Anda di halaman 1dari 16

ILMU BAHAN

KELOMPOK I : A.SUSANTO B KUNNA (15.32.001)


ABD. RAHMAN (15.32.002)
ABDUL RAKHMAN MUTHALIB (15.32.003)
ADE EDWIN RYDJAL (15.32.004)
ADRIANTO ((15.32.005)
AHMAD ALFIAN SYAFEI (15.32.006)
AHMAD FAJRIN (15.32.007)
AHMAD NASWIAN (15.32.008)
AL SYARIFAING RAHMAT (15.32.009)

TEKNIK II A

2016
PIP MAKASSAR
Kampus II Salodong, Makassar, Sulawesi Selatan
Telp. (0411) 316975
Email: pipmks@pipmakassar.com Website: http://www.pipmakassar.com

MAKALAH ILMU BAHAN


i

KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR
Dengan mengucap puji syukur ke hadirat Allah SWT, atas semua rahmat serta hidayah-Nya
yang telah di limpahkan. Sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul ILMU
BAHAN dalam bentuk dan isinya yang sangat sederhana tepat pada waktunya.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saya
harapkan kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun demi kesempurnan
makalah ini.
Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang bersangkutan dalam
pembuatan makalah ini. Semoga Allah SWT senantiasa menridhai segala usaha yang kita
lakukan. Amin.

Makassar, 29 Mei 2016

Penulis

MAKALAH ILMU BAHAN


DAFTAR ISI

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................................................................ii
BAB I.........................................................................................................................................................1
PENDAHULUAN.....................................................................................................................................1
1.1

LATAR BELAKANG....................................................................................... 1

1.2

RUMUSAN MASALAH.................................................................................. 1

1.3

TUJUAN......................................................................................................... 1

1.4

BATASAN MASALAH.................................................................................... 1

BAB II.......................................................................................................................................................2
PEMBAHASAN........................................................................................................................................2
2.1

PLASTIK........................................................................................................ 2

2.2

KERAMIK...................................................................................................... 8

2.3

GELAS (MIKA).............................................................................................. 9

2.4

BAHAN PAKING............................................................................................ 9

BAB III.................................................................................................................... 13
PENUTUP............................................................................................................... 13
3.1

KESIMPULAN............................................................................................. 13

DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................................................14

ii

MAKALAH ILMU BAHAN


BAB I PENDAHULUAN

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Material teknik dewasa ini mengalami perkembangan yang begitu pesat. Perkembangan
tersebut meliputi di dalam struktur, komposisi, sifat-sifat fisik dan mekanik. Sifat-sifat
fisik yaitu berkaitan dengan berat jenis material tersebut, manakala sifat mekanik
berkaitan dengan kemampuannya untuk digunakan di dalam produk teknik. Para
engineer material dewasa ini sedang giat-giatnya mengadakan penelitian terhadap bahanbahan yang terbuat daripada non metal.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apa Bahan dari Plastik?
2. Apa Bahan dari Keramik?
3. Apa Bahan dari Gelas (Mika) ?
4. Apa yang dimaksud Bahan Paking ?
1.3 TUJUAN
1. Mengetahui Bahan Plastik.
2. Mengetahui Bahan keramik.
3. Mengetahui Bahan Gelas (Mika).
1.4 BATASAN MASALAH
1. Penjelasan Bahan Plastik.
2. Penjelasan Bahan Keramik.
3. Penjelasan Bahan Gelas (Mika).
4. Penjelasan Bahan Paking.

MAKALAH ILMU BAHAN


BAB II PEMBAHASAN

5. BAB II
6. PEMBAHASAN
2.1 PLASTIK
7.
Plastik adalah polimer rantai-panjang dari atom yang mengikat satu samalain.
Rantai ini membentuk banyak unit molekul berulang, atau "monomer" hal tersebut
merupakan pendapat dari Septera (2013). Sejarahnya, tahun pada 1920 Wallace Hume
Carothers, ahli kimia lulusan Universitas Harvard, mengembangkan nylon yang pada
waktu itu disebut Fiber 66. Pada tahun 1940-an nylon, acrylic, polyethylene, dan polimer
lainnya digunakan untuk menggantikan bahan-bahan alami yang waktu itu semakin
berkurang. inovasi lainnya dalam plastik yaitu penemuan polyvinyl chloride (PVC).
Ketika mencoba untuk melekatkan karet dan metal, Waldo Semon, seorang ahli kimia di
perusahaan ban B.F. Goodrich menemukan PVC. Sedangkan pada tahun 1933 Ralph
Wiley, seorang pekerja lab di perusahaan kimia Dow secara tidak sengaja menemukan
plastik jenis lain yaitu polyvinylidene chloride atau populer dengan sebutan saran dan
pada tahun yang sama, dua orang ahli kimia organik bernama E.W. Fawcett dan R.O.
Gibson yang bekerja di Imperial Chemical Industries Research Laboratory menemukan
polyethylene. pada tahun 1938 seorang ahli kimia bernama Roy Plunkett menemukan
teflon.
8.
Dalam teknik otomotif banyak sekali bahan-bahan yang digunakan dalam
kendaraan otomotif baik bahan logam ferro ataupun logam non-ferro, bahan non logam
seperti plastik, karbon, kaca, bahan pelumas dan lain-lain. Penggunaan bahan logam baik
ferro atau non-ferro banyak di aplikasikan pada komponen-komponen yang harus kuat
dan tahan terhadap tekanan dan suhu yang tinggi seperti mesin, bodi dan kerangka
(chasis) kendaraan dan lain-lain. Sedangkan penggunaan bahan non logam berguna pada
komponen-komponen yang kekuatannya tidak terlalu kuat namun lebih mementingkan
faktor keindahan, dan bobot komponen. Penerapan bahan non logam ini banyak
ditemukan pada komponen interior ataupun pada komponen kendaraan otomotif modern
seperti dashboard, tempat duduk, bumper atau bahkan pada bodi kendaraan yang
tergolong modern semua bagian dari bodi kendaraan terbuat dari bahan non logam seperti
carbon atau serat karbon yang memiliki bobot ringan namun dengan kekuatan yang cukup
kuat apabila dibandingkan dengan bahan plastik. Plastik merupakan sebuah bahan yang
paling populer dan paling banyak digunakan sebagai bahan pembuat komponen otomotif
selain bahan logam berupa besi. Plastik merupakan sebuah zat kimia buatan yang
memiliki kekuatan bervariasi dan ketahanan terdapat suhu yang bervariasi pula. Plastik
merupakan bahan recycle atau bahan yang bisa didaur ulang, maka dari itulah banyak
cara pengolahan-pengolahan plastik. Selain itu plastik juga merupakan bahan kimia yang

MAKALAH ILMU BAHAN


BAB II PEMBAHASAN

sulit terdegradasi atau terurai oleh alam, membutuhkan waktu beratus-ratus atau bahkan
ribuan tahun untuk menguraikan plastik oleh alam.
9.
Plastik terdiri dari Termoplastik yang bisa di daur ulang dengan pemanasan
kembali dan Termostat yang tidak bisa di daur ulang dengan pemanasan.
Sumber Plastik

10.

Terdapat dua macam polymer yang terdapat di kehidupan yaitu polymer alami
dan polymer buatan atau polymer sintesis.
11.

1. Polimer Alami

12.

Alam juga menyediakan berbagai macam polymer yang bisa langsung digunakan
oleh manusia sebagai bahan. Polymer tersebut ialah : Kayu, kulit binatang, kapas,
karet alam, rambut dan lain sebagainya.
13.

2. Polimer Sintetis

14.

Semakin meningkatnya dan beragamnya kebutuhan manusia menyebabkan


manusia harus mencari jalan untuk mencukupinya dengan cara membuat
kebutuhannya tersebut. Termasuk juga polymer, manusia membuat polymer melalui
reaksi kimia (sintesis) yang tidak disediakan oleh alam. Ada banyak sekali macammacam polymer sintesis hasil rekayasa manusia diantaranya adalah :
15.

Berdasarkan jumlah rantai karbonnya

16.

17.
18.
19.
20.
21.

Tidak terdapat secara alami : Nylon, polyester, polypropilen, polystiren


Terdapat di alam tetapi dibuat oleh proses buatan: karet sintetis
Polimer alami yang dimodifikasi : seluloid, cellophane (bahan dasarnya dari
selulosa tetapi telah mengalami modifikasi secara radikal sehingga kehilangan
sifat-sifat kimia dan fisika asalnya).

1 ~ 4 Gas (LPG, LNG)


5 ~ 11 Cair (bensin)
9 ~ 16 Cairan dengan viskositas rendah
16 ~ 25 Cairan dengan viskositas tinggi (oli, gemuk)
25 ~ 30 Padat (parafin, lilin)
1000 ~ 3000 Plastik (polistiren, polietilen dan lain-lain.

MAKALAH ILMU BAHAN


BAB II PEMBAHASAN
22.

Cara Memperoleh Plastik

Ada banyak cara yang bisa digunakan dalam memperoleh plastik, dengan
menggunakan metode berbeda-beda dan alat yang berbeda-beda pula. Adapun cara
memperolehnya adalah sebagai berikut :
23.

24.

1. Proses Injection Molding

Termoplastik dalam bentuk butiran atau bubuk ditampung dalam sebuah hopper
kemudian turun ke dalam barrel secara otomatis (karena gaya gravitasi) dimana ia
dilelehkan oleh pemanas yang terdapat di dinding barrel dan oleh gesekan akibat
perputaran sekrup injeksi. Plastik yang sudah meleleh diinjeksikan oleh sekrup injeksi
(yang juga berfungsi sebagai plunger) melalui nozzle ke dalam cetakan yang didinginkan
oleh air. Produk yang sudah dingin dan mengeras dikeluarkan dari cetakan oleh
pendorong hidraulik yang tertanam dalam rumah cetkan selanjutnya diambil oleh
manusia atau menggunakan robot. Pada saat proses pendinginan produk secara
bersamaan di dalam barrel terjadi proses pelelehan plastik sehingga begitu produk
dikeluarkan dari cetakan dan cetakan menutup, plastik leleh bisa langsung diinjeksikan.
25.

26.

27.
28.

Gambar 2.1 Mesin Injection Molding

29.
30.
31.

2. Proses Ekstrusi

Ekstrusi adalah proses untuk membuat benda dengan penampang tetap.


Keuntungan dari proses ekstrusi adalah bisa membuat benda dengan penampang yang
rumit, bisa memproses bahan yang rapuh karena pada proses ekstrusi hanya bekerja
tegangan tekan, sedangkan tegangan tarik tidak ada sama sekali. Aluminium, tembaga,
kuningan, baja dan plastik adalah contoh bahan yang paling banyak diproses dengan
32.

MAKALAH ILMU BAHAN


BAB II PEMBAHASAN

ekstrusi. Contoh barang dari baja yang dibuat dengan proses ekstrusi adalah rel kereta
api. Khusus untuk ekstrusi plastik proses pemanasan dan pelunakan bahan baku terjadi di
dalam barrel akibat adaya pemanas dan gesekan antar material akibat putaran screw.
33.

Variasi dari ekstrusi plastik


blown film
flat film and sheet
ekstrusi pipa
ekstrusi profil
pemintalan benang
pelapisan kabel

34.
35.
36.

3. Proses Blow Molding

Blow molding adalah proses manufaktur plastik untuk membuat produk-produk


berongga (botol) dimana parison yang dihasilkan dari proses ekstrusi dikembangkan
dalam cetakan oleh tekanan gas. Pada dasarnya blow molding adalah pengembangan dari
proses ekstrusi pipa dengan penambahan mekanisme cetakan dan peniupan.
37.

38.
39.

4. Proses Thermoforming

Thermoforming adalah proses pembentukan lembaran plastik termoset dengan


cara pemanasan kemudian diikuti pembentukan dengan cara pengisapan atau penekanan
ke rongga mold. Plastik termoset tidak bisa diproses secara thermoforming karena
pemanasan tidak bisa melunakkan termoset akibat rantai tulang belakang molekulnya
saling bersilangan. Contoh produk yang diproses secara thermoforming adalah bakelit.
40.

41.

Sifat, Jenis dan Kegunaan Plastik

42.
Dewasa ini banyak ditemukan varian baru dalam dunia teknik mengenai macammacam plastik, masing-masing plastik memiliki sifat dan kegunaan yang berbeda-beda.
Adapun macam-macam dari plastik itu sendiri adalah sebagai berikut :
43.
PET (PolyEtylene Terephthalate)
44.
Menurut Septera (2013) PET bersifat jernih, kuat, tahan bahan kimia dan panas,
serta mempunyai sifat elektrikal baik yang Jika. Pemakaiannya dilakukan secara
berulang, terutama menampung air panas, lapisan polimer botol meleleh mengeluarkan
zat karsinogenik dan dapat menyebabkan Kanker. PET digunakan sebagi pembungkus
minuman berkarbonasi (soda), botol juice buah, peralatan tidur dan fiber tekstil. PET
memiliki sifat tidak tahan panas, keras, tembus cahaya (transparan), memiliki titik
leleh 85C. Hal tersebut mengacu pada pendapat Ratna (2010).

MAKALAH ILMU BAHAN


BAB II PEMBAHASAN

45.
46.
47.

Gambar 2.2 Polymer PET

48.
49.
PP (PolyPropylene)
50.
Krisnadwi (2013) mengungkapkan Polypropylene merupakan plastik polymer
yang mudah dibentuk ketika panas, rumus molekulnya adalah (-CHCH3-CH2-)n. PP
sendiri memiliki sifat yang tahan terhadap bahan kimia atau Chemical Resistance namun
ketahuan pukul atauImpact Strengh rendah, transparan dan memiliki titik leleh 165C. PP
banyak digunakan pada kantong plastik, film, mainan, ember dan komponen-komponen
otomotif.
51.

52.
53.
Gambar 2.3 Polymer PP
54.

PE (PolyEtylene)

55.
PE memiliki monomer etena (CH2 = CH2), PE bila ditinjau dari jenis rantai
karbonnya ada dua macam yaitu Polyetylene linier dan Polyetylene bercabang. PE
memiliki sifat-sifat diantaranya adalah permukaannya licin, tidak tahan panas, fleksibel,
transparan/tidak dan memiliki titik leleh sebesar 115C. Maka dari itulah PE banyak
digunakan sebagai kantong plastik, botol plastik, cetakan, film dan pada dunia modern
digunakan untuk pembungkus kabel.
56.

57.
58.
59.

Gambar 2.4 Polymer PE

MAKALAH ILMU BAHAN


BAB II PEMBAHASAN

60.
PVC (PolyVinyl Cloride)
61.
Menurut Krisnadwi (2013) PVC adalah Polyvinyl Chloride Rumus molekulnya
adalah (-CH2 CHCl -)n. Ini merupakan resin yang liat dan keras yang tidak terpengaruh
oleh zat kimia lain. Sifat dari PVC ini sendiri adalah keras, kaku, dapat bersatu dengan
pelarut, memiliki titik leleh 70-140 C. Kegunaan dalam kehidupan adalah sebagai pipa
plastik (paralon), peralatan kelistrikan, dashboard mobil, atap bangunan dan lain-lain.
62.

64.

63.
Gambar 2.5 Polymer PVC

65.
66.
67.
PS (Poly Styrene)
68.
Menurut Septera (2013) Mengandung bahan bahan Styrine yang berbahaya
untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada
masalah reproduksi dan sistem saraf. Sifat-sifat yang dimiliki oleh PS adalah kaku,
mudah patah, tidak buram dan memiliki titik leleh 95C. PS banyak digunakan sebagai
penggaris plastik, cardridge printer, rambu-rambu lalu lintas dan gantungan baju.
69.

70.
71.

Gambar 2.6 Polymer PS

72.
2.2 KERAMIK
73.
Keramik merupakan material dengan komposisi logam (semi logam) dan non
logam. Keramik berasal dari bahasa Yunani yaitu keramos yang berarti peralatan yang
terbuat dari tanah liat yang dibakar. Keramik penting sebagai material teknik karena
mudah dijumpai di alam dan sifat fisiknya sangat berbeda dibanding dengan logam.
74.
75.
Contoh-contoh Material Keramik
76.
Material keramik sangat banyak dijumpai di bumi ini. Berikut beberapa contoh
material keramik:
Silica atau silicon dioxide, sebagai bahan baku produk-produk kaca/beling/cermin.
Alumina atau aluminium oxide, dapat digunakan untuk membuat tulang buatan.
Hydrous aluminium silicate, dikenal sebagai kaolinite di mana digunakan sebagai
bahan pokok dalam pembuatan produk-produk tanah liat atau porselin.
77.

MAKALAH ILMU BAHAN


BAB II PEMBAHASAN

78.
79.

Aplikasi Produk-produk Keramik


Berikut beberapa aplikasi produk keramik:
Produk tanah liat, seperti batu bata, pipa tanah liat, ubin, genteng, dll.
Keramik tahan panas, keramik ini memiliki ketahanan pada suhu yang tinggi dan
digunakan sebagai cetakan pengecoran logam, tungku perapian, dapur peleburan,
dll.
Semen, sebagai bahan baku pembuatan beton untuk jalan maupun konstruksi.
Perabot berwarna putih seperti china, porselin, vas, pottery, stoneware, dll.
Kaca, sebagai bahan pembuatan kacamata, gelas, botol, jendela, bolam lampu, dll.
Abrasif seperti aluminium oxide, silicon carbide, dll.
Bahan bakar nuklir.
Bio keramik sebagai bahan baku pembuatan tulang dan gigi palsu.
Glass fiber untuk penguat plastik atau fiberglass, saluran komunikasi optik fiber,
dll.
Isolator keramik yang digunakan pada komponen transmisi listrik.
Keramik magnetis, seperti pada memori komputer.
Material alat potong, tungsten carbide, cubic boron nitride, aluminium oxide, dll.

80.
2.3 GELAS (MIKA)

81.

82. Gambar 2.7 Gelas


83.
Gelas merupakan benda padat, dan strukturnya berbeda dengan keramik. Gelas
merupakan senyawa kimia dengan susunan kompleks, diperoleh dengan pembekuan
lelehan melalui pendiginan. Bahan baku pembuatan kaca ada dua kelompok yaitu :
1. Bahan yang dibutuhkan dalam jumlah besar meliputi pasir silika, soda abu, batu
kapur, feldspar, dan pecahan gelas (cullet) dan
2. Bahan yang dibutuhkan dalam jumlah kecil meliputi natrium sulfat, natrium
bikromat, selenium dan arang. Pasir silika, batu kapur, dan feldspar sangat
melimpah
di
Indonesia.

MAKALAH ILMU BAHAN


BAB II PEMBAHASAN

Gelas adalah produk yang bersifat bening, tembus pandang secara optik, dengan
kekerasan yang cukup. Gelas bersifat sangat rapuh, mudah pecah menjadi pecahan
yang tajam, mudah dimodifikasi bentuknya dengan proses kimia atau pemanasan,
sehingga memiliki sifat estetika atau keindahan yang tinggi.
84.
2.4 BAHAN PAKING

85.

86. Gambar 2.8 Bahan Paking


87.
Bahan paking ialah bahan yang digunakan untuk perapat ruangan yang berisi
zat cair atau gas.
88.

Berdasr sifat perapatannya, packing dibedakan atas dua jenis yaitu:

89.

Perapat statis, adalah perapatan bagian yang tidak bergerak terhadap satu sama
lain, seperti paking tutup silinder head, karter, dan lainnya.
b. Perapat dinamis, adalah perapatan bagian-bagian yang bergerak terhadap satu
sama lain. perapatan dinamis ini dapat dibedakan dalam dua kelompok,yaitu
perapatan bagian-bagian yang bergerak bolak-balik terhadap satu sama lain dan
perapatan bagian-bagian yang berputar terhadap satu sama lain.
a.

Paking, perapat, atau perpak merupakan bagian dari komponen mesinyang


mempunyai fungsi yang sangat penting, sebagai Perapat, Peredam, antara dua komponen
yang berpasangan, yang membutuhkan kerapatan. Dan juga sebagai pembatas pada zat
cair, gas, maupun penyerap panas, pada suatu mesin yang bergerak, atau pada kendaraan
bermotor. Maka keberadaan Paking (Perpak/Perapat) sangatlah penting seabgai penentu
kesetabilan kerja pada komponen suatu mesin bermotor, yang membutuhkan kedap udara,
atau kebocoran zat cair, gas, dll
90.

Dalam pembuatan packing bahan paking dibedakan dalam 3 kelompok yaitu:


kelompok bukan metalik, kelompok setengah metalik, dan kelompok metalik.
91.

MAKALAH ILMU BAHAN


BAB II PEMBAHASAN
a.

Bahan paking bukan metalik.


Alat perapat statis
Kertas dan karton, bahan yang terbuat dari campuran serat yang
ditambah dengan perekat dan bahan pengisi. Sebagai serat digunakan serat
kayu, serat kain tua, serat jerami dan serat kertas tua.
92.

Fiber, bahan terdiri dari lapisan-lapisan kertas yang


diimpregnasikan (dijenuhkan) dengan damar buatan, fiber ini biasanya
digunakan sebagai paking pelat .
93.

Gabus, bahan ini berasal dari kulit pohon gabus. Gabus ini diikat
berupa pelat dan digunakan sebagai paking pelat.
94.

Alat perapat statis dan dinamis


Kulit, adalah bahan kulit binatang yang disamak dengan asam
krom mineral dinamakan kulit krom. Kulit selain dipakai dalam bentuk
gelang juga paking pelat-pelat, terutama digunakan dalam bentuk manset
sebagai paking perapat untuk batang.
95.

Karet, bahan ini terbuat dari karet alam dan jenis karet sintetis
karena kekenyalanya yang besar termasuk bahan paking yang terbaik.
Akan tetapi bahan paking ini hanya sesuai untuk media tertentu yaitu pada
suhu, tekanan, dan kecepatan yang tidak terlampau tinggi. Paking karet
digunakan untuk perapat pipa pipa air, dan lain-lain.
96.

Asbes, adalah silikat magnesium yang ditemukan di alam dalam


bentuk serat. Dalam bentuk itu daya tahan suhunya kira-kira 500 0C, akan
tetapi, asbes biasanya diberi campuran karet dan grafit. Asbes digunkan
sebagai paking pelat dan paking sumbat tabung.
97.

Politetrafluoreten, ialah plastik termoplastis dalam keadaan murni


daya tahan kimianya baik dan daya tahan suhunya kira-kira 260 0C akan
tetapi, bahan ini sering juga ditambahkan kepada asbes sebagai bahan
impegnasi. Politetrafluoereten digunakan sebagai paking pelat dan paking
sumbat tabung dan terseia dalam berbagai macam bentuk.
98.

b.

Bahan paking setengah metalik.


Alat perapat statis Karet dengan kasa tembaga, tersedia dalam bentuk
palet. Asbes dengan kasa tembaga, paking ini terdiri dari kain asbes yang
ditenun dengan tembaga. Keseluruhannya diimpregnasikan dengan suatu
massa tahan panas dan kemudian diberi grafit pada salah satu sisi atau

MAKALAH ILMU BAHAN


BAB II PEMBAHASAN

kedua belah sisinya. Asbes dengan kasa baja, pada kedua belah sisi kasa
baja yang ditenun rapat dan kuat ditempelkan dengan tekanan tinggi suatu
lapisan tipis.
Asbes dengan salut tembaga yang tipis, asbes diberi sati lapisan tipis salut
tembaga dan dapat diperoleh sebagai barang jadi (gelang dan paking
kepala).
c. Bahan paking metalik
Alat perapat statis, terbuat dari baja, tembaga, loyang, timbel, aluminium,
dan nikel. Bahan ini digunakan dalam bentuk gelang persegi panjang,
bulat, bulat telur, bentuk lensa, atau bentuk lain yang diinginkan.

Alat perapat dinamis terbuat dari bahan logam putih yang digunakan
sebagai paking sumbang tabung dalam berbagai bentuk.
99.

Syarat yang harus dimiliki pada Paking, bergantung pada,

100.
101.
102.
103.
104.

o
o
o
o

Jenis gas atau zat cair yang bersangkutan.


Tekanan yang harus ditahan oleh paking tersebut.
Suhu yang berhubungan dengan bahan paking tersebut.
Cara pemasangan yang dilakukan.

105.
106.
107.

MAKALAH ILMU BAHAN


PENUTUP

108.
BAB III
PENUTUP
3.1

KESIMPULAN
Plastik adalah polimer rantai-panjang dari atom yang mengikat satu samalain. Rantai ini
membentuk banyak unit molekul berulang, atau "monomer" hal tersebut merupakan
pendapat dari Septera (2013).
Keramik merupakan material dengan komposisi logam (semi logam) dan non logam.
Keramik berasal dari bahasa Yunani yaitu keramos yang berarti peralatan yang terbuat
dari tanah liat yang dibakar. Keramik penting sebagai material teknik karena mudah
dijumpai di alam dan sifat fisiknya sangat berbeda dibanding dengan logam.
Gelas merupakan benda padat, dan strukturnya berbeda dengan keramik. Gelas
merupakan senyawa kimia dengan susunan kompleks, diperoleh dengan pembekuan
lelehan melalui pendiginan. Bahan baku pembuatan kaca ada dua kelompok yaitu :
1. Bahan yang dibutuhkan dalam jumlah besar meliputi pasir silika, soda abu, batu
kapur, feldspar, dan pecahan gelas (cullet) dan
2. Bahan yang dibutuhkan dalam jumlah kecil meliputi natrium sulfat, natrium
bikromat, selenium dan arang.
Bahan paking ialah bahan yang digunakan untuk perapat ruangan yang berisi zat cair
atau gas.

MAKALAH ILMU BAHAN


DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA
http://mazglod.blogspot.co.id/2013/03/pengetahuan-bahan-teknik.html
http://charis7512.blogspot.co.id/2014/05/bahan-plastik-pengetahuan-bahanteknik.html
http://ngangsukawruhya.blogspot.co.id/2015/02/teknik-pembuatan-keramik.html?
m=1