Anda di halaman 1dari 2

ARTIFICIAL INTELLIGENCE

Di zaman ini teknologi kian berkembang pesat. Dimana manusia sekarang kian
membutuhkan sebuah perubahan yang dapat membuat manusia kian terbantu. Di saat itulah,
para ilmuwan pun memprogram bagaimana suatu pekerjaan bisa terselesaikan dengan
komputerisasi, dimana mereka melakukan suatu pengembangan sebuah kecerdasan buatan
atau Artificial Intelligence (AI).
Artificial Intelligence atau AI dalam bahasa Indonesia artinya Kecerdasan Buatan
yaitu kecerdasan yang ditunjukkan oleh suatu entitas ilmiah dimana itu dibentuk dalam suatu
program untuk menunjang kebutuhan manusia zaman sekarang. Kecerdasan dibuat dan
dimasukkan ke dalam suatu mesin/ komputer supaya bisa melakukan pekerjaan seperti yang
bisa dikerjakan oleh manusia. Dimana contohnya merupakan sebuah kemampuan untuk
menjawab diagnosa dan pertanyaan pelanggan, perencanaan dan penjadwalan, pengendalian,
serta pengenalan tulisan tangan, suara dan wajah. Peneliti Artificial Inrelligence
mendefinisikan bidang ini sebagai "studi dan desain agen cerdas", di mana sebuah agen
cerdas adalah sistem yang memandang lingkungannya dan mengambil tindakan yang
memaksimalkan peluang keberhasilan. John McCarthy , yang menciptakan istilah pada tahun
1955 mendefinisikan sebagai "ilmu dan teknik membuat mesin cerdas". Hal-hal seperti itu
telah menjadi disiplin ilmu tersendiri, yang memusatkan perhatian pada penyediaan solusi
masalah di kehidupan yang nyata. Terdapat macam-macam bidang yang menggunakan
kecerdasan buatan diantaranya yaitu: game komputer, sistem pakar, jaringan syaraf tiruan,
logika fuzzy dan robotika.
Kecerdasan buatan atau AI bertujuan untuk kemajuan perkembangan pola pikir
manusia, antara lain membuat komputer lebih cerdas dan mudah digunakan manusia, akan
mengerti tentang kecerdasan, dan membuat mesin menjadi lebih berguna
Walaupun AI memiliki konotasi fiksi ilmiah yang kuat, AI membentuk cabang yang
sangat penting pada ilmu komputer, berhubungan dengan perilaku, pembelajaran dan adaptasi
yang cerdas dalam sebuah mesin. Penelitian dalam AI menyangkut pembuatan mesin untuk
mengotomatisasikan tugas-tugas yang membutuhkan perilaku cerdas. Termasuk contohnya
adalah pengendalian, perencanaan dan penjadwalan, kemampuan untuk menjawab diagnosa
dan pertanyaan pelanggan, serta pengenalan tulisan tangan, suara dan wajah. Hal-hal seperti
itu telah menjadi disiplin ilmu tersendiri, yang memusatkan perhatian pada penyediaan solusi
masalah kehidupan yang nyata. Sistem AI sekarang ini sering digunakan dalam bidang
ekonomi, obat-obatan, teknik dan militer, seperti yang telah dibangun dalam beberapa
aplikasi perangkat lunak komputer rumah dan video game.
Ada kelebihan dari Artificial Intelligence yakni:

AI bersifat lebih konsisten dan teliti, dimana dalam kekonsistenan dan ketelitian
tersebut di dalam suatu produk AI telah deprogram sedemikian rupa sehingga suatu
system dapat bekerja secara baik.
Selain itu AI lebih bersifat permanen yang dikarenakan di dalam kekonsistenan sistem
itu AI memiliki kapasitas memori yang baik
AI lebih murah daripada kecerdasan alami. Karena dimana kalau kecerdasan buatan
dengan kecerdasan alami, kecerdasan alami merupakan IQ dari seseorang dan harga
dari hasilnya bisa dibilang tinggi, sedangkan kecerdasan buatan merupakan hasil

produk dari kecerdasan alami dan kecerdasan buatan bisa diperoleh dari bantuan suatu
program.
Artificial Intelligence menawarkan kemudahan untuk digandakan atau disebarkan.
Artificial Intelligence dapat didokumentasi

Dapat kita ketahui bahwa kecerdasan buatan merupakan hasil dari karya cipta dari kecerdasan
alami yang terdapat pada manusia yang menggunakan pemrograman dan kinerja mesin yang
didesain untuk menjalankannya.