Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

Peran Kepala Sekolah dalam Organisasi Sekolah


Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Manajemen
Pendidikan
Dosen Pengampu : Muhammad Hariyono, M.Pd.

Disusun oleh :
Afif Abdillah (213367)
M. Nurul Haq (213377)
Kelas E Semester VI PAI E

UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA (UNISNU) JEPARA


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
TAHUN AKADEMIK 2015 / 2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan

rahmat dan hidayah-Nya

kepada

kami,

sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada


waktunya.
1

Makalah ini dibuat sedemikian rupa untuk melengkapi


tugas Mata Kuliah Manajemen Pendidikan dengan materi Peran
Kepala Sekolah dalam Organisasi Sekolah.
Kami mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak
yang

telah

membantu

dalam

proses

penyusunan

dan

penyelesaian makalah ini.


Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
sempurna. Oleh karena itu, segala kritik dan saran yang sifatnya
membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah
serupa di lain waktu.
Jepara, 12 Mei 2016
Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.................................................................................................i
KATA PENGANTAR..............................................................................................ii
DAFTAR ISI..........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1

A. Latar Belakang........................................................................................1
B. Rumusan Masalah..................................................................................1
C. Tujuan..........................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................3
A. Peran Kepala Sekolah Sebagai Leader Dalam Organisasi
Pendidikan........................................................................................................3
B. Peran Kepala Sekolah Sebagai Manager Dalam Organisasi
Pendidikan........................................................................................................6
C. Peran Kepala Sekolah Sebagai Administrator Organisasi
Pendidikan........................................................................................................8
BAB III PENUTUP...............................................................................................13
A. Kesimpulan.............................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................14

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kepala sekolah sebagai pengelola satuan pendidikan
(sekolah)

bertanggung

jawab

terhadap

efektivitas

dan

efisiensi penyelenggaraan pendidikan di sekolahnya, melalui


peranan-peranan yang dimainkannya.
Adapun dalam perspektif kebijakan

pendidikan

nasional (Depdiknas, 2006), terdapat tujuh peran utama


kepala sekolah yaitu, sebagai: (1) educator (pendidik); (2)
manajer; (3) administrator; (4) supervisor (penyelia); (5)
leader

(pemimpin);

(6)

pencipta

iklim

kerja;

dan

(7)

wirausahawan.1
Urgensi dan signifikansi fungsi dan peranan kepala
sekolah didasarkan pada pemahaman bahwa keberhasilan
sekolah merupakan keberhasilan kepala sekolah. Oleh karena
itu,

kepala

sekolah

perlu

memiliki

kompetensi

yang

disyaratkan agar dapat merealisasikan visi dan misi yang


diemban sekolahnya.
Untuk mewujudkan visi dan misi pendidikan di tingkat
satuan pendidikan perlu ditunjang oleh kemampuan kepala
sekolah

yang

handal

dalam

menjalankan

fungsi

dan

peranannya.
Berkaitan dengan hal tersebut kami akan membahas
mengenai peran kepala sekolah dalam organisasi sekolah
mencakup sebagai leader, manager, dan administrator.
B. Rumusan Masalah

1 Perspektif kebijakan pendidikan nasional, Depdiknas, 2006.

Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat


dirumuskan

permasalahan

yang

akan

di

bahas

dalam

makalah ini sebagai berikut :


1. Apa peran kepala sekolah sebagai leader dalam organisasi
pendidikan ?
2. Apa peran kepala

sekolah

sebagai

manager

dalam

organisasi pendidikan ?
3. Apa peran kepala sekolah sebagai administrator dalam
organisasi pendidikan ?
C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah

di atas maka tujuan

penyusuanan makalah ini sebagai berikut :


1. Menjelaskan peran kepala sekolah sebagai leader dalam
organisasi pendidikan.
2. Menjelaskan peran kepala sekolah sebagai manager dalam
organisasi pendidikan.
3. Menjelaskan peran kepala sekolah sebagai administrator
dalam organisasi pendidikan.

BAB II
PEMBAHASAN
2

A. Peran

Kepala

Sekolah

Organisasi Pendidikan
Sebagai leader,
memberikan

petunjuk

Sebagai

kepala
dan

Leader

Dalam

harus

mampu

sekolah

pengawasan,

meningkatkan

kemauan tenaga kependidikan, membuka komunikasi dua


arah dan mendelegasikan tugas.
Kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter
khusus

yang

pengalaman

mencakup
dan

kepribadian,

pengetahuan

keahlian

dasar,

profesional,

serta

pengetahuan administrasi dan pengawasan.2


Sebagai seorang leader, kemampuan yang harus
dimiliki kepala sekolah adalah:3
1. Kemampuan membangun visi, misi, dan strategi
lembaga.
Visi adalah pandangan ke depan lembaga pendidikan
itu mau dibawa ke arah mana. Misi adalah alasan
mengapa lembaga tersebut ada, biasanya berdasar pada
nilai-nilai

tertentu

yang

melekat

dalam

organisasi.

Sedangkan strategi adalah bagaimana kepala sekolah


mampu mengelola sumber daya yang dimiliki dalam
upaya mencapai visi dan misi yang telah ditentukan
tersebut.
Visi kepala sekolah akan sangat menentukan ke arah
mana lembaga pendidikan itu dibawa. Kepala sekolah
yang tidak mempunyai visi jauh ke depan hanya akan
bertugas sesuai dengan rutinitas dan tugas sehari-harinya
tanpa tahu kemajuan apa yang harus ia capai dalam
kurun waktu tertentu. Kiranya, visi ini harus dibangun
2 Asmani, Jamal Mamur, Manajemen Pengelolaan dan Kepemimpinan
Pendidikan Profesional (Yogyakarta : DIVA Prima,2009), hlm.223
3 Asmani, Jamal Mamur, op.cit, 224-226
3

terlebih

dahulu

agar

tercipta

jalan

dan

panduan

perjalanan lembaga ke depan.


2. Sebagai innovator, yaitu orang yang terus-menerus
membangun dan mengembangkan berbagai inovasi untuk
memajukan lembaga pendidikan.
Salah satu yang menandai pergerakan dan kemajuan
lembaga pendidikan adalah sebesar dan sebanyak apa
inovasi yang dilakukan lembaga pendidikan tersebut
setiap tahunnya. Jika banyak inovasi dan pembaruan yang
dilakukan, maka berarti terdapat kemajuan yang cukup
signifikan. Tetapi sebaiknya, jika tidak banyak inovasi
yang dilakukan, maka lembaga pendidikan itu lebih
banyak jalan di tempat dan tidak mengalami banyak
kemajuan.
3. Mampu membangun motivasi kerja yang baik bagi
seluruh guru, karyawan, dan berbagai pihak yang
terlibat di sekolah.
Kemampuan dalam membangun motivasi yang baik
akan

membangun

produktivitas

organisasi

dan

meningkatkan efisiensi kerja. Dengan motivasi yang


tinggi, didukung dengan kemampuan guru dan keryawan
yang memadai, akan memacu kinerja lembaga secara
keseluruhan.

Karenanya,

kemampuan

membangun

motivasi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan


performa dan produktivitas kerja.
4. Mempunyai keterampilan melakukan komunikasi,
menangani konflik, dan membangun iklim kerja
yang positif di lingkungan lembaga pendidikan.
Iklim kerja yang positif akan sangat berpengaruh
terhadap

kesehatan

kerja

secara

keseluruhan.

Jika

komunikasi tidak terbangun dengan baik misalnya, akan


banyak terjadi kesalah pahaman baik di antara bawahan
atasan maupun di antara bawahan itu sendiri. Akibatnya,
lembaga pendidikan tidak lagi bisa menjadi tempat yang
nyaman untuk bekerja. Masing-masing orang tidak lagi
memperhatikan antara satu dengan yang lain, masingmasing bekerja secara individual sehingga membuat
suasana kerja tidak nyaman. Jika hal ini terjadi, akan sulit
mengharapkan mereka untuk bekerja lebih keras atau
lebih produktif. Lingkungan dan suasana kerja yang baik
akan mendorong guru dan karyawan bekerja lebih senang
dan meningkatkan tanggung jawab untuk melakukan
pekerjaan secara lebih baik.
5. Mampu melakukan proses pengambilan keputusan,
dan bisa melakukan proses delegasi wewenang
secara baik.
Pengambilan keputusan membutuhkan keterampilan
mulai dari proses pengumpulan informasi, pencarian
alternatif

keputusan,

memilih

keputusan,

hingga

mengelola akibat ataupun konsekuensi dari keputusan


yang telah diambil.
Kepala sekolah
pengambilan

harus

keputusan

mempunyai
secara

cepat

keterampilan
dan

tepat

disesuaikan dengan dinamika dan perkembangan yang


terjadi. Jika setiap permasalahan bisa segera diputuskan
dan dicarikan jalan keluar, maka akan memudahkan
organisasi untuk berjalan dengan dinamika yang cepat.
Tatapi sebaliknya, jika kepala sekolah sering ragu dalam
mengambil

keputusan,

maka

organisasi

di

lembaga

tersebut akan terganggu dengan banyaknya masalah


yang masih menggantung dan membutuhkan jalan keluar.
5

Selain pengambilan keputusan, kepala sekolah juga


mempunyai

keterampilan

mendelegasikan

tugas

dan

wewenangnya kepada para bawahan. Delegasi wewenang


ini di satu sisi akan memudahkan tugas-tugas kepala
sekolah

sehingga

menjalankan

ia

bisa

tugas-tugas

mendelegasikan

tugas-tugas

berkonsentrasi
yang

untuk

strategis

operasional

dan

sehari-hari

kepada bawahannya. Di sisi lain, delegasi wewenang akan


membuat bawahan merasa dihargai sekaligus menjadi
proses

pembelajaran

kepemimpinan

bagi

mereka.

Sehingga proses operasional organisasi bisa berjalan


dengan lancar.

B. Peran

Kepala

Sekolah

Sebagai

Manager

Dalam

Organisasi Pendidikan
Ada tiga sudut pandang terhadap manajemen yang
harus dimiliki oleh seorang kepala sekolah sebagai seorang
manajer yaitu4:
1. Manajemen Pendidikan di sekolah dilihat sebagai
suatu gugusan substansi (wujud) problema yang
meliputi :
a. Bidang pengajaran;
b. Bidang kesiswaan;
c. Bidang personalia;
d. Bidang keuangan.;
e. Bidang peralatan pengajaran;
f. Gedung dan perlengkapan sekolah;
g. Bidang hubungan sekolah dengan masyarakat
2. Manajemen

dilihat

sebagai

proses

kegiatan,

sehingga ada kegiatan pimpinan (sebagai manajer) dan

4 Suryosubroto, Manajemen Pendidikan di Sekolah. (Jakarta: Rineka Cipta, 2004), hlm 182

kegiatan pelaksana. Proses kegiatan pimpinan berjalan


melalui lima tahap:
a. Perencanaan (planning);
b. Pengorganisasian (organizing);
c. Pengarahan (direction);
d. Pengkoordinasian (coordinating);
e. Pengawasan (controlling).
3. Manajemen

ditinjau

(leadership),

dalam

sebagai
hal

ini

kepemimpinan

masalahnya

adalah

bagaimana mengatur tata hubungan antara pemimpin


dengan bawahan. Disini human relation sebagai faktor
utama.
Karena itu, kepala sekolah sebagai seorang yang bertugas
membina lembaganya agar berhasil mencapai tujuan
pendidikan

yang

telah

ditentukan

harus

mampu

mengarahkan dan mengkoordinasi segala kegiatan.


Kompetensi manajerial yng harus dimiliki seorang kepala
sekolah harus memiliki yaitu5
a. Menyusun
perencanaan

sekolah/madrasah

untuk

berbagai tingkatan perencanaan.


b. Mengembangkan organisasi sekolah/madrasah sesuai
dengan kebutuhan.
c. Memimpin
sekolah/madrasah
pendayagunaan

sumber

secara optimal.
d. Mengelola
perubahan

daya

dalam
sekolah/

dan

rangka
madrasah

pengembangan

sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajar yang


efektif.
e. Menciptakan budaya dan iklim sekolah/ madrasah yang
kondusif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik.
f. Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan
sumber daya manusia secara optimal.
5 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007 Tentang
Standar Kepala Sekolah/Madrasah.

g. Mengelola sarana dan prasarana sekolah/ madrasah


dalam rangka pendayagunaan secara optimal.
h. Mengelola
hubungan
sekolah/madrasah

dan

masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide,


sumber belajar, dan pembiayaan sekolah/ madrasah.
i. Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan
peserta

didik

baru,

dan

penempatan

pengembangan kapasitas peserta didik.


j. Mengelola pengembangan kurikulum dan
pembelajaran

sesuai

dengan

arah

dan

kegiatan

dan

tujuan

pendidikan nasional.
k. Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan
prinsip pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan
efisien.
l. Mengelola

ketatausahaan

sekolah/madrasah

dalam

mendukung pencapaian tujuan sekolah/ madrasah.


m. Mengelola unit layanan khusus sekolah/ madrasah
dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan
peserta didik di sekolah/madrasah.
n. Mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam
mendukung penyusunan program dan pengambilan
keputusan.
o. Memanfaatkan
peningkatan

kemajuan

pembelajaran

sekolah/madrasah.
p. Melakukan monitoring,
pelaksanaan

teknologi

program

dan

evaluasi,
kegiatan

informasi

bagi

manajemen
dan

pelaporan

sekolah/

madrasah

dengan prosedur yang tepat, serta merencanakan


tindak lanjutnya.
C. Peran Kepala Sekolah Sebagai Administrator Dalam
Organisasi Pendidikan
Kepala sekolah sebagai

administrator

bertanggung

kelancaran

jawab

terhadap
8

pendidikan
pelaksanaan

pendidikan dan pengajaran di sekolahnya. Oleh karena itu,


untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, kepala
sekolah hendaknya memahami, menguasai, dan mampu
melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan
fungsinya sebagai administrator pendidikan.6
Telah diketahui sebelumnya bahwa dalam setiap
kegiatan administrasi mengandung di dalamnya fungsi-fungsi
perencanaan,

pengorganisasian,

pengordinasian,

pengawasan, pegawaian, dan pembiayaan. Kepala sekolah


sebagai administrator hendaknya mampu mengaplikasikan
fungsi-fungsi tersebut ke dalam pengelolaan sekolah yang
dipimpinnya.7
Kepala sekolah sebagai administrator harus mampu
mengaplikasikan fungsi-fungsi sebagai berikut:8
1. Membuat Perencanaan
Salah satu fungsi utama dan pertama dari kepala
sekolah

adalah

membuat

perencanaan.

Perencanaan

merupakan syarat mutlak bagi setiap organisasi atau


kelompok agar dapat berjalan dengan baik. Dalam rangka
membuat

perencanaan,

membuat

rencana

kepala

tahunan,

sekolah

dalam

paling

rencana

hendaklah mencakup bidang-bidang berikut ini:


a. Program
pengajaran.
Termasuk
dalam

harus

tahunan
program

pengajaran antara lain; pembagian tugas mengajar,


pengadaan buku-buku pelajaran, alat-alat pembelajaran.
b. Kesiswaan, antara lain; syarat-syarat penerimaan murid
baru,

pengelompokan

siswa,

pembagian

kelas,

6 Ngalim Purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, (Bandung: PT.


Remaja Rosdakarya,1987), hlm. 106
7 Ibid
8 Ibid, hlm. 108
9

pelayanan bimbingan dan konseling dan pelayanan


c.

kesehatan.
Kepegawaian,
pembagian

antara

tugas

lain;

guru

penerimaan

guru

baru,

pegawai,

mutasi

atau

dan

promosi guru dan pegawai.


d. Keuangan, mencakup pengadaan
keuangan
e.

untuk

berbagai

dan

kegiatan

pengelolaan
yang

telah

direncanakan.
Perlengkapan, antara lain meliputi; sarana dan prasarana
sekolah, rehabilitasi gedung, penambahan ruang kelas
dan lainnya.
Perlu diperhatikan oleh kepala sekolah, bahwa dalam

membuat perencanaan tersebut, harus diperhitungkan


dengan

matang,

selain

itu

perencanaan

juga

harus

transparan dan dilakukan dengan musyawarah dengan


pegawai, dewan guru dan atau komite sekolah.
2. Menyusun Organisasi Sekolah
Organisasi mengambarkan

adanya

pembidangan

fungsi dan tugas dari masing-masing kesatuan. Dalam


suatu susunan dan struktur organisasi dapat dilihat bidang,
tugas dan fungsi masing-masing kesatuan, serta hubungan
vertikal

horizontal

antara

kesatuan-kesatuan

tersebut.

Dengan kata lain, dengan melihat struktur organisasi dapat


diketahui bentuk pola hubungan.
Maka dari semua itu, kepala
administrator

pendidikan

harus

sekolah

menyusun

sebagai
organisasi

sekolah yang dipimpinnya, melaksanakan pembagian tugas


dan

wewenangnya

kepada

guru-guru

serta

pegawai

sekolah sesuai dengan struktur organisasi yang telah


disusun dan disepakati.
Untuk menyusun organisasi sekolah yang baik, perlu
memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:
a. Mempunyai tujuan yang jelas.
10

b. Para anggotanya menerima dan memahami tujuan


c.

tersebut.
Adanya kesatuan arah sehingga dapat menimbulkan

kesatuan tindakan dan kesatuan pikiran.


d. Adanya keatuan perintah
e. Adanya keseimbangan antara wewenang dan tanggung
f.

jawab seseorang dalam organisasi tersebut.


Adanya pembagian tugas pekerjaan yang sesuai dengan

kemampuan, keahlian, dan atau bakat masing-masing.


g. Struktur organisasi hendaknya disusun sesederhana
mungkin,

sesuai

dengan

kebutuhan

koordinasi,

pengawasan dan pengendalian


h. Pola organisasi hendaknya relatif permanen.
i. Adanya jaminan keamanan/kenyamanan dalam bekerja.
j. Garis-garis kekuasaan dan tanggung jawab serta hierarki
tata kerjanya jelas tergambar dalam struktur atau bagan
organisasi.
3. Bertindak sebagai Koordinator dan Pengarah
Dengan
adanya
bermacam-macam tugas

dan

pekerjaan yang dilakukan setiap personal dalam struktur


organisasi sekolah maka memerlukan adanya koordinasi
dan pengarahan dari kepala sekolah. Adanya koordinasi
dari kepala sekolah yang baik dapat menghindarkan dari
adanya persaingan yang tidak sehat, baik antar personal
maupun antar bagian yang ada dalam sekolahan tersebut.
Dengan adanya koordinator yang baik maka akan
tercipta suasana kekeluargaan, saling tolong menolong
dalam

mengerjakan

tugas,

saling

membantu

untuk

menggapai tujuan bersama, baik dalam hal pembelajaran


dan administrasi. Dengan demikian, kualitas pendidikan di
sekolah tersebut dapat ditingkatkan.
4. Melaksanakan Pengelolaan Kepegawaian

11

Kepala sekolah harus dapat melakukan pengelolaan


kepegawaian, atau manajemen pegawai, yang meliputi; (1)
perencanaan

pegawai,

(2)

pengadaan

pegawai,

(3)

pembinaan dan pengembangan pegawai, (4) promosi dan


mutasi, (5) pemberhentian pegawai, (6) kompensasi, dan
(7) penilaian pegawai. Semua itu perlu dilakukan dengan
baik dan benar agar apa yang diharapkan tercapai, yakni
tersedianya tanaga kependidikan Islam yang diperlukan
dengan kuaifikasi dan kemampuan yang sesuai serta dapat
melaksanakan pekerjaan dengan baik dan berkualitas.
a. Perencanaan pegawai merupakan kegiatan untuk
menentukan kebutuhan pegawai, baik secara kualitatif
maupun kuantitatif untuk sekaran dan masa depan.
Penyuusunan rencana personalia yang baik dan tepat
memerlukan informasi yang lengkap danjeas tentang
pekerjaan atau tugas yang harus dilakukan dalam
organisasi. Oleh karena itu, sebelum menyusun rencana,
perlu dilakukan analisis pekerjaan dan analisis jabatan
untuk memperoleh deskripsi pekerjaan.
b. Pengadaan
pegawai
merupakan
kegiatan

untuk

memenuhi kebutuhan pegawai dalam suatu lembaga,


baik jumlah maupun kualitasnya. Untuk mendapatkan
pegawai yang sesuai dengan kebutuhan, perlu dilakukan
kegiatan rekruitmen, yaitu usaha usaha untuk mencari
dan mendapatkan calon-calon pegawai yang memenuhi
c.

syarat.
Selanjutnya diadakan pembinaan dan pengembangan
pegawai-pegawai yang sudah direkrut. Hal ini sangat
perlu

dilakukan

untuk

memperbaiki,

menjaga

dan

mmeningkatkat kinerja pegawai. Kegiatan ini tidak hanya

12

menyangkut aspek kemampuan, tetapi juga menyangkut


karier pegawai.
d. Setelah diperoleh dan ditentukan calon pegawai yang
akan

diterima,

kegiatan

yang

selanjutnya

adalah

mengusahakan supaya calon tersebut menjadi anggota


organisasi yang sah sehingga mempunyai hak dan
kewajiban sebagai anggota organisasi atau lembaga.
Setelah pengangkatan pegawai maka akan dialakukan
e.

penempatan atau penugasan kepada pegawai tersebut.


Pemberhentian pegawai adalah putusnya hubungan
kerja sama antara pegawai tersebut dengan organisasi

f.

atau lembaga yang sebelumnya ia bekerja di sana.


Kompensasi adalah balas jasa yang diberikan organisasi
kepada pegawai, yang dapat dinilai dengan uang dan
mempunyai

kecenderungan

diberikan

secara

tetap.

Pemberian kommpensasi, selain dalam bentuk gaji,


dapat berupa tunjangan, fasilitas perumahan, kendaraan
dan lain sebagainya.
g. Kegiatan selanjutnya adalah evaluasi atau penilaian dari
pelaksanaan fungsi-fungsi yang dikemukakan diatas.
Penilaian

tenaga

kependidikan

ini

difokuskan

pada

prestasi individu dan peran sertanya dalam kegiatan


sekolah. Penilaian ini tidak hanya penting bagi sekolah,
tetapi juga bagi pegawai itu sendiri.
Ketujuh fungsi manajemen diatas harus dilaksanakan
dengan

cermat,

pengelolaan
pendidikan.

rapi

dan

kepegawaian
Semua

hal

teratur,

demi

dalam

sebuah

tersebut

tidak

berhasilnya
lembaga

terlepas

dari

kepiawaian dalam manajemen dari seorang kepala sekolah


sebagai pemimpin dari organisasi sekolah di samping juga
adanya kerja sama yang selaras antar pegawai.
.

13

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan dalam makalah ini maka dapat
disimpulkan bahwa :
1. Sebagai leader, kepala sekolah harus mampu memberikan
petunjuk dan pengawasan, meningkatkan kemauan tenaga
kependidikan,

membuka

komunikasi

dua

arah

dan

mendelegasikan tugas.
2. sebagai seorang manajer, kepala sekolah harus memiliki
tiga sudut pandang terhadap manajemen.
3. Kepala sekolah sebagai administrator harus
mengaplikasikan

fungsi-fungsi

manajemen

mampu
sekolah

meliputi Membuat Perencanaan, Menyusun Organisasi


Sekolah, Bertindak sebagai Koordinator dan Pengarah,
serta Melaksanakan Pengelolaan Kepegawaian

14

DAFTAR PUSTAKA

Asmani, Jamal Mamur. 2009. Manajemen Pengelolaan dan


Kepemimpinan Pendidikan Profesional. Yogyakarta: DIVA
Prima.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor
13 Tahun 2007 Tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah
Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa
Purwanto, Ngalim. 1987. Administrasi dan Supervisi Pendidikan.
Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Suryosubroto, B. (2004). Manejemen Pendidikan di Sekolah.
Jakarta: Rineka Cipta.
Depdiknas. 2006. Perspektif Kebijakan Pendidikan Nasional.
Depdiknas

15