Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Islam menaruh perhatian yang besar terhadap dunia kesehatan.Kesehatan
merupakan modal utama untuk bekerja, beribadah dan melaksanakan aktivitas
lainnya.Ajaran Islam yang selalu menekankan agar setiap orang memakan makanan
yang baik dan halal menunjukkan apresiasi Islam terhadap kesehatan, sebab makanan
merupakan salah satu penentu sehat tidaknya seseorang. Sebagaimana Firman Allah
yang terdapat dalam Q.S. Al Baqarah : 168 yang artinya : wahai sekalian manusia,
makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi. Wahai orangorang yang beriman, makanlah dari apa yang baik-baik yang Kami rezekikan
kepadamu (Q.S.Al-Baqarah: 168).
Kesehatan merupakan nikmat Allah SWT yang tak terkira yang diberikan kepada
hamba-Nya sebagai salah satu tanda kasih sayangNya demi memenuhi kebutuhan hidup
manusia. Jika kondisi fisiknya tidak sehat, seseorang akan menghadapi hambatan yang
lebih banyak dalam melakukan segenap aktivitas keseharian.Pada jaman modern yang
serba cepat dan sibuk ini, nikmat sehat makin terasa dibutuhkan seiring dengan makin
bertambah banyaknya tugas dan kesibukan seseorang. Agar mampu beribadah dan
bekerja dalam kondisi yang serba sibuk ini, selayaknya seorang muslim memandang
penting masaah kesehatan.Bagi seorang muslim, contoh terbaik dalam menjaga
kesehatan adalah contoh diberikan oleh Rasulullah SAW.
Rasulullah sangat jarang mengalami sakit meskipun mempunyai banyak aktivitas
seperti berdakwah, beribadah, dan bahkan terjun langsung dalam peperangan, serta
sering menghadapi hal-hal yang sangat menekan perasaan. Menurut beberapa sirah,
selama hidupnya Rasulullah hanya sakit dua kali. Yaitu saat menerima wahyu pertama,
ketika itu beliau mengalami ketakutan yang sangat sehingga menimbulkan demam
hebat, dan yang satunya lagi menjelang beliau wafat. Saat itu beliau mengalami sakit
yang cukup parah, hingga akhirnya wafat. Ada pula yang menyebutkan bahwa
Rasulullah mengalami sakit lebih dari dua kali termasuk ketika sakit di tenung oleh
seorang Yahudi dan di racun oleh seorang wanita Yahudi setelah perang Khaibar.

Kebidanan Dalam Islam (Sunnah Rasullulah terkait Kesehatan) Linda Yulyani

|1

Mengapa Rasulullah jarang sakit? Pertanyaan yang sangat menarik untuk


dikemukakan. Secara umum, Rasulullah SAW jarang sakit karena mampu mencegah
hal-hal yang berpotensi mendatangkan penyakit. Dengan kata lain, beliau sangat
menekankan aspek pencegahan daripada pengobatan. Banyak ayat-ayat AlQuran dan
Sunnah yang mengemukakan upaya pencegahan penyakit. Dalam shahih Bukhari saja
tak kurang dari 80 hadist yang membicarakan masalah ini. Belum lagi yang tersebar di
dalam kitab Shahih muslim, Sunan Abu Dawud, Tirmidzi, Baihaqi, Ahmad, dan lainlain.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan kesehatan dalam islam ?
2. Bagaimana cara Rasulullah menjaga kesehatan ?
3. Sunah Rasulullah dalam menjaga kesehatan ?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kesehatan dalam perspektif islam.
2. Untuk mengetahui cara Rasululah dalam menjaga kesehatan.
3. Untuk mengetahui sunah rasululah dalam menjaga kesehatan.
4. Untuk menganalisis jurnal ilmiah yang terkait sunah islam dalam menjaga
kesehatan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Sehat

Kebidanan Dalam Islam (Sunnah Rasullulah terkait Kesehatan) Linda Yulyani

|2

Sehat merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbebas dari penyakit akan
tetapi meliputi seluruh aspek kebutuhan manusia yang meliputi aspek fisik, emosi,
social, dan spiritual. Sehat menurut batasan World Health Organization adalah keadaan
sejahtera dari badan, jiwa, dan social yang memungkinkan setiap orang hidup produktif
secara social dan ekonomis.
Dalam pengertian yang paling luas. Sehat merupakan suatu keadaan yang dinamis
di mana individu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan
internal (psikologis, intelektual, spiritual dan penyakit) dan eksternal (lingkungan
fisik, social, dan ekonomi) dalam mempertahankan kesehatannya.
Dalam UU No.23,1992. Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan
social yang memungkinkan hidup produktif secara social dan ekonomi. Dalam
pengertian ini, maka kesehatan harus di lihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri
dari unsur-unsur fisik, mental dan social dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakan
bagian integral kesehatan (Mufid, Ahmad Syafii dkk, 2008).
Tujuan Islam mengajarkan hidup yang bersih dan sehat adalah menciptakan
individu dan masyarakat yang sehat jasmani, rohani dan sosial sehingga umat manusia
mampu menjadi umat yang pilihan.
Dalam Islam dikatakan sehat apabila memenuhi tiga unsur , yaitu kesehatan
jasmani, kesehatan rohani dan kesehatan sosial. Kesehatan jasmani merupakan bentuk
dari keseimbangan manusia dengan alam. Kesehatan rohani di mana ada keseimbangan
dan hubungan yang baik secara spiritual antara khalik atau pencipta yang di wujudkan
dari aktivitas makhluk dalam memenuhi semua perintah sang khalik. Yang terakhir
adalah kesehatan sosial, dimana kesehatan yang bersifat psikilogis. Di mana ada ada
keharmonisan antara sebuah individu dengan individu lain maupun dengan sistem yang
berlaku pada sebuah tatanan masyarakat. Bila ketiga unsur ini terpenuhi maka akan
tercipta sebuah keadaan baik fisik, mental, maupun spiritual yang produktif dan
sempurna untuk menjalankan aktivitas kemakhlukan.
B. Cara Menjaga Kesehatan Dalam Islam

Kebidanan Dalam Islam (Sunnah Rasullulah terkait Kesehatan) Linda Yulyani

|3

Nabi Muhammad mengajarkan kepada kita mengenai kesehatan, tidak sedikit dari
ucapannya mengandung unsur medis yang mutakhir. Dari ajaran beliau mengenai
perihal orang sakit ialah:
1. Perintah untuk berobat. Kewajiban bagi setiap muslim yang sakit untuk berobat.
2. Setiap penyakit ada obatnya Seperti:
a. Karantina penyakit, Nabi bersabda jauhkanlah dirimu sejauh satu atau dua
tombak dari orang yang berpenyakit lepra.
b. Islam juga mengajarkan prinsip-prinsip dasar dalam penanggulangan berbagai
penyakit infeksi yang membahayakan masyarakat. Sabda Nabi yang berbunyi
jangan engkaulah masuk ke dalam suatu daerah yang sedang terjangkit
wabah, dan bila dirimu berada di dalamnya janganlah pergi meninggalkannya
(Al-jauiziyah, Ibn Al-qayim, 2000).
c. Islam menganjurkan umatnya untuk melakukan upaya proteksi diri (ikhtiar) dari
berbagai penyakit infeksi, misalnya dengan imunisasi.
3. Menyembuhkan orang sakit. Kesehatan merupakan hal yang mutlak dalam
menjalani aktivitas kehidupan manusia, bila tubuh manusia dalam keadaan sehat
mereka bisa melakukan aktivitas ibadah (hubungan manusia dengan Tuhannya),
aktivitas sosial (hubungan manusia dengan manusia), serta aktivitas dunia
(hubungan manusia dengan alam).
Oleh karena itu dibutuhkanlah metode untuk menjaga kesehatan manusia. Allah
memberikan petunjuk melalui perantara Nabi dengan segala aktivitas dan ucapan Nabi
yang telah di rancang sedemikian rupa untuk bisa diikuti manusiawi secara utuh.
Beberapa bentuk menjaga kesehatan antara lain:

1. Kesehatan jasmani
Manusia adalah makhluk yang selalu ingin memenuhi seluruh kebutuhannya,
keinginan manusia yang tidak terbatas kadang membuat manusia menjadi rakus.
Makan berlebih, pola hidup yang tidak baik, penggundulan hutan untuk bahan

Kebidanan Dalam Islam (Sunnah Rasullulah terkait Kesehatan) Linda Yulyani

|4

bangunan, eksploitasi laut yang tidak bertanggung jawab, semuanya itu akan
membuat keseimbangan alam terganggu. Di sadari maupun tidak, manusia
merupakan bagian dari alam. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa
kesehatan jasmani berhubungan dengan alam. Nabi pernah bersabda sesungguhnya
badanmu mempunyai hak atas dirimu.
Kesehatan fisik merupakan keadaan yang sangat penting dalam mendukung
aktivitas lainnya. Hal ini disebabkan karena dalam perintah Allah pada manusia
banyak yang berupa aktivitas fisik yang memerlukan kondisi yang prima, seperti
shalat, puasa, ibadah haji dan ibadah lainnya. Ajaran Islam untuk menjaga kesehatan
fisik terlihat dalam beberapa perintah Allah, seperti shalat yang mampu
meregangkan otot. Karena setiap gerakan shalat seperti mempunyai kunci tubuh,
sehingga sendi-sendi bisa lentur dan menyehatkan. Wudhu yang menurut penelitian
bisa merangsang saraf-saraf pada daerah yang terusap air wudhu, puasa yang
menyehatkan, ibadah haji yang merupakan puncak dari ibadah yang membuat tubuh
kuat, karena rukun-rukunnya yang melatih kondisi stamina tubuh.
Islam yang sangat mementingkan kesehatan jasmani dan fisik yang dilakukan
dengan cara menjaga kebersihan, olahraga, menjaga asupan makanan. Dan
semuanya terintegrasi dalam setiap aktivitas ibadah. Hal ini agar menjadi kebiasaan
yang tidak disadari untuk umat Islam dan merupakan bentuk pendidikan dari Allah.
2. Kesehatan rohani
Seperti yang dijelaskan dalam Firman Allah yang tertuang dalam Al Quran
surat Al- Rad : 28 yang berbunyi : (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati
mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan
mengingat Allah lah hati menjadi tentram. (Q.S. Al-Rad: 28)
Menurut Prof Dr. Nasaruddin Umar M.A, Guru besar UIN Syarif hidayatullah
Jakarta mengatakan didalam manusia ada unsur jasad (jasadiyyah), unsur nyawa,
dan unsur ruh yang dalam Al-Quran di sebut KHALQAN AKHAR. Seseorang baru
disebut manusia jika memiliki ke 3 unsur ini.
Hubungan antara makhluk dengan Tuhannya akan berjalan baik bila sang
makhluk menaati apa yang di perintahkan Allah, ciri-ciri jiwa yang sehat yang
dalam Al-Quran di sebut Qalbun Salim, seperti hati yang selalu bertobat (at-taqwa),

Kebidanan Dalam Islam (Sunnah Rasullulah terkait Kesehatan) Linda Yulyani

|5

hati yang selalu menjaga dari hal-hal keduniaan (al-zuhd), hati yang selalu ada
manfaatnya (al-shumi), hati yang selalu butuh pertolongan Allah (al-faqir).
3. Kesehatan social
Hidup bermasyarakat dalam arti yang seluas-luasnya adalah salah satu naluri
manusia. Menurut Aristoteles menyebutkan manusia adalah Zone Polition, yaitu
manusia yang selalu membutuhkan kehadiran orang lain. Oleh karena itulah dalam
Islam di kenal istilah Ukhuwah (persaudaraan) yang akan mendatangkan muamalah
(saling menguntungkan), hal ini memungkinkan rasa persaudaraan lebih tinggi.
Hal ini sesuai dengan Q.S. Al Hujurat ayat 13 yang menyatakan : hai
manusia , sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan
seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku
supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di
antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu.
Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal. (Q.S. Al-Hujarat: 13)
Menjaga Kesehatan pribadi dan lingkungan dalam Islam :
1. Tubuh. Islam memerintahkan mandi bagi umatnya untuk membersihkan
tubuhnya dari najis dan hadas. Dia mengajarkan kepada umatnya, mulai
memotong kuku, membersihkan luas jari, mencabut bulu ketiak dan bersiwaq
hingga bagaimana cara dia makan.
2. Tangan. Nabi Muhammad SAW bersabda: cucilah kedua tanganmu sebelum
dah sesudah makan dan cucilah kedua tanganmu setelah bangun tidur. Tidak
seorang pun tahu di mana tangannya berada di saat tidur.
3. Makanan dan Minuman. Rasulullah SAW. bersabda tutuplah bejana air dan
tempat minummu.
4. Rumah. Bersihkanlah rumah dan halaman rumahmu, sebagaimana di
anjurkan untuk menjaga kebersihan dan keamanan jalan.
5. Perlindungan sumber air. Rasulullah melarang umatnya membuang kotoran di
tempat-tempat sembarangan, misalnya sumur, sungai, dan pantai. Perintahperintah Rasulullah tersebut memiliki makna bahwa kita harus menjaga
kebersihan dan kesehatan agar terhindar dari berbagai infeksi saluran
pencernaan.
C. Sunnah Rasulullah dalam Menjaga Kesehatan

Kebidanan Dalam Islam (Sunnah Rasullulah terkait Kesehatan) Linda Yulyani

|6

Rasulullah saw, tidak hanya menginginkan agar umatnya rajin beribadah, namun
kondisi fisiknya lemah. Beliau bahkan menyatakan mukmin yang lebih dicintai Allah
adalah mukmin yang kuat.


Dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah saw bersabda: Orang mukmin yang kuat
lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah swt daripada orang mukmin yang lemah. (HR
Muslim)
Kesehatan adalah dasar yang sangat penting untuk terwujudnya kekuatan seorang
mukmin. Dan Rasulullah SAW pun telah meneladankan hidup sehat. Marilah kita
cermati hadits-hadits nabi saw untuk meneladani pola hidup sehat yang beliau
teladankan bagi kita sebagai berikut :
1. Pola Tidur
a. segera tidur, tidak tidur sebelum Isya


Dari Abu Barzah, bahwasannya Rasulullah saw membenci tidur sebelum shalat
Isya dan berbincang-bincang setelahnya. (HR. Bukhari)
Pengaruh begadang terhadap kesehatan menurut Dr. Harvey Moldofsky,
Direktur Center for Sleep and Chronobiology di Universitas Toronto, akan
merusak jam biologis. Dan dampak selanjutnya akan mempengaruhi sistem
hormon yang bisa membantu pemulihan jaringan di seluruh badan.
b. tidur siang
:

Dari Anas bin Malik, bahwasannya ia berkata; Rasulullah saw bersabda;
Tidur siang (Qailulah)lah, karena syetan-syetan tidak tidur siang (HR Abu
Nuaim dalam kitab ath-Thibb, dan ath-Thabrani). Yang dimaksud dengan
qailulah adalah istirahat di tengah hari, walaupun tidak disertai tidur. (AnNihayah fi Gharibil Hadits) Tidur siang selama antara 20 30 menit banyak
manfaatnya bagi manusia. Tidur siang ini berfungsi untuk stamina, serta
meningkatkan produktivitas dan kreativitas kerja.
c. Tidur di sisi kanan


Kebidanan Dalam Islam (Sunnah Rasullulah terkait Kesehatan) Linda Yulyani

|7






Dari Barra bin Azib, bahwasannya Rasulullah saw bersabda apabila
kau hendak tidur, maka berwudlulah seperti wudlumu untuk shalat,
kemudian berbaringlah di sisi kanan, kemudian bacalah doa (yang artinya)
Ya Allah sesungguhnya Aku telah tundukkan wajahku kepadaMu, dan aku
serahkan urusanku kepadaMu, dan aku tundukkan punggungku di hadapanMu dengan penuh harapan dan rasa takut kepadaMu. Tidak ada tempat
berlindung dan tempat menyelamatkan diri dariMu melainkan kepada-Mu,
aku beriman kepada kitab yang Engkau telah turunkan dan beriman kepada
Nabi yang Engkau telah utus, dan jadikanlah kalimah itu sebagai akhir
perkataanmu, jika engkau mati pada malam hari itu, kau mati dalam keadaan
fitrah
Rahasia tidur dengan posisi seperti ini, darah akan lebih terdistribusi ke
seluruh tubuh sehingga kerja jantung akan lebih ringan. Selain itu juga
memberikan kesempatan kepada lambung untuk beristirahat.
2. Pola Makan Rasulullah SAW
a. Keseimbangan makan



Dari Madikarib, bahwasannya ia berkata, Aku mendengar Rasulullah saw
bersabda Tiada ada bejana anak Adam yang diisi oleh manusia yang lebih
buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar
dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), maka jika
tidak mau, maka ia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan,
sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk bernafasnya. (HR. Ahmad,
Ibnu Majah)
Keseimbangan makan seperti ini bukan hanya menyebabkan kesehatan
fisik, namun juga menjaga kesehatan ruhiyah. Sehingga tidak timbul rasa
malas untuk melaksanakan berbagai ibadah kepada Allah swt.
b. Menjaga kesehatan Makanan dan minuman
.

.
:

Kebidanan Dalam Islam (Sunnah Rasullulah terkait Kesehatan) Linda Yulyani

|8

Dari Abu Said Al Khudri bahwa Nabi saw melarang untuk meniup ke dalam
minuman. Kemudian seroang laki-laki berkata, Lalu bagaimana bila aku
melihat kotoran di dalam bejana? Beliau bersabda: Kalau begitu,
tumpahkanlah. Ia berkata lagi, Sungguh, aku tidaklah puasa dengan
sekali tarikan nafas. Beliau bersabda: Kalau begitu, jauhkanlah bejana
(tempat untuk minum) dari mulutmu. (HR at-Tirmidzi)


Dari Abu Qatadah; Bahwa Nabi saw melarang menghembuskan nafas di
dalam bejana (ketika minum). (HR al-Bukhari dan Muslim)
Orang yang bernafas mengeluarkan karbon (C02), dan jika zat ini
bersenyawa dengan air maka akan mencemari air di dalam gelas. Bila
petunjuk Rasulullah saw ini kita kembangkan, maka kita harus menjauhkan
dari hal-hal yang menjadikan bahan makanan kita mengandung zat-zat yang
berbahaya bagi kesehatan tubuh kita.
c. Menutup tempat makanan






Dari Jabir bin Abdullah ia berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu
alaihi wasallam bersabda: Tutuplah bejana-bejana, dan ikatlah tempattempat minuman, karena di suatu malam pada setiap tahunnya akan ada
wabah penyakit (berbahaya) yang akan jatuh ke dalam bejana dan
ketempat-tempat air yang tidak tertutup. (HR Muslim)
Makanan dan minuman yang terbuka sangat mudah terkena debu
ataupun dimasuki binatang-binatang pembawa kuman, seperti lalat, cicak
dan lain-lainnya. Anjuran Rasulullah saw untuk menutup makanan agar
tidak kemasukan kuman sangat jelas di dalam hadits ini.
d. Makan Buah-buahan


Dari sad, bahwasannya ia berkata, Aku mendengar Abdullah bin Jafar
berkata, Aku melihat Nabi saw makan kurma segar dengan qitsa` (sejenis
mentimun).
3. Pola Hidup Bersih
a. Menjaga kebersihan gigi dengan bersiwak

Kebidanan Dalam Islam (Sunnah Rasullulah terkait Kesehatan) Linda Yulyani

|9



Dari Anas, bahwasannya ia berkata, Rasulullah saw bersabda: Aku telah
terlalu sering memperingatkan kalian untuk selalu bersiwak. (HR alBukhari).

.
dari Hudzaifah berkata, Jika Nabi shallallahu alaihi wasallam bangun di
malam hari, beliau membersihkan mulutnya dengan siwak. (HR alBukhari dan Muslim)




Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda: Sekiranya tidak
memberatkan ummatku atau manusia, niscaya aku akan perintahkan kepada
mereka untuk bersiwak (menggosok gigi) pada setiap kali hendak shalat.
(HR al-Bukhari dan Muslim)
Mulut adalah rongga tempat mengolah makan pertama kali. Karena itu
di dalam mulut sering ada sisa-sisa makanan. Sisa-sisa ini akan menjadi
tempat tumbuh dan berkembangnya penyakit apabila tidak dibersihkan.
Anjuran Rasulullah saw untuk bersiwak (gosok gigi) menunjukkan perhatian
beliau yang sangat tinggi terhadap kesehatan
b. Menjaga kebersihan tubuh




.





.
.
Dari Aisyah dia berkata, Rasulullah saw bersabda: Ada sepuluh perkara
dari fitrah; mencukur kumis, memanjangkan jenggot, bersiwak, beristinsyaq
(memasukkan air ke dalam hidung), memotong kuku, bersuci dengan air,
mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan dan beristinja dengan air.
Zakariya berkata, Mushab berkata, Dan aku lupa yang kesepuluh,
kemungkinan adalah berkumur-kumur. (HR Muslim)
Di dalam riwayat lain,





Kebidanan Dalam Islam (Sunnah Rasullulah terkait Kesehatan) Linda Yulyani

| 10

dari Abu Hurairah dari Nabi saw, beliau bersabda: Fithrah itu ada lima,
atau ada lima fithrah yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong
kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur kumis.
Baik dalam lima atau yang sepuluh hal di dalam hadits di atas semuanya
mengajarkan kebersihan tubuh. Dan kebersihan tubuh akan menjauhkan
seseorang dari kuman yang menyebabkannya menjadi sakit.
c. Kebersihan air


Dari Abu Hurairah dari Nabi saw, beliau bersabda: Janganlah salah
seorang di antara kalian kencing di air yang menggenang kemudian dia
mandi darinya. (HR al-Bukhari dan Muslim)
Air kencing mengandung banyak zat-zat beracun yang dikeluarkan
dari dalam tubuh. Jika seseorang kencing di dalam air yang menggenang dan
tidak mengalir lalu mandi dengan air itu, maka artinya ia mandi dengan air
yang mengandung banyak zat yang berbahaya bagi tubuhnya. Tindakan ini
bisa berakibat buruk bagi kesehatan seseorang.
4. Berolah raga
Di antara beberapa cabang olah raga yang dilakukan pada masa Rasulullah saw
adalah sebagai berikut;
a. Panahan
}

{
Dari Uqbah bin Amir berkata, Saya pernah mendengar Rasulullah saw
menyampaikan ketika beliau di atas mimbar: (Dan siapkanlah untuk
menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi) (Al Anfaal:
60), ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah
sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah sesungguhnya
kekuatan itu adalah memanah. (HR Muslim)
b. Berkuda

Kebidanan Dalam Islam (Sunnah Rasullulah terkait Kesehatan) Linda Yulyani

| 11

Dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah


mengadakan lomba pacuan kuda yang telah mengkabarkan kepada kamilah
dilatih dari Haifa sampai ke Tsaniyatul Wada, dankuda yang belum dilatih
dari Tsaniyah hingga Masjid Bani zurai. Dan IbnuUmar sendiri turut dalam
perlombaan itu. (HR Muslim)
c. Gulat







dari Ali bin Rukanah, bahwsannya ia berkata, Rukanah pernah menggulat
(membanting) Nabi saw, lalu Nabi saw ganti membanting rukanah. (HR Abu
Dawud dan at-Tirmidzi)

BAB III
ANALISIS JURNAL

Kebidanan Dalam Islam (Sunnah Rasullulah terkait Kesehatan) Linda Yulyani

| 12

A. Judul Penelitian
Perbedaan Pola Makan dan Aktifitas Fisik antara Remaja Obesitas dengan Non
Obesitas (jurnal terlampir).
B. Nama Peneliti
Kartika Surya Putra dan Siti Rahayu Nadhiroh
C. Tujuan Penlitian
Untuk menganalisis perbedaan pola makan dan aktifitas fisik antara remaja obesitas dan
non obesitas.
D. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMAK Santa Agnes Surabaya pada bulan Febuari sampai
Agustus 2010.
E. Metode Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian observational analitik dan desain penelitian cross
sectional.
F. Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja (usia 15-17 tahun) yang
duduk di kelas I dan II di SMAK Santa Agnes Surabaya. Jumlah Populasi diperoleh
melalui skrining dengan mengukur berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) untuk
menentukan remaja yang obesitas dan non obesitas. Besar sampel ditentukan dengan
rumus :

2(Z 1 Z 1 )
n n

Dari perhitungan tersebut diperoleh 40 sampel, yang kemudian dibagi dalam 2


kelompok. 20 sampel utuk remaja dengan satatus obesitas dan 20 sampel dengan status
non obesitas.
G. Hasil Penelitian
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (60 %) tingkat pengetahun
gizi remaja pada kelompok obesitaas adalah kurang, sedaangkan 85 % remaja pada
kelompok non obesitas memiliki pengetahuan gizi yang cukup. Hasil uji Mann Whitney
menunjukkan ada perbedaan bermakna antara pengetahuan gizi kelompok obesitas
dengan kelompok non obesitas (p=0,08). Hasil uji Mann Whitney juga menunjukkan
ada perbedaan bermakna pada frekuensi konsumsi pangan (p<0,000), pola konsumsi
makanan cepat saji (p<0,000) dan pola konsumsi kudapan (p<0,000).

Kebidanan Dalam Islam (Sunnah Rasullulah terkait Kesehatan) Linda Yulyani

| 13

Penlitian ini menunjukkan tingkat aktivitas fisik dan parental fatness, terdapat
perbedaan antara remaja pada kelompok obesitas dengan non obesitas (p = 0,002).
Frekuensi jenis makan yang dijadikan dasar adalah makanan pokok yang paling banyak
dikonsumsi remaja setiap hari. Frekuensi makan kelompok remaja obesitas terbiasa
makan berulang kali sehingga dapat dikatakan total kalori harian remaja pada kelompok
obesitas lebih besar daripada kebutuhan kalori hariannya. Hasil uji man Whitney
didaptkan adanya perbedaan yang bermakna pada pola konsumsi makan cepat saji
antara kelompok obesitas dan non obesitas.
Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa sebagian besar remaja kelompok
obesitas memiliki tingkat aktivitas ringan, sedangkan pada kelompok remaja non
obesitas sebagian besar memiliki tingkat aktivitas sedang. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa tingkat aktivitas pada remaja obesitas lebih rendah jika
dibantingkan dengan remaja non obesitas.
H. Hubungan antara Hasil Penelitian dengan Sunah Rasulullah
Obesitas adalah keadaan akumulasi lemak dalam tubuh yang abnormal atau
berlebihan yang dapat mengganggu kesehatan. Obesitas pada remaja penting untuk
diperhatikan karena remaja yang mengalami obesitas 80% berpeluang untuk mengalami
obesitas pula pada saat dewasa. Obesitas terjadi karena berbagai faktor penyebab yang
kompleks antara lain genetik, pola makan, aktivitas fisik dan faktor-faktor sosial
budaya. Remaja obesitas menghabiskan waktu untuk aktivitas statis lebih lama daripada
remaja non obesitas.
Seperti yang kita ketahui bahwa obesitas sering kali menjadi faktor pendorong
timbulnya beberapa penyakit, terutama penyakit degeneratif, tidak hanya itu obesitas
juga dapat mengganggu dalam proses kehamilan dan persalinan. Bayangkan jika
obeitas saat ini tidaak hanya terjadi pada orang dewasa namun juga sudah mulai terjadi
pada remaja bahkan balita.
Oleh karena itu sunah Rasullullah SAW, tentang pengaturan pola makan sangat
bermanfaat untuk kehidupan terutama untuk menjaga kesehatan dan sebagai upaya
pencegahan dari berbagai jenis penyakit. Hal ini terbukti dengan berbgai penelitin
tentang gizi, pola makan dan hal hal lain dengan kesehatan tubuh. Tubuh yang sehat
tentu akan menghasilkan pemikiran pemikiran yang baik dan menjadikan manusia

Kebidanan Dalam Islam (Sunnah Rasullulah terkait Kesehatan) Linda Yulyani

| 14

semakin produktif. Hal ini sesuai dengan Dalam ilmu kesehatan atau gizi disebutkan,
makanan adalah unsur terpenting untuk menjaga kesehatan. Kalangan ahli kedokteran
Islam menyebutkan, makan yang halalan dan thayyiban. Al-Quran berpesan agar
manusia memperhatikan yang dimakannya, seperti ditegaskan dalam ayat: maka
hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.(QS. Abasa 80 : 24 ).
Al-Quran juga mengingatkan, Makan dan minum dan jangan berlebih-lebihan.
Allah tidak senang kepada orang yang berlebih-lebihan. Penjabaran peringatan itu
dijelaskan oleh Rasulullah Saw.





Dari Madikarib, bahwasannya ia berkata, Aku mendengar Rasulullah saw
bersabda Tiada ada bejana anak Adam yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari
perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan
tulang punggungnya (memberikan tenaga), maka jika tidak mau, maka ia dapat
memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga lagi
untuk bernafasnya. (HR. Ahmad, Ibnu Majah)
Hal ini membuktikan bahwa anjuran Rasulullah tentang menjaga pola makan,
jenis makanan dan anjuran untuk jangan makan berlebih lebihan adalah sangat
berpengaruh dalam menjaga kesehatan, tidak hanya kesehatan fisik, tapi juga kesehatan
mental, sosial dan spiritual. Dan hal ini telah dibuktikan dengan penelitian penelitian
ilmiah di dunia modern saat ini. Sungguh kebesaran Allah tak terhingga, bahkan jauh
sebelum peradaban modern dimulai, islam telah menerapkan prinsip-prinsi pola/gaya
hidup yang baik untuk menjaga kesehatan umatnya.

Kebidanan Dalam Islam (Sunnah Rasullulah terkait Kesehatan) Linda Yulyani

| 15

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Dalam Islam dikatakan sehat apabila memenuhi tiga unsur , yaitu kesehatan
jasmani, kesehatan rohani dan kesehatan sosial.
2. Tujuan Islam mengajarkan hidup yang bersih dan sehat adalah menciptakan
individu dan masyarakat yang sehat jasmani, rohani dan sosial sehingga umat
manusia mampu menjadi umat yang pilihan.
3. Dan Rasulullah SAW pun telah meneladankan hidup sehat. Marilah kita cermati
hadits-hadits nabi saw untuk meneladani pola hidup sehat yang beliau teladankan
bagi kita, diantaranya :
a. Pola Tidur
b. Pola Makan
c. Pola Hidup Bersih
d. Berolahraga
4. Dari jurnal ilmiah yang telah dianalisis yaitu tentang Perbedaan Pola Makan dan
Pola Aktivitas antara Remja Obesitas dengan Non Obesitas. Dapat disimpulkan

Kebidanan Dalam Islam (Sunnah Rasullulah terkait Kesehatan) Linda Yulyani

| 16

bahwa Sunnah Rasullah tentang menjaga pola makan sangat sesuai dengan prinsip
kesehatan untuk mencegah penyakit, seperti mncegah obesitas yang dapat
menjadikan tubuh terserang berbagai penyakit. Oleh karena itu dengan menjaga
pola makan yang baik seperti sunnah Rasululah SAW dapat menjauhkan kita dari
obesitas dan penyakit penyakit lainnya.
B. Saran
Mengingat didalam Islam sangat memprioritaskan kesehatan baik secara jasmani,
rohani dan sosial, maka hendaknya kita sebagai umat muslim selalu menjaga pola hidup
dan berolahraga, menjaga lingkungan, senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dan
bersosialisasi dengan masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA

QS. Abasa 80 : 24
Q.S.Al-Baqarah: 168
Q.S. Al-Rad : 28
Al-jauiziyah, Ibn Al-qayim.2000. Terapi Penyakit Dengan Alquran dan As-sunah. Jakarta:
Pustaka Amani
Mufid, Ahmad Syafii. dkk. 2008. Pendidikan Agama Islam Edisi 2.Jakarta: Yudhistira
Sakit dalam Islam,Etika Kedokteran Islam Dan Kewajiban Daftar Muslim Terhadap
Penderita Penyakit. Jakarta: UIN
Suryaputra, Kartika, Siti Rahayu Nadhiroh. Perbedaan Pola Makan dan Aktivitas Fisik
antara Remaja Obesitas dengan Non Obesitas. Jurnal Kesehatan vol. 16, No. 1 Juni
2012 : 45-50
toplintas.com : fakta sunnah rasul baik untuk kesehatan. Diakses : 17 oktober 2016
mentoringku.wordpress.com : pola hidup sehat ala Rasulullah 2012/07/15. Diakses : 17
Oktober 2016
www.lampuislam.org : inilah kebiasaan makan dan minum nabi 2013/12. Diakses 17
Oktober 2016

Kebidanan Dalam Islam (Sunnah Rasullulah terkait Kesehatan) Linda Yulyani

| 17

Kebidanan Dalam Islam (Sunnah Rasullulah terkait Kesehatan) Linda Yulyani

| 18