Anda di halaman 1dari 15

PERCOBAAN I

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU (PLTB)


A. Tujuan Percobaan
1. Untuk mengetahui hubungan antara tegangan keluaran generator dan
kecepatan putaran turbin.
2. Menentukan hubungan antara frekuensi dan kecepatan putaran turbin.
3. Mengetahui bagaimana penyearah mempengaruhi karakteristik tegangan
generator.
B. Teori Dasar
Turbin angin dibagi menjadi dua kelompok utama berdasarkan arah sumbu:
1. Sumbu Horisontal
Turbin angin dengan sumbu horizontal mempunyai sudu yang berputar
dalam bidang vertikal seperti halnya propeler pesawat terbang. Turbin angin
biasanya mempunyai sudu dengan bentuk irisan melintang khusus di mana
aliran udara pada salah satu sisinya dapat bergerak lebih cepat dari aliran udara di
sisi yang lain ketika angin melewatinya. Fenomena ini menimbulkan daerah
tekanan rendah pada belakang sudu dan daerah tekanan tinggi di depan sudu.
Perbedaan tekanan ini membentuk gaya yang menyebabkan sudu berputar.
2. Sumbu Vertikal
Turbin angin dengan sumbu vertikal bekerja dengan prinsip yang
sama seperti halnya kelompok

horizontal. Namun, sudunya berputar dalam

bidang yang parallel dengan tanah, seperti mixer kocokan telur. Setiap jenis
turbin angin memiliki ukuran dan efisiensi yang berbeda. Untuk memilih
jenis turbin angin yang tepat untuk suatu kegunaan diperlukan tidak hanya
sekedar pengetahuan tetapi juga pengalaman.

Pada umumnya turbin angin yang mempunyai jumlah sudu banyak


(soliditas tinggi) akan mempunyai torsi yang besar. Turbin angin jenis ini banyak
digunakan untuk keperluan mekanikal seperti pemompaan air, pengolahan hasil
pertanian

dan aerasi tambak. Sedangkan turbin angin dengan jumlah sudu

sedikit, misalnya dua atau tiga, digunakan untuk keperluan pembangkitan listrik.
Turbin angin jenis ini mempunyai torsi rendah tetapi putaran rotor yang
tinggi.

Gambar 1.1 Berbagai jenis turbin angin (sumber: www.energy.iastate.edu)


Jika dikaitkan dengan sumber daya angin, turbin angin dengan jumlah sudu
banyak lebih cocok digunakan pada daerah dengan potensi energi angin yang

rendah karena rated wind speed-nya tercapai pada putaran rotor dan kecepatan
angin yang tidak terlalu tinggi. Sedangkan turbin angin dengan sudu sedikit
(untuk pembangkitan listrik) tidak akan beroperasi secara effisien pada daerah
dengan kecepatan angin rata-rata kurang dari 4 m/s. Dengan demikian daerahdaerah dengan potensi energi angin rendah, yaitu kecepatan angin

rata-rata

kurang dari 4 m/s, lebih cocok untuk dikembangkan turbin angin keperluan
mekanikal. Jenis turbin angin yang cocok untuk keperluan ini antara lain
american tipe multi blade, cretan sail dan savonius.
Pada pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga angin,secara
umum penting dipertimbangkan komponen sistem yang terdiri atas beberapa
bagian baik yang bersifat perangkat keras (peralatan teknik) maupun perangkat
lunak, baik komponen struktur maupun komponen infrastruktur, diantaranya
seperti diuraikan berikut ini.
a. Bagian Rotor
Pada bagian ini terdapat beberapa peralatan yang berfungsi untuk
mengubah energi kinetik angin menjadi energi mekanik (putaran), diaantaranya
ialah: blades, hub, pitch mechanism, bearing, spinner, dan nose cone.
b. Bagian Transmisi
Pada bagian ini juga terdapat beberapa peralatan yang berfungsi
mentransmisikan putaran dari rotor untuk menghasilkan energi listrik di
generator, diantaranya ialah: low-speed shaft, bearing, gearbox, mechanical
brake, high-speed coupling, generator, variable-speed electronics, yaw drive,
main frame, electrical connections, hydraulic and cooling systems, dan nacelle
cover.

Gambar 1.2 Komponen turbin angin


c. Bagian Tiang (Tower)
Ketinggian tower pada setiap pembangkit tenaga angin dipengaruhi oleh
diameter sudu turbin dan ketersediaan hembusan angin pada suatu kawasan.
Kekuatan struktur tiang harus memperhitungkan beban statis dan dinamis
maksimum yang mungkin terjadi.
d. Stasion Pembangkit
Station pembangkit merupakan
foundation/support

structure,

komponen

transportation,

civil

yang
work,

terdiri
dan

dari:

peralatan

interface/connection.
e. Bagian Pengendalian
Bagianini merupakan ketersedian operator dalam rangka pengendalian
operasi dan keamanan sistem.

Gambar 1.3 Sistem pembangkit listrik tenaga angin

C. Rangkaian Pengujian

Gambar 1.4 Rangkaian Pengujian karakteristik generator tanpa beban

Gambar 1.5 Rangkaian Pengujian frekuensi dan tegangan generator

Gambar1.6 Rangkaian Pengujian tegangan dan frekuensi generator setelah


diserahkan
D. Peralatan yang Dipergunakan
Tabel 1.1 Peralatan yang Dipergunakan
CO3636-6V
SE2673-1M
CO3208-3E
CO3208-1F
SE2662-2A
SE2667-2B
SO5127-1Z

Servo machine test (system) stand (300W)


Synchronous generator (12V) for small wind turbines
Charge controller for small wind turbines
Stand-alone inverter (230V, 275VA)
Coupling sleeve (300W)
Coupling guard (300W)
Analog/digital multimeter, power and power-factor meter

1 each
1 each
1 each
1 each
1 each
1 each
1 each

E. Prosedur Percobaan
1. Pengujian karakteristik generator tanpa beban

Merangkai rangkaian seperti yang ditunjukan pada gambar diagram


pengawatan 1.4.

Mengukur tegangan keluaran Uuw untuk kecepatan yang telah ditentukan


dalam table pengamatan. Pada sistem pengujian mesin servo pilih modus
putaran konstan dan atur variasi kecapatan putaran secara manual.

2. Pengujian frekuensi dan tegangan generator

Merangkai rangkaian seperti yang ditunjukan pada gambar diagram


pengawatan 1.5.

Dengan menggunakan osiloskop (multimeter CO5127-1Z), merekam


karakteristik dari teganagn keluaran Uuw pada kecepatan 400 rpm, 700
rpm, dan 1000 rpm. Tentukan frekuensi tegangan keluaran pada masingmasing kecepatan tersebut.

3. Pengujian tegangan dan frekuensi generator setelah diserahkan


Merangkai rangkaian seperti yang ditunjukan pada gambar diagram

pengawatan 1.6.
Dengan menggunakan osiloskop (multimeter CO5127-1Z), merekam
karakteristik dari teganagn keluaran Uuw pada kecepatan 400 rpm, 700
rpm, dan 1000 rpm. Tentukan frekuensi tegangan keluaran pada masingmasing kecepatan tersebut.

F. Data Hasil Pengamatan


Tabel 1.2Hasil pengujian karakteristik generator tanpa beban
n (rpm)
Uuw

10

20

30

40

50

1,7

3,5

5,2

6,9

8,6

600

700

800

900

10,

12,

13,

15,

100
0
17.1

Gambar 1.7 Grafik hasil pengujian karakteristik generator tanpa beban


Untuk melihat gambar hasil percobaan melalui osiloskop, maka dapat dilihat
pada gambar dibawah ini :

Gambar 1.8 Bentuk gelombang untuk frekuensi tegangan keluaran generator pada
kecepatan 400 rpm pengujian frekuensi dan tegangan generator.

Gambar 1.9 Bentuk gelombang untuk frekuensi tegangan keluaran generator pada
kecepatan 700 rpm pengujian frekuensi dan tegangan generator.

Gambar 1.10 Bentuk gelombang untuk frekuensi tegangan keluaran generator


pada kecepatan 1000 rpm pengujian frekuensi dan tegangan
generator.

10

Gambar 1.11 Bentuk gelombang untuk frekuensi tegangan keluaran generator


pada kecepatan 400 rpm pengujian tegangan dan frekuensi
generator setelah diserahkan.

Gambar1.12 Bentuk gelombang untuk frekuensi tegangan keluaran generator pada


kecepatan 700 rpm pengujian tegangan dan frekuensi generator setelah
diserahkan.

11

Gambar 1.13 Bentuk gelombang untuk frekuensi tegangan keluaran generator pada
kecepatan 1000 rpm pengujian tegangan dan frekuensi generator
setelah diserahkan.
G. Analisa dan Hasil Percobaan
1. Pengujian karakteristik generator tanpa beban
Bagaimana respon tegangan generator pada kecepatan bervariasi?
Jawab: Tegangan generator meningkat dengan kenaikan kecepatan putaran
secara proporsional.
2. Pengujian frekuensi dan tegangan generator
Frekuensi tegangan keluaran generator pada kecepatan 400 rpm :
Diketahui data-data:
t = 50 ms/div
= 1,5 div
Sehingga dapat dihitung frekuensi (f) yakni:
T = 1,5 x 50 x10-3
= 75 x 10-3
1
f=
T
1
=
75 x 10-3
13,3 Hz

Frekuensi tegangan keluaran generator pada kecepatan 700 rpm :


Diketahui data-data:
t = 20 ms/div
= 3,5 div
Sehingga dapat dihitung frekuensi (f) yakni:

12

T = 3,5 x 20 x10-3
= 70 x 10-3
f =
=

1
T
1
-3
10 0 x 10

= 14,2 Hz

Frekuensi tegangan keluaran generator pada kecepatan 1000 rpm:


Diketahui data-data:
t = 30 ms/div
= 2 div
Sehingga dapat dihitung frekuensi (f) yakni:
T = 2 x 30 x10-3
= 60 x 10-3
f =
=

1
T
1
1 0 x 10-3

= 16,6 Hz

Bagaimana Karakteristik tegangan keluaran generator?


Jawab: Tegangan keluaran generator berbentuk sinusoidal.

Apa hubungan antara frekuensi tegangan keluaran generator dengan


kecepatan?
Jawab: Frekuensi sebanding dengan kecepatan.

Dengan menggunakan osiloskop tentukan berapa pasang kutub yang ada


pada generator?

13

Jawab: dari data-data keluaran generator pada putaran 1000 rpm diketahui:
Frekuensi (f) = 50 ; Putaran (N) = 1000
P=

120 x 50
1000

= 6 kutub (3 pasang kutub)


Jadi Generator mempunyai 3 pasang kutub.
3. Pengujian tegangan dan frekuensi generator setelah diserahkan

Bagaimana penyearah mempengaruhi karakteristik tegangan keluaran


generator?
Jawab:

Tegangan generator disearahkan dan mempunyai nilai positif.

Tegangan penyearah berisi komponen tegangan positif dan negatif


yang asli.

H. Kesimpulan
Setelah melakukan praktikum maka dapat kita simpulkan beberapa hal yaitu:

14

Tegangan generator akan meningkat dengan kenaikan kecepatan putaran


secara proporsional.

Tegangan keluaran generator berbentuk sinusoidal.

Frekuensi b erbanding lurus dengan kecepatan.

Tegangan generator disearahkan dan mempunyai nilai positif.

15