Anda di halaman 1dari 4

Uji Triaksial (Geser) Kilasan umum

Juli 26, 2013 oleh joetomo 24 Komentar

Uji triaksial merupakan salah satu uji lab yang paling umum digunakan untuk mengetahui properti
tanah
Uji ini merupakan salah satu uji tanah yang paling sering digunakan, oleh karena itu civil
engineer wajib memahaminya dengan baik
Saya buka pembahasan kali ini dengan tanya jawab untuk beberapa pertanyaan mendasar
Q&A for dummies
Apakah uji ini ingin mengetahui kuat tekan tanah? Sesungguhnya bukan kuat tekan, tp kuat gesernya
(makanya di judul saya tambahkan kata geser dalam tanda kurung).
Uji ini mirip dengan uji kuat tekan beton, tapi mengapa disini diberikan kekangan dari water
pressure? Tanah bukanlah material yang elastik, karakteristiknya selalu berubah saat pembebanan,
kekangan ini diaplikasikan untuk mengetahui efek kekangan. Pada model tanah yang paling simpel
(elastik Mohr-Coulomb), tidak ada efek kekangan dari tanah ke properti tanah, namun karena setiap
uji hanya dapat menghasilkan satu lingkaran Mohr, maka dilakukan beberapa uji triaksial dengan
variasi kekangan
Mengapa sampel tanah dilapisi dengan membran? Tanah memiliki kandungan air tertentu, dimana
selama proses pengujian, kandungan air ini harus selalu mencerminkan kondisi realdi lapangan, cara
untuk menjaga water content dari tanah agar tidak berubah adalah dengan melapisi tanah dengan
membran
Mengapa digunakan pelat batu berpori pada proses pengujian? Ada 3 jenis uji triaksial UU, CU, dan
CD. Pada uji CU dan CD, air akan diperkenankan keluar dari sampel untuk mensimulasi fase
konsolidasi dan fase drained, sehingga satu-satunya jalan agar air bisa keluar adalah dengan
menggunakan pelat berpori
Mengapa pada uji triaksial yang disebutkan diatas terdiri dari singkatan 2 buah huruf?Karena uji
triaksial terdiri dari 2 fase, fase pertama adalah fase kompresi, sedangkan fase kedua adalah fase
pemberian tegangan geser
Apakah perbedaan dari ketiga uji triaksial yang disebutkan diatas? Itulah tujuan saya menulis posting
ini, tapi jawabannya tidak singkat, jadi akan dijawab diluar bagian Q&A ini
Mengapa dikatakan diatas elastic Mohr-Coulomb adalah model tanah yang paling simpel?Karena
kenyataannya demikian, pada model elastic hanya ada 2 parameter, kadangkala ditulis
sebagai Modulus Young dan Poisson ratio, kadangkala ditulis sebagai koefisien Lame
dan

, kadang ditulis sebagai bulk modulus

dan shear modulus

Sedangkan Mohr-Coulomb sendiri adalah kriteria plastis sempurna


Apakah tanah lempung, pasir, bahkan agregat dapat diuji dengan triaksial? Bisa, beberapa uji triaksial
untuk batu pecah (boulder) memiliki spesimen uji dengan tinggi lebih dari 1 m!!
Bagaimana penampakan alat uji triaksial? Silakan liat gambar dibawah, saya ambil dari sini

Gambar alat uji triaksial

Kriteria plastis Mohr-Coulomb


Untuk menginterpretasi hasil yang didapat dari uji triaksial, pada umumnya digunakan model elastik
Mohr-Coulomb.
Padahal diluar sana ada puluhan (bahkan ratusan) model tanah yang bisa digunakan.
Model elastik Mohr-Coulomb digunakan karena simplisitasnya, dimana pada model ini:

Tanah diasumsikan sebagai material elastik

Setelah tanah mencapai tegangan lelehnya, tanah tidak memiliki plastic flow (artinya tidak
ada hardening/softening) alias perfectly plastic

Characteristic state (titik perubahan dari kondisi kompresi ke dilasi) terjadi bersamaan dengan
yield dari tanah
Batas plastis dari kriteria Mohr-Coulomb dengan persamaan berikut
Persamaan ini sesungguhnya ingin menyatakan bahwa kapasitas tahanan geser tanah (

),

sama dengan tahanan geser intrinsik di tanah (kohesi) plus tahanan geser hasil gesekan antara
partikel tanah
Dimana

adalah kohesi tanah, yang merupakan tahanan geser intrinsik yang dimiliki tanah.

Kohesi dapat dirasakan saat kita meremas lempung yang basah, lempung tersebut tidak kembali ke
bentuk asalnya karena kohesi lempung merekatkan lempung tersebut

Kohesi lempung (sumber)

Sedangkan

adalah sudut geser tanah.

Apa makna sudut geser tanah? Pada kondisi tanpa tegangan pengekang, sudut geser tanah ini dapat
kita lihat saat kita ambil sejumlah pasir dan kita tuang diatas permukaan, pasir tersebut akan
membentuk sudut tertentu dengan permukaan. Inilah makna fisik dari sudut geser tanah pada kondisi
tanpa tegangan pengekang (dalam bahasa inggris: natural angle of repose)

Sudut geser pasir (sumber disini)

Dua parameter inilah yang menentukan letak permukaan plastis dari kriteria plastis Mohr-Coulomb
Pada buku-buku mekanika tanah yang umum dijumpai, gambar permukaan runtuh (plastis) MohrCoulomb digambarkan dalam sumbu Mohr sebagai berikut :

Mohr-Coulomb 2D

Sesungguhnya persamaan tersebut dapat juga dibuat dalam 3D (dengan sumbu

permukaan bidang runtuhnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini (seperti cone es krim). Jadi saat
dikatakan failure/rupture surface, memang faktanya bidang keruntuhan itu memang merupakan suatu
permukaan

Mohr-Coulomb 3D

Pada model elastik-plastik sempurna seperti model Mohr-Coulomb, permukaan ini tidak berevolusi
(tidak membesar/mengecil dan tidak berpindah).
Tanah hanya mampu menahan kombinasi tegangan yang tidak melampaui permukaan MohrCoulomb tersebut.
Dengan melakukan uji triaksial, kita dapat mengakses 2 properti tanah yang didasari pada model
keruntuhan Mohr-Coulomb, yang pertama adalah kohesi tanah
, sedangkan yang kedua
adalah sudut geser tanah
Apa perbedaan diantara ketiga uji triaksial UU, CU, CD? To be continued