Anda di halaman 1dari 14

PERMINTAAN DAN PENAWARAN

TUGAS MATA KULIAH


SISTEM PENILAIAN LAHAN
Dosen : Dr. Andri Hernandi, S.T., M.T.

Oleh
Indra Gumilar
NIM : 95115002

PROGRAM STUDI MAGISTER ADMINISTRASI PERTANAHAN


FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2016

Daftar Isi

Daftar Isi ............................................................................................................................ i


A. Perubahan Permintaan dan Penawaran ........................................................................ 1
1. Perubahan Permintaan ........................................................................................... 1
2. Perubahan Penawaran ............................................................................................ 2
B. Elastisitas Perminataan dan Penawaran ....................................................................... 3
1. Elastisitas Permintaan dan Elastisitas Penawaran .................................................. 3
2. InElastisitas Permintaan dan Elastisitas Penawaran ............................................... 4
3. Elastisitas Permintaan dan InElastisitas Penawaran .............................................. 5
4. InElastisitas Permintaan dan InElastisitas Penawaran ............................................ 7
C. Campur Tangan Pemerintah Terhadap Harga Pasar .................................................... 8

PERMINTAAN DAN PENAWARAN

A. Perubahan Permintaan dan Penawaran


1. Perubahan Permintaan
Contoh Penjualan Seragam Sekolah Meningkat :
Kendari (Antara News) - Memasuki tahun ajaran baru, penjualan seragam sekolah di
Kota Kendari mengalami peningkatan disebabkan para orang tua siswa mulai sibuk mencari
keperluan sekolah untuk anaknya.
Pantauan di sejumlah pasar dan tempat perbelanjaan di Kendari, Minggu, tampak
sejumlah ibu rumah tangga di daerah tersebut sibuk membeli pakaian seragam serta berbagai
keperluan sekolah bagi anak-anak mereka, seperti buku tulis dan perlengkapan belajar
lainnya.
Salah seorang pedagang di Mal Mandonga Kendari, Ny Ayu mengatakan, saat
memasuki tahun ajaran baru permintaan seragam dan keperluan sekolah lainnya meningkat.
"Kondisi seperti ini selalu terjadi setiap tahun ajaran baru, jadi saya sudah mempersiapkan
dengan memperbanyak persediaan seragam dan keperluan sekolah lainya sejak dua bulan
yang lalu," ujarnya.
Ia menambahkan, omset penjualan seragam pada hari-hari biasa dapat laku terjual 20
pasang seragam, berbeda dengan saat memasuki tahun ajaran baru penjualannya dapat
mencapai 100 pasang seragam per hari.
Jadi permintaan terhadap seragam sekolah naik dikarenakan para pelajar akan
memasuki musim tahun ajaran baru. (pengaruh musim).

Gambar 1. Perubahan Permintaan

2. Perubahan Penawaran
Contoh kenaikan harga daging sapi :
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA (Agustus 2015) -- Direktur Eksekutif Asosiasi
Produsen Daging and Feedlot Indonesia Joni Liaano mengatakan, kenaikan harga daging sapi
sesudah Lebaran merupakan sebuah anomali. Kenaikan harga tersebut bukan akibat dari
faktor psikologis konsumen, tetapi supply-demand yang tidak seimbang.
"Ini merupakan fenomena baru karena biasanya sesudah Lebaran harga daging sapi
pasti turun, tapi sekarang malah naik," ujar Joni kepada Republika, Jumat (7/8). Joni
menjelaskan, berdasarkan hitungan kebutuhan, seharusnya pada kuartal III 2015 impor sapi
sebanyak 250 ribu ekor. Jumlah tersebut digunakan untuk kebutuhan Idul Adha, Natal, dan
Tahun Baru.
Akan tetapi, pemerintah mengambil kebijakan untuk mengurangi jumlah impor sapi
pada kuartal III 2015 menjadi 50 ribu ekor sapi dengan alasan stok sapi lokal masih
mencukupi. Joni menjelaskan, stok sapi lokal sebenarnya tidak mencukupi karena peternak
lokal lebih memilih untuk memotong sapinya ketika Idul Adha. Dengan demikian, kebutuhan
daging sapi di dalam negeri tetap harus mengandalkan impor.
Jadi, peternak sapi lokal memilih tidak menambah stok sapi ke pasaran dikarenakan
untuk dijual pada saat idul adha, natal dan tahun baru pada saat permintaan daging sapi naik.
(perkiraan tentang masa yang akan datang)

Gambar 2. Perubahan penawaran

B. Elastisitas Permintaan dan Penawaran


1. Elastisitas Permintaan dan Elastisitas Penawaran
Elastisitas Permintaan :
- Dengan harga 2000, permintaan barang sejumlah 600
- Dengan harga 3000, permintaan barang sejumlah 100
Elastisitas Penawaran
- Dengan harga 2000, penawaran barang sejumlah 100
- Dengan harga 3000, penawaran barang sejumlah 600
Harga Keseimbangan terjadi pada 2500 dengan jumlah 340

Gambar 3. Kurva elatisitas permintaan dan penawaran

Elastisitas Permintaan :
- Dengan harga 2000, permintaan barang sejumlah 600
- Dengan harga 3000, permintaan barang sejumlah 100
:
:

> 1 (Elastis)

= 3,57

Elastisitas Penawaran :
- Dengan harga 2000, penawaran barang sejumlah 100
- Dengan harga 3000, penawaran barang sejumlah 600
3

> 1 (Elastis)

= 3,57

Contoh :
- Permintaan dan penawaran terhadap smartphone
- Terjadi kelebihan penawaran dan kelebihan permintaan dengan jumlah yang sama
besarnya.

2. InElastisitas Permintaan dan Elastisitas Penawaran


InElastisitas Permintaan :
- Dengan harga 2000, permintaan barang sejumlah 140
- Dengan harga 3000, permintaan barang sejumlah 100
Elastisitas Penawaran
- Dengan harga 2000, penawaran barang sejumlah 100
- Dengan harga 3000, penawaran barang sejumlah 500
Harga Keseimbangan terjadi pada 2010 dengan jumlah 130

Gambar 4. Kurva inelatisitas permintaan dan elastisitas penawaran


4

InElastisitas Permintaan :
- Dengan harga 2000, permintaan barang sejumlah 140
- Dengan harga 3000, permintaan barang sejumlah 100

:( +
)
=

:( + )
=

< 1 (InElastis)

:(

= 0,83

Elastisitas Penawaran
- Dengan harga 2000, penawaran barang sejumlah 100
- Dengan harga 3000, penawaran barang sejumlah 500

:( +
)
=

:( + )
=

> 1 (Elastis)

:(

:(
:(

= 3,33

Contoh :
- Permintaan dan penawaran terhadap Minyak Goreng
- Terjadi kelebihan penawaran yang lebih besar dibandingkan kelebihan permintaan.

3. Elastisitas Permintaan dan InElastisitas Penawaran


Elastisitas Permintaan :
- Dengan harga 2000, permintaan barang sejumlah 500
- Dengan harga 3000, permintaan barang sejumlah 100
InElastisitas Penawaran
- Dengan harga 2000, penawaran barang sejumlah 150
- Dengan harga 3000, penawaran barang sejumlah 210
Harga Keseimbangan terjadi pada 2090 dengan jumlah 200

Gambar 5. Kurva elatisitas permintaan dan inelastisitas penawaran

Elastisitas Permintaan :
- Dengan harga 2000, permintaan barang sejumlah 500
- Dengan harga 3000, permintaan barang sejumlah 100
:
:

> 1 (Elastis)

InElastisitas Penawaran
- Dengan harga 2000, penawaran barang sejumlah 150
- Dengan harga 3000, penawaran barang sejumlah 210
:
:

< 1 (InElastis)

= 3,33

= 0,83

Contoh :
- Permintaan dan Penawaran terhadap Buah Jeruk
- Terjadi kelebihan penawaran yang lebih sedikit dibandingkan kelebihan permintaan
6

4. InElastisitas Permintaan dan InElastisitas Penawaran


InElastisitas Permintaan :
- Dengan harga 1000, permintaan barang sejumlah 300
- Dengan harga 3000, permintaan barang sejumlah 140
InElastisitas Penawaran
- Dengan harga 1000, penawaran barang sejumlah 140
- Dengan harga 3000, penawaran barang sejumlah 300
Harga Keseimbangan terjadi pada 2000 dengan jumlah 210

Gambar 6. Kurva inelatisitas permintaan dan inelastisitas penawaran

InElastisitas Permintaan :
- Dengan harga 1000, permintaan barang sejumlah 300
- Dengan harga 3000, permintaan barang sejumlah 140
:
:

< 1 (InElastis)

= 0,73

InElastisitas Penawaran
- Dengan harga 1000, penawaran barang sejumlah 140
- Dengan harga 3000, penawaran barang sejumlah 300

:( +
)
=

:( + )
=

< 1 (InElastis)

:(
:(

= 0,73

Contoh :
- Permintaan dan Penawaran terhadap sayuran bersifat inelastis
- Pengaruh terhadap harga keseimbangan, terjadi kelebihan penawaran dan kelebihan
permintaan dengan jumlah yang sama besarnya

C. Campur Tangan Pemerintah Terhadap Harga Pasar


PERTANYAAN
Soal 1
Rata-rata harga tanah di kota Bandung adalah Rp. 1.000.000/m2 dengan rata-rata luas 200 m2.
Apabila tanah tersebut akan dijual, maka pemerintah membebankan pajak penghasilan
kepada penjual sebesar 20% dari harga tanah. Penjual akan membebankan pajak tersebut
pada harga jual tanah tersebut kepada pembeli, namun karena kemampuan pendapatan
pembeli, maka terjadi surplus tanah seluas 100 m2. Kondisi ini membuat penjual mematok
harga Rp. 1.000.000/m2 dengan luas hanya 100 m2. (Catatan: gejala pada kondisi ceteris
paribus).
1. Gambarkan kurva permintaan dan penawaran dengan harga tanah sebelum dan
sesudah dibebani pajak. (Catatan : tentukan terlebih dahulu masing-masing harga tanah
dengan luasannya) Gunakan kertas milimeter blok. (20%)
2. Berapa besarnya harga tanah keseimbangan yang baru? (10%)
3. Apakah pada harga tanah keseimbangan yang baru akan merugikan pihak pembeli dan
penjual akibat pembebana pajak penghasilan kepada penjual? Jelaskan alasannya
dengan bantuan elastisitas dan total pengeluaran. (20%)
Soal 2
Pemerintah kota Bandung akan mengadakan pembangunan lahan untuk permukiman
masyarakat yang kurang mampu seluas 20 ha. Kebijakan ini disambut baik oleh para
developer dan mereka mampu meningkatkan kualitas lingkungan (sisi produksi) sehingga
berakibat pada harga tanah untuk permukiman tersebut menjadi tidak terkendali hingga
mencapai harga 2.000.000/m2. Karena harga ini dipandang terlalu tinggi bagi masyarakat,
maka pemerintah harus mengendalikan harga tanah hingga Rp. 1.800.000/m2 pada luasan
yang sama. Namun dengan harga tersebut, banyak developer yang merasa keberatan karena
8

pada harga pemerintah tersebut mereka hanya mampu mengadakan pembangunan seluas 10
ha. Sementara itu, dengan harga yang dikendalikan pemerintah tersebut justru masyarakat
mampu membeli hingga seluas 30 ha. (Catatan: gejala pada kondisi ceteris paribus).
1. Gambarkan kurva permintaan dan penawaran dengan harga tanah sebelum dan
sesudah dikendalikan. (Catatan : tentukan terlebih dahulu masing-masing harga tanah
dengan luasannya) Gunakan kertas milimeter blok. (20%)
2. Berapa besarnya harga tanah keseimbangan yang baru? (10%)
3. Apakah kebijakan pengendalian harga tanah tersebut dapat berhasil? Jelaskan
alasannya dengan bantuan elastisitas dan total pengeluaran. (20%)

JAWABAN
Soal 1.
1. Kurva Pembebanan Pajak
Berdasarkan soal diatas maka dapat diperoleh :
a. Sebelum dibebani pajak harga tanah seluas 200 m2 yaitu :
- Rp.1000.000 x 200 m2 = Rp. 200.000.000 Rp. 1.000.000/m2
b. Setelah dibebani pajak harga tanah seluas 200 m2 yaitu :
- Rp.1000.000 x 200 m2 x (20% x Rp. 200.000.000) = Rp. 240.000.000 Rp.
1.200.000/m2
P (ribu) /m2

SURPLUS

1200
1150

Pajak

1100

1050
1000
950
900
850
800
750
Q (m2)

20

40

60

80

100 120 140 160 180 200 220

Gambar 7. Kurva pengaruh pajak terhadap penawaran


9

2. Harga Keseimbangan
Berdasarkan gambar kurva di atas dapat diperoleh harga keseimbangan tanah per m2 yaitu
pada harga Rp. 1.100.000/m2 pada luas tanah 150 m2.

3. Pengaruh Harga Kesetimbangan


Elastisitas
PENAWARAN
P (Rupiah)
Q (m2)
PXQ
1.100.000
150
165.000.000
1.000.000
100
100.000.000
P naik, P x Q naik
P turun, P x Q turun
= INELASTIS

PERMINTAAN
P (Rupiah)
Q (m2)
PXQ
1.200.000
100
120.000.000
1.100.000
150
165.000.000
P naik, P x Q turun
P turun, P x Q naik
= ELASTIS

Permintaan elastis, kenaikan P yang relatif kecil menyebabkan berkurangnya Q yang lebih
besar akibatnya P x Q berkurang.
Jadi jika penjual menaikan harga barang yang permintaannya elastis dengan harapan
memperbesar laba, maka justru jumlah yang akan dibeli oleh masyarakat berkurang banyak
banyak sehingga penerimaannya justru berkurang dan ia malahan menderita kerugian.

10

Soal 2.
1. Kurva Pengendalian
Berdasarkan soal diatas maka dapat diperoleh :
a. Sebelum dikendalikan harga tanah seluas 20 ha yaitu :
Rp. 2.000.000 x 20 ha = Rp. 40.000.000
b. Setelah dikendalikan harga tanah seluas 20 ha menjadi :
Rp. 1.800.000 x 20 ha = Rp. 36.000.000
P (ribu) /ha

2400
S

2200
Intervensi

2000
1900
1800

1600
1400
1200
1000
800
600
Q (ha)

10

15

20

25

30

Gambar 8. Kurva intervensi pemerintah terhadap penawaran

2. Harga Keseimbangan
Berdasarkan kurva diatas maka harga tanah keseimbangan yaitu Rp. 1.900.000/ha pada
luas tanah 25 ha.

11

3. Pengaruh Harga Keseimbangan


Elastisitas
PENAWARAN
P (Rupiah)
Q (m2)
PXQ
1.900.000
25
47.500.000
1.800.000
10
18.000.000
P naik, P x Q naik
P turun,P x Q turun
= INELASTIS

PERMINTAAN
P (Rupiah)
Q (m2)
PXQ
1.900.000
25
47.500.000
1.800.000
30
54.000.000
P naik, P x Q turun
P turun, P x Q naik
= ELASTIS

Permintaan elastis, kenaikan P yang relatif kecil menyebabkan berkurangnya Q yang lebih
besar akibatnya P x Q berkurang.
Jadi jika penjual menaikan harga barang yang permintaannya elastis dengan harapan
memperbesar laba, maka justru jumlah yang akan dibeli oleh masyarakat berkurang banyak
banyak sehingga penerimaannya justru berkurang dan ia malahan menderita kerugian.
Akhirnya kebijakan pengendalian harga yang dilakukan pemerintah tidak akan berhasil.

12