Anda di halaman 1dari 5

CARA MENGHITUNG RESUSITASI CAIRAN

Formula Baxter/Parkland
Parkland berpendapat, bahwa syok yang terjadi pada kasus luka bakar adalah
jenis hipovolemia, yang hanya membutuhkan penggantian cairan (yaitu kristaloid).
Penurunan efektifitas hemoglobin yang terjadi disebabkan perlekatan eritrosit,
trombosit, lekosit dan komponen sel lainnya pada dinding pembuluh darah (endotel).
Sementara dijumpai gangguan permeabilitas kapilar dan terjadi kebocoran plasma,
pemberian koloid ini sudah barang tentu tidak akan efektif bahkan menyebabkan
penarikan cairan ke jaringan interstisiel; menyebabkan akumulasi cairan yang akan
sangat sulit ditarik kembali ke rongga intravaskular. Hal tersebut akan menambah
beban jaringan dan menyuburkan reaksi inflamasi di jaringan; serta menambah
beban organ seperti jantung, paru dan ginjal.
1Berdasarkan alasan tersebut, maka Parkland hanya memberikan larutan
Ringers Lactate (RL) yang diperkaya dengan elektrolit. Sedangkan koloid/plasma,
bila

diperlukan,

diberikan

setelah

sirkulasi

mengalami

pemulihan

(>24-

36jam).Menurut Baxter dan Parkland, pada kondisi syok hipovolemia yang


dibutuhkan adalah mengganti cairan; dalam hal ini cairan vang diperlukan adalah
larutan fisiologik (mengandung elektrolit). Oleh karenanya mereka hanya
mengandalkan larutan (RL) untuk resusitasi. Dan ternyata pemberian cairan RL ini
sudah

mencukupi,

bahkan

mengurangi

kebutuhan

akan

transfusi.

Hari pertama, separuh jumlah kebutuhan cairan diberikan dalam delapan jam pertama,
sisanya diberikan dalam enam belas jam kemudian. Jumlah cairan yang diperlukan
pada hari pertama adalah sesuai dengan perhitungan Baxter (4 ml/kgBB), sehingga
kebutuhan cairan resusitasi menurut Parkland adalah: 4ml / kgBB / %LB Ringers
lactate dengan pemantauan jumlah diuresis antara 0,5-l ml/kgBB/jam. Pada hari
kedua, jumlah cairan diberikan secara merata dalam dua puluh empat jam.
Resusitasi metode Baxter / Parkland. Separuh jumlah cairan yang diperlukan
diberikan dalam 8 jam pertama, sisanya dibagi dalam 16 jam berikutnya.
RUMUSNYA :
1. Total cairan = 4cc x berat badan x luas luka bakar/24 Jam ( dewasa )
2. Total cairan = 2ccxberta badan x luas luka bakar/24jam ( anak anak )
3. Berikan 50% dari total cairan dalam 8 jam pertama, dan sisanya dalam 16 jam
berikutnya
Resusitasi cairan Baxter.

Dewasa : Baxter.
RL 4 cc x BB x % LB/24 jam.
Anak: jumlah resusitasi + kebutuhan faal:
RL : Dextran = 17 : 3
2 cc x BB x % LB.
Kebutuhan faal:
(Albumin 25% = gram x 4 cc) 1 cc/mnt.
Anak : Diberi sesuai kebutuhan faal.

Cara Menghitung Luas dan Derajat Luka Bakar

Ketika seseorang mengalami combustio atau luka bakar, maka sudah menjadi tugas
tenaga medis untuk menghitung luas dan derajat luka bakar, hal ini akan sangat berguna
untuk menentukan penanganan yang tepat.
1. Perhitungan Luas Luka Bakar Menurut Rule of Nine
Luas luka bakar dibuat dengan perhitungan persentase. Untuk perhitungan cepat
luka bakar pada orang dewasa rumus luka bakar yang digunakan adalah Rule of
Nine yang dibuat oleh Polaski dan Tennison. Persentase luka bakar berdasarkan
Rule of Nine yaitu :

Kepala dan leher : 9 %

Dada : 9 %

Perut : 9 %

Punggung : 9 %

bokong : 9 %

Lengan dan tangan kanan : 9 %

Lengan dan tangan kiri : 9 %

Paha kanan : 9 %

Paha kiri : 9 %

Betis kaki kanan : 9 %

Betis kaki kiri : 9 %

Perineum dan genitalia : 1 %

Pada bayi perhitungan luas luka bakar yang digunakan adalah menggunakan Rule
of Ten yang dibuat oleh Linch dan Blocker. Persentase luka bakar berdasarkan
Rule of Ten yaitu :

Kepala depan : 10 %

Kepala belakang : 10 %

Badan depan sisi kanan : 10 %

Badan depan sisi kiri : 10 %

Badan belakang sisi kanan : 10 %

Badan belakang sisi kiri : 10 %

Tangan kanan : 10 %

Tangan kiri : 10 %

Kaki kanan : 10%

Kaki kiri : 10 %
Sedangkan pada anak anak perhitungan luas luka bakar yang digunakan adalah
perhitungan yang dibuat oleh Lund and Browder, dengan presentase yang berbeda
beda utuk setiap perbedaan rentang usia 5 tahun.
2. Metode Lund dan Browder
Metode yang diperkenalkan untuk kompensasi besarnya porsi massa tubuh di kepala
pada anak. Metode ini digunakan untuk estimasi besarnya luas permukaan pada
anak. Apabila tidak tersedia tabel tersebut, perkiraan luas permukaan tubuh pada
anak dapat menggunakan Rumus 9 dan disesuaikan dengan usia:
Pada anak di bawah usia 1 tahun: kepala 18% dan tiap tungkai 14%. Torso dan
lengan persentasenya sama dengan dewasa.
Untuk tiap pertambahan usia 1 tahun, tambahkan 0.5% untuk tiap tungkai dan turunkan

persentasi kepala sebesar 1% hingga tercapai nilai dewasa.