Anda di halaman 1dari 7

STRUKTUR KUBAH GARAM

MAKALAH

Disusun untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Geologi Struktur dan


Stratigrafi
Dosen Pengampu : Irjan, M.Si

Oleh :
LAILATUL MAGHFIROH
13640046

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM
MALANG
2016

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Geologi dasar merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari unsur-unsur
yang ada di bumi serta berkaitan juga dengan pembentuk kulit bumi, yang
mencakup mengena cara terjadinya, komposisi, klasifikasi batuan tersebut dan
hubungannya dengan proses-proses dan sejarah geologinya.
Setelah mempelajari berbagai struktur seperti struktur rekahan, struktur patahan
dan struktur lipatan. Selanjutnya akan mempelajari struktur kubah garam. Kubah
garam merupakan salah satu perangkap yang penting untuk akumulasi
minyakbumi. Kubah garam merupakan semacam suatu perlipatan bersifat diaper.
Suatu lapisan garam yang terdapat pada kedalaman tertentu, karena sifat garam
yang plastis dan juga karena berat jenis yang rendah sering menusuk ke dalam
sedimen yang berada di atasnya dan membentuk semacam suatu tiang atau suatu
pilar dan menyundul sedimen yang ada di atasnya sehingga berbentuk suatu kubah.
Untuk lebih memahami apa itu kubah garam, maka makalah ini akan membahas
tentang struktur kubah garam.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan kubah garam ?
2. Bagaimana proses terbentuknya kubah garam ?
3. Bagaimana nilai ekonomis kubah garam ?
1.3 Tujuan
1. Untuk memahami apa itu kubah garam
2. Untuk memahami proses terbentuknya kubah garam
3. Untuk memahami nilai ekonomis dari kuba garam

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Kubah Garam
Kubah Garam adalah sebuah gundukan atau kolom garam dalam jumlah besar
yang terangkat ke permukaan bumi karena perbedaan massa jenis batuan dengan
massa jenis garam itu sendiri. Garam tersebut dapat memiliki kemampuan untuk
mengalir dengan cepat dalam tekanan yang tinggi.

Gambar 2.1 Penampang Kubah Garam


Kubah garam merupakan salah satu perangkap yang penting untuk akumulasi
minyakbumi. Kubah garam merupakan semacam suatu perlipatan bersifat diaper. Suatu
lapisan garam yang terdapat pada kedalaman tertentu, karena sifat garam yang plastis dan
juga karena berat jenis yang rendah sering menusuk ke dalam sedimen yang berada di
atasnya dan membentuk semacam suatu tiang atau suatu pilar dan menyundul sedimen yang
ada di atasnya sehingga berbentuk suatu kubah. Beberapa lapisan yang tertusuk biasanya
ikut terangkat dan seolah olah membaji terhadap kolom garam ini dan sering merupakan
suatu jebakan minyak yang baik. Di sini sulit untuk disebut sebagai suatu perangkap
patahan, tetapi sangat khas sebagai perangkap kubah garam. Seringkali kubah garam itu ke
atas mengembang berbentuk seperti jamur dan di dapatkan perlapisan pasir yang
membetuk perangkap itu berada di bawah naungan payung garam tersebut.

2.2 Proses Terbentuknya Kubah Garam


Kubah garam terjadi akibat intrusi massa garam ke dalam lapisan batuan. Jadi
kubah ini mempunyai inti berupa garam. Diatasnya kadang-kadang terdapat lapisan
tudung berupa gips, batu gamping atau dolomit yang pejal. Pada umumnya kubah
garam ini kecil-kecil dengan garis tengah 1 6 km dengan ketinggian 100 kaki
dari daerah sekitarnya.

Gambar 2.2 Perkembangan Kubah Garam


Kubah garam dapat terbentuk di daerah cekungan sedimen dimana endapan
garam telah terkubur di bawah tanah oleh paling sedikit 5000 jenis endapan
sedimen. Salah satu lokasi kubah garam terbesar di dunia saat ini adalah di Teluk
Meksiko. Tidak kurang 500 titik kubah garam ditemukan baik di dasar laut maupun
di daratan sekitar Teluk Meksiko. Beberapa lokasi kubah garam lain terdapat di
Amerika Serikat, Jerman, Kanada, Brazil, Gabon dan di Semenanjung Arab. Kubah
garam dapat terbentuk dalam struktur yang sangat besar hingga 7 km ke bawah
sedangkan batuan induk pembentuk garam dapat memiliki tebal hingga beberapa
ribu kaki. Kubah garam biasanya tidak akan muncul sampai keluar permukaan
bumi. Di Indonesia sendiri hingga saat ini belum ada indikasi keterdapatan kubah
garam karena lingkungan pengendapan yang tidak mendukung. Sehingga sumur
minyak di Indonesia kebanyakan berasal dari cebakan struktural.
Ada dua faktor yang memengaruhi terbentuknya kubah garam yaitu:
1) Ketika garam terkubur beberapa ribu meter di dalam bumi maka ia akan
memiliki massa jenis yang lebih rendah dari batuan sedimen di sekitarnya.

2) Garam memiliki kemampuan untuk mengalir dan berubah bentuk ketika


berada dalam tekanan tinggi

Gambar 2.3 Kubah Garam di Iran


2.3 Peran Batu Garam di Dunia Pertambangan
Batu garam sangat membantu menjebak minyak bumi atau gas yang sering
dijumpai di Teluk Meksiko dan daerah-daerah Timur Tengah. Batu tersebut adalah
batu garam atau yang sering dikenal sebagai rock salt dan termasuk ke dalam batuan
sediment. Batu garam ini terbentuk dari kumpulan mineral yang sering disebut
halite. Mineral halite mempunyai rumus kimia NaCl. Akan tetapi batu garam bisa
juga mengandung pengotor-pengotor dan umumnya yang berasosiasi dengan batu
garam tersebut adalah anhydrite (CaSO4), gypsum (CaSO4.2H2O), dan juga sylvite
(KCl).

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Kubah garam adalah sebuah gundukan atau kolom garam dalam jumlah
besar yang terangkat ke permukaan bumi karena perbedaan massa jenis
batuan dengan massa jenis garam itu sendiri.
2. Kubah garam terjadi akibat intrusi massa garam ke dalam lapisan batuan.
Jadi kubah ini mempunyai inti berupa garam. Diatasnya kadang-kadang
terdapat lapisan tudung berupa gips, batu gamping atau dolomit yang pejal.
Pada umumnya kubah garam ini kecil-kecil dengan garis tengah 1 6 km
dengan ketinggian 100 kaki dari daerah sekitarnya.
3. Batu garam sangat membantu menjebak minyak bumi atau gas yang sering
dijumpai di Teluk Meksiko dan daerah-daerah Timur Tengah.

DAFTAR PUSTAKA
http://gaulmahageo1g.blogspot.co.id/2012/01/morfologi-daerah-berstruktur.html
Diakses tanggal 04 Oktober 2016.
https://geounhas06.wordpress.com/minyak-dan-gas-bumi/perangkap/perangkapstruktur/ Diakses tanggal 04 Oktober 2016.