Anda di halaman 1dari 14

PERCOBAAN J.J.

THOMSHON
(NISBAH MUATAN LISTRIK e/m)
Nurlaela*, Dzul Qadri Imran, Syaifuddin
Mahasiswa pada Jurusan Fisika Fak. Sains dan Teknologi
UIN Alauddin Makassar
Email: Nurlaelaphysics@gmail.com
Abstrak: Eksperimen tentang nisbah muatan listrik e/m ini dilakukan untuk
mengetahui hubungan antara tegangan pemercepat dengan jejari berkas elektron,
nilai e/m untuk partikel elektron berdasarkan hasil percobaan dan grafik juga
persen perbedaan nilai e/m secara pustaka dengan hasil perhitungan dan grafik.
Berdasarkan hasil percobaan di peroleh nilai e/m rata-rata hasil perhitungan
adalah: (1) Semakin besar tegangan pemercepatnya, maka semakin kecil jejari
berkas elektronnya dan semakin kecil tegangan pemercepatnya, maka semakin
besar jejari berkas elektronnya; (2) Nilai e/m hitung untuk partikel elektron
adalah 1.72401E+11 C/kg dan nilai e/m hasil grafik adalah sebesar
1.05629E+11 C/kg; (3) (%) perbedaan nilai e/m secara pustaka dengan hasil
perhitungan adalah sebesar 0.02 % dan (%) perbedaan nilai e/m secara pustaka
dengan hasil grafik adalah sebesar 0.05 %.
Kata Kunci : Elektron, tegangan pemercepat, kumparan helmholtz, nilai e/m.
I. PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Berdasarkan eksperimennya Thompson 1897, seorang ilmuwan fisika
berkebangsaan inggris, mengukur bahwa kecepatan sinar katoda jauh lebih kecil
dibandingkan kecepatan cahaya. Selain itu ia juga menetapkan perbandingan
muatan listrik (e) dengan massa (m). Hasil rata-rata e/m sinar katoda kira-kira
1,76 1011 Coulomb per kilogram. Dengan demikian partikel sinar katoda
bermuatan negatif dan merupakan partikel dasar suatu benda yang harus ada pada
setiap atom. Pada tahun 1874 Stoney mengusulkan istilah elektron.
J.J. Thompson, membuat gas discharge tubes khusus untuk mebuat anoda
berbentuk lempengan yang berlubang ditengahnya, lalu di belakangnya dibuat
dinding yang akan berflouresensi jika tertembak elektron. Di belakang anodapun
Thompson menyusun sepasang lempengan logam yang bermuatan negatif, di atas
dan di bawah, serta medan magnet kutub utara dan selatan di kanan dan di kiri
sedemikian rupa.

I.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian diatas, maka permasalahan yang dikaji dalam kegiatan
eksperimen ini adalah :
1. Bagaimana hubungan antara tegangan pemercepat terhadap jejari berkas
elektron?
2. Seberapa besar nilai e/m untuk pertikel elektron berdasarkan hasil percobaan
dan grafik?
3. Seberapa besar persen perbedaan nilai e/m secara pustaka dengan hasil
perhitungan dan hasil yang diperoleh melalui grafik?
I.3 Tujuan Percobaan
Tujuan yang ingin dicapai dalam eksperimen ini adalah :
1. Menentukan hubugan antara tegangan pemercepat dengan jejari berkas
elektron.
2. Menentukan besarnya nilai e/m untuk partikel elektron berdasarkan hasil
percobaan dan grafik.
3. Memperoleh persen perbedaan nilai e/m secara pustaka dengan hasil
perhitungan dan hasil grafik.
I.4 Ruang Lingkup
Percobaan ini membahas tentang nisbah muatan listrik e/m dari percobaan
J.J. Thomson, dimana akan dibahas tentang hubungan tegangan pemercepat
dengan jejari berkas elektron, nilai e/m secara pustaka dan perhitungan, juga nilai
e/m untuk partikel elektron.
I.5 Manfaat Percobaan
Manfaat yang dapat diperoleh dalam percobaan ini adalah :
1. Memberikan informasi kepada mahasiswa tentang hubungan antara tegangan
pemercepat dengan jejari berkas elektron.
2. Memberikan informasi kepada para mahasiswa tentang besar nilai e/m untuk
partikel elektron.
II.

Tinjauan Pustaka
Model struktur atom diperkenalkan pertama kali oleh J.J. Thomson pada
tahun 1898, yang telah tersohor karena keberhasilannya mencirikan electron dan

mengukur nisbah (perbandingan) muatan terhadap massa (e/m) elektro. Model


atom yang diperkenalkan oleh Thomson dapat dijelaskan beberapa sifat yans
dimiliki oleh atom,seperti kuran,massa, jumlah electron, dan kenetralan muatan
listrik. Mengingat bahwa pada kenyataannya seringkali atom-atom tidak
memancarkan dan menyerap radiasi pada frekuensi yang sama. Kegagalan yang
paling cocok adalah muncul dari hamburan partikel bermuatan atom ( Iswadi,
2003 ).
Namun teori Thomson memiliki kelebihan yakni mampu membuktikan
adanya partikel lain yang bermuatan negative dalam atom. Berarti atom
merupakan bagian terkecil dari suatu unsure namun teori ini juga tidak dapat
menjelaskan susunan muatan positif dan negative dalam bola atom tersebut.
Atom berupa bla yang bermuatan positif dengan adanya electron yang bermuatan
negative di sekelilingnya, serta muatan negative dan positif pada atom besarnya
sama ( Rahma, 2014 ).
II.1 Nisbah
Perkembangan ilmu pengetahuan fisika terutama yang menyangkut fisika
atom mengalami perkembangan yang sangat pesat setelah J.J. Thomson (1856 1940) menemukan partikel
electron ini diawali

elementer yang dinamakan elektron. Penemuan

dengan penelitian

tentang sinar katoda oleh William

Crookes.(1892 - 1919) yang diperoleh kesimpulan bahwa : (l) sinar katoda


merambat menurut garis lurus, (2) dapat memendarkan sulfida seng dan barium
platinasianida, (3) terdiri atas partikel-partikel bermuatan negatif, (4) dapat
menghasilkan panas, (5) mampu menghitamkan plat foto, (6) dibelokkan oleh
medan listrik dan medan magnet ke arah tertentu, (7) dapat menghasilkan sinarx (Beiser, 1987).
Berdasarkan sifat-sifat sinar katoda di atas, J.J. Thomson mengusulkan
bahwa sinar katoda merupakan aliran elektron-elektron yang keluar dari katoda
menuju anoda dengan kecepatan tinggi. Selanjutnya, Thomson berhasil
merancang dan melakukan percobaan untuk menentukan perbandingan antara
muatan per satuan massa (e/m) partikel bermuatan negatif yang terdapat pada
berkas sinar katoda.

Berkas 1 : Hanya dengan adanya medan listrik, berkas sinar katoda dibelokkan ke
atas menyentuh layar pada titik 1
Berkas 2 : Hanya dengan adanya medan magnet, berkas sinar katoda dibelokkan
ke bawah menyentuh layar pada titik 2
Berkas 3 : Berkas sinar katoda akan lurus dan menyentuh layar dititik 3, bila
medan listrik dan medan magnet sama besar.
Jari-jari lintasan R dapat dihitung melalui mistar pada layar. Dengan
mengukur potensial pemercepat (V), arus kumparan Helmholtz (I), dan jari-jari
melingkar elektron (r), maka nilai e/m dapat dihitung dengan mudah.
Berkas elektron dipenuhi oleh gaya magnetik Fm dan gaya sentripugal Fs
kedua gaya tersebut memberikan nilai :
m v2
F s=
r

Dan
Fm =q v B

Karena Fm = Fs, maka


qvB=
q=e
eB=

mv 2
r
: muatan elektron

mv
r

Sehingga :

e v
=
m Br
Elektron dipercepat melalui potensila (v) dikarenakan memiliki energi kinetik,
1
eV = m v2
2
Kecepatan elktron menjadi :
1
2

2eV
v

Medan magnet yang dihasilkan disekitar sumbu sepasang kumparan Helmholtz


diberikan oleh :
B

N o I

4
5

3
2

Jika persamaan (1.3) dan (1.4) disubtitusikan ke persamaan (1.1), maka diperoleh
:

Dengan :
V= Potensial Pemercepat (Volt)
o= Permeabilitas
a = Jejari kumparan Helmholtz (cm)
I = Arus kumparan Helmholtz (A)
r = Jejari berkas elektron (cm)
III.

METODE EKSPERIMEN
III.1 Waktu dan Tempat Eksperimen

4 a

2V 5

0 INr 2

Eksperimen ini dilakukan pada hari Jumat 12 November 2016 di


Laboratorium Optik, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri
Alauddin Makassar.
A. Alat dan Bahan Eksperimen
Alat-alat yang digunakan dalam eksperimen ini untuk percoban J.J. Thomson
(Nisbah Muatan Listrik e/m)

yaitu balok tabung dengan soket, kumparan

Helmholtz satu pasang, power supply (0-600 V), power supply (Universal), digital
multimeter.
Bahan-bahan yang digunakan dalam ekperimen ini adalah kabel penghubung
(4 mm plug, 32 A, merah, 1 = 10 cm), kabel penghubung (4 mm plug, 32 A, biru,
1 = 10 cm), kabel penghubung (4 mm plug, 32 A, merah, 1 = 75 cm), kabel
penghubung (4 mm plug, 32 A, biru, 1 = 75 cm), kabel penghubung (4 mm
plug,32 A, kuning, 1 = 75 cm).
III.2 Prinsip Kerja

Gambar 3.1. Rangkaian Percobaan e/m.


Prinsip kerja pada eksperimen ini adalah electron yang dipercepat dalam
medan listrik dan dimasukkan medan magnet pada sudut kanan ke arah gerakan
electron sehingga nilai spesifik muatan electron ditentukan dari tegangan
pemercepat, kua tmedan magnet danjari jari orbit electron.
IV HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1 Hasil Pengamatan

N = 154 lilitan
a = 20 cm

= 4 x 10-7 Wb/Am2

Tabel 4.1: Data hasil pengamatan


V(volt)
105
125
145
165
185
205
225
245
265
285
305
325
345

r=0.05 m
I(A)
0.88
0.98
1.06
1.13
1.23
1.31
1.4
1.43
1.52
1.57
1.62
1.67
1.72

r=0.04
I(A)
1.07
1.2
1.34
1.44
1.56
1.65
1.72
1.84
1.89
1.96
2.06
2.1
2.17

r=0.03
I(A)
1.42
1.67
1.83
1.99
2.12
2.26
2.36
2.5
2.58
2.66
2.77
2.85
2.96

r=0.02
I(A)
2.57
2.72
2.9
3.13
3.4
3.55
3.72
3.9
4.08
-

VI.2 Analisis Data


e/mpustaka = 1.76 x 10 C/kg
Dimana diketahui:
o = 4 10-7 Wb/A.m2
a = 0.2 m
r = 0.05, 0.04, 0.03, 0.02 m
N = 154 lilitan
Nilai e/m dari hasil percobaan untuk V = 105 V, I = 088 dan r = 0,05 m

5 3
2 V ( ) a2
e
4
=
m ( o I r N )2

5 3
2(1,05)( ) (0.2)2
e
4
=
7 2
m ( 4 x 10 ) (0,88)2 ( 0.05)2 (0,72)2

e
11
=2.26508 10
m

Dengan cara yang sama untuk mengitung nilai e/m dengan data
selanjutnya.
Tabel IV.2 Analisis data perhitungan nilai e/m
Analisis data perhitungan nilai e/m
(e/m)1 (C/kg) (e/m)2 (C/kg) (e/m)3 (C/kg) (e/m)4 (C/kg)
r = 0.05 m
r = 0.04 m
r = 0.03 m
r = 0.02
2.26508E+11 2.39387E+11 2.4164E+11 1.65983E+11
2.17429E+11 2.26583E+11 2.07986E+11 1.76405E+11
2.15584E+11 2.10784E+11 2.0092E+11 1.80016E+11
2.15867E+11 2.07701E+11 1.93346E+11 1.75847E+11
2.04278E+11 1.98427E+11 1.9101E+11 1.67091E+11
1.99559E+11 1.96546E+11 1.86249E+11 1.69839E+11
1.91772E+11 1.9852E+11 1.87463E+11 1.6976E+11
2.00149E+11 1.8889E+11 1.81904E+11 1.68181E+11
1.9161E+11 1.93643E+11 1.84741E+11 1.66213E+11
1.93155E+11 1.93648E+11 1.86913E+11
1.94146E+11 1.87605E+11 1.84458E+11
1.94675E+11 1.92364E+11 1.85674E+11
1.94815E+11 1.9124E+11 1.82723E+11
e/mrerata

e/mrerata

e/mrerata

e/mrerata

2.03042E+11 2.01949E+11 1.93464E+11 1.71037E+11


e/m total
1.92373E+11

IV.3 Grafik
Tabel IV. 3.1 Hubungan antara tegangan pemercepat V (V) terhadap kuat
arus elektron I (A) untuk jari-jari 0.05 m
I(A)
0.88
0.98
1.06
1.13
1.23

0.7744
0.9604
1.1236
1.2769
1.5129

I(A)
1.07
1.2
1.34
1.31

V(volt)
105
125
145
165
185

Tabel

IV.3.2

Hubungan

antara

pemercepat V (V) terhadap kuat arus elektron


I (A) untuk jari-jari 0.04 m

Grafik V(volt)
I : Hubungan Antara Tegangan Pemercepat V (V) dengan Kuat Arus elektron I (A)
1.1449
105
400
1.44
125
300 f(x) = 117.91x
1.7956
R = 1
Grafik 2 : Hubungan Antara
KecepatanTegangan
(V) 200 Pemercepat V (V) dengan Kuat Arus elektron I (A)
100 400

1.7161

f(x) = 74.46x
0 300
0.5 1 1.5 2R =2.51 3 3.5
Kecepatan (V) 200
Arus (I)
100
0
0 1 2 3 4 5

1.4
1.96
1.43
2.0449
1.52
2.3104
1.57
1.44 2.4649
2.0736
1.62
2.6244
1.56
2.4336
1.67
2.7889
1.65
2.7225
1.72
2.9584
1.72
2.9584
(e/m)grafik
1.84
3.3856
(C/kg)
1.89
3.5721
1.96
3.8416
2.06
4.2436
2.1
4.41
2.17
4.7089
(e/m)grafik
(C/kg)

205
225
245
265
145
285
165
305
185
325
205
345
225
1.96958E+1
245
265 1
285
305
325
345
1.944E+11

tegangan

Arus (I)

Tabel IV.3.3 Hubungan antara tegangan pemercepat V (V) terhadap kuat arus
elektron I (A) untuk jari-jari 0.03 m
I(A)
1.42
1.67
1.83

2.0164
2.7889
3.3489

V(volt)
105
125
145
Grafik 3 : Hubungan Antara Tegangan Pemercepat V (V) dengan Kuat Arus elektron I (A)
400
300
Kecepatan (V) 200
100

1.99

f(x) = 40.23x
R = 1

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Arus (I)

3.9601
2.12
4.4944
2.26
5.1076
2.36
5.5696
2.5
6.25
2.58
6.6564
2.66
7.0756
2.77
7.6729
2.85
8.1225
2.96
8.7616
(e/m)grafik
(C/kg)

165
185
205
225
245
265
285
305
325
345
1.86637E+1
1

Tabel IV.3.4 Hubungan antara tegangan pemercepat V (V) terhadap kuat arus
elektron I (A) untuk jari-jari 0.02 m
I(A)
2.57
2.72
2.9

6.6049
7.3984
8.41

V(volt)
105
125
145

3.13
3.4

165
185

9.7969
11.56

Grafik 4 : Hubungan Antara Tegangan Pemercepat V (V) dengan Kuat Arus elektron I (A)
300
f(x) = 16.25x
200 R = 1
Kecepatan (V)

3.55

100
0
6 8 10 12 14 16 18
Arus (I)

12.6025
3.72
13.8384
3.9
15.21
4.08
16.6464
0
0
0
0
0
0
0
0
(e/m)grafik
(C/kg)

205
225
245
265
285
305
325
345
1.69561E+11

IV.4 Perbandingan grafik-pustaka dan hitung-pustaka

| |

perbedaan=

( ( ))
e
e

m m

( me )

%Perbedaan nilai e/m secara teori


dengan:
Pustaka Grafik
Pustaka Hitung
2.85E-02
8.51E-02
%Perbedaan nilai e/m secara teori
dengan:
Pustaka Grafik
Pustaka Hitung

5.83E-02

2.93E-02

%Perbedaan nilai e/m secara teori


dengan:
Pustaka Grafik
Pustaka Hitung
6.19E-02
9.30E-02
A. Pembahasan
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan, telah didapatkan
bahwa pada percobaan J.J. Thomson ini sinar katoda merupakan partikel-partikel
yang jauh lebih ringan dari pada atom dan berada di semua bentuk benda. Hal ini
ditunjukkan dengan menentukan perbandingan muatan per massa elektron (e/m).
Interaksi medan magnet seragam dengan elektron yang bergerak menghasilkaan
lintasan elektron. Hal ini dikarenakan elektron mengalami gaya akibat medan
magnet. Pada percobaan ini, medan magnet berasal dari kumparan Helmholtz
yang menghasilkan medan seragam. Tabung e/m berisi helium dilengkapi dengan
senapan elektron dan pelat difeleksi. Model atom Thomson ini berhasil
menerangkan banyak sifat atom yang diketahui seperti : ukuran, massa, jumlah
elektron dan kenetralan muatan elektrik. Dalam model ini sebuah atom dipandang
mengandung Z elektron yang dibenamkan dalam sebuah bola bermuatan positif
jari R bola ini adalah jari-jari atom pula. Keadaan ini sama seperti dialami sebuah
benda bermassa m yang tergantung pada sebuah pegas dengan tetapan pegas k,
dalam medan gravitasi bumi.
Berdasarkan hasil pengamatan, diperoleh bahwa nilai arus listrik (I) akan
berubah semakin besar jika nilai tegangan (V) juga semakin besar dengan kata
lain Nilai Arus berbanding lurus dengan Nilai tegangan, namun jejari berkas
elektron akan semakin kecil (r). Jika nilai kuat arusnya semakin besar maka
medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan Helmholtz semakin besar pula.
Dimana semakin jauh jejari berkas elektronnya maka semakin kecil arus yang
mengalir dan pada akhirnya jika tegangan dinaikkan terus pada jejari berkas
elektron yang dekat maka arus yang terbaca bernilai nol (tidak terukur). Karena
pengukuran arusnya terbatas sebab partikel disini memiliki batas maksimum

dalam pengukuran arusnya. Jadi jika arusnya meningkat terus sampai batas
maksimum dan jika melebihi batasnya maka arus yang terbaca kembali pada nol
(tidak terukur).
A. PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan dari percobaan ini yaitu :
1. Semakin besar tegangan pemercepatnya , maka semakin kecil jejari berkas
elektronnya. Dan semakin kecil tegangan pemercepatnya , maka semakin besar
jejari berkas elektronnya.
2. Telah diperoleh besarnya nilai e/m hitung untuk partikel elektron sebesar
1,66072E+11c/kg dan berdasarkan grafik yaitu sebesar 90824676640 c/kg
3. Telah diperoleh perbandingan antara e/m pustaka dengan perhitungan yaitu
dengan persen perbedaan hitung dengan teori 8,6%, % perbedaan hitung dengan
grafik yaitu 46,1 % , dan persen perbedaan teori dengan grafik yaitu 48,3 %.
B. Saran
Saran yang dapat disampaikan pada percobaan ini yaitu untuk
praktikum selanjutnya sebaiknya jejari berkas elektron yang digunakan ditambah
supaya percobaan J.J. Thomson ini lebih dipahami.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2013. http://www.scribd.com/doc/30100350/2013/eksperimen-fisikasinar-katoda-muatan-elektron (23 November 2013).
Beiser, Arthur. 1987. Konsep Fisika Modern. Jakarta : Penerbit Erlangga

Iswadi.2013.Fisika Modern. Makassar: Alauddin University press. Tim Dosen


Praktikum Fisika Eksperimen 1. 2016. Penuntun Praktikum Fisika Eksperimen 1.
Makassar: UIN.
Lailatur, Rahma.2014. pengembangan teori atom. Surabaya : Erlangga