Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

Proyeksi Tegak

Disusun oleh :
Fariz nizar
Roby ariffandi
Akhmad setiawan
Ovariszar
Eko aprianingsih

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat,taufik dan hidayahnya sehingga
saya dapat menyelesaikan makalah yang berkenaan
dengan proyeksi tegak dengan baik dan tepat waktu
terbeda kesempatan ini saya juga berterima kasih
kepada semua pihak yang membantu terbentuknya
makalah ini khususnya kepada dosen gambar teknik
dan kepada semua rekan yang membantu
saya menyadari dalam pembuatan makalah ini
banyak kekurangan baik dari segi isi maupun
bentuknya ,dan semoga makalah ini berguna bagi kita
semua

PENDAHULUAN

A.Latar belakang
Proyeksi Tegak adalah gambar tampilan dari suatu / kelompok bangunan
yang diproyeksikan secara tegak lurus terhadap bidang dasar maupun bidang
vertikal.Tampilan tersebut dapat berupa pandangan dari arah depan (tampak),
pandangan berdasarkan garis potong vertikal(potongan), potongan berdasarkan
garis potong horizontal(denah dan site plan), maupun pandangan dari atas pada
satu kawasan (situasi)
Gambar yang umum dibuat dalam bidang Arsitektur dan termasuk dalam
proyeksi tegak antara lain : situasi, site plan (rencana tapak), denah, tampak,
potongan, detail (umumnya detail kontruksi).

MACAN MACAM PROYEKSI


PROYEKSI TEGAK
a. GARIS-GARIS PROYEKSI SELALU TEGAK LURUS BIDANG
PROYEKSI DAN SALAH SATU BIDANG BENDA DILETAKKAN
SEJAJAR DENGAN BIDANG PROYEKSI;
b. HANYA TERLIHAT SATU MUKA (DUA DEMENSI) UNTUK SETIAP
GAMBAR PROYEKSI;
c. DIPERLUKAN MINIMAL 3 GAMBAR PROYEKSI UNTUK
MENGGAMBARKAN SUATU OBJEK/ BENDA. PROYEKSI TEGAK
DISEBUT JUGA PROYEKSI PANDANGAN MAJEMUK ( PROYEKSI
ORTOGONAL)

PROYEKSI MIRING
GARIS-GARIS PROYEKSI MEMBENTUK SUDUT MIRING (90O) TERHADAP
BIDANG PROYEKSI. PROYEKSI MIRING DISEBUT JUGA GAMBAR
PANDANGAN TUNGAL KARENA DALAM PROYEKSI INI KETIGA DEMENSI
BENDA AKAN TERLIHAT SEHINGGA UNTUK MENGGAMBARKAN SUATU
BENDANYA SECARA UTUH CUKUP MENGGUNAKAN SATU GAMBAR
PROYEKSI.

PENGERTIAN DAN PENGUNAAN GAMBAR PROYEKSI TEGAK


Yang dimaksud dengan Proyeksi Tegak adalah gambar tampilan dari
suatu / kelompok bangunan yang diproyeksikan secara tegak lurus
terhadap bidang dasar maupun bidang vertikal.Tampilan tersebut dapat
berupa pandangan dari arah depan (tampak), pandangan berdasarkan
garis potong vertikal(potongan), potongan berdasarkan garis potong
horizontal(denah dan site plan), maupun pandangan dari atas pada satu
kawasan (situasi)
Gambar yang umum dibuat dalam bidang Arsitektur dan termasuk dalam
proyeksi tegak antara lain : situasi, site plan (rencana tapak), denah,
tampak, potongan, detail (umumnya detail kontruksi).
Situasi adalah tampak atas dari suatu tapak dan lingkungannya, bangunan
yang ada dalam gambar situasi , tampak hanya atapnya saja, kadang
diserrtai bayangan.
Yang harus selalu ada dalam gambar situasi adalah :
Arah Utara
Garis kontur
Bangunan yang ada pada tapak dan sedikit bangunan di
lingkungan sekitar dalam tampak atap
Suasana lingkungan sekitar
Site entrance
Batas persil / tapak
Rencana pengaturan ruang luar: penghijauan , parker, dsb
Skala gambar
Nama gambar

Site plan / rencana tapak adalah denah lantai dasar (ground floorplan) dari
seluruh bangunan yang ada pada tapak, sehingga hubungan tiap ruang
pada bangunan-bangunan yang ada di lantai dasar (permukaan tanah)
dapat terlihat dengan jelas.
Hal yang perlu ada pada site plan adalah:
Arah utara
Garis kentur
Seluruh bangunan yang ada pada tapak dan sedikit bangunan di
lingkungan sekitar (bila dirasa perlu), yang digambarkan dalam
bentuk denah lantai dasar.
Suasana lingkungan sekitar
Site entrance
Batas persil / tapak
Rencana pengaturan ruang luar : penghijauan, parker, dsb
Skala gambar dan nama gambar

Denah merupakan tampilan dari potongan mendatar


pada sebuah
bangunan padaketinggian 100 cm dari muka lantai.
Denah menggambarkan pembagian ruang-ruang yang
ada dalam bangunan tersebut , sehingga hubungan
antar ruang dan pola sirkulasinya dapat terlihat dengan
jelas.
Hal yang perlu ada dalam gambar denah adalah :
Arah utara sesuai dengan arah utara yang
sebenarnya
Garis pembagian ruang yang menunjukkan
notasi bahan yang dipakai dan garis
perbedaan tinggi lantai
Nama ruang
Ketinggian muka lantai (ketinggian 0,00
biasa diberikan untuk ruang yang dianggap
memiliki fungsi utama)
Letak pintu dan jendela
Ukuran (dinyatakan dalam cm atau dalam m)
Sumbu bangunan
Sedikit olahan orang luar disekeliling
bangunan
Garis atap yang digambarkan dengan
menggunakan garis putus-putus
Judul gambar dan skalanya

Potongan adalah gambar penampam suatu


bangunan yang dipotong secara vertikal dengan arah
melintang atau memanjang, dalam gambar denah
sebelumnya disebut sebagai potongan A A (untuk
potongan arah memanjang) , dan potongan B B
(untuk potongan arah melintang), yang digambar pada
garis potongan dengan arah pandangan sesuai yang
ditunjukkan oleh garis potong.
Tampak adalah gambar yang dibuat berdasarkan
pandangan terhadap suatu bangunan dari arah
tertentu, misalnya dari arahselatan dinamakan Tampak
Selatan, dari arah barat, dinamakan Tampak Barat, dst
Penamaan tampak sebaiknya menggunakan nama
berdasarkan nama mata angin, jangan menggunakan
Tampak Muka, Tampak samping Kiri, dst karena dapat
menimbulkan kekeliruan.
Detail adalah bagian kecil dari bangunan yang
ditampilkan secara lebih rinci dengan skala yang lebih
besar, Karena bagian tersebut dianggap memiliki yang
sesuatu yang istimewa, baik secara bentuk maupun
secara pembuatannya.

Detail dapat berupa detail Arsitektonis (detail yang


bersifat arsitektural, menampilkan segi estetika),yang
umumnya dibuat secara isometrictampilan tiga
dimensi), maupun detail konstruksi (yang dibuat secara
dua dimensi , sehingga menampilkan tampak dan
potongan dari detail yang ingin diperlihatkan /
dijelaskan)

KESIMPULAN
PROYEKSI ADALAH SUATU GAMBAR DARI SEBUAH BENDA PADA
SEBUAH BIDANG TERTENTU, YANG DI SEBUT BIDANG PROYEKSI,
DENGAN CARA MEMOTONGLAN GARIS-GARIS YANG DI TARIK DARI
TITIK-TITIK SUDUT BENDA, YANG DI SEBUT GARIS-GARIS
PROYEKTOR.
PROYEKSI TEGAK
a. GARIS-GARIS PROYEKSI SELALU TEGAK LURUS BIDANG
PROYEKSI DAN SALAH SATU BIDANG BENDA
DILETAKKAN SEJAJAR DENGAN BIDANG PROYEKSI;
b. HANYA TERLIHAT SATU MUKA (DUA DEMENSI) UNTUK
SETIAP GAMBAR PROYEKSI;
c. DIPERLUKAN MINIMAL 3 GAMBAR PROYEKSI UNTUK
MENGGAMBARKAN SUATU OBJEK/ BENDA. PROYEKSI
TEGAK DISEBUT JUGA PROYEKSI PANDANGAN
MAJEMUK ( PROYEKSI ORTOGONAL)