Anda di halaman 1dari 3

Tugas Individu

PENGAUDITAN I

Nama

: MUTMAINNA

Nim

: A31114001

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2016

Asersi Manajemen pada Piutang Usaha


a. Keberadaan atau keterjadian piutang usaha
Keberadaannya atau keterjadiannya (existence or occurrence) Asersi
tentang keberadaan atau terjadinya berhubungan dengan apakah aktiva
atauutang perusahaan benarbenar ada pada tanggal neraca dan transaksi
transaksi yang tercatat telah benarbenar terjadi selama periode tertentu.
Keberadaan (eksistensi) suatu aktiva tidak hanya dilihat dari ujung fisiknya
saja seperti kas, persediaan, dan aktiva tetap, namum ada pula yang tidak aja
ujud fisiknya, misalnya piutang dan utang usaha. Sehubungan dengan saldo
piutang diatas , manajemen hanya menyatakan bahwa piutang yang terdiri
dana piutang usaha, benar benar ada pada tanggal neraca. Manajemen tidak
menyatakan bahwaRp10.000.000, adalah jumlah yang benar.
b. Kelengkapan piutang usaha
Asersi tentang kelengkapan berhubungan dengan apakah semua
transaksi dan akun yang seharusnya disajikan dalam laporan keuangan telah
dicantumkan di dalamnya. Sebagai contoh, manajemen membuat asersi bahwa
seluruh pembelian barang dan jasa dicatat dan dicantumkan dalam laporan
keuangan. Demikian pula, manajemen membuat asersi bahwa utang usaha di
neraca telah mencakup semua kewajiban entitas.
c. Hak kepemilikan piutang usaha
Asersi tentang hak(rights) dan kewajiban(obligations) berhubungan
dengan apakahaktiva tersebut benar benar milik perusahaan dan semua utang
adalah benar-benar kewajiban perusahaan pada tanggal neraca. Asersi ini
menyatakan ,bahwa manajemen secara implisit menyatakan bahwapiutang dan
aktiva aktiva lainnya yang dilaporkan pada neraca benar benar
milikperusahaan , dan utang utang yang dilaporkan pada neraca benar
benarkewajiban perusahaan secara sah. Dengan demikian asersi ini hanya
berkaitandengan komponen komponen neraca khususnya aktiva dan utang.
d. Penilaian piutang usaha
Asersi tentang penilaian atau alokasi berhubungan dengan apakah
komponen- komponen aktiva, kewajiban, pendapatan dan biaya sudah
dicantumkan dalam laporan keuangan pada jumlah yang semestinya. Sebagai
contoh, manajemen membuat asersi bahwa aktiva tetap dicatat berdasarkan
harga pemerolehannya dan pemerolehan semacam itu secara sistematik
dialokasikan ke dalam periode-periode akuntansi yang semestinya. Demikian
pula manajemen membuat asersi bahwa piutang usaha yang tercantum di
neraca dinyatakan berdasarkan nilai bersih yang dapat direalisasikan.

e. Penyajian dan pengungkapan piutang usaha

Asersi tentang penyajian dan pengungkapan berhubungan dengan


apakah komponen-komponen tertentu laporan keuangan diklasifikasikan,
dijelaskan, dan diungkapkan semestinya. Misalnya, manajemen membuat
asersi bahwa kewajiban-kewajiban yang diklasifikasikan sebagai utang jangka
panjang di neraca tidak akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun. Demikian
pula, manajemen membuat asersi bahwa jumlah yang disajikan sebagai pos
luar biasa dalam laporan laba-rugi diklasifikasikan dan diungkapkan
semestinya.
Tujuan Audit untuk piutang usaha
Pada dasarnya tujuan utama audit adalah untuk menyatakan pendapat atas kewajaran
dalam semua hal yang material, potensi keuangan dan hasil usaha serta arus kas sesuai
dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Untuk mencapai tujuan ini auditor perlu
menghimpun bukti kompenten yag cukup, auditor perlu mengidentifikasi dan menyusun
sejumlah tujuan audit spesifik untuk setiap akun laporan keuangan. Dengan melihat tujuan
audit spesifik tersebut , auditor akan dapat mengidentiikasi bukti apa yang dapat dihimpun
dan bagaimana cara menghimpun bukti tersebut.
a. Piutang usaha pada neraca saldo menurut umur cocok dengan jumlah pada file
master dan jumlah total telah ditambahkan dengan tepat dan cocok dengan
buku besar (Pengujian terinci).
b. Piutang usaha yang dicatat adalah ada (Keberadaan).
c. Piutang usaha yang ada telah dimasukkan semuanya (Kelengkapan).
d. Piutang usaha secara mekanis adalah akurat (Akurasi).
e. Piutang usaha diklasifikasikan dengan tepat (Klasifikasi).
f. Piutang usaha dicatat dalam periode(pisah batas) yang sesuai (Pisah batas).
g. Piutang usaha dinilai dengan memadai pada nilai yang dapat direalisir (Nilai
yang direalisasi).
h. Piutang usaha benar-benar sah dimiliki klien (Hak).
i. Penyajian dan pengungkapan piutang usaha adalah memadai (Penyajian dan
Pengukapan).