Anda di halaman 1dari 122

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

ASUHAN GIZI KLINIK


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA DEPOK

DISUSUN OLEH :
JUNITA HERAWATI
NIM: 1110714028

PROGRAM STUDI S1 ILMU GIZI


FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAKARTA
TAHUN
2015

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama

: Junita herawati

Tempattanggallahir

: Bengkulu, 23 juni 1993 Juni 1993

Alamat

: Perumahan jaka permai cendana V nomor 69-71

No. Handphone

: 082298668819

Email

: efendi.nita@ymail.com

RiwayatPendidikan

1. TK Al hidayah

Tahun

1997

1998
2. SD 20 manna bengulu

Tahun1999 - 2005

3. SMP travina prima

Tahun

2005

Tahun

2008

2008
4. SMA travina prima
2011
5. Program S1 GiziFikes UPN Veteran Jakarta
- 2016

Tahun 2011

KATA PENGANTAR

Kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
segala nikmat yang telah diberikan kepada kita semua. Ucapan terima
kasih kami sampaikan kepada tim dosen UPNVJ dan pembimbing di
RSUD kota Depok yang telah membantu kami untuk melancarkan
pengerjaan laporan praktik kerja lapangan (PKL) di RSUD Kota Depok.
Pembuatan laporan ini merupakan salah satu tugas kami sebagai
mahasiswa

setelah

melakukan

kegiatan

manajemen

system

penyelenggaraan makanan.Banyak hal yang kami peroleh setelah


melakukan kegiatan praktik kerjalapangan (PKL).Hal itulah yang kami
jadikan bahan dalam penyusunan laporan ini.
Dibutuhkan kerjasama untuk menyusun laporan ini.Kerjasama
dibutuhkan dalam menentukan kelancaran penyusunan laporan ini
kami

juga

mendapatkan

berbagai

hambatan,namun

kami

tetap

berusaha untuk menghadapi hambatan tersebut.


Selain itu,kami mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak
yang dapat kami jadikan dalam koreksi laporan ini. Semoga laporan ini
dapat bermanfaat dan dapat digunakan sebaik mungkin sehingga akan
menghasilkan hasil yang memuaskan dan sesuai keinginan.

Depok,

26

2015

Penyusun

Oktober

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Rumah sakit merupakan salah satu tempat umum yang berfungsi sebagai
sarana pelayanan kesehatan bagi masyarakat luas yang diharapkan dapat
mewujudkan kesehatan masyarakat. Rumah sakit memberikan pelayanan kesehatan
masyarakat dengan kegiatan berupa pelayanan medis yang diselenggarakan melalui
pendekatan preventif, kuratif, rehabilitatif, dan promotif. Rumah sakit juga
memberikan pelayanan berupa pengobatan rawat jalan dan rawat inap. Dalam hal
ini kegiatan pelayanan medis di rumah sakit juga membutuhkan kegiatan penunjang
yaitu kegiatan pelayanan gizi rumah sakit (PGRS). Pelayanan gizi rumah sakit
bertujuan untuk menunjang pelayanan medis bagi pasien yang berkaitan dengan
asuhan gizi dan penyediaan makan pasien. Menurut Moehyi (1992) rumah sakit
juga merupakan salah satu institusi yang menyelenggarakan makanan kelompok
yang bersifat non

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan umum
Mahasiswa mampu mengetahui dan melaksanakan Manajemen Sistem
Penyelenggaraan Makanan Rumah Sakit di Unit Gizi RSUD Kota Depok, meliputi
ketenangaan, sistem penyelenggaraan makanan, evaluasi penyelenggaran makanan
di Rumah Sakit, organisasi, dan kegiatan pengawasan mutu pada penyelenggaraan
makanan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Depok.
1.2.2 Tujuan Khusus
a. Mampu mengetahui gambaran, dan menjelaskan rangkaian kegiatan
pengelolaan penyelenggaraaan makanan mulai dari pengadaan bahan
makanan sampai dengan distribusi makanan di Unit Gizi RSUD Kota Depok.

b. Mampu menganalisis pengorganisasian, ketenagaan, fungsi dan tugas pokok


masing-masing kelompok tenaga pelayanan di Unit Gizi RSUD Kota
Depok..
c. Mampu melaksanakan pengawasan dalam pengadaan makanan di Unit Gizi
RSUD Kota Depok..
d. Mampu melaksanakan pengawasan mutu makanan sesuai tahapan proses
penyelenggaraan makanan sampai pada konsumen dengan penerapan
e.
f.
g.
h.

HACCP di Unit Gizi RSUD Kota Depok.


Mampu menganalisis layout dapur di Unit Gizi RSUD Kota Depok..
Mampu mengembangkan menu yang ada di di Unit Gizi RSUD Kota Depok.
Mampu melaksanakan modifikasi resep di Unit Gizi RSUD Kota Depok.
Mampu melakukan penelitian dalam sistem penyelenggaraan makanan
rumah sakit di Unit Gizi RSUD Kota Depok.

1.3 Waktu dan Tempat


1.3.1 Waktu
Pelaksanaan kegiatan Praktek Kerja Lapangan MSPMI dilaksanakan pada tanggal
15 September sampai dengan 29 Oktober 2015
1.3.2 Tempat
Pelaksanaan kegiatan Praktek Kerja Lapangan MSPMI dilakukan di Dapur Unit
Gizi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Depok.
1.4 Manfaat
1.4.1 Bagi RSUD Kota Depok
Dapat menjadi bahan evaluasi dan masukan untuk mempertahankan atau
meningkatkan sistem penyelenggaraan makanan di institusi rumah sakit.
1.4.2 Bagi Unit Gizi RSUD Kota Depok
Dapat menambah pengetahuan yang bermanfaat bagi petugas unit gizi sehingga
diharapkan dapat melakukan kegiatan penyelenggaraan makanan rumah sakit dalam
upaya peningkatan pengelolaan Manajemen Sistem Penyelenggaraan Makanan
Rumah Sakit
1.4.3 Bagi UPN VeteranJakarta
Dapat menjadikan mahasiswa memiliki kemampuan sesuai dengan kompetensi
yang telah ditetapkan. Selain itu dapat menjadi acuan dan bahan evaluasi dimasa
yang akan datang.
1.4.4 Bagi Mahasiswa
Dapat meningkatkan pengetahuan dan mengaplikasikan teori serta mampu
mengembangkan keterampilan mengenai sistem penyelenggaraan makanan institusi
di rumah sakit.

1.5 Gambaran Umum Rumah Sakit


1.5.1 Sejarah RSUD Kota Depok
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Depok merupakan satu-satunya rumah
sakit milik pemerintah yang ada di Kota Depok. Berdasarkan Keputusan Menteri
Kesehatan

Nomor

429/Menkes/Sk/V/2008

tanggal

2 Mei 2008 tentang

penetapan kelas RSUD Kota Depok dan Keputusan Kepala Dinas Kesehatan
Provinsi Jawa Barat Nomor 503/SK.11968-Yankes/2007 tentang izin sementara
menyelenggarakan Rumah Sakit Kepada Pemerintah Kota Depok, maka RSUD
Kota Depok mulai beroperasi sebagai rumah sakit kelas C pada tanggal 17 April
2008. Pada awal operasional RSUD Kota Depok merupakan Unit Pelaksana
Teknis (UPT) Dinas Kesehatan Pemerintah Daerah Kota Depok dan pada 31
Desember 2009 berdasarkan Peraturan Daerah Nomor : 8 tahun 2008 RSUD Kota
Depok telah berdiri sendiri menjadi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di
Kota Depok. Pada tahun 2011, berdasarkan Keputusan Walikota Depok Nomor
903/454/Kpts/Bapp/Huk/2011, Peraturan Walikota Depok Nomor 46 Tahun 2011,
Peraturan Walikota Depok Nomor 47 Tahun 2011 dan Peraturan Walikota Depok
Nomor 48 Tahun 2011, RSUD Kota Depok ditetapkan sebagai Badan Layanan
Umum Daerah. Hal ini berarti RSUD Kota Depok berhak atas pengelolaan
keuangan dan pegawainya.
Saat ini kapasitas tempat tidur (TT) RSUD Kota Depok berjumlah 71
tempat tidur yang terdiri dari 54 tempat tidur perawatan kelas III, 4 tempat tidur
perawatan kelas II, 9 tempat tidur perawatan perina, dan 4 tempat tidur perawatan
isolasi. Seiring dengan meningkatnya jumlah pasien dengan spesialistiknya, maka
tahun 2014 kapasitas tempat tidur yang dimiliki oleh RSUD Kota Depok
tersebut kini telah dimanfaatkan secara maksimal
1.5.2 Dasar Hukum Operasional RSUD Kota Depok
1. Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 429/Menkes/SK/V/2008 tanggal 2
Mei 2008, tentang penetapan kelas RSUD Kota Depok milik pemerintah kota
Depok Provinsi Jawa Barat;
2. Keputusan Kepala Dinas
503/SK.11968Yankes/2007,

Kesehatan
tentang

Provinsi
izin

Jawa

sementara

Barat

Nomor

penyelenggaraan

Rumah Sakit kepada pemerintah Kota Depok;


3. Peraturan Daerah Nomor 8 tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat
Daerah Kota Depok;
4. Peraturan Walikota Depok Nomor 8 tahun 2008, tentang UPTD RSUD Kota
Depok;
5. Peraturan Walikota Depok Nomor 48 tahun 2008 tentang Rincian Tugas
Fungsi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Kelas C (RSUD Kelas

C) RSUD Kota Depok;


6. Surat Keputusan Walikota Depok Nomor 821.24/SK.06/Peg/2008 tanggal 19
Februari 2008, tentang pengangkatan kepala UPTD RSUD Kota Depok;
7. Surat Keputusan Walikota Depok Nomor 821.24/SK.50/Peg/2008 tanggal 31
Desember 2008 tentang pengangkatan Direktur RSUD Kota Depok;
8. Surat Keputusan walikota Depok Nomor 821.24/1001/0.RS/XI/2009,
tentang Pemberian Izin Operasional RSUD Kota Depok;
9. Peraturan Daerah Nomor 19 tahun 2011 tentang tarif Retribusi Pelayanan
Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah;
10. Keputusan Walikota Depok Nomor 903/454/Kpts/Bapp/Huk/2011 tanggal 1
November 2011, tentang Penetapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan
Layanan Umum Daerah pada Rumah Sakit Umum Daerah Kota Depok;
11. Peraturan Walikota Depok Nomor 46 Tahun 2011 tanggal 24 Desember 2011,
tentang Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah Rumah
Sakit Umum Daerah Kota Depok;
12. Peraturan Walikota Depok Nomor 47 Tahun 2011 tanggal 24 Desember 2011,
tentang Pedoman Pengadaan Barang/ Jasa Pola Pengelolaan Keuangan Badan
Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah Kota Depok;
13. Peraturan Walikota Depok Nomor 48 Tahun 2011 tanggal 24 Desember 2011,
tentang Pedoman Pengangkatan dan Pemberhentian Pegawai bukan Pegawai
Negeri Sipil pada Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah
Kota Depok;
14. Peraturan Walikota Depok Nomor 51 Tahun 2013 tentang Sistem Akuntansi
Keuangan Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah Kota
Depok tanggal 24 Desember 2013;
15. Peraturan Walikota Depok Nomor 56 tahun 2013 tentang Penetapan Neraca
Awal pada Rumah sakit Umum Daerah Kota Depok tanggal 27 Desember
2013.

1.5.3 Visi Misi Dan Motto RSUD Kota Depok


1.5.3.1 Visi RSUD Kota Depok
Meningkatkan kesehatan seluruh lapisan masyarakat Kota Depok melalui RSUD Kelas B
Pendidikan sebagai jejaring Pusat Stroke.
1.5.3.2 Misi RSUD Kota Depok
Memberikan pelayanan paripurna yang bermutu kepada seluruh lapisan masyarakat
Membentuk RSUD Kota Depok sebagai organisasi pembelajaran menuju Rumah Sakit
Kelas B Pendidikan sebagai jejaring Pusat Stroke
Meningkatkan komitmen, profesional dan produktifitas Sumber Daya Manusia (SDM)
RSUD Kota Depok
Mengembangkan Manajemen RSUD Kota Depok yang efektif dan mandiri
1.5.3.3 Motto RSUD Kota Depok
Memberikan pelayanan yang CERIA (Cepat, Efektif, Ramah, Inovatif, Aman) dan
Profesional
1.5.4 Tujuan RSUD Kota Depok
Tujuan RSUD Kota Depok adalah Meningkatkan derajat kesehatan bagi semua lapisan
masyarakat Kota Depok melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas prima dan
komprehensif yang ditunjang dengan tenaga yang profesional, produktif, berkomitmen tinggi
serta manajemen yang efektif dan mandiri.
1.5.5 Janji Layanan RSUD Kota Depok
RSUD Kota Depok mempunyai janji untuk memberikan pelayanan kepada pasien dengan 5S,
yaitu :
a. Senyum
b. Salam
c. Sapa
d. Sopan
e. Sabar
1.5.6 Jenis Pelayanan RSUD Kota Depok
1.5.6.1 Pelayanan Unit Rawat Jalan (Poliklinik Spesialis)
Poliklinik Spesialis di RSUD Kota Depok melayani pasien mulai pada pukul 08.00 sampai
dengan jam 14.00 WIB. Berikut ini Poliklinik Spesialis yang tersedia di RSUD Kota Depok :
Poliklinik Spesialis Penyakit Dalam
Poliklinik Spesialis Kebidanan dan Kandungan
Poliklinik Spesialis Anak
Poliklinik Spesialis Bedah
Poliklinik Spesialis Kesehatan Jiwa/ Psikiatri
Poliklinik Spesialis Gigi dan Bedah Mulut
Poliklinik Spesialis Syaraf

Poliklinik Spesialis Mata


Poliklinik Spesialis THT
Poliklinik Spesialis Paru
Poliklinik Spesialis Anestesi
Poliklinik Spesialis Fisioterapi
Poliklinik Spesialis Spesialis VCT dan CST
Poliklinik Spesialis Kulit dan Kelamin

1.5.6.2 Pelayanan Unit Rawat Inap


Ruang rawat inap di RSUD Kota Depok terdiri:
a. Ruang Perawatan Kelas II
Ruang perawatan kelas II adalah ruang Elang yang digunakan untuk merawat pasien
dengan penyakit dalam, pasien dengan neuro dan pasien bedah tanpa infeksius. Fasilitas di
Ruang Elang antara lain 4 tempat tidur, 4 lemari pasien, 1 pendingin ruangan, 1 kamar
mandi, 1 wastafel, 4 kursi tunggu dan 1 tempat sampah.
b. Ruang Perawatan Kelas III
Ruang perawatan kelas III terdiri dari
1. Ruang Garuda
Ruang Garuda merupakan ruang perawatan Kelas III untuk pasien perempuan
dengan penyakit dalam. Fasilitas di Ruang Garuda antara lain 9 tempat tidur, 9 lemari
pasien, 3 kipas angin, 2 kamar mandi, 2 ex-haus fan, 1 footstep, 2 wastafel, 9 kursi
biasa, dan 6 kursi tunggu pasien.
2. Ruang Kakak Tua
Ruang Kakak Tua merupakan ruang perawatan kelas III untuk pasien laki-laki dewasa
denga penyakit dalam. Fasilitas di Ruang Kakaktua antara lain 9 tempat tidur, 9 lemari
pasien, 2 kipas angin, 2 kamar mandi, 2 ex-hause fan,1 footstep, 2 wastafel, 9 kursi
biasa dan 6 kursi tunggu pasien.
3. Ruang Maleo
Ruang Maleo merupakan ruang perawatan kelas III untuk pasien laki-laki dan
perempuan dengan kasus neurologi (syaraf), penyakit mata dan penyakit THT. Fasilitas
di Ruang Maleo antara lain 9 tempat tidur, 9 lemari pasien, 3 kipas angin 2 kamar
mandi, 2 ex-hause fan, 1 footstep, 2 wastafel, 9 kursi biasa dan 6 kursi tunggu pasien,.
4. Ruang Merak
Ruang Merak merupakan ruang perawatan kelas III yang digunakan untuk merawat
pasien kandungan, kebidanan, dan pasien rawat gabung (ibu dan bayi) untuk bayi baru
lahir (neonatus sehat). Fasilitas di Ruang Merak antara lain 9 tempat tidur, 8 boks bayi,
9 lemari pasien, 3 kipas angin, 2 kamar mandi, 2 ex-hause fan, 4 footstep, 2 wastafel,
5 kursi lipat dan 4 kursi biasa.
5. Ruang Cedrawasih
Ruangan ini adalah ruang perawatan untuk pasien bedah umum anak dan dewasa baik
laki-laki maupun perempuan. Fasilitas di Ruang Cendrawasih antara lain 9 tempat

tidur, 9 lemari pasien, 2 kipas angin, 2 kamar mandi, 2 ex-hause fan, 2 footstep, 2
wastafel, dan 9 kursi lipat.
6. Ruang Nuri
Ruang Nuri ini adalah ruang untuk merawat pasien anak, baik laki-laki atau
perempuan. Fasilitas di Ruang Nuri antara lain 9 tempat tidur , 9 lemari pasien, 3 kipas
angin, 2 kamar mandi, 2 ex-hause fan, 2 wastafel, dan 9 kursi lipat
c. Ruang Isolasi
Ruang isolasi terdiri dari:
1. Ruang Phoenix
Ruang Phoenix merupakan ruang perawatan isolasi kelas III untuk pasien dewasa, baik
laki-laki maupun perempuan, dengan fasilitas 2 tempat tidur, 2 lemari pakaian, 1
pendingin ruangan, 1 kamar mandi, 1 wastafel, 1 footstep, 2 kursi biasa dann 6 kursi
tunggu pasien.
2. Ruang Kepodang
Ruangan ini adalah Ruang untuk merawat pasien anak yang membutuhkan ruang
isolasi. Fasilitas yang ada di Ruang Kepodang antara lain 2 tempat tidur, 2 tabung
oksigen, 1 AC Split, 2 lemari pasien, 1 kamar mandi, 1 wastafel, dan 2 kursi lipat.
d. Ruang Perinatologi
Ruangan ini adalah perinatologi di RSUD Kota Depok adalah Ruang Pipit. Ruang Pipit
dikhususkan untuk merawat bayi yang baru lahir dengan fasilitas 1 nebulizer, 2 box bayi, 3
head box bayi, 4 blue light therapy, 3 AC Split, 2 Sterilan botol, 1 Bag valve Mask Bayi,
1 pulse oxymetri neonatus, 1 Continious Positive Airway Pressure, 1 kamar mandi, 2
wastafel, dan 1 infantwarmer.
1.5.6.3 Pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD)
UGD adalah salah satu unit di RSUD yang menyediakan penanganan awal bagi pasien
terutama yang dapat mengancam kelangsungan hidupnya. UGD RSUD Kota Depok
berada di lantai 1 dan terdiri dari 11 tempat tidur.
1.5.6.4 Pelayanan Unit Kamar Bersalin
Kamar bersalin di RSUD Kota Depok memiliki 5 tempat tidur untuk menolong persalinan.
Kamar bersalin ini terletak di lantai 1 bersebelahan dengan UGD.
1.5.6.5 Pelayanan Unit Kamar Operasi
Kamar operasi merupakan unit khusus di RSUD Kota Depok yang digunakan untuk
melakukan tindakan pembedahan, baik elektif maupun akut, yang membutuhkan keadaan
suci hama (steril). Kamar operasi RSUD Kota Depok terdiri dari satu kamar operasi besar
dan satu kamar operasi kecil. Terletak di lantai 1 berdekatan dengan kamar bersalin dan
laboratorium.
1.5.6.6 Pelayanan Unit Laboratorium

Pelayanan Laboratorium RSUD Kota Depok buka 24 jam untuk melayani pasien.
Laboratorium RSUD Kota Depok dapat menerima pengantar laboratorium dari dalam
maupun dari luar RSUD Kota Depok. Adapun pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain
:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

Hematologi automatic
Hematologi Sederhana
Kimia Klinik
Urinalisa
Imunoserologi
Analisa Fesses
AGD
Drug Test
Pewarnaan
BTA

1.5.6.7 Pelayanan Unit Radiologi


Unit Radiologi RSUD Kota Depok melayani pasien selama 24 jam. Unit Radiologi RSUD
Kota Depok dapat menerima pengantar Radiologi dari internal RSUD maupun dari luar
RSUD. Adapun pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain :
a. Pemeriksaan Thorax
b. Pemeriksaan BNO
c. Pemeriksaan Schedel
d. Pemeriksaan C. Vertebra
e. Pemeriksaan Ekstremitas
f. Pemeriksaan Pelvis
g. Pemeriksaan IVP
h. Pemeriksaan Appendicogram
i. Pemeriksaan Dental
j. Pemeriksaan USG
1.5.6.8 Pelayanan Unit Farmasi
Unit Farmasi RSUD Kota Depok buka 24 jam untuk melayani pasien. Unit Farmasi
memiliki 4 sub unit, yaitu depo umum yang berfungsi melayani pasien umum, depo UGD
yang berfungsi melayani pasien UGD, depo rawat jalan Jamkesmas yang berfungsi
melayani pasien rawat jalan Jamkesmas, depo rawat inap yang bertugas melayani pasien
rawat inap dan gudang yang berfungsi sebagai penyimpanan stok obat.
1.5.6.9 Pelayanan Unit Gizi
Pelayanan gizi di RSUD Kota Depok terdiri dari:
a. Asuhan gizi rawat jalan kepada pasien rawat jalan berupa konsultasi gizi.
b. Asuhan gizi rawat inap kepada pasien rawat inap terdiri dari:
1. Pemberian motivasi gizi kepada pasien.
2. Konseling gizi kepada pasien dan keluarga pasien rawat inap.
3. Kunjungan keliling (visite) pasien rawat inap bersama dengan dokter.
c. Pelayanan makanan untuk pasien rawat inap meliputi:

1.
2.
3.
4.
5.

Perencanaan bahan makanan


Pembelian bahan makanan
Penyimpanan bahan makanan
Pengolahan bahan makanan
Penyajian makanan di rawat inap

1.5.6.10 Pelayanan IPSRS dan Kesling


Unit ini terdiri dari 2 sub unit, yaitu Instalasi Pemeliharaan Sarana (IPS) dan Kesehatan
Lingkungan (Kesling). Sub unit IPSRS berperan dalam mendukung pelayanan di RSUD
Kota Depok dalam hal perbaikan sarana dan prasarana baik medis maupun non medis,
petugas teknisi elektromedik dan teknisi umum selalu siap selama 24 jam apabila ada
permasalahan pada peralatan medis maupun non medis di RSUD Kota Depok. Sub unit
Kesling bertanggungjawab terhadap pengolahan limbah dan sampah, serta

kebersihan

dan sterilisasi ruangan.


1.5.6.11 Pelayanan Unit Laundry
Unit laundry bertugas untuk menyediakan linen bersih di seluruh unit pelayanan di RSUD
Kota Depok. Alur distribusi linen di RSUD Kota Depok meliputi distribusi linen kotor spotting - cuci - kering - setrika - lipat - distribusi linen bersih.
1.5.6.12 Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS)
SIRS merupakan pelayanan sistem informasi rumah sakit yang berbasis informasi
teknologi. Sistem Informasi Rumah Sakit merupakan salah satu bagian penting dari rumah
sakit yang sangat dibutuhkan dalam menunjang pelayanan kepada unit, khususnya kepada
unit-unit yang memerlukan informasi dan teknologi.
Untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat dan kepada pasien khususnya, saat ini
RSUD Kota Depok sudah memiliki website tersendiri sebagai media komunikasi antara
Rumah Sakit dengan masyarakat.
1.5.6.13 Pelayanan Rekam Medis
Rekam medis adalah berkas berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien,
pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada
pasien. Pelayanan rekam medis adalah proses kegiatan yang dimulai pada saat diterimanya
pasien di rumah sakit kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pencatatan data medik pasien
selama pasien itu mendapatkan pelayanan medis di rumah sakit dan dilanjutkan dengan
penanganan berkas rekam medis yang meliputi pendaftaran rawat jalan, pendaftaran gawat
darurat, pendaftaran rawat inap, informasi pelayanan, penyimpanan dan pendistribusian

berkas rekam medis, koding

diagnosa

dan

tindakan,

pengolahan

data

serta

pelaporan rekam medis.


1.5.6.14 Pelayanan Kamar Jenazah
Pelayanan kamar jenazah merupakan bagian dari pelayanan akhir rumah sakit terhadap
pasien yang meninggal di rumah sakit maupun korban pasca bencana sebagai bagian dari
Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu. Unit kamar jenazah RSUD Kota Depok
saat ini hanya meliputi penatalaksanaan jenazah, pelayanan transit sementara selama dua
jam sebelum diserahkan kepada keluarga atau pihak yang berkepentingan.
1.6 Unit Gizi RSUD Kota Depok
1.6.1 Visi Unit Gizi RSUD Kota Depok :
Meningkatkan pelayanan gizi kepada pasien untuk mempercepat kesembuhan dan
meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
1.6.2

Misi Unit Gizi RSUD Kota Depok :


Meningkatkan kualitas pelayanan gizi penderita sesuai dengan penyakitnya
Meningkatnya system pengadaan, pengolahan, penyajian makanan yang berkualitas
Meningkatnya SDM yang berkualitas melalui mekanisme pembelajaran yang
berkesinambungan
Mengelola kegiatan operasional secara efisien
Meningkatnya pendidikan, pelatihan dan penelitian gizi

1.6.3 Capaian Pelayanan Unit Gizi


Pelayanan gizi di rumah sakit adalah pelayanan yang disesuaikan dengan keadaan pasien
dan berdasarkan keadaan klinis, status gizi, dan status metabolisme tubuh. Pelayanan yang
telah diberikan terdiri dari :

Pemberian makanan dan minuman kepada pasien sesuai kondisi medis dan diet pasien.
Asuhan Gizi Rawat Inap kepada pasien inap terdiri dari:
a. Pemberian motivasi gizi kepada pasien
b. Konseling Gizi kepada pasien dan keluarga pasien rawat inap
c. Kunjungan keliling (visit) pasien rawat inap bersama dengan dokter
Asuhan Gizi Rawat Jalan kepada pasien rawat jalan berupa konsultasi.

LAPORAN STUDI KASUS


HEPATITIS
Instalasi Gizi, RSUD Depok

Junita herawati
NIM: 1110714028
Program Pendidikan Gizi Kesehatan
Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
TAHUN 2015

LAPORAN KASUS

A. IDENTITAS PASIEN
Nama

: Tn s

No RM

Umur

: 23 tahun

Ruang

: Kakaktua

Sex

: Laki-laki

Tgl Masuk : 11-10-2015

Pekerjaan

orang tua : buruh

Tgl Kasus : 12-10-2015

Pendidikan orang tua : SLTA

Alamat

Agama

Diagnosis medis :

: Islam

Hepatitis

B. DATA SUBYEKTIF
1. Berkaitan dengan Riwayat Penyakit
Keluhan Utama
Riwayat

Panas tinggi, pusing, ngilu pada badan, mual


Demam tinggi 1 minggu yang lalu, batuk 1 minggu, mual (+),

Penyakit

muntah (-), lemas, pusing

Sekarang
Riwayat

DHF, DT (Demam Typhoid)

Penyakit
Dahulu
Riwayat

Hepatitis, Kolesterol, Asam Urat, DM

Penyakit
Keluarga

2. Berkaitan Dengan Riwayat Gizi


Data Sosio ekonomi

Penghasilan :
Jumlah anggota keluarga :5
Suku : betawi

Aktifitas fisik

Jenis olahraga sebelum sakit : Futsal


, Frekuensi : 1x / minggu
Jumlah jam tidur sebelum sakit: 6 jam
Jumlah jam tidur setelah sakit: < 6 jam

Alergi makanan

Masalah

Nyeri ulu hati (Ya/tidak ),

gastrointestinal

(Ya/tidak),
Diare (Ya/tidak),

Mual (Ya/tidak ),

Konstipasi (Ya/tidak ),

Muntah
Anoreksia

(Ya/tidak )
Perubahan pengecapan/penciuman (Ya/tidak ), BAB dan BAK
(ya/tidak)tidak terasa/terasa
Penyakit kronik

Kesehatan

Sulit menelan (Ya/tidak), Stomatitis (ya/tidak), Gigi lengkap

mulut/menelan

(ya/tidak)

Pengobatan

Perubahan

berat 60 kg

badan
Riwayat / pola makan Riwayat

makan

sebelum

sakit

(dirumah):

jarang

mengkonsumsi buah, KFC 3x/minggu, kopi 1 hari 3 gelas,


tahu/tempe 1x / minggu, sayur tumis 2x sehari beli di luar,
suka mengonsumsi minum minuman berenergi
Riwayat makan setelah sakit (Dirumah sakit): DH/L
(Bertahap) = 2177 kkal
C. DATA OBYEKTIF
1. Antropometri
BB : 60 kg

TB /PB : 160 cm

Pemeriksaan fisik dan klinik :


a. Pemeriksaan Fisik: Panas tinggi, pusing, ngilu pada badan, mual, tekanan darah
120/70 mmHg.

b. Pemeriksaan klinik:
Suhu: 37,5C

Nadi: 100 x/menit

Respirasi: 20 x/menit

2. Pemeriksaan laboratorium :
Pemeriksaan darah, Satuan/Nilai
fungsi

Hasil

Hasil

liver, Normal

Tanggal

kimia klinik,
dll
Hemoglobin

13 16 g/dl

14,3 g/dl

10 Oktober 2015

Hematokrit

40 - 48 %

39,7 %

10 Oktober 2015

Leukosit

4,2

10,5 10 ribu/mm3

10 Oktober 2015

ribu/mm3
Trombosit

150 450 ribu/Ul

122 ribu/uL

10 Oktober 2015

SGOT

< 35

125

10 Oktober 2015

SGPT

< 40

218

Pemeriksaan penunjang

10 ktober 2015

Radiologi : 3. Anamnesis Gizi : Recall 24 jam diet di rumah


(Tgl : 9 Oktober 2015)
RECALL MAKAN DI RUMAH
masakan

bahan

Berat

kkal

protein

lemak

kh

50

87,5

20

40

150

13

Biskuit

40

175

40

roma

17

90

10

bubur

makanan
beras
ayam
Kuah kaldu

Nasi
Tumis
kerang

200

350

kerang

45

25

3,5

minyak

2,5

25

2,5

10

2,5

0,1

kentang

105

87,5

minyak

2,5

25

2,5

cabai merah

10

2,5

0,1

0,5

buncis

30

7,5

0,3

1,5

wortel

30

7,5

0,3

1,5

minyak

2,5

25

2,5

kopi

225

290,25

78,75

gula

13

50

12

200

350

80

ayam

40

150

13

minyak

50

tepung beras

30

105

2,4

24

tepung terigu

30

105

2,4

24

maizena

20

70

5,6

56

soda kue

buncis

30

7,5

0,3

1,5

wortel

30

7,5

0,3

1,5

minyak

2,5

25

2,5

1210

2270,25 54,3

47

451,75

cabe

hijau

besar
Kentang
balado

Sayur tumis

Kopi

Nasi
Ayam
kentucky

80

0,5

20

tepung

Sayur tumis

TOTAL

Implementasi

Energi

Protein (g)

Lemak

(kcal)

KH (g)

(g)

Asupan

2270,25

54,3

47

451,75

oral/enteral
Kebutuhan

2239 kal

83,96 gr

49,75 gr

363,83

% Asupan

101,39 %

64,67 %

94,47 %

124,16 %

6. Terapi Medis

Jenis

Fungsi

Interaksi obat dengan

Obat/tinda

zat gizi

kan
Ordancentron

Sebagai anti emetik

HP Pro

Vitamin hati

Ranitidine

Mengatasi

produksi

lambung,

asam

mencegah

gangguan pencernaan
D. ASSESMEN GIZI
1. Antropometri

U = 25 tahun
BB = 60 kg
TB = 160 cm
BBI = 160 100 x 90% = 54 kg

IMT =

= 23,43 (Overweight)

Tabel 1.1 Kategori dan Ambang Batas Status Gizi Dewasa


Kategori status gizi
Obesitas II

Nilai ambang batas


>30.0

Obesitas I

25,0-29,9

Beresiko

23.0-24.9

Berat Badan Lebih

>23.0

Normal

18.5-22.9

Berat Badan Kurang

<18.5

Sumber :WHO, 2000


Kesimpulan : Berdasarkan hasil perhitungan IMT, untuk status gizi pasien dengan usia
25 tahun termasuk kedalam kategori Obesitas I menurut WHO (2000).

2. Biokimia

Hemoglobin
Hematokrit
Hemoglobin
Hematokrit
Stab
Limfosit
SGOT
SGPT
Hemoglobin
Hematokrit
SGOT
SGPT

12,7 g/dl
36,2 %
12,8 g/dl
36,5 %
1%
16 %
95 u/L 37C
130 u/L 37C
12,8 g/dl
36,4 %
85
106

RENDAH
RENDAH
RENDAH
RENDAH
RENDAH
RENDAH
TINGGI
TINGGI
RENDAH
RENDAH
TINGGI
TINGGI

12 Oktober 2015
12 Oktober 2015
13 Oktober 2015
13 Oktober 2015
13 Oktober 2015
13 Oktober 2015
13 Oktober 2015
13 Oktober 2015
14 Oktober 2015
14 Oktober 2015
15 Oktober 2015
15 Oktober 2015

Berdasarkan data lab yang didapatkan dari rekam medis kadar SGOT dan SGPT pasien
melebihi normal yang menandakan pasien mengalami gangguan hati. Selain itu data lab
juga menunjukkan kadar hemoglobin pasien dibawah nilai normal yang menandakan
pasien mengalami anemia.
3. Fisik dan Klinis : pasien mengeluh ngilu pada badan, pusing, mual, panas tinggi
4. Dietary

Food Habit : jarang mengkonsumsi buah,

KFC 3x/minggu, kopi 1 hari 3 gelas,

tahu/tempe 1x / minggu, sayur tumis 2x sehari beli di luar, tidak suka minum susu, suka
mengonsumsi minum minuman berenergi

E. DIAGNOSiS GIZI (PES)


1. NI 53.2 Kelebihan asupan karbohidrat berkaitan dengan tingginya asupan KH sederhana
ditandai dengan asupan KH = 451,75 gr (124,16 %)

2. NC 3.3 Berat badan berlebih berkaitan dengan tingginya asupan energi ditandai oleh IMT =
23,43
3. NC 2.2 Perubahan nilai laboratorium berkaitan dengan gangguan fungsi hati ditandai dengan
SGOT 125 dan SGPT 218
4. NB 1.1 Kurangnya pengetahuan yang tidak tepat mengenai aturan makan yang dianjurkan
berkaitan dengan kurangnya informasi ditandai dengan suka mengkonsumsi ayam KFC, kopi,
jarang mengkonsumsi buah, tidak suka minum susu dan selalu membeli sayur tumis di luar.
F. INTERVENSI GIZI
I.PLANNING
1. Terapi Diet , Bentuk makanan dan cara pemberian: DH / Biasa/ Oral
2. Tujuan Diet:
a. Mencegah kerusakan hati lebih lanjut
b. Mengurangi beban faal hati
c. Memperbaiki jaringan hati yang rusak
d. Menormalkan BB
e. Memperbaiki status gizi pasien menjadi normal
f. Menormalkan SGOT & SGPT
5. Syarat / prinsip Diet:
a. KH 65 %
b. Protein 15%
c. Lemak 20%
d. Garam dan cairan dibatasi, terutama bila ada oedema/ascites
e. Mudah cerna dan tidak merangsang
f. Menghindari makanan yang bergas
6. Perhitungan Kebutuhan energi dan zat gizi
Kebutuhan gizi :
Energi
= 66 + (13,7 x BB) + (5 x TB) (6,8 x U)
66 + (13,7 x 54) + (5 x 160) (6,8 x 25)
66 +739,8 + 800 170
1435,8 x 1,2 x 1,3 = 2239 kkal
Protein
=15 % x 2239 = 83,96 gram
Lemak
= 20% x 2239 = 49,75 gram
Karbohirat
= 65% x 2239 = 363,83 gram
5. Rencana Parameter yang Dimonitor

Antropometri
Biokimia
Fisik dan klinik
Dietary

: BB menjadi normal
: SGOT dan SGPT menjadi normal
: mual, muntah, panas tinggi berkurang
: asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat mencapai target 80%

6. Rencana Konsultasi Gizi

Masalah gizi

: Hepatitis, status gizi pasien berlebih dikarenakan pola makan

yang salah dan pengetahuan yang kurang


Tujuan

Menormalkan BB pasien
Memperbaiki status gizi pasien menjadi normal
Memotivasi pasien untuk memperbaiki asupan makannya
Menurunkan kadar SGOT dan SGPT menjadi normal
Meningkatkan pengetahuan ibu dan pasien mengenai pentingnya makan, serta
peningkatan kebutuhan energi protein penyakitnya

Media

: leaflet

Materi

Menjelaskan pengaturan makan diet hati


Menjelaskan penggunaan bahan makanan penukar
Bahan makanan yang dibatasi dan dianjurkan
Contoh menu sehari

II. IMPLEMENTASI
1. Kajian Terapi Diet Rumah Sakit

Jenis Diet / Bentuk Makanan / Cara Pemberian : Diet Hati / Lunak bertahap / Oral

Nilai Gizi

HARI

PERTAMA Energi (kal)


(12 Oktober

Protein

Lemak

(gr)

(gr)

KH (gr)

2015)
Standar diet RS

1678,4 kkal

49,1 gr

52,8 gr

249,7 gr

Kebutuhan

2239 kkal

83,96 gr

49,75 gr

363,83

77,09 %

60,14 %

109,15 %

70,59 %

(planning)
% standar/kebutuhan

1. Rekomendasi Diet :
a. Standar diet:
Diet yang direkomendasikan adalah diet hati yang bertujuan memperbaiki status gizi
menjadi normal, mencegah kerusakan jaringan hati lebih lanjut, mengurangi beban
faal kerja hati, memperbaiki jaringan hati yang rusak, menghindari komplikasi.
Pola Menu

STANDAR DIET RS

REKOMENDASI

Makan Pagi
Selingan pagi
Makan siang

STANDAR DIET
MP + LH + SAYUR + BUAH
SNACK + SUSU
MP + LH + LN + SAYUR +

MP + LN + SAYUR
SUSU + SNACK
MP + LH + SAYUR

Selingan siang
SUSU + BUAH
Makan malam
MP + LH + LN + SAYUR
Nilai Gizi Rekomendasi Diet
Energi(kcal)
2177 kkal
-

Protein(g)
81,63 gr

BUAH
SIRUP + BUAH
MP + LH + SAYUR + BUAH

Lemak(g)
48,37 gr

Karbohidrat(g)
353,7

Pemesanan Diet : L bertahap, DH

G. MONITORING DAN EVALUASI


A. ANTROPOMETRI
TANGGAL
12 Oktober 2015
13 Oktober 2015
14 Oktober 2015

BERAT BADAN
60
60
60

TINGGI BADAN
160
160
160

STATUS GIZI
overweight
overweight
overweight

B. BIOKIMIA
Hasil pemeriksaan lab hari ke I
Hemoglobin
12,7 g/dl
Hematokrit
36,2 %
(Sumber : Rekam Medis 23.77.67)

RENDAH
RENDAH

12 Oktober 2015
12 Oktober 2015

RENDAH
RENDAH
RENDAH
RENDAH
TINGGI
TINGGI

13 Oktober 2015
13 Oktober 2015
13 Oktober 2015
13 Oktober 2015
13 Oktober 2015
13 Oktober 2015

RENDAH
RENDAH

14 Oktober 2015
14 Oktober 2015

Hasil pemeriksaan lab hari ke II


Hemoglobin
12,8 g/dl
Hematokrit
36,5 %
Stab
1%
Limfosit
16 %
SGOT
95 u/L 37C
SGPT
130 u/L 37C
(Sumber : Rekam Medis 23.77.67)
Hari pemeriksaan lab hari ke III
Hemoglobin
12,8 g/dl
Hematokrit
36,4 %
(Sumber : Rekam Medis 23.77.67)

Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan beberapa hasil belum mencapai nilai


normal seperti kadar Hb, Ht, SGOT dan SGPT. Oleh karena itu perlu upaya lebih lanjut yaitu

pembatasan makanan tinggi lemak untuk mencapai kadar SGOT dan SGPT normal dan
peningkatan makanan tinggi Fe untuk mencapai kadar hemoglobin normal.
C. KLINIS
Keluhan

Tanggal Pemeriksaan
12 Okt 2015
13 Okt 2015
Panas tinggi

Mual

Pusing
Ngilu
pada

14 Okt 2015
-

badan
batuk

suhu
37,5 C
39C
36,5C
nadi
88 x/menit
88 x/menit
80 x/menit
respirasi
20 x/menit
20 x/menit
20 x/menit
Terdapat beberapa peningkatan pada beberapa kondisi fisik dan klinis pasien seperti keluhan
panas tinggi, mual, pusing, ngilu pada badan semakin hari semakin berkurang keluhannya
namun masih perlu dilakukan pemantauan asupan makan pasien serta melakukan edukasi dan
motivasi kepada pasien untuk memperbaiki pola makannya.

D. DIETARY
TANGGAL
HARI KE 1 KEBUTUHAN
12 Oktober ASUPAN

ENERGI
2177 kkal
651,585

P
81,63 gr
30,863

L
48,37 gr
17,68

KH
353,7
78,65

30 %
KURANG
2177 kkal
1142,5

37,8 %
KURANG
81,63 gr
43,7

36,55 %
KURANG
48,37 gr
8,5

22,2 %
KURANG
353,7
220,5

52,48 %
KURANG
2177 kkal
1544,565

53,53 %
KURANG
81,63 gr
43,035

17,57 %
KURANG
48,37 gr
10,1

62,34 %
KURANG
353,7
302,2

52,71 %
KURANG

20,88 %
KURANG

85,40 %
BAIK

2015

MAKAN
% ASUPAN
KATEGORI
HARI KE 2 KEBUTUHAN
13 Oktober ASUPAN
2015

MAKAN
% ASUPAN
KATEGORI
HARI KE 3 KEBUTUHAN
14 Oktober ASUPAN
2015

MAKAN
% ASUPAN
70,94 %
KATEGORI
KURANG
(Sumber : hasil recall 24 jam selama 3 hari)

Keterangan : Kategori berdasarkan Roedjito, 1989 :


-

Asupan lebih

: > 100 %

Asupan baik
Asupan kurang

: 80-100 %
: < 80 %

Terjadi peningkatan asupan makan pasien seiring dengan membaiknya kondisi pasien
selama masa asuhan gizi, akan tetapi asupan pasien masih dalam kategori kurang namun klien
mampu menerima diet yang diberikan. Tindak lanjut yang dilakukan untuk mengatasi hal ini
adalah dengan melakukan konseling gizi tentang bahan makanan yang dianjurkan, dibatasi
dan tidak dianjurkan oleh diet hati.
H. KAJIAN PUSTAKA
1.
FEBRIS (DEMAM)
a. Pengertian
Febris (demam) yaitu meningkatnya temperature tubuh secara abnormal (Asuhan
Keperawatan Anak 2001). Febris (demam) yaitu meningkatnya suhu tubuh yang
melewati batas normal yaitu lebih dari 38 0C (Fadjari Dalam Nakita 2003).Febris
(demam) yaitu merupakan rspon yang sangat berguna dan menolong tubuh dalam
memerangi infeksi (KesehatanAnak 1999).Menurut Suriadi (2001), demam adalah
meningkatnya temperatur suhu tubuh secara abnormal.
b. Patofisiologi
Demam dapat disebabkan gangguan otak atau akibat bahan toksik yang
mempengaruhi

pusat

pengaturan

suhu.Zat

yang

dapat

menyebabkan

efek

perangsangan terhadap pusat pengaturan suhu sehingga menyebabkan demam disebut


pirogen.Zat pirogen ini dapat berupa protein, pecahan protein, dan zat lain, terutama
toksin polisakarida, yang dilepas oleh bakteri toksik yang dihasilkan dari degenerasi
jaringan tubuh menyebabkan demam selama keadaan sakit.Mekanisme demam
dimulai dengan timbulnya reaksi tubuh terhadap pirogen. Pada mekanisme ini, bakteri
atau pecahan jaringan akan difagositosis oleh leukosit darah, makrofag jaringan, dan
limfosit pembunuh bergranula besar.Seluruh sel ini selanjutnya mencerna hasil
pemecahan bakteri ke dalamcairan tubuh, yang disebut juga zat pirogen leukosit. Zat
ini ketika sampai di hipotalamus akan menimbulkan demam dengan cara
meningkatkan temperature tubuh dalam waktu 8 10 menit. Zat ini juga menginduksi
pembentukan prostaglandin E2 zat ini, yang selanjutnya bekerja di hipotalamus untuk
membangkitkan reaksi demam.
c. Gejala
- Demam
- Suhu meningkat >380 C
- Menggigil
- Lesu, gelisah dan rewel serta sulit tidur
- Selera makan turun
d. Etiologi

Penyebab demam selain infeksi juga dapat disebabkan oleh keadaan toksemia,
keganasan atau reaksi terhadap pemakaian obat, juga gangguan pada pusat regulasi
suhu sentral (misalnya : perdarahan otak, koma). Pada dasarnya untuk mencapai
diagnosis penyebab demam diperlukan antara lain: ketelitian pengambilan riwayat
penyakit pasien, pelaksanaan pemeriksaan fisik, observasi perjalanan penyakit, dan
evaluasi pemeriksaan laboratorium serta penunjang lain secara tepat dan
holistic.Beberapa hal khusus prlu diperhatikan pada demam adalah cara timbul
demam, lama demam, sifat harian demam, tinggi demam serta keluhan dan gejala lain
yang menyertai demam.Demam belum terdiagnosa adalah suatu keadaan dimana
seorang pasien mengalami demam terus menerus selama 3 minggu dengan suhu badan
diatas 38,3 C dan tetap belum ditemukan penyebabnya walaupun telah diteliti ssatu
minggu secara intensif dengan menggunakan sarana laboratorium dan penunjang
lainnya.
2.

HEPATITIS
a. Pengertian
Hepatitis adalah infeksi virus pada hati yang berhubungan dengan manifestasi klinik
berspektrum luas dari infeksi tanpa gejala, melalui hepatitis ikterik sampai nekrosis hati
(Sandra M. Nettima, 2001)Hepatitis virus merupakan infeksi sistemik oleh virus disertai
nekrotis dan inflamasi pada sel-sel hati yang merupakan kumpulan perubahan klinis,
biokimia, serta seluler yang khas (Brunner dan Suddarth, 2001). Dari pendapat kedua
ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa penyakit hepatitis adalah peradangan yang
terjadi pada hati yang merupakan infeksi sistemik oleh virus atau oleh toksin termksuk
alcohol yang berhubungandengan manifestasi klinik berspektrum luas dari infeksi tanpa
gejala, melalui hepatitis ikterik sampai bekrosis hati yang menghasilkan kumpulan
perubahan klinis, biokimia serta seluler yang khas.Hepatitis merupakan penyakit yang
menyerang organ hati manusia.Di sini hati atau liver mengalami peradangan sehingga
membuat fungsi hati, yang sebagai tempat penyaring racun-racun dalam darah, menjadi
terganggu. Dengan terganggunya fungsi hati tersebut, maka terganggu pula fungsi organ
yang lain, sehingga membuat kesehatan seseorang akan hancur secara keseluruhan.
Akibat lainnya adalah hati menolak darah yang mengalir sehingga tekanan darah menjadi
tinggi dan pecahnya pembuluh darah.Penyebab kerusakan fungsi hati atau liver ini bisa
karena seseorang mengkonsumsi alkohol secara berlebihan atau karena termakan racun
yang membebani kerja liver dan mengakibatkan fungsi hati menjadi rusak.Tetapi, pada
kebanyakan kasus, hepatitis disebabkan oleh virus yang ditularkan penderita
hepatitis.Ada 5 macam virus hepatitis yang dinamai sesuai abjad.hepatitis.
a. Patofisiologi

Yaitu perubahan morfologi yang terjadi pada hati, seringkali mirip untuk berbagai virus
yang berlainan.Pada kasus yang klasik, hati tampaknya berukuran basar dan berwarna
normal, namun kadang-kadang ada edema, membesar dan pada palpasi terasa nyeri di
tepian.Secara histologi.Terjadi kekacauan susunan hepatoselular, cedera dan nekrosis
sel

hati dalam

berbagai

derajat,

dan

peradangan periportal.Perubahan

ini

bersifatreversibel sempurna, bila fase akut penyakit mereda.Namun pada beberapa


kasus nekrosis, nekrosissubmasif atau masif dapat menyebabkan gagal hati fulminan dan
kematian (Price dan Daniel, 2005: 485).
b. Gejala
Setiap proses peradangan akan menimbulkan gejala. Berat ringannya gejala yang timbul
tergantung dari ganasnya penyebab penyakit (patogenitas) dan daya tahan tubuh
penderita.Secara umum penyakit hepatitis mengenal empat stadium yang timbul akibat
proses peradangan hati akut oleh virus, yaitu masa tunas, fase prod moral, fase kuning,
dan fase penyembuhan.
1. Masa Tunas
Yaitu sejak masuknya virus pertama kali ke dalam tubuh sampai menimbulkan gejala
klinis. Masa tunas dari masing-masing penyebab virus hepatitis tidaklah sama.
Kerusakan sel-sel hati terutama terjadi pada stadium ini.
2. Fase Prodmoral (fase preikterik)
Fase ini berlangsung beberapa hari. Timbul gejala dan keluhan pada penderita seperti
badan terasa lemas, cepat lelah, lesu, tidak nafsu makan (anoreksia), mual, muntah,
perasaan tidak enak dan nyeri diperut, demam kadang-kadang menggigil, sakit kepala,
nyeri pada persendian (arthralgia), pegal-pegal diseluruh badan terutama dibagian
pinggang dan bahu (mialgia), dan diare. Kadang-kadang penderita seperti akan pilek dan
batuk, dengan atau tanpa disertai sakit tenggorokan. Karena keluhan diatas seperti sakit
flu, keadaan diatas disebut pula sindroma flu.
3. Fase kuning (fase ikterik)
Biasanya setelah suhu badan menurun, warna urine penderita berubah menjadi kuning
pekat seperti air teh. Bagian putih dari bola mata (sklera), selaput lendir langit-langit
mulut, dan kulit berubah menjadi kekuningan yang disebut juga ikterik. Bila terjadi
hambatan aliran empedu yang masuk kedalam usus halus, maka tinja akan berwarna
pucat seperti dempul, yang disebut faeces acholis.Warna kuning atau ikterik akan timbul
bila kadar bilirubin dalam serum melebihi 2 mg/dl. Pada saat ini penderita baru
menyadari bahwa ia menderita sakit kuning atau hepatitis. Selama minggu pertama dari
fase ikterik, warna kuningnya akan terus meningkat, selanjutnya menetap. Setelah 7-10
hari, secara perlahan-lahan warna kuning pada mata dan kulit akan berkurang. Pada saat
ini, keluhan yang ada umumnya mulai berkurang dan penderitamerasa lebih enak. Fase

ikterik ini berlangsung sekitar 2-3 minggu. Pada usia lebih lanjut sering terjadi gejala
hambatan aliran empedu (kolestasis) yang lebih berat sehingga menimbulkan warna
kuning yang lebih hebat dan berlangsung lebih lama.
4. Fase penyembuhan (konvaselen)
Ditandai dengan keluhan yang ada dan warna kuning mulai menghilang. Penderita
merasa lebih segar walaupun masih mudah lelah. Umumnya penyembuhan sempurna
secara klinis dan laboratoris memerlukan waktu sekitar 6 bulan setelahtimbulnya
penyakit.Tidak semua penyakit hepatitis mempunyai gejala klasik seperti diatas. Pada
sebagian orang infeksi dapat terjadi dengan gejala yang lebih ringan (subklinis) atau
tanpa memberikan gejala sama sekali (asimtomatik). Bisa jadi ada penderita hepatitis
yang tidak terlihat kuning (anikterik). Namun, ada juga yang penyakitnya menjadi berat
dan berakhir dengan kematian yang dinamakan hepatitis fulminan.Hepatitis fulminan
ditandai dengan warna kuning atau ikterus yang bertambah berat, suhu tubuh meningkat,
terjadi perdarahan akibat menurunnya faktor pembekuan darah, timbulnya tanda-tanda
ensefalopati berupa mengantuk, linglung, tidak mampu mengerjakan pekerjaan
sederhana, dan akhirnya kesadaran menurun sampai menjadi koma. Kadar bilirubin dan
transaminase (SGOT, SGPT) serum sangat tinggi, juga terjadi peningkatan sel darah
putih (leukositosis). Keadaan ini menandakan adanya kematian (nekrosis) sel parenkim
hati yang luas.
c. Etiologi
Penyebab hepatitis adalah virus hepatitis yang dibagi menjadi:
1) Hepatitis A, disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV) yang merupakan virus RNA dari
family entrovirus yang berdiameter 27 mm.
2) Hepatitis B, disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV) yang merupakan virus DNA
yang berkulit ganda yang berukuran 42 mm.
3) Hepatitis C, disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV) yang merupakan virus RNA
kecil terbungkus lemak yang berdiameter sekitar 30 sampai 60 mm.
4) Hepatitis D, disebabkan oleh virus hepatitis D (HDV) yang merupakan virus RNA
detektif yang membutuhkan kehadiran hepatitis B yang berdiameter 35 mm.
5) Hepatitis E, disebabkan oleh virus hepatitis E (HEV) yang merupakan virus RNA
rantai tunggal yang tidak berselubung dan berdiameter kurng lebih 32 sampai 34 mm.
6) Hepatitis F, baru ada sedikit kasus yang dilaporkan. Saat ini para pakar belum sepakat
hepapatitis F merupakan prnyakit hepatitis yang terpisah.
7) Hepatitis G adalah gejala serupa hepatitis C, seringkali infeksi bersamaan dengan
hepatitis B dan atau C. tidak menyebabkan hepatitis fulminan ataupun kronik.
Penularan melalui tranfusi darah jarum suntik.
3.

TERAPI GIZI

Untuk mempercepat proses penyembuhan suatu penyakit penting dilakukannya terapi


gizi sebagai salah satu pendukung proses penyembuhan. Terapi gizi yang digunakan
untuk penyakit hepatitis adalah diet hati.Diet yang mengandung lemak rendah di bawah
kebutuhan normal.Diet diberikan dalam bentuk lunak bertahap.
Tujuan diet hati :
Menormalkan BB pasien
Memperbaiki status gizi pasien menjadi normal
Memotivasi pasien untuk memperbaiki asupan makannya
Menurunkan kadar SGOT dan SGPT menjadi normal
Meningkatkan pengetahuan ibu dan pasien mengenai pentingnya makan, serta
peningkatan kebutuhan energi protein penyakitnya
Syarat diet
:
a. KH 65 %
b. Protein 15%
c. Lemak 20%
d. Garam dan cairan dibatasi, terutama bila ada oedema/ascites
e. Mudah cerna dan tidak merangsang
f. Menghindari makanan yang bergas
I.
-

KESIMPULAN
Diagnosa medis = obs febris + hepatitis
Terapi diet yang diberikan adalah DH
Asupan makan pasien selama intervensi mengalami peningkatan. Meskipun asupan makan
pasien sudah mulai membaik tetapi masih dalam kategori kurang. BB juga belum mengalami
perubahan menuju normal.

J. SARAN
Dibutuhkan pendekatan yang lebih intensif untuk merubah pola makan pasien dan menambah
nafsu makan pasien
Perlu adanya dukungan dan motivasi yang kuat dari pihak keluarga agar pasien disiplin
menjalani diet yang diberikan
Perlu adanya dukungan keluarga juga agar pasien mulai menjalani pola hidup sehat mulai
dari sekarang

LAPORAN STUDI KASUS


PENATALAKSANAAN DIET
DISPEPSIA
Instalasi Gizi, RSUD Depok

Junita herawati
NIM: 1110714028
Program Pendidikan Gizi Kesehatan
Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
TAHUN 2015

LAPORAN KASUS

A. IDENTITAS PASIEN
Nama

: Tn H

No RM

Umur

: 53 tahun

Ruang

: kakatua

Sex

: Laki laki

Tgl Masuk : 2 oktober 2015

Pekerjaan

orang tua : IRT

Tgl Kasus : 3 oktober 2015

Pendidikan orang tua : SLTA

Alamat

Agama

Diagnosis medis :

: Islam

CHF, AKI, TB paru, hepatitis

C. DATA SUBYEKTIF
1. Berkaitan dengan Riwayat Penyakit
Keluhan Utama

Pasien datang dengan keluhan lemas 1 hari SMRS

Riwayat

Mual, muntah, nafsu makan menurun, batuk berdarah

Penyakit
Sekarang
Riwayat
Penyakit
Dahulu
Riwayat
Penyakit
Keluarga

2. Berkaitan Dengan Riwayat Gizi


Data Sosio ekonomi

Penghasilan :
Jumlah anggota keluarga :5
Suku : betawi

Aktifitas fisik

Jenis olahraga sebelum sakit :


, Frekuensi : 1x / minggu
Jumlah jam tidur sebelum sakit: 6 jam
Jumlah jam tidur setelah sakit: < 6 jam

Alergi makanan

Masalah

Nyeri ulu hati (Ya/tidak ),

Mual (Ya/tidak ),

Muntah

gastrointestinal

(Ya/tidak),
Diare (Ya/tidak),

Konstipasi (Ya/tidak ),

Anoreksia

(Ya/tidak )
Perubahan pengecapan/penciuman (Ya/tidak ), BAB dan BAK
(ya/tidak)tidak terasa/terasa
Penyakit kronik

Kesehatan

Sulit menelan (Ya/tidak), Stomatitis (ya/tidak), Gigi lengkap

mulut/menelan

(ya/tidak)

Pengobatan

Perubahan

berat

badan
Riwayat / pola makan Riwayat

makan

sebelum

sakit

(dirumah):

jarang

mengkonsumsi buah,kopi 1 hari 3 gelas, tahu/tempe 1x /


minggu, sayur tumis 2x sehari beli di luar,

C. DATA OBYEKTIF
4. Antropometri
BB :

TB /PB :

Pemeriksaan fisik dan klinik :


Klinis dan Fisik
Pemeriksaan pada tanggal 2 Oktober 2014
Klinis

Jenis pemeriksaan
Hasil
Nilai Rujukan
Keterangan
Tekanan Darah
100/80 mmhg
120/80 mmHg
Normal
Nadi
96x/menit
80-100x/menit
Normal
Respirasi
28x/menit
18 26x/menit
Tinggi
0
o
Suhu
36,6 C
37 C
Normal
Fisik
Sesak nafas, Kurus, Lemas, dan Batuk, Edema, dan Asites, Kesadaran compos mentis.

5. Pemeriksaan laboratorium :

Berdasarkan pemeriksaan tanggal 2 Oktober 2014 diperoleh hasil laboratorium


sebagai berikut:
Jenis pemeriksaan
Hemoglobin
Eritrosit
Leukosit
Trombosit
Hematokrit
LED
Glukosa Sewaktu
Basofil
Eosinofil
Batang
Segmen
Limfosit
Monosit
Ureum
Kreatinin
SGOT
SGPT
Protein Total
Albumin
Globulin
Penilaian :

Hasil
16,0 g/dl
4,48 juta/ul
6200/ul
177.000/ul
50,1%
15 mm/jam
158mg/dl
0%
1%
0%
60%
36%
3%
130mg/dl
2,1mg/dl
132u/l
121g/dl
8,3g/dl
2,1
6,2

Nilai Rujukan
13,7-17,5 g/dl
4,5-5,5 juta/ul
5.000-10.000 ul
150.000-450.000/ul
40-48 %
0-10 mm/jam
70-200mg/dl
0-1%
1-3 %
2-6 %
50-70 %
20-40 %
2-8 %
20-40mg/dl
0,5-1,5 mg/dl
<37u/l
<42g/dl
6,2-8,5g/dl
3,5-5,3g/dl

Keterangan
Normal
Agak Rendah
Normal
Normal
Tinggi
Tinggi
Normal
Normal
Normal
Rendah
Normal
Normal
Normal
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Normal
Rendah

Eritrosit agak rendah tapi masih tergolong normal.Hematokrit yang tinggi dapat
mengartikan adanya pengentalan darah.LED yang tinggi mengindikasikan kecepatan
endapan darah.Kadar ureum dan kreatinin yang tinggi dapat mengindikasikan bahwa
adanya gangguan pada kerja ginjal.SGOTyang tinggi dapat menunjukkan bahwa ada
ketidaknormalan atau kerusakan pada jaringan hati dan jantung. SGPT yang tinggi dapat
menunjukan adanya ketidak normalan atau kerusakan pada fungi hati. Albumin rendah
dapat mengindikasikan adanya masalah pada hati, atau hal ini terjadi karena adanya
gangguan pada fungsi ginjal.

1.

Diatary History
Kebiasaan Makan Sebelum Masuk Rumah Sakit/SMRS (Dalam Keadaan Sehat)

Osbiasa mengkonsumsi nasi 3-4x/hr dengan porsi 1 sendok nasi atau 2 potong roti, 1
potong lauk hewani seperti daging sapi, ikan atau ayam (lebih sering konsumsi daging
sapi), 1 potong lauk nabati seperti tempe atau tahu, 1 mangkok kecil sayur. Os terkadang
mengkonsumsi makanan selingan 1-2x/hr, seperti buah.Osgemar mengkonsumsi goreng-

gorengan, dan jeroanbisa >4 kali dalam 1 minggu.Os tidak ada alergi pada makanan.Os
sering mengkonsumsi teh sehabis makan atau pada pagi hari.
Anamnesa gizi Kualitatif
Makanan Pokok
: Roti 4 5x/minggu
Nasi 3 - 4x/hari
Lauk Hewani
: Daging sapi 4x/minggu
Ikan 2x/minggu
Ayam 3x/minggu
Telur 1-2x/minggu
Lauk Nabati
: Tempe atau tahu 2x/hari
Sayuran
: Sayur 2x/hari
Buah
: Semua buah, hampir setiap kali makan
2.

Riwayat Personal
Os adalah seorang wirausaha.Istri Os bekerja sebagai ibu rumah tangga.Os mempunyai 6
orang anak.Os tinggal bersama istri di salah satu rumah anaknya.Kegiatan Os sehari-hari
mengontrol usahanya.Os merupakan keturunan orang Jawa dan China.

3.

Riwayat Penyakit
Riwayat Penyakit Dahulu
Os tidak memiliki penyakit dahulu.
Riwayat Penyakit Sekarang
- Sebelum masuk rumah sakit Os mengalami sesak nafas + 2 bulan.
- Batuk
- Terjadi pembengkakan di kedua kaki
- Perut membesar
Riwayat Penyakit Keturunan
Os tidak memiliki penyakit keturunan
4.

Obat-obatan yang diberikan


Nama
Infus Assering
Furosemide

Dosis
12 tpm

Fungsi
Untuk

3x1

hipovolemik dan asidosis)


Obat berbagai edema seperti Mual,

dehidrasi

Efek Samping
(syok Muntah,

dan

edema karena gangguan jantung, Diare


OMZ

1x1

gangguan ginjal, dan sirosis hati


Obat lambung

(Omeprazole)
Ondansetron

2 x 4ml

Konstipasi
Obat lambung (Penahan mual dan Diare

Cefriaxon
Kalnex

1 x 26
Inj extra

muntah)
Obat infeksi saluran nafas
Obat edema

Vit K
Spironolacton

Inj extra
1 x 50ml

Obat

yang

mencegah

Mual, Kembung, Diare,

Gangguan

saluran

cerna, mual, muntah


tubuh Sulit
bernafas,

menyerap terlalu banyak garam pembengkakan

pada

dan menjaga kadar potassium wajah, bibir, lidah atau

Aminoral

3x1

agar tidak terlalu rendah.

tenggorokan,

Obat ginjal kronik

muntah, perut kembung


Hiperkalsemia,
gangguan

Aspar K

3x1

Obat

yang

digunakan

Mentronidazole

3x1

hipokalemia.
antibakteri dan
sintetik
yang

derivat

makan

sampai

kurang / disertai dengan diare


antiprotozoa Mual, diare, anoreksia

nitroimidazoi

mempunyai

bakterisid,

metabolism

as.amino
untuk Mual,
berkurangnya

meningkatkan kadar ion kalium nafsu


dalam darah yang

mual,

amebisid

aktifitas
dan

trikomonosid.
D.

DIAGNOSA GIZI
1.
Domain Intake
- (NI.1.4) = Asupan energi tidak adekuat berkaitan dengan kesulitan menelan,
-

batuk, sesak ditandai dengan asupan energi 24% dari kebutuhan.


(NI.5.7.1) = Asupan protein tidak adekuat berkaitan dengan kesulitan menelan

ditandai dengan asupan protein 51% dari kebutuhan.


(NI.5.6.1) = Asupan lemak tidak adekuat berkaitan dengan kesulitan menelan

ditandai dengan asupan lemak 24% dari kebutuhan.


(NI.5.8.1) = Asupan karbohidrat tidak adekuat berkaitan dengan kesulitan menelan
ditandai dengan asupan 20% dari kebutuhan.

2.
-

Domain Klinis
(NC.2.2) = Perubahan nilai lab yang terkait gizi, berkaitan dengan SGOT dan
SGPT tinggi yang terkait dengan minimnya asupan zat gizi dan banyaknya

konsumsi obat, ditandai dengan tingginya SGOT (132 U/I) dan SGPT (121g/dl)
(NC.3.1) = Berat badan kurang / underweight berkaitan dengan kurangnya asupan
ditandai oleh IMT 17,33

3.

Domain Behavior

N.B.1.1) = Kurang pengetahuan tentang makanan dan gizi berkaitan dengan


perilaku konsumsi yang salah ditandai dengan banyak mengkonsumsi gorenggorengan, makanan bersantan, dan jeroan.

E.

INTERVENSI GIZI
1.
Tujuan Intervensi
- Meningkatkan asupan energi,

protein,

lemak,

dan

karbohidrat

dengan

menyesuaikan dengan kebutuhan Os,


Meningkatkan asupan untuk menaikan berat badan Os serta menormalkan status

gizi Os,
Menormalkan nilai lab yang terkait gizi,
Meningkatkan pengetahuan Os dengan cara memberikan edukasi tentang makanan
dan gizi yang berhubungan dengan penyakit yang diderita.

2.
-

Tujuan Diet
Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan kerja jantung dan ginjal,
Memberikan makanan dalam bentuk lunak yang mudah dicerna sehingga dapat

meningkatkan asupan makan Os yang sesuai dengan kebutuhan,


Meningkatkan status gizi Os dengan memperhitungkan fungsi ginjal,
Mempercepat proses penyembuhan Os,
Menurunkan kadar lemak dan kolesterol untuk mencegah terjadinya plak baru,
Menghilangkan edema,
Membantu mengurangi dan atau menghilangkan penimbunan garam atau air yang
terjadi pada Os.

3.

Syarat Diet
-

Bentuk makanan lunak

Energi diberikan 1700kkal dengan memperhitungkan BMR, aktivitas fisik dan faktor
stress,

Protein diberikan cukup 1gr/KgBB/Hari atau 10% dari total kebutuhan energi,
Lemak diberikan cukup 20% dari total kebutuhan energi,
Karbohidrat diberikan sebanyak sisa kebutuhan energi dikurangi jumlah protein dan

lemak,
Natrium diberikan 1200mg
Cairan dibatasi hanya 250cc/hari.

4. Bentuk Makanan dan Route Makanan


- Jenis Diet
: DJ RG RP
- Bentuk Makanan
: Makanan Lunak
- Frekuensi Pemberian
: 3x Makanan Lengkap dan 2x Selingan
- Route Makanan
: Oral

5.

Perhitungan Kebutuhan Gizi


= (TB 100)
= (150 100)
= 50Kg
BEE = 66 + (13,7 x BB) + (5 x TB) (6,8 x U)
= 66 + (13,7 x 50) + (5 x 150) (6,8 x 66)
= 66 + (685) + (750) (448,8)
= 1052,2
E.total = BEE x F.A x F.S
= 1052,2 x 1,2 x 1,3
= 1641,43 1700kkal
P
= 1 x BB
= 1 x 39
= 39gr 40gr
40gr x 4 = 160kkal
L
= 20% x 1700
= 340kkal
BBI

340kkal/9 = 37,77gr
KH

6.

= 1700 (160 + 340)


= 1200kkal
1200kkal/4 = 300gr

Prinsip Diet
E diberikan sebesar 1700 kkal
P diberikan sebesar 40gr
L diberikan sebesar 37,77gr
KH diberikan sebesar 300gr

7.

Perencanaan Pemberian Makanan


Makan pagi = 20% x 1700kkal energi
: 340kkal
20% x 40gr protein
: 8gr
20% x 37,77gr lemak
: 7,554gr
20% x 300gr karbohidrat
: 60gr
Selingan pagi

= 10% x 1700kkal energi

: 170kkal

10% x 40gr protein

: 4gr

10% x 37,77gr lemak


10% x 300gr karbohidrat

: 3,777gr
: 30gr

Makan siang = 30% x 1700kkal energi


30% x 40gr protein
30% x 37,77gr lemak
30% x 300gr karbohidrat
Makan sore = 30% x 1700kkal energi
30% x 40gr protein
30% x 37,77gr lemak
30% x 300gr karbohidrat

: 510kkal
: 12gr
: 11,331gr
: 90gr
: 510kkal
: 12gr
: 11,331gr
: 90gr

Selingan malam

8.

= 10% x 1700kkal energi

: 170kkal

10% x 40gr protein

: 4gr

10% x 37,77gr lemak


10% x 300gr karbohidrat

: 3,777gr
: 30gr

Rencana Edukasi
Edukasi pertama tanggal 2 Oktober 2014
Tema

: Diet DJ RGIII RP40gr

Tempat: Ruang Seruni Bawah 111


Lama/durasi

: 10-15 menit

Sasaran

: Os dan keluarga

Media

: Leaflet dan DBMP

Tujuan
Membuat Os mengerti, memahami, dan melaksanakan diet yang diberikan dengan cara :
-

Memberikan informasi kepada Os dan keluarga tentang bahan makanan

yang dianjurkan dan yang tidak dianjurkan.


Perubahan pola makan Os.

Evaluasi

F.

Os dan keluarga telah memahami beberapa makanan yang di anjurkan dan

tidak dianjurkan.
Os berkomitmen ingin merubah pola konsumsi setelah usai edukasi.

MONITORING
Rencana monitoring dilakukan beberapa hari selama di rumah sakit:
- Melakukan recall dan memantau asupan zat gizi pasien (Energi, Protein, Lemak, dan
-

G.

Karbohidrat), agar asupan pasien mencapai kebutuhan setiap hari.


Perkembangan data klinis dan fisik.

EVALUASI

Recall 24 jam Os (SMRS tanggal 2 Oktober 2014)


Waktu

Menu

Makan pagi

BuburAyam

Selingan pagi
Makan siang

Buah
BuburAyam

Bahan

Satuan

KH

Na

Bubur beras
Ayam
Semangka
Bubur beras

penukar
1/4p
1/2p
2p
1/4p

(kkal)
43,75
25
80
43,75

(g)
1
3,5
1

(g)
1
-

(g)
10
20
10

(mg)
-

25
3,5
125
7
43,75
1
25
3,5
Total Asupan
411,25 20,5
Total Kebutuhan
1700
40
%Asupan
24%
51%
Dari persentase total asupan sehari pada 2 Oktober 2014,
Selingan sore
Makan sore

Susu
BuburAyam

Ayam
Kental manis
Bubur beras
Ayam

1/2p
1p
1/4p
1/2p

1
6
10
36
10
1
9
60
36
37,77 300
1200
24%
20% 3%
dapat disimpulkan

bahwa asupan zat gizi Os sangat kurang karena hanya memenuhi 24% dari energi yang dibutuhkan,
protein hanya 51% dari kebutuhan, lemak hanya 24% dari kebutuhan, karbohidrat hanya memenuhi
20% dari kebutuhan, dan asupan natrium Os masih aman karena hanya memenuhi 3% dari
kebutuhan. Os mengaku tidak nafsu makan karena tidak nyaman sewaktu makan yang disebabkan
oleh batuk dan sesak nafas.

Pada hari ke-1 intervensi, tanggal 3Oktober 2014, pola makan Os, yaitu 3 kali makan utama dan 2
kali selingan. Selingan pagi dan sore berasal dari RS yaitu pudding. Namun, hanya habis sebagian
karena Os masih merasa kurang nyaman.
Recall 24 jam Os (RS hari ke-1 tanggal 3 Oktober 2014)
Waktu

Menu

Bahan

Satuan

KH

Na

Makan pagi

Bubur Ayam

Bubur

penukar
1/4p

(kkal)
43,75

(g)
1

(g)
-

(g)
10

(mg)
-

Puding
Nasi tim
Kakap bumbu acar

beras
Ayam
Minyak
Agar-agar
Nasi tim
Ikan

1/2p
1p
1/8p
1/4p
1p

25
50
43,75
50

3,5
1
7

1
5
2

10
-

Selingan pagi
Makan siang

Capcay

Selingan sore
Makan sore

Buah
Puding
Nasi tim
Gulai daging
Sup kacang merah

Minyak

1p

50

Sayuran B

1/4p

6,25

0,25

1,25

101,2

2,5
20
3,75

5
95
303,7

Semangka
Agar-agar
Nasi tim
Daging sapi
Minyak
Sayuran B

1/4p
1/8p
1/2p
1p
1p
3/4p

10
87,5
95
50
18,75

2
10
0,75

6
5
-

5
10
2,5
Total Asupan
550
25,5
24
50
500
Total Kebutuhan
1700
40
37,77 300
1200
%Asupan
32%
64% 64%
17% 42%
Dari hasil recall, terlihat bahwa asupan energi memenuhi 32% dari kebutuhan, asupan protein
Buah

Melon

1/4p

64% dari kebutuhan, asupan lemak memenuhi 64% dari kebutuhan, asupan karbohidrat memenuhi
17% dari kebutuhan, dan asupan natrium Os meningkat tetapi masih dalam batas aman yaitu 42%
dari kebutuhan.Jika dibandingkan dengan tanggal 1 Oktober, asupan Os lebih meningkat.

Pada hari ke-2 intervensi, tanggal 4 Oktober 2014, pola makan yang akan diberikan kepada Os
adalah 3 kali makanan utama dan 2 kali makanan selingan, selingan yang diberikan yaitu pudding
dan formula berupa susu.
Recall 24 jam Os (RS hari ke-2 tanggal 4 Oktober 2014)
Waktu

Makan pagi

Menu

Bubur Ayam

Bahan

Bubur

Satuan

KH

Na

penukar

(kkal)

(g)

(g)

(g)

(mg

20

)
-

1/2p

87,5

Selingan pagi
Makan siang

Makan sore

Puding
Nasi tim
Gelatin

beras
Ayam
Minyak
Agar-agar
Nasi tim
Gelatin

1/2p
1p
1/8p
1/4p
-

25
50
43,75
-

3,5
1
-

1
5
-

10
-

Sayur kari

Sayuran B

1/2p

12,5

0,5

2,5

202,

Buah
Nasi tim
Pecel telur
Sup makaroni

Sebelum tidur

Buah
Susu

Minyak
Semangka
Nasi tim
Telur
Kacang
Sayuran B

1p
1/2p
1/2p
1/2p
1p
1/2p

50
20
87,5
47,5
80
12,5

2
5
6
0,5

5
3
3
-

5
20
8
2,5

5
202,

Makaroni

1/8p

21,875

0,5

5
0,62

10
48

5
95

23,5

112,25 500,

Melon
Formula

1p
1p

40
270

khusus
Total Asupan RS

745,625 23,25

Total Asupan LRS


Total Asupan

182,5
5,5
928,125 28,75

6
29,5

625
25
0
137,25 500,

Total Kebutuhan

1700

37,77

300

625
120

38%

0
42

8%
46%

%
0%
42

% Asupan RS
% Asupan LRS
Total %Asupan

44%
11%
55%

40
58%
14%
72%

62%
16%
78%

%
Dari hasil recall diketahui bahwa asupan energi Os pada hari ke-2 intervensi meningkat
menjadi 55% dari kebutuhan, asupan protein 72% dari kebutuhan, asupan lemak 78% dari
kebutuhan, asupan karbohidrat 64% dari kebutuhan dan asupan. Jumlah asupan meningkat karena
adanya tambahan formula berupa susu yang dikonsumsi oleh Os. Selain itu peningkatan ini juga
dikarenakan adanya asupan makanan yang berasal dari luar rumah sakit.
Persen Asupan di RS
4 Oktober 2014

Pada hari ke-3 intervensi, tanggal 5 Oktober 2014, pola makan yang diberikan kepada Os sama
seperti hari sebelumnya yaitu 3 kali makan utama dan 2 kali selingan. Selingan yang diberikan juga
sama yaitu formula berupa susu. Akan tetapi karena asupan yang dikonsumsi Os pada hari ke-3 ini
sangat rendah maka diberikan lagi asupan tambahan selingan sebelum tidur yaitu formula berupa
susu.

Recall 24 jam Os (RS hari ke-3 tanggal 5 Oktober 2014)


Waktu
Makan pagi
Selingan pagi
Makan siang

Menu

Makan sore

Sebelum tidur

Satuan

penukar
Bubur Ayam
Bubur beras 1/4p
Ayam
1/2p
Minyak
1p
Puding
Agar-agar
1p
Nasi tim
Nasi tim
1/4p
Semur
daging Daging sapi 1/2p

KH

Na

(kkal)
43,75
25
50
43,75
47,5

(g)
1
3,5
1
5

(g)
1
5
3

(g)
10
10
-

(mg)
47,5

Kentang

1/8p

21,875

0,5

0,875

Minyak

1p

50

Sup jamur
Buah

Sayuran B
Pepaya

1p
1/2p

25
20

1
-

5
5

405
-

Susu

Formula

1/8p

33,75

0,625

0,75

11,875

khusus
Nasi tim
Ayam
Telur
Minyak
Sayuran B
Melon
Formula

1/8p
1/2p
1/4p
1p
1/2p
1/4p
1/8p

21,875
25
23,75
50
12,5
10
33,75

0,5
3,5
2,5
0,5
0,625

1
1,5
5
0,75

5
2,5
2,5
6

202,5
11,875

537,5
1700

20,25
40

23
37,77

57
300

679,625
1200

kentang

Selingan sore

Bahan

Nasi tim
Nugget ayam
Sup sayuran
Buah
Susu

khusus
Total Asupan
Total Kebutuhan

Total %Asupan
32%
51%
61%
19% 57%
Dari hasil recall, diketahui bahwa asupan energi Os 32% dari kebutuhan, asupan protein 51% dari
kebutuhan, asupan lemak 61% dari kebutuhan, asupan karbohidrat19% dari kebutuhan, dan asupan
natrium 57% dari kebutuhan. Berdasarkan data tersebut, dapat dilihat bahwa asupan Os pada hari ini
mengalami penurunanhal ini disebabkan karenamelemahnya kondisi fisik dari Os

Dari beberapa hari pengamatan dan intervensi, dapat disimpulkan bahwa perlahan asupan
energi, protein, lemak, dan karbohidrat Os mengalami peningkatan akan tetapi jika kondisi fisik Os
melemah maka asupan Os pun akan menurun. Pada hari-2 intervensi terjadi peningkatan yang
signifikan akan tetapi hal tersebut terjadi karena Os mengkonsumsi makanan yang berasal dari luar
rumah sakit.
Hari KeSMRS
RS 1
RS 2
RS 3

Energi
24%
32%
55%
32%

Protein
51%
64%
72%
51%

Lemak
24%
64%
78%
61%

KH
20%
17%
46%
19%

Na
3%
42%
42%
57%

Data Klinis

Jenis
Tanggal Pengamatan (Oktober 2014)
Pemeriksaan 2
3
4

Suhu
Nadi
Respirasi
Tekanan

36,60C
96x/menit
28x/menit
100/80mmHg

360C
84x/menit
100/70mmHg

370C
60x/menit
90/80mmHg

360C
80x/menit
90/60mmHg

360C
80x/menit
130/80mmHg

360C
79x/menit
90/60mmHg

Darah
Berdasarkan data diatas dapat dilihat suhu Os stabil pada 36 0C 370C, begitu pun dengan nadi Os
stabil pada angka 80-100x/menit hanya pada tanggal 4 dan 6 Oktober nadi >80 yaitu 60x/menit dan
79x/menit, akan tetapi hal yang berbeda terjadi pada tekanan darah karena terjadi perubahan yang
fluktuatif dari tanggal 3-6 Oktober karena tekanan darah terus mengalami perubahan setiap harinya.
-

Data Fisik

Tanggal
2
3
4
5

Data fisik
Sesak nafas, Kurus, Lemas, Batuk, Edema, dan Asites.
Sesak nafas, Kurus, Batuk, Edema, dan Asites.
Kurus, Batuk, Edema, dan Asites.
Sesak nafas, Kurus,Perut sakit, Lemas, Batuk, Edema,

dan Asites.
Sesak nafas, Kurus, Lemas, Batuk, Edema, dan Asites.

H.

KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan mengenai kasus Tn. H, dapat disimpulkan bahwa:
-

Os menderita komplikasi CHF (Chronic Heart Failure), AKI (Accute Kidney


Injury), TB Paru, Hepatitis, Bronku Punomoni, CAD sehingga diberikan diet DJ

RGIII RP40gr.
Os memiliki IMT di bawah normal maka dari itu total kebutuhan Os ditingkatkan
akan tetapi ditingkatkan secara bertahap serta tidak mengganggu kerja jantung dan

ginjal.
Asupan akan zat gizi Tn.H meningkat setelah adanya pemberian asupan tambahan

yaitu pudding dan formula berupa susu.


Asupan gizi Os berkurang dapat disebabkan karena menurunnya keadaan fisik Os
(Os tidak mau menggunakan selang infus dan O2.

I.
SARAN
Berdasarkan intervensi yang telah dilakukan, dapat diberikan beberapa saran diantaranya:
- Kepada Os
Diharapkan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.
Memperhatikan konsistensi makanan dan makan tepat waktu.
Menerapkan pola konsumsi diet RGIII RP40gr.
- Kepada pihak keluarga Os

Diharapkan dapat membantu Os dalam melakukan diet RGIII RP40gr dan tidak
memberikan Os makanan di luar makanan RS (yang belum terjamin kebersihannya),

serta selalu menjaga kebersihan dimana pun berada.


- Kepada pihak instalasi RSUD depok
Kedepannya, sebaiknya lebih memperhatikan porsi makanan untuk pasien terutama
pasien yang berdiet khusus.

LAPORAN STUDI KASUS


Dispepsia
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DEPOK

Junita Herawati
NIM: 1110714028

Program Pendidikan Gizi Kesehatan


Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Tahun
2015

LAPORAN KASUS

A. IDENTITAS PASIEN
Nama

: Ny. Royasih

No RM

: 220927

Umur

: 53 tahun

Ruang

: Garuda

Sex

: Perempuan

Tgl Masuk : 14 September 2015

Pekerjaan

orang tua : IRT

Tgl Kasus : 15 September 2015

Pendidikan orang tua : SLTA

Alamat

Agama

Diagnosis medis :

: Islam

: Jln.M yusuf raya RT 003/ RW 022

Dispepsia

J. DATA SUBYEKTIF
1. Berkaitan dengan Riwayat Penyakit
Keluhan Utama

Pasien datang dengan keluhan lemas 1 hari SMRS

Riwayat

Mual, muntah, nafsu makan menurun, nyeri ulu hari

Penyakit
Sekarang
Riwayat

Riw.Maag, mengosumsi obat warung

Penyakit
Dahulu
Riwayat
Penyakit
Keluarga

2. Berkaitan Dengan Riwayat Gizi


Data Sosio ekonomi

Penghasilan :
Jumlah anggota keluarga :5
Suku : betawi

Aktifitas fisik

Jenis olahraga sebelum sakit : Futsal


, Frekuensi : 1x / minggu
Jumlah jam tidur sebelum sakit: 6 jam
Jumlah jam tidur setelah sakit: < 6 jam

Alergi makanan

Masalah

Nyeri ulu hati (Ya/tidak ),

gastrointestinal

(Ya/tidak),
Diare (Ya/tidak),

Mual (Ya/tidak ),

Konstipasi (Ya/tidak ),

Muntah
Anoreksia

(Ya/tidak )
Perubahan pengecapan/penciuman (Ya/tidak ), BAB dan BAK
(ya/tidak)tidak terasa/terasa
Penyakit kronik

Kesehatan

Sulit menelan (Ya/tidak), Stomatitis (ya/tidak), Gigi lengkap

mulut/menelan

(ya/tidak)

Pengobatan

Perubahan

berat

badan
Riwayat / pola makan Riwayat

makan

sebelum

sakit

(dirumah):

jarang

mengkonsumsi buah,kopi 1 hari 3 gelas, tahu/tempe 1x /


minggu, sayur tumis 2x sehari beli di luar,
Riwayat makan setelah sakit (Dirumah sakit): DH/L
(Bertahap) = 2177 kkal
C. DATA OBYEKTIF
6. Antropometri
BB : 50 kg

TB /PB : 155 cm

Pemeriksaan fisik dan klinik :


c. Pemeriksaan Fisik: tekanan darah 120/70 mmHg.
d. Pemeriksaan klinik:
Suhu: 37,5C

Nadi: 100 x/menit

Respirasi: 20 x/menit

7. Pemeriksaan laboratorium :

Elekrolit

Satuan/Nilai

Hasil

Normal
Na

135-155 mmol/L

145 mmol/L

3,5-5,5 mmolL

3,5mmolL

Cl

95-108 mmol/L

97 mmol/L

Pemeriksaan penunjang

Radiologi : 8. Anamnesis Gizi : Recall 24 jam diet di rumah


(Tgl : 9 Oktober 2015)
RECALL MAKAN DI RUMAH
masakan

bahan

Berat

kkal

protein

lemak

kh

50

87,5

20

40

150

13

Biskuit

40

175

40

Salt cheese

17

90

10

Nasi

200

350

80

45

25

3,5

bubur

makanan
Beras
Ayam
Kuah kaldu

Tumis
kerang

Kerang

Minyak

2,5

25

10

2,5

0,1

Kentang

105

87,5

Minyak

2,5

25

2,5

cabai merah

10

2,5

0,1

0,5

Buncis

30

7,5

0,3

1,5

Wortel

30

7,5

0,3

1,5

Minyak

2,5

25

2,5

Kopi

225

290,25

78,75

Gula

13

50

12

200

350

80

Ayam

40

150

13

Minyak

50

tepung beras

30

105

2,4

24

tepung terigu

30

105

2,4

24

maizena

20

70

5,6

56

soda kue

Buncis

30

7,5

0,3

1,5

Wortel

30

7,5

0,3

1,5

Minyak

2,5

25

2,5

1210

2270,25 54,3

47

451,75

cabe

hijau

besar
Kentang
balado

Sayur tumis

Kopi

Nasi
Ayam
kentucky

2,5

0,5

20

tepung

Sayur tumis

TOTAL

Implementasi

Energi

Protein (g)

(kcal)

Lemak

KH (g)

(g)

Asupan

2270,25

54,3

47

451,75

oral/enteral
Kebutuhan

2239 kal

83,96 gr

49,75 gr

363,83

% Asupan

101,39 %

64,67 %

94,47 %

124,16 %

6. Terapi Medis

Jenis

Fungsi

Interaksi obat dengan

Obat/tinda

zat gizi

kan
Ordancentron

Sebagai anti emetik

Pansoprazole

Antibiotik

mentigo

Anti vertigo

D. ASSESMEN GIZI
5. Antropometri

U = 25 tahun
BB = 60 kg
TB = 160 cm
BBI = 160 100 x 90% = 54 kg

IMT =

= 23,43 (Overweight)

Tabel 1.1 Kategori dan Ambang Batas Status Gizi Dewasa


Kategori status gizi
Obesitas II

Nilai ambang batas


>30.0

Obesitas I

25,0-29,9

Beresiko

23.0-24.9

Berat Badan Lebih

>23.0

Normal

18.5-22.9

Berat Badan Kurang

<18.5

Sumber :WHO, 2000


Kesimpulan : Berdasarkan hasil perhitungan IMT, untuk status gizi pasien dengan usia
25 tahun termasuk kedalam kategori Obesitas I menurut WHO (2000).

6. Biokimia

Elekrolit

Satuan/Nilai

Hasil

Normal
Na

135-155 mmol/L

145 mmol/L

3,5-5,5 mmolL

3,5 mmolL

Cl

95-108 mmol/L

97 mmol/L

Berdasarkan data lab yang didapatkan dari rekam medis kadar elektrolit dalam batas
normal tidak terdapat penurunan elektrolit
7. Fisik dan Klinis : pusing, mual, panas tinggi
8. Dietary

Food Habit : jarang mengkonsumsi buah,

KFC 3x/minggu, kopi 1 hari 3 gelas,

tahu/tempe 1x / minggu, sayur tumis 2x sehari beli di luar, tidak suka minum susu, suka
mengonsumsi minum minuman berenergi

E. DIAGNOSiS GIZI (PES)


7. NI 53.2 Kelebihan asupan karbohidrat berkaitan dengan tingginya asupan KH sederhana
ditandai dengan asupan KH = 451,75 gr (124,16 %)
8. NC 3.3 Berat badan berlebih berkaitan dengan tingginya asupan energi ditandai oleh IMT =
23,43
9. NC 2.2 Perubahan nilai laboratorium berkaitan dengan gangguan fungsi hati ditandai dengan
SGOT 125 dan SGPT 218

10. NB 1.1 Kurangnya pengetahuan yang tidak tepat mengenai aturan makan yang dianjurkan
berkaitan dengan kurangnya informasi ditandai dengan suka mengkonsumsi ayam KFC, kopi,
jarang mengkonsumsi buah, tidak suka minum susu dan selalu membeli sayur tumis di luar.
K. INTERVENSI GIZI
I.PLANNING
1. Terapi Diet , Bentuk makanan dan cara pemberian: DH / Biasa/ Oral
2. Tujuan Diet:
a. Mencegah kerusakan hati lebih lanjut
b. Mengurangi beban faal hati
c. Memperbaiki jaringan hati yang rusak
d. Menormalkan BB
e. Memperbaiki status gizi pasien menjadi normal
f. Menormalkan SGOT & SGPT
11. Syarat / prinsip Diet:
a. KH 65 %
b. Protein 15%
c. Lemak 20%
d. Garam dan cairan dibatasi, terutama bila ada oedema/ascites
e. Mudah cerna dan tidak merangsang
f. Menghindari makanan yang bergas
12. Perhitungan Kebutuhan energi dan zat gizi
Kebutuhan gizi :
Energi
= 66 + (13,7 x BB) + (5 x TB) (6,8 x U)
66 + (13,7 x 54) + (5 x 160) (6,8 x 25)
66 +739,8 + 800 170
1435,8 x 1,2 x 1,3 = 2239 kkal
Protein
=15 % x 2239 = 83,96 gram
Lemak
= 20% x 2239 = 49,75 gram
Karbohirat
= 65% x 2239 = 363,83 gram
5. Rencana Parameter yang Dimonitor

Antropometri
Biokimia
Fisik dan klinik
Dietary

: BB menjadi normal
: SGOT dan SGPT menjadi normal
: mual, muntah, panas tinggi berkurang
: asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat mencapai target 80%

6. Rencana Konsultasi Gizi


Masalah gizi

:
: Hepatitis, status gizi pasien berlebih dikarenakan pola makan

yang salah dan pengetahuan yang kurang


Tujuan

Menormalkan BB pasien
Memperbaiki status gizi pasien menjadi normal
Memotivasi pasien untuk memperbaiki asupan makannya
Menurunkan kadar SGOT dan SGPT menjadi normal
Meningkatkan pengetahuan ibu dan pasien mengenai pentingnya makan, serta
peningkatan kebutuhan energi protein penyakitnya

Media

: leaflet

Materi

Menjelaskan pengaturan makan diet hati


Menjelaskan penggunaan bahan makanan penukar
Bahan makanan yang dibatasi dan dianjurkan
Contoh menu sehari

II. IMPLEMENTASI
1. Kajian Terapi Diet Rumah Sakit

Jenis Diet / Bentuk Makanan / Cara Pemberian : Diet Hati / Lunak bertahap / Oral

Nilai Gizi

HARI

PERTAMA Energi (kal)


(12 Oktober

Protein

Lemak

(gr)

(gr)

KH (gr)

2015)
Standar diet RS

1678,4 kkal

49,1 gr

52,8 gr

249,7 gr

Kebutuhan

2239 kkal

83,96 gr

49,75 gr

363,83

77,09 %

60,14 %

109,15 %

70,59 %

(planning)
% standar/kebutuhan

2. Rekomendasi Diet :
b. Standar diet:
Diet yang direkomendasikan adalah diet hati yang bertujuan memperbaiki status gizi
menjadi normal, mencegah kerusakan jaringan hati lebih lanjut, mengurangi beban
faal kerja hati, memperbaiki jaringan hati yang rusak, menghindari komplikasi.
Pola Menu

STANDAR DIET RS

REKOMENDASI
STANDAR DIET

Makan Pagi

MP + LN + SAYUR

MP + LH + SAYUR + BUAH

Selingan pagi

SUSU + SNACK

SNACK + SUSU

Makan siang

MP + LH + SAYUR

MP + LH + LN + SAYUR +
BUAH

Selingan siang

SUSU + BUAH

SIRUP + BUAH

Makan malam

MP + LH + LN + SAYUR

MP + LH + SAYUR + BUAH

Nilai Gizi Rekomendasi Diet


Energi(kcal)

Protein(g)

Lemak(g)

Karbohidrat(g)

2177 kkal

81,63 gr

48,37 gr

353,7

Pemesanan Diet : L bertahap, DH

L. MONITORING DAN EVALUASI


Antropometri : Perubahan berat badan menjadi normal dan ideal dilakukan secara

rutin serta memberikan edukasi terhdap pasien dan keluargapasien.


Biokimia
: Hasil pemeriksaan laboratorium menjadi normal
Klinis
: Keluhan utama pasien mengalami perubahan dan semakin membaik,

tekanan darah pasien mengalami penurunan mendekati normal


Asupan
: Asupan pasien sesuai kebutuhan

LAPORAN STUDI KASUS


PENATALAKSANAAN DIET
Hipertensi heart disease dan uremia
Instalasi Gizi, RSUD Depok

Junita herawati
NIM: 1110714028
Program Pendidikan Gizi Kesehatan
Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
TAHUN 2015

LAPORAN KASUS

A. IDENTITAS PASIEN
Nama

: Tn I

No RM

Umur

: 62 tahun

Ruang

: Kakaktua

Sex

: Laki-laki

Tgl Masuk : 13 September 2015

Pekerjaan

orang tua : buruh

Tgl Kasus : 14 September 2015

Pendidikan orang tua : SLTA

Alamat

Agama

Diagnosis medis :

: Islam

Hipertensi heart disease


Uremia

K. DATA SUBYEKTIF
1. Berkaitan dengan Riwayat Penyakit
Keluhan Utama

Demam tinggi sejak 3 hari SMRS

Riwayat

Demam tinggi , batuk, pilk nafsu makan menurun, lemas, pegal-pegak

Penyakit
Sekarang
Riwayat

DHF,

Penyakit
Dahulu
Riwayat

Penyakit
Keluarga

2. Berkaitan Dengan Riwayat Gizi


Data Sosioekonomi

Penghasilan :
Jumlah anggota keluarga :6
Suku : betawi

Aktifitas fisik

jenis olahraga sebelum sakit : , Frekuensi : 1x / minggu


Jumlah jam tidur sebelum sakit: 6 jam
Jumlah jam tidur setelah sakit: < 6 jam

Alergi makanan

Masalah

Nyeriuluhati (Ya/tidak ),

gastrointestinal

(Ya/tidak),
Diare (Ya/tidak),

Mual (Ya/tidak ),

Konstipasi (Ya/tidak ),

Muntah
Anoreksia

(Ya/tidak )
Perubahan pengecapan/penciuman (Ya/tidak ), BAB dan BAK
(ya/tidak)tidak terasa/terasa
Penyakit kronik

Kesehatan

Sulit menelan (Ya/tidak), Stomatitis (ya/tidak), Gigi lengkap

mulut/menelan

(ya/tidak)

Pengobatan

Perubahan

berat

badan
Riwayat / pola makan Riwayat

makan

sebelum

sakit

(dirumah):

jarang

mengkonsumsi buah, kopi 1 hari 3 gelas, tahu/tempe 1x /


minggu, sayur tumis 2x sehari beli di luar,
Riwayatmakansetelahsakit (Dirumahsakit): makanan lunak
C. DATA OBYEKTIF
9. Antropometri
BB : -

TB /PB : -

Pemeriksaan fisik dan klinik :


e. Pemeriksaan Fisik: Panas tinggi, pusing, ngilu pada badan, mual, tekanan darah
120/70 mmHg.
f. Pemeriksaan klinik:
Suhu: 37,5C

Nadi: 100 x/menit

Respirasi: 20 x/menit

10. Pemeriksaan laboratorium :


Pemeriksa

Satuan

14/09

and

/Nilai

6:00

ara

Norma

Hemoglobi
n

14/09

15/09/

15/09/

16/09/

16/09/

16 :00

6:00

16:00

6:00

16:00

16,3g/dl

16,8g/d

17,2

16,4g/dl

15,8/dl

16,5/dl

Hasil

13 16 15,2g/dl
g/dl

Hematokrit

17/09

40 - 48 46,2 %

49,6 %

51,0 %

53,0%

49,4 %

47,9 %

50,3 %

2,9

4,1

6,2

6,6

8,0

8,7

ribu/m

ribu/mm ribu/mm ribu/mm

ribu/mm

m3

40

33ribu/

35

31ribu/u

39ribu/u

53ribu/u

ribu/uL

uL

ribu/uL

%
Leukosit

4,2

2,4

10,5

ribu/mm

ribu/m

ribu/mm3

m3
Trombosit

150

55

450

ribu/uL

ribu/uL

Masakan

bahan

Berat

kkal

protein lemak

kh

50

87,5

20

40

150

13

Biskuit

40

175

40

Salt cheese

17

90

10

Nasi

200

350

80

Kerang

45

25

3,5

Minyak

2,5

25

2,5

bubur

makanan
Beras
Ayam
Kuah kaldu

Tumis
kerang

cabe

hijau

10

2,5

0,1

Kentang

105

87,5

20

Minyak

2,5

25

2,5

cabai merah

10

2,5

0,1

0,5

Buncis

30

7,5

0,3

1,5

Wortel

30

7,5

0,3

1,5

Minyak

2,5

25

2,5

Kopi

225

290,25

78,75

Gula

13

50

12

200

350

80

40

150

13

besar
Kentang

Sayur tumis

Kopi

Nasi

0,5

Cumi
goreng

Cumi

tepung

Minyak

50

tepung beras

30

105

2,4

24

tepung terigu

30

105

2,4

24

maizena

20

70

5,6

56

soda kue

Buncis

30

7,5

0,3

1,5

Wortel

30

7,5

0,3

1,5

Minyak

2,5

25

2,5

1210

2270,25 54,3

47

451,75

tepung

Sayur tumis

TOTAL

Implementasi

Energi

Protein (g)

(kcal)
Asupan

Lemak

KH (g)

(g)

2270,25

54,3

47

451,75

l
Kebutuhan

2239 kal

83,96 gr

49,75 gr

363,83

% Asupan

101,39 %

64,67 %

94,47 %

124,16 %

oral/entera

6. Terapi Medis

JenisObat/tindaka Fungsi

Interaksi obat dengan

zat gizi

Nacl

Cairan Rehidrasi

Parasetamol

Antipiretik

Ranitidine

Penghambat reseptor H2

D. ASSESMEN GIZI
9. Antropometri

U = 42 tahun
BB = 60 kg
TB = 160 cm
BBI = 160 100 x 90% = 54 kg

IMT =

= 23,43 (Overweight)

Tabel 1.1 KategoridanAmbang Batas Status GiziDewasa


Kategori status gizi
Obesitas II

Nilai ambang batas


>30.0

Obesitas I

25,0-29,9

Beresiko

23.0-24.9

BeratBadanLebih

>23.0

Normal

18.5-22.9

BeratBadanKurang

<18.5

Sumber :WHO, 2000


Kesimpulan : Berdasarkanhasilperhitungan IMT, untuk status gizipasiendenganusia25
tahuntermasukkedalamkategoriObesitas I menurut WHO (2000).

10. Biokimia

11.
Pemeriksa

Satuan

14/09

and

/Nilai

6:00

ara

Norma

Hemoglobi

15/09/

15/09/

16/09/

16/09/

16 :00

6:00

16:00

6:00

16:00

16,3g/dl

16,8g/d

17,2

16,4g/dl

15,8/dl

16,5/dl

g/dl

Hematokrit

17/09

Hasil

13 16 15,2g/dl

14/09

40 - 48 46,2 %

49,6 %

51,0 %

53,0%

49,4 %

47,9 %

50,3 %

2,9

4,1

6,2

6,6

8,0

8,7

ribu/m

ribu/mm ribu/mm ribu/mm

ribu/mm

m3

40

33ribu/

35

31ribu/u

39ribu/u

53ribu/u

ribu/uL

uL

ribu/uL

%
Leukosit

4,2

2,4

10,5

ribu/mm

ribu/m

ribu/mm3

m3
Trombosit

150

55

450

ribu/uL

ribu/uL

Berdasarkan data lab yang didapatkan dari rekam medis terdapat penuruna Hb, HT,
Leukosit, Trombosit dan selama di rumah sakit terdapat perbaikan.Selain itu data lab juga
menunjukkan leukopenia dan trombositopenia
12. Fisik dan Klinis : pasien mengeluh ngilu pada badan, pusing, mual, panas tinggi
13. Dietary

Food Habit : jarang mengkonsumsi buah, tahu/tempe 1x / minggu, sayur tumis 2x sehari
beli di luar, tidak suka minum susu, suka mengonsumsi minum minuman berenergi

F.

DIAGNOSiS GIZI (PES)


(NI.1.4) = Asupan energi tidak adekuat berkaitan dengan sesak nafas ditandai dengan
-

asupan energi 38% darikebutuhan.


(NI.5.7.1) = Asupan protein tidak adekuat berkaitan dengan sesak nafas dan lemas

ditandai dengan asupan protein 40,2% dari kebutuhan.


(NI.5.6.1) = Asupan lemak tidak adekuat berkaitan dengan sesak nafas ditandai dengan

asupan lemak 17,16% dari kebutuhan.


(NI.5.8.1) = Asupan karbohidrat tidak adekuat berkaitan dengan sesak nafas ditandai
dengan asupan 40,50% dari kebutuhan.
1. Domain Clinis
- (NC.2.2) = Perubahan nilai lab yang terkait gizi, berkaitan dengan kadar
ureum yang tinggi terkait dengan gangguan ginjal ditandai oleh tingginya
kadar ureum (130mg/dl)
2. Domain Behaviour
- (N.B.1.1) = Kurang pengetahuan tentang makanan dan gizi berkaitan dengan
perilaku konsumsi yang salah ditandai dengan banyak mengkonsumsi gorenggorengan, makanan bersantan, dan jeroan.

G. INTERVENSI GIZI
I.PLANNING
1. Terapi Diet , Bentuk makanan dan cara pemberian: DH / Biasa/ Oral

TujuanIntervensi
a. Meningkatkan asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat dengan
menyesuaikan kebutuhan Os.
b. Memberikan makanan yang tidak memberatkan jantung.
c. Merubah prilaku Os dan keluarga dan memberikan edukasi tentang makanan
dan gizi yang berhubungan dengan HHD, Uremia.

Tujuan Diet
a. Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan kerja jantung.
b. Memberikan makanan dalam bentuk lunak agar mudah dicerna.
c. Mempercepat proses penyembuhan Os.
Syarat Diet

a. Energi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pasien yaitu sebesar 2100
kkal.
b. Protein diberikan 0,8 gr/BB dari kebutuhan energi yaitu sebesar 49,68 gr.
c. Lemak cukup 20% dari kebutuhan energi total yaitu sebesar 46,6 gr.
d. KH diberikan cukup sebesar 71% dari kebutuhan energi total yaitu sebesar
372,75.
e. Makanan yang diberikan mudah dicerna dan tidak menimbulkan gas.
f. Tidak menggunakan bahan makanan yang berbumbu tajam.
g. Garam diberikan rendah 2gr/hari.
h. Serat cukup untuk menghidari konstipasi.
BentukMakanandan Route Makanan
- Jenis diet
: ML, DJ III, RG III
- Bentuk
: MakananLunak
- Route Makanan
: Oral
- FrekuensiMakanan
: 3x makanan utama dan 3x selingan

PerhitunganKebutuhanGizi
BBA
= 68,7 kg
BBI
= 62,1 kg
TB
= 169,1 cm
BEE
= 66 + (13,7 x BB) + (5 x TB) (6,8 x U)
= 66 + (13,7 x 62,1) + (5 x 169) (6,8 x 53)
= 66 + 849 + 845 360
= 1400 kkal
Kebutuhanenergi
= BEE x FA x FS
= 1400 x 1,2 x 1,3
= 2184 kkal 2200 kkal
Kebutuhan protein 0,8 g/kg BBI
= 0,8 x 62,1
= 49,68 gr
Kebutuhanlemak 20% keb.Energi
= (20/100) x 2200/9
= 48,8 gr
Kebutuhan KH
= 100% - 9% - 20%
= 71%
Kebutuhan KH 71% keb.Energi
= (71/100) x 2200/4
= 390,5 gr
Prinsip Diet
MakanPagi
= 20% x 2200 kkal energy = 440 kkal
20% x 49,68 gr protein
= 9,93 gr
20% x 48,8 gr lemak
= 9,76 gr
20% x 390,5 gr KH
=78,1 gr
SelinganPagi
= 15% x 2200 kkal energy = 330 kkal
15% x 49,68 gr protein
= 7,45 gr
15% x 48,8 gr lemak
= 7,32 gr
15% x 390,5 gr KH
= 58,5 gr
Makan Siang
= 30% x 2200 kkal energy = 660 kkal
30% x 49,68 gr protein
= 14,90 gr
30% x 48,8 gr lemak
= 14,64 gr
30% x 390,5 gr KH
= 117,15 gr
Selingan Sore
= 15% x 2200 kkal energy = 330 kkal
15% x 49,68 gr protein
= 7,45 gr

15% x 48,8 gr lemak


15% x 390,5 gr KH
= 30% x 2200 kkal energy
30% x 49,68 gr protein
30% x 48,8 gr lemak
30% x 390,5 gr KH

MakanMalam

= 7,32 gr
= 58,5 gr
= 660 kkal
= 14,90 gr
= 14,64 gr
= 117,15 gr

5. Rencana Parameter yang Dimonitor

Antropometri
Biokimia
Fisik dan klinik
Dietary

: BB menjadi normal
: ureum menjadi normal
: mual, muntah, panas tinggi berkurang
: asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat mencapai target 80%

6. Rencana Konsultasi Gizi


Masalah gizi

:
:ureum, status gizi pasien berlebih dikarenakan pola makan yang

salah dan pengetahuan yang kurang


Tujuan

Menormalkan BB pasien
Memperbaiki status gizi pasien menjadi normal
Memotivasi pasien untuk memperbaiki asupan makannya
Menurunkan kadar ureum menjadi normal
Meningkatkan pengetahuan ibu dan pasien mengenai pentingnya makan, serta
peningkatan kebutuhan energi protein penyakitnya

Media

: leaflet

Materi

Menjelaskan pengaturan makan diet jantung


Menjelaskan penggunaan bahan makanan penukar
Bahan makanan yang dibatasi dan dianjurkan
Contoh menu sehari

3. Rekomendasi Diet :
c. Standar diet:
Diet yang direkomendasikan adalah diet jantung yang bertujuan memperbaiki status
gizi menjadi normal, mencegah kerusakan jantung lebih lanjut, , menghindari
komplikasi.

Pola Menu

STANDAR DIET RS

REKOMENDASI
STANDAR DIET

Makan Pagi

MP + LN + SAYUR

MP + LH + SAYUR + BUAH

Selingan pagi

SUSU + SNACK

SNACK + SUSU

Makan siang

MP + LH + SAYUR

MP + LH + LN + SAYUR +
BUAH

Selingan siang

SUSU + BUAH

SIRUP + BUAH

Makan malam

MP + LH + LN + SAYUR

MP + LH + SAYUR + BUAH

Nilai Gizi Rekomendasi Diet


Energi(kcal)

Protein(g)

Lemak(g)

Karbohidrat(g)

2177 kkal

81,63 gr

48,37 gr

353,7

Pemesanan Diet : L bertahap, DH

H. MONITORING DAN EVALUASI


Antropometri : Perubahan berat badan menjadi normal dan ideal dilakukan secara

rutin serta memberikan edukasi terhdap pasien dan keluargapasien.


Biokimia
: Hasil pemeriksaan laboratorium menjadi normal
Klinis
: Keluhan utama pasien mengalami perubahan dan semakin membaik,

tekanan darah pasien mengalami penurunan mendekati normal


Asupan
: Asupan pasien sesuai kebutuhan
LAPORAN STUDI KASUS
PENATALAKSANAAN ASUHAN GIZI TERSTANDAR
ULKUS DM DAN HIPERGLIKEMI

Di Ruang Garuda Lantai 2


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DEPOK

Junita Herawati
NIM: 1210714008

Program Pendidikan Gizi Kesehatan


Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Tahun
2015

LAPORAN KASUS

A. IDENTITAS PASIEN

Nama

: Ny. K

No RM

Umur

: 49 Tahun

Ruang

Sex

: Perempuan

Tgl Masuk : 5 Oktober 2015

Pekerjaan : Wiraswasta

Tgl Kasus : 6 Oktober 2015

Pendidikan: SLTA

Alamat

Agama

Diagnosis medis :

: Islam

: Garuda

Hiperglikemi
Ulkus DM

A. DATA SUBYEKTIF

1. Berkaitan dengan Riwayat Penyakit


KeluhanUtama

Ada luka berbau busuk di kaki kiri serta berbau


busuk dengan diagnosis ulkus DM

RiwayatPenyakitSekarang
RiwayatPenyakitDahulu
DM
RiwayatPenyakitKeluarga
DM
(Sumber :ObservasiLangsungdanRekamMedis 23.61.83 Tahun 2015)
2. Berkaitan Dengan Riwayat Gizi
Data Sosioekonomi

Penghasilan : Jumlah anggota keluarga :1(satu)


Suku : Betawi

Aktifitas fisik

Jenis olahraga sebelum sakit : Jalan Kaki


Frekuensi : 2x1 sehari
Jumlah jam tidur sebelum sakit:> 7 jam
Jumlah jam tidur setelah sakit: -

Alergi makanan

Tidakadaalergimakan

Masalah gastrointestinal

Nyeriuluhati (Ya/tidak )
Mual (Ya/tidak )

Muntah (Ya/tidak)
Diare (Ya/tidak)
Konstipasi (Ya/tidak )
Anoreksia (Ya/tidak)
Perubahan pengecapan/penciuman (Ya/tidak )
BAB dan BAK (ya/tidak)tidak terasa/terasa
Penyakit kronik

Jenis penyakit : Modifikasi diet : -

Kesehatan mulut/menelan

Jenis dan lama pengobatan : Sulit menelan (Ya/tidak),


Stomatitis (ya/tidak)

Pengobatan

Gigi lengkap (ya/tidak)


Vitamin/mineral/suplemen gizi lain : -

Perubahan berat badan

Frekuensi dan jumlah : Tidakadaperubahanberatberatbadan

Riwayat / pola makan

Riwayat makan sebelum sakit (dirumah): sukamengonsumsisalak


seringmakannasipadang,

sukamakan

roti

tawar,

minumanbersodadanmenyukaisemuajenissayurandanbuah dan yang


lebih sering dikonsumsi buah salak .
Riwayat makan setelah sakit(Dirumah sakit):Diet Lunak, RG

C. DATA OBYEKTIF
11. Antropometri
BB : 50 kg

TB : 145 cm

12. Pemeriksaan fisik dan klinik :


g. PemeriksaanFisik : ulkus DM

h. Pemeriksaanklinik
PemeriksaanKlinik
Suhu
Nadi
Respirasi
TekananDarah

Nilai
37C
88x/menit
20 x/menit
110/80 mmHg

Nilai Normal
36-37C
60-100 x/menit
20-30 x/menit
120/80 mmHg

Keterangan
Normal
Normal
Normal
Normal

13. Pemeriksaan laboratorium :


Pemeriksaandarah

Satuan

Nilai Normal

Keterangan

Hemoglobin

9.9 g/dl

13.0-16.0

Normal

Hematokrit

29.6 %

40-48 %

Normal

Leukosit

8.2ribu/mm3

4.2-10.5

Normal

Trombosit

291ribu/uL

150-450

Normal

70-140mg/dl

Tinggi

Glukosa

darah 252

Ruangan

14. Pemeriksaan penunjang

Radiologi : 15. Anamnesis Gizi : Recall 24 jam diet di rumah


(Tgl : 19 September 2015)
Waktu
Pagi

Menu
Salak pondok
Nasi merah
Sop Kambing

Siang

Singkong

Snack

Roti Tawar

Malam

Nasi
AyamGoreng

Snack

BeningOyong
Pisang
Kopi

Total
Kebutuhan
% kebutuhan

BahanMakanan
Minyak
Telur
Daging kambing
Wortel
Buncis
Brokoli
Kentang
Singkong
Daging
Roti Tawar
SusukentalManis
NasiPutih
Ayam
Minyak
Oyong
Pisang
Kopi
Gulapasir

Berat (g)
91
2.5
55
40
0

110

35
70
10
200
40
5
100
50
225
13

E
70
25
75
75
25
25
25
87,5

P
0
0
7
7
1
1
1
2

L
0
2.5
5
5
0
0
0
0

KH
14,8
0
0.385
0
5
5
5
20

75
191.7
32
350
50
50
20.1
50
290.25
50
2574.85
1962,09
132%

7
6.2
0.8
8
7
0
0.9
0.5
0
0
49,4
73,57
67,14%

5
2.1
0.9
0.6
2
5
0.3
0.3
0
0
28,7
122,63
23,4%

0
36.3
5.4
80
0
0
4.3
12
78.75
12
278,935
294,31
94,77%

6. Terapi Medis

JenisObat

Fungsi

metformin

Meningkatkan kerja insulin

glibenklamid

Menurunkan kadar glukosa

D. ASSESMEN GIZI

14. Antropometri

BB = 75 kg
TB = 173 cm

IMT =

Tabel 1.1 KategoridanAmbang Batas Status GiziDewasa


Kategori status gizi
Obesitas II

Nilai ambang batas


>30.0

Obesitas I

25,0-29,9

Beresiko

23.0-24.9

BeratBadanLebih

>23.0

Normal

18.5-22.9

BeratBadanKurang

<18.5

Sumber :WHO, 2000

Kesimpulan : Berdasarkanhasilperhitungan IMT, untuk status gizipasiendenganusia 40


tahuntermasukkedalamkategoriObesitas I menurut WHO (2000).
15. Biokimia

Tabel 1.2 Hasil Pemeriksaan laboratorium


Pemeriksaandarah

Satuan

Nilai Normal

Keterangan

Hemoglobin

13.9 g/dl

13.0-16.0

Normal

Hematokrit

45.6 %

40-48 %

Normal

Leukosit

6.9 ribu/mm3

4.2-10.5

Normal

Trombosit

141 ribu/uL

150-450

Rendah

Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium selama dirumah sakit terlihat bahwa


kadar hemoglobin, hematokrit, dan leukosit pasien dikategorikan normal. Namun untuk
kadar trombosit pasien dikategorikan rendah sehingga dapat menyebabkan DHF.

16. Fisik dan Klinis :


a.

Data Fisik

Tabel 2.3 Hasil Pemeriksaan Fisik


Pemeriksaan

Hasil Pemeriksaan Fisik


20/09/2015

Kesan Umum

Composmemtis.

Mual,nyerilambung, muntah, demam


Sumber : Data RekamMedik RSUD (2015)
Berdasarkanhasil pemeriksaan fisik, kondisi pasien yaitu composmemtis. Pada awal
masuk ditambah dengan mual, nyerilambung, muntahdandemam..

b.

Data Klinis
:
Tabel 2.4 HasilPemeriksaanKlinis
PemeriksaanKlinik Nilai
Suhu
38C
Nadi
88x/menit
Respirasi
20 x/menit
TekananDarah
170/100 mmHg
Sumber : Data RekamMedik RSUD (2015)

Berdasarkan

hasil

pemeriksaan

Nilai Normal
36-37C
60-100 x/menit
20-30 x/menit
120/80 mmHg

klinis

dapat

Keterangan
Tinggi
Normal
Normal
Tinggi

dilihat

dalam

pemeriksaannadidanrespirasipemeriksaan normal. Untukpemeriksaansuhuyaitutinggi.Suhu


yang
tinggidapatmenyebabkandemampadapasien.Untukpemeriksaantekanandarahlebihtinggidaripa
danilai

normal

ataurujukan,

halinidapatdisebabkanolehpenyakitdanriwayat

yang

dideritaolehpasienyaituhipertensi.
17. Dietary History :
a. Asupanmakanpasiensebelummasukrumahsakit
Sebelum masuk rumah sakit pasien memliki kebiasaan makan 3 kali sehari
dengan porsi sedang. Pasien suka mengonsumsi nasi padang saat siang hari. Di waktu
senggang biasanya pasien mengonsumsi singkong rebus sebagai cemilan, senang
sekali mengkonsumsi buah salak bahkan 1x makan bisa 4 buah salak yang mampu
dihabiskan os. Saat malam hari biasanya pasien minum teh dan roti tawar.Pasien tidak
memiliki alergi makanan. Pasien menyukai semua jenis sayuran dan buah-buahan tapi
yang paling os sukai buah salak dan pisang
b. Asupanmakanpasien di rumahsakit
Saat di rumah sakit pasien menjalani perawatan di ruang rawat inap
garuda,setelah itu dilakukan wawancara recall 24 jam terhadap pasien untuk
mengetahui intake makan pasien. Selama di RS, pasien mendapatkan diet NT 1700
kkal dan pasien menghabiskan semua makanan yang disajikan. Namun pasien makan
makanan dari luar rumah sakit karena kebiasaan mengemil yaitu roti tawar 2 dan buah
salak 5,.Berikut adalah hasil asupan gizi sehari pasien :
Tabel 2.5 Hasil Recall Asupan makan pasien

Kebutuhan

Energi

Protein

Lemak

Karbohidrat

Asupan

(kkal)
1700

(gram)
56.8

(gram)
51.1

(gram)
255.9

380.4

92

1962,09
19,36%
Kurang

73,57
105,6%
Lebih

122,63
4,77%
Kurang

294,31
3,21%
Kurang

Oral
Dari RS
Asupan
Oral

dari

Luar RS
Kebutuhan
% Asupan
Kategori

Tabel 2.6 Kategori persen asupan menurut Roedjito, 1989


Kategori
Kurang
Baik
Lebih

PersenAsupan
80%
>80% -100%
>100%

Berdasarkan hasil wawancara recall 1x 24 jam yaitu asupan lemak 23,4%, dan karbohidrat
94,77% termasuk kategori persen asupan baik sedangkan asupan protein 67,14%termasuk kategori
persen asupan kurang. Asupan protein kurang dapat disebabkan karena kurang pasien lebih senang
menyukai makanan biscuit atau yang gurih dan kurang mengonsumsi makanan yang mengandung
protein. Selain itu asupan energi 131%, asupan energi yang berlebih dapat disebabkan karena pola
makan pasien yang lebih menyukai dan sering mengonsumsi makanan dalam porsi besar
c. Riwayat Personal :
Keluhan utama os ada luka dikaki kiri serta berbau busuk dengan dx ulkus DM
Riwayat penyakit pasien terdahulu yaitu tidak ada Riwayat penyakit keluarga pasienya itu
tidak ada
E. DIAGNOSiS GIZI

Domain Intake :
NI 1.5

Kelebihan intake energy berkaitan dengan kelebihan asupan makanan


enteral ditandaidengan BMI >25

NI 51.3

Kelebihan intake lemak dalam makanan berkaitan dengan kurang


pengetahuan dalam pemilihan makanan yang sehat ditandai dengan
asupan lemak berlebih yaitu 112% dari total kebutuhan lemak.

Domain Klinis :
NC 3.3

Berat badan berlebih berkaitan dengan pola makan yang salah ditandai
dengan status IMT diatas batas yang dianjurkanyaitu 25,05

Domain Behavior :
NB 1.1

Kurangnya pengetahuan yang berhubungan dengan makanan/zat gizi


berkaitan dengan kurangnya informasi ditandai dengan belum pernah
mendapatkan informasi mengenai diet yang sesuai dengan keadaan
pasien.

F. INTERVENSI GIZI
I.PLANNING
1. Terapi Diet

: diet dengan DM 1900

2. Bentuk Makanan

: Nasi Tim

3. Cara Pemberian

: Oral

4. Tujuan Diet

a. Menurunkan berat badan pasien menjadi normal / ideal


b. Mengurangi asupan lemak pasien
c. Memberikan informasi mengenai makanan yang sehat dan mengandung zat gizi
d. Menurunkan tekanan darah mendekati normal
5. Syarat / prinsip Diet:
a. Energi sesuai kebutuhan yaitu 2245 kkal
b. Protein 15% dari total kebutuhan energy
c. Lemak 20% dari total kebutuhan energi
d. Karbohidrat sisa dari kebutuhan energi total
e. Makanandiberikandalambentuk NT
f. Makanandiberikandenganjenis diet DM
6. BahanMakanan yang dianjurkan :

Beras merah,roti tinggi serat, ubi, kentang,


Ikan, ayam tanpa kulit, putih telur,susu skim, keju rendah lemak
Tempe , tahu, dan kacang kacangan

7. BahanMakanan yang dilarang :

Roti, biskuit, crackers, atausemuamakanan yang mengandunggula


Teh manis, minuman pengawet dan soda

8. Perhitungan Kebutuhan energi dan zat gizi


Kebutuhan gizi : BBI = (TB-100)-10%
= (145-100)-10% =
Energi
: BMR = 66 + (13,7 x BB) + ((5 x TB) (6,8 x U)
= 66 + 900,09 + 865 272
= 1559,09
TEE = BMR x F.A x F.S
= 1559.09 x 1,2 x 1,2 = 2245 kkal
Protein
=15% x E
= 15% x 2245 = 336.75 : 4 = 84.18 gram
Lemak
= 20% x E
= 20% x 2245 = 449 : 9 = 49.88 gram
KH
= 65% x E
= 65% x 2245 = 1459.25 : 4 = 364.8 gram
9. Rencana Parameter yang Dimonitor
Antropometri
Biokimia
Fisik dan klinik
Klinik
Dietary
10. Rencana Konsultasi Gizi

:Status gizi
:Trombosit
:Mual, Muntah, demam
: Tekanandarah, nadi, respirasidansuhu
: Asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat.
:

a. Masalahgizi : Status gizipasienberlebihdikarenakanpolamakan yang salahdan


pengetahuan yang kurang.
a. Tujuan
:
Memotivasi pasien untuk memperbaikipola makannya agar sesuaidengankebutuhan
Meningkatkan pengetahuan pasien mengenai polamakan yang baik
Menurunkan tekanan darah mendekati normal
Memberikan pengetahuan kepada pasien mengenai makanan yang boleh dikonsumsi
dan yang dilarang untuk dikonsumsi
b. Media
: Leaflet
c. Materi
:

Menjelaskan pengaturan makan diet RG


Menjelaskan penggunaan bahan makanan penukar
Bahan makanan yang dibatasi dan dianjurkan
Memberikan contoh menu sehari

II. IMPLEMENTASI
1. Kajian Terapi Diet Rumah Sakit

Jenis Diet

Bentuk Makanan : NT

Cara Pemberian

: Oral

Nilai Gizi

Kebutuhan

: RG

Energi (kkal)

Protein

Lemak

Karbohidrat

Standar diet RS

1700

(gram)
56.8

(gram)
51.1

(gram)
255.9

Kebutuhan (planning)
% standar/kebutuhan

2245
92.6%

84.18
77%

49.88
112%

364.8
95%

4. Rekomendasi Diet :
d. Standar diet:
Pola Menu

STANDAR DIET RS

REKOMENDASI

Makan Pagi

MP + LH + SAYUR

STANDAR DIET
MP + LH + SAYUR + BUAH

Selingan pagi

SNACK

SUSU + Pudding

Makan siang

MP + LH + LN + SAYUR

MP + LH + LN + SAYUR +
BUAH

Selingan siang

BUAH

Hunkue diet

Makan malam

MP + LH + LN + SAYUR

MP + LH + LN + SAYUR +
BUAH

Selingan malam

Setup ApelMerah

5. NilaiGiziRekomendasi Diet
Energi(kcal)

Protein(g)

Lemak(g)

Karbohidrat(g)

2245

84.18

49.88

364.8

6. Pemesanan Diet : NT, RG, RL

I. MONITORING DAN EVALUASI

Antropometri : Perubahan berat badan menjadi normal dan ideal dilakukan secara

rutin serta memberikan edukasi terhdap pasien dan keluargapasien.


Biokimia
: Hasil pemeriksaan laboratorium menjadi normal
Klinis
: Keluhan utama pasien mengalami perubahan dan semakin membaik,

tekanan darah pasien mengalami penurunan mendekati normal


Asupan
: Asupan pasien sesuai kebutuhan
LAPORAN STUDI KASUS
PENATALAKSANAAN ASUHAN GIZI TERSTANDAR
TB PARU DAN DIABETES MELITUS

Di Ruang Phoenix Lantai 2


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DEPOK

JUNITA HERAWATI
NIM: 1110714028

Program Pendidikan Gizi Kesehatan


Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Tahun
2015

LAPORAN KASUS

A. IDENTITAS PASIEN

Nama

: Ny.R

No RM

Umur

:50 tahun (22-8-1975)

Ruang

Sex

: Perempuan

Tgl Masuk : 21 September 2015

Pekerjaan : Wiraswasta

Tgl Kasus : 22 September 2015

Pendidikan: SD

Alamat

Agama

Diagnosis medis :

: Islam

TBC
DM

B. DATA SUBYEKTIF

1. Berkaitan dengan Riwayat Penyakit


KeluhanUtama
Batuk berdarah
RiwayatPenyakitSekarang
TB paru BTA (+) dengan hemaptoe
RiwayatPenyakitDahulu
Pneumonia
RiwayatPenyakitKeluarga
(Sumber :ObservasiLangsungdanRekamMedis 23.61.83 Tahun 2015)
2. Berkaitan Dengan Riwayat Gizi
Data Sosioekonomi

Penghasilan : Jumlah anggota keluarga :5 (orang)


Suku : Padang

Aktifitas fisik

Jenis olahraga sebelum sakit : Voli


Frekuensi : 2x1minggu
Jumlah jam tidur sebelum sakit:7 jam
Jumlah jam tidur setelah sakit: 7 jam

Alergi makanan

Tidakadaalergimakan

Masalah gastrointestinal

Nyeriuluhati (Ya/tidak )
Mual (Ya/tidak)
Muntah (Ya/tidak)
Diare (Ya/tidak)
Konstipasi (Ya/tidak )
Anoreksia (Ya/tidak)
Perubahan pengecapan/penciuman (Ya/tidak )
BAB dan BAK (ya/tidak)tidak terasa/terasa

Penyakit kronik

Jenis penyakit : TB paru + Diabetes melitus


Modifikasi diet : TKTP/ DM

Kesehatan mulut/menelan

Jenis dan lama pengobatan : Sulit menelan (Ya/tidak),

Stomatitis (ya/tidak)
Pengobatan

Gigi lengkap (ya/tidak)


Vitamin/mineral/suplemen gizi lain : CDR

Perubahan berat badan

Frekuensi dan jumlah :2 hari 1x


70 kg55 kg

Riwayat / pola makan

Riwayat makan sebelum sakit (dirumah): sukamengonsumsi kopi,


seringmakannasipadang,

sukamakan

tawarsukajajancemilangurih,

roti

sukagoreng-gorengan,

sukamakananpedas,
minumanbersodadanmenyukaisemuajenissayurandanbuah
Riwayat makan setelah sakit(Dirumah sakit):Diberikan diet
TKTP/DM/B

C. DATA OBYEKTIF
16. Antropometri
BB : 55 kg

TB : 160 cm

17. Pemeriksaan fisik dan klinik :


i.

PemeriksaanFisik : batuk-batuk berdarah, pusing, lemas

j. Pemeriksaanklinik
PemeriksaanKlinik
Suhu
Nadi
Respirasi
TekananDarah

Nilai
38C
88x/menit
20 x/menit
90/60 mmHg

Nilai Normal
36-37C
60-100 x/menit
20-30 x/menit
120/80 mmHg

Keterangan
Tinggi
Normal
Normal
Tinggi

18. Pemeriksaan laboratorium :


Pemeriksaandarah

Satuan

Nilai Normal

Keterangan

Gula darah Ruangan

254mg/dl

70-140 mg/dl

Tinggi

HBA1C

14,4%

<7

Tinggi

Gula darah Sewaktu

283 mg/dl

70-140 mg/dl

Tinggi

19. Pemeriksaan penunjang

Radiologi : 20. Anamnesis Gizi : Recall 24 jam diet di rumah


(Tgl : 22 September 2015)
Waktu
Pagi

Menu
Nasiuduk

Snack

Tahu goreng

Siang

Nasi Padang

Malam

Snack

Nasi
AyamGoreng
Pisang
Teh manis

BahanMakanan
NasiPutih
Minyak
Telur
Minyak
Tahu
Minyak
NasiPutih
Santan
Sayurnangka
Daunsingkong
Ikan Kakap
Minyak
Daging
NasiPutih
Ayam
Minyak
Pisang
Teh
Gulapasir

Berat (g)
200
2.5
55
5
50
2.5
200
5
25
25
35
5
35
200
40
5
50
20
13

Total
Kebutuhan
% kebutuhan

E
350
25
75
50
75
25
350
6.2
16.5
15.5
50
50
75
350
50
50
50
0
50
1713,2
1928,16
88,84%

P
8
0
7
0
5
0
8
0
0.3
0.5
7
0
7
8
7
0
0.5
0
0
58,3
72,306
80%

L
0.6
2.5
5
5
3
2.5
0.6
0.62
0.9
1.3
2
5
5
0.6
2
5
0.3
0
0
41,9
42,84
97 %

KH
80
0
0.385
0
7
0
80
0
2.2
0.9
0
0
80
0
0
12
5
12
279,4
313,326
89,14%

Recall tanggal 22 september 2015


Berat
(g)
pagi

snack

MP
LH
SAYUR
Pie Pisang

AYAM
POKCOY
Terigu
Kuning

100
15

Telur
Mentega

8
5

Gula halus
Pisang

5
0,08

PROTEI
ENERGI
175
40
25
52,5

N
4
7
1
1,2

15
19,2307
7
12,5

LEMAK
0
2
-

KH
40
0
5
12

5
19,2307
-

7
0,25

Ambon
Susu cair
Gula Pasir

5
5

Telur

55

Semangka

80

Ayam

40

1,857
19,23
175
75
22,2222

0,175
4
7

0,25
4,61
40
0
5,33333

2
175
50

4
7

3
40
0
166,674

Total
Kebutuhan
%kebutuha

857,54
1928,16
44,4745

35,375
72,306

14
42,848
32,67363

1
313,326

48,92402

53,19511

Siang

Snack
malam

MP

MP
Rolade Ayam

Recall Tanggal 23 September 2015


Berat
(g)
Pagi

Snack
Siang

MP
LH

Fillet Ayam
Sop Oyong
Minyak
Pepaya

100
5
200

MP

ENERGI PROTEIN LEMAK KH


175
25
25
50
50
175

4
3,6
1
4

1
5
5

40
0
-

12
40

Kakap
Dendeng
Loof Tahu
Laksa Sayur
Susu

35
55
50

50
37,25
12,5

7
7
0,5

2
5
0

0
2,5

Diabetasol

30

12,12

2,18

Malam

Puding diit

35

Telur
cah Touge

55
100

MP

Total
Kebutuhan
%kebutuhan

0
175
75
25
886,87
1928,16
45,99%

0
4
7
1
39,1
72,306
54,07%

0
5
0
23
42,848
53,67%

0
40
0
5
141,68
313,326
45,21%

Recall Tanggal 24 September 2015


Berat
(g)
Pagi

MP
LH

Snack
Siang

Meat Loof
35
Tumis Buncis
100
Bubur Kacang
Hijau
Susu diabetasol

20
150

Burger Ayam
Pepes tempe
Kimlo
Minyak
Melon

50
25
100
2,5
20

Telur ayam
Pindang Tahu
Bobor

55
35

Kankung

100

MP

Malam

MP

Total
Kebutuhan
%kebutuhan

6. Terapi Medis

ENERGI
175
75
25

PROTEIN
4
7
1

LEMAK
5
5

KH
40
0

75

175
50
37,25
25
25
5,263158
175
75
23,86364

4
7
2,5
1
0
0
4
7
1,590909

2
1,5
0
2,5
0
5
0,9545455

40
0
3,5
5
0
0
40
0
2,227273

25
966,3768
1928,16
50,11%

1
45,09091
72,306
62,36

24,954545
42,848
58,23%

5
142,7273
313,326
45,55%

JenisObat

Fungsi

Interaksi pada zat gizi

Ringer Laktat

Untuk rehidrasi cairan

Sebagai nutrisi untuk mengganti cairan


elektrolit yang hilang dan dapat sebagia
hemostasis

Rifampisin

Antibiotik untuk penderita TB Obat OAT bersifat hepatotoksik

INH

paru selama 6 bulan

Pirazinamid
Etambutol

Vit K

Suplemen darah

Sebagai

suplemen

untuk

membantu

permbekuan darah pada pasien ini terdapat


batuk darah
Curcuma

Vitamin Hati

sebagai vitamin Hati mencegah komplikasi


dari Antibiotik TB paru

Neurobion

Vitamin tubuh

Sebagai vitamin B kompleks yang terdapat


Vit B6, Vit,B12

D. ASSESMEN GIZI

18. Antropometri

BB = 55 kg
TB = 160 cm
IMT = BB/TB = 55/(1,6)2= 21,48(normal)

Tabel 1.1 KategoridanAmbang Batas Status GiziDewasa


Kategori status gizi
Obesitas II

Nilai ambang batas


>30.0

Obesitas I

25,0-29,9

Beresiko

23.0-24.9

BeratBadanLebih

>23.0

Normal

18.5-22.9

BeratBadanKurang

<18.5

Sumber :WHO, 2000

Kesimpulan : Berdasarkanhasilperhitungan IMT, untuk status gizipasiendenganusia55


tahuntermasukkedalamkategoriNormal WHO (2000).
19. Biokimia

Tabel 1.2 Hasil Pemeriksaan laboratorium


Pemeriksaandarah

Satuan

Nilai Normal

Keterangan

Gula darah Ruangan

254mg/dl

70-140 mg/dl

Tinggi

HBA1C

14,4%

<7

Tinggi

Gula darah Sewaktu

283 mg/dl

70-140 mg/dl

Tinggi

Berdasarkan hasil dari laboratorium menunjukkan pasien mengalami


kadar glukosa darah tinggi, dan ditambah dengan HBA1C >14,4% menunjukkan pasien
terkena Diabetes Melitus Tipe II

20. Fisik dan Klinis :


a.

Data Fisik

Tabel 2.3 Hasil Pemeriksaan Fisik


Pemeriksaan

Hasil Pemeriksaan Fisik


22/09/2015

Kesan Umum

Composmemtis.

Sumber : Data RekamMedik RSUD (2015)


Berdasarkanhasil pemeriksaan fisik, kondisi pasien yaitu composmemtis. Pada awal
masuk ditambah dengan mual, nyerilambung, muntahdandemam..

b. Data Klinis
:
Tabel 2.4 HasilPemeriksaanKlinis
PemeriksaanKlinik Nilai
Suhu
38C
Nadi
88x/menit
Respirasi
20 x/menit
TekananDarah
120/80 mmHg
Sumber : Data RekamMedik RSUD (2015)

Berdasarkan

hasil

pemeriksaan

Nilai Normal
36-37C
60-100 x/menit
20-30 x/menit
120/80 mmHg

klinis

dapat

Keterangan
Tinggi
Normal
Normal
Tinggi

dilihat

dalam

pemeriksaannadidanrespirasipemeriksaan normal. Untukpemeriksaansuhuyaitutinggi.Suhu


yang tinggidapatmenyebabkandemampadapasien
Dietary History

a. Asupan makan pasien sebelum masuk rumah sakit


Sebelum masuk rumah sakit pasien pagi hari mengkonsumsi teh manis, siang
hari pasien mengkonsumsi gorengan tahu secara berlebihan. dan minum fanta. Pasien
tidak memiliki alergi makanan. Pasien menyukai semua jenis sayuran dan buahbuahan.
d. Asupanmakanpasien di rumahsakit
Saat di rumah sakit pasienmenjalani perawatan di ruang rawat inap phoenix,
setelah itu dilakukan wawancara recall 24 jam terhadap pasien untuk mengetahui
intake makan pasien. Selama di RS, pasien mendapatkan diet NT 1700 kkal dan
pasien menghabiskan semua makanan yang disajikan. Berikut adalah hasil asupan gizi
sehari pasien :
Tabel 2.5 Hasil Recall Asupan Makan Pasien

Asupan di RS
Hari Pertama

Asupan
Kebutuhan

Energi
(KKAL)
1700
1928,16

P (gr)

L(gr)

KH (gr)

56.8
96,40

51.1
42,848

255.9
313,326

22 September 2015

Hari Kedua
23 September
Hari Ketiga
24 September

%Asupan

44,44%

36,69%

32,67%

53,19%

Kategori
Kebutuhan
% Asupan
Kategori
Kebutuhan
% Asupan
Kategori

KURANG
1928,16
45,99%
KURANG
1928,16
50,11%
KURANG

KURANG
96,40
40,56%
KURANG
96,40
46,77%
KURANG

KURANG
42,848
53,67%
KURANG
42,848
58,23%
KURANG

KURANG
313,326
45,21%
KURANG
313,326
45,55%
KURANG

Tabel 2.6 KategoripersenasupanmenurutRoedjito, 1989


Kategori
Kurang
Baik
Lebih

PersenAsupan
80%
>80% -100%
>100%

Berdasarkan hasil wawancara recall 1x 24 jam yaitu asupan energi 44,4%, dan karbohidrat
53,19%termasuk kategori persen asupan kurang sedangkan asupan protein 48,92%termasuk kategori
persen asupan kurang. Asupan protein kurang dapat disebabkan karena kurang pasien lebih senang
menyukai makanan yang berlemak goreng gorengan dan kurang mengonsumsimakanan yang
mengandung protein. Selain itu asupan lemak32,67%
e. Riwayat Personal :
Keluhan utama pasien yaitu pasien mengeluh lemas pusing, mual, dan batuk
berdarah, Sebelum masuk rumah sakit, pasien belum pernah malakukan konsultasigizi.
E. DIAGNOSiS GIZI

Domain Intake :
NI 51.2

: intake lemak berlebih berkaitan dengan kurang dalam pemilihan


makanan sehat ditandai dengan sering makan makanan tinggi lemak
dalam porsi besar

Domain Klinis :
NC 2.2

: Perubahan nilai laboratorium berkaitan dengan gangguan fungsi


endokrin ditandai dengan : GDR 254 mg/dl dan GDS : 283 mg/dl

Domain Behavior : Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan makanan sehat


berkaitan dengan kurangnya informasi ditandai dengan suka mengosumsi teh manis dan
gorengan

G. INTERVENSI GIZI
I.PLANNING
1. Terapi Diet

: Diet dengan kalori 1700 RG , RL

2. Bentuk Makanan

: Nasi Tim

3. Cara Pemberian

: Oral

4. Tujuan Diet

a. meningkat berat badan pasien menjadi normal / ideal


b. Meningkatkan asupan lemak pasien
c. Memberikan informasi mengenai makanan yang sehat dan mengandung zat gizi
d. Menurunkan kadar gula darah
5. Syarat / prinsip Diet:
a. Energi sesuai kebutuhan yaitu 1928,16 kkal
b. Protein 20% dari total kebutuhan energy
c. Lemak 20% dari total kebutuhan energi
d. Karbohidrat65 % dari kebutuhan energi total
e. Makanandiberikandalambentuk NT
f. Makanandiberikandenganjenis diet tinggikaloritinggi protein dan diet DM
6. BahanMakanan yang dianjurkan :
a.Sumber Protein

k.
l.

Daging yang kurus, ayam tanpa kulit, ikan


Nabati : tempe, tahu, oncom, dan kacang-kacangan
Telur rendah kolesterol atau putih telor
Sayurankangkung, daunkacang, oyong, ketimun, tomat, labukering, temangkoll
Buah-buahan: jeruk siam, apel, pepaya melon, salak semangka belimbing,

7. BahanMakanan yang dilarang :

Gula pasir gula merah, gula batu


Makanan yang manis : abon dendeng
Bumbu yang manis kecap saos tiram

8. Perhitungan Kebutuhan energi dan zat gizi


Kebutuhan gizi : BBI = (TB-100)-10%
= (160-100)-10% = 54
Energi
: BMR = 655 + (9,6 x BB) + ((1,8x TB) 4,7 x U)
= 655+ 9,6x 55 +(1,8x160)-(4,7x 50)
= 655+528+288-235
=1236kkl

Protein
Lemak
KH

TEE = BMR x F.A x F.S


= 1236 x 1,3 x 1,2 = 1928,16kkal
=20% x E
= 15% x1928,16 = 96,40gram
= 20% x E
= 20% x1928,1642,848 gram
= 65% x E
= 65% x1928,16= 313,32 gram

9. Rencana Parameter yang Dimonitor


Antropometri
Biokimia
Fisik dan klinik
Klinik
Dietary

:Status gizi
:Peningakatan kadar gula darah
:Pusing, mual, muntah, batuk darah,
: Tekanandarah, nadi, respirasidansuhu
:Asupan energi, protein lemak dan karbonhidra

10. Rencana Konsultasi Gizi

b. Masalahgizi :Penurunan berat badan dengan TB paru dan Diabetes melitus


d. Tujuan
:
Memotivasi pasien untuk memperbaikipola makannya agar sesuaidengankebutuhan
Meningkatkan pengetahuan pasien mengenai polamakan yang baik
Menurunkankadar gula darah
Memberikanpengetahuankepadapasienmengenaimakanan yang bolehdikonsumsidan
yang dilaranguntukdikonsumsi
e. Media
: Leaflet
f. Materi
:
Menjelaskan pengaturan makan diet TKTP
Menjelaskan penggunaan bahan makanan penukar
Bahan makanan yang dibatasi dan dianjurkan
Memberikan contoh menu sehari

II. IMPLEMENTASI
1. Kajian Terapi Diet Rumah Sakit

Jenis Diet

Bentuk Makanan : NT

Cara Pemberian

: Oral

Nilai Gizi

Kebutuhan

: TKTP

Energi (kkal)

Protein

Lemak

Karbohidrat

Standar diet RS

1700

(gram)
56.8

(gram)
51.1

(gram)
255.9

Kebutuhan (planning)

1928,16

96,4

42,848

313,326

% standar/kebutuhan

88,17%

58,92%

119%

81,46%

7. Rekomendasi Diet :
e. Standar diet:
Pola Menu

STANDAR DIET RS

REKOMENDASI

Makan Pagi

MP + LH + SAYUR

STANDAR DIET
MP + LH + SAYUR + BUAH

Selingan pagi

SNACK

SUSU + Pudding

Makan siang

MP + LH + LN + SAYUR

MP + LH + LN + SAYUR +
BUAH

Selingan siang

BUAH

Hunkue diet

Makan malam

MP + LH + LN + SAYUR

MP + LH + LN + SAYUR +
BUAH

Selingan malam

Setup ApelMerah

8. NilaiGiziRekomendasi Diet
Energi(kcal)

Protein(g)

Lemak(g)

Karbohidrat(g)

2245

84.18

49.88

364.8

9. Pemesanan Diet : NT, TK, TP

g. MONITORING , EVALUASI DAN TINDAK LANJUT

Antropometri :

Perubahanberatbadanmenjadi

normal

dan

ideal

dilakukansecararutinsertamemberikanedukasiterhadappasiendankeluargapasien.
Tanggal

Tinggi

Berat

Status gizi

Keterangan

pengukuran
21 September

Badan (cm)
160

Badan(kg)
55

BB Normal

Tidak

ada

BB Normal

perubahan
Tidak

ada

BB Normal

perubahan
Tidak

ada

22 September
23 September

160

55

160

55

perubahan
Hasil pemeriksaan berat badan dan tinggi badan dari awal sampai akhir proses
asuhan gizi berlangsung menunjukkan hasil yang sama atau tidak terdapat perubahan

status gizi
Biokimia
Tanggal

Pemeriksaan

pemeriksaan
22 September

Glukosa

Hasil

Nilai Normal

Keterangan

Darah 188 mg/dl

70-140 mg/dl

Tingggi

23 September

ruangan
Glukosa

Darah 150 mg/dl

70-140 mg/dl

Tinggi

24 September

ruangan
Glukosa

Darah 254 mg/dl

70-140 mg/dl

Tinggi

ruangan
Hasil pemeriksaan Laboratorium menunjukkan adanya peningkatan kadar gula

darah ruangan pada 24 September 2015


Klinis
:
Keluhan
Mual
Pusing
Lemas
Batuk Darah

Tanggal Pemeriksaan
22/9/2015
+
+
+
+

23/9/2015
+
+
+
_

24/9/2015
+
+
+
-

HasilPemeriksaanKlinis
PemeriksaanKlinik Nilai
Suhu
38C
Nadi
88x/menit
Respirasi
20 x/menit
TekananDarah
120/80 mmHg
Sumber : Data RekamMedik RSUD (2015)

Nilai Normal
36-37C
60-100 x/menit
20-30 x/menit
120/80 mmHg

Keterangan
Tinggi
Normal
Normal
Tinggi

Terdapat perubahan pada kondisi fisik terdapat pasien pada hari ke-2
perawatan sudah tidak terdapat batuk darah, dan pada klinisnya pasien masih dalam

batas normal
Asupan
: Asupanpasiensesuaikebutuhan

Asupan di RS
Hari Pertama
22 September 2015

Asupan
Kebutuhan
%Asupan

Energi
(KKAL)
1700
1928,16
44,44%

P (gr)

L(gr)

KH (gr)

56.8
96,40
36,69%

51.1
42,848
32,67%

255.9
313,326
53,19%

Kategori
KURANG
KURANG KURANG
KURANG
Hari Kedua
Kebutuhan
1928,16
96,40
42,848
313,326
23 September
% Asupan
45,99%
40,56%
53,67%
45,21%
Kategori
KURANG
KURANG KURANG
KURANG
Hari Ketiga
Kebutuhan
1928,16
96,40
42,848
313,326
% Asupan
50,11%
46,77%
58,23%
45,55%
Kategori
KURANG
KURANG KURANG
KURANG
Terjadi peningkatan asupan makanan pasien seiring dengan membaiknya kondisi pasien selama masa
asuhan gizi, Akan tetapi pasien masih kategori kurang, asupan makanan selama perawatan tidak
terjadi perubahan karena rasa mual yang dirasakan pasien.
Diagnosis Medis:
Tanggal
22/10/15

Diagnosa Medis
TB
DM

Diagnosa Gizi
Paru Domain Intakea :
1.Intake energi tidak adekuat
berkaitan

dengan

konsumsi

makan yang kurang ditandai


dengan asupan energi sebelum
masuk rumah sakit 44% dari
kebutuhan (NI-1.4)
2.Domain klinis :

Perubahan

nilai

berkaitan

dengan

gangguan

endokrin

ditandai

fungsi

laboratorium

dengan : GDR 254 mg/dl dan


GDS : 283 mg/dl (NC-2.2)
3.Domain Behavior
Kurangnya

:
pengetahuan

berhubungan dengan makanan


sehat
kurangnya

berkaitan
informasi

dengan
ditandai

dengan suka mengosumsi teh


manis dan gorengan (NB-1.1)
23/10/15

TB

Paru

24/10/15

DM
TB

Paru

DM

LAPORAN STUDI KASUS


DIARE AKUT DAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN ATAS
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DEPOK

Junita Herawati
NIM: 1110714028

Program Pendidikan Gizi Kesehatan


Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Tahun
2015

LAPORAN KASUS

A. IDENTITAS PASIEN

Nama

: Nn.D

No RM

Umur

: 13 tahun

Ruang

: Nuri

Sex

: Perempuan

Tgl Masuk : 21 September 2015

Pekerjaan :

Tgl Kasus : 22 September 2015

Pendidikan:

Alamat

Agama

: Islam

: Jl. Pasir putih RT/RW 01

Diagnosis medis :
Diare akut
ISPA

C. DATA SUBYEKTIF

1. Berkaitan dengan Riwayat Penyakit


Keluhan Utama
Demam, mual, nyeri lambung, muntah
Riwayat Penyakit Sekarang
Mencret, batuk, pilek, demam
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat Penyakit Keluarga
(Sumber : Observasi Langsung dan Rekam Medis 178961 Tahun 2015)
2. Berkaitan Dengan Riwayat Gizi
Data Sosio ekonomi

Penghasilan : Jumlah anggota keluarga : 9(Sembilan)


Suku : Batak

Aktifitas fisik

Jenis olahraga sebelum sakit : voley


Frekuensi : 2x1minggu
Jumlah jam tidur sebelum sakit: 10 jam
Jumlah jam tidur setelah sakit: Sering tidur

Alergi makanan

Tidak ada alergi makan

Masalah gastrointestinal

Nyeri ulu hati (Ya/tidak )


Mual (Ya/tidak )
Muntah (Ya/tidak)
Diare (Ya/tidak)
Konstipasi (Ya/tidak )
Anoreksia (Ya/tidak)
Perubahan pengecapan/penciuman (Ya/tidak )
BAB dan BAK (ya/tidak)tidak terasa/terasa

Penyakit kronik

Jenis penyakit : Modifikasi diet : -

Kesehatan mulut/menelan

Jenis dan lama pengobatan : Sulit menelan (Ya/tidak),


Stomatitis (ya/tidak)

Pengobatan

Gigi lengkap (ya/tidak)


Vitamin/mineral/suplemen gizi lain : Sakatonik

Perubahan berat badan

Frekuensi dan jumlah : Tidak ada perubahan berat berat badan

Riwayat / pola makan

Riwayat makan sebelum sakit (dirumah): Os suka mengkonsumsi


makanan teh manis, chiki jajanan warung, permen
Riwayat makan setelah sakit(Dirumah sakit): L, RG

C. DATA OBYEKTIF
21. Antropometri
BB : 28 kg

TB : 140 cm

22. Pemeriksaan fisik dan klinik :


m. Pemeriksaan Fisik : demam, mual, nyeri lambung, dan muntah
n. Pemeriksaan klinik
Pemeriksaan Klinik
Suhu
Nadi
Respirasi
Tekanan Darah

Nilai
37C
100x/menit
20 x/menit
110/100 mmHg

Nilai Normal
36-37C
60-100 x/menit
20-30 x/menit
120/80 mmHg

Keterangan
Normal
Normal
Normal
Normal

23. Pemeriksaan laboratorium :


Pemeriksaan darah

21/9/2015

23/9/15

Satuan

Satuan

Nilai Normal

Hemoglobin

15,6g/dl

13.0-16.0

Normal

Hematokrit

43,3 %

40-48 %

Normal

Leukosit

20,9 ribu/mm3

--

4.2-10.5

Tinggi

Trombosit

509 ribu/uL

150-450

Tinggi

70-140

Normal

Glukosa

darah 139 mg/dl

Keterangan

sewaktu
Natrium

137

143

135-155

Normal

Kalium

1,6

1,2

3,5-5,5

Rendah

Klorida

108

99

95-108

Normal

24. Pemeriksaan penunjang


Radiologi : -

Anamnesis Gizi : Recall 24 jam dirumah


Waktu
Pagi

Menu
Nasi uduk

Teh Manis
Siang

Nasi

Snack

Pisang

Malam

Bubur Ayam

Bahan Makanan
Nasi putih
Tahu
Bihun
Gula
The
Nasi putih
Sayur
Telur
Pisang

Berat (g)
100
30
30
30
20
100
100
25,25
50

E
175
2,5
5,8
150
0
175
25
35,25
50

P
4
0,16
0,13
0
0
4
1
3,5
7

L
0
0,1
0
0
0
0
0
2,5
2

KH
40
0,23
1,3
36
5
40
1
0
0

Nasi
Ayam

100
40

175
150

4
7

0
13

40
0

943,55
1191,5
79,1

21,63
65,2
33,17

17,6
86,9
20,25

163,53
282,57
57,87

Total
Kebutuhan
% kebutuhan

(Tgl : 22 September 2015)


Waktu
Pagi

Menu
Kentang

Teh Manis
Siang

Kentang

Snack

Pisang

Malam

Bubur Ayam

Total
Kebutuhan
% kebutuhan

Bahan Makanan
Kentang
Sayur
Bubur putih
Gula
The
Kentang
Sayur
Telur
Pisang

Berat (g)
210
100
200
39
20
210
100
25,25
50

E
87,25
25
87,25
150
0
87,25
25
35,25
50

P
4
1
4
0
0
4
1
3,5
7

L
0
0
0
0
0
0
0
2,5
2

KH
20
1
20
36
5
20
1
0
0

Bubur putih
Ayam

400
40

175
150

4
7

0
13

40
0

1159

522,5
1191,5
43,8

35,5
65,2
54,4

17,5
86,9
20,1

143
282,57
50,6

Anamnesis Gizi :
(Tgl : 23 September 2015)
Waktu
Pagi

Menu
Kentang

Teh Manis
Siang

Kentang

Snack

Pisang

Malam

Bubur Ayam

Bahan Makanan
Kentang
Sayur
Ayam
Gula
The
Kentang
Sayur
Tahu
Pisang

Berat (g)
210
200
40
39
20
210
100
25,25
35

E
170
50
150
150
0
170
25
35,25
50

P
8
1
7
0
0
8
1
3,5
0

L
0
0
13
0
0
0
0
2,5
12

KH
40
1
0
36
5
40
1
0
0

Bubur putih
Ayam

400
40

175
150

4
7

0
13

40
0

1159

1125,25 39,5
1191,5 65,2
94,4
60,58

55,5
86,2
64,38

163
282,57
57,68

Bahan Makanan
Kentang
Sayur
Ayam
Gula
The
Kentang
Sayur
Tahu
Pisang

Berat (g)
210
200
40
39
20
210
100
25,25
35

E
175
50
150
150
0
170
25
35,25
50

P
4
1
7
0
0
8
1
3,5
0

L
0
0
13
0
0
0
0
2,5
12

KH
40
1
0
36
5
40
1
0
0

Kentang
Ayam
Tempe

210
40
50

175
150
75

4
7
5

0
13
3

40
0
7

Total
Kebutuhan
% kebutuhan

Anamnesia gizi :
(Tgl : 24 september 2015)
Waktu
Pagi

Menu
Kentang

Teh Manis
Siang

Kentang

Snack

Pisang

Malam

Bubur Ayam

1159

Total
Kebutuhan
% kebutuhan

6. Terapi Medis

1200,25 44,5
1191,5 65,2
100,7
68,25

58,5
86,2
67,86

Jenis Obat

Fungsi

Pamol

Meringankan sakit atau nyeri, sakit kepala dan


menurunkan demam

Ranitidine

Mengatasi

produksi

asam

lambung,

gangguan pencernaan
Ondarin

Mengatasi mual dan muntah

Zinc

Sebagai nutrisi lambung

Ambroxol

Sebagai pengecer dahak

D. ASSESMENT GIZI

21. Antropometri

BB = 28 kg
TB = 140cm
BBI = 140 100 x 90% = 50 kg

IMT

Tabel 1.1 Kategori dan Ambang Batas Status Gizi Dewasa

mencegah

170
282,57
60,16

Kategori status gizi


Obesitas II

Nilai ambang batas


>30.0

Obesitas I

25,0-29,9

Beresiko

23.0-24.9

Berat Badan Lebih

>23.0

Normal

18.5-22.9

Berat Badan Kurang

<18.5

Sumber : WHO, 2000

Kesimpulan : Berdasarkan hasil perhitungan IMT, untuk status gizi pasien dengan usia 40
tahun termasuk kedalam kategori gizi kurang I menurut WHO (2000).
22. Biokimia

Tabel 1.2 Hasil Pemeriksaan laboratorium


Pemeriksaan darah

Satuan

Nilai Normal

Keterangan

Hemoglobin

13.9 g/dl

13.0-16.0

Normal

Hematokrit

45.6 %

40-48 %

Normal

Leukosit

6.9 ribu/mm3

4.2-10.5

Normal

Trombosit

141 ribu/uL

150-450

Rendah

Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium selama dirumah sakit terlihat bahwa kadar
hemoglobin, hematokrit, dan leukosit pasien dikategorikan normal. Namun untuk kadar
trombosit pasien dikategorikan rendah sehingga dapat menyebabkan DHF.

23. Fisik dan Klinis


a.

Data Fisik

:
:

Tabel 2.3 Hasil Pemeriksaan Fisik


Pemeriksaan

Hasil Pemeriksaan Fisik


20/09/2015

Kesan Umum

Composmemtis.

Mual, nyeri lambung, muntah, demam


Sumber : Data Rekam Medik RSUD (2015)
Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, kondisi pasien yaitu composmemtis. Pada awal
masuk ditambah dengan mual, nyeri lambung, muntah dan demam..

Data Klinis

Tabel 2.4 Hasil Pemeriksaan Klinis


Pemeriksaan Klinik Nilai
Nilai Normal
Suhu
38C
36-37C
Nadi
88x/menit
60-100 x/menit
Respirasi
20 x/menit
20-30 x/menit
Tekanan Darah
170/100 mmHg
120/80 mmHg
Sumber : Data Rekam Medik RSUD (2015)

Keterangan
Tinggi
Normal
Normal
Tinggi

Berdasarkan hasil pemeriksaan klinis dapat dilihat dalam pemeriksaan nadi dan
respirasi pemeriksaan normal. Untuk pemeriksaan suhu yaitu tinggi. Suhu yang tinggi dapat
menyebabkan demam pada pasien. Untuk pemeriksaan tekanan darah lebih tinggi dari pada
nilai normal atau rujukan.
24. Dietary History

Food habits : jarang mengkonsumsi buah , suka mengkonsumsi chiki 1 hari 4 bungkus chiki ,
es teh manis 1 hari 3 gelas, jarang mengkonsumsi sayuran

E. DIAGNOSiS GIZI

Domain Intake :
N1 52.1

Intake protein dalam makanan lebih rendah dibandingkan dengan


kebutuhan standar yang dengan kurangnya pengetahuan dalam
pemilihan makanan ditandai dengan asupan protein

2. Domain Klinis :
NC 3.1

Berat badan kurang berkaitan dengan pola makan yang salah ditandai
dengan status IMT 14,28 (underweight)

Domain Behavior :
NB 1.1

Kurangnya pengetahuan yang berhubungan dengan makanan/zat gizi


berkaitan dengan kurangnya informasi ditandai dengan belum pernah
mendapatkan informasi mengenai diet yang sesuai dengan keadaan
pasien.

M. INTERVENSI GIZI
I.PLANNING
1. Terapi Diet

: Diet dengan RS, TKTP

2. Bentuk Makanan

: Nasi Tim

3. Cara Pemberian

: Oral

4. Tujuan Diet

a. Menaikkan berat badan pasien menjadi normal / ideal


b. Menaikan kalium mendekati normal
c. Memberikan informasi mengenai makanan yang sehat dan mengandung zat gizi
d. Menurunkan tekanan darah mendekati normal
5. Syarat / prinsip Diet:
a. Energi sesuai kebutuhan yaitu 1191,5 kkal
b. Protein 15% dari total kebutuhan energy
c. Lemak 20% dari total kebutuhan energi
d. Karbohidrat sisa dari kebutuhan energi total
e. Makanan diberikan dalam bentuk NT
f. Makanan diberikan dengan jenis diet rendah serat dan TKTP
6. Bahan Makanan yang dianjurkan :
Beras,
Apel
Tempe
Pisang
The
Kentang rebus
7. Bahan makanan yang tidak dianjurkan

Makanan berlemak
Susu , mentega , es krim, keju
Makanan yang mengandung gas berlebih contoh kubis, kol , kacang kacangan
8. Perhitungan Kebutuhan energi dan zat gizi
Kebutuhan gizi : BBI = (TB-100)-10%
= (140-100)-10% = 36
Energi
: BMR = 655 + (9,6 x BB) + ((1,8 x TB) (4,7 x U)
= 655+345,6+252-61
= 1191,5
TEE = BMR x F.A x F.S
= 1191,5 x 1,3 x 1,2 = 1738 kkal
Protein
= 15% x E
= 15% x 1191,5: 4 = 44,6 gram
Lemak
= 20% x E
= 20% x 1191,5: 9 = 59.2gram
KH
= 65% x E
= 65% x 1191,5: 4 = 193.6 gram
9. Rencana Parameter yang Dimonitor
Antropometri
Biokimia
Fisik dan klinik
Klinik
Dietary

: Status gizi
: Trombosit
: Mual, Muntah, demam
: Tekanan darah, nadi, respirasi dan suhu
: Asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat.

10. Rencana Konsultasi Gizi

c. Masalah gizi : Status gizi pasien kurang dikarenakan pengetahuan yang kurang
h. Tujuan
:
Memotivasi pasien untuk memperbaiki pola makannya agar sesuai dengan kebutuhan
Meningkatkan pengetahuan pasien mengenai pola makan yang baik
Menurunkan tekanan darah mendekati normal
Memberikan pengetahuan kepada pasien mengenai makanan yang boleh dikonsumsi
dan yang dilarang untuk dikonsumsi
i. Media
: Leaflet
j. Materi
:
Menjelaskan pengaturan makan diet RS dan TKTP
Menjelaskan penggunaan bahan makanan penukar
Bahan makanan yang dibatasi dan dianjurkan
Memberikan contoh menu sehari

II. IMPLEMENTASI
1. Kajian Terapi Diet Rumah Sakit

Jenis Diet

: RS TKTP

Bentuk Makanan : NT

Cara Pemberian

: Oral

Nilai Gizi

HARI PERTAMA

Energi (kkal)

Protein

Lemak

Karbohidrat

(gram)

(gram)

(gram)

Standar diet RS

1678,4 kkal

49,1gr

52,8gr

249,7gr

Kebutuhan (planning)
% standar/kebutuhan

1191,5kkal
43,8%

65,2
54,4%

86,9
20,1%

282,57
50,6%

10. Rekomendasi Diet :


f. Standar diet:
Pola Menu

STANDAR DIET RS

REKOMENDASI

Makan Pagi

MP + LH + SAYUR

STANDAR DIET
MP + LH + SAYUR + BUAH

Selingan pagi

SNACK

SUSU + Pudding

Makan siang

MP + LH + LN + SAYUR

MP + LH + LN + SAYUR +
BUAH

Selingan siang

BUAH

Hunkue diet

Makan malam

MP + LH + LN + SAYUR

MP + LH + LN + SAYUR +
BUAH

Selingan malam

Setup Apel Merah

11. Nilai Gizi Rekomendasi Diet


Energi(kcal)

Protein(g)

Lemak(g)

Karbohidrat(g)

1191,5

65,2

86,9

282,57

12. Pemesanan Diet : RS TKTP

k. MONITORING , EVALUASI DAN TINDAK LANJUT


a. Antropometri :
TANGGAL

BERAT

TINGGI BADAN

STATUS GIZI

140

underweight

28

140

underweight

september2015
24
september 28

140

underweight

BADAN
september 28

22
2015
23

2015
b. Biokimia
:
Hasil pemeriksaan lab hari ke I
Kalium
1,6
Sumber : Rekam Medis 17.89.61)
Hasil pemeriksaan lab hari ke III

RENDAH

21 september 2015

Kalium
1,2
(Sumber : Rekam Medis 17.89.61)

RENDAH

23 september 2015

c. Klinis

Keluhan Tanggal Pemeriksaan


22
sept 23
sept 24 Okt 2015
2015
Panas
tinggi
Mual
Pusing
Batuk
Suhu

2015
-

37,5

39C

Nadi

C
88

88

respirasi

x/menit
20

x/menit
20

x/menit

x/menit

36,5C
80 x/menit
1. /menit

1.

Dietary
TANGGAL
HARI KE 1 KEBUTUHAN
22
ASUPAN

ENERGI
1191,5
522,5

P
65,2 gr
35,5

L
86,9 gr
17,5

KH
282,87
143

43,8 %
KURANG
1191,5 kkal
1125,25

54,4 %
KURANG
65,2 gr
39,5

20,1%
KURANG
86,9gr
55,5

50,6%
KURANG
282,87
163

94,4%
BAIK
1191,5
1200,5

60,58%
KURANG
65,2 gr
44,5

64,38%
KURANG
86,9 gr
58,5

57,68%
KURANG
282,87
170

100%
BAIK

68,25%
KURANG

67,68%
KURANG

60,16%
BAIK

september

MAKAN
% ASUPAN
2015
KATEGORI
HARI KE 2 KEBUTUHAN
23 Oktober ASUPAN
2015

MAKAN
% ASUPAN
KATEGORI
HARI KE 3 KEBUTUHAN
24Oktober ASUPAN
2015

MAKAN
% ASUPAN
KATEGORI

KAJIAN PUSTAKA
Definisi
Diare adalah penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi defekasi lebih
dari biasanya (> 3 kali/hari) disertai perubahan konsistensi tinja (menjadi cair), dengan/tanpa
darah dan/ atau lendir. Diare akut adalah diare yang terjadi secara mendadak pada bayi dan
anak yang sebelumnya sehat. 1
Diare akut adalah buang air besar pada bayi atau anak lebih dari 3 kali perhari,
disertai perubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan darah yang
berlangsung kurang dari satu minggu. Untuk bayi yang minum ASI secara eksklusif definisi
diare yang praktis adalah meningkatnya frekuensi buang air besar atau konsistesinya menjadi
cair yang menurut ibunya abnormal atau tidak seperti biasanya. Kadang-kadang pada seorang
anak buang air besar kurang dari 3 kali perhari, tetapi konsistesinya cair, keadaaan ini sudah
dapat disebut diare 2
Diare kronik adalah diare yang berlanjut sampai 2 minggu atau lebih dengan tersebut.
1

3.2 Epidemiologi
Data WHO menyatakan bahwa diare adalah penyebab nomor satu kematian balita di
dunia. UNICEF memperkirakan bahwa setiap 30 detik ada anak meninggal karena diare. Di
Indonesia setiap tahunnya 100.000 anak meninggal karena diare. Survey Demografi dan

kesehatan indonesia (SDKI) melaporkan bahwa balita yang menderita diare dua minggu
sebelum survey pada tahun 1997 sebesar 10,4% dan pada tahun 2002 sebesar 11%. 8
Penelitian yang berbasis masyarakat, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilaksanakan
di 33 provinsi pada tahun 2007, melaporkan bahwa angka nasional prevalensi klinis Diare
9,0%, dengan rentang 4,2% - 18,9%. Beberapa provinsi mempunyai prevalensi Diare klinis di
atas angka nasional (9%) di 14 provinsi, prevalensi tertinggi di NAD dan terendah di DI
Yogyakarta, sementara Sulawesi Utara berada diangka nasional 5,4% di bawah angka ratarata nasional.9
3.3 Etiologi
Penyebab diare dapat dibagi menjadi 2 bagian ialah penyebab langsung dan penyebab
tidak langsung atau faktor-faktor yang dapat mempengaruhi atau mempercepat terjadinya
diare. Dapat dibagi dalam beberapa faktor:
1.
Faktor infeksi
Pada saat ini, dengan kemajuan dibidang teknik laboratorium telah dapat
diidentifikasi tidak kurang dari 25 jenis mikroorganisme yang dapat menyebabkan diare pada
anak dan bayi. Penyebab infeksi utama timbulnya diare umumnya adalah golongan virus,
bakteri dan parasit. dua tipe dasar dari diare akut oleh karena infeksi adalah non-inflamatory
dan inflammatory.
Enteropatogen menimbulkan non-inflamatory diare melalui produksi enterotoksin
oleh bakteri, destruksi sel permukaan villi oleh virus, perlekatan oleh parasit, perlekatan dan/
atau translokasi dari bakteri. Sebaliknya inflammatoyi diare biasanya disebabkan oleh bakteri
yang menginvasi usus secara langsung atau memproduksi sitotoksin. 2,3
Infeksi internal yaitu infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare
pada anak.
a. Infeksi Bakteri : Shigella, Salmonella, E.Coli, Clostridium Perfringens, Stafilokokus
Aureus.
b. Infeksi Virus
c. Infeksi Parasit

: Rotavirus, Adenovirus.
: Protozoa, Entamoeba Histolytica, Giardia Lamblia, Balantidium Coli,

Ascaris, Trichiuris, Jamur.


3.4 Cara Penularan dan Faktor Risiko2
Cara penularan diare pada umumnya melalui cara fekal-oral melalui makanan atau
minuman yang tercemar oleh enteropatogen, atau kontak langsung tangan dengan penderita
atau barang-barang yang telah tercemar tinja penderita atau tidak langsung melalui lalat
(melalui 4F = fingers, flies, fluid, field)
Faktor resiko yang dapat meningkatkan penularan enteropatogen antara lain: tidak
memberikan ASI secara penuh untuk 4-6 bulan pertama kehidupan bayi, tidak memadai
penyediaan air bersih, pencemaran air oleh tinja, kurangnya sarana kebersihan , tidak higienis

dan cara penyapihan yang kurang baik. Selain hal-hal tersebut beberapa faktor pada penderita
dapat meningkatkan kecenderungan untuk dijangkiti diare antara lain: gizi buruk,
imunodefisiensi, berkurangnya keasaman lambung, menurunnya motilitas usus, menderita
campak dalam 4 minggu terakhir dan faktor genetik.

Faktor Umur
Sebagian besar episode diare terjadi pada 2 tahun pertama kehidupan. Insidensi tertinggi
terjadi pada kelompok umur 6-11 bulan pada saat diberikan makanan pendamping ASI. Pola
ini menggambarkan kombinasi efek penurunan kadar antibodi ibu, kurangnya kekebalan aktif
bayi, pengenalan makanan yang mungkin terkontaminasi bakteri tinja dan kontak langsung
dengan tinja manusia atau binatang pada saat bayi mulai merangkak.

Infeksi asimptomatik
Sebagian besar infeksi usus bersifat asimptomatik dan proporsi asimtomatik ini meningkat
setelah umur 2 tahun dikarenakan pembentukan imunitas aktif. Pada infeksi asimptomatik
yang mungkin berlangsung beberapa hari atau minggu, tinja penderita mengandung virus,
bakteri, atau kista protozoa yang infeksius. Orang dengan infeksi asimptomatik berperan
penting dalam penyebaran banyak enteropatogen terutama bila mereka tidak menyadari
adanya infeksi, tidak menjaga kebersihan dan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat
lain.

Faktor Musim
Variasi pola musiman diare dapat terjadi menurut letak geografis. Di daerah sub tropik, diare
karena bakteri lebih sering terjadi pada musim panas, sedangkan diare karena virus terutama
rotavirus puncaknya terjadi pada musim dingin. Di daerah tropik (termasuk Indonesia) diare
yang disebabkan oleh rotavirus dapat terjadi sepanjang tahun dengan peningkatan sepanjang
musim kemarau, sedangkan diare karena bakteri cenderung meningkat pada musim hujan.
3.5 Patogenesis1
Sesuai dengan perjalanan penyakit diare, pathogenesis penyakit diare dibagi atas:
a. Diare Akut
Patogenesis diare akut oleh infeksi pada garis besarnya dapat digambarkan sebagai
berikut:
- Masuknya mikroorganisme ke dalam saluran pencernaan
- Berkembangbiaknya mikroorganisme tersebut setelah berhasil melewati asam
-

lambung
Dibentuknya toksin (endotoksin) oleh mikroorganisme
Adanya rangsangan pada mukosa usus yang menyebabkan terjadinya hiperperistaltik

dan sekresi cairan usus mengakibatkan terjadinya diare.


b. Diare Kronik
Patogenesis diare kronik lebih rumit karena terdapat beberapa faktor yang satu sama lain
saling mempengaruhi.
Faktor-faktor tersebut antara lain:

- Infeksi Bakteri
Misalnya ETEC (Enterogenic Toxigenic E.Coli) yang sudah resisten terhadap obat. Juga
diare kronik dapat terjadi kalau ada pertumbuhan bakteri berlipat ganda (over growth)
dari bakteri non patogen, seperti Pseudomonas, Klebsiella dsb.
- Infeksi parasit: terutama E.Hystolitica, Giardia Lamblia, Trichiuris Trichiura,
-

Candida, dsb.
KKP ( Kekurangan Kalori Protein)
Pada penderita KKP terdapat atrofi semua organ termasuk atrofi mukosa usus halus,

mukosa lambung, hepar dan pankreas. Akibatnya terjadi defisiensi enzim yang dikeluarkan
oleh organ-organ tersebut (lactase, maltase, sukrase, HCl, tripsin, pankreatin, lipase, dsb)
yang menyebabkan makanan tidak dapat dicerna dan diabsorpsi dengan sempurna. Makanan
yang tidak absorpsi tersebut akan menyebabkan tekanan osmotic koloid di dalam lumen usus
meningkat menyebabkan terjadinya diare osmotic. Selain itu juga akan menyebabkan
overgrowth bakteri yang akan menambah beratnya malabsorpsi dan infeksi.
Patogenesis terjadinya diare yang disebabkan virus yaitu virus yang menyebabkan
diare pada manusia secara selektif menginfeksi dan menghancurkan sel-sel ujung villus pada
usus halus. Biopsi usus halus menunjukkan berbagai tingkat penumpukan villus dan infiltrasi
sel bundar pada lamina propria. Perubahan-perubahan patologis yang diamati tidak
berkolerasi dengan keparahan gejala-gejala klinis dan biasanya sembuh sebelum
penyembuhan diare. Mukosa lambung tidak terkena walaupun biasanya digunakan istilah
gastroenteritis, walaupun pengosongan lambung tertunda telah didokumentasi selama
infeksi birus Norwalk.
Virus akan menginfeksi lapisan epithelium di usus halus dan menyerang villus di usus
halus. Hal ini menyebabkan fungsi absorpsi usus halus terganggu. Sel-sel epitel usus halus
yang rusak diganti oleh eritrosit yang baru berbentuk kuboid yang belum matang sehingga
fungsinya belum baik. Villus mengalami atrofi dan tidak dapat mengabsorpsi cairan dan
makanan dengan baik. Selanjutnya cairan dan makanan yang tidak terserap/tercerna akan
meningkatkan tekanan koloid osmotic usus dan terjadi hiperperistaltik usus sehingga cairan
beserta makanan yang tidak terserap terdorong keluar usus melalu anus, menimbulkan diare
osmotic dari penyerapan air dan nutrient yang tidak sempurna.
Pada usus halus enterosit villus sebelah atas adalah sel-sel yang terdiferensiasi yang
mempunyai fungsi pencernaan seperti hidrolisis disakarida dan fungsi penyerapan seperti
transport air dan elektrolit melalui pengangkut bersama (kotransporter) glukosa dan asam
enzim hidrofilik tepi bersilia dan merupakan pensekresi (secretor) air dan elektrolit. Dengan
demikian infeksi virus selektif sel-sel ujung villus usus menyebabkan (1) ketidakseimbangan

rasio penyerapan cairan usus terhadap sekresi, dan (2) malabsorpsi karbohidrat kompleks,
terutama laktosa.
Diare karena bakteri terjadi melalui salah satu mekanisme yan gberhubungan dengan
pengaturan transport ion dalam sel-sel usus cAMP, cGMP, dan Ca dependent. Patogenesis
terjadinya diare oleh salmonella, shigella, E.Coli agak berbeda dengan pathogenesis diare
oleh virus tetapi prinsipnya hampir sama. Bedanya bakteri ini dapat menembus (invasi) sel
mukosa usus halus sehingga dapat menyebabkan reaksi sistemik. Toksin shigella juga dapat
masuk ke dalam serabut saraf otak sehingga menimbulkan kejang. Diare oleh kedua bakteri
ini dapat menyebabkan adanya darah dalam tinja yang disebut disentri.2

3.6 Manifestasi Klinis2


Infeksi usus menimbulkan tanda dan gejala gastrointestinal serta gejala lainnya bila
terjadi komplikasi ekstraintestinal termasuk manifestasi neurologis. Gejala gastrointestinal
bisa berupa diare, kram perut dan muntah. Sedangkan manifestasi sistemik bervariasi
tergantung pada penyebabnya.
Penderita dengan diare cair mengeluarkan tinja yang mengandung sejumlah ion
natrium, klorida, bikarbonat. Kehilangan air dan elektrolit ini bertambah bila ada muntah dan
kehilangan air juga meningkat bila ada panas. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi, asidosis
metabolik, dan hipokalemia. Dehidrasi merupakan keadaan yang paling berbahaya karena
dapat menyebabkan hivolemia, kolaps kardiovaskuler dan kematian bila tidak diobati dengan
tepat. Dehidrasi yang terjadi menurut tonisitas plasma dapat berupa dehidrasi isotonik,
dehidrasi hipertonik (hipernatremi) atau dehidrasi hipotonik.
Bila terdapat panas dimungkinkan karena proses peradangan atau akibat dehidrasi. Panas
badan umum terjadi pada penderita dengan inflammatory diare. Nyeri perut yang lebih hebat
dan tenesmus yang terjadi pada perut bagian bawah serta rectum menunjukan terkenanya
usus besar.
Mual dan muntah adalah sintomp yang non spesifik akan tetapi muntah disebabkan
oleh karean organisme yang menginfeksi saluran cerna bagian atas seperti : enteric virus,
bakteri yang memproduksi enterotoksin, Giardia, dan Cryptosporidium.
Muntah juga sering terjadi pada non inflammatory diare biasanya penderita tidak
panas atau hanya subfebris, nyeri perut periumbilikal tidak berat, watery diare menunjukan
bahwa sakluran cerna bagian atas yang terkena.
Pemeriksaan laboratorium lengkap pada diare akut umumnya tidak diperlukan, hanya pada
keadaan tertentu mungkin diperlukan misalnya penyebab dasarnya tidak diketahui atau ada
sebab-sebab lain selain diare akut atau pada penderita dengan dehidrasi berat. Contoh:
pemeriksaan darah lengkap, kultur urine, dan tinja pada sepsis atau infeksi saluran kemih.
Pemeriksaan laboratorium yang kadang-kadang diperlukan pada diare akut:
Darah : darah lengkap, serum elektrolit, analisa gas darah, glukosa darah, kultur dan tes
kepekaan terhadap antibiotika
Urine : urine lengkap, kultur dan test kepekaan terhadap antibiotika
Tinja :
Pemeriksaan makropskopik:
Pemeriksaan makroskopik tinja perlu dilakukan pada semua penderita dengan diare
meskipun pemeriksaan laboratorium tidak dilakukan. Tinja yang watery dan tanpa mukus
atau darah biasanya disebabkan oleh enterotoksin virus, protozoa, atau disebabkan oleh
infeksi di luar saluran gastrointestinal.

Pemeriksaan mikroskopik untuk mencari adanya leukosit dapat memberikan


informasi tentang penyebab diare, letak anatomis, serta adanya proses peradangan mukosa.
Leukosit dalam tinja diproduksi sebagai respon terhadap bakteri yang menyerang mukosa
kolon. Leukosit yang positif pada pemeriksaan tinja menunjukkan adanya kuman invasive
atau kuman yang memproduksi sitotoksin seperti Shigella, Salmonella, C.jejuni, EIEC, dan
kemungkinan Aeromonas. Leukosit yang ditemukan pada umumnya adalah leukosit PMN,
kecuali pada S.Typhii leukosit monomuklear. Parasit yang menyebabkan diare pada
umumnya tidak memproduksi leukosit dalam jumlah banyak. Normalnya tidak diperlukan
pemeriksaan untuk mencari telur atau parasit kecuali terdapat riwayat baru saja bepergian ke
daerah resiko tinggi , kultur tinja negative untuk enteropatogen, diare lebih dari dua minggu
atau pada penderita immunocompromised.
3.8 Penatalaksanaan9
Departemen Kesehatan mulai melakukan sosialisasi Panduan Tata Laksana
Pengobatan Diare pada balita yang baru didukung oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia,
dengan merujuk pada panduan WHO. Untuk itu, Departemen Kesehatan menetapkan lima
pilar penatalaksanaan diare bagi semua kasus diare yang diderita anak balita baik yang
dirawat di rumah ataupun sedang dirawat di Rumah Sakit, yaitu:2
1. Rehidrasi dengan menggunakan oralit baru
2. Zinc diberikan selama 10 hari berturut-turut
3. ASI dan makanan tetap diteruskan
4. Antibiotik selektif
5. Nasihat kepada orang tua
Rehidrasi dengan Oralit Baru, dapat mengurangi rasa mual dan muntah
Berikan segera bila anak diare, untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi. Oralit
formula lama dikembangkan dari kejadian luar biasa diare di Asia Selatan yang terutama
disebabkan oleh karena disentri, yang menyebabkan berkurangnya lebih banyak elektrolit
tubuh, terutama natrium. Oralit baru ini adalah oralit dengan osmolaritas yang rendah.
Keamanan oralit ini sama dengan oralit yang selama ini digunakan, namun efektivitasnya
lebih baik daripada oralit formula lama. Oralit baru ini juga menurunkan kebutuhan
suplementasi intravena dan mampu mengurangi pengeluaran tinja hingga 20% serta
mengurangi kejadian muntah hingga 30%.

Tabel 7. Komposisi Oralit Baru


Ketentuan pemberian oralit formula baru:
- Beri ibu 2 bungkus oralit formula baru
- Larutkan 1 bungkus oralit formula baru dalam 1 liter air matang, untuk persediaan
-

24 jam
Berikan larutan oralit pada anak setiap kali buang air besar, dengan ketentuan

sebagai berikut:
Untuk anak berumur < 2 tahun: berikan 50-100 ml tiap kali BAB
Untuk anak 2 tahun atau lebih : berikan 100-200 ml tiap kali BAB
Jika dalam waktu 24 jam persediaan larutan oralit masih tersisa, maka sisa larutan
harus dibuang.

Zinc diberikan selama 10 hari berturut-turut


Zinc termasuk mikronutrien yang mutlak dibutuhkan untuk memelihara
kehidupan yang optimal. Meski dalam jumlah yang sedikit, dari segi fisiologis zinc
berperan untuk pertumbuhan dan pembelahan sel, anti oksidan, perkembangan
seksual, kekebalan seluler, adaptasi gelap, pengecapan, serta nafsu makan. Zinc juga
berperan dalam sistem kekebalan tubuh dan merupakan mediator potensial pertahanan
tubuh terhadap infeksi. Dasarnya pemikiran penggunaan zinc dalam pengobatan diare
akut didasarkan pada efeknya terhadap fungsi imun atau terhadap struktur dan fungsi
saluran cerna dan terhadap proses perbaikan epitel saluran cerna selama diare.
Pemberian zinc pada diare dapat meningkatkan absorpsi air dan elektrolit oleh usus
halus, meningkatkan kecepatan regenerasi epitel usus, meningkatkan jumlah brush
border apical, dan mengingkatkan respon imun yang mempercepat pembersihan
patogen dari usus.
Dosis zinc untuk anak-anak:
Anak di bawah umur 6 bulan : 10 mg(1/2 tablet) per hari
Anak di atas umur 6 bulan : 20 mg (1 tablet) per hari

Zinc diberikan selama 10-14 hari berturut-turut meskipun anak telah sembuh dari
diare. Untuk bayi, tablet zinc dapat dilarutkan dengan air matang, ASI, atau oralit.
Untuk anak-anak yang lebih besar, zinc dapat dikunyah atau dilarutkan dalam air
matang atau oralit.
ASI dan makanan tetap diteruskan sesuai umur dengan menu yang sama pada
waktu anak sehat untuk mencegah kehilangan berat badan serta pengganti nutrisi yang
hilang. Pada diare berdarah nafsu makan akan berkurang. Adanya perbaikan nafsu
makan menandakan fase kesembuhan.
Antibiotik jangan diberikan, kecuali ada indikasi misalnya diare berdarah atau
kolera. Hanya sebagian kecil (10-20%) yang disebabkan oleh bakteri pathogen seperti
V,cholera, Shigella, Enterotoksigenik E.coli, Salmonella, Campilobacter, dan
sebagainya Pemberian antibiotic yang tidak rasional justru akan memperpanjang
lamanya diare karena akan mengganggu keseimbangan flora usus, selain itu
pemberian antibiotic yang tidak rasional akan mempercepat resistensi kuman terhdap
antibiotic, serta menambah biaya pengobatan yang tidak perlu.
Nasihat kepada orang tua. Kembali segera jika demam, tinja berdarah, berulang,
makan atau minum sedikit, sangat haus, diare makin sering, atau belum membaik
dalam 3 hari.
Infeksi saluran pernapasan akut atau sering disebut sebagai ISPA adalah terjadinya infeksi
yang parah pada bagian sinus, tenggorokan, saluran udara, atau paru-paru. Infeksi yang
terjadi lebih sering disebabkan oleh virus meski bakteri juga bisa menyebabkan kondisi ini.
Kondisi ini menyebabkan fungsi pernapasan menjadi terganggu. Jika tidak segera
ditangani, ISPA dapat menyebar ke seluruh sistem pernapasan tubuh. Tubuh tidak bisa
mendapatkan cukup oksigen karena infeksi yang terjadi dan kondisi ini bisa berakibat fatal,
bahkan mungkin mematikan.
Defensi ISPA
ISPA harus dianggap sebagai kondisi darurat, jika mencurigai terjadinya serangan
ISPA, segera cari bantuan medis. Kondisi ini berpotensi menyebar dari orang ke orang. Bagi
yang mengalami kelainan sistem kekebalan tubuh dan juga orang yang lanjut usia akan lebih

mudah terserang penyakit ini. Terlebih lagi pada anak-anak, di mana sistem kekebalan tubuh
mereka belum terbentuk sepenuhnya.
Seseorang bisa tertular infeksi saluran pernapasan akut ketika orang tersebut menghirup
udara yang mengandung virus atau bakteri. Virus atau bakteri ini dikeluarkan oleh penderita
infeksi

saluran

pernapasan

melalui

bersin

atau

ketika

batuk.

Selain itu, cairan mengandung virus atau bakteri yang menempel pada permukaan benda bisa
menular ke orang lain saat mereka menyentuhnya. Ini disebut sebagai penularan secara tidak
langsung. Untuk menghindari penyebaran virus maupun bakteri, sebaiknya mencuci tangan
secara teratur terutama setelah Anda melakukan aktivitas di tempat umum.
Gejala yang Muncul Akibat ISPA
ISPA akan menimbulkan gejala yang terutama terjadi pada hidung dan paru-paru.
Beberapa gejalanya antara lain:
Hidung

tersumbat atau berair.

Para-paru

terasa terhambat.

Batuk-batuk

dan tenggorokan terasa sakit.

Kerap

merasa kelelahan.

Tubuh

merasa sakit.

Apabila ISPA bertambah parah, gejala yang lebih serius akan muncul, seperti:
Kesulitan

bernapas.

Demam

tinggi dan menggigil.

Tingkat

oksigen dalam darah rendah.

Kesadaran

yang menurun dan bahkan pingsan.

Penyebab ISPA
Berikut ini adalah beberapa mikroorganisme penyebab munculnya ISPA yang sudah
diketahui.

Adenovirus. Gangguan pernapasan seperti pilek, bronkitis, dan pneumonia bisa disebabkan
oleh virus ini yang memiliki lebih dari 50 jenis.
Rhinovirus. Ini adalah jenis virus yang menyebabkan pilek. Tapi pada anak kecil dan orang
dengan sistem kekebalan yang lemah, pilek biasa bisa berubah menjadi ISPA pada tahap yang
serius.
Pneumokokus. Ini adalah jenis bakteri yang menyebabkan meningitis. Tapi bakteri ini bisa
memicu gangguan pernapasan lain, seperti halnya pneumonia.
Sistem kekebalan tubuh seseorang sangat berpengaruh dalam melawan infeksi virus maupun
bakteri terhadap tubuh manusia. Risiko seseorang mengalami infeksi akan meningkat ketika
kekebalan tubuh lemah. Hal ini cenderung terjadi pada anak-anak dan orang yang lebih tua.
Atau siapa pun yang memiliki penyakit atau kelainan dengan sistem kekebalan tubuh yang
lemah.
ISPA sendiri akan lebih mudah menjangkiti orang yang menderita penyakit jantung atau
memiliki gangguan dengan paru-parunya. Perokok juga berisiko tinggi terkena infeksi
saluran pernapasan akut dan cenderung lebih sulit untuk pulih dari kondisi ini.
Cara Mendiagnosis ISPA
Untuk mendiagnosis ISPA, dokter akan memeriksa sistem pernapasan Anda. Suara napas
Anda akan diperiksa untuk mengetahui apakah ada penumpukan cairan atau terjadinya
peradangan

pada

paru-paru.

Hidung

dan

tenggorokan

juga

akan

diperiksa.

Pemeriksaan dengan CT scan dan X-ray mungkin diperlukan apabila ISPA yang diderita
sudah memasuki tahap lanjutan. Kondisi paru-paru Anda akan diamati dengan kedua
prosedur di atas.
Prosedur tes fungsi paru-paru dilakukan untuk melihat seberapa jauh pernapasan pasien
terganggu dan perkembangan kondisinya. Untuk memeriksa seberapa banyak oksigen yang
masuk ke paru-paru, prosedur oksimetri nadi dapat dilakukan. Sedangkan untuk menentukan
jenis virus penyebab ISPA, sampel dahak akan diambil untuk diteliti di laboratorium.
Pengobatan yang Dilakukan pada ISPA
Belum ada obat yang efektif membunuh kebanyakan virus yang menyerang manusia.
Pengobatan yang dilakukan biasanya hanya untuk meredakan gejala yang muncul akibat
infeksi virus.

Apabila infeksi yang terjadi disebabkan oleh bakteri, serangkaian tes akan dilakukan untuk
mengetahui jenis bakteri. Setelah itu, dokter bisa menentukan antibiotik yang paling tepat
untuk membasmi bakteri penyebab infeksi.
Komplikasi yang terjadi akibat ISPA sangat serius dan bisa berakibat fatal atau mematikan
jika dibiarkan. Komplikasi yang sering kali terjadi bersamaan dengan ISPA adalah gagal
napas dan gagal jantung kongestif.
TERAPI GIZI
Untuk proses penyembuhan suatu penyakit penting dilakukan nya terapi gizi sebagai salah
satu pendukung proses penyembuhan. Terapi gizi yang digunakan untuk penyakit DHF
adalah diet rendah serat
Tujuan diet rendah serat :

Menaikan berat badan os menjadi normal

Memotivasi pasien agar memperbaiki asupan makan nya

Menaikkan kalium os

Syarat diet :

I.

KH 65%

Protein 15%

Lemak 20%

Menghindari makanan yang bergas


KESIMPULAN
-

Diagnosa medis = diare + susp

Terapi diet yang diberikan adalah RS dan TKTP

Asupan makan os selama intervensi mengalami peningkatan meskipun asupan


makan pasien sudah mulai membaik tetapi masih dalam kategori kurang, BB juga
belum mengalami perubahan menuju normal