Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM

No. Dokumen
Berlaku sejak
Revisi

FO-UGM-BI-07-13
03 Maret 2008
00

LABORATORIUM TAKSONOMI HEWAN

Halaman

1 dari 14

BORANG

LAPORAN PRAKTIKUM
KARSINOLOGI
ACARA 2
DETERMINASI UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii),UDANG
WINDU (Penaeus monodon),Panulirus homaris,Panulirus
ornatus,Panulirus versicolor DAN KEPITING BAKAU (Scylla serata)

Nama

: CANDRA PUSPITA R.

NIM

: 12/339127/BI/8994

Kelompok

: VI

Asisten

: ICHSAN BAKTIAR

LABORATORIUM SISTEMATIKA HEWAN


FAKULTAS BIOLOGI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2014

LAPORAN PRAKTIKUM

No. Dokumen
Berlaku sejak
Revisi

FO-UGM-BI-07-13
03 Maret 2008
00

LABORATORIUM TAKSONOMI HEWAN

Halaman

2 dari 14

BORANG

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Crustacea merupakan subfilum yang memiliki anggota yang sangat beragam
dan menempati relung ekologi yang sangat luas. Mereka menempati hampir di semua
habitat yang ada.
Dari penampakan morfologi lobster,udang dan kepiting sudah merupakan famili
yang berbeda. Karakter morfologi apa saja yang membedakan mereka.
B. Tujuan
Mempelajari
rosenbergii,Penaeus

karakter

morfologi

yang

monodon,Scylla

membedakan

serrata,Panulirus

Macrobrachium
ornatus,Panulirus

versicolor,dan Panulirus homarus.


BAB II
METODE
A. Alat
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah nampan sebagai tempat
pembedahan udang; alat-alat bedah yaitu skapel, gunting dan pinset yang digunakan
untuk membedah udang; lup digunakan sebagai alat bantu untuk melihat organ-organ
udang

yang

kecil;nampan

untuk

meletakkan

bahan

dan

kamera

untuk

mendokumentasikan gambar-gambar.
B. Bahan
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah udang galah (Macrobrachium
rosenbergii),

udang

windu

(Penaeus

sp.),

Panulirus

ornatus,Panulirus

versicolor,Panulirus homarus, dan kepiting bakau (Scylla serata).


C. Cara Kerja
Untuk melihat organ pernapasan,karapaks pada udang disibakkan dan s terlihat
sistem pernapasannya. Organ tersebut kemudian difoto agar mudah diamati.
Untuk

melihat

sistem

pencernaan

dan

sistem

pernapasan

kepiting

bakau,karapaksnya dirusak dengan scapel agar terlihat sistem pencernaannya. Sistem


tersebut diamatai dan difoto.

BAB III

LAPORAN PRAKTIKUM

No. Dokumen
Berlaku sejak
Revisi

FO-UGM-BI-07-13
03 Maret 2008
00

LABORATORIUM TAKSONOMI HEWAN

Halaman

3 dari 14

BORANG

HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil
1. Udang galah (Macrobrachium rosenbergii)

antennu
le

rostrum
anttena

telson

uropod
2. Udang windu (Penaeus monodon)

pereiop
od
pleopod

3. Kepiting bakau (Scylla serrata)


dactylus
mata
corpus

merus

carapak
s
propond
us
dactylus

pereiop
od

B. Pembahasan
1. Udang galah (Macrobrachium rosenbergii)
Klasifikasi:
Kingdom

:Animalia

Phylum
Class

:Arthropoda
: Malacostraca

LAPORAN PRAKTIKUM

No. Dokumen
Berlaku sejak
Revisi

FO-UGM-BI-07-13
03 Maret 2008
00

LABORATORIUM TAKSONOMI HEWAN

Halaman

4 dari 14

BORANG

Ordo
Familia
Genus
Spesies

:Decapoda
: Palamonidae
: Macrobrachium
: Macrobrachium rosenbergii

Morfologi
Macrobrachium rosenbergii jantan dapat mencapai 320 mm sedangkan betina
mencapai 250. Udang galah memiliki warna tubuh kehijauan sampai coklat keabuabuan dengan bintik orange pada artikulasi antara abdominal somit. Antena dan
celiped berwarna biru. Tubuhnya terdiri dari 20 somite dengan 14 membentuk
cephalothoraks dan 6 abdomen. Tiap somite menompang pasangan appendage
terkadang appendage tereduksi/absen. Memiliki rostrum panjang.
Cephalothoraks terbentuk dari fusi antara cephalon (6 somit) dan thoraks (8
somit). Karapaks menutupi cephalothoraks secara lateral dan dorsal. Karapas berakhir
di anterodorsal rostrum. rostrum ramping dan terkadang sigmoid. Rostrum bagian
dorsal menompang 11-14 gigi. Spina antennalnya kuat dan terletak pada tepi anterior
karapaks paling bawah batas orbit. Spina kedua,spina hepatic,dibawah antenal dan
jauh diantara tepi karapaks anterior,dekat dengan groove,garis branchiostegal
terhubung ke spina hepatic dengan tepi anterior.
Antenula(antena pertama) terbentuk dari 3 segmen peduncle di atas dengan
menompang 3 flagella yang berfungsi sebgai organ tactile. Antenae (antena kedua)
mempunyai 5 segmen peduncle yang mengangkut 1 flagelum.
Dimorfisme Seksual
Gonopores juvenil jantan muncul dengan panjang 5,9mm (panjang karapaks)
sedangkan betina berukuran 7,6mm. Gonopores jantan terletak pada dasar coxae
pada pereopods kelima dan tertutup oleh flap. Gonopores betina muncul sebagai
aperture oval di coxae pereiopod ketiga dan tertutup membran. Sisi ventral pada
somite abdominal pertama jantan memiliki titik/benjolan di tengah,sedangkan pada
betina tidak terdapat.
Betina memiliki brood chamber yang terbentuk dari 1-3 abdominal pleurae yang
tak muncul di udang penaeid. Jantan memiliki cheliped yang panjang dan kuat dengan
spina yang besar dari pada betina. Udang galah jantan memiliki appendix masculina
yang
Perilaku

LAPORAN PRAKTIKUM

No. Dokumen
Berlaku sejak
Revisi

FO-UGM-BI-07-13
03 Maret 2008
00

LABORATORIUM TAKSONOMI HEWAN

Halaman

5 dari 14

BORANG

Udang galah merupakan udang yang agresif dan berpilaku sosial. Udang ini
mencari makan saat malam hari (nocturnal) serta memiliki sifat kanibal.
Makanan
Macrobrachium rosenbergii merupakan udang omnivora dan merupakan
bottom feeders.
Habitat dan distribusi
udang galah dapat ditemukan di alam di Indo-Pasifik Barat dari Pakistan dan
India bagian Barat laut,diseluruh archipelago Malay,Filipina sampai Papua Nugini serta
Austria Utara. Udang galah hidup di air tawar dan air payau,terkadang di lingkungan
laut.

Determinasi
Ordo decapoda:
1a.Pleopod berkembang dengan baik dan termodifikasi1a
1b.Sub ordo Natantia: Pleura kedua menutupi segmen pertama, abdomen biasanya
membentuk kurva
Superfamili Caridae:
1a. Chealat atau Subchelat terdapat pada pereopod I dan II atau hanya II.
Maksiliped

III

terdiri

atau

segmen.Epipod

jika

ada

kecil.2
2. Pereopod I berchelat atau tidak berchelat ...3
3. Pereopod I selalu
dengan chela yang berkembang baik....4
4. Finger pada chela tidak terlalu panjang...5
5. Hanya satu finger dari chela pereopod pertama yang dapat
digerakkan..6
6. Pereopod I tidak kuat (lemah), tetapai hampir setebal pereopod I
7b
7b. Pereopod tanpa isopod .10b
10b. Pereopod tanpa artrobranchiale atau epipod. Flagelum pada antenula atas
membelahmenjadidua13
13 Mandibula biasanya dengan incisorial proces jika tidak maksiliped III tidak
pipih dan foliate
Famili Palaemonidae
1b. PereopodII pada jantan dengan apendiks maskulina. Pada betina dengan
apendiksinternal2

LAPORAN PRAKTIKUM

No. Dokumen
Berlaku sejak
Revisi

FO-UGM-BI-07-13
03 Maret 2008
00

LABORATORIUM TAKSONOMI HEWAN

Halaman

6 dari 14

BORANG

2.Permukaan lateral pada karapaks tanpa suture.3


3.Pleurobranchia ada pada basis maksiliped III, tepi bawah telson dengan dua
pasang duri dan dua atau lebih setae
Subfamili Palaemonidae
1b. Duri supraorbital tidak ada..2b
2.b. Duri branchiostegal tidak ada.....7b.
7b. Duri hepatik ada10
10b.Mandibula dengan palpus.11
11. Dactyl pada 3 pereopod terakhir sederhana
Genus Macrobrachium
1a. Carpus dengan jelas lebih panjang dari merus2
2a. Rostrum dengan suatu pangkal tajuk yangterangkat dengan jelas, biasanya
panjang sekali.3
3a.Garis tepi bawah rostrum dengan 8- 14 gigi, rostrum panjang dan membelok
keatas.M.rosenbergii
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh data kunci
determinasi yang digunakan untuk mengetahui speses kedua jenis udang tersebut.
Macrobrachium rosenbergii memiliki kunci determinasi Ordo Decapoda - 1a Subordo Natantia 1b - Superfamili Caridea - 1a - 2- 3 4 5 6 - 7b 10b 13
14 - Famili Palaemonidae - 1b 2 3 - Subfamili Palemoninae - 1b - 2b - 7b 10b 11 - Genus Macrobrachium - 1a - 2a - 3a - Macrobrachium rosenbergii.
2. Udang windu (Penaeus monodon)
Klasifikasi

Morfologi

Kingdom

: Animalia

Phylum

: Arthropoda

Subphylum

: Crustaceae

Class

: Malacostraca

Subclass

: Eumalacostraca

Ordo

: Decapoda

Subordo
Superfamilia
Familia
Genus
Spesies

: Dendrobranchiata
: Penaeidea
: Penaidae
: Penaeus
: Penaeus monodon (Fabricius. 1798)

LAPORAN PRAKTIKUM

No. Dokumen
Berlaku sejak
Revisi

FO-UGM-BI-07-13
03 Maret 2008
00

LABORATORIUM TAKSONOMI HEWAN

Halaman

7 dari 14

BORANG

Udang windu memiliki gigi dorsal 7-8 dan 3-4 gigi ventral,ke bawah membentuk
sedikit seperti kurva. Memiliki telson dengan groove tanpa spina lateral. Warna
karapaks dan abdomen band hitam dan memberi pola loreng-loreng seperti harimau
serta pereiopods merah.
Habitat dan distribusi
Juvenil udang windu hidup di dekat pantai dan estruari manggrove sedangkan
dewasa hidup bawah pasir,lumpur. Udang windu hidup sampai kedalaman 110 m.
Distribusinya

dari

Indo-Pasifik

Barat,Timur

dan

Selatan

Afrika,Laut

Merah,Arabia Gulf,Subkontinen India,Archilego Malay-Australia Utara dan Jepang.

Perilaku
Udang windu berada di bwah sedimen saat siang hari. Membentuk group
dengan 200-300 individu dan bergerak ke shallow air saat subuh dan petang.
Makanan dan Ekologi
Bersifat omnivora dengan lebih bersifat predator dengan makan udang yang
lebih kecil,kepiting,moluska,algae,cacing,detritus dan ikan.
Diformisme
Endopodite memperlihatkan diformisme seksual,jantan meluas sampai ke
antennular peduncle sedangkan pada betina menjangkau sebelah article antennular
basal.

Determinasi
Ordo Decapoda
1a Pleopod berkembang dengan baik dan termodifikasi

Subordo Natantia

LAPORAN PRAKTIKUM

No. Dokumen
Berlaku sejak
Revisi

FO-UGM-BI-07-13
03 Maret 2008
00

LABORATORIUM TAKSONOMI HEWAN

Halaman

8 dari 14

BORANG

1a. Pleura pada segmen pertama abdominal tidak tertutupi oleh segmen kedua.
Abdomen tidak membentuk kurva...2a.
2a. Pereopod III tidak sekuat pereopod II dan I, jantan memiliki petasma
Superfamili Penaedea
1a. Prosartema ada...2
2a. Duri pada post orbital absent, alur cervik pendek

Sub famili Penaedea


1a. Pleurobranchia berada di akhir thorac somite, dan terdapat epipod pada
maxilipedke III, gerigi rostral bagian ventral biasanya ada...2a
2a. Mandibulanya pendek hampir berbentuk rectangular, tubuh pendek. Telson
tanpa duri atau dengan tiga pasang duri yang dapat digerakkan.

Genus Penaeus Fabricius


1a. Lekukan adrostral mencapai gerigi epigastrik, atau pipih memenjang melebihi
gerigi epigastric. Alur gasformal tidak ada2b
2b. Alur subhepatic tidak berkembang atau tudak ada, betina memiliki thelicum
yang bertipe tertutup. Udang ini hidup didaerah benua Australia, asia, afrika
timur.4a
4a. Karapaks memliki subhepatic carina..5
5. Pereopod V tampak eksopod......P. monodon.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh data kunci


determinasi yang digunakan untuk mengetahui speses kedua jenis udang tersebut.

LAPORAN PRAKTIKUM

No. Dokumen
Berlaku sejak
Revisi

FO-UGM-BI-07-13
03 Maret 2008
00

LABORATORIUM TAKSONOMI HEWAN

Halaman

9 dari 14

BORANG

Pada Penaeus monodon memiliki kunci determinasi yaitu Ordo Decapoda 1a


Subordo Natantia 1a 2a Superfamili Penaeidea 1a Famili Pemaeidea 1a
2a Subfamili Penainae 1a 2a Genus Penaeus Fabricius 1a 2b 4a 5
Penaeus monodon Fabricius. 1798

3. Kepiting Bakau (Scylla serata)


Klasifikasi

Morfologi
kepiting

Kingdom

: Animalia

Phylum

: Arthropoda

Subphylum

: Crustaceae

Class

: Malacostraca

Subclass

: Eumalacostraca

Ordo

: Decapoda

Subordo
Superfamilia
Familia
Genus
Spesies

: Pleocyemata
: Portunoidea
: Portunoidae
: Scylla
: Scylla serata (Forskal. 1775)

bakau

memiliki

karapaks

dengan

ukuran

mencapai

280mm.

Karapaksnya halus dengan empat gigi diantara mata dan sembilan disisi mata,dengan
kuku claw besar. Sepasang kaki terakhir pipih untuk berenang.
Perilaku
Scylla serata merupakan nokturnal, saat siang hari berada dalam liang sampai
kedalaman 2m. Paddle-like yang berada di kaki belakang digunakan untuk berenang
dan mengubur diri dalam sedimen.
Makanan
Kepiting bakau termasuk hewan predator agresif,claw digunakan untuk
membuka dan memakan bivalvia,siput dan barnekel. Mereka dapat memakan
kepiting,udang serta ikan. Saat fase larva,kepiting memakan plankton
Dimorfisme seksual
Jantan memiliki ukuran lebih besar dari betina. Ruas abdomen jantan
bentuknya seperti segitiga,betina membulat dan melebar.
Habitat dan distribusi
Kepiting bakau ditemukan pada daerah berlumpur dan perairan payau seperti
hutan mangrove dan estuari. Terdistribusi dari Indo-Pasifik Barat

LAPORAN PRAKTIKUM

No. Dokumen
Berlaku sejak
Revisi

FO-UGM-BI-07-13
03 Maret 2008
00

LABORATORIUM TAKSONOMI HEWAN

Halaman

10 dari 14

BORANG

4.

(Panulirus ornatus)

Klasifikasi
Kingdom

: Animalia

Phylum
Class
Ordo

: Arthropoda
: Malacostraca
: Decapoda

Familia
Genus
Spesies

: Palinuridae
: Panulirus
: Panulirus ornatus (Forskal. 1775)

Morfologi
somite abdominal halus dan telanjang. Warna abdomennya kecoklatan atau
habu-abu kehijauan dengan bintik sangat kecil dan kabur. Umumnya memiliki eyespot
besar di setengah anterior dekat dasar pleura yang diiringi oleh perputaran tak putus
yang pucat yang terletak di eyespot mediad. Pleura memiliki ujung putih,terkadang
berwarna putih membentang hampir ke anterior dan margin posterior. Karapaks khas
dan dengan karakteristik membentuk bola pualam di garis pale dekat dasar frontal
horns. Kaki tidak terdapat pola tapi sangat tajam dibatasi spot tak teratur hitam dengan
warna agak coklat atau kebiruan yang membentuk cincing tak lengkap di sekitar
segmen bermacam-macam. Flagella antenna melingkar secara jelas.
Perilaku
Hidup soliter atau hidup berpasangan serta dapat ditemukan dalam konsentrasi
yang besar.
Makanan
Lobster ini mengkonsumsi crustacea lain,ikan dan moluska.
Dimorfisme seksual
Betina memiliki gonadophore di pangkal kaki jalan ke-3 dan kaki renang terdiri
dari 2 lembar,ruas ujung kaki ke-5 bercabang 3 dan memiliki plumose sta di kaki
renang ketika telah mature. Jantan memiliki gonadophore di kaki jalan ke-5,ruas ujung
kaki jalan ke-5 tak ada cabang dan kaki renang selembar.
Habitat dan distribusi
Habatit di dangkal terkadang sedikit di daerah perairan costal keruh,dengan
kedalaman 1-8 m. Terdapat catatan sampai kedalaman 50m. Di substrat pasir dan
lumpur,terkadang di bawah batu dekat dengan mulut sungai,serta coral reef.
Terdistribusi dari Indo-pasifik barat,dari daerah laut merah dan Afrika Timur
5. Udang Barong (Panulirus versicolor)
Klasifikasi
Kingdom

: Animalia

Phylum

: Arthropoda

LAPORAN PRAKTIKUM

No. Dokumen
Berlaku sejak
Revisi

FO-UGM-BI-07-13
03 Maret 2008
00

LABORATORIUM TAKSONOMI HEWAN

Halaman

11 dari 14

BORANG

Subphylum

: Crustaceae

Class

: Malacostraca

Subclass
Superorder
Orde

: Eumalacostraca
: Eucarida
: Decapoda

Suborder
Infraorder
Superfamilia
Familia
Genus
Spesies

: Pleocyemata
: Palinura
: Palinuroidea
: Palinuridae
: Panulirus
: Panulirus versicolor (Forskal. 1775)

Morfologi
Memiliki 4 duri besar pada tepi anterior serta sepasang duri orbit. Pada daerah
diantara orbit tak terdapat duri-duri kecil. Orbit memiliki panjang duri kurang dari 3 kali
panjang mata. Flagellum antennulanya lebih panjang dibandingkan dengan tangkai
anttenula. Memiliki lempeng antennula 2 pasang duri terpisah dengan baik. Duri
sepasang berada di paling depan berukuran lebih besar. Pasang kaki keempat
pertama tak bercapit. Ruas abdomen tak beralur melntang. Ekor berbentuk kipas dan
fleksibel. Ukuran maksimumnya 40 cm.
Abdomen berwarna kehijauan dan terdapat garis putih yang diapit garis biru
pada tiap segmen. Karapaks dan duri orbit memiliki kombinasi hijau putih dan biru
dengan permukaan panggal antena warna merah muda dan antennula warna putih.
Kaki jalan biru dan bergaris putih.
Perilaku
Lobter ini bersifat nokturnal dan soliter. Saat siang hari bersembunyi di celah
dan liang bebatuan.
Makanan
Lobster ini mengkonsumsi crustacea lain,ikan dan moluska.
Dimorfisme seksual
Jantan memiliki gonopores pada kaki kelima dan betina memiliki gonopores di
kaki jalan ketiga..
Habitat dan distribusi
Hidup diperairan dangkal dari sublittoral sampai ke 15 m. Hidup di area coral
reef,sering kali di batas seaward dari reef dataran tinggi. Lobter ini hidup di daerah air
besih dan di area surf. Terdistribusi dari Indo-Pacific Barat.
6.

(Panulirus homarus)

Klasifikasi
Kingdom

: Animalia

Phylum

: Arthropoda

Subphylum

: Crustaceae

LAPORAN PRAKTIKUM

No. Dokumen
Berlaku sejak
Revisi

FO-UGM-BI-07-13
03 Maret 2008
00

LABORATORIUM TAKSONOMI HEWAN

Halaman

12 dari 14

BORANG

Class

: Malacostraca

Subclass
Superordo
Ordo

: Eumalacostraca
: Eucarida
: Decapoda

Subordo
Infraordo
Superfamilia
Familia
Genus
Spesies

: Pleocyemata
: Palinura
: Palinuroidea
: Palinuridae
: Panulirus
: Panulirus homarus (Linnaeus,1775)

Morfologi
Antennular plate dengan 4 berukuran sama,besar dan spina terpisah,tertata
membentuk persegi dengan tambahan spinules yang sangat kecil dengan susunan tak
beraturan di antaranya. Exopod pada maxilipid ketiga absen. Tubuh berwarna hijau
gelap atau merah kecoklatan,dengan bintik halus putih. Tak ada warna band yang
berbeda warna cerahnya pada abdomen. Antennulae terikat. Warna kaki agak
seragam,terkadang pudar,longitudinal tak terputus.
Memiliki ukuran tubuh maksial 31 cm,panjang karapaks 12cm. rata-rata
panjang tubuhnya 20-25 cm.
Perilaku
Termasuk hewan nocturnal dan koloni.
Makanan
Saat udang ditangkarkan,mereka diberikan campuran ikan,crustacea dan
moluska.
Dimorfisme seksual
Jantan memiliki gonopores pada kaki kelima dan betina memiliki
gonopores di kaki jalan ketiga..
Habitat dan distribusi
Habitat di perairan dangkal antara 1-90 meter,sering di kedalaman 1-5m. Hidup
diantara batu,zona surf terkadang di daerah keruh.
Hewan ini terdistribusi di Indo-Pasifik Barat
7. Perbandingan dengan spesies lain
Udang galah betina memiliki brood chamber yang tak dimiliki oleh udang windu.
Susunan pleura Penaeus monodon seperti genting sedangkan Macrobrachium
rosenbergii segmen kedua pleura menutup segmen pertama dan ketiga. Penaeus
monodon dan Macrobrachium rosenbergii

dan sama-sama memiliki uropod satu

pasang yang biramous.Scylla serrata memiliki abdomen yang tersembunyi sedangkan


udang dan lobster abdomennya tak tersembunyi. P.ornatus memiliki garis sepanjang

LAPORAN PRAKTIKUM

No. Dokumen
Berlaku sejak
Revisi

FO-UGM-BI-07-13
03 Maret 2008
00

LABORATORIUM TAKSONOMI HEWAN

Halaman

13 dari 14

BORANG

abdomen sedangkan P.homarus terdapat sepasang titik di sepanjang abdomen dan P.


Versicolor memiliki antena satu yang berwarna.
8. Kunci determinasi
BAB IV
KESIMPULAN
Susunan pleura dapat digunakan untuk membedakan Penaeus monodon dan
Macrobrachium rosenbergii.
BAB V
DAFTAR PUSTAKA

Anonim.

Tanpa

tahun.

Panulirus

homarus

(Linnaeus,

1758)

http://www.itis.gov/servlet/SingleRpt/SingleRpt?
search_topic=TSN&search_value=552982 diakses pada tanggal 28 Nop. 14
pukul 20.30.
Anonim.
Tanpa

tahun.

Panulirus

versicolor

(Latreille,

1804)

http://www.itis.gov/servlet/SingleRpt/SingleRpt?
search_topic=TSN&search_value=552973 diakses pada tanggal 28 Nop. 14
pukul 20.20.
Anonim.
Tanpa

tahun.

Penaeus

monodon

Fabricius,

1798

http://www.itis.gov/servlet/SingleRpt/SingleRpt?
search_topic=TSN&search_value=95638 diakses pada tanggal 28 Nop. 14
pukul 20.06.
Anonim. Tanpa tahun. Scylla serrata .www.itis.gov/servlet/SingleRpt/SingleRpt?
search_topic=TSN&search_value=660571. Diakses pada tanggal 27 Nop. 14 pukul
20.25
Cockcroft, A., Butler, M. & MacDiarmid, A. 2013. Panulirus ornatus. The IUCN Red List
of Threatened Species. Version 2014.3. <www.iucnredlist.org>. Downloaded on
28 November 2014.
Craig,S. F., D. A. Thoney and N. Schlager. 2004. Grzimeks Animal Life Encyclopedia,
2nd edition. Volume 2, Protostomes. Farmington Hills, MI: Gale Group. Farmington
Hills
De Grave, S., Shy, J., Wowor, D. & Page, T. 2013. Macrobrachium rosenbergii. The
IUCN Red List of Threatened Species. Version 2014.3. <www.iucnredlist.org>.

LAPORAN PRAKTIKUM

No. Dokumen
Berlaku sejak
Revisi

FO-UGM-BI-07-13
03 Maret 2008
00

LABORATORIUM TAKSONOMI HEWAN

Halaman

14 dari 14

BORANG

Downloaded on 28 November 2014. Murthy, H.S.,R. Kumarswamy,K. J.


Palaksha,H. R. Sujatha,and R. Shankar. 2012. EFFECT OF DIFFERENT TYPES
OF SHELTERS ON SURVIVAL AND GROWTH OF GIANT FRESHWATER
PRAWN, MACROBRACHIUM ROSENBERGII. Journal of Marine Science and
Technology. 20(2) 153-157.
Dore,I. And C. Frimodt 1987. An Illustrated Guide to Shrimp of the World. Van
Nostrand Reinhold. New York.
Fast,A. W. And L. J. Lester. 1992. Marine Shrimph Culture: Principles and Practices.
Elsevier. Amsterdam.
Holthuis, L.B. 1991. FAO SPECIES CATALOGUE VOL, 13 MARINE LOBSTERS OF
THE WORLD. FAO. ROME.
J. de Freitas,A. 2004. THE PENAEIDAE OF SOUTHEAST AFRICA: IV. The Family
Penaeidae: Genus Penaeus. Investig. Rep. Oceanogr. Res. Inst., (59): 1 112,
2004.
M. Kadafi,R. Widaningroem dan Soeparno. 2005. Aspek Biologi dan Potensi Lestari
Sumberdaya Lobster (Panulirus spp.) di Perairan Pantai Kecamatan Ayah
Kabupaten Kebumen. J. Perikanan (J. Fish. Sci.). VIII (1):108-117.
New,M. B. And W. C. Valenti. 2000 .Freshwater Prawn Culture The farming of
Macrobrachium rosenbergii. Blackwell Science. Oxford.
Pavasovic,M. 2004. Digestive profile and capacity of the mud crab (Scylla serrata). The
Queendsland University of Technology. Brisbane.
Sihombing,M. P. 2011. TINJAUAN PUSTAKA Klasifikasi Kepiting bakau (Scylla spp.)
repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/28654/3/Chapter%20II.pdf diakses
pada tanggal 28 Nop. 14 pukul 22.43
Yusnaini, M.N. Nessa,M. I. Djawad,& D. D. Trijuno. 2009. CIRI MORFOLOGI JENIS
KELAMIN DAN KEDEWASAANLOBSTER MUTIARA (Panulirus ornatus)SEX
MORPHOLOGYCAL CHARACTERISTICS AND MATURITY OF THE ORNATED
LOBSTER Panulirus ornatus.Torani. Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan . 19 (3):
166 174