Anda di halaman 1dari 64

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan posisi keuangan mempunyai arti yang sangat penting bagi
perusahaan. Baik dalam perusahaan yang berskala besar maupun kecil, ataupun
bersifat profit motif maupun non-profit motif akan mempunyai perhatian yang
sangat besar dibidang keuangan, terutama dalam perkembangan dunia usaha yang
semakin maju, menimbulkan persaiangan antara perusahaanpun semakin ketat,
sehingga menuntut perusahaan untuk membuat perusahaan lebih efisien dalam
beroprasi sehingga dapat terus-menerus meningkatkan kemampuan bersaing demi
kelangsungan hidup perusahaannya. Untuk melihat sehat tidaknya suatu
perusahaan tidak hanya dapat dinilai dari keadaan fisiknya saja, misalnya dilihat
dari gedung, pembangunan atau ekspansi. Faktor terpenting untuk dapat melihat
perkembangan suatu perusahaan terletak dalam unsur keuangannya, karena dari
unsur tersebut juga dapat mengevaluasi apakah kebijakan yang ditempuh suatu
perusahaan sudah tepat atau belum, mengingat sudah begitu kompleksnya
permasalahan yang dapat menyebabkan kebangkrutan dikarenakan banyaknya
perusahaan yang akhirnya gulung tikar karena faktor keuangan yang tidak sehat.
Dengan keadaan sekarang ini, dimana persaingan ketat bidang
perekonomian sudah mulai masuk ke negara Indonesia, maka jika seorang
manajer perusahaan tidak memperhatikan faktor kesehatan keuangan dalam

perusahaannya, mungkin saja akan terjadi kebangkrutan seperti yang telah


dikemukakan sebelumnya. Analisis keuangan pada dasarnya ingin melihat
prospek dan risiko perusahaan. Prospek bisa dilihat dari tingkat keuntungan
(profitabilitas) dan risiko bisa dilihat dari kemungkinan perusahaan mengalami
kesulitan keuangan atau mengalami kebangkrutan (Hanafi, 2005:21).
Untuk menghindari kebangkrutan tersebut maka seorang manajer
perusahaan sangat penting untuk selalu berusaha agar perusahaannya dapat terus
berjalan atau dengan kata lain manajer tersebut dapat menjaga kelangsungan
hidup perusahaannya yang ditempuh dengan cara selalu memperhatikan dan
mengadakan evaluasi terhadap perkembangan perusahaannya dari waktu ke
waktu. Seorang manajer harus dapat memahami kondisi keuangan perusahaannya,
karena

pada

dasarnya

kondisi

keuangan

tersebut

akan

mempengaruhi

kelangsungan hidup perusahaannya secara keseluruhan. Salah satu alat yang


dipakai untuk mengetahui kondisi keuangan, dalam hal ini tingkat kesehatan suatu
perusahaan adalah berwujud laporan keuangan yang disusun pada setiap akhir
periode yang berisi pertanggungjawaban dalam bidang keuangan atas berjalannya
suatu usaha. Laporan finansial merupakan hasil dari proses akuntansi yang dapat
digunakan sebagai alat berkomunikasi antara data finansial atau aktivitas suatu
perusahaan dengan pihak-pihak lain yang berkepentingan dengan data atau
aktivitas tersebut (Munawir, 2007:2).
Data finansial yang dimaksud adalah data yang tercermin dalam suatu
laporan finansial, yang memberikan gambaran tentang keuangan suatu

perusahaan, yang terdiri dari Neraca, Laporan Laba Rugi serta laporan-laporan
keuangan lainnya. Dengan mengadakan analisis terhadap pos-pos neraca akan
dapat diketahui atau akan diperoleh gambaran tentang posisi keuangannya,
sedangkan analisis terhadap laporan laba ruginya akan memberikan gambaran
tentang hasil atau perkembangan usaha perusahaan yang bersangkutan (Munawir,
2007:1).
Untuk mengukur tingkat kesehatan keuangan perusahaan dapat digunakan
alat analisis yang disebut analisis rasio keuangan. Untuk melakukan analisis rasio
keuangan, diperlukan perhitungan rasio-rasio keuangan yang mencerminkan
aspek-aspek tertentu. Rasio-rasio keuangan mungkin dihitung berdasarkan atas
angka-angka yang ada dalam neraca saja, dalam laporan laba rugi saja, atau pada
neraca dan laporan laba rugi. Setiap analisis keuangan bisa saja merumuskan rasio
tertentu yang dianggap mencerminkan aspek tertentu (Husnan, 2004:69).
Analisis laporan keuangan akan memberikan hasil yang terbaik jika
digunakan dalam suatu kombinasi untuk menunjukan suatu perubahan kondisi
keuangan atau kinerja operasional selama periode tertentu, lebih lanjut dapat
memberikan gambaran suatu trend dan pola perubahan, yang pada akhirnya bisa
memberikan indikasi adanya risiko dan peluang bisnis (Kuncoro dan Suhardjono,
2002:557).
PT. Magun Raya Putra merupakan salah satu perusahaan yang bergerak
dibidang kontraktor/jasa pertambangan yang mana perusahaan ini menyediakan
pelayanan jasa pengolahan lahan tambang khususnya tambang batubara. Baik itu

berupa pelayanan pengupasan tanah (overburden) ataupun penggalian isi


tambang/batubara atau sering disebut produksi batubara. Karena perusahaan jasa
ini mempunyai kegiatan mengolah lahan tambang oleh sebab itu lokasi kerja pun
terletak jauh dari pusat kota sesuai dengan lokasi lahan yang dimiliki oleh
pemakai jasa. Pada saat kami melakukan penelitian ini PT. Magun Raya Putra
sedang melakukan kegiatan kerja di daerah Seluma Bengkulu Selatan di lahan
milik PT. Bara Indah Lestari Bengkulu.
Dalam hubungan dengan uraian tersebut diatas, akan dapat disajikan data
profil keuangan perusahaan (total aktiva, total kewajiban, modal, dan laba bersih)
untuk 3 (tiga) tahun terakhir (2010, 2011, 2012) yang dapat disajikan pada tabel 1
(satu) yaitu sebagai berikut :
Tabel 1. Total Aktiva, Total Kewajiban, Modal, dan Laba Bersih Setelah Pajak
PT. Magun Raya Putra Tahun 2010-2012
Periode
Komponen Laporan
2010
2011
2012
Keuangan
(Rp)
(Rp)
(Rp)
Aktiva

4.674.845.5
79

5.586.632.804

11.177.192.598

Kewajiban

2.058.568.8
19

2.099.820.774

4.500.534.300

Modal

2.616.276.7
60

3.486.812.030

6.676.658.298

Laba Bersih Setelah


1.762.160.4
Pajak
67
2.044.620.098 3.482.089.628
Sumber: Laporan Keuangan PT. Magun Raya Putra Tahun 2013

Dari tabel diatas dapat dilihat dari tahun 2010 sampai dengan 2012
total aktiva mengalami peningkatan. Pada tahun 2010 total aktiva sebesar Rp
4.674.845.579, tahun 2011 total aktiva meningkat sebesar Rp 5.586.632.804, tahun
2012 total aktiva meningkat sebesar Rp 11.177.192.598.
Untuk kewajiban dapat dilihat pada tahun 2010 sampai dengan 2012
mengalami peningkatan. Pada tahun 2010 kewajiban sebesar Rp 2.058.568.819,
tahun 2011 kewajiban mengalami penurunan sebesar Rp 2.099.820.774, tahun
2012 kewajiban mengalami peningkatan Rp 4.500.534.300.
Untuk modal dapat dilihat pada tahun 2010 sampai dengan 2012
cenderung meningkat. Tahun 2010 modal sebesar Rp 2.616.276.760, tahun 2011
modal mengalami peningkatan Rp 3.486.812.030, tahun 2012 modal mengalami
peningkatan sebesar Rp 6.676.658,298.
Sedangkan untuk laba bersih setelah pajak dapat dilihat pada tahun 2010
sampai dengan 2012 mengalami peningkatan. Tahun 2010 laba bersih sebesar Rp
1.762.160.467, pada tahun 2011 laba bersih mengalami peningkatan Rp
2.044.620.098, dan tahun 2012 laba bersih mengalami peningkatan sebesar Rp
3.482.089.628.
Untuk menjaga keamanan kegiatan oprasional/ aktivitas-aktivitas PT.
Magun Raya Putra diperlukan adanya penanganan yang baik dibidang
pengelolaan keuangannya. Oleh karena itu pengelolaan keuangan yang baik
sangat diperlukan sebab salah dalam melakukan pengelolaan keuangan akan
berakibat terhadap kelancaran oprasional perusahaan. PT. Magun Raya Putra

membutuhkan informasi yang dapat memberikan gambaran mengenai kondisi


perusahaan, terutama kondisi keuangan perusahaan. Dimana laporan keuangan
dapat menjadi sumber informasi mengenai sehatnya kondisi keuangan perusahaan
saat ini maupun yang akan datang.
Berdasarkan uraian tersebut maka peneliti termotivasi untuk meneliti
dengan judul skripsi Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Tingkat
Kesehatan Perusahaan Pada PT Magun Raya Putra Kota Bengkulu.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya
maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut : Bagaimana menilai tingkat
kesehatan keuangan pada PT Magun Raya Putra Kota Bengkulu dengan analisa
laporan keuangan ?.

1.3 Tujuan Penelitian


Tujuan dilakukannya penelitian adalah bagaimana untuk mengetahui dan
menilai tingkat kesehatan keuangan pada PT Magun Raya Putra Kota Bengkulu
dengan analisis laporan keuangan.

1.4 Manfaat Penelitian


Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :
1. Bagi Penulis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk
memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai analisis laporan

keuangan untuk menilai tingkat kesehatan perusahaan pada PT Magun Raya


Putra Kota Bengkulu.
2. Bagi Perusahaan, penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam
merumuskan kebijakan serta tindakan-tindakan selanjutnya sehubungan
dengan penggunaan analisis laporan keuangan.
3. Bagi akademis, sebagai informasi yang dapat digunakan untuk bahan
penelitian yang tertarik dalam bidang yang serupa.
1.5 Batasan Masalah
Batasan Masalah dalam penelitian ini tujuannya adalah untuk membatasi
cakupan penelitian agar lebih terarah. Penelitian ini difokuskan pada analisis
laporan keuangan untuk menilai tingkat kesehatan perusahaan pada PT Magun
Raya Putra kota Bengkulu dari tahun 2010 sampai dengan 2012 dengan analisis
ratio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori


2.1.1 Laporan Keuangan
Untuk membahas kesehatan keuangan, tidak bisa terlepas dari
laporan keuangan. Oleh karena itu diperlukan pembahasan singkat
mengenai laporan keuangan. Laporan keuangan disusun dengan maksud
untuk menyediakan informasi keuangan suatu perusahaan kepada pihakpihak yang berkepentingan sebagai bahan pertimbangan di dalam
mengambil keputusan.
Berikut ini beberapa pendapat mengenai definisi laporan keuangan
sebagaimana dikemukakan oleh Munawir (2007:2) pengertian laporan
keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai
alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu
perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau
aktivitas perusahaan tersebut.
Menurut Sutrisno (2008:9) mengemukakan bahwa laporan keuangan
merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang meliputi dua laporan
utama yakni Neraca dan laporan Laba Rugi.
Kasmir (2012:7) berpendapat bahwa laporan keuangan adalah
laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau
dalam suatu periode tertentu.

Ditinjau dari segi intern perusahaan, laporan keuangan dapat


digunakan untuk berbagai tujuan. Data laporan keuangan terutama akan
memberikan informasi bagi manajemen sebagai bahan analisis dan bahan
interprestasi untuk mengadakan evaluasi terhadap aktivitas perusahaan.
Laporan keuangan akan menunjukkan sampai seberapa jauh efisiensi
pelaksanaan kegiatan serta perkembangan perusahaan yang telah dicapai
oleh manajemen.
Berdasarkan beberapa uraian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan
bahwa laporan keuangan adalah suatu laporan yang menggambarkan posisi
keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu sesuai dengan prinsipprinsip akuntansi yang dilaksanakan secara konsisten serta dibuat dan
disajikan dalam bentuk neraca dan laporan laba rugi.
Laporan keuangan disusun dengan maksud untuk menyajikan
laporan kemajuan perusahaan secara periodik. Manajemen perlu mengetahui
bagaimana perkembangan keadaan investasi dalam perusahaan dan hasilhasil yang dicapai selama jangka waktu yang diamati. Pada umumnya
laporan keuangan itu sendiri dari neraca dan perhitungan laba rugi serta
laporan perubahan modal, dimana neraca menunjukkan jumlah aktiva,
hutang dan modal dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu, sedangkan
pada laba rugi memperlihatkan hasil-hasil yang telah dicapai oleh
perusahaan serta biaya yang terjadi selama periode tertentu.

10

Dari beberapa pendapat ahli ekonomi di atas, maka dapat


disimpulkan bahwa laporan keuangan merupakan hasil akhir proses
akuntansi yang menjelaskan atau melaporkan kegiatan perusahaan sekaligus
untuk mengevaluasi keberhasilan strategi perusahaan dalam pencapaian
tujuan yang ingin dicapai.

2.1.2 Analisa Laporan Keuangan


Analisa laporan keuangan merupakan suatu proses analisis terhadap
laporan keuangan dengan tujuan untuk memberikan tambahan informasi
kepada pemakai laporan keuangan untuk mengambil keputusan ekonomi.
Sehingga kualitas keputusan yang diambil akan menjadi lebih baik. Dengan
menganalisa neraca akan dapat diketahuai posisi keuangan suatu perusahaan
sedang menganalisa laporan laba/rugi. Akan dapat diketahui tentang hasil
dan perkembangan suatu perusahaan.
Menurut kamus besar bahasa Indonesia kata analisis sendiri
didefinisikan sebagai penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan
penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antara bagian untuk
memeperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan.
Menurut S. Munawir (2002:31) Analisis laporan keuangan
merupaka alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi
sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang telah dicapai
perusahaan yang bersangkutan.
Sedangka menurut Wild (2005:3) laporan keuangan (financial
statement analysis) adalah aplikasi dari alat dan teknik analisa untuk laporan

11

keuangan

bertujuan

umum

dan

data-data

yang

berkaitan

untuk

menghasilkan estimasi dan kesimpulan yang bermanfaat dari analisis


bisnis.
Prastowo (2001:52) memberikan informasi laporan keuangan
sebagai Financial statement analysis is the judgement process that aims to
evaluate the current and past financial position and result of operation of
an enterprise, with primary objective of determining the best possible
estimates and prediction about fature condisions and performance.
Dari definisi ini jelas bahwa analisis laporan keuangan merupakan
suatu proses yang penuh pertimbangan dalam rangka membantu
mengevaluasi posisi keuangan dan hasil oprasi perusahaan pada masa lalu
dan masa sekarang, dengan tujuan utama untuk menentukan estimasi dan
prediksi yang paling mungkin mengena kondisi dan kinerja perusahaan
mendatang.
Analisis laporan keuangan dilakukan untuk mencapai beberapa
tujuan, misalnya dapat digunakan sebagai alat screening dalam memilih
alternatif investasi atau marger

sebagai alat forecasting

sebagai alat

diagonasis terhadap masalah-masalah manajemen, opersai atau masalah


lainnya atau sebagai evaluasi terhadap manajemen.
Dari semua tujuan tersebut, yang terpenting dari analisis laporan
keuangan adalah tujuan untuk mengurangi ketergantungan para pengambil
pada keguanaan murni, terkaan dan intuisis, mengurangi dan mempersempit
lingkup ketidakpastian yang tidak biasa diletakan disetiap proses
pengambilan keputusan. Analisis laporan keuangan tidaklah berarti

12

mengurangi

kebutuhan

akan

pengunaan

pertimbangan-pertimbangan

melainkan hanya dasar yang layak dan sistematis dalam mengunakan dalam
pertimbangan tersebut.
Menurut Kasmir (2012:19) Tujuan dari analisis dan interprestasi
laporan keuangan secara khusus dapat ditinjau dari berbagai poko yang
kepentingan atas perusahaan tersebut adalah :
1. Pemilik
Hal ini tercermin dari kepemilikan saham yang dimilikinya.
Kepentingan bagi para pemegang saham yang merupakan pemilik
perusahaan terhadap hasil laporan keuangan yang telah dibuat adalah :
a. Untuk melihat kondisi dan posisi perusahaan saat ini.
b. Untuk melihat perkembangan dan kemajuan perusahaan dalam
suatu periode.
c. Untuk menilai kinerja manajemen atas target yang telah ditetapkan.
2. Manajemen
Bagi pihak manajemen laporan keuangan yang dibuat merupakan
cermin kinerja mereka dalam suatu periode tertentu. Nilai penting
laporan keuangan bagi manajemen adalah:
a. Manajemen dapat menilai dan mengevaluasi kinerja mereka dalam
suatu periode.
b. Manajemen melihat kemampuan mereka mengoptimalkan sumber
daya yang dimiliki perusahaan yang ada selama ini.
c. Laporan keuangan dapat digunakan untuk melihat kekuatan dan
kelemahan yang dimiliki perusahaan saat ini sehingga dapat
menjadi dasar pengambilan keputusan dimasa yang akan datang
baik dalam hal perencanaan, pengawasan, pengendalian kedepan
sehingga target-target yang diinginkan dapat tercapai.

13

3. Kreditor
Kreditor adalah pihak penyandang dana bagi perusahaan.Analisis dan
interprestasi laporan keuangan oleh kreditor akan digunakan untuk
mengukur kemampuan perusahaan untuk mebayar utang-utangnya
dalam jangka panjang.
4. Pemerintah
Analisis dan interprestasi

laporan keuangan oleh pemerintah akan

digunakan untuk menetapkan pajak, statistik, perkembangan ekonomi


dan lainnya.
5. Investor
Investor adalah pihak yang hendak menanamkan dana disuatu
perusahaan. Bagi investor yang ingin menanamkan dananya dalam suatu
usaha

sebelum

memutuskan

untuk

membeli

saham,

perlu

mempertimbangkan banyak hal secara matang. Dasar pertimbangan


investor adalah dari laporan keuangan yang disajikan dalam perusahaan
yang akan ditanamnya. Dalam hal ini investor akan melihat prospek
usaha ini sekarang dan masa yang akan datang. Prospek yang dimaksud
adalah

keuntungan

yang

akan

diperolehnya

(dividen)

serta

perkembangan nilai saham kedepan.


Menurut Prastowo (2001 : 55) secara umum, metode analisis laporan
keuangan dapat diklasifikasikan menjadi dua :
1. Analisis horizontal (dinamis)
Metode analisis yang dilakuakan dengan cara membandingkan laporan
keuangan untuk beberapa tahun (periode), sehingga dapat diketahui
perkembangan

dan

kecendrunagannya.

Disebut

metode

analisis

14

horizontal karna analisis ini membandingkan pos yang sama untuk


periode yang berbeda. Teknik-teknik analis yang termasuk pada
klasifikasi metode ini antara lain teknik analisis perbandingan, analisis
tren (index), analisis sumber dan penggunaan dana , analisis laba kotor.
2. Analisis vertikal (statis)
Metode analisis yang dilakukan dengan cara menganalisa laporan
keuangan pada tahun (periode) tertentu, dengan membandingkan dengan
pos yang satu dengan yang lainnya pada laporan keuangan yang sama
untuk (periode) yang sama. Oleh karna membandingkan pos yang sama
pada laporan keuangan yang sama, maka disebut metode vertikal.
Teknik-teknik analisis termasuk pada klisfikasi metode ini antara lain,
teknik analisis presentasi perkomponen (common-size). Analisis ratio
dan analisis impas (break-even).
Analisis ratio merupakan teknik analisis yang paling banyak
digunakan dalam praktek. Metode dan teknik analisis mampu yang
digunakan, kesemuanya itu merupakan permulaan dari proses analisis yang
diperlukan untuk menganalisis laporan keuangan, dan setiap metode analisis
mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk membuat agar data dapat lebih
mengerti sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan
bagi pihak-pihak yang menbutuhkan.
2.1.3 Jenis-Jenis Rasio Keuangan
Mengadakan analisis hubungan dari berbagai pos dalam suatu
laporan

keuangan

adalah

merupakan

dasar

untuk

dapat

15

menginterprestasikan kondisi keuangan dan hasil operasi suatu perusahaan.


Dengan menggunakan laporan yang diperbandingkan termasuk data tentang
perubahan-perubahan yang terjadi dalam jumlah rupiah, prosentase serta
trendnya, penganalisa menyadari bahwa beberapa rasio secara individu akan
membantu dalam menganalisa dan menginterpretasikan posisi keuangan
suatu perusahaan.
Rasio menggambarkan

suatu

hubungan

atau

perimbangan

(mathematical relationship) antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah


yang lain, dan dengan mengunakan alat analisa berupa rasio ini akan dapat
menjelaskan atau memberi gambaran kepada penganalisa tentang baik atau
buruknya keadaan atau posisi keuangan suatu perusahaan terutama apabila
angka rasio tersebut dibandingkan dengan angka rasio pembanding yang
digunakan sebagai standard.
Menurut Kasmir (2012:104) mengemukakan bahwa rasio keuangan
merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan
keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya.
Dari hasil definisi di atas, maka bila rasio diterjemahkan secara
tepat, rasio juga dapat, menunjukkan area-area yang memerlukan penelitian
dan penanganan yang lebih mendalam. Analisis rasio dapat menyingkap
hubungan dan sekaligus menjadi dasar perbandingan yang menunjukkan
kondisi atau kecenderungan yang tidak dapat dideteksi bila kita hanya
melihat komponen-komponen rasio itu sendiri. Namun demikian, fungsi

16

rasio seringkali disalah artikan dan akibatnya manfaatnya terlalu dibesarbesarkan.


Abdullah (2004:37) bahwa : Analisis rasio keuangan merupakan
teknik analisis keuangan untuk mengetahui hubungan diantara pos-pos
tertentu dalam neraca maupun laporan laba rugi baik secara individu
maupun secara simultan.
Ratio- ratio yang dapat digunakan analisis laporan keuangan antara
lain :
1. Ratio likuiditas
Martono dan Harjito(2007:81) menyebutkan bahwa rasio likuiditas
(liquidity ratio) merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan
perusahaan dalam memenuhi kewajiban (utang) jangka pendek. Artinya
apabila perusahaan ditagih, perusahaan akan mampu untuk memenuhi
utang tersebut terutama utang yang sudah jatuh tempo.

Untuk

menganalisa dan mengukur apakah perusahaan likuid atau tidak, ada


beberapa ratio yang digunakan, salah satu perbandingan yang lazim
adalah perbandingan (ratio) antara aktiva lancar (current asset) dan
hutang lancar (current liabilitiesi) ada beberapa ratio yang lain yang
digunakan yaitu :
a. Rasio Lancar (current ratio)
Rasio Lancar (current ratio) adalah perbandingan rasio antara
aktiva lancar dan hutang lancar. Untuk menghitung besarnya rasio

17

lancar (current ratio) ini dapat dilakukan dengan cara membagi


jumlah aktiva lancar dengan hutang lancar.
Nilai standar ratio yang lancar dianggap aman adalah 200% (2:1)
namun angka tersebut tidaklah mutlak tergantung karakteristik asset
lancar dan hutang lancar. Tetapi nilai minimal yang masi bisa
diterima adalah 1:1 dan jika kurang dari itu berarti keuangan
organisasi tidak lancar dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut
Aktiva Lancar
Rasio Lancar =

X 100%
Utang Lancar

Current ratio mengukur kemampuan perusahaan memenuhi hutang


jangka pendeknya dengan mengunakan aktiva lancarnya (aktiva
yang akan berubah menjadi kas dalam jangka waktu satu tahun).
b. Rasio Kas (Cash Ratio)
Rasio kas atau cash ratio merupakan alat yang digunakan untuk
mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar
utang. Ketersedian uang kas dapat ditunjukan dari tersedianya dana
kas atau yang setara dengan kas seperti rekening giro atau tabungan
dibank (yang dapat ditarik setiap saat). Dapat dikatakan rasio ini
menunjukan kemampuan sesungguhnya bagi perusahaan untuk
membayar utang-utang jangka pendeknya. Rumus untuk mencari
rasio kas atau cash ratio dapat digunakan sebagai berikut :
Kas + Bank
Cash Ratio =

X 100%

18

Current Liabilities
Jika rata-rata untuk cash ratio

adalah 50% maka keadaan

perusahaan lebih baik dari perusahaan lain. Namun, kondisi ratio


kas terlalu tinggi juga kurang baik karena ada dana yang
menganggur atau yang tidak atau belum digunakan secara optimal.
Sebaliknya apabila rasio kas dibawah rata-rata, kondisi kurang baik
ditinjau dari rasio kas karena untuk membayara kewajiban masih
memerlukan waktu untuk menjual sebagian dari aktiva lancar
lainya.
2. Ratio solvabilitas
Menurut Kasmir (2012:151) rasio solvabilitas atau leverage ratio
merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana
aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya berapa besar
beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan
aktivanya. Dalam arti luas dikatakan bahwa rasio solvabilitas
digunkan

untuk

mengukur

kemampuan

perusahaan

untuk

membayar seluruh kewajibannya, baik jangka pendek maupun


jangka panjang apabila perusahaan dibubarkan (dilikuidasi). Ratio
solvabilitas ini ada beberapa macam yaitu :
a. Debt To Asset Ratio
Ratio ini menunjukan beberapa besarnya kekayaan perusahaan
(aktiva)

dibiayai

dengan

modal

sendiri,

ratio

ini

mengambarkan tingkat solvabilitas perusahaan bila dianggap

19

bahwa semua aktiva bisa direalisir sesuai dengan yang


dilaporkan dalam neraca. Adapun rumusnya adalah :

Debt To Asset Ratio =

Total Hutang
X 100%
Total Aktiva

b. Debt to Equity Ratio


Ratio ini memberikan gambaran bagian dari modal sendiri
yang dijadikan jaminan untuk seluruh hutang. Adapun
rumusnya adalah :
Total Hutang
Debt To Equity Ratio =

X 100%
Ekuitas

3. Ratio profitabilitas
Menurut Kasmir (2012:196) ratio profitabilitas merupakan rasio
untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan.
Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektifitas menajemen
suatu perusahaan. Hal ini ditunjukan oleh laba yang dihasilkan dari
penjualan dan pendapatan investasi. Intinya adalah penggunaan
rasio ini menunjukan efesiensi perusahaan. Ada beberapa cara
menghitung profitabilitas :
a. Profit Margin
Profit margin mengitung sejauh mana kemampuan perusahaan
menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan tertentu. Ratio
ini bisa diiterprestasikan sebagai kemampuan perusahaan

20

menekan biaya-biaya diperusahaan dipriode tertentu. Ratio


margin bisa dihitung sebagai berikut
Penjualan Harga Pokok Penjualan
Profit Margin =

X 100%
Sales

b. Return on investment (ROI)


Ratio ini juga merupakan suatu ukuran tentang efektifitas
manajemen dalam mengelolah investasinya, ROI juga disebut
(return on investment). Adapun rumusnya adalah :
Laba Bersih Setelah Pajak
Return on investment =

X 100%
Total Assets

c. Return on equity (ROE)


Ratio ROE ini untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dengan
modal sendiri (return on equity/ROE), ROE adalah sebuah
ukuran dari besarnya jumlah laba dari sebuah perusahaan yang
dihasilkan dalam satu tahun terakhir dibandingkan dengan nilai
ekuitasnya. Tidak seperti yang lainnya, satua dari ROE ini adalah
presentase. Adapun rumusnya adalah :
Laba Bersih Setelah Pajak
Return On Equity =

X 100%
Equity

2.2 Penelitian Terdahulu


Adapun penelitian terdahulu yang pernah diteliti sebelumnya antara lain
sebagai berikut :

21

Tabel 2. Penelitian Terdahulu

No
.

Nama
(Tahun)

Judul

Variabel
Penelitian/
Metode
Analisis

1.

Indah
Perbandingan rasio- Rasio
Kurniawat rasio keuangan pada likuiditas dan
i (2001)
perusahaan besar
solvabilitas.
dan perusahaan kecil
di Malaysia,
Singapura dan
Taiwan.

2.

Ernawati
(2003)

Pengukuran kinerja
perusahaan ditinjau
dari analisis rasio

Rasio
aktivitas dan
profitabilitas

Kesimpulan
Penelitian
Perusahaan besar di
Malaysia memiliki
tingkat likuiditas
yang lebih rendah
dari perusahaan kecil
dan tingkat
solvabilitasnya lebih
baik dari perusahaan
kecil. Singapura
menunjukkan
perusahaan besar
memiliki tingkat
likuiditas yang lebih
rendah dari
perusahaan kecil dan
tingkat
solvabilitasnya
kurang bagus dari
perusahaan kecil. Di
Taiwan
menunjukkan
perusahaan besar
memiliki tingkat
likuiditas dan
solvabilitas yang
lebih kecil dari pada
perusahaan kecil.
Dinilai kurang baik
disebabkan adanya
rasio aktivitas dan

22

keuangan.

3.

Mabruroh
(2004)

Manfaat dan
pengaruh rasio
keuangan dalam
analisis kinerja
keuangan perbankan
pada perusahaan go
public.

4.

Retno Tri
Setyowati
(2008)

Analisis rasio
keuangan untuk
menilai kinerja
perusahaan
consumer goods.

profitabilitas yang
kurang maksimal
meskipun rasio
likuiditas dan
leverage dalam
keadaan lebih baik.
Rasio
Menunjukkan
likuiditas,
pengaruh terhadap
rasio leverage, kinerja keuangan
rasio aktivitas secara parsial dan
dan rasio
berpengaruh secara
profitabilitas. bersama-sama
terhadap kinerja
keuangan perbankan.
Rasio
Analisis rasio
likuiditas,
keuangan yang telah
rasio aktivitas dilakukan
dan rasio
menunjukkan bahwa
profitabilitas. kinerja perusahaan
selama tahun 2003 2005 menunjukkan
tingkat kinerja
perusahaan yang
sehat sekali.

2.3 Kerangka Analisis


Kerangka analisis penelitian merupakan sintesis atau ektrapolasi dari
tinjauan teori dan penelitian yang mencerminkan keterkaitan antar variable dan
merupakan tuntunan untuk memecahkan masalah penelitian dan merupakan
tempat peneliti memberikan penjelasan tentang hal-hal yang berhubungan dengan
variable ataupun masalah yang ada dalam penelitian. Adapun kerangka

23

konseptual dalam penelitian ini dapat digambarkan melalui bagan alur berikut
yang disertai penjelasan kualitatif.

Gambar 1. Kerangka Analisis

Likuiditas
Laporan Keuangan :
1. Neraca
2. Lap. Laba Rugi

Solvabilitas

Sehat
Atau
Tidak Sehat

Profitabilita
s

Keterangan Gambar :
Dari kerangka analisis diatas penulis akan menganalisis Laporan
Keuangan (Neraca dan Laba/Rugi). Dengan menggunakan analisis ratio
likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas. Kemudian dari penelitian tersebut
penulis dapat menarik kesimpulan bagaaimana kondisi keuangan pada PT. Magun
Raya Putra Kota Bengkulu apakah sehat atau tidak sehat.

24

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pendekatan kuantitatif
dan kualitatif, dengan maksud penelitian mengumpulkan data laporan keuangan
perusahaan, kemudian data tersebut dianalisis berdasarkan teori akuntansi dan
ketentuan yang ada sehingga dapat diambil suatu kesimpulan yang merupakan
pemecahan dari masalah yang dihadapi oleh perusahaan. Menurut Martono
(2012:20), yang dapat dikatagorikan dalam :
a. Penelitian kuantitatif ini dilakukan dengan mengumpulkan data yang berupa
angka. Data yang berupa angka tersebut kemudian diolah dan dianalisis untuk
mendapatkan suatu informasi ilmiah dibalik angka-amgka tersebut.
b. Penelitian kualitatif ini dilakukan dengan mengumpulkan kata-kata atau
kalimat dari individu, buku atau sumber lain.
3.2 Definisi Operasional
1. Laporan keuangan adalah laporan keuangan yang dirancang untuk para
pembuat keputusan mengenai posisi keuangan dan laporan keuangan PT.
Magun Raya Putra Kota Bengkulu yang terdiri dari laporan laba rugi dan
neraca dari tahun 2010 sampai dengan 2012.
2. Analisis Ratio adalah suatu analisis yang mengungkapkan hubungan
matematika antara suatu jumlah dengan jumlah lainnya antara perbandingan
satu pos dengan pos lainnya dalam laporan keuangan sehingga dapat diketahui
baik atau buruknya suatu keadaan atau posisi keuangan PT. Magun Raya
Putra Kota Bengkulu.

25

3. Ratio Likuiditas adalah PT. Magun Raya Putra Kota Bengkulu kemampuaan
untuk memenuhi kewajiban keuangannya.
4. Ratio Solvabilitas adalah PT. Magun Raya Putra Kota Bengkulu menunjukan
kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan apabila
perusahaan tersebut dilikuiditaskan baik kewajiban keuangan jangka pendek,
maupun jangka panjang.
5. Ratio Profitabilitas adalah mengukur kemampuan suatu perusahaan
menghasilkan keuntungan (profitabilitas) pada tingkat penjualan, asset dan
modal saham tertentu pada PT. Magun Raya Putra Kota Bengkulu.
3.3 Metode Pengumpulan Data
Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara :
a. Penelitian Lapangan (Field research)
Yaitu penelitian dengan mengamati secara langsung objek penelitian dengan
cara :
1. Observasi, yaitu dengan pengamatan langsung pada obyek yang diteliti
dengan mencatat keterangan atau hal-hal yang berguna bagi penyusunan
data untuk dianalisis.
2. Dokumentasi, yaitu dengan membuat salinan atau mengadakan arsip-arsip
dan catatan-catatan perusahaan yang ada mengenai neraca, laporan rugi
laba, pelayanan yang diberikan, gambaran umum perusahaan, dan struktur
organisasi perusahaan.
3.4 Metode Analisis
Ratio- ratio yang dapat digunakan analisis laporan keuangan perusahaan
PT Magun Raya Putra antara lain (Kasmir,2012:135) :

26

1. Ratio likuiditas
a. Rasio Lancar (Current Ratio)
Aktiva Lancar
Rasio Lancar =
Pasiva Lancar
b. Ratio Kas (Cash Ratio)

X 100%

Kas + Bank
Cash Ratio =

X 100%
Current Liabilities

2. Ratio Solvabilitas
a. Debt to Asset Ratio
Total Hutang
Debt To Asset Ratio =

X 100%
Total Aktiva

b. Debt to Equity Ratio


Total Hutang
Debt To Equity Ratio =

X 100%
Ekuitas

3. Ratio Profitabilitas
a. Profit Margin
Penjualan Harga Pokok Penjualan
Profit Margin =

X 100%
Sales

b. Return on Invesment (ROI)


Laba Bersih Setelah Pajak
Return on investment =
Total Assets
c. Return on Equity (ROE)

X 100%

Laba Bersih Setelah Pajak


Return On Equity =

X 100%
Equity

27

Adapun standar penilaian yang berlaku dan bisa digunakan dalam melakukan
penilaian kesehatan suatu perusahaan adalah sebagai berikut :
Tabel 3. Pedoman Penilaian Kesehatan Perusahaan Berdasarkan Ratio Keuangan
Ratio
1. Ratio Likuiditas
a. Ratio Lancar
b. Ratio Kas

2. Ratio Solvabilitas
a. Debt to Total Asset Ratio
b. Debt to Equity Ratio

3. Ratio Profitabilitas
a. Profit Margin
b. Return on Investment

c. Return On Equity

Ukuran

Keterangan

100%-200%
100 %
<100%
>50%
50%
<50%

Sangat Sehat
Sehat
Buruk
Buruk
Sangat Sehat
Kurang Sehat

>35%
35%
<35%
>80%
80%
<80%

Sangat Sehat
Sehat
Buruk
Buruk
Sehat
Sangat Sehat

>30%
30%
<30%
>30%
30%
<30%
>40%
40%
<40%

Sangat Sehat
Sehat
Buruk
Sangat Sehat
Sehat
Buruk
Sangat Sehat
Sehat
Buruk

Sumber: Kasmir: 2012


Dari penetapan standar tersebut maka akan terlihat perkembangan PT. Magun
Raya Putra Kota Bengkulu selama 3 (tiga) periode apakah telah memenuhi standar
tingkat kesehatan perusahaan secara umum.

28

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Sejarah PT. Magun Raya Putra Kota Bengkulu
PT. Magun Raya Putra yang berkedudukan di Bengkulu didirikan
pada tanggal 8 Februari 2008 dan disahkan dalam salinan Akta Nomor 68
yang dibuat oleh Notaris Mufti Nokhman, SH berkedudukan di Kotamadya
Bengkulu. PT. Magun Raya Putra berlokasi di Jalan Kebun Veteran No. 12
Kelurahan Nusa Indah Bengkulu Telp/Fax (0736) 26247 (Lampiran 4).
PT. Magun Raya Putra merupakan salah satu perusahaan yang
bergerak dibidang kontraktor/jasa pertambangan yang mana perusahaan ini
menyediakan pelayanan jasa pengolahan lahan tambang khususnya tambang
batubara. Baik itu berupa pelayanan pengupasan tanah (Overburden)
ataupun penggalian isi tambang/batubara atau sering disebut Produksi
Batubara. Karena perusahaan jasa ini mempunyai kegiatan mengolah lahan
tambang oleh sebab itu lokasi kerja pun terletak jauh dari pusat kota sesuai
dengan lokasi lahan yang dimiliki oleh pemakai jasa. Pada saat kami

29

melakukan penelitian ini PT. Magun Raya Putra sedang melakukan kegiatan
kerja di daerah Seluma Bengkulu Selatan di lahan milik PT. Bara Indah
Lestari Bengkulu.
Sebagai penyedia jasa pengolahan lahan tambang PT. Magun Raya
Putra yang dikepalai oleh satu orang Direktur Utama sekaligus owner
(pemilik) perusahaan ini menyediakan berbagai macam alat berat sebagai
penunjang kerja utama berupa Excavator, Bulldozer, Tronton dll. Karena
setiap peralatan yang digunakan mengalami penyusutan baik penyusutan
berupa nilai maupun kondisi fisik oleh karena itu untuk meningkatkan
pelayanan kepada para pemakai jasa agar dapat memberikan konstribusi
yang maksimal maka perusahaan harus selalu menyediakan alat berat
dengan kondisi yang baik sehingga tidak mengganggu keberlangsungan
kerja. Salah satunya dengan mengganti setiap spare parts alat berat yang
rusak segera mungkin sehingga dapat menunjang keberhasilan kerja.
Mengingat lokasi kerja yang jauh dari pusat kota maka perusahaan
ini harus selalu menyediakan stock spare parts alat berat sehingga sewaktuwaktu alat berat mengalami kerusakan (Break Down) dapat segera diganti
oleh SDM yang memang sudah disiapkan oleh perusahaan sesuai dengan
fungsinya dengan begitu waktu yang digunakan menjadi lebih efisien,
terkecuali rusak berat yang memang mengharuskan diperbaiki di tempat
lain.

30

Mewujudkan hasil kerja yang maksimal bukanlah pekerjaan yang


mudah oleh karena itu seluruh staf yang berada dalam lingkup perusahaan
harus bekerjasama dan saling membantu sesuai dengan fungsi dan pekerjaan
masing-masing sehingga dapat mencapai keberhasilan kerja.
4.1.2 Struktur Organisasi PT Magun Raya Putra Kota Bengkulu
Struktur organisasi merupakan suatu keharusan untuk kelancaran
jalannya suatu perusahaan, karena tanpa adanya struktur organisasi yang
jelas memungkinkan terjadinya tumpang tindih didalam melaksanakan tugas
yang dibebankan. Melalui struktur organisasi perusahaan, para karyawan
akan dapat mengetahui fungsi, tugas dan wewenang tanggung jawabnya
dalam jabatan yang didudukinya.
Menurut Alma (2012:117) struktur organisasi merupakan suatu
rangka kerjasama dari berbagai bagian menurut pola yang menghendaki
adanya tertib, penyusunan yang logis dan hubungan yang serasih. Jadi
dalam suatu struktur organisasi terdapat rangka yang menunjukan segenap
tugas pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi, hubungan antara fungsifungsi, serta wewenang tanggungjawab tiap anggota organisasi.
Demikian juga halnya dalam pelaksanaan kegiatan operasional pada
PT. Magun Raya Putra dijalankan oleh kurang lebih 35 orang karyawan
yang sudah ahli pada bidangnya masing-masing. Agar kegiatan kerja
berjalan dengan lancar maka dibentuk struktur organisasi agar job

31

description setiap karyawan lebih jelas dan fokus yang dapat dilihat pada
(lampiran 5).
Sistem organisasi yang terdapat pada PT. Magun Raya Putra Kota
Bengkulu adalah bentuk organisasi garis, sebagaimana wewenang dan aliran
tugas dari atas kebawah secara langsung, sedangkan tanggungjawab dari
bawah keatas secara langsung pula, dalam artian harus sesuai dengan
keadaan dan jalur yang telah ditentukan.
Masing-masing jabatan yang ada dalam PT. Magun Raya Putra
Bengkulu mempunyai tugas dan fungsi serta tanggung jawab sebagai
berikut :
a. Direktur Utama
PT. Magun Raya Putra Bengkulu dipimpin oleh seorang
Direktur Utama sekaligus sebagai pemilik (owner) perusahaan yang
memimpin seluruh dewan dan staff. Direktur Utama mempunyai tugas
antara lain :
1. Memimpin rapat umum, dalam hal ini

untuk memastikan

pelaksanaan tata-tertib, keadilan dan kesempatan bagi semua staff


untuk berkontribusi secara tepat, menentukan urutan agenda kerja,
menjelaskan dan menyimpulkan tindakan dan kebijakan.
2. Bertindak sebagai perwakilan perusahaan dalam hubungannya
dengan relasi luar.
3. Mengambil keputusan pada situasi tertentu yang dianggap perlu.
b. Sekretaris

32

Sekretaris mempunyai tugas pokok melaksanakan kegiatan


kesekretariatan perusahaan, hukum dan advokasi, serta administrasi
pimpinan perusahaan. Adapun rincian tugas dari sekretaris adalah
sebagai berikut :
1. Membuat rencana kerja dan rencana anggaran tahunan.
2. Menyusun rencana/konsep sistem hukum dan advokasi, sistem
administrasi pimpinan dan sistem kehumasan perusahaan.
3. Mengkoordinasikan pengurusan izin-izin usaha perusahaan.
4. Menyelenggarakan

data

base

dan

penyimpanan

dokumen

perusahaan.
5. Membangun jaringan kerjasama yang saling menguntungkan
dengan berbagai pihak.
6. Mengupayakan kelancaran pelaksanaan agenda Direksi.
7. Menyiapkan dan mengkoordinasikan laporan perusahaan sesuai
ketentuan yang berlaku.
8. Mengkoordinasikan bahan-bahan laporan untuk Rapat Direksi.
9. Melaksanakan kegiatan kesekretariatan perusahaan.
10. Menyiapkan laporan kegiatan Sekretaris Perusahaan secara benar
dan tepat waktu.
11. Membuat laporan realisasi rencana kerja dan anggaran tahunannya.
c. Direktur Operasional

33

Direktur Operasional mempunyai tugas mengarahkan dan


mengkoordinasikan

kegiatan

bisnis

atau

departsemen

yang

bersangkutan dengan produksi, harga, penjualan, dan / atau distribusi


produk. Berikut rincian tugas dari Direktur Operasional :
1. Mengelola staf, menyiapkan jadwal kerja dan menetapkan tugastugas khusus.
2. Meninjau laporan keuangan, penjualan dan laporan kegiatan, dan
data kinerja lainnya untuk mengukur produktivitas dan pencapaian
tujuan dan untuk menentukan daerah yang membutuhkan
pengurangan biaya dan peningkatan program.
3. Mentukan kebutuhan staf, dan wawancara, mempekerjakan dan
melatih karyawan baru, atau mengawasi proses tersebut.
4. Memantau kegiatan karyawan untuk memastikan bahwa mereka
secara efisien dan efektif memberikan layanan yang diperlukan
sementara tinggal di dalam batas-batas anggaran.
d. Direktur Keuangan
Direktur Keuangan mempunyai hak dalam mengambil suatu
keputusan yang sangat penting dalam suatu bidang investasi dan
pembelanjaan perusahaan. Direktur keuangan juga bertanggung jawab
dalam bidang keuangan pada suatu perusahaan.
Peran dan Tanggung Jawab Direktur Keuangan meliputi
perolehan dana, pengumpulan dana, pembayaran utang perusahaan,
pengendalian, keseimbangan kas perusahaan, serta perencanaan

34

kebutuhan keuangan. Secara keseluruhan tanggung jawab utamanya


adalah meningkatkan nilai perusahaan atau kata lain bagaimana
meningkatkan kesejahteraan karyawan dan pemegang perusahaan.
e. Direktur HRD
Direktur HRD bertugas untuk merencanakan, mengembangkan
dan mengimplementasikan strategi di bidang pengelolaan dan
pengembangan SDM termasuk perekrutan dan pemilihan kebijakan,
disiplin, keluhan, konseling, upah dan peryaratannya, kontrak-kontrak,
pelatihan dan pengembangan.
f. Kepala Tambang
Kepala Tambang mempunyai tugas tanggung jawab sebagai
berikut :
1. Bertanggung jawab dalam melakukan fasilitasi supervisi langsung
terhadap

kepala

regu

yang

dibawahinya

(serta

mampu

mensupervisi secara tidak langsung semua karyawan yang berada


di bawah tanggung jawabnya), hal ini termasuk dalam memberikan
bimbingan /pelatihan kepada anak buah guna mencapai tingkat
batas minimum kemampuan yang diperlukan bagi teamnya dan
mendisiplinkan anak buahnya sesuai dengan ketentuan/peraturan
yang berlaku di perusahaan.
2. Selain itu bertanggung jawab dalam membuat laporan secara
berkala kepada atasannya atas hasil kerjanya beserta analisa

35

permasalahannya,

tindakan

tindakan

perbaikan

atas

permasalahan tersebut serta batas waktu estimasi penyelesaian


masalah masalah tersebut secara singkat , padat dan kongkrit.
3. Bertanggung jawab terhadap keselamatan kerja dan standard
kebersihan lingkungan kerja (keteraturan/kerapihan lingkungan
kerja).
4. Bertanggung jawab dalam pemenuhan standard kualitas hasil
produksi sesuai dengan tingkat kebutuhan Customer & Schedule
pengiriman hasil produksi.
g. Manager Finance & Accounting
Manager FA mempunyai tugas sebagai berikut :
1. Membuat Laporan Keuangan perusahaan baik itu laporan
keuangan bulanan atau pun tahunan dimana data-data keuangan
didapat dari staf keuangan.
2. Membuat Laporan Pajak seperti Pajak Badan, PPh, PPn dll.
3. Membuat anggaran belanja bulanan.
4. Mengawasi kegiatan kerja dari staf yang dibawahinya agar laporan
dapat disajikan tepat waktu.
h. Staf Administrasi
Tugas dan tanggung jawab dari Staf Administrasi antara lain :
1. Melaksanakan

kegiatan

surat-menyurat,

dokumentasi

dan

pengarsipan, untuk memastikan dukungan administrasi bagi


kelancaran kegiatan seluruh karyawan.
2. Membuat rencana dan mengevaluasi kerja harian dan bulanan
untuk memastikan tercapainya kualitas target kerja yang
dipersyaratkan dan sebagai bahan informasi kepada atasan.

36

3. Melaksanankan akan adanya kebutuhan dan pengadaan alat tulis


kantor, peralatan kantor, peralatan kebersihan dan keamanan
kantor serta layanan photocopy dan penjilidan.
i. Foreman
Foreman mempunyai tanggung jawab :
1. Menerima tugas dari kepala tambang untuk melakukan aktifitas
yang telah di buat oleh Kepala Tambang.
2. Mengkoordinasikan dan mengawasi kegiatan pertambangan pada
operator dan supir, dan memastikan pemanfaatan yang optimal dan
efisiensi alat-alat berat sesuai dengan target produksi.
j. Engineering (Teknik)
1. Berdasarkan data-data hasil eksplorasi engineering bertugas
membuat perencanaan mengenai :
a. Harga, biaya, batasan-batasan

pencampuran

(blending

constraints) dan parameter teknisnya.


b. Persediaan optimal, penambangan, jadwal produksi dan model
standarisasinya.
2. Berwewenang dan menangani conseptual/prefeasibility studies
tentang deposit, menentukan dan mengatur kebutuhan konsultan.
3. Berhubungan dan bekerjasama dengan bagian lainya misal bagian
teknis/hukum/lingkungan.
4. Mempresentasikan hasil kegiatan kepada team manajemen
perusahaan atau Dewan Direksi.
k. Staf Keuangan
Staf Keuangan mempunyai tugas antara lain :
1. Membuat, memeriksa dan mengarsip faktur, nota supplier, laporan
AP/AR untuk memastikan status hutang/piutang.
2. Membuat , mencetak tagihan dan surat tagihan untuk memastikan
tagihan terkirim kepada pelanggan dengan benar dan tepat waktu.

37

3. Menerima, memeriksa tagihan dari vendor dan membuat


rekapnya untuk memastikan pembayaran terkirim tepat waktu.
4. Memeriksa rangkuman kas kecil untuk memastikan penggunaan
dan ketersediaan kas kecil yang efektif.
5. Menginput penerimaan pembayaran

dari

pelanggan,

dan

pembayaran ke supplier dengan tepat waktu dan akurat untuk


memastikan ketepatan waktu dan keakuratan penerimaan maupun
pembayaran.
6. Memeriksa laporan rekonsiliasi untuk memastikan data terinput
dengan benar.
7. Mengarsip seluruh dokumen transaksi untuk menjaga ketertiban
administrasi dan memudahkan penelusuran dokumen.
8. Melaporkan dan memberikan data-data yang diperlukan kepada
Manager FA.
l. Staf Pembelian
Staf Pembelian mempunyai tugas antara lain :
1. Membuat dan mencetak PO (Purchase

Order)

dan

mengirimkannya ke Vendor, agar proses pembelian dapat berjalan


dengan baik sesuai jadwal dan spesifikasi yang diinginkan.
2. Melakukan input biaya- biaya yang timbul untuk pengiriman
barang yang dibebankan kepada penerima barang.
3. Membuat laporan bulanan untuk pembelian dan outstanding PO,
untuk menjadi bahan informasi bagi atasan dalam pengambilan
keputusan.
4. Melakukan stock opname setiap hari untuk melihat ada/tidaknya
selisih jumlah barang di gudang dan catatan di bagian pembelian
dan keuangan.

38

5. Melakukan pembelian alat- alat , barang, seperti office supplies,


agar tersedia sesuai dengan yang dibutuhkan oleh setiap
deparemen.
m. Staf Penerimaan
Staf gudang mempunyai tugas antara lain :
1. Bertanggung jawab atas penerimaan barang dari pemasok.
2. Melakukan pengecekan kualitas dan kuantitas barang dari
pemasok.
3. Menyiapkan barang sesuai dengan Purchase Order.
4. Packing permintaan barang.
n. Administrasi Tambang
Pada dasarnya tugas administrasi tambang sama dengan tugas
adminstrasi kantor, yaitu :
1. Melaksanakan

kegiatan

surat-menyurat,

dokumentasi

dan

pengarsipan, untuk memastikan dukungan administrasi bagi


kelancaran kegiatan seluruh karyawan.
2. Membuat rencana dan mengevaluasi kerja harian dan bulanan
untuk memastikan tercapainya kualitas target kerja yang
dipersyaratkan dan sebagai bahan informasi kepada atasan
3. Melaksanankan akan adanya kebutuhan dan pengadaan alat tulis
kantor, peralatan kantor, peralatan kebersihan dan keamanan
kantor serta layanan photocopy dan penjilidan.
o. Safety Advisor

39

Adapun tugas dan tanggung jawab dari Safety Advisor adalah :


1. Mempersiapkan, menjalankan, mempresentasikan dan membuat
laporan Safety talk/ Training/ Induction sesuai dengan matrik
yang telah dijadwalkan.
2. Mempersiapkan, menjalankan dan membuat laporan temuantemuan Safety Inspection (kendaraan, gedung, workshop).
3. Melakukan penilaian terhadap hasil tes pengemudi baru.
4. Mempersiapkan perlengkapan Safety Meeting dan membuat
notulensi hasil meeting.
5. Memberikan pengarahan Safety Awareness kepada pengemudi
dan membuat Laporan Hasil Accident Investigation.
6. Melakukan Filing dokumen dan menjaga agar Safety Information
selalu terpantau, aktual dan berimbang.
p. Mekanik
1. Memperbaiki alat alat berat yang rusak.
2. Mendiagnosis masalah kerusakan alat-alat berat.
3. Menulis laporan tentang perbaikan.
4. Mengganti bagian yang rusak dari mesin.
5. Melakukan perawatan rutin alat-alat berat seperti mengganti oli
mesin dan lain sebagainya.
q. Staf Gudang
Staf gudang mempunyai tugas antara lain :
1. Melakukan

Quality

Control

untuk mengecek

barang

yang

kualitasnya tidak bagus.


2. Bertanggung jawab atas penempatan untuk barang dan spareparts.

40

3. Membuat permintaan barang kepada Staf Pembelian.


4. Melakukan stock opname setiap hari untuk melihat ada/tidaknya
selisih jumlah barang di gudang dan catatan di bagian pembelian
dan keuangan.
r. Operator
Menerima tugas dari foreman untuk melaksanakan tugas apa
yang harus dikerjakan. Memuat Material Tanah atau batu atau batu
bara ke dalam bak mobil truk
s. Supir (Driver)
Menerima tugas dari foreman untuk melaksanakan tugas apa
yang harus dikerjakan. Mengangkut material tanah atau batu dari
daerah pemuatan material ke daerah damping (pembuangan tanah
sementara). Mengangkut material batu bara ke stockpile (tempat stok
batu bara).
t. Checker
Bertugas mencatat setiap kegiatan kerja alat berat meliputi jam
kerja, kerusakan alat (break down) dan jumlah pemakaian BBM
(Bahan Bakar Minyak). Serta mencatat jumlah jam kerja supir dan
operator.
u. Fuel
Bertugas mencatat stock BBM yang ada di lokasi tambang
serta bertanggung jawab menerima pengiriman BBM dari pemasok.

41

Selain itu mencatat pemakain BBM setiap hari dan melaporkannya


kepada kepala tambang.

4.1.3 Kegiatan Dan Aktivitas Perusahaan


PT. Magun Raya Putra Bengkulu merupakan perusahaan yang
bergerak di bidang kontraktor/jasa pertambangan. Perusahaan yang baru
berdiri kurang lebih 4 tahun ini memberikan pelayanan jasa pengolahan
lahan tambang dimana perusahaan ini menyediakan berbagai macam alat
berat dan alat pendukung lainnya serta team kerja yang ahli dibidangnya
baik itu yang ditempatkan di lokasi kegiatan kerja tambang maupun yang
ditempatkan di kantor pusat.
PT. Magun Raya Putra yang bergerak dibidang kontraktor/jasa
pertambangan yang mana perusahaan ini menyediakan pelayanan jasa
pengolahan lahan tambang khususnya tambang batubara. Baik itu berupa
pelayanan

pengupasan

tanah

(Overburden)

ataupun

penggalian

isi

tambang/batubara atau sering disebut Produksi Batubara. Karena perusahaan


jasa ini mempunyai kegiatan mengolah lahan tambang oleh sebab itu lokasi
kerja pun terletak jauh dari pusat kota sesuai dengan lokasi lahan yang
dimiliki oleh pemakai jasa. Pada saat kami melakukan penelitian ini PT.
Magun Raya Putra sedang melakukan kegiatan kerja di daerah Seluma
Bengkulu Selatan di lahan milik PT. Bara Indah Lestari Bengkulu.

42

PT. Magun Raya Putra memiliki inventaris berupa empat unit


Excavator, tiga unit Bulldozer, lima belas unit tronton, satu unit mobil tanki
air, dua unit tanki BBM, lima unit mobil sarana, dan fasilitas pendukung
lainnya. Karena banyaknya inventaris yang dimiliki untuk mengantisipasi
kerusakan-kerusakan yang mungkin terjadi pada setiap unit maka
perusahaan menyediakan stock spare parts mengingat lokasi kerja yang jauh
dari pusat kota sehingga memungkinkan pergantian spare parts lebih cepat
dan tidak memakan waktu yang banyak dengan begitun waktu kerja pun
lebih efisien.
Dalam penyediaan stock spare parts harus melalui prosedur
pembelian yang memang sudah diterapkan oleh perusahaan. Hal tersebut
dilakukan karena beberapa faktor dibawah ini :
a. Menghindari terjadinya pembelian barang yang sama pada waktu yang
bersamaan (double barang).
b. Menghindari terjadinya kesalahan pembelian barang.
c. Daftar pembelian tercatat dengan rapi sehingga dapat diketahui stock
barang yang masih ada ataupun yang sudah habis.
d. Setiap pembelian dapat dipertanggung jawabkan pada bagian keuangan.
Faktor diatas

dapat menjadi kunci keberhasilan kerja apabila

dilakukan sesuai prosedur yang sudah diterapkan. Oleh karena itu setiap staff
yang bertanggung jawab dalam proses pembelian barang harus saling
bekerjasama dan menjalin komunikasi yang baik untuk menghindari
kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi.

43

4.1.4

Analisis Rasio Keuangan PT. Magun Raya Putra Kota Bengkulu


a. Analisis Likuiditas
Likuiditas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur
seberapa likuidnya suatu perusahaan. Dengan kata lain, rasio likuiditas
berguna untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membiayai dan
memenuhi kewajiban/utang pada saat ditagih atau jatuh tempo.
Berdasarkan laporan neraca tahun 2010 sampai 2012 dapat dibuat tabel
sebagai berikut :
Tabel 4. Aktiva Lancar, Utang Lancar, Kas, dan Giro (Bank)
Keterangan

2010

2011

2012

Aktiva Lancar

2.397.080.039

3.464.821.549

3.150.611.208

Utang Lancar

1.183.095.239

787.371.054

1.229.584.300

Kas

120.728.900

105.460.300

160.798.000

Giro (Bank)

475.780.840

294.600.439

453.993.945

Sumber : Neraca PT. Magun Raya Putra Kota Bengkulu Tahun 2013
Berdasarkan tabel diatas untuk menilai posisi keuangan jangka
pendek (Likuiditas) PT. Magun Raya Putra Kota Bengkulu dalam
perkembangannya dari tahun 2010-2012 menggunakan alat ratio yaitu:
1. Rasio Lancar (Current Ratio)
Berdasarkan informasi data pada table 4 (empat) maka perhitungan
untuk rasio lancar (current ratio) adalah sebagai berikut :
Aktiva Lancar
Rasio Lancar =
X 100%
Pasiva Lancar
Rp 2.397.080.039,Rasio Lancar Th.2010 =
X 100%
= 203

44

Rp 1.183.095.239,Rp 3.464.821.549,Rasio Lancar Th.2011 =

X 100%

= 440

Rp 787.371.054,Rp 3.150.611.208,Rasio Lancar Th.2012 =

X 100%
= 256
Rp 1.229.584.300,Sesuai hasil perhitungan diatas dapat dibuat tabel dan grafik sebagai
berikut :
Tabel 5. Penilaian Rasio Lancar (Current Ratio) Periode 2010-2012
Nilai
Rasio
20
3
44
0
25
6

Tahun

Raya

2010
2011
2012

Keterangan
Sangat Sehat

Sumber : Neraca PT. Magun


Putra, data diolah 2013

Over Likuid
Sangat Sehat

Gambar 2. Grafik Rasio Lancar (Currunt Ratio) Periode 2010-2012

Current Ratio
500
400

440
Nilai Rasio

300

256

200 203
100
2010

2011

2012

Sumber : Neraca PT. Magun Raya Putra, data diolah 2013


Dari tabel dan grafik diatas dapat dijelaskan nilai rasio untuk rasio
lancar (current ratio) dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2012
mengalami kenaikan dan penurunan. Walaupun demikian rasio lancar
tetap dikategorikan bernilai sangat sehat dikarnakan nilai ratio berada

45

diatas > 200%. Di lihat dari grafik pada tahun 2010 PT. Magun Raya
Putra Kota Bengkulu dengan nilai rasio sebesar 203%, dan
dikategorikan sangat sehat. Pada tahun 2011 PT. Magun Raya Putra
Kota Bengkulu mengalami kenaikan dengan nilai rasio sebesar 440%,
dan dikategorikan over likuid. Sedangkan pada tahun 2012 pada PT.
Magun Raya Putra Kota Bengkulu mengalami penurunan dengan nilai
rasio 256%, dan dikateorikan sangat sehat. Walaupun di tahun 2011
mengalami over likuid disebabkan karna aktiva lancar terlalu besar
untuk membiayai pasiva lancar, dimana penanaman utang lancar
diunsur utang bank mengalami penurunan sebesar 3,5% sehingga
mengakibatkan pos aktiva lancar diunsur piutang usaha mengalami
kenaikan sebesar 18,7% dari tahun sebelumnya. Maka kondisi
perusahaan PT. Magun Raya Putra Kota Bengkulu tersebut sudah
menjamin utang jangka pendeknya dikarenakan total aktiva lancar
lebih besar dibandingkan dengan pasiva lancar.
2. Rasio Kas (Cash Ratio)
Berdasarkan data tabel 4 (empat) tersebut maka perhitunga rasio kas
(cash ratio) adalah sebagai berikut :
Kas + Bank
Cash Ratio =

X 100%
Current Liabilities
Rp 120.728.900 + Rp 475.780.840

Cash RatioTh.2010 =

X 100%
Rp 1.183.095.239

= 50

46

Rp 105.460.300 + Rp 294.600.439
Cash RatioTh.2011 =

X 100%
Rp 787.371.054

= 51
Rp 160.798.000 + Rp 453.993.945
Cash RatioTh.2012 =

X 100%

Rp 1.229.584.300
= 50
Sesuai hasil perhitungan diatas dapat dibuat tabel dan grafik sebagai
berikut :
Tabel 6. Penilaian Rasio Kas (Cash Ratio) Periode 2010-2012
Tahun
2010
2011
2012

Nilai
Rasio
50
51
50

Keterangan
Sangat Sehat
Sangat Sehat
Sangat Sehat

Sumber : Neraca PT. Magun Raya Putra, data diolah 2013


Gambar 3. Grafik Rasio Kas (Cash Ratio) Periode 2010-2012

Cash Ratio
51

51
Nilai Rasio

51 50
50

50

50
2010

2011

2012

Sumber : Neraca PT. Magun Raya Putra, data diolah 2013


Dari tabel dan grafik diatas dapat dejelaskan nalai rasio untuk rasio
kas

(Cash Ratio) dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2012

bernilai sangat sehat dikarenakan nilai rasio berada di atas 50%. Di


lihat dari grafik diatas hasil pengukuran rasio kas (cash ratio) dari

47

tahun 2010 ketahun 2012 juga mengalami kenaikan dan penurunan .


Jika semula pada tahun 2010 rasio kas sebanyak 50%, pada tahun
2011 naik menjadi 51%, dan pada tahun 2012 turun menjadi 50%.
Dimana perusahaan berada dalam memuaskan, karena masih diatas
rata-rata industri. Hanya saja perlu diantisipasi apakah penggunaan
kas sudah dilakukan secara optimal karena rasio kas yang tinggi
dicurigai karena manajemen belum melakukan pengelolaan secara
baik, artinya adanya kas yang idle (menganggur) dan tentu saja ini
dapat merugikan perusahaan.
b. Analisis Rasio Solvabilitas
Analisis rasio solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk
mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Dalam
arti luas dikatakan bahwa rasio solvabilitas digunakan untuk mengukur
kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya, baik
jangka pendek maupun jangka panjang apabila perusahaan dibubarkan.
Berdasarkan laporan neraca tahun 2010 sampai dengan 2012 dapat dibuat
tabel sebagai berikut :
Tabel 7. Total Aktiva, Total Utang dan Ekuitas
Keterangan

2010

2011

2012

Total Aktiva

4.674.845.579

5.586.632.804

11.177.192.598

Total Utang

2.058.568.819

2.099.820.774

4.500.534.300

Ekuitas

2.616.276.760

3.486.812.030

6.676.658.298

Sumber : Neraca PT. Magun Raya Putra Kota Bengkulu Tahun 2013

48

Berdasarkan tabel diatas untuk mengetahui kinerja perusahaan pada PT.


Magun Raya Putra Kota Bengkulu ditinjau dari rasio solvabilitas
menggunakan alat ratio antara lain yaitu:
1. Debt to Assets Ratio
Berdasarkan informasi data tabel 7 (Tujuh) maka perhitungan untuk
debt to assets ratio adalah sebagai berikut :
Total Hutang
Debt To Asset Ratio =

X 100%
Total Aktiva
Rp 2.058.568.819

Debt To Asset Ratio th.2010

X 100%
Rp 4.674.845.579

= 44
Rp 2.099.820.774
Debt To Asset Ratio th.2011

X 100%
Rp 5.586.632.804

= 38

Rp 4.500.534.300
Debt To Asset Ratio th.2010

X 100%
Rp 11.177.192.598

= 40
Dari perhitungan diatas dapat dibuat dengan tabel sebagai berikut :
Tabel 8. Penilaian Debt to Assets Ratio Periode 2010-2012
Tahun
2010
2011

Nilai
Rasio
44
38

Keterangan
Sangat Sehat
Sangat Sehat

49

2012

40

Sangat Sehat

Sumber : Neraca PT. Magun Raya Putra, data diolah 2013

Gambar 4. Grafik Debt to Assets Ratio Periode 2010-2012

Debt Ratio
46
44 44
42

Nilai Rasio
40

40
38

38

36
34
2010

2011

2012

Sumber : Neraca PT. Magun Raya Putra, data diolah 2013


Dari tabel dan grafik diatas dapat dejelaskan nalai rasio untuk debt to
assets ratio dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 bernilai sangat
sehat dikarenakan nilai rasio berada di atas >35%. Di lihat dari grafik
diatas debt to asset ratio tahun 2010 sebanyak 44% artinya aktiva
perusahaan didanai utang (modal pinjaman) sebesar 44% dan ini juga
bearti sebanyak 46% dibiayai dengan modal dari pemegang saham.
Pada tahun 2011 sebanyak 38% artinya aktiva perusahaan didanai
utang (modal pinjaman) sebesar 38% dan ini juga bearti sebanyak 62%
dibiayai dengan modal dari pemegang saham, di tahun inilah PT.
Magun Raya Putra Kota Bengkulu mengalami penurunan nilai rasio

50

diakibatkan adanya penambahan dipos aktiva tetap. Kemudian tahun


2012 sebanyak 40% artinya aktiva perusahaan didanai utang (modal
pinjaman) sebesar 40% dan ini juga bearti sebanyak 60% dibiayai
dengan modal dari pemegang saham. Kondisi perusahaan untuk tahun
2010 sampai dengan 2012 dinilai sangat sehat, artinya perusahaan
tidak dibiayai dengan utang.
2. Debt to Equity Ratio
Berdasarkan dara table 7 (Tujuh) dengan ini, maka perhitungan untuk
debt to equity ratio adalah sebagai berikut :
Total Hutang
Debt To Equity Ratio =

X 100%
Ekuitas
Rp 2.058.568.819

Debt To Equity Ratio Th.2010

X 100%
Rp 2.616.276.760

= 79
Rp 2.099.820.774
Debt To Equity Ratio Th.2011

X 100%
Rp 3.486.812.030

= 60

Rp 4.500.534.300
Debt To Equity Ratio Th.2012

X 100%
Rp 6.676.658.298

= 67

51

Sesuai hasil perhitungan diatas dapat dibuat tabel dan grafik sebagai
berikut :
Tabel 9. Penilaian Debt to Equity Ratio Periode 2010-2012
Tahun
2010
2011
2012

Nilai
Rasio
79
60
67

Keterangan
Sangat Sehat
Sangat Sehat
Sangat Sehat

Sumber : Neraca PT. Magun Raya Putra, data diolah 2013


Gambar 5. Grafik Debt to Equity Ratio Periode 2010-2012

Debt to Equity
100
80 79
60

60

67

Nilai Rasio

40
20
2010

2011

2012

Sumber : Neraca PT. Magun Raya Putra, data diolah 2013


Dari tabel dan grafik diatas dapat dejelaskan nalai rasio untuk debt to
equity ratio dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 bernilai sangat
sehat dikarenakan nilai rasio berada di <80%. Berdasarkan grafik
diatas dapat dijelaskan untuk debt to equity ratio menalami naik turun
sehingga menunjukan bahwa kreditor menyediakan Rp79,00 pada
tahun 2010 untuk setiap Rp100,00 yang disediakan pemegang saham.
Perusahaan dibiayai oleh utang sebesar 79%. Demikian pula untuk
tahun 2011 dan 2012 tidak jauh berbeda dengan tahun 2010. Walaupun

52

mengalami penurunan di tahun 2011 diakibatkan dipos utang lancar


mengalami penurunan yang drastis sebesar 66.5% dari tahun
sebelumnya dan ditahun 2012 meningkat kembali 64% diakibatkan
adanya pengurangan dipos utang lancar.
c. Analisis Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas merupakan rasio yang menunjukan hasil akhir dari
sejumlah kebijaksanaan dari keputusan-keputusan dimana rasio ini untuk
menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan dan rasio ini
juga memberikan ukuran tingkat efektifitas manajemen suatu perusahaan.
Berikut ini adalah data dari laporan neraca dan laba rugi dari tahun 2010
sampai dengan 2012 adalah sebagai berikut :
Tabel 10. Total Aktiva, Ekuitas, Penjualan, Harga Pokok Penjualan, dan laba
bersih setelah pajak
Keterangan
Total Aktiva
Ekuitas
Penjualan
Harga Pokok
Penjualan
Laba Bersih Setelah
Pajak

2010
4.674.845.579
2.616.276.760
12.823.070.240
8.286.764.950
1.762.160.467

2011
5.586.632.804
3.486.812.030

2012
11.177.192.598
6.676.658.298

15.371.928.925

19.250.000.750

10.431.098.650

11.518.803.500

2.044.620.098

3.482.089.628

Sumber : Neraca dan Laba Rugi PT. Magun Raya Putra Kota Bengkulu
Dari informasi diatas untuk menila posisi keuangan PT. Magun Raya Putra
Kota Bengkulu dalam perkembangannya dari tahun 2010-2012 dengan
mengunakan rasio-rasio profitabilitas antara lain yaitu:
1. Profit Margin
Berdasarkan informasi data tabel 10 (sepuluh) dengan ini, maka
perhitungan untuk profit margin adalah sebagai berikut :
Penjualan Harga Pokok Penjualan

53

Profit Margin =

X 100%
Sales

Rp 12.823.070.240 Rp 8.286.764.950
Profit Margin th.2010

X 100%
Rp 12.823.070.240

= 35
Rp 15.371.928.925 Rp 10.431.098.650
Profit Margin th.2011

X 100%
Rp 15.371.928.925

= 32
Profit Margin th.2012

Rp 19.250.000.750 Rp 11.518.803.500
X 100%
Rp 19.250.000.750

= 40
Sesuai hasil perhitungan diatas dapat dibuat tabel dan grafik sebagai
berikut :
Tabel 11. Penilaian Profit Margin Periode 2010-2012
Tahun
2010
2011
2012

Nilai Rasio
35
32
40

Keterangan
Sehat
Sehat
Sangat Sehat

Sumber :Neraca, Laba Rugi PT. Magun Raya Putra, data diolah 2013

Gambar 6. Grafik Profit Margin Periode 2010-2012

54

Profit Margin
50
40
30

40

35

32

Nilai Rasio

20
10
2010

2011

2012

Sumber :Laba Rugi Neraca PT. Magun Raya Putra, data diolah 2013
Dari tabel dan grafik diatas dapat dejelaskan nalai rasio untuk profit
margin dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 bernilai sangat sehat
dikarenakan nilai rasio berada di >30%. Berdasarkan grafik diatas dapat
dijelaskan untuk profit margin mengalami naik turun. Profit margin PT.
Magun Raya Putra pada tahun 2010 Sebesar 35%, pada tahun 2011
menurun sebesar 32%, dan pada tahun 2012 meningkat sebesar 40%
dikarenakan untuk penetapan/efesiensi harga pokok penjualan.
2. Return on Invesment
Berdasarkan data informasi table 10 (sepuluh) maka perhitungan untuk
return on invesment adalah sebagai berikut :

Return on investment =
Return on invesment Th.2010
Return on invesment Th.2011
Return on invesment Th.2012

Laba Bersih Setelah Pajak


X 100%
Total Assets
Rp 1.762.160.467
=
X 100% = 38
Rp 4.674.845.579
Rp 2.044.620.098
=
X 100% = 37
Rp 5.586.632.804
Rp 3.482.089.628
=
X 100% = 31

55

Rp 11.177.192.598
Sesuai hasil perhitungan diatas dapat dibuat tabel dan grafik sebagai
berikut :
Tabel 12. Penilaian Return on Invesment Periode 2010-2012
Tahun
2010
2011
2012

Nilai Rasio
38
37
31

Keterangan
Sehat
Sehat
Sangat Sehat

Sumber :Neraca, Laba Rugi PT. Magun Raya Putra, data diolah 2013
Gambar 7. Grafik return on invesment Periode 2010-2012

ROI
40 38

37
31

30

Nilai Rasio

20
10
2010

2011

2012

Sumber :Laba Rugi, Neraca PT. Magun Raya Putra, data diolah 2013
Dari tabel dan grafik diatas dapat dejelaskan nalai rasio untuk return on
invesment dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 bernilai sangat
sehat dikarenakan nilai rasio berada di >30%. Berdasarkan grafik diatas
dapat dijelaskan untuk return on investment penurunan. Pada tahun 2010
pada PT. Magun Raya Putra Kota Bengkulu dengan nilai rasio sebesar
38%, dan dikategorikan sehat. Pada tahun 2011 pada PT. Magun Raya
Putra Kota Bengkulu dengan nilai rasio sebesar 37%, dan dikategorikan
sehat. Sedangkan pada tahun 2012 pada PT. Magun Raya Putra Kota

56

Bengkulu dengan nilai rasio 31%, dan dikateorikan sehat. Rendahnya


rasio ini disebabkan rendahnya margin laba karena rendahnya perputaran
aktiva.
3. Return on Equity
Berdasarkan data informasi tabel 10 (sepuluh) maka perhitungan untuk
return on equity adalah sebagai berikut :
Laba Bersih Setelah Pajak
Return On Equity =

X 100%
Equity
Rp 1.762.160.467

Return On Equity Th.2010 =

X 100% = 67
Rp 2.616.276.760
Rp 2.044.620.098

Return On Equity Th.2011 =

X 100% = 59
Rp 3.486.812.030

Rp 3.482.089.628
Return On Equity Th.2012 =

X 100% = 52
Rp 6.676.658.298
Sesuai hasil perhitungan diatas dapat dibuat tabel dan grafik sebagai
berikut :
Tabel 13. Penilaian Return on Invesment Periode 2010-2012
Tahun
2010
2011
2012

Nilai Rasio
67
59
52

Keterangan
Sangat Sehat
Sangat Sehat
Sangat Sehat

Sumber :Neraca, Laba Rugi PT. Magun Raya Putra, data diolah 2013
Gambar 8. Grafik return on invesment Periode 2010-2012

57

ROE
80
60

67

59

52

Nilai Rasio

40
20
2010

2011

2012

Sumber :Laba Rugi, Neraca PT. Magun Raya Putra, data diolah 2013
Dari tabel dan grafik diatas dapat dejelaskan nalai rasio untuk return on
equity dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 bernilai sangat sehat
dikarenakan nilai rasio berada di >30%. Berdasarkan grafik diatas dapat
dijelaskan untuk return on equity mengalami penurunan. Pada tahun
2010 pada PT. Magun Raya Putra Kota Bengkulu dengan nilai rasio
sebesar 67%, dan dikategorikan sangat sehat. Pada tahun 2011 pada PT.
Magun Raya Putra Kota Bengkulu dengan nilai rasio sebesar 59%, dan
dikategorikan sangat sehat. Sedangkan pada tahun 2012 pada PT. Magun
Raya Putra Kota Bengkulu dengan nilai rasio 52%, dan dikateorikan
sangat sehat. Walaupun mengalami penurunan setiap tahunnya untuk nilai
rasio return on equity masi dalam kondisi sangat sehat dan rasio ini sudah
menunjukan efesiensi modal PT. Magun Raya Putra artinya posisi pemilik
perusahaan semakin kuat.
4.2 Pembahasan

58

Laporan keuangan keuangan yang dibuat oleh PT. Magun Raya Putra
Kota Bengkulu merupakan laporan keuangan tahunan. Laporan ini merupakan
gambaran dari hasil oprasional yang terjadi pada suatu periode tertentu serta hasil
laporan keuangan tersebut dapat dianalisis dan nilai suatu tingkat kesehatan
perusahaanya.
Dari hasil analisis terhadap laporan keuanga PT. Magun Raya Putra Kota
Bengkulu selain dapat dinilai tingkat kesehatan perusahaanya juga memberikan
informasi baik pihak luar perusahaan maupun pihak dalam perusahaan itu sendiri
sehingga dapat mengambil suatu keputusan.
Dalam penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kondisi kesehatan
perusahaan PT. Magun Raya Putra Kota Bengkulu selama tahun 2010-2012 maka
digunakan alat ratio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas yang dilihat/ berasal
dari laporan keuangan yaitu neraca dan laporan laba rugi.
Analisis laporan keuangan merupakan suatu proses analisis terhadap
laporan keungan dengan tujuan untuk memberikan tambahan informasi kepada
pemakai laporan keuangan untuk pengambilan keputusan ekonomi, sehingga
kualitas keputusan yang diambil akan menjadi lebih baik. Dengan menganalisis
neraca akan dapat diketahui posisi keuangan suatu perusahaan, sedangkan
menganalisa laporan perhitungan laba rugi, akan dapat diketahui tentang hasil
dan perkembangan suatu perusahaan.
Tujuan yang terpenting dari analisis laporan keuangan adalah untuk
menilai tingkat kesehatan dan mengurangi ketergantungan para pengambil
keputusan pada dugaan murni, mengurangi dan mempersempit lingkup ketidak
pastian pada setiap proses pengambil keputusan. Analisis laporan keuangan

59

tidaklah berarti mengurangi kebutuhan akan penggunaan pertimbanganpertimbangan melainkan hanya dasar yang layak dan sistematis dalam
menggunakan pertimbangan-pertimbangan tersebut. Sehingga keputusan yang
diambil akan lebih cepat.
Dari hasil perhitungan penilaian rasio keuangan diatas dapat kita lihat
kondisi dan posisi perusahaan seperti yang terlihat dalam tabel berikut ini :
Tabel 14. Hasil Analisis Perhitungan Rasio Keuangan PT. Magun Raya
Putra Kota Bengkulu 2010-2012
Rasio Keuangan
1
.

Ratio
(%)

Kategori

Rasio Likuiditas
a. Current Ratio

Rata-Rata

b. Cash Ratio

Rata-Rata
2
.

Tahun

2010 203

Sangat Sehat

2011 440

Over Likuid

2012 256

Sangat Sehat

300

Sangat Sehat

2010 50

Sangat Sehat

2011 51
2012 50

Sangat Sehat
Sangat Sehat

50

Sangat Sehat

2010 44

Sangat Sehat

2011 38

Sehat

2012 40

Sangat Sehat

41

Sangat Sehat

Rasio solvabilitas
a. Debt to Assets Ratio

Rata-Rata

60

b. Debt to Equity Ratio

Rata-Rata
3
.

2010 79

Sangat Sehat

2011 60

Sangat Sehat

2012 67

Sangat Sehat

69

Sangat Sehat

Rasio Profitabilitas
a. Margin Profit

Rata-Rata

b. Return on Invesment

Rata-Rata

c. Return on Equity

Rata-Rata

2010 35

Sehat

2011 32

Sehat

2012 40

Sangat Sehat

36

Sehat

2010 38

Sehat

2011 37

Sehat

2012 31

Sehat

35

Sehat

2010 67

Sangat Sehat

2011 59

Sangat Sehat

2012 52

Sangat Sehat

59

Sangat Sehat

Sumber : Neraca Laba Rugi PT. Magun Raya Putra Kota Bengkulu
Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan maka nilai rasio keuangan atau
kondisi keuangan perusahaan PT. Magun Raya Putra Kota Bengkulu dari tahun
2010 sampai dengan 2012 untuk rasio likuiditas dimana hasil rata-rata rasio lancar

61

(current ratio) adalah 300% dapat dikatakan sangat memuaskan atau dapat dinilai
sangat sehat karena berada diatas rata-rata industri, begitu juga dengan kas rasio
(cash ratio)

sebesar 50%. Untuk rasio solvabilitas dimana hasil debt to assets

ratio dengan rata-rata sebesar 41% dan debt to equity ratio adalah 69% dapat
dikategorikan sangat sehat. Dan untuk rasio profitabilitas yang dihasilkan dari
rata-rata profit margin 36% dan return on investment 35% dapat dikategorikan
sehat dan return on equity sebesar 59% dinilai sangat sehat.

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Beberapa hal yang dapat ditarik sebagai kesimpulan dari uraian dan
pembahasan pada perusahaan PT. Magun Raya Putra Kota Bengkulu adalah
sebagai berikut :
1. Tingkat likuiditas pada PT. Magun Raya Putra Kota Bengkulu pada tahun
2010-2012 dikatagorikan sangat sehat walaupun mengalami over likuid pada

62

tahun 2011 disebabkan total aktiva lancar terlalu besar sehingga sangat sedikit
untuk menutupi pasiva lancrnya.
2. Tingkat solvabilitas pada PT. Magun Raya Putra Kota Bengkulu pada tahun
2010-2012

dikategorikan

sangat

sehat,

karena

perusahaan

tersebut

permodalannya tidak tergantung pada hutang.


3. Tingkat profitabilitas pada PT. Magun Raya Putra Kota Bengkulu pada tahun
2010-2012 dikategorikan sangat sehat sehingga tingkat efektifitas manajemen
keuntungannya (profit) sangat bagus.
4. Untuk penilaian kesehatan keuangan perusahaan PT. Magun Raya Putra Kota
Bengkulu sudah dapat dikategorikan cukup sehat.

5.2 Saran
Berdasarkan hasil pembahasan diatas, maka sebagai bahan pertimbangan
kepada PT. Magun Raya Putra Kota Bengkulu :
1. Dari hasil analisis laporan keuangan pada tingkat Likuiditas pada PT.
Magun Raya Putra Kota Bengkulu yang telah dicapai cukup baik, karena
mengalami kenaikan setiap tahunnya. Disarankan untuk tahun yang akan
datang menggunakan modal lebih efektif dengan lebih meningkatkan cara
pengelolaan agar lebih baik lagi sehingga tingkat kesehatan perusahaan
tersebut akan lebih baik/meningkat.
2. Pada tingkat solvabilitas pada PT. Magun Raya Putra Kota Bengkulu
dapat ditingkatkan lagi dengan mengelolah hutang dengan sebaik-baiknya
agar mampu meningkatkan pendapatan.

63

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Faisal, 2004, Dasar-dasar Manajemen Keuangan, edisi keempat, Penerbit


Universitas Muhammadiyah, Malang
Alma, Buchari, 2012, Pengantar Bisnis, cetakan kelimabelas, Penerbit
Bandung

Alfabeta,

Dwi Prastowo D dan Rafika Julianty, 2001, Analisis Laporan Keuangan, UPP AMP
YKPN: Yogyakarta
Hanafi, M. Mamduh, 2005, Manajemen Keuangan, Edisi 2004/2005, Cetakan Pertama,
Penerbit : BPFE, Yogyakarta
Husnan Suad dan Enny Pudjiastuti, 2004, Dasar-Dasar Manajemen Keuangan, edisi
pertama, cetakan pertama, edisi pertama, cetakan pertama, Penerbit : UPP
AMP YKPN, Yogyakarta
Jhon J Wild, R Subramanyam, 2005, Analisis Laporan Keuangan,Selemba empat:
Jakarta

64

Kasmir, 2012, Analiis Laporan Keuangan,cetakan ketiga, Penerbit : PT Rajagrafindo


Persada, Jakarta
Kuncoro, Mudrajad dan Suhardjono, 2002, Manajemen Perbankan, Teori dan Aplikasi,
edisi pertama, cetakan pertama, Penerbit : BPFE, Yogyakarta
Martono dan D.Agus Harjito, 2007, Manajemen Keuangan,Yogyakarta: Ekonisia
Martono, Nanang, 2012, Metode Penelitian Kuantitatif, cetakan ketiga, PT Raja
Grafindo Persada, Jakarta
Munawir, 2007, Analisa Laporan Keuangan, edisi pertama, cetakan keempatbelas,
BPFE, Yogyakarta
S. Munawir, 2002, Analisa Laporan Keuangan, Libert : Yogyakarta
Sutrisno, 2008, Manajemen Keuangan, Teori, Konsep dan Aplikasi, edisi pertama,
cetakan ketiga, Penerbit : Ekonesia, Yogyakarta