Anda di halaman 1dari 27

Proposal Penelitian

PENGARUH INFORMASI ARUS KAS DAN LABA AKUNTANSI


TERHADAP TINGKAT PERDAGANGAN SAHAM
(Studi Empiris Perusahaan Manufaktur Food and Beverages di
Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2014)

OLEH :
NAMA

: DIAN ASTUTI (A1C014027)

KELAS

: A AKUNTANSI REGULER PAGI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS MATARAM
TAHUN 2016

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Pada masa ini perkembangan pasar modal sangat pesat khususnya
perkembangan pasar modal di Indonesia. Perkembangan ini didukung dengan
kesadaran pelaku di dalam pasar modal sendiri terkait dengan return yang
akan diperoleh dari pasar modal dengan melakukan perdagangan efek atau
saham. Harga saham suatu perusahaan di pasar modal ditentukan oleh
kekuatan permintaan dan penawaran terhadap saham perusahaan di pasar
modal. Pada saat tingkat permintaan atas saham perusahaan meningkat, maka
harga saham tersebut akan meningkat. Dan sebaliknya, pada saat tingkat
permintaan atas saham perusahaan menurun atau lebih banyak orang yang
menjual saham perusahaan dibandingkan dengan yang berminat untuk
membeli, maka harga saham cenderung akan menurun. Harga saham di pasar
modal bersifat spekulatif sehingga dapat menimbulkan kekhawatiran terhadap
investor terkait kerugian apabila terjadi penurunan harga saham. Salah satu
factor yang menyebabkan harga saham suatu perusahaan naik atau turun yaitu
pengumuman terkait laporan keuangan perusahaan.
Laporan keuangan perusahaan menggambarkan terkait dengan kondisi
kesehatan keuangan perusahaan. Laporan keuangan merupakan salah satu
sumber yang dapat memberikan informasi dan keyakinan bagi investor dalam
membeli saham perusahaan atau menjualnya. Laporan arus kas dan laporan
laba rugi merupakan bagian dari laporan keuangan yang dapat mempengaruhi
keputusan para investor dalam melakukan investasi.

Laporan laba rugi dapat memberikan informasi terkait dengan kondisi


suatu perusahaan. Dan menurut Sofyan S.Harahap, dalam buku Analisa Kritis
Atas Laporan Keuangan (2006:73), Laba rugi menggambarkan hasil yang
diperoleh atau diterima oleh perusahan selama satu periode tertentu, serta
biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan hasil tersebut. Hasil
dikurangi biaya-biaya merupakan laba atau rugi. Kalau hasil lebih besar dari
biaya berarti laba,sebaliknya, kalau hasil lebih kecil dari biaya-biaya, berarti
rugi. Sedangkan menurut Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim, dalam buku
Analisa Laporan Keuangan (2002:56), Laporan Laba Rugi adalah lebih
meringkaskan hasil dari kegiatan perusahaan selama periode akuntansi
tertentu. Dari ketiga pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa yang
dimaksud laporan laba rugi adalah suatu laporan yang menunjukan
penerimaan atau pendapatan dan beban-beban dari perusahaan untuk suatu
periode tertentu. Dari uraian diatas dapat dilihat pentingnya laporan laba rugi
yaitu sebagai alat untuk mengetahui hasil dari kegiatan yang terjadi di dalam
perusahaan di dalam suatu periode serta tingkat laba atau rugi yang dihasilkan
oleh perusahaan berdasarkan kegiatan-kegiatan yang terjadi di dalam
perusahaan selama satu periode. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan
oleh Hery (2009), Hardian dan Sugeng (2007) dan Keni (2008) menyatakan
bahwa terdapat informasi laba berpengaruh terhadap return saham perusahaan.
Sehingga apabila return saham perusahaan baik maka dapat menarik investor
untuk melakukan investasi di perusahaan. Laba bersih suatu perusahaan
mengukur kemampuan usaha untuk menghasilkan laba dan menjawab
pertanyaan bagaimana keberhasilan perusahaan dalam mengelola usahanya
karena laba

mempunyai tujuan yang sama yaitu pengukuran efisiensi

manajer dalam mengelola perusahaan sehingga dapat menggambarkan kondisi


perusahaan dan prospek perusahaan ke depannya. Jika laba bersih suatu
perusahaan menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu, maka investor
akan tertarik untuk menginvestasikan dananya pada perusahaan tersebut,

dengan demikian harga saham yang dimiliki oleh perusahaan akan semakin
meningkat.
Selain itu bagian dari laporan keuangan yang dapat mempengaruhi
keputusan investor dalam melakukan investasi adalah laporan arus kas.
Laporan arus kas dapat menggambarkan kemampuan perusahaan dalam
memperoleh kas dan penggunaanya. Menurut Skousen dkk (2009 : 284)
Laporan arus kas itu sendiri didefinisikan sebagai berikut : Laporan arus kas
(statement of cash flow) adalah laporan keuangan yang melaporkan jumlah
kas yang diterima dan dibayar oleh suatu perusahaan selama periode tertentu.
Sedangkan Menurut Harahap (2010 : 257), mengemukakan bahwa : Laporan
arus kas memberikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan
pengeluaran kas suatu perusahaan pada suatu periode tertentu, dengan
mengklasifikasikan transaksi pada kegiatan : operasi, pembiayaan dan
investasi. Berdasarkan kedua pengertian di atas, dapat dikemukakan bahwa
laporan arus kas merupakan laporan yang menginformasikan arus kas masuk
dan arus kas. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Ferry dan
Erni Eka Wati (2004), Asyik (1999) yang meneliti tentang pengaruh informasi
laba aliran kas dan komponen aliran kas terhadap harga saham. Laporan arus
kas mampu memberikan nilai tambah informasi bagi para pemakai laporan
keuangan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka kita dapat mengetahui
bahwa terdapat hubungan di antara harga saham perusahaan dan laporan arus
kas. Maka semakin baik arus kas suatu peusahaan maka semakin tinggi pula
harga saham perusahaan tersebut karena dapat menarik perhatian investor
untuk melakukan investasi. Hal ini karena laporan arus kas menggambarkan
informasi penting yang dibutuhkan oleh investor yaitu kemampuan
perusahaan menghasilkan kas maupun membayar kewajiban-kewajiban
perusahaan.

Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis melakukan penelitian


dengan judul PENGARUH INFORMASI ARUS KAS DAN LABA
AKUNTANSI TERHADAP TINGKAT PERDAGANGAN SAHAM
(Studi Empiris Perusahaan Manufaktur Food and Beverages di Bursa
Efek Indonesia Periode 2010-2014)

1.2.Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan di atas,
maka masalah dalam penelitian ini dapat diidentifikasikan :
1) Harga saham di pasar modal tidak stabil dapat berubah yang disebabkan
oleh slah satu nya laporan keuangan perusahaan.
2) Harga saham di pasar modal bersifat spekulatif sehingga dapat
menimbulkan kekhawatiran bagi pihak investor.
1.3.Rumusan Masalah
1) Apakah terdapat pengaruh informasi arus kas terhadap tingkat
perdagangan saham perusahaan manufaktur food and beverages di Bursa
Efek Indonesia pada tahun 2010-2014?
2) Apakah terdapat pengaruh informasi

arus kas terhadap tingkat

perdagangan saham perusahaan manufaktur food and beverages di Bursa


Efek Indonesia pada tahun 2010-2014?
1.4.Tujuan Masalah
1) Menguji pengaruh informasi arus kas terhadap tingkat perdagangan saham
perusahaan manufaktur food and beverages di Bursa Efek Indonesia pada
tahun 2010-2014.
2) Menguji pengaruh informasi laba akuntansi terhadap tingkat perdagangan
saham perusahaan manufaktur food and beverages di Bursa Efek
Indonesia pada tahun 2010-2014.
1.5.Manfaat Penelitian
1) Bagi Penulis

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai hasil penerapan teori


dan ilmu akuntansi dan hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah
wawasan dan pengetahuan peneliti tentang pengaruh informasi arus kas
dan laba akuntansi terhadap tingkat perdagangan saham.
2) Bagi Investor
Manfaat yang diambil dari penelitian ini diantaranya memberikan
kontribusi kepada investor dan calon investor mengenai manfaat
penggunaan komponen laba akuntansi dan arus kas sebagai salah satu
pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan investasinya dan
sebagai pertimbangan analisis investasinya. Dengan banyaknya informasi
yang dimiliki investor, diharapkan semakin kecil risiko yang ditanggung
investor.
3) Bagi Akademisi
Penelitian ini diharapkan menjadi bukti ada tidaknya pengaruh komponen
laba akuntansi dan arus kas terhadap tingkat perdagangan saham serta
dapat digunakan sebagai referensi penelitian-penelitian selanjutnya.
4) Bagi Perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai pedoman untuk
melakukan

kebijakan

manajemen

untuk

memaksimumkan

nilai

perusahaan dan nilai saham perusahaan, terutama terkait laporan laba rugi
dan arus kas perusahaan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Teori
2.1.1. Pasar Modal
Pengertian pasar modal menurut Undang-undang Pasar Modal
no. 8 tahun 1995: Pasar Modal yaitu sebagai suatu kegiatan yang
bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek,

perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya,


serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.
Menurut Husnan (2003) adalah pasar untuk berbagai instrumen
keuangan jangka panjang yang bisa diperjual-belikan, baik dalam
bentuk hutang maupun modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh
pemerintah, public authorities, maupun perusahaan swasta. Menurut
Usman

(1990:62),

umumnya

surat-surat

berharga

yang

diperdagangkan di pasar modal dapat dibedakan menjadi surat


berharga bersifat hutang dan surat berharga yang bersifat pemilikan.
Surat berharga yang bersifat hutang umumnya dikenal nama obligasi
dan surat berharga yang bersifat pemilikan dikenal dengan nama
saham. Lebih jauh dapat juga didefinisikan bahwa obligasi adalah
bukti pengakuan hutang dari perusahaan, sedangkan saham adalah
bukti penyertaan dari perusahaan.
Menurut Tandelilin dalam Chancera (2011), pasar modal
adalah pertemuan antara pihak yang kelebihan dana dengan pihak
yang membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan sekuritas.
Sedangkan tempat dimana terjadinya jual beli sekuritas disebut dengan
bursa efek. Oleh karena itu, bursa efek merupakan arti dari pasar
modal secara fisik.
Menurut Sartono dan Chancera, 2011 pasar modal adalah
tempat terjadinya transaksi aset keuangan jangka panjang (long term
financial asset). Jenis surat berharga yang diperjualbelikan di pasar
modal memiliki masa jatuh tempo lebih dari satu tahun dalam bentuk
obligasi, saham preferen dan saham biasa.
Ada empat tipe pasar modal Menurut Jogiyanto dalam Soni
Jodi Utomo (2011) yaitu:

1. Pasar Perdana (Primary Market)


Surat berharga yang baru dikeluarkan oleh perusahaan
dijual di pasar ini. Surat berharga yang baru dikeluarkan dapat
berupa penawaran perdana ke publik atau tambahan surat berharga
baru jika perusahaan sudah go public.
2. Pasar Sekunder (Secondary Market)
Surat berharga yang sudah beredar diperdagangkan di pasar
ini ditentukan oleh permintaan dan penawaran.
3. Pasar Ketiga (Third Market)
Pasar ketiga merupakan pasar perdagangan surat berharga
pada saat pasar sekunder tutup. Pasar ini dijalankan oleh broker
yang mempertemukan pembeli dan penjual pada saat pasar
sekunder tutup.
4. Pasar Keempat (Fourt Market)
Pasar keempat merupakan pasar modal yang dilakukan oleh
institusi yang berkapasitas besar untuk menghindari komisi broker.

Instrumen Pasar Modal


Pasar modal merupakan pasar bagi instrumen finansial
jangka panjang (lebih dari satu tahun jatuh temponya). Instrumen
yang dimaksud adalah semua surat berharga (sekuritas) yang
diperdagangkan di bursa. Menurut Tandelilin (2001:39), jenis
sekuritas yang diperdagangkan di bursa efek adalah sebagai
berikut:
1. saham biasa,
2. saham preferen,
3. obligasi,

4.
5.
6.
7.

obligasi konversi,
right issue,
waran,
reksadana.
Saham merupakan instrument pasar modal yang sangat

menarik bagi investor karena dapat memberikan keuntungan yang


menarik bagi investor. Saham adalah tanda bukti memiliki
perusahaan dimana pemiliknya disebut juga sebagai pemegang
saham (Shareholder atau stockholder). Saham ada 2 macam yaitu
saham preferen (preferred stock) dan saham biasa (common stock).
Saham preferen adalah jenis saham yang memiliki hak terlebih
dahulu untuk menerima laba dan memiliki hak laba kumulaif. Hak
kumulatif adalah hak untuk mendapatkan laba yang tidak
dibagikan pada suatu tahun yang mengalami kerugian, tetapi akan
dibayar pada tahun mengalami keuntungan, sehingga saham
preferen akan menerima laba dua kali. Sedangkan saham biasa
adalah jenis saham yang akan menerima laba setelah laba bagian
saham preferen dibayarkan. Apabila perusahaan bangkrut, maka
pemegang saham biasa yang akan menderita terlebih dahulu.
2.1.2. Arus Kas
2.1.2.1.
Pengertian Kas
Dari segi akuntansi, yang dimaksud dengan kas adalah :
Segala sesuatu (baik yang berbentuk uang atau bukan) yang
dapat tersedia dengan segera dan diterima sebagai alat
pelunasan kewajiban pada nilai nominalnya. (Soemarso,
2004:320).
Menurut Munawir (1983:14), pengertian kas adalah:
Kas merupakan uang tunai yang dapat digunakan untuk
membiayai operasi perusahaan, termasuk dalam pengertian kas
adalah cek yang diterima dari para pelanggan dan simpanan

perusahaan di bank dalam bentuk giro atau demand deposit,


yaitu simpanan di bank yang dapat diambil kembali (dengan
menggunakan cek atau bilyet).
Standar Akuntansi Keuangan (2002: 85) memberikan
pengertian sebagai berikut : Kas adalah alat pembayaran yang
siap dan bebas digunaka untuk membiayai kegiatan umum
perusahaan. Yang dimaksud dengan bank adalah sisa rekening
giro perusahaan yang dapat dipergunakan secara bebas untuk
kegiatan

umum

perusahaan.

Sedangkan

menurut

Zaki

Baridwan (2003 :85) kas merupakan suatu alat pertukaran


dan digunakan sebagai suatu ukuran dalam akuntansi.
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan
as adalah seluruh uang tunai dan bentuk-bentuk lainnya yang
dapat diuangkan setiap saat apabila perusahaan membutuhkan
dan

merupakan

alat

pertukaran

dan

alat

pembayaran yang diterima untuk pelunasan hutang, dan dapat


diterima sebagai setoran dengan jumlah sebesar nilai
nominalnya, juga simpanan bank atau tempat lain yang dapat
diambil sewaktu-waktu.
2.1.2.2.

Laporan Arus Kas


Menurut PSAK No. 2, arus kas adalah arus kas masuk
dan arus kas keluar atau setara kas. Kas terdiri dari saldo (cash
on hand) dan rekening giro. Setara kas (cash equivalent) adalah
investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek dan
yang dengan cepat dapat dijadikan kas dengan jumlah tertentu
tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan.
Setara kas dimiliki untuk memenuhi komitmen jangka pendek,
bukan untuk investasi atau tujuan lain.

Pengertian Arus Kas menurut Ridwan S. Sundjaja


dan Inge Barlian (2002:61) dalam bukunya yang berjudul
Manajemen Keuangan I Edisi keempat menyatakan sebagai
berikut : Arus kas adalah ringkasan aliran kas untuk suatu
periode tertentu, laporan ini kadang disebut laporan sumber
dan penggunaan operasi perusahaan, investasi, dan aliran kas
pembiayaan serta menunjukkan perubahan kas dan surat
berharga selama periode tersebut.
Menurut Harahap (2010 : 258) pengertian kas adalah
sebagai berikut: Kas adalah uang dan surat berharga lainnya
yang dapat diuangkan setiap saat serta surat berharga lainnya
yang sangat lancar yang memenuhi syarat sebagai berikut :
1. setiap saat dapat ditukar menjadi kas,
2. tanggal jatuh temponya sangat dekat,
3. kecil resiko perubahan nilai yang disebabkan perubahan
tingkat harga.
Informasi arus kas membantu para pemakai untuk
memahami hubungan antara laba dan arus kas serta untuk
memprediksi arus kas operasi di masa depan. Arus kas juga
dapat memberikan informasi yang dapat menjadi pertimbangan
bagi investor dalam melakukan keputusan investasi.
2.1.2.3.

Kegunaan Arus Kas


Laporan arus kas dapat digunakan untuk (PSAK No. 2):
a. Laporan arus kas dapat memberikan informasi yang
memungkinkan para pengguna untuk mengevaluasi
perubahan dalam aset bersih perusahaan, struktur keuangan
(termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan
mempengaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam rangka
adaptasi dengan perubahaan keadaan dan peluang.

b. Informasi arus kas berguna untuk menilai kemampuan


perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan
memungkinkan para pengguna mengembangkan model
untuk menilai dan membandingkan nilai sekarang dari arus
kas masa depan (future cash flows) dari berbagai
perusahaan.
c. Informasi arus kas juga meningkatkan daya banding
pelaporan kinerja operasi berbagai perusahaan karena dapat
meniadakan pengaruh penggunaan perlakuan akuntansi yang
d.

berbeda terhadap transaksi dan peristiwa yang sama.


Informasi arus kas historis sering digunakan sebagai
indikator dari jumlah, waktu, dan kepastian arus kas masa

depan.
e. Informasi arus kas berguna untuk meneliti kecermatan dari
taksiran arus kas masa depan yang telah dibuat sebelumnya
dan dalam menentukan hubungan antara profitabilitas dan
kas bersih serta dampak perubahan harga.
Adapun kegunaan arus kas menurut Harahap (2010 :
257), yaitu dapat mengetahui :
a. kemampuan perusahaan menggenerate kas,
merencanakan, mengontrol arus kas masuk dan arus kas
keluar perusahaan pada masa lau;
b. kemungkinan keadaan arus kas masuk dan keluar, arus
kas bersih perusahaan, termasuk kemampuan membayar
c.

dividen di masa yang akan datang;


informasi bagi investor dan kreditor untuk memproyeksikan

return dari sumber kekayaan perusahaan;


d. kemampuan perusahaan untuk memasukan kas ke
perusahaan dimasa yang akan datang;
e. alasan perbedaan antara laba bersih dibandingkan dengan
penerimaan dan pengeluaran kas;

f. pengaruh investasi baik kas maupun bukan kas dan


transaksi lainnya terhadap posisi keuangan perusahaan
selama satu periode tertentu.
2.1.3. Laba Akuntansi
2.1.3.1.
Pengertian Laba
Laba seperti yang dijelaskan dalam Statement of
Financial Concept (FASB, 1984 dalam Chariri dan Ghozali,
2000) adalah pengertian yang sama dengan laba bersih (net
income) yang berlaku dalam praktek saat ini, yaitu semua laba
bersih (net income) untuk satu periode. Meski demikian, FASB
membedakan konsep laba dengan laba bersih (net income).
Laba lebih lanjut dijelaskan oleh Pradhono dan Yulius (2004)
adalah laba bersih sebelum akun-akun luar biasa (extra
ordinary accounts) selama satu tahun buku tercantum dalam
laporan laba rugi.
Menurut Yadianti (2010;92) secara sintaktis accounting
income atau laba akuntansi merupakan hasil penandingan
antara pendapatan dan beban, atau selisih antara pendapatan
atau beban yang berdasarkan pada prinsip realisasi atau aturan
matching yang memadai.
Menurut Yulius & Yocelyn (2012) Laba akuntansi
didefinisikan sebagai perbedaan antara pendapatan yang
direalisasikan dari transaksi yang terjadi selama satu periode
dengan biaya yang berkaitan dengan pendapatan tersebut.
2.1.3.2.

Tujuan Laba
PSAK No. 25 (1994) menyatakan bahwa, laporan laba
rugi merupakan laporan utama untuk melaporkan kinerja dari
suatu perusahaan selama periode tertentu. Informasi tentang

kinerja suatu perusahaan, terutama tentang profitabilitas,


dibutuhkan untuk mengambil keputusan tentang sumber
ekonomi yang akan dikelola oleh suatu perusahaan di masa
yang akan datang. Informasi tersebut juga seringkali digunakan
untuk memperkirakan kemampuan suatu perusahaan untuk
menghasilkan kas dan aktiva yang disamakan dengan kas di
masa yang akan datang.
2.1.3.3.

Jenis Laba Akuntansi


1. Laba Kotor
Laba kotor merupakan selisih antara penjualan dengan
harga pokok penjualan perusahaan (Faisal Abdullah, 2004:
94). Agar operasional perusahaan menguntungkan, maka
operasional perusahaan harus direncanakan dengan hati-hati
dan melaksanakannya sesuai dengan rencana yang telah
dibuat. Pelaksanaan rencana tersebut harus senantiasa
dipantau dan jika terjadi penyimpangan maka tindakan
koreksi harus segera diambil sebelum keadaannya makin
bertambah parah. Manajemen sebaiknya segera
menginformasikan atas berbagai akibat yang
ditimbulkannya.
Analisis laba kotor merupakan proses analisa yang
berkelanjutan dan harus dilaksanakan dengan efektif.
Analisis laba kotro ini dapat dilakukan seperti melakukan
analisis biaya standat dimana setiap perbedaan akan segera
diketahui. Laba kotor sering juga disebut dengan gross
margin yang merupakan kelebihan penjualan atas harga
pokok penjualan (Kusnadi, dkk, 2001: 189).
2. Laba Operasional
Laba operasional merupakan laba kotor setelah
dikurangi dengan biaya dari aktivitas-aktivitas operasional

perusahaan (Faisal Abdullah, 2004: 95). Terkait dengan


informasi laba yang memiliki efek terhadap penggunanya,
berbagai penelitian yang menghubungkan informasi angka
laba dengan harga saham, umumnya menggunakan angka
laba operasi sebagai ukuran angka. Alasannya bahwa laba
operasi lebih mampu menggambarkan operasional
perusahaan dibandingkan dengan laba bersih. Laba bersih
dianggap masih dipengaruhi oleh hal-hal kaub tabf ada di
luar kendali perusahaan, misalnya peristiwa luar biasa yang
meningkatkan laba. Selain itu laba operasi juga diasumsikan
memiliki hubungan langsung dengan proses penciptaan laba.
Namun jika laba operasi dianggap telah mampu
menggambarkan operasioan perusahaan dan memiliki
hubungan langsung dengan proses penciptaan laba melalui
biaya-biaya operasi, maka perlu diadakan penelitian untuk
memastikan apakah laba operasi memang paling
berpengaruh signifikan terhadap meningkatnya harga saham
perusahaan. (Rahmat Febrianto dan Erna Widiastuty, 2006).
3. Laba Bersih
Laba bersih adalah selisih antara total pendapatan
dikurangi dengan total biaya, dengan kata lain, laba bersih
merupakan selisih laba operasi dikurangi dengan biaya
bungan pajak penghasilan (PPh). Menurut Wild,
Subramayan, dan Hasley (2007) menyatakan bahwa yang
dimaksud dengan laba bersih adalah komponen dalam
laporan laba rugi yang terletak di baris akhir laporan.
Dengan demikian laba bersih adalah laba yang dibagikan
sebagian dalam bentuk dividend an sisanya laba ditahan bagi
perusahaan yang bersangkutan.

2.1.4. Tingkat Perdagangan Saham


Tingkat perdagangan saham adalah jumlah seluruh saham yang
diperdagangkan dalam jangka waktu tertentu (Hastuti dan Sudibyo
dalam Emil Rivantu (2010:13)). Perdagangan saham yang aktif, yaitu
dengan volume perdagangan yang besar, menunjukan bahwa saham
tersebut digemari oleh para investor yang berarti saham tersebut cepat
diperdagangkan.
Tinggi rendahnya perdagangan saham adalah penilaian yang
dipengaruhi oleh banyak factor. Seperti kinerja perusahaan, kebijakan
direksi dalam investasi lain, kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah,
tingkat pendapatan, laju inflasi, penawaran dan permintaan dan
kemampuan analisa efek harga saham itu sendiri juga merupakan
sebagian hal-hal yang berpengaruh terhadap tingkat perdagangan
saham dan masih banyak lagi faktor yang mempengaruhinya.
2.2. Penelitian Terdahulu
Hastuti dan Sudibyo (1998) melakukan penelitian yang bertujuan
untuk memberikan bukti empiris apakah publikasi laporan arus kas
mempengaruhi pengambilan keputusan investor. Hasil penelitian ini
menunjukkan bukti empiris bahwa para investor sudah memanfaatkan
informasi yang terkandung dalam laporan keuangan Desember 1993 dan 1994
untuk pengambilan keputusan investasi.
Baridwan dan Parawiyati (1998) menguji kemampuan laba dan arus
kas dalam memprediksi laba dan arus kas perusahaan go publik di Indonesia.
Sampel yang diambil sebanyak 48 perusahaan manufaktur yang terdapat di
Bursa Efek Jakarta. Hasil penelitiannya adalah prediktor laba memberi
pengaruh yang lebih besar dibanding prediktor arus kas, walaupun hasil
analisisnya menunjukkan bahwa prediktor laba dan arus kas signifikan dalam
memprediksi laba satu tahun ke depan.

Triyono dan Hartono (2000) melakukan penelitian terhadap 54


perusahaan manufaktur yang mempublikasikan laporan keuangan per 31
Desember untuk tahun buku 1995 dan 1996 mengenai hubungan kandungan
informasi dari total arus kas terhadap harga tingkat perdagangan saham. Hasil
penelitian ini membuktikan bahwa ketiga komponen arus kas mempunyai
pengaruh yang signifikan, sedangkan laba akuntansi mempunyai kandungan
informasi terhadap harga saham.
Adiati (2003) menguji manfaat arus kas untuk prediksi dividen
dengan laba bersih dan dividen sebelumnya sebagai variabel kontrolnya.
Hasilnya adalah bahwa laba bersih dan jumlah dividen kas bermanfaat untuk
memprediksi jumlah dividen kas satu tahun kemudian, sedangkan arus kas
operasi dan kas akhir tahun jika digunakan bersama-sama dengan laba bersih
dan jumlah dividen kas tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap
jumlah dividen kas satu tahun kemudian.
2.3. Kerangka Konseptual
Penelitian ini merupakan penelitian empiris, yaitu penelitian yang
menggunakan data sekunder yang diambil dari website Bursa Efek Indonesia
(www.idx.co.id) berupa laporan tahunan dari tahun 2010 sampai dengan tahun
2014. Peneliti ingin mengetahui apakah terdapat hubungan antara laba
akuntansi dan arus kas terhadap tingkat perdagangan saham perusahaan
manufaktur food and beverages.
Informasi yang menunjukkan kondisi perusahaan secara financial
adalah laporan keuangan khususnya yang dibahasa pada penelitian ini adalah
laba akuntansi dan arus kas. Laba akuntansi merupakan selisih pengukuran
pendapatan dan biaya. Sedangkan arus kas yaitu laporan keuangan suatu
perusahaan yang menggambarkan arus kas masuk dan arus kas keluar suatu
perusahaan yang terjadi di dalam suatu periode. Karena itu laba rugi dan arus

kas mengandung informasi yang sangat penting bagi investor dalam


melakukan investasi.
Apabila perusahaan memiliki laba yang cukup baik dan arus kas yang
baik maka keadaan financial perusahan dapat dikatakan baik maka investor
akan tertarik untuk melakukan investasi sehingga harga saham perusahaan
tersebut dapat meningkat.berdasarkan uraian di atas maka dapat
dikembangkan kerangka pemikiran sebagai berikut:
1. Pengaruh Arus Kas Perusahaan terhadap Tingkat Perdagangan
Saham
Arus kas melaporkan terkait dengan total arus kas masuk dna arus
kas keluar di dalam suatu perusahaan. Tujuan utama arus kas perusahaan
memberikan informasi terkaii penerimaan kas perusahaan dan penggunaan
kas perusahaan. Arus kas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk
menghasilkan kas dan penggunaan kas perusahaan untuk membiayai
kewajiban-kewajiban perusahaan. Infromasi ini sangat berguna bagi pihak
internal maupun eksternal, pihak eksternal terutama yaitu investor.
Perusahaan yang memiliki arus kas yang tinggi berarti memiliki nilai
pasar yang tinggi. Nilai pasar perusahaan yang tinggi akan mendorong
investor untuk melakukan investasi sehingga akan meningkat tingkat
perdagangan saham perusahaan.
2. Pengaruh Laba Akuntansi Perusahaan terhadap Tingkat
Perdagangan Saham
Menurut Robert Ang, (1997) dalam Winda (2013) mengatakan
bahwa laba akuntansi menunjukkan ukuran tingkat penegmbalian bagi
para pemegang saham dan ukuran kinerja manajemen dalam keseluruhan
penilaian kinerja keuangan. Jika laba perusahaan dari waktu ke waktu
mengalami peningkatan yang stabil maka investor akan tertarik untuk
melakukan sehingga hal tersebut dapat meningkat return saham
perusahaan yang berarti tingkat perdagangan terhadap saham juga akan

meningkat. Dan sebaliknya apabila perusahaan mengalami kerugian dari


wkatu ke waktu maka investor akan tidak tertarik untuk melakukan
investasi karena kesehatan keuangan perusahaan buruk sehingga sangat
kecil kemungkinan investor memperoleh dividen sehingga tingkat
perdagangan saham akan menurun sejalan dengan menurunnya return
saham perusahaan.

Berikut gambaran kerangka konseptual penelitian :

ARUS KAS
TINGKAT PERDAGANGAN SAHAM

LABA AKUNTANSI

2.4. Hipotesis
Arus kas melaporkan informasi terkait dengan arus kas masuk dan arus
kas dari suatu perusahaan selama satu periode. Arus kas berasal dari tiga jenis
transaksi yaitu arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi
dan arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan. Semakin tinggi arus kas
perusahaan maka hal tersebut menunjukkan semakin baik keuangan

perusahaan sehingga berdampak positif terhadap tingkat perdagangan saham


perusahaan. Dengan demikian hipotesis pertama dalam penilitian ini yaitu :
Ha1

: Arus kas berpengaruh positif terhadap tingkat perdagangan saham


Laba akuntansi perusahaan diperoleh dari hasil pengurangan

pendapatan perusahaan dikurangi dengan biaya-biaya yang terjadi di dalam


perusahaan selama satu periode. Semakin besar laba perusahaan maka
semakin tinggi tingkat keinginan investor untuk melakukan investasi terhadap
perushaan tersebut sehingga semakin tinggi tingkat perdagangan terhadap
saham perusahaan. Dan sebaliknya apabila laba perusahaan rendah maka
keinginan perusahaan untuk mealukan investasi terhadap perusahaan tersebut
kecil sehingga tingkat perdangangan terhadap saham perusahaanpun rendah.
Dengan demikian hipotesis kedua penelitian ini yaitu :
Ha2
saham

: Laba akuntansi berpengaruh postif terhadap tingkat perdagangan

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
penelitian kausal (causal research), yaitu metode yang digunakan untuk
mengetahui pengaruh anatara variabel bebas (independent variable) yaitu arus
kas dan laba akuntansi dengan variabel terikat (dependent variable) yaitu
tingkat perdagangan saham.
3.2. Lokasi Penelitian
Peneilitian dilakukan pada periode bulan Januari sampai dengan April
2016. Pengambilan data di unduh dari situs Bursa Efek Indonesia yaitu
www.idx.co.id terkait dengan laporan keuangan perusahaan dan dari situs
yahoo Finance yaitu www.finance.yahoo.com untuk mendapatkan informasi
terakait dengan tingkat perdagangan saham perusahaan.

3.3. Metode Pengumpulan Data


Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan cara
1. Dokumentasi
Dokumentasi yaitu merupakan suatu cara yang digunakan untuk
memperoleh data dengan menganalisis informasi yang didokumentasikan
dalam bentuk tulisan atau bentuk-bentuk lain. Data diperoleh dari Bursa
Efek Indonesia (www.idx.co.id) untuk data laporan keuangan untuk tahun
2010-2014 dan Yahoo Finance (www.finance.yahoo.com) untuk data
tingkat perdagangan saham.
2. Studi Kepustakaan (library Research)
Data dan rumusan lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini
bersumber dari beberapa buku paket untuk kuliah. Selain itu penulis juga
mendapatkan beberapa sumber data yang berasal dari refrensi penelitianpenelitian sebelumnya.
3. Web Searching
Yaitu usaha penulis untuk mengumpulkan artikel artikel, jurnal,
dokumen dan lain-lain yang ada hubungannya dengan materi penulisan
ilmiah ini di internet.
3.4. Populasi dan Sampel
3.4.1. Populasi
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Apabila
seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah
penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi atau studi
populasi atau study sensus (Sabar, 2007). Populasi dalam penelitian ini
adalah perusahaan manufaktur Food and Beverages yang mencatatkan
sahamnya di BEI periode 2010 sampai dengan 2014
3.4.2. Sampel
Menurut Sugiyono sampel adalah bagian atau jumlah dan
karakteritik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan
peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi,
missal karena keterbatan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti akan

mengambil sampel dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu,
kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel
yang diambil dari populasi harus betul-betul representative
(Sugiyono,2011).
Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang
terdaftar di BEI dan dibatasi pada perusahaan manufaktur Food and
Beverages yang menyajikan laporan keuangan per 31 Desember untuk
tahun 2010 sampai dengan 2014. Pemilihan sampel pada perusahaan
manufaktur Food and Beverages yang terdaftar di BEI berdasarkan
beberapa alasan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan
purposive sampling dengan kriteria :
a. Perusahaan yang berturut-turut tercatat selama periode
pengamatan 2010 sampai dengan 2014.
b. Perusahaan yang telah menerbitkan dan mempublikasikan
laporan keuangan auditannya per 31 Desember 2010 sampai
dengan 2014.
c. Perusahaan yang sahamnya aktif selama 2010 sampai dengan
2014.
Berdasarkan kriteria diatas, maka sampel yang terambil adalah
sebagai berikut:
N

KODE

NAMA PERUSAHAAN

O
1

AISA

TIGA PILAR SEJAHTERA

2
3
4
5
6

CEKA
DLTA
ICBP
INDF
MLBI

WILMAR CAHAYA INDONESIA


DELTA DJAKARTA
INDOFOOD CBP SUKSES MAKMUR
INDOFOOD SUKSES MAKMUR
MULTI BINTANG INDONESIA

7
8

MYOR
PSDN

MAYORA INDAH
PRASHIDA ANEKA NIAGA

ROTI

NIPPON INDOSARI CORPORINDO

10
11

SKLT
STTP

SEKAR LAUT
SIANTAR TOP

12

ULTJ

ULTRAJAYA MILK INDUSTRY AND TRADING


COMPANY

3.5. Sumber Data


Sumber data penelitian yaitu sumber subjek dari tempat mana data
bisa didapatkan. Data bersumber dari data sekunder yaitu data yang diperoleh
peneliti dari sumber yang sudah ada. Data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah data sekunder berupa data kuantitatif yang diperoleh dari laporan
tahunan perusahaan. Data tersebut terdiri atas Laporan keuangan tahun 2010
2014

DAFTAR PUSTAKA
Ikatan Akuntan Indonesia. 2012. Standar Akuntansi Keuangan. Penerbit Salemba
Empat. Jakarta.
Kasmir. 2011. Analisis Laporan Keuangan. Edisi Revisi. Penerbit Rajawali Pers.
Jakarta.
Jogiyanto. Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Edisi pertama, Yogyakarta : BPFEUGM, 1998.
Zahron Naima. 2000. Kandungan Informasi Laba Akuntansi dan Arus Kas terhadap
Harga Saham. Jurnal Akuntansi. 4(1), Universitas Tarumanegara, Jakarta.
Ferry dan Erni Ekawati, 2004. Pengaruh Informasi Laba, aliran kas dan Komponen
aliran kas terhadap harga saham pada Perusahaan Manufaktur di Indonesia.
Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol.1 No.2, 79-93.
Suadi, Arief, Penelitian Tentang Manfaat Laporan Arus Kas, Jurnal Ekonomi dan
Bisnis Indonesia, No. 2, Vol, 13, 1999.
Atik Melly Wahyuni, Pengaruh Kandungan Informasi Laporan Arus Kas Terhadap
Volume Perdagangan Saham (studi kasus perusahaan di Jakarta Islamic
Index), Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Yogyakarta, 2008.
Chancera DM. 2011. Pengaruh Manajemen Laba Terhadap
Biaya Modal Ekuitas pada Perusahaan Manufaktur
yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun

2008-2009, Skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas


Diponegoro, Semarang.
Hardian Hariono Sinaga, 2010, Analisis Pengaruh Total Arus
Kas, Komponen Arus Kas, Laba Akuntansi
terhadap Return Saham, Skripsi, Fakultas Ekonomi
Univesitas DIponegoro, Semarang.
Nurbawa, Roman. 2012, Pengertian Laporan Keuangan
Menurut Pakar & Ahlinya.
https://romannurbawastore.wordpress.com/2012/0
5/06/pengertian-laporan-keuangan-menurut-pakarahlinya/ (diakses 27 Oktober 2016)
Riadi, Muchlisin. 2015, Analisis dan Faktor yang
Mempengaruhi Harga Saham.
http://www.kajianpustaka.com/2015/07/analisisdan-faktor-yang-mempengaruhi.html (diakses 27
Oktober 2016)
Coki. 2008, Pengertian Pasar Modal.
https://coki002.wordpress.com/pengertian-pasarmodal/ (diakses 30 Oktober 2016)
Pearson, Chris. 2010, Pasar Modal; Definisi, Pelaku, Jenis
dan Fungsi Pasar Modal. http://jurnalsdm.blogspot.co.id/2009/06/pasar-modal-definisipelaku-jenis-dan.html (diakses 30 Oktober 2016)

Safar, Gempur. 2011, Instrumen di Pasar Modal Indonesia.


https://exponensial.wordpress.com/2011/11/04/inst
rumen-di-pasar-modal-indonesia/ (diakses 30
Oktober 2016)
Sugiyarbini. 2011, Pengertian Populasi dan Sampel dalam
Penelitian.
https://sugithewae.wordpress.com/2012/11/13/pen
gertian-populasi-dan-sampel-dalam-penelitian/
(diakses 30 Oktober 2016)
PSAK 2 Laporan Arus Kas
PSAK No. 25 (1994) tentang Kebijakan Akuntansi,
Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan