Anda di halaman 1dari 7

Pengertian productivity, effectiveness, efficiency

Efektivitas adalah pemanfaatan sumber daya, sarana dan prasarana


dalam jumlah tertentu yang secara sadar ditetapkan sebelumnya untuk
menghasilkan sejumlah barang atas jasa kegiatan yang dijalankannya.
Efektivitas menunjukan keberhasilan dari segi tercapai tidaknya sasaran
yang telah ditetapkan. Jika hasil kegiatan semakin mendekati sasaran,
berarti makin tinggi efektivitasnya
Efisiensi adalah perbandingan yang terbaik antara input (masukan)
dan output (hasil antara keuntungan dengan sumber-sumber yang
dipergunakan), seperti halnya juga hasil optimal yang dicapai dengan
penggunaan sumber yang terbatas. Dengan kata lain hubungan antara
apa yang telah diselesaikan.
Produktivitas merupakan perbandingan antara hasil yang dicapai
(keluaran) dengan keseluruhan sumber daya (masukan) yang terdiri dari
beberapa faktor seperti tanah, gedung, mesin, peralatan, dan sumber
daya manusia yang merupakan sasaran strategis karena peningkatan
produktivitas tergantung pada kemampuan tenaga manusia.
Produktivitas

Keluaran
Tenaga Kerja Kapital Bahan Energi

dapat dilihat hubungan antara produktivitas dengan efisiensi dan


efektivitas, dimana
efisiensi berkaitan dengan penggunaan sumber,
sedangkan efektivitas berkaitan dengan unjuk kerja. Produktivitas dapat
dicapai dengan hasil yang sebesar mungkin dengan memakai sumbersumber sekecil mungkin. Untuk melihat hubungan antara produktivitas
dengan efisiensi dan efektivitas dapat dijabarkan sebagai berikut :
Misalkan : P = produktivitas
I = masukan ( input )
O = keluaran yang dimanfaatkan ( output )
O = keluaran sebelum ada yang rusak ( output riil )

Efisiensi

Efektivitas

Output Riil
Input

Output Terpakai
Input

Dari rumus diatas dapat dilihat bahwa efisiensi menggambarkan tingkat


penghematan penggunaan input, sedangkan efektivitas menggambarkan
tingkat pemanfaatan dari output atau tingkat kepuasan penggunaan
output.

Pengertian BIQ Q, COQ, ROQ

Pengertian project management & program management


Manajemen proyek merupakan bagian dari manajemen program.Project
Management merupakan aplikasi dari pengetahuan ( knowledge ), skills,
tools & technique dalam suatu project untuk memenuhi tujuanya.
Manajemen proyek dapat dicapai melalui proses-proses seperti: inisiasi,
perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan penutupan. Tim proyek
mengatur pekerjaan dalam proyek, pekerjaan tersebut terdiri dari:
- Tuntutan persaingan dalam ruang lingkup, waktu, biaya, resiko,
dan kualitas.
- Pemegang saham dengan kebutuhan dan harapan yang berbedabeda.
- Persyaratan yang jelas.
Manajemen
proyek
kadang-kadang
digunakan
untuk
menggambarkan pendekatan perusahaan untuk pengelolaan operasi yang
berkelanjutan. Pendekatan ini lebih cocok disebut management by project,
mengelola semua aspek dari operasi yang berkelanjutan untuk
menerapkan teknik pengelolaan proyek.Tantangan dalam Project
Management yaitu mencapai tujuan dengan batasan ruang lingkup
( scope ), waktu (time ) dan biaya ( cost ) atau disebut Project
Management Triangle
Program manajemen adalah organisasi dan administrasi dari satu
atau lebih proyek. Ini biasanya mencakup semua aspek program,
termasuk
penganggaran,
operasi,
dan
review
dengan
tujuan
meningkatkan kinerja organisasi. Dalam prakteknya dan dalam tujuan itu
sering berkaitan erat dengan rekayasa sistem, teknik industri, manajemen
perubahan, dan transformasi bisnis.. Manajemen program yang berhasil
memerlukan organisasi, komunikasi yang baik, dan perhatian terhadap
detail
Manajer program memiliki pengawasan tujuan dan status proyek
dalam program dan dapat menggunakan pengawasan ini untuk
mendukung kegiatan tingkat proyek untuk memastikan tujuan program
terpenuhi dengan menyediakan kapasitas pengambilan keputusan yang
tidak dapat dicapai pada tingkat proyek atau dengan menyediakan
manajer proyek dengan perspektif program jika diperlukan, atau sebagai
papan terdengar untuk ide-ide dan pendekatan untuk memecahkan
masalah proyek yang memiliki dampak program.
Perbedaan Menejemen proyek dan manajemen program
Manajer Proyek
Fokus pada konten
Mengelola proyek
Fokus
pada
lingkup,
jadwal,
sumber
Melakukan tugas-tugas yang lebih

Manajer Program
Fokus pada konteks
mengelola portofolio
Fokus pada orang, politik dan
negosiasi
Melakukan tugas-tugas yang lebih

teknis
Menangani manajemen risiko
Berurusan dengan persyaratan
proyek
Bertanggung
jawab
untuk
memastikan
proyek-proyek
mendapatkan selesai tepat waktu,
sesuai anggaran

strategis
Perubahan menangani manajemen
(Program
dan
perubahan
lingkungan)
Berurusan dengan strategi bisnis
dan tujuan
Bertanggung
jawab
untuk
memaksimalkan ROI dan nilai
pengiriman

Pengertian goods & services


Barang Barang merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga bisa
dilihat, diraba atau disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan,
dan perlakuan fisik lainnya.
Jasa adalah setiap kegiatan atau manfaat yang ditawarkan oleh suatu
pihak pada pihak lain dan pada dasarnya tidak berwujud, serta tidak
menghasilkan kepemilikan sesuatu. Proses produksinya mungkin dan
mungkin juga tidak dikaitkan dengan suatu produk fisik
jasa pada dasarnya adalah sesuatu yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Sesuatu yang tidak berwujud, tetapi dapat memenuhi kebutuhan
konsumen.
Proses produksi jasa dapat menggunakan atau tidak menggunakan
bantuan suatu produk fisik.
Jasa tidak mengakibatkan peralihan hak atau kepemilikan.
Terdapat interaksi antara penyedia jasa dengan pengguna jasa.

Pengertian BPM (Business Process Management)


Business Process Management (BPM) adalah suatu metode
penyelarasan secara efisien suatu perusahaan dengan keinginan dan
kebutuhan perusahaan tersebut. BPM merupakan suatu pendekatan
manajemen holistik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi bisnis
seiring upaya untuk mencapai inovasi, fleksibilitas dan integrasi dengan
teknologi. BPM berupaya untuk melakukan perbaikan proses secara
berkelanjutan atau bisa juga disebut sebagai suatu proses 'optimalisasi
proses'
Optimasi tersebut dapat melibatkan satu department atau banyak
department dalam sebuah atau bahkan beberapa organisasi. Salah satu
contohnya adalah jika proses bisnis melibatkan supplier, customer
ataupun partner bisnis. Konsep dasar dari BPM adalah mengelola proses,
individu, dan informasi untuk semua aktivitas yang ada pada perusahaan,
dan dengan cara yang distandarisasi. BPM membantu perusahaan dalam
mengawasi dan mengontrol seluruh elemen pada proses bisnis, seperti
karyawan, pelanggan, pemasok, dan workflow. BPM meningkatkan
kualitas proses bisnis melalui penyediaan mekanisme feedback yang lebih
baik. Review yang berkesinambungan dan real-time akan membantu
perusahaan dalam mengidentifikasi masalah dan kemudian mengatasinya
secara lebih cepat sebelum masalah tersebut berkembang menjadi lebih
besar.
Keuntungan dari pemanfaatan Manajemen Proses Bisnis (BPM) antara lain:
Peningkatan produktivitas organisasi. Aktivitas akan berjalan lebih
mulus dan lebih efisien setelah dimodelkan dan diotomatsasi.
Dapat mendeteksi dan memperbaiki masalah, seperti downtime,
bottleneck, dan penggunaan sumber daya yang tidak efisien, secara
cepat. Auditing dan monitoring yang menggunakan data yang real
time yang didapatkan pada saat proses sedang berjalan membuat
deteksi yang lebih awal dan lebih cepat terhadap sebuah
permasalahan.
Memperbaiki kerja sama antar departemen dan dengan organisasi
eksternaI, seperti klien, supplier, dan distributor. Interaksi organisasi
dengan pihak pihak ini dapat dengan mudah dimodelkan dan
disistemasikan, mendatangkan efisiensi dengan bertukar informasi
dan pekerjaan atau tugas (task).
Memberikan pelayanan yang lebih baik untuk klien, supplier,
distributor, dan partner. Provide better service to clients, suppliers,
distributors and partners.
Meningkatkan kontrol terhadap aktivitas organisasi. Setiap saat,
snapshot dari pekerjaan yang sedang dikerjakan dapat dilihat.
Mendapatkan informasi yang akurat mengenai performa perusahaan
untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat. Dengan
menggunakan balance scorecard yang terupdate secara real time,
maka performa perusahaan dapat dilihat dengan cepat.

Mempunyai compliance terhadap hukum, peraturan, prosedur, dan


best practice.
Menghemat waktu dengan otomatisasi pembuatan dokumentasi dan
informasi yang dibutuhkan.