Anda di halaman 1dari 18

LAMPIRAN

: SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH


SAKIT AR BUNDA PRABUMULIH

NOMOR

: 042a RS-Bunda/PBM/1/2016

TENTANG

Pedoman

Pengorganisasian

Sub.

Komite

Keselamatan Pasien
TANGGAL

: 2 februari 2016

PEDOMAN PENGGORGANISASIAN KESELAMATAN PASIEN


RUMAH SAKIT AR BUNDA PRABUMULIH

BAB I
PENDAHULUAN
A.

LATAR BELAKANG
Keselamatan (safety) telah menjadi isu global termasuk juga untuk rumah sakit Ada

lima isu penting yang terkait dengan keselamatan (safety) di rumah sakit yaitu : keselamatan
pasien (patient safety) ,keselamatan pekerja atau petugas kesehatan,keselamatan bangunan
dan peralatan di rumah sakit yang bisa berdampak terhadap keselamatan pasien dan
petugas ,keselamatan lingkungan (green Productivity) yang berdampak terhadap pencemaran
lingkungan dan keselamatan bisnis rumah sakit yang terkait dengan kelangsungan hidup
rumah sakit. Kelima aspek keselamatan tersebut sangatlah penting untuk dilaksanakan di
setiap rumah sakit.Namun harus diakui kegiatan institusi rumah sakit dapat berjalan apabila
ada pasien.Karena itu keselamatan pasien merupakan prioritas utama untuk dilaksanakan dan
hal tersebut terkait dengan isu mutu dan citra Rumah Sakit.
Harus diakui ,pelayanan kesehatan pada dasarnya adalah untuk menyelamatkan pasien
sesuai dengan yang diucapkan Hiprocrates kira-kira 2400 tahun yang lalu yaitu Primum,non
nocere (first,do no harm), Namun diakui dengan semakin berkembangnya ilmu dan teknologi
pelayanan kesehatan khususnya di rumah sakit menjadi semakin kompleks dan berpotensi
terjadinya Kejadian Tidak Diharapkan-KTD (Adversed event) apabila tidak dilakukan dengan
hati-hati.

Di rumah sakit terdapat ratusan macam obat,ratusan tes dan prosedur ,banyak alat
dengan teknologinya,bermacam jenis tenaga professional dan non professional yang siap
memberikan pelayann pasien 24 jam terus menerus.Keberagaman dan kerutinan pelayanan
tersebut apabila tidak dikelola dengan baik dapat terjadi KTD.
Pada tahun 2000 Institute Of Medicine di Amerika Serikat menerbitkan laporan yang
mengagetkan banyak pihak : TO ERR IS HUMAN ,Building a safer Health
System.Laporan itu mengemukakan penelitian di rumah sakit di Utah dan Colorado serta New
York.Di Utah dan Colorado ditemukan KTD (Adverse Event) sebesar 2,9 %,dimana 6,6%
diantaranya meninggal.Sedangkan di New York KTD adalah sebesar 3,7% dengan angka
kematian 13,6%.Angka kematian akibat KTD pada pasien rawat inap di seluruh Amerika
yang berjumlah 33,6 juta per tahun berkisar 44.000-98.000 per tahun.Publikasikan WHO
pada tahun 2004,mengumpulkan angka-angka penelitian rumah sakit di berbagai Negara :
Amerika,Inggris,Denmark,dan Australia, ditemukan KTD dengan rentang 3,2-16,6%.Dengan
data-data tersebut,berbagai Negara segera melakukan penelitian dan mengembangkan Sistim
Keselamatan Pasien.
Di Indonesia data tentang KTD apabila kejadian Nyaris Cedera (Near Miss) masih
langka,namun dilain pihak terjadi peningkatan tuduhan mal praktek,yang belum tentu
sesuai dengan pembuktian akhir.Dalam rangka peningkatan keselamatan pasien di rumah
sakit maka Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia telah mengambil inisiatif
membentuk Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KKP-RS).Komite tersebut telah aktif
melaksanakan langkah-langkah persiapan pelaksanaan keselamatan pasien rumah sakit
dengan mengembangkan laboratorium program keselamatan pasien rumah sakit.
Mengingat keselamtan pasien sudah menjadi tuntutan masyarakat maka pelaksanaan
program keselamatan pasien rumah sakit perlu dilakukan.Karena itu diperlukan acuan yang
jelas untuk melaksanakan keselamatan pasien tersebut.Buku Panduan Nasional Keselamatan
Pasien Rumah Sakit yang terutama berisi Standar Keselamtan Pasien Rumah Sakit dan
TujuanLangkah Menuju Keselamatan Pasien Rumah Sakit diharapkan dapat membantu
rumah sakit dalam melaksanakan kegiatannya.Buku Panduan ini rencananya akan dilengkapi
dengan Instrumen Penilaian yang akan dimasukkan di dalam program akreditasi rumah sakit.
BAB II
GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT

a. Rumah sakit AR Bunda Prabumulih merupakan Rumah Sakit Swasta yang tumbuh dan
berkembang dimulai dari sebuah klinik bersalin yang dikelola dibawah naungan PT. AR
Muhamad.
b. Rumah sakit AR Bunda Prabumulihmemberikan pelayanan rawat inap dilengkapi
dengan kamar / ruang perawatan utama, serta pelayanan rawat jalan berikut penunjang
diagnostik, dan layanan penunjang lainnya.
c. Pelayanan Unggulan Rumah sakit AR Bunda Prabumulih adalah Pelayanan Kebidanan
(Hipnobirthing, senam hamil & nifas, pijat dan perawatan bayi, creambath) dan Medical
Chek up.
d. Untuk pelayanan jantung Rumah Sakit AR Bunda Prabumulih menyediakan alat
pemeriksaan penunjang yang meliputi Treadmilldan Echocardiografi, serta untuk
rehabilitasi medik menyediakan dokter untuk konsultasi langsung pada hari dan jam
tertentu.
e. Dari sisi finansial seluruh kegiatan Rumah sakit dikelola langsung oleh bagian financial
(keuangan).

SEJARAH RUMAH SAKIT AR BUNDA PRABUMULIH


Rumah Sakit AR Bunda didirikan oleh seorang dokter spesialis kebidanan dan
kandungan yaitu Dr. H. Abdul Rachman, M. SpOG, MM yang dimulai dari sebuah Rumah
bersalin Anita pada tahun 1995 dengan hanya 24 tempat tidur. Seiring dengan perjalanan
waktu kemudian berkembang menjadi Rumah Sakit Anak dan Bersalin Bunda Prabumulih
pada tahun 1996 dengan 41 tempat tidur. Berdasarkan Surat Keputusan Kantor Wilayah
Propinsi Sumatera Selatan No. YM.02.04.6.2.10467 berubah menjadi Rumah Sakit Umum
Swasta dengan nama Rumah Sakit Bunda Prabumulih di bawah pengelolaan PT. AR.
Muhamad berubah menjadi RS. AR. Bunda dengan 91 tempat tidur pada tahun 2007.
Dengan mempertimbangkan semakin banyaknya permintaan masyarakat akan fasilitas
pelayanan, khususnya untuk Kelas Perawatan Utama, maka pihak manajemen RS AR Bunda
Prabumulih mengembangkan sarana dan prasarananya, dengan membangun gedung baru
yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada pertengahan tahun 2007, diatas area tanah
seluas 28.000 M2 dengan kontruksi bangunan RS didirikan dari tahun 2007 sampai dengan
3

2008 sehingga pada tanggal 09 Mei 2008 RS AR Bunda Prabumulih mengoperasionalkan


gedung baru yang terletak di Jl. Angkatan 45 Kel. Gunung Ibul Barat Kec.Prabumulih Timur
31121 kota Prabumulih. Gedung baru RS AR Bunda Prabumulih yang telah di operasionalkan
ini di design secara khusus dengan konsep Hotel Style Hospitas dengan 172 tempat tidur,
hal ini dilakukan agar dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menggunakan
fasilitas Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit AR Bunda Prabumulih.
Dan pada awal tahun 2012 telah menambah ruang perawatan utama dan High Care
Unit dengan tempat tidur 192 tempat tidur. Sampai pada tahun 2015 Rumah Sakit AR Bunda
Prabumulih memiliki kapasitas tempat tidur : 221 buah, dengan rincian tempat tidur menurut
jenis pelayanan: ruang utama (Paviliun & Vip ): 45 buah, ruang kelas I : 54 buah, ruang kelas
II : 60 buah dan ruang kelas III : 46 buah, High Care Unit : 4 buah dan Perinatal : 12 buah.
Dan menjalin kerjasama dengan + 60 perusahaan dan asuransi kesehatan sebagai rekanan.
Pelayanan yang disediakan :
1. Pelayanan Rawat Inap :
Ruang Assyfa & Arafah (VVIP)
Ruang Addawa (VIP)
Ruang Ibnu Sina (pasca bedah)(Kelas I , II dan III)
Ruang Marwah (Kelas I)
Ruang Musdalifah (Kelas I dan II)
Ruang Shafa (Kelas I dan II)
Ruang Al Wiladah (kebidanan)(Kelas I, II dan III)
Ruang Al Wildan (anak dan neonatus) (kelas II dan III)
Ruang Ai Wardah (Kelas III dan isolasi)
Ruang HCU
2. Pelayanan Rawat Jalan, yang terdiri dari :

Unit Gawat Darurat 24 jam

Poliklinik Umum

Poliklinik Gigi

Poliklinik Kebidanan

Poliklinik Penyakit Dalam

Poliklinik Anak

Poliklinik Bedah

Poliklinik Jantung

Poliklinik THT

Poliklinik Mata

Poliklinik Kulit dan Kelamin

Poliklinik Syaraf

Poliklinik Bedah Ortopedi

Fisioterapi
3. Kamar Bedah
4. Pelayanan Penunjang dengan berbagai peralatan penunjang yang lengkap dan canggih.
Laboratorium :

Hematologi

Kimia klinik

Radiologi :

Thorak foto CR (Computer Radiografi)

CTSCAN

USG

Spirometri

Audiometri

Elektrocardiografi

Treadmill

5. Medical Check Up
6. Instalasi Farmasi yang buka selama 24 jam
7. Penunjang lain, seperti : Ambulance, Ruang Duka

BAB III
VISI, MISI, FALSAFAH, DAN TUJUAN RS
VISI

: Tercapainya Rumah sakit yang mandiri dengan pelayanan yang berkualitas

MISI

profesional, efektif dan efisien.


1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia ( SDM ) melalui pembinaan, pelatihan
dan pendidikan.
2. Meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan yang modern dan bermutu.
3. Menjadikan pusat rujukan kesehatan bagi masyarakat prabumulih dan sekitarnya.
4. Meningkatkan kerjasama pelayanan kesehatan kepada semua pihak.
FALSAFAH RUMAH SAKIT
1. Pasien merupakan insan yang sangat penting bagi rumah sakit dan harus dihormati dan
dilindungi hak-haknya.
2. Karyawan rumah sakit adalah asset yang sangat berharga oleh karena itu kesejahteraanya
perlu diperhatikan dan dilindungi.
3. Profesionalisme yang didukung dengan budaya kebersamaan, etos kerja yang tinggi dari
karyawan merupakan kunci keberhasilan rumah sakit.
4. Pelayanan yang berorientasi kepada pasien mempermudah pengembangan pelayanan
rumah sakit yang dapat diterima oleh masyarakat.
5. Pelayanan kepada pasien dilakukan secara manusiawi
TUJUAN RUMAH SAKIT
1. Terwujudnya Rumah Sakit di Kota Prabumulih dengan fasilitas yang memadai dan
mudah dijangkau serta memeliki SDM yang profesional sekaligus sejahtera.
2. Terwujudnya kemampuan dan memberikan pelayanan medis yang bermutu

dengan

biaya terjangkau oleh semua lapisan masyarakat dan dapat memberikan kepuasan bagi
pelanggan.
3. Terwujudnya Rumah Sakit yang mampu dan memanfaatkan peluang yang ada dan
semakin tingginya permintaan pelayanan medis dari masyarakat

BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT

BAB V
STRUKTUR ORGANISASI SUB. KOMITEKESELAMATAN PASIEN RUMAH SAKIT
DIREKTUR
Dr Alip Yanson,
KETUA KOMITE MUTU DAN
KESELAMATAN PASIEN
Dr. Dwi Prawitasari, Sp.THT
KETUA SUBKOMITE
KESELAMATAN PASIEN
Sri Wilidiawati, Amkep
SEKRETARIS
Rini Sagita,
ANGGOTA
Skep
1. Wiwin Winarti,
Amkep
2. Yenny Nopiyanti,
Amkep
3. Fitriatul Auda, Amkep
4. Arda Paulina, Amkep
5. Ida Susanti, Amkep

BAB VI
URAIAN JABATAN
Ketua Sub Komite Keselamatan Pasien
A.
Nama
Unit Kerja
Jabatan
Kualifikasi

Identifikasi
: Sri Wilidiawati, AM.Kep
: Komite Mutu dan Keselamatan Pasien
: Ketua Sub. Komite Keselamatan Pasien
: D III Keperawatan

B. Uraian Tugas

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.

Menyusun dan merumuskan program kerja komisi mutu dan keselamatan


Membuat rencana strategic dan program kerja komisi mutu dan keselamatan
Memantau perlaksanaan program kerja dan kegiatan divisi
Membina pengelolaan administrasi umum dan keuangan
Momonitor dan evaluasi penyelenggaraan komisi
Membina hubungan kerjasama antar direktur/komite dan SPI
Mendistribusikan tugas kepada bawahan menurut prinsuip-prinsip manajemen
Membina dan mengembangkan divisi dalam lingkungan divisi
Melaksanakan tugas yang diberikan oleh Direktur utama
Memberikan laporan pertanggungjawaban ttg tugas komisi kepada direktur utama
Merumuskan visi dan misi komisi yang mendukung visi dan misi RS AR Bunda

Prabumulih
l. Melakukan pembinaan, pengawasan dan pembinaan tugas bawahan
m. Membina pelaksanaan teknis kegiatan komisi sesuai bidang tugasnya
n. Membina dan mengembangkan karir bawahan
o. Membina pelayanan yang sesuai mutu dan memperhatikan keselamatan dlm rangka
kepentingan RS AR Bunda Prabumulih
p. Mengusulkan penetapan pedomana dan petunjuk teknis pembinaan dibidang tugasnya
C. Wewenang dan Tanggung jawab
Merencanakan, mengkoordinasikan, memonitor dan mengevaluasi mutu dan keselamatan
rumah sakit.
D.

Spekisifikasi Jabatan
1. Pendidikan
D III Keperawatan
2. Kursus dan LatihanKerja Yang Harus di miliki
Pelatihan Akreditasi versi 2012
3. Pengalaman Kerja Yang Harus di miliki
Minimal 3 s/d 5 tahun pernah memimpin kegiatan di unit kerja rumah sakit
4. Persyaratan Fisik
Sehat jasmani ,tidak cacat fisik
5. Persyaratan Mental
Jujur, tekun, teliti, mampu berinteraksi, dan mampu membuat keputusan yang tepat
dalam keadaan mendesak serta mempunyai tanggung jawab atas pekerjaan.

Anggota Sub. Komite Keselamatan Pasien


10

A. Uraian Tugas
Melakukan Suatu proses dalam pemberian pelayanan RS terhadap Pasien yang lebih
aman
Terdiri dari :
-

Assessment resiko
Indentifikasi & Manajemen resiko terhadap pasien
Pelaporan & analisis insiden
Kemampuan untuk belajar & menindaklanjutkan insiden
Menerapkan solusi untuk mengurangi serta meminimalisir resiko.

B. Wewenang
Dalam melaksanakan tugas anggota Sub. Komite Keselamatan Pasien mendapat arahan
atau petunjuk dari Ketua Sub Komite Keselamatan Pasien
C. Spesifikasi Jabatan
1. Pendidikan
D III Keperawatan
2. Kursus dan Latihan Kerja Yang Harus di miliki
Pelatihan Akreditasi versi 2012
3. Pengalaman Kerja Yang Harus di miliki
Minimal 3 s/d 5 tahun pernah memimpin kegiatan di unit kerja rumah sakit
4. Persyaratan Fisik
Sehat jasmani ,tidak cacat fisik
5. Persyaratan Mental
Jujur, tekun, teliti, mampu berinteraksi, dan mampu membuat keputusan yang tepat
dalam keadaan mendesak serta mempunyai tanggung jawab atas pekerjaan.

11

BAB VII
TATA HUBUNGAN KERJA

SUB. KOMITE KESELAMATAN


PASIEN
Komite Medis

Bagian Keuangandan
IT

Keperawatan
Bagian SDM dan
kesekretariatan

K3RS

Bagian Adm. Barang


dan pemeliharaan sarana

Unit Laboratorium

Bagian Humas dan


Pemasaran

Kebersihan dan
sanitasi

Instalasi Farmasi
Unit Rekam
Medis
Unit Gizi dan Laundry
Kamar operasi
Ruang Rawat intensif
IGD
Unit Radiologi

12

UNIT
Komite Medis

TATA HUBUNGAN KERJA


Sub. Komite Keselamatan Pasien memiliki hubungan kerja dengan
komite medis terkait dengan pelaksanaan ketepatan identifikasi pasien,
peningkatan komunikasi efektif, peningkatan keamanan obat, ketepatan
penandaan lokasi operasi, pelaksanaan pengurangan resiko infeksi dan
pengurangan resiko pasien jatuh
Sub. Komite Keselamatan pasien memiliki hubungan kerja dengan

Keperawatan

bagian keperawatan terkait terkait dengan pelaksanaan ketepatan


identifikasi

pasien, peningkatan

komunikasi efektif,

peningkatan

keamanan obat, ketepatan penandaan lokasi operasi, pelaksanaan


pengurangan resiko infeksi dan pengurangan resiko pasien jatuh
Adm. Barang dan Sub. Komite keselamtan memiliki hubungan kerja dengan bagian Adm.
pemeliharaan

Barang dan pemeliharaan sarana untuk pengadaan barang dan

sarana
pemeliharaan sarana
Bagian Keuangan Sub. Komite Keselamatan Pasien memiliki hubungan kerja dengan
dan IT

bagian keuangan terkait program kerja dan rencana anggaran (RKA), dan
Sistem informasi Rumah Sakit untuk program Keselamatan Pasien
dan Sub. Komite Keselamatan Pasien memiliki hubungan kerja dengan SDM

SDM

Kesekretariatan

dan kesekretariatan terkait dengan program diklat, pembuatan regulasi

K3RS

dan pemberian reward dan punishment


Sub. Komite Keselamatan Pasien memiliki hubungan kerja denga Komite
Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit terkait dengan penerapan

Bagian

sasaran keselamatan pasien


Humas Sub. Komite Keselamatan Pasien memiliki hubungan kerja denganbagian

dan pemasaran
Kebersihan
sanitasi
Gizi

Humas dan Pemasaran terkait penanganan complain, pembuatan leaflet

dan brosur
dan Sub. Komite Keselamatan Pasien memiliki hubungan kerja dengan
bagian kesehatan lingkungan terkait dengan pengurangan risiko infeksi
Sub. Komite Keselamatan Pasien memiliki hubungan kerja dengan
bagian gizi terkait ketepatan identifikasi, komunikasi efektif dan

Laboratorium

pengurangan resiko infeksi


Sub. Komite Keselamatan Pasien memiliki hubungan kerja dengan
laboratorium terkait dengan identifikasi, komunikasi efektif, dan
pengurangan resiko infeksi
13

Farmasi

Sub. Komite Keselamatan Pasien memiliki hubungan kerja dengan


bagian farmasi terkait dengan penerapan ketepatan identifikasi,
komunikasi efektif, dan pengurangan resiko infeksi
Sub. Komite Keselamatan Pasien memiliki hubungan kerja dengan

Radiologi

bagian radiologi terkait dengan penerapan ketepatan identifikasi,


komunikasi efektif, peningkatan kewaspadaan obat dan pengurangan
Unit

resiko infeksi
Rekam Sub. Komite Keselamatan Pasien memiliki hubungan kerja dengan unit

Medis

Rekam Medis terkait dengan ketepatan identifikasi, komunikasi efektif,

Laundry

dan pembuatan blangko rekam medis pasien


Sub. Komite Keselamatan Pasien memiliki hubungan kerja dengan
bagian laundry terkait dengan ketepatan identifikasi, komunikasi efektif,

Ruang

dan pembuatan blangko rekam medis pasien


Rawat Sub. Komite Keselamatan Pasien memiliki hubungan kerja dengan

Intensif

Ruang Rawat Intensif terkait dengan pelaksanaan ketepatan identifikasi


pasien, peningkatan komunikasi efektif, peningkatan keamanan obat,
ketepatan penandaan lokasi operasi, pelaksanaan pengurangan resiko

Kamar operasi

infeksi dan pengurangan resiko pasien jatuh


Sub. Komite Keselamatan Pasien memiliki hubungan kerja dengan unit
kamar operasi terkait dengan pelaksanaan ketepatan identifikasi pasien,
peningkatan komunikasi efektif, peningkatan keamanan obat, ketepatan
penandaan lokasi operasi, pelaksanaan pengurangan resiko infeksi dan

IGD

pengurangan resiko pasien jatuh


Sub. Komite Keselamatan Pasien memiliki hubungan kerja dengan ruang
IGD terkait dengan penerapan pelaksanaan ketepatan identifikasi pasien,
peningkatan komunikasi efektif, peningkatan keamanan obat, ketepatan
penandaan lokasi operasi, pelaksanaan pengurangan resiko infeksi dan
pengurangan resiko pasien jatuh

14

BAB VIII
POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL
No

Nama Jabatan

Pendidikan

Pengalaman

Jumlah
Tenaga

Ketua Sub. Komite Keselamatan

Pasien
Anggota Sub. Komite Keselamatan
Pasien

D III

Minimal bekerja di

dibutuhkan
1

Keperawatan
D III

RS 5 tahun
Minimal bekerja di

Kebidanan/

RS 3 tahun

keperawatan

BAB IX
KEGIATAN ORIENTASI
I. PENDAHULUAN
Program orientasi merupakan salah satu kegiatan Rumah sakit AR Bunda Prabumulih
bekerja sama dengan Bagian SDM dan kesekretariatan dan Bagian Penunjang Medis dalam
rangka memberikan pengarahan dan bimbingan serta mempersiapkan anggota Keselamatan
Pasien baru agar dapat bekerja sesuai dengan peran dan fungsinya.
II. LATAR BELAKANG

15

Seiring dengan upaya Rumah Sakit AR Bunda Prabumulih untuk menjalankan tujuannya
menjadi rumah sakit yang mandiri dengan pelayanan yang profesional, berkualitas, efektif
dan efisien maka Rumah Sakit AR Bunda Prabumulih perlu melakukan pengenalan pada
anggota baru guna memenuhi tuntutan tersebut.
III.TUJUAN
1. Tujuan Umum
Memberikan pengetahuan dan gambaran tentang Sub. Komite Keselamatan Pasien
2. Tujuan Khusus
a. Meningkatkan pengetahuan dan professionalisme dalam lingkup kerja.
b. Meningkatkan pengetahuan tentang visi,misi,tujuan dan motto Rumah Sakit AR Bunda
Prabumulih
c. Meningkatkan wawasan tentang ruang lingkup Keselamatan pasien
d. Meningkatkan keterampilan dalam melaksanakan tugas Keselamatan Pasien
IV. KEGIATAN POKOK
- Kegiatan pokok
:
mengadakan orientasi anggota baru Sub. Komite Keselamatan Pasien RS AR Bunda
Prabumulih
- Rincian kegiatan
:
1. Menyusun program pelaksanaan orientasi anggota Sub. Komite Keselamatan Pasien
RS AR Bunda Prabumulih
2. Melakukan pencatatan, pelaporan, evaluasi, analisa dan tindak lanjut dari program
orientasi anggota baru komite Keselamatan Pasien RS AR Bunda Prabumulih
3. Menyelenggaran orientasi anggota baru Sub. Komite Keselamatan Pasien RS AR
Bunda Prabumulih
V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
1. Membuat permohonan penambahan anggota baru Sub. Komite Keselamatan Pasien RS
AR Bunda Prabumulih
2. Menyusun program orientasi anggota baru Sub. Komite Keselamatan Pasien RS AR
Bunda Prabumulih
3. Melakukan perekrutan anggota baru Sub. Komite Keselamatan Pasien RS AR Bunda
Prabumulih, meliputi :
Pemilihan anggota berdasarkan hasil rapat manajemen
Orientasi atau pengenalan mengenai gambaran umum dan uraian tugas
Rapat koordinasi
VI.

SASARAN

16

Sasaran orientasi adalah anggota baru Sub. Komite Keselamatan Pasien RS AR Bunda
Prabumulih.
VII.

EVALUASI PELAKSANAAN DAN PELAPORAN KEGIATAN


1. Evaluasi pelaksanaan dilakukan setelah selesai pelaksanaan kegiatan orientasi dan
dilaporan ke bagian SDM dan Kesekretariatan
2. Program orientasi kepada anggota baru akan dilaksanakan setiap Sub. Komite
Keselamatan Pasien melakukan penambahan anggota baru

VIII. PENCATATAN, PELAPORAN, DAN EVALUASI KEGIATAN


1. Unit kerja wajib mencatat dan melaporkan hasil kegiatan ke bagian SDM dan
Kesekretariatan
2. Bagian SDM dan Kesekretariatan melaporkan hasil kegiatan ke direktur
3. Evaluasi kegiatan program orientasi dilaksanakan setiap unit dari rumah sakit
BAB X
PERTEMUAN/RAPAT
A. Pengertian
Rapat merupakan suatu pertemuan yang terdiri dari beberapa orang yang memiliki
kepentingan dan tujuan yang sama untuk membicarakan atau memecahkan suatu masalah
tertentu.
B. Tujuan
Tujuan Umum :
Dapat membantu terselenggaranya program kerja Sub. Komite Keselamatan Pasien yang
ada di Rumah Sakit AR Bunda Prabumulih
Tujuan Khusus :
a. Dapat menggali segala permasalahan yang terkait dengan program kerja panitia
Keselamatan Pasien di unit pelayanan.
b. Dapat mencari jalan keluar atau pemecahan permasalahan yang terkait dengan program
kerja Sub. Komite Keselamatan Pasien guna peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.
C. Kegiatan Rapat
Rapat diadakan oleh Sub. Komite pencegahan dan pengendalian infeksi dan dipimpin
oleh ketua Sub. Komite Keselamatan Pasien . Rapat yang diadakan ada 2 macam, yaitu :
1. Rapat rutin
Rapat rutin merupakan rapat yang diadakan oleh Sub. komiteKeselamatan Pasien
setiap bulan 1 kali, dengan perencanaan yang telah dibuat selama 1 tahun serta
agenda rapat yang telah ditentukan oleh ketua Sub. komiteKeselamatan Pasien .
17

2. Rapat Khusus
Rapat khusus merupakan rapat yang sifatnya insidentil dan diadakan oleh Sub. komite
pengendalian dan pencegahan infeksi untuk membahas atau menyelesaikan
permasalahan di pelayanan dikarenakan adanya permasalahan yang bersifat insidentil.
BAB XI
PELAPORAN
A. Pengertian
Pelaporan merupakan sistem atau metode yang dilakukan untuk melaporkan segala bentuk
kegiatan yang ada terkait dengan program kerja komite Keselamatan Pasien di Rumah Sakit
AR Bunda Prabumulih.
B. Jenis Laporan
Laporan dibuat oleh Sub.Komite Keselamatan Pasien .
1. Laporan Harian
Laporan harian merupakan laporan surveilans harian Sub. Komite Keselamatan
Pasien .
2. Bulanan
Laporan yang dibuat oleh Sub.komiteKeselamatan Pasien rumah sakit dalam
bentuk tertulis setiap bulannya dan diserahkan kepada direktur rumah sakit.
3. Laporan Tahunan
Laporan yang dibuat oleh Sub.komiteKeselamatan Pasien rumah sakit dalam bentuk
tertulis setiap tahun dan diserahkan kepada direktu rumah sakit.

18