Anda di halaman 1dari 2

Table 5.3.

6 Hubungan keberadaan ventilasi dengan kejadian pneumonia


No

Ventilasi

1
2

Ada ventilasi
Tidak
ada
ventilasi

Bukan
Pneumonia
n
6

Pneumonia
n
32

n
38

%
76

12

24

12

38

50

100

Jumlah

Total

Berdasarkan data pada tabel 5.3.6 Rumah pasien yang menggunakan


ventilasi dan mengalami pneumonia didapatkan sebesar 32 orang sedangkan yang
tidak menggunakan sebesar 6 orang. Sebaliknya pasien yang tidak menggunakan
ventilasi dan tidak pneumonia sebesar 6 orang dan begitu juga dengan yang
menggunakan ventilasi dan tidak pneumonia sebesar 6 orang.
Data ini tidak sejalan dengan penelitian oleh Anwar dan Ika (2014) yang
menyatakan bahwa terdapat risiko pnemonia pada balita yang tinggal di rumah
dengan ventilasi yang tidak memadai karena fungsi ventilasi sangat penting untuk
menjamin kualitas dan kecukupan sirkulasi udara yang keluar dan masuk dalam
ruangan rumah.
Kualitas udara dalam rumah yang memenuhi syarat adalah bertemperatur
ruangan sebesar 18 30C dengan kelembaban udara sebesar 40% - 70%. Ukuran
ventilasi yang memenuhi syarat yaitu 10 % luas lantai. Ventilasi alami adalah
penggantian udara secara alami (tidak melibatkan peralatan mekanis, seperti
mesin penyejuk udara yang dikenal dengan air conditioner atau AC). Ventilasi
alami menawarkan ventilasi yang sehat, nyaman, dan tanpa energi tambahan
(Yuwono, 2008).
Terdapat syarat awal untuk mernacang ventilasi alami yaitu tersedianya
udara luar yang sehat (bebas dari bau, debu dan polutan lain yang menganggu),
suhu udara luar tidak terlalu tinggi (maksimal 28C), tidak banyak bangunan
disekitar yang akan menghalangi aliran udara horizontal (sehingga angin
berhembus dengan baik) dan lingkungan tidak bising. Jika syarat awal tidak
dipenuhi, maka sebaiknya tidak dipaksakan memakai ventilasi alami karena justru
akan merugikan (Yuwono, 2008).

Pada penelitian ini jumlah ventilasi yang cukup lebih banyak terdapat pada
pasien balita dengan pneumonia. Hal ini dapat terjadi akibat syarat-syarat ventilasi
alami yang tidak terpenuhi, faktor-faktor risiko lain yang dapat menyebabkan
pneumonia pada balita dan kurangnya jumlah sampel.
DAFTAR PUSTAKA:
Anwar A dan Ika D. 2014. Pneumonia pada Anak Balita di Indonesia. Jurnal
Kesehatan Masyarakat Nasional 8(8): 359-365 2014.
Yuwono TA. 2008. Faktor-faktor Lingkungan Fisik Rumah yang Berhubungan
dengan Kejadian Pneumonia pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas
Kawunganten Kabupaten Cilacap. Semarang: Universitas Diponegoro