
Refrigerator digunakan untuk penyimpanan reagen dan kalibrator alat
yang digunakan untuk mengkalibrasi alat setiap harinya.Selain itu
refreigerator ini digunakan untuk menyimpan beberapa zat yang tidak
tehen jika disimpan pada suhu ruang seperti reagen-reagen yang
digunakan didalam alat.

Hasil
Pada alat Sysmex NX 100- hasil langsung dicetak tanpa ada proses editing
terlebih dahulu, terkecuali terdapat beberapa kesalahan sehingga pemeriksaan
harus dilakukan pengulangan. Selain alat tersebut seperti alat PTT/APTT,
LED, dan Apusan Darah, hasilnya harus diketikan secara manual barulah
dilakukan pencetakan secara manual sehingga hasil dapat dilampirkan
bersama hasil pemeriksaan DL pada alat Sysmex NX 1000.

Penanganan limbah

Limbah yang dihasilkan dari sub laboratorium Hematologi adalah berupa


tabung vacutainer, mikrotipe, tissue, cuvet, dan tabung westergreen. Limbah
infeksius dibuang pada tong sampah yang berlabel kuning yang bertuliskan
infeksius, sedangkan limabh seperti kertas dibuang pada tong sampah yang
berlabel hitam dan bertuliskan Limbah Domestik. Seluruh limbah
dikumpulkan pada bagian pengumpulan limbah dan di angkut oleh pengepul
setiap minggu dan dikirim langsung ke Malang untuk dilakukan pengolahan.

c. Distribusi Sampel
Sub Laboratorium Distribusi sampel merupakan sub lab yang berperan
menerima sampel pertama dari bagian sampling dan berperan dalam preparasi sampel
dan mendistribusikan sampel ke sub-sub lab lainya untuk dilakukan pemeriksaan.
Bagian distribusi sampel memiliki peranan penting untuk menyiapkan sampel dan
menilai sampel dalam memenuhi syarat untuk dilakukan pemeriksaan.Bagian
distribusi sampel juga berperan dalam penolakan sampel, jika sampel yang
dikirimkan ke laboratorium tidak memenuhi syarat pemeriksaan.Di bagian distribusi
sampel banyak hal yang harus diperhatikan mulai dari penerimaan sampel, identitas
pasien, penilaian sampel, pemisahan sampel, penempatan, penyimpanan sampel, dan
pendistribusian sampel.

Peralatan
Peralatan yang digunakan terdapat beberapa jenis diantaranya :
1. Centrifuge
Terdapat 2 jenis centrifuge yang digunakan yaitu yang pertama rortor
non swing dan swing rotor. Pada bagian distribusi sampel digunakan 2
buah centrifuge swing rotor dan 1 buah centrifuge non swing.
Penggunaan centrifuge swing rotor bertujuan untuk memisahkan
serum dengan sel darah agar batas pisahanya benar-benar berbentuk
datar karena tujuan pemeriksaan tertentu, contohnya pemeriksaan

kimia yang menggunakan tabung kuning, sedangkan penggunaan


centrifuge non swing bertujuan untuk memisahkan sampel yang tidak
memerlukan batas pemisah serum dengan darah yang berbentuk datar,
melainkan dapat dilakukan pemeriksaan walaupun bentuknya miring.
Perawatan khusus yang dilakukan pada centrifuge ini adalah dengan
membersihkan setelah dan sebelum digunakan
2. Pipet tetes
Pipet tetes merupakan alat yang berfungsi untuk mengambil sampel
cairan dari suatu bahan, contohnya mengambil bagian serum pada
darah yang sudah dicentrifugasi. Pipet tetes dapat berupa kaca ataupun
dapat berupa plastic yang bersifat disposable.Pada sub laboratorium
distribusi sampel digunakan pipet tetes yang bersifat disposable yang
terbuat dari plastic.Perawatan khusus untuk alat ini tidak ada dan alat
ini juga tidak perlu dikalibrasi dikarenakan pipet tetes ini tidak
memiliki skala yang tepat dan ketelitian alat ini juga sangat rendah.
3. Mikro pipet
Mikro pipet adalah pipet yang digunakan untuk memipet larutan
dengan volume yang sangat kecil, volume yang dipipet menggunakan
hitungan

l .Terdapat dua jenis pipet yang digunakan adalam sub

lab ini, yaitu pipet micron FIX dan Non-Fix. Pipet micron fix
merupakan pipet micron yang memang ditetapkan hanya untuk satu
volume tertentu, sedangkan pipet micron yang non-fix merupakan
pipet micron yang memili range volume dan bias diataur sesuai
kebutuhan, misalnya range 10-100
4. Rak tabung

l .

Rak tabung merupakan rak yang digunakan untuk meletakan tabungtabung darah, rak tabung yang digunakan adalah jenis rak tabung yang
berkapasitas 3cc dan 5cc.
5. Computer
Computer ini berfungsi sebagai register pasien dan melihat identitas
pasien, selain itu melalui computer ini dapat dilakukan printing
barcode jika terdapat barcode rusak atau kurang.

Proses Kerja
Sampel dikirimkan dari ruang sampling ditrima oleh bagian Distribusi sampel,
penerimaan sampel harus melalui pencatatan yang lengkap, setelah sampel
diterima, petugas melakukan crosh cek dengan melihat jumlah sampel,
identitas pasien, jenis pemeriksaan dan keadaan sampel. Setelah dicrosh cek,
dilanjutkan dengan melakuakn tindakan terhadap sampel seperti melabeli,
centrifugasi atau memindahkan kedalam tabung ependorf. Setelah sampel siap
diperiksa, sampel langsung didistribusikan ke sub laboratorium untuk
diperiksa. Sampel langsung diantar menuju sub lab Hema, Kimia Klinik,
Bakteriologi, ataupun Imonologi Serologi.

Penanganan limbah
Limbah yang dihasilkan dari sub laboratorium Distribusi Sampel adalah
berupa tabung vacutainer, mikrotipe, tissue, sisa barcode dan lidi steril.
Limbah infeksius dibuang pada tong sampah yang berlabel kuning yang
bertuliskan infeksius, sedangkan limabh seperti kertas dibuang pada tong
sampah yang berlabel hitam dan bertuliskan Limbah Domestik. Seluruh
limbah dikumpulkan pada bagian pengumpulan limbah dan di angkut oleh
pengepul setiap minggu dan dikirim langsung ke Malang untuk dilakukan
pengolahan.

d. Laboratorium Imunoserologi

Laboratorium imunoserologi adalah sebuah tempat untuk penelitian atau


pemeriksaan mengenai pemeriksaan imunologi dan serologi. Imunologi adalah suatu
cabang yang luas dari ilmu biomedis yang mencakup kajian mengenai semua aspek
sistem imun (kekebalan) pada semua organisme.
Pada ruangan imunoserologi laboratorium prodia dapat melakukan beberapa
jenis pemeriksaaan yaitu: Penyakit infeksi seperti: HBsAg, Anti HBs, Anti HCV, IgM
, Anti HAV, Anti HIV, HBeAg, IgG H, Pylori, IgG Toxo,IgM Toxo, IgG Rubella, IgM
Rubella, IgG CMV, IgM CMV, Widal, Serologi DHF, ASTO, VDRL, TPHA dan lainlain. Pada pemeriksaan tersebut menggunakan alat yang bermerk Vidas, Cobas B 121
dan Rotator Untuk Menghomogenkan.

Penyimpanan reagen pada laboratorum imunoserologi Prodia


Penyimpanan reagen pada laboratorium imunoserologi disimpan pada kulkas

dengan suhu 2-80 C. semua reagen yang tela dibuka diberikan label tanggal kapan
reagen tersebut dibuka dan tanggal kadaluarsa dari reagen tersebut. Tujuannya yaitu
menghindari terjadinya kesalahan hasil pemeriksaan.
e. Laboratorium Mikrobiologi
Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang mikroorganisme yang
tidak dapat dilihat dengan mata telanjang untuk meneliti apa saja yang terkandung di
dalam mikroorganisme. Laboratorium Mikrobiologi adalah laboratorium yang
kegiatannya berhubungan dengan mikroorganisme, khususnya mikroorganisme
penyebab infeksi. Laboratorium Mikrobiologi digunakan untuk melaksanakan
kegiatan praktikum yang berhubungan dengan analisa mikrobiologi seperti Uji
bakteri gram positif dan negatif, uji bakteri patogen, uji kapang, jamur dll.
Kontrol adalah bahan yang digunakan untuk memantau ketepatan suatu
pemeriksaan di laboratorium atau untuk mengawasi kualitas hasil pemeriksaan seharihari. Kontrol merupakan nilai yang berupa range yang umumnya digunakan sebagai
quality control (QC) untuk memastikan bahwa reagen yang akan digunakan untuk

pemeriksaan dalam kondisi yang baik dan siap untuk digunakan. Perbedaan kontrol
dengan standar yaitu, standar bisa dijadikan sebagai kontrol tetapi, kontrol tidak bisa
dijadikan sebagai standar karena standar harus berupa nilai pasti (tidak berupa range
seperti pada kontrol). Pada laboratoeium Klinik Prodia setiap pagi sebelum
mengerjakan sampel selalu dilakukan QC untuk memantau ketepatan pemeriksaan
dari alat yang digunakan.
Dari hasil pengataman yang telah dilakukan pada kunjungan tanggal 19 Mei
2016 di Laboratorium Klinik Prodia terdapat beberapa alat yang digunakan untuk
menunjang pemeriksaan yang dilakukan pada laboratorium mikrobiologi antara lain :
1.
2.
3.
4.

Memert Alat Untuk Inkubasi Bakteri


Media Kultur untuk alat Memert
Biomariaux untuk Pemeriksaan Biokimia
Bio Safety Cabinet Untuk Membuat Lingkungan Yang Aseptis

Dalam Analisa Mikrobiologi


5. Vitex 2 Compac (Analisa Jenis Bakteri)
6. Mikroskop
7. Dan alat penunjang lainnya
Pemeriksaan yang dapat dilakukan dilaboratorium mikrobiologi antara lain:
BTA (Mikroskopik)
Jamur mikroskopis
Kultur dan resistensi GO
Kultur cairan tubuh
Kultur darah/gall
Kultur diphtheria
Kultur feses
Kultur gal
Kultur jamur

Kultur pus
Kultur sperma
Kultur sputum
Kultur swab secret
Kultur urine
Kultur vibrio
Mycobacterium lepra
Pengecatan gram
Pewarnaan neisser

f. Laboratorium Klinik Rutin


Urinalisis adalah tes yang dilakukan pada sampel urin pasien untuk tujuan
diagnosis infeksi saluran kemih, batu ginjal, skrining dan evaluasi berbagai jenis

penyakit ginjal, memantau perkembangan penyakit seperti diabetes melitus dan


tekanan darah tinggi (hipertensi), dan skrining terhadap status kesehatan umum.
Kontrol adalah bahan yang digunakan untuk memantau ketepatan suatu
pemeriksaan di laboratorium atau untuk mengawasi kualitas hasil pemeriksaan seharihari. Kontrol merupakan nilai yang berupa range yang umumnya digunakan sebagai
quality control (QC) untuk memastikan bahwa reagen yang akan digunakan untuk
pemeriksaan dalam kondisi yang baik dan siap untuk digunakan. Perbedaan kontrol
dengan standar yaitu, standar bisa dijadikan sebagai kontrol tetapi, kontrol tidak bisa
dijadikan sebagai standar karena standar harus berupa nilai pasti (tidak berupa range
seperti pada kontrol). Pada laboratoeium Klinik Prodia setiap pagi sebelum
mengerjakan sampel selalu dilakukan QC untuk memantau ketepatan pemeriksaan
dari alat yang digunakan.
Dari hasil pengataman yang telah dilakukan pada kunjungan tanggal 19 Mei
2016 di Laboratorium Klinik Prodia terdapat beberapa alat yang digunakan untuk
menunjang pemeriksaan yang dilakukan pada laboratorium klinik rutin (urine) antara
lain :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Swing Centrifuge
Usisys 2400 Alat untuk pemeriksaan Urinalisa
Rotator Untuk Menghomogenkan
Reagen Urinalisa
Mikroskop
Dan alat penunjang lainnya

Pemeriksaan yang dapat dilakukan dilaboratorium klinik rutin antara


lain:
Alcohol
Amphetamine
Benzodiazepine
Coccain
Eosinofil secret hitung
Faeces konsentrasi
Methamphetamine

Mhorphine (opiat)
Phencyclidine
Protein bence jones
Protein sulfosalisil
Protein total (urine 24 jam)
Sedimen urine
THC (marijuana)/canadis

Microalbumin urine

Urine rutin

3.5 Pengolahan Limbah


Sampah dan limbah laboratorium adalah semua sampah dan limbah yang
dihasilkan oleh kegiatan laboratorium dan kegiatan penunjang lainnya. Secara
umum sampah dan limbah laboratorium dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu
sampah atau limbah klinis dan non klinis baik padat maupuncair.
Berdasarkan jenisnya, maka klasifikasi pengumpulan limbah laboratorium
adalah:
1) Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
Suatu limbah digolongkan sebagai limbah B3 bila mengandung bahan berbahaya
atau beracun yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung maupun tidak langsung,
dapat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan
manusia. Limbah beracun dibagi menjadi:
Limbah mudah meledakLimbah mudah terbakar.Limbah reaktif Limbah beracun
Limbah yang menyebabkan infeksi Limbah yang bersifat korosif
2) Limbah infeksius
Limbah infeksius meliputi limbah yang berkaitan dengan pasien yang
memerlukan isolasi penyakit menular serta limbah laboratorium yang berkaitan
dengan pemeriksaan mikrobiologi dari poliklinik, ruang perawatan dan ruang isolasi
penyakit menular.
3) Limbah radioaktif
Limbah radioaktif adalah bahan yang terkontaminasi dengan radio isotop yang
berasal dari penggunaan medis atau riset radionucleida.

4) Limbah umum
Berdasarkan bentuk limbah yang dihasilkan, dibedakan menjadi:
1) Limbah padat
Limbah padat di laboratorium relatif kecil, biasanya berupa endapan atau kertas
saring terpakai, sehingga masih dapat diatasi. Limbah padat dibedakan menjadi:

Limbah padat infeksius

Limbah padat non infeksius

2) Limbah gas
Limbah yang berupa gas umumnya dalam jumlah kecil, sehingga relatif masih
aman untuk dibuang langsung di udara, contohnya limbah yang dihasilkan dari
penggunaan generator, sterilisasi dengan etilen oksida atau dari thermometer yang
pecah (uap air raksa).
3) Limbah cair
Limbah cair adalah sisa dari suatu hasil usaha atau kegiatan yang berwujud cair
(PP No.82 Thn 2001). Umumnya laboratorium berlokasi di sekitar kawasan hunian,
sehingga akumulasi limbah cair yang meresap ke dalam air tanah dapat
membahayakan lingkungan sekitar.
Pengolahan limbah pada laboratorium Prodia
Limbah laboratorium adalah limbah yang berasal dari kegiatan laboratorium.
Sumber limbah laboratorium dapat berasal diantaranya dari :
1. Bahan baku yang telah kadaluarsa
2. Bahan habis pakai (misal medium biakan/ perbenihan yang tidak terpakai)
3. Produk proses di laboratorium (misal : sisa spesimen)

4. Produk upaya penanganan limbah (misal jarum suntik sekali pakai)


Macam-macam limbah yang biasanya ada pada laboratorium adalah :
1. Limbah cair
Pengelolaan limbah cair pada laboratorium Prodia tidak memiliki pengelolaan
limbah sendiri untuk limbah cair dan limbah non infeksius. Namun laboratorium
prodia menampung limbah dalam suatu jerigen berwarna merah dan kemudian di
kirim ke Tabanan untuk di tangani lebih lanjut.
2. Limbah padat
Limbah padat dibagi lagi menjadi dua yaitu :
a. Limbah padat infeksius seperti jarum suntik, objek glass, cover glass,
tabung vakum dll. Alat-alat yang digunakan dalam pemeriksaan seperti
pipet tetes, jarum suntik, objek glass, tip dan lain-lain, digunakan secara
disposibel atau sekali pakai. Kemudian dibuang pada jerigen khusus
untuk sampah infeksius.
b. Limbah padat non infeksius seperti kertas saring, aluminium foil, tissue,
kapas, masker dan lain-lain dibuang pada kresek dan kemudian
ditangani dengan cara dibakar
3. Limbah gas
Limbah yang berupa gas umumnya dalam jumlah kecil, sehingga relatif masih
aman untuk dibuang langsung di udara.

BAB IV
PENUTUP
Simpulan
Adapun simpulan yang dapat dibuat dari laporan diatas, antara lain:
1. Prodia didirikan sebagai laboratorium sederhana pada tanggal 7 Mei 1973
di Solo. Dan pada tahun 1975, prodia mulai mengembangkan layanan di
kota Jakarta dan Bandung. Untuk mewujudkan visi sebagai Centre of
Excellence, Prodia merintis dan melakukan kerjasama internasional

dengan National University Hospital (NUH) - Singapura dan Specialty


Lab(Sekarang Quest Lab) USA
2. Prodia dikendalikan oleh manajemen yang sudah berpengalaman dan
teruji di bidang laboratorium klinik terdiri dari : Direktur Utama, Direktur
Pemasaran, Direktur Operasional, Direktur Umum dan Direktur
Keuangan. Tenaga profesional di Prodia didapatkan melalui sistem
rekrutmen ketat. Untuk pengembangan kemampuan dan keilmuan para
profesional tersebut, Prodia melakukan sejumlah pelatihan bertahap dan
berkala.
3. Laboratorium Prodia memiliki masing-masing bagian ruang yang
diperuntukan untuk masing-masing proses. Adapun beberapa bagian di
Laboratorium Prodia, yaitu : Ruang distribusi sampel, Ruang kimia
klinik, Ruang hematologi, Ruang imunoserologi, Ruang urinalisa dan
Ruang mikrobiologi.
4. Pengelolaan limbah cair pada laboratorium Prodia tidak memiliki
pengelolaan limbah sendiri untuk limbah cair dan limbah non infeksius.
Namun laboratorium prodia menampung limbah dalam suatu jerigen
berwarna merah dan kemudian di kirim ke Tabanan untuk di tangani lebih
lanjut.
DAFTAR PUSTAKA

Analisku. 2014. Pengertian Laboratorium Kesehatan. Online.http://darahanalis.


blogspot.com/2014/10/pengertian-laboratorium-kesehatandan.html(diakses pada tanggal 20 April 2015)

Admin.

2015.

Makalah

Manajemen

Laboratorium.

Online.

http://www.perkuliahan.com /makalah-manajemen-laboratorium/ (diakses


pada tanggal 20 April 2015)
Ika.

2010.

Manajemen

Laboratorium.

Online.

https://ikawcollections.files.

wordpress.com/2010/07/manajemen-laboratorium.pdf
tanggal 20 April 2015)

(diakses

pada