Anda di halaman 1dari 4

PORTOFOLIO

Nama Peserta : dr. Fitria Apriliani


Nama Wahana : RSUD K.H. Hayyung Kep. Selayar
Topik : Diabetes mellitus tipe
Tanggal (kasus) :
Nama Pasien :
Pendamping : dr. Andi Nurtina
Tanggal Presentasi :
Pembimbing : dr.
Tempat Presentasi : Ruang Pertemuan RSUD K.H. Hayyung
Objektif Presentasi :
Keilmuan
Keterampilan
Penyegaran
Tinjauan Pustaka
Diagnostik
Manajemen
Masalah
Istimewa
Neonatus
Bayi
Anak
Remaja
Dewasa
Lansia
Bumil
Pasien datang dengan keluhan nyeri kaki kanan, terdapat luka sejak 1 tahun lalu
yang selalu hilang timbul. Pasien tidak tahu penyebab luka di kaki kanannya.
Deskripsi :

Pasien merasa sering kencing, terutama malam hari namun tidak disertai nyeri atau
panas,alirannya juga lancar tidak berhenti-berhenti, pasien merasa sering lapar,
sering haus, badan bertambah kurus semenjak didiagnosis sakit kencing manis 2

Tujuan :
Bahan
Bahasan :
Cara
Membahas :
Data Pasien :

tahun yang lalu.


Mampu mendiagnosis dan memberikan tatalaksana terhadap pasien yang datang
dengan gejala diabetes melitus, serta mampu memberikan edukasi kepada pasien.
Tinjauan Pustaka
Diskusi

Riset

Kasus

Presentasi dan Diskusi

Audit

E-mail

Pos

Nama : Tn. J

No. Registrasi : 0443xx


Usia : 49 th
Nama RS : RSUD K.H. Hayyung Kep.Selayar Sulawesi Selatan Telp: Data Utama untuk Bahan Diskusi :
1. Diagnosis / Gambaran Klinis :
Pasien datang dengan keluhan nyeri kaki kanan, terdapat luka sejak 1 tahun lalu
yang selalu hilang timbul. Pasien tidak tahu penyebab luka di kaki kanannya. Pasien
merasa sering kencing, terutama malam hari namun tidak disertai nyeri atau
panas,alirannya juga lancar tidak berhenti-berhenti, pasien merasa sering lapar, sering
haus, badan bertambah kurus semenjak didiagnosis sakit kencing manis 2 tahun yang lalu.
demam, mual dan muntah disangkal. Kesemutan (-), pandangan kabur (-).
2. Riwayat Pengobatan : Obat yang biasa pasien gunakan saat ada keluhan adalah glibenklamid.
3. Riwayat Penyakit Dahulu : Riwayat DM (+) 2 tahun yang lalu, Riwayat Hipertensi (-),

Riwayat Sakit Jantung (-)


4. Riwayat Penyakit Keluarga : riwayat DM diakui (Bapak)

5. Pemeriksaan Fisik :

Keadaan umum: lemah


Kesadaran
: compos mentis
Tekanan Darah: 110/70 mmHg
Nadi
: 80x/menit
TB
: 60 kg
Suhu
: 20 x/menit
BB
: 166 kg
0
Nafas
: 36,5 C
BMI : 21.81kg/m2 (normoweight)
Mata
: konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), pupil isokor (+/+),reflek pupil
(+/+)
Supraklavikula: dbn
Dada
:
Pulmo:
Inspeksi
: Simetris (+), retraksi otot-otot costa(-)
Palpasi
: Ketinggalan gerak (-)
Perkusi

: Sonor pada kedua lapang paru

Auskultasi

: Vesikuler (+/+), Ronchi basah basal (-/-), wheezing (-/-)

Cor
: S1, S2 tunggal, reguler, bising (-)
Abdomen
:
Inspeksi
: Supel (+) , ditensi (-)
Auskultasi
: Peristaltik (+) normal
Palpasi
: Nyeri tekan(-) , Pembesaran hepar (-), Pembesaran lien (-)
Perkusi
: Timpani (+)
Genitalia
: dbn
Inguinal
: dbn
Ekstremitas : akral hangat, lokasi dorsum dan plantar pedis (Plantar : 6x3 cm, 3x3 cm;
Dorsum : 2x4 cm), dasar luka fascia dan tendon,tampilan luka kotor dan basah,
berbau(+),ganggren (+) digiti pedis 2-4 dextra.

6. Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
Darah Lengkap:
Pemeriksaan
Lekosit
Hemoglobin
Hematokrit
Trombosit
LED 1 Jam
Eosinofil
Basofil
Neutrofil Batang
Neutrofil Segmen
Limfosit
Monosit
Uric acid

Hasil
14.8
11.7
31
274
26
0
0
0
91
7
2
2,4

Nilai Normal
4,8 10,8
12 16
37 47
150 450
0 20
24
01
26
50 70
25 40
28
2,6 6,0

Satuan
gr/dl
/mm3
/mm3
%
mm / jam
%
%
%
%
%
%
mg/dl

Ureum
Creatinin
SGOT
SGPT
Albumin
Protein Total

32,5
0,67
11,2
19,3
3,9
5,5

17 - 43
0,6 1,1
< 31
< 31
3,8 5,1
6,0 8,5

mg/dl
mg/dl
u/l
u/l
g/dl
g/dl

Hasil
346

Nilai Normal
<125

Satuan
gr/dl

Glukosa darah
Pemeriksaan
Glukosa Sewaktu
Daftar Pustaka :
1.

Sudoyo, Aru W, et al. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Departemen Ilmu

2.

Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.


Konsesus Pencegahan dan Pengelolaan Nasional Penatalaksanaan Diabetes Mellitus tipe

3.

2 di Indonesia, Perkeni, 2008.


Synder RJ, et al. Consensus recommendations on advancing the standard of care for

4.

treating neuropathic foot ulcers ini patients with diabetes. 2010


American Diabetes Association. Consensus development conference diabetic foot

5.

wound care. Diabetes care. 1999; 22(8). 1354-9.


Apelqvist J, bakker K, Hotum W, Schaper N. Practical guidelines on the management

6.

and prevention of the diabetic foot. Diabetes Metab Res Rev. 2008; 24(1). 1817.
Frykberg R, et al. Diabetic foot disorders: Clinical practice guideline (2006 revision).

7.

The journal of foot & ankle surgery. 2006; 45(6).


Mendes JJ, Neves J. Diabetic foot infections: Current diagnosis and treatment. The

8.

Journal of Diabetic Foot Complications. 2012; 4(2). 26-45


ClaytonW, Elasy TA. Review of the pathophysiology, classification, and treatment of

9.

foot ulcers in diabetic patients. Clinical Diabetes. 2009; 27(2). 52-7


Lipsky BA,et al. Diagnosis and treatment of diabetic foot infections. CID; 2004; 39.

10.

886-903.
Nain SP, Uppal S, Garg R, Bajaj K, garg S. Role of negative pressure wound therapy in
healing of diabetic foot ulcers. Journal of surgical technique and case report. 2011; 3(1).

11.

17-9
Kirby M. Negative pressure wound therapy. The british journal of diabetes and vascular

disease. 2007; 7(5). 230-3.


Hasil Pembelajaran :
1. Definisi
2. Etiologi
3. Gejala dan Diagnosis
4. Penatalaksanaan

Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio


1. Subjektif :
Pasien laki-laki 49 tahun, datang dengan keluhan nyeri kaki kanan, terdapat luka
sejak 1 tahun lalu yang selalu hilang timbul. Pasien tidak tahu penyebab luka di
kaki kanannya. Pasien merasa sering kencing, terutama malam hari namun tidak
disertai nyeri atau panas,alirannya juga lancar tidak berhenti-berhenti, pasien
merasa sering lapar, sering haus, badan bertambah kurus semenjak didiagnosis sakit
kencing manis 2 tahun yang lalu.
-

Objektif :

Hasil pemeriksaan fisik didapatkan:


-

Ekstremitas
: akral hangat, lokasi dorsum dan plantar pedis (Plantar :
6x3 cm, 3x3 cm; Dorsum : 2x4 cm), dasar luka fascia dan tendon,tampilan
luka kotor dan basah, berbau(+) ganggren (+) digiti pedis 2-4 dextra.

Hasil pemeriksaan penunjang didapatkan:


-

Lekosis 14.8
Gula darah sewaktu 346

2. Assesment:
-

Diabetes Mellitus Type II


Ulkus diabetikus pedis dextra Grade IV

3. Plan :
Medikamentosa
-

Infus RL 20 tpm
Injeksi Insulin novorapid 3x 6 unit/sc
Injeksi lantus (0-0-10 unit)
P.O Vitamin B komplek tab 1/ 24 jam
Kompres dengan NaCl
Injeksi Ceftriaxone 1 gram/ 12 jam
Injeksi Metronidazole 500mg/ 8 jam (IV)
Injeksi Ranitidin 1 ampul / 12 jam (IV)

Non medikamentosa
-

Ganti balut perhari


Konsul spesialis bedah
Program debridemen