Anda di halaman 1dari 5

D

I
S
U
S
U
N
Oleh
Kelompok 3

Herwina Sari
Lathifah Laila Ulfa
Rezki Wahdina
Annisa Oktavia
Nidiatul Saidah
XI IPA 1
REAKSI PENGGARAMAN

A. Tujuan
Mengetahui hasil reaksi penggaraman.
B. Dasar Teori
1. Reaksi Asam Basa
Reaksi asam dengan basa menghasilkan garam dan air. Reaksi ini disebut dengan
reaksi penetralan atau reaksi penggaraman.
Asam + Basa
Garam + Air
Garam aalah senyawa ion yang terbentuk dari Ion positif basa dengan ion
negative asam.
2. Reaksi Oksida Basa dengan Asam
Oksida basa adalah oksida logam yang dengan air membentuk basa dan dengan
asam membentuk garam dan air. Oksida logam yang larut dalam air membentuk basa
hanya oksida dari logam golongan alkali dan alkali tanah (kecuali oksida dari
berilium tidak larut dalam air)
Oksida Basa + Asam
Garam + Air
3. Reaksi Oksida Asam dengan Basa
Oksida asam adalah oksida unsur nonlogam yang dengan air membentuk asam
dan dengan basa membentuk garam dan air.
Oksida Basa + Basa
Garam + Air
4. Reaksi Logam dengan Asam
Reaksi logam dengan asam merupakan reaksi redoks. Pada Reaksi ini logam
teroksidasi membentuk ion logam dengan oksidasi terendah, sedangkan H +
mengalami reduksi membentuk gas hidrogen.
Logam yang lebih reaktif dapat mendesak logam yang kurang reaktif dari
larutannya. Urutan kereaktifan dari beberapa logam adalah sebagai berikut.
Li-K-Ba-Ca-Na-Mg-Al-Zn-Cr-Fe-Ni-Sn-Pb-(H)-Cu-Hg-Ag-Pt-Au
5. Reaksi Antara Dua Jenis Garam
Garam 1 + Garam 2
Garam 3 + Garam 4
Garam 3 dan (atau) garam 4 sukar larut dalam air (endapan).
6. Reaksi Suatu Larutan Garam dengan Suatu Larutan Basa
Garam 1 + Basa 1
Garam 2 + Basa 2
Garam 2 dan (atau) basa 2 sukar larut dalam air (endapan).
7. Reaksi Suatu Larutan Garam dengan Suatu Larutan Asam.
Garam 1 + Asam 1
Garam 2 + Asam 2
Garam 2 sukar larut dalam air (Endapan).
C. Alat dan Bahan
1. Tabung reaksi

2. Rak tabung reaksi


3. Gelas kimia
4. Amplas
5. CaCO3
6. Mg
7. Zn
8. HCl
9. NaOH
10. Ca(OH)2
11. AgNO3
12. KI
13. PbNO3
14. CuSO4

D. Cara Kerja
Pengamatan 1
1. Bersihkan tabung reaksi kemudian keringkan dengan tissue.
2. Masukkan sedikit batu marmer (CaCo3) ke dalam tabung reaksi.
3. Lalu tambahkan 2 ml larutan HCL dalam tabung reaksi tersebut.
4. Kocok tabung reaksi.
5. Lihat perubahan yang terjadi.
Pengamatan 2
1. Bersihkan tabung reaksi kemudian keringkan dengan tissue.
2. Amplas potongan Mg.
3. Masukkan potongan Mg yang telah di amplas ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan 2 ml larutan HCL dalam tabung reaksi tersebut.
5. Lihat perubahan yang terjadi.
Pengamatan 3
1. Bersihkan tabung reaksi kemudian keringkan dengan tissue.
2. Masukkan 2 ml larutan NaOH.
3. Tambahkan 2 ml larutan HCl.
4. Lihat perubahan yang terjadi.
Pengamatan 4
1. Bersihkan tabung reaksi kemudian keringkan dengan tissue.
2. Masukkan 2 ml larutan Pb (NO3)2
3. Tambahkan 2 ml larutan KI
4. Lihat perubahan yang terjadi.
Pengamatan 5
1. Bersihkan tabung reaksi kemudian keringkan dengan tissue.
2. Masukkan sedikit potongan Zn (seng) dalam tabung reaksi
3. Tambahkan 2 ml larutan CuSO4 dalam tabung reaksi.

4. Lihat perubahan yang terjadi.


Pengamtan 6
1. Bersihkan tabung reaksi kemudian keringkan dengan tissue.
2. Lalu tambahkan 2 ml larutan Pb dan 2 ml larutan Ca(OH)2 dalam tabung reaksi..
3. Lihat perubahan yang terjadi.
E. Hasil Pengamtan
No

Zat yang direaksikan

1.

CaCO3(s) + HCl(aq)

2.
3.
4.

Mg(s) + HCl(aq)
NaOH(aq) + HCl(aq)
Pb(NO3)2(aq) + KI(aq)

5.

Zn(s) + CuSO4(aq)

6.

Pb(NsO3)2(aq) + Ca(OH)2(aq)

Hasil pengamtan
Terdapat gas CO2 (gelembung gelembung). Suhunya agak
dingin.
Suhu bagian atas memanas, terjadi gas letup (H2).
Timbul panas.
Timbul endapan warna putih.
Timbul perubahan warna merah pada seng (Zn), menjadi
keropos, dan CuSO4 warnanya menjadi lebih bening (biru
muda).
Tidak terjadi perubahan.

Reaksi Ion yang terjadi.


1. Rx
: CaCO3(s) + 2HCl(aq)
CaCl2(aq) + H2CO3(aq)
Rx Ion
: CaCO3(s) + 2H+(aq) + 2Cl-(aq)
Ca2+(aq) + 2Cl-(aq) + H2O(l) + CO2(g)
CaCO3(s) + 2H+(aq)
Ca2+(aq) + H2O(l) + CO2(g)
2. Rx
Rx Ion

: Mg(s) + 2HCl(aq)
MgCl2(aq) + H2(s)
: Mg(s) + 2H+(aq) + 2Cl-(aq)
Mg2+(aq) + 2Cl-(aq) + H2(s)
+
2+
Mg(s) + 2H (aq)
Mg (aq) + H2(s)

3. Rx
Rx Ion

: NaOH(aq) + HCl(aq)
NaCl(aq) + H2O(l)
+
+
: Na (aq) + OH (aq) + H (aq) + Cl-(aq)
Na+(aq) + Cl-(aq) + H2O(l)
+
OH (aq) + H (aq)
H2O(l)

4. Rx
Rx Ion

: Pb(NO3)2(aq) + 2KI(aq) PbI2(s) + 2KNO3(aq)


: Pb2+(aq) + 2NO3-(aq) + 2K+(aq) + 2I-(aq)
PbI2(s) + 2K+(aq) + 2NO3-(aq)
Pb2+(aq) + 2I-(aq)
PbI2(s)

5. Rx
Rx Ion

: Zn(s) + CuSO4(aq)
ZnSO4(aq) + Cu(s)
: Zn(s) + Cu2+(aq) + SO42-(aq)
Zn2+(aq) + SO42-(aq) + Cu(s)
Zn(s) + Cu2+(aq)
Zn2+(aq) + Cu(s)
: Pb(NO3)2(aq) + Ca(OH)2(aq)
Pb(OH)2(aq) + Ca(NO3)2(aq)

6. Rx

F. Pertanyaan
1. Reaksi apa yang tidak berlangsung ?
Reaksi yang tidak berlangsung terjadi pada percobaan 6.

G. Kesimpulan
Dari percobaan di atas dapat disimpulkan dari reaksi pencampuran dari percobaan 1 6
terjadi reaksi.
Pada percobaan no 1 merupakan reaksi Oksida Basa dengan asam.
Pada percobaan no 2 merupakan reaksi logam dengan asam.
Pada percobaan no 3 merupakan reaksi asam dengan basa.
Pada percobaan no 4 merupakan reaksi oksida asam dengan basa.
Pada percobaan no 5 merupakan reaksi oksida asam dengan basa.
Pada percobaan no 6 tidak terjadi reaksi.