Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Ilmu Sosial Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat
memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep
yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan
kebudayaan. Istilah Ilmu Sosial Budaya Dasar dikembangkan petama kali di
Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah
bahasa Inggris the Humanities. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal
dari bahasa latin humnus yang artinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan
mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih
manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan
bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo
humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka
harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan
tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.1
Seiring berjalannya waktu tentunya akan menimbulkan berbagai macam
persoalaan yang dihadapi manusia. Dari sekian banyak masalah yang terjadi di
dunia ini salah satunya adalah adanya krisis sosial budaya. Salah satu krisis
sosial budaya yang kelompok kami diskusikan adalah mengenai prostitusi
online yang kian menjamur di Indonesia. Kemajuan jaman yang terus
menuntut manusia untuk semakin menambah wawasannya meuntun manusia
menuju

perkembangan

diberbagai

bidang.

Perkembangan

teknologi

merupakan salah satu yang menjadi pengaruh terhadap perubahan sosial


budaya itu sendiri. Perkembangan teknologi memberi dampak yang besar
dalam berbagai aspek kehidupan. Mudahnya mengakses segala informasi
melalui internet memungkinkan semua orang mendapatkan hal yang positif
1Marhan, Manusia Sebagai Makhluk Budaya, Blogspot. Com diakses dari
http://tugas-mrhanz25.blogspot.com/2011/02/manusia-sebagai-makhluk-budaya.htmlpada
tanggal 7 September 2015.

maupun negatif. Teknologi selalu bersifat netral, penggunaan secara positif


atau negatif itu tergantung kepada penggunanya. Kebebasan seseorang untuk
mengunggah ataupun mengunduh sesuatu di internet nampaknya juga telah
banyak disalahgunakan misalnya sebagai media penjaja bisnis prostitusi.
Dengan melihat masalah tersebut maka penulis tertarik untuk menyusun
makalah ini dengan judul Prostitusi Online Sebagai Bentuk Penyimpangan
Sosial dan Budaya di Indonesia.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka rumusan
masalah yang terdapat dalam makalah ini adalah sebagai berikut.
Mengapa masalah tersebut muncul dan apa penyebabnya?
Mengapa kelompok kami menganggap topik tersebut sebagai masalah untuk
dibahas?
Bagaimanacontohstudikasustentangprostitusi online dananalisiskelompok
kami?
Bagaimana peranan pemerintah dalam mengatasi masalah tersebut?
Bagaimana solusi kelompok kami terhadap peran pemerintah tersebut?
1.3 Tujuan
Dalam

makalah

yang

berjudul

Prostitusi

Online

Sebagai

Bentuk

Penyimpangan Sosial dan Budaya ini, penulis menemukan beberapa tujuan


antara lain:
Untuk mengetahui bagaimana masalah tersebut muncul.
Untuk mengetahui bagaimana tanggapan kelompok kami mengenai topik
tersebut sebagai masalah untuk dibahas.
Untukmengetahuihasilanalisiskelompok kami mengenaostudikasustersebut.
Untuk mengetahui peranan pemerintah dalam mengatasi masalah tersebut.
Untuk mengetahui solusi kelompok kami terhadap peran pemerintah tersebu
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 MasalahTersebutMunculdanPenyebabnya.
Perkembangan teknologi memberi dampak yang besar dalam berbagai
aspek kehidupan. Mudahnya mengakses segala informasi melalui internet
memungkinkan semua orang mendapatkan hal yang positif maupun negatif
hanya dengan handphone atau perangkat lain yang bisa mengakses internet.
Teknologi selalu bersifat netral, penggunaan secara positif atau negatif itu
tergantung kepada penggunanya. Kebebasan seseorang untuk mengunggah
ataupun mengunduh sesuatu di internet nampaknya juga telah banyak
disalahgunakan misalnya sebagai media penjaja bisnis prostitusi.
Dalam segala hal sesuatu yang positif pasti tetap memiliki nilai negatif,
termasuk internet. Kemudahan mendapatkan data dan informasi melalui
internet ternyata juga dibarengi dengan mudahnya mendapatkan pornografi
dalam berbagai bentuk seperti gambar, video, bahkan jasa prostitusi itu
sendiri. Di Indonesia bisnis

esek-esek ini tumbuh seiring dengan

berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi. Perubahan praktek


prostitusi dari konvensional menjadi online tidak terlepas dari postmodern
dimana menunjuk pada situasi dan tata sosial produk teknologi informasi,
globalisasi, fragmentasi gaya hidup, konsumerisme yang berlebihan,
deregulasi pasar uang dan sarana publik.
Prostitusimerupakanpeyimpanganseksualberupatindakan sex bebas yang
dilakukandengantujuantertentu.Adapuntujuannyabisaberupasebagaimatapenca
hariaanmaupunsebagaipemuasnafsubirahisemata.Prostitusijugamerupakanbent
ukpenyimpangandarinorma social, agama, dan moral.
Sedangkanprostitusi online merupakanbentukdarikegiatanprostitusi yang
dilakukanmelalui

media

social

maupun

internet.Para

pelacurmaupunparagermodapatmenjajakandirinyamaupunanakbuahnyamelalui
internet

dan

media

social

tantegirang.Denganadanya

kepadalelakihidungbelangmaupunpadatanteinternet

dan

media

social

ini,

parapelakuprostitusimendapatkankemudahandalammelakukanpekerjaannya.
2.1.1 Penyebab Timbulnya Prostitusi Online
3

Menurut

Ketua

KNPI

Bangka

Belitung

Bambang

Patijaya

fenomenan saat ini terjadi perkembangan prostitusi baik secara kualitas


maupun kuantitas. Jika dulu prostitusi nyata terjadi dilokalisasi maka
saat ini berkembang ke arah prositusi terselubung. Berbagai cara
dilakukan oleh pelaku prostitusi untuk menjalankan aksinya. Seperti
menyamarkan dalam bentuk usaha seperti salon, panti pijat dan lainnya.
Ada juga wanita-wanita panggilan yang hanyan menunggu informasi
dari mucikari yang sibuk menawarkan ke pria hidung belang dengan
berbagai cara. Paling terbaru adalah penawaran wanita panggilan
memanfaatkan jejaring sosial dan online yang sudah merambah ke
wilayah Bangka Belitung. "Jelas sangat memprihatinkan sekali dengan
perkembangan prostitusi yang memang terjadi secara nasional fenomena
ini harus menjadi perhatian semua pihak di Provinsi Kep Bangka
Belitung," kata BPJ
Berlangsungnya perubahan-perubahan sosial yang serba cepat dan
perkembangan yang tidak sama dalam kebudayaan, mengakibatkan
ketidakmampuan

banyak

individu

untuk

menyesuaikan

diri,

mengakibatkan timbulnya disharmoni, konflik-konflik eksternal dan


internal, juga disorganisasi dalam masyarakat dan dalam diri pribadi.
Peristiwa-peristiwa tersebut memudahkan individu menggunakan polapola respon/reaksi yang inkonvensional atau menyimpang dari pola-pola
umum yang berlaku. Dalam hal ini ada pola pelacuran, untuk
mempertahankan

hidup

ditengah-tengah

hiruk-pikuk

alam

pembangunan, khususnya di Indonesia. Seiring dengan melesatnya


teknologi yang semakin canggih sering di salah gunakan oleh pihak
pihak tertentu khususnya para pelaku prostitusi dalam menjalankan
pekerjaanya dengan menawarkan dirinya melalui media online yang
lebih praktis.
Beberapa faktor dan peristiwa sosial penyebab timbulnya pelacuran
antara lain sebagai berikut :

Tidak adanya undang-undang yang melarang pelacuran. Juga tidak


ada larangan terhadap orang-orang yang melakukan relasi seks
sebelum pernikahan atau di luar pernikahan. Yang dilarang dan
diancam dengan hukuman ialah: praktik germo (Pasal 296 KUHP)
dan mucikari (Pasal 506 KUHP). KUHP 506: Barang siapa yang
sebagai mucikari mengambil untung dari perbuatan cabul seorang
perempuan, dihukum dengan hukuman kurungan selama-lamanya
satu tahun. Namun, dalam praktik sehari-hari, pekerjaan sebagai
mucikari ini selalu ditoleransi, secara konvensional dianggap sah
ataupun dijadikan sumber pendapatan dan pemerasan yang tidak
resmi.
Kemiskinan, kemiskinan telah memaksa banyak keluarga untuk
merencanakan strategi penopang kehidupan mereka termasuk
menjual moral untuk bekerja dan bekerja karena jeratan hutang.
Adanya keinginan dan dorongan manusia untukk menyalurkan
kebutuhan
seks,khususnyadiluarikatanperkawinan.Namuntidakdibarengidenga
nkontroldiri yang kuat.
Dekadensi moral, merosotnya norma-norma susila dan keagamaan
pada saat-saat orang mengenyam kesejahteraan hidup; dan ada
pemutarbalikan nilai-nilai pernikahan sejati.
Keinginan untuk cepat kaya ( materialistis )
Masihlemahnyapengawasanpemerintahterhadappenyalahgunaan
internet

dan

media

social

di

Terbuktisemakinmaraknyasitus-situspornografi
semakinharisemakinmenggerogoti
terutamagenerasipenerus.
2.2 Kelompok
Kami

moral

Menganggap

Indonesia.
yang
bangsa,
Topic

TersebutSebagaiMasalahUntukDibahas.
Krisis Sosial Budaya adalah suatu keaadaan atau suatu gejala dalam
masyarakat dimana tidak terdapat keseimbangan antara budaya materiil dan
budaya non mareril. Budaya materil adalah budaya yang dapat kita hayati
melalui indera kita yang meliputi beberapa aspek sosial, antara lain :
5

Jenis dan bentuk barang


Jenis dan bentuk alat
Keadaan lapisan masyarakat
Susunan lembaga sosial
Organisasi, kekuasaan dan wewenang
Sedangkan budaya non materil adalah budaya yang dapat kita hayati

melalui sebagian indera kita yang meliputi beberapa aspek, antara lain:
- Norma sosial (peraturan, undang undang dan sebagainya)
- Nilai sosial (adat istiadat, kebiasaan, mores dan sebagainya)
- Pola peri kelakuan (kesusilaan, keyakinan, agama , kepercayaan)
Seiring berjalannya waktu tentunya akan menimbulkan berbagai macam
persoalaan yang dihadapi manusia. Dari sekian banyak masalah yang terjadi di
dunia ini salah satunya adalah adanya krisis sosial budaya. Salah satu krisis sosial
budaya yang kelompok kami diskusikan adalah mengenai prostitusi online yang
kian menjamur di Indonesia. Kemajuan jaman yang terus menuntut manusia untuk
semakin menambah wawasannya meuntun manusia menuju perkembangan
diberbagai bidang. Perkembangan teknologi merupakan salah satu yang menjadi
pengaruh terhadap perubahan sosial budaya itu sendiri. Perkembangan teknologi
memberi dampak yang besar dalam berbagai aspek kehidupan. Mudahnya
mengakses segala informasi melalui internet memungkinkan semua orang
mendapatkan hal yang positif maupun negatif.
prostitusi online adalah buah dari sekulerisme dan kapitalisme yang
diterapkan di negeri ini.Kapitalis menjadikan segala sesuatu yang dianggap
manfaat sebagai komoditas, termasuk tubuh perempuan. Pemerintah seharusnya
menutup semua celah, agar tidak ada lagi ruang untuk mengeksploitasi
perempuan, baik cara berpakaian, pendidikan dan pergaulan perempuan di
Indonesia. Karena adanya

prostitusi inilah muncul berbagai masalah sosial

masyarakat lainnya, seperti perceraian, aborsi, trafficking dan penyebaran


penyakit seksual menular, termasuk yang paling berbahaya HIV/AIDS, yang
banyak memakan korban dari semua kalangan seperti anak-anak dan remaja.
Masalah prostitusi, baik yang sembunyi-sembunyi maupun yang terang-terangan,
sebenarnya merupakan masalah klasik. Prostitusi online termasuk kedalam krisis
sosial budaya karena menurut kelompok kami itu merupakan salah satu bentuk
penyimpangan sosial yang disebabkan dari adanya perkembangan jaman terutama
6

dibidang teknologi. Penggunaaan teknologi yang tidak terbatas membuat


penggunanya dapat mengakses berbagai macam informasi. Informasi yang
diterima pun tidak hanya bersifat positif melainkan banyak pula yang negatif.
Informasi negatif inilah yang dapat memicu penyimpangan sosial dimasyarakat.
Prostitusi merupakan penyimpangan sosial yang harus dibasmi, karena semakin
lama dibiarkan bisnis prostitusi semakin menjamur di Indonesia.
Prostitusimerupakansalahsatuaktivitasbentukanideologiliberaslisme.Negar
a-negara

yang

berideologikan

liberal

menghalalkanhubungan

bebasdanbahkanprostitusidijadikansebagailahanbisnis.Di

Negara

kita

sex
yang

berideologikanPancasilatentutidaksesuaidenganprostitusi.Sehinggaprostitusidapat
dikatakansebagaigangguanatauhambatanbagiterciptanyaideologi

yang

netralterhadappengaruhideologidariluar.Bahkanjikaprostitusiterusdibiarkan,
terutamaprostitusi online, makadapatmengancamkemurniandariidelogibangsaini.
Dari segisosial budayaseharusnyabangsaini mampu mewujudkan sosial
budaya yang tidak mudah terpengaruh budaya negatif yang datang dari luar.
Prostitusimerupakanpengaruhbudaya yang negatifkarenatidaksesuaidengannormanormamaupunbudaya yang ada di Indonesia.

2.2.1

DampakProstitusi Online
Adapundampak yang akanditimbulkanprostitusi online antara lain adalah:

Merusak

moral

bangsaterutamagenrasipenerusbangsasebagaiestafetpenerusbangsa.
Hadirnyaprostitusidapatmerusak

moral

danjatidirigenerubangsa,

sehinggadapatmengancamkelangsunagnhidupbangsadan

Negara

di

masamendatang.

Lunturnyanilai-nilaiPancasilasebagai

ideology

dijadikansebagaidasarpijakanberdirinya

Negara

agama,

moral,

dan

bangsa
Indonesia.

social

yang
Nilai-nilai

akantersisihkan,

danhanyaakantertinggalkebudayaanliberalisme.

Prostitusidapatdimanfaatkanolehpihakluaruntukmerusakketahanannasioan
al

Menjatuhkanjatidiribangsa

Indonesia

yang

tersohordenganluhurbudinyadanmenjunjungtingginilaibudayaketimuranda
nagamanya.

Menimbulkan dan menyebarluaska penyakit kelamin dan kulit.

Berkolerasi dengan kriminalitas dan kecanduan bahan-bahan narkotika.

2.3 ContohStudiKasusTentangProstitusi Online danAnalisis kami.


2.3.1

Contoh Studikasus Prostitusi Online:


ProfesiW (28) sebagai penyedia jasa prostitusi online memang
menggiurkan. Dalam dua bulan saja, W meraup untung Rp 18 juta. Tata
kelola yang menggoda membuat banyak orang terlibat dalam web
www.cewebisyar.com dari pengakuan W, yang juga ahli IT itu, dirinya
mendapatkan perempuan karena keinginan member-nya. "Perempuan ada
yang daftar, dan menawarkan diri, itu untuk yang lokal," katanya di
Mapolrestabes
Bandung,
Jumat
(8/2).
Namun untuk perempuan dari luar, pria jebolan Unikom itu mencari web
lain dan mencomotnya yang kemudian dia kelola untuk dipajang. "Kalau
dunia
ada
yang
comot
dari
web
luar,"
jelasnya.
Hal itu yang membuat member 'Komunitas Cewe Bayaran' melesat
8

peminatnya. Dalam dua bulan, 5.600 member terdaftar, 2.000 aktif, dan 30
yang
sudah
membayar.
Adapun jasa yang disediakan masuk dalam tiga kategori, yakni Paket
Platinum Rp 1,2 juta, Gold Rp 700 ribu, dan Silver Rp 500 ribu. Paket ini
yang
membedakan
wanita
yang
disediakan
oleh
W.
Jasa sex party juga membuat member kian tergiur. Namun fasilitas sex
party ini hanya bisa di dapat oleh member paket platinum. "Ga ada
memang untuk sex party, bohong saja itu," tutur pria asal Garut tersebut.
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Trunoyodo yang menguak
adanya bisnis esek-esek ini mengungkapkan hal serupa. Dari
penelusurannya, saat ini sex party yang dibanderol Rp 5 juta bohong besar.
"Tidak
ada
itu
sex
party,"
ungkapnya.
Hal ini pulalah yang menjerat W diganjar pasal 30 sub pasal 35 UU RI no
44 tahun 2008 yang menyediakan jasa pornografi dan tanpa hak
mendistribusikan atau membuat dapat diakses informasi elektronik yang
memuat
kesusilaan
dan
atau
penipuan.
W juga dijerat pasal 45 ayat 1 UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang
informasi dan transaksi elektronik dan atau pasal 378 KUH Pidana.
"Ancaman hukum yang paling berat 12 tahun penjara," jelas polisi.
2.3.2 AnalisisKelompok Kami TerkaitKasusTersebut.
KasusProstitusi

Online

yang

menyangkutWdimanapelakunyaadalahseorangpriayang
merekrutseorangwanitayang

menawarkandirinya.

Dalamkasusinisiwanitatersebut

yang

menawarkandiriuntukmasukdalamjaringanprostitusi online.
Menurutkelompok kami, dalamkaitannyadengan social
budayayaitukasusinididasarkanpadabeberapa
satufactor

yang

ekonomidangayahidup.

factor.

Salah

memicuhaltertersebutadalah

factor

Kebutuhanhidupmanusia

yang

semakinmendesakmembuatseseorangmenghalalkansegalacarauntuk
dapatmemenuhinya.

Khususnyabagiparawanita

yang

berasaldarigolonganekonomibawahdanberpendidikankurang,
merekabisamelakukanapasaja yang merekamauasalkandapatuang.

Berbedabagiwanitakelasatas,
glamour

merekahanyamemenuhigayahidup
mereka

yang

menirubudayaasingsalahsatunyadenganmelakukanprostitusi.
Sedangkanbagiparapriahidungbelangadanyaprostitusidapatmemenu
hikebutuhannafsunya,
apalagijikapriatersebutberhubungandenganwanitadarikalanganartisi
tuakanmembuatsuatukebanggaantersendiri.
Untukmengurangidanataumenghilangkankrisis
tersebutmenurutkelompok

kami

social
yang

harusdilakukanadalahmenghilangkangayahidupataubudaya
negative

yang

berasaldariluar,

memperkuathubungandidalamkeluargakarenakeluargamerupakanag
en

primer

yang

membentukkepribadianseseorang,

menindaktegasbagiparapelaku yang terkaitkasustersebut.

2.4 Peranan Pemerintah dalam MengatasiMasalahTersebut..


Pertama,

meskipundalamkeadaannyasaatinimasihtidakadasanksitegas

yang

diberikankepadapelakuprostitusi,

seharusnyapemerintahmelaluidewannyadapatmembuatperundangundanganmengenaiprostitusidanmemberikansanksi

yang

tegaspadapelakunya.Sanksitersebutmisalnyaberupahukumankebiribagipara
user

danhukumanpidanabagiparamucikari.Sedangkanbagi

PSK

pemerintahdapatmerehabilitasinya.
Kedua, penyediaan lapangan kerja. Faktor kemiskinan seringkali menjadi
alasan utama PSK terjun ke lembah prostitusi. Ini tidak perlu terjadi bila
negara

memberikan

jaminan

kebutuhan

hidup

setiap

anggota

mmasyarakat. Termasuk penyediaan lapangan pekerjaan, terutama bagi kaum


laki-laki.

10

Ketiga adanya pendidikan yang menyeluruh. Pendidikan bermutu dan


bebas biaya akan memberikan bekal kepandaian dan keahlian pada setiap
orang agar mampu bekerja dan berkarya dengan cara baik dan halal.
Pendidikan haruslah berbasis aqidah dan syariah Islam yang menanamkan
nilai dasar tentang benar dan salah serta standar-standar hidup yang boleh
diambil dan tidak.
KeempatadanyaUU

ITE

,Cyberlaw sangat

dibutuhkan,

kaitannya dengan upaya pencegahan tindak pidana, ataupun


penanganan tindak pidana. Cyberlaw akan menjadi dasar
hukum dalam proses penegakan hukum terhadap kejahatankejahatan dengan sarana elektronik dan komputer, termasuk
kejahatan pencurian uang, terorismedanperdaganganmanusia
(termasukProstitusi Online).
2.5 SolusiKelompok Kami TerhadapPeranPemerintahTersebut.
Apakah peranan tersebut sudah berjalan baik?
Menurut Kami Sebenarnya upaya pemerintah sudah berjalan dengan cukup
baik, akan tetapi bisnis prostitusi ini tidak bisa dihapuskan. Pasalnya, bisnis
seperti ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda, bisnis ini adalah 'bunga'
dari kehidupan tempo dulu, selain itu banyak orang selain itu , Seberapapun
prostitusi dibasmi oleh pemerintah dengan menutup tempat-tempat prostitusi
namun bisnis ini seolah tidak ada matinya dan selalu menemukan jalan lain
untuk menjajakan jasanya. Bisnis ini justru dianggap lebih menguntungkan
dibanding prostitusi secara konvensional karena identitas wanita penyedia jasa
maupun pengguna jasa akan dirahasiakan.
Selain itu

Langkah Langkah dan Upaya penanggulangan ditinjau dari

budaya hukumnya dapat ditempuh dengan cara pencegahan tindak cyberporn


melalui pendekatan sosial antara lain :

11

2.4.1 Sekolah
kurikulum penggunaan internet yang efektif pun semestinya dapat
dijadikan standar pengajaran. Pendidikan Internet di sekolah yang meliputi
penggunaan

internet

yang

efektif,

pengembangan
-

Pendidikan

terutama

dalam

bidang-bidang

ilmu
moral

pengetahuan.

kognitif

yang

konkret

Remaja membutuhkan pendidikan moral kognitif yang secara tidak langsung


menekankan agar remaja mengambil nilai-nilai selama penalaran moral
mereka terbentuk. Tujuan dari program pembelajaran ini adalah agar anakanak

memiliki

kewaspadaan

dini

terhadap

internet

-Penggunaan internet positif Isi kurikulum tersebut menekankan potensi


positif internet yang tidak sekedar chattingdan bertukar salam dengan
pengguna lain. Akan lebih baik jika anak mengetahui proses pembuatan
blog, website maupun online shop sehingga anak-anak dapat dimotivasi untuk
mengembangkan diri baik dalam hal menulis maupun berwiraswasta.

2.4.2 Keluarga
Pengawasan yang berlebihan tampaknya bukan jawaban yang tepat karena
itu malah membuat anak menjadi semakin memberontak. Sesuai dengan
kondisi umum mental remaja yang tidak suka dikekang, maka ia akan
bertindak berlawanan dengan kehendak orang tuanya. Hal itu dilakukan agar
ia dapat merasa menjadi dirinya tanpa dipengaruhi orang lain.
Orang tua adalah significant other yang paling dekat dengan anak. Sayangnya
dalam pergelutan kehidupan modern, perlahan-lahan posisi itu tergantikan
oleh pembantu, baby sitter ataupun teman. Namun, tidak ada yang lebih
berhak mengarahkan perilaku anak selain orang tuanya sendiri. Orang tua
bertanggung jawab untuk membenarkan tindakan yang salah.

12

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Prostitusi merupakan bentuk penyimpangan seksual, yang menyimpang


dari nilai social, agama, dan moral bangsa Indonesia. Sedangkan prostitusi online
merupakan bentuk dari kegiatan prostitusi yang dilakukan melalui media social
maupun internet. Faktor utama yang menimbulkan terjadi prostitusi online adalah

13

perkembangan teknologi yang tidak di dasari dengan nilai-nilai karakter yang


baik.
Banyak dampak yang ditimbulkan prostitusi online terhadap ketahan
bangsa, salah satunya adalah merusak moral bangsa yang dapat menjadi ancaman
kelansungan hidup bangsa dan Negara dimasa yang mendatang.
Oleh karena itu penanganan prostitusi online tidak dapat dilakukan sendiri
oleh pemerintah, melainkan dibutuhkan kerjasama pemerintah dengan seluruh
rakyat. Dan usaha penanggulangan prostitusi online dapat dilakukan dengan 2
usaha, yakni usaha secara preventif dan usaha yang bersifat represif dan kuratif.

DAFTAR PUSTAKA

Alfian(Editor) , 1986 . Persepsi Masyarakat Tentang Kebudayaan, Jakarta: PT.Gramedia.

14

Kompasiana.com

PemerintahPerluRevisi

UU

ITE

di

aksesdarihttp:/www.kom
pasiana.com/sianungkalitrai/pemerintah-perlu-revisi-uuite-untuk-berantas-prostitusionline_55546540b67e615b14ba549dpadatanggal 25 Oktober
2015
Marhan, Manusia Sebagai Makhluk Budaya, Blogspot. Com diakses dari http://tugasmrhanz25.blogspot.com/2011/02/manusia-sebagai-makhluk-budaya.html

pada

tanggal 7 September 2015.


Romi, KasusProstitusi Online di aksesdarihttps://www.academia.edu/12865095/kasusprotitusi-onlinepadatanggal 25 Oktober2015
Soelaeman, Munandar . M, 2007. Ilmu Budaya Dasar .Bandung : PT.Refika Aditama.
Suhendrasyah, Alfiaan. Pengertian Prostitusi,Blogspot.com diakses
dari
http://suhendarsyahalfian.blogspot.com/2013/03/pengertianprostitusi.html pada tanggal 7 september 2015

15